cover
Contact Name
Carla Olyvia Doaly
Contact Email
carlaol@ft.untar.ac.id
Phone
+6282187771382
Journal Mail Official
serina@untar.ac.id
Editorial Address
Jln. Letjen S Parman No 1 Universitas Tarumanagara Kampus 1, Gedung M Lt 5
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seri Seminar Nasional
ISSN : 2809509x     EISSN : -     DOI : 10.24912/pserina
Prosiding SERINA merupakan wadah publikasi hasil penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh Dosen, Mahasiswa, maupun Praktisi dan telah didesiminasikan Pada Seri Seminar Nasional (SERINA) yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tarumanagara
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 469 Documents
PENETAPAN JAMINAN PERLINDUNGAN KERJA BURUH YANG BEKERJA KETIKA PEMBERLAKUAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT LEVEL 4 Aurelia Meagan Tan; Tundjung Herning Sitabuana
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.219 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.18480

Abstract

Unsur kesehatan dan keselamatan kerja menjadi instrumen yang sangat penting dalam industri kerja. Dengan adanya kesehatan dan keselamatan kerja maka kesejahteraan buruh dan kualitas perusahaan akan meningkat. Merebaknya kasus Covid-19 di Indonesia menimbulkan beberapa permasalahan. Dengan merebaknya kasus Covid-19 ini, Presiden JokoWidodo secara resmi menetapkan Pandemi sebagai bencana nasional. Dengan adanya bencana nasional, maka pandemi khususnya PPKM level 4 dapat dikategorikan sebagai salah satu resiko kerja. Resiko kerja yang ditimbulan pada masa PPKM level 4 ini yaitu terjangkitnya buruh oleh Covid-19 yang mana mereka tetap harus bekerja secara penuh di lapangan. Hal ini tentunya akan sangat mengancam kesejahteraan para buruh yang bekerja pada masa tersebut. Dengan besarnya resiko kerja, maka haruslah adanya urgensi peningkatan jaminan perlindungan kerja bagi para buruh di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk resiko kerja ketika PPKM level 4 dan untuk menjelaskan urgensi peningkatan jaminan kerja buruh ketika PPKM level 4 ini. Dalam penulisan ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang, karena jika dilihat dari peraturannya sendiri masih kurang dijadikan pegangan oleh perusahaan dalam menjalankan usahanya di masa PPKM level 4 ini. Dengan adanya jaminan kerja bagi para buruh maka kualitas perusahaan akan meningkat. Lalu, cara yang dapat dilakukan adalah seperti memberikan dana tambahan bagi buruh yang bekerja secara langsung di masa PPKM level 4 apalagi sampai lembur. Dengan adanya tulisan ini diharapkan agar terlaksananya peningkatan jaminan kerja buruh yang dapat mengurangi resiko kerja yang ada ketika masa PPKM level 4 dan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia serta kesejahteraan para buruh.
RISIKO PENGGUNAAN BERLEBIH DARI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DI AREA YANG MENGALAMI PEMBATASAN TEMPORER (STUDI PADA SEKTOR PERGURUAN TINGGI) Richard Andrew; Vania Griselda Cudivia
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.701 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.18481

Abstract

Banyak sekali perusahaan yang bergerak di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi berkembang lebih pesat dalam beberapa tahun terakhir.  Hal ini terjadi di berbagai kawasan di beberapa belahan dunia dan salah satu hal yang mendorong hal ini adalah kebijakan pembatasan temporer yang dijalankan oleh sejumlah negara.  Kebijakan ini dilakukan dengan sistem yang bertingkat pada beberapa daerah atau negara namun ada juga negara yang menetapkan kondisi yang sama untuk seluruh wilayahnya.  Satu hal yang sama dari jenis kebijakan ini adalah membatasi mobilitas langsung dari banyak orang sehingga hal ini tidak hanya berdampak pada sektor bisnis yang menargetkan keuntungan berkelanjutan tetapi juga berefek pada sektor nirlaba seperti sektor pendidikan tinggi.  Perubahan ini juga terjadi di Perguruan Tinggi karena banyak dari kampus itu tidak memiliki pengalaman untuk melakukan pembelajaran daring secara penuh namun dipaksa hampir dua tahun untuk menjalankan hal tersebut untuk ditawarkan kepada peserta didik mereka.  Dalam riset ini, tim peneliti juga menemukan bahwa ada banyak keunggulan dengan penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi selama masa pembatasan temporer berlangsung.  Hanya saja, tim yang sama juga menemukan bahwa penggunaan berlebih dari hal ini dapat memberikan masalah yang lebih besar terutama jika dilakukan dalam jangka yang lebih panjang bagi banyak civitas akademika yang terkait di dalamnya dan oleh sebab itu hal ini harus dimitigasi di masa mendatang agar risikonya tidak terlalu tinggi.
EKSPLORASI KEARIFAN LOKAL DESA KADUGENEP MELALUI PERANCANGAN KREATIF VIDEO PROFILE Nuryadi Nuryadi; Edy Chandra
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.832 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.18482

Abstract

Merujuk, mendukung, serta melanjutkan program-program dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam membantu pengembangan pengusaha kecil menengah yang banyak tersebar di wilayah Indonesia saat ini. Dimana pengembangan program-program yang sukses diimplementasikan hingga meraih Rekor MURI, yaitu Business Matching 2022 di Nusa Dua Bali. Rekor kebangkitan ekonomi kreatif dengan nilai income 214 Trilyun dalam transaksi selama 3 hari. Atas dasar fakta-fakta tersebut, proses pengembangan tersebut masih belum merata dilakukan. Jika mendengar produsen lokal berupa tas, maka akan merujuk kepada wilayah Kota Bandung dan Kota Tasikmalaya di Jawa Barat. Tentunya Kawasan pengerajin tas masih dapat ditemukan di wilayah Desa Kadugenep, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang. Dikenal dengan nama “desa kecil seribu mesin”. Kualitas produk-produk yang dihasilkan tidak kalah dengan produsen-produsen dari kota Bandung dan kota Tasikmalaya. Fakta saat ini dari potensi perekonomian di wilayah Desa Kadugenep belum maksimal dikenal secara luas. Fakta ini menjadi poin rencana penelitian terapan dan usulan konsep kreatif memilk tujuan untuk mengangkat kembali ciri khas kearifan lokal di kawasan Desa Kadugenep melalui pemikiran dan perencanaan kreatif perancangan video profile. Metode penelitian observasi dan wawancara dilakukan dengan informan di pengurus dan pengerajin Desa Kadugenep. Paradigma dalam penelitan ini adalah nonpositivisme studi literatur untuk meneliti pembahasan dalam konsep tertentu dalam sebuah literatur atau wacana situasi pada Desa Kadugenep. Asumsi yang diharapkan kepada Desa Kadugenep adalah terciptanya solusi kreatif tayangan video profile yang menjadi indikator perkembangan informasi kerajinan tas di Desa Kadungenep melalui media video profile dimasa mendatang.
KRITIK PEDAGOGI KRITIS TERHADAP POLITIK DAN PRAKTIK PENDIDIKAN DALAM PEMIKIRAN IVAN ILLICH DAN HENRY GIROUX Urbanus Ura Weruin; Tony Sudirgo
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.851 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.18483

Abstract

Sejak pandemi Covid-19 melanda dunia dan Indonesia, praktik pendidikan dan pengajaran dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi berubah. Di satu sisi seluruh proses pendidikan dan pengajaran dilakukan secara daring.  Di sisi yang lain, platform teknologi pendidikan semakin beragam dan promosi pembelajaran lembaga di luar sekolah semakin masif.  Sentralitas dan dominasi sekolah semakin dilucuti. Praktik pendidikan dan pembelajaran daring telah mentransformasi praktik pendidikan, mengubah peran guru, dan melucuti dominasi sekolah sebagai agen kemajuan masyarakat. Maka pertanyaan kritis yang perlu dimunculkan di sini adalah apa kritik pemikiran pedagogi kritis pada umumnya dan pemikiran Ivan Illich dan Henry Giroux pada khususnya tentang peran dan praktik pendidikan dalam masyarakat modern saat ini? Penelitian kualitatif dengan metode content analysis ini akan menjawab pertanyaan tersebut. Hasil penelusuran kepustakaan menunjukkan bahwa, sejalan dengan kritik para pemikir pedagogi kritis, Illich mengritik institusi pendidikan yang menginjeksi kesadaran palsu bahwa masyarakat membutuhkan sekolah untuk maju. Pada hal pendidikan yang formalistik, dilembagakan, politis, dan dikelola menurut ‘kurikulum tersembunyi’ pada dasarnya politis dan melayani kepentingan lain di luar pendidikan. Yang perlu dibangun bukanlah sekolah melainkan ‘jaringan pembelajaran’ yang luas dan terbuka. Karena latar belakang sosial, lingkungan keluarga, media massa dan jaringan sosialisasi informal, turut menentukan prilaku, nilai, dan penilaian kritis masyarakat. Sementara Giroux memperjuangkan liberalisasi dan demokratisasi pendidikan melalui ‘pedagogi publik’ karena pendidikan dan pengetahuan pada dasarnya politis dan bermuatan kekuasaan. Transformasi pendidikan terutama dimulai dari membongkar jebakan kekuasaan dan kepentingan ekonomi dan politik kelompok dominan dalam masyarakat. Karena bagi Illich dan Giroux, pengetahuan itu sendiri bermuatan politis. Perubahan kurikulum pendidikan bukan sekadar keputusan politik melainkan melayani kepentingan tertentu dalam masyarakat. Dengan mengungkap motif, tujuan, kepentingan, keuntungan, dan kekuasaan apa yang dihasilkan melalui produksi pengetahuan, model transformasinkan pendidikan dapat dirumuskan secara tepat. Tujuan artikel hasil studi kepustakaan ini adalah mengingkatkan kembali para pengambil kebijakan dan praktisi pendidikan agar merumuskan praktik pendidikan secara tepat. 
MEMPERTIMBANGKAN KEMBALI RASIONALITAS EKONOMI DARI PERSPEKTIF EMBEDEDDNESS ECONOMICS Urbanus Ura Weruin; Febiana Rima Kainama2
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.433 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.18484

Abstract

Riset kepustakaan (library research) dengan metode analisi isi ini bertujuan untuk menunjukkan pertimbangan terhadap rasionalitas ekonomi dari perspektif sosiologi ekonomi menurut konsep embededdness economics. Artikel ini dimulai dengan menunjukkan pengertian rasionalitas, memetakan rasionalitas ekonomi menurut pemikiran ekonomi neoklasik, merumuskan pemahaman tentang rasionalitas ekonomi menurut perspektif embededdness economics, untuk kemudian merumuskan karakteristik dan kritik terhadap rasionalitas ekonomi dari perspektif embededdness economics. Menurut konsep ‘ketertanaman’ ekonomi ini, asumsi dan gambaran tentang “manusia ekonomi” yang sepenuhnya rasional karena mampu mempertimbangkan semua prilaku ekonomi secara tepat dan holistik sebagaimana dianut oleh Rational Choice Theory (RCT) tak lagi memadai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jika ekonomi neoklasik memahami rasionalitas prilaku ekonomi bersifat subjektif, mendasarkan diri pada penalaran, self-interest; mengedepankan kegunaan; holistik karena kemampuan rasional individu, serta bersifat pasti; pandangan sosiologi ekonomi dengan konsep embededdness rationality justru menunjukkan bahwa rasionalitas atau kalkulasi ekonomi tidak pernah hanya bersumber dari pikiran, idea, gagasan individual-subjektif yang steril dari pengaruh lingkungan atau jaringan sosial, melainkan bersumber pada jaringan  relasi sosial. Referensi bagi rasionalitas ekonomi bukan semata-mata pada individu yang rasional, self-interest, melainkan pada social-interest, altruism, atau demi kebaikan bersama. Karena pemikiran dan prilaku ekonomi tertanam dalam insititusi, relasi, dan jaringan sosial. Prilaku ekonomi tidak tercerabut dari institusi dan relasi sosial lain di luar ekonomi. Pasar sebagai institusi dan praktik ekonomi, ditentukan oleh ide, kalkulasi, pertimbangan, dan keputusan sosial, politik, dan kebudayaan. Rasionalitas ekonomi, menurut sosiologi ekonomi, merupakan blanded rationality; tertanam dalam lingkungan, insititusi, dan jaringan sosial (networking rationality); dan dengan demikian tidak pernah pasti dan komplet.
HUBUNGAN KESEPIAN DAN DELIBERATE SELF-HARM PADA REMAJA : RELATIONSHIP BETWEEN LONELINESS AND DELIBERATE SELF-HARM AMONG ADOLESCENCES Damara Agustin; Tenri Faradiba; Anindya Dewi Paramita
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.518 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.18513

Abstract

Masa remaja merupakan masa individu mempunyai rasa ingin tahu yang besar dan keinginan untuk mencoba hal baru, serta munculnya kebutuhan untuk beradaptasi dengan perubahan fisik dan psikologis, pencarian identitas, dan membentuk hubungan baru. Banyaknya perubahan yang terjadi pada masa remaja dapat meningkatkan stres dan mempengaruhi kehidupan remaja di masa sekarang dan masa depan. Salah satu tanda stres pada remaja yang sering ditemui adalah melukai diri sendiri atau deliberate self-harm. Penelitian ini ingin melihat apakah ada hubungan antara kesepian dan perilaku deliberate self-harm. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah UCLA Loneliness Scale Revised 3 (Russel, 1996) untuk mengukur kesepian dan Deliberate Self-Harm Inventory (Gratz, 2001) untuk mengukur perilaku deliberate self-harm. Jumlah partisipan penelitian ini adalah 174 dengan rentang usia 14-20 tahun dengan metode pengambilan sampel berbasis internet self-selected polls. Hasil penelitian ini adalah adanya hubungan positif antara kesepian dan deliberate self-harm dengan nilan r = .221, p = < .05. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kesepian semakin tinggi pula deliberate self-harm pada remaja.
PENGEMBANGAN UMKM DIGITAL SEBAGAI UPAYA KETAHANAN BISNIS PASCA PANDEMI COVID-19 Angeline Angeline; Davin Allister; Levira Leo Gunawan
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.695 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.18514

Abstract

Selama pandemi COVID-19 terus berlangsung, UMKM mengalami kemunduran dan menghadapi berbagai permasalahan dan akan terus seperti itu apabila tidak ada adaptasi dari para pelakunya untuk kembali meningkatkan produktivitas mereka. Produktivitas UMKM yang rendah menyebabkan profit yang dihasilkan juga menurun. Hal ini menjadi ancaman tersendiri bagi perekonomian nasional. Oleh sebab itu, dibutuhkan upaya dan strategi untuk menyelamatkan UMKM agar dapat terus bertahan di tengah pandemi COVID-19, bahkan sampai pasca pandemi nantinya. Strategi yang dapat digunakan contohnya adalah strategi pengembangan digitalisasi UMKM dari Kemenkop UMKM, yaitu: mempersiapkan para pelaku usaha UMKM untuk meningkatkan sumber daya manusia dan melakukan intervensi terhadap perbaikan proses bisnis pelaku UMKM yang nantinya akan diterapkan dalam beberapa program, serta 2 tahap lainnya. Agar strateginya berhasil, UMKM perlu melakukan transformasi bisnis melalui beberapa upaya nyata, seperti menggunakan digital marketing dan konten kreatif, serta meningkatkan kualitas dan pelayanan agar lebih banyak calon konsumen potensial yang terjaring dan diharapkan bisa terjadi pembelian berulang kedepannya. Terjadinya transaksi jual-beli berarti kesempatan UMKM untuk survive menjadi lebih besar dan perekonomian Indonesia dapat bergerak positif. Artikel ini ditulis dengan menggunakan metode studi pustaka dengan mengumpulkan sumber data empiris yang berkaitan dengan topik yang dibahas dalam artikel. Hasilnya adalah program digitalisasi memiliki beberapa strategi bagi UMKM untuk mempertahankan usahanya, antara lain: (1) Memanfaatkan digital platform semaksimal mungkin; (2) Menguasai kemampuan digital marketing; (3) Mempromosikan produk atau jasa melalui konten kreatif untuk menarik konsumen. Diterapkannya strategi tersebut diharapkan membuat para pelaku UMKM dapat bertahan menjalankan usahanya di tengah pandemi dan berdampak positif bagi ekonomi perekonomian digital Indonesia.
ELEMEN VISUAL PADA INFOGRAFIS: Studi Infografis Karya Mahasiswa Mata Kuliah Identitas Merek Mariati Mariati; Juven Anderson; Yussyca Yussyca; Sheren Juan Angela
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (951.202 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.18515

Abstract

Perancangan infografis memang tidak mudah, karena perancang perlu memilah informasi penting yang ingin disampaikan secara komplit pada keterbatasan sebuah bidang media. Agar tampilan pada infografis tampak menarik, perancang perlu memilih elemen visual (termasuk warna, gambar, ikon, chart, dsb) agar sesuai dengan tema. Penelitian ini merupakan kelanjutan dari studi Visual Information Flows yang telah dilakukan sebelumnya. Dengan penemuan bahwa mahasiswa lebih mementingkan nilai estetika dari preferensi pribadi dibanding alur informasi visual yang hendak dilihat oleh si pembaca. Maka, selanjutnya dilakukan riset pada visual infografis yang pernah dibahas pada artikel Arslan & Toy (2015) yaitu warna, tipografi, tata letak dan komposisi, dan visual. Ke-empat elemen ini merupakan visual yang dikomunikasikan pada sebuah infografis. Dengan metode pengumpulan data mixed methods dengan kajian terhadap 65 karya infografis mahasiswa, dan studi literatur, peneliti menemukan bahwa mahasiswa lebih banyak menggunakan warna yang sesuai dengan tema, tipografi sebagai teks dengan jenis regular – sans serif, tata letak vertikal secara terstruktur, dan banyaknya penggunaan chartjunks pada visual. Dari hasil survey juga menemukan bahwa dari ke-4 elemen visual, yang menjadi pertimbangan utama dalam perancangan infografis adalah tata letak dan komposisi nya. Menurut hasil wawancara dengan dosen team teaching, bahwa secara estetika, tampilan desain infografis karya mahasiswa memiliki taste yang sangat baik dalam penyajiannya. Penggunaan visual pada infografis juga diluar ekspektasi karena dianggap kreatif dan sesuai dengan tema.
MOTIVASI PERILAKU MENGATUR MAKAN PADA REMAJA VEGETARIAN Ryan Khosasih; Anita Novianty
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.089 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.18516

Abstract

Vegetarian adalah salah satu bentuk regulasi perilaku makan yang ditandai dengan hanya mengonsumsi produk-produk nabati. Salah satu alasan khas pada remaja mengatur perilaku makan adalah menurunkan berat badan dan mendapatkan bentuk tubuh ideal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui motivasi remaja mengatur perilaku makan vegetarian. Partisipan dalam penelitian terdiri dari 57 orang remaja berusia 12-21 tahun yang mengatur perilaku makan vegetarian. Teknik sampling yang digunakan adalah snowball sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner yang disebarkan secara daring berisi alat ukur Regulation of Eating Behavior Scale (REBS) untuk mengukur motivasi mengatur makan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51 partisipan (89%) memiliki motivasi ditentukan sendiri pada kategori sedang, 6 partisipan lain (11%) memiliki motivasi tidak ditentukan sendiri pada kategori sedang. Kategori sedang pada motivasi ditentukan sendiri mengindikasikan perilaku yang muncul lebih langgeng dan konsisten, karena perilaku tidak hanya dirasakan membawa manfaat, tetapi juga mulai sejalan dengan skema diri individu. Pada partisipan motivasi mengatur makan tidak ditentukan sendiri dengan kategori sedang, perilaku yang muncul biasanya dilakukan oleh individu untuk memenuhi tuntutan atau permintaan lingkungan sekitar.
ANALISIS BUTIR VARIABEL BURNOUT PADA RELIABILITAS KONSISTENSI INTERNAL Sophia Christina; Angela Fredella Nirwanto; Nabilah Nabilah; Rita Markus Idulfiastri; Dhindayanti Putri
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.169 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.18517

Abstract

Burnout adalah respon berkepanjangan terhadap stres emosional dan interpersonal kronis di tempat kerja. Karyawan dengan kondisi burnout lazimnya mengalami gangguan depresi, kecemasan dan pada tingkat selanjutnya burnout dapat mengakibatkan tidak hanya masalah psikologis namun juga masalah fisik. Untuk itu, terkait dengan dampak, diperlukan alat ukur burnout yang handal agar dapat terdekteksi dengan tepat. Berdasarkan konsep burnout dari Schaufeli dengan 4 (empat) dimensi yaitu exhaustion, mental distance, cognitive impairment, dan emotional impairment dilakukan analisis butir alat ukur burnout berdasarkan reliabilitas konsistensi internal. Metode penelitian menggunakan analisis kuantitatif dengan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan diperoleh sebanyak 17 karyawan di perusahaan IT. Pengolahan data menggunakan statistik parametrik dengan program SPSS version 22. Hasil penelitian memperlihatkan butir-butir mempunyai daya beda cukup baik. Terdapat 2 (dua) butir dari 23 butir yang memiliki daya beda < 0,300. Berdasarkan butir-butir tersebut, diperoleh koefisien reliabilitas konsistensi internal sebesar 0,931 (Sangat reliabel). Penelitian ini didukung oleh data subyek yang lengkap dengan golongan subyek yang memiliki burnout rendah, sedang sampai tinggi. Penelitian selanjutnya diperlukan jumlah sampel > 100 orang agar diperoleh konsisten yang lebih kuat antar butir.