cover
Contact Name
Muammar
Contact Email
jurnal_alkharaj@iain-bone.ac.id
Phone
+6285299936391
Journal Mail Official
alkharaj21@gmail.com
Editorial Address
Jl. HOS Cokroaminoto Watampone Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan INDONESIA
Location
Kab. bone,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Al-Kharaj: Studi Ekonomi Syariah, Muamalah, dan Hukum Ekonomi
ISSN : 27970787     EISSN : 2798009X     DOI : https://doi.org/10.30863/alkharaj
Core Subject : Religion,
Al-Kharaj contains several studies and reviews on Sharia Economic Law which includes Economic Law, Fiqh Muamalah, and Sharia Economics also includes many studies on law in a broader sense.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 62 Documents
TINJAUAN PRINSIP ‘ADALAH TERHADAP KONTESTASI PASAR TRADISIONAL DENGAN PASAR MODERN DI BARANTI KAB. SIDENRENG RAPPANG Hatta, Ulya; Damirah, Damirah; Suarning, Suarning; Muliati, Muliati; Bahri, Andi
Jurnal Al-Kharaj: Studi Ekonomi Syariah, Muamalah, dan Hukum Ekonomi Vol. 6 No. 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : IAIN BONE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/alkharaj.v6i1.9852

Abstract

Market contestation refers to the competition between traditional and modern markets in Baranti to attract consumers. This study aims to understand the reality of market contestation and the application of the ‘adalah principle in market competition. The research method used is qualitative descriptive, with field research as the primary approach. Data sources include primary and secondary data. Data analysis techniques include data presentation, data reduction, and conclusion drawing. The findings of this study are: (1) The competition between traditional and modern markets in Baranti, Sidenreng Rappang Regency is influenced by the existence of both market types, competition, and socio-cultural impacts. Although modern markets offer more comfort, traditional markets remain vital to the local community. Both markets can complement each other and provide significant benefits to Baranti residents if managed properly. (2) Markets in Baranti implement the ‘adalah principle in competition through three ways: enforcing fair pricing, avoiding uncertainty (gharar), and promoting ethical trading freedom. (3) The analysis of the ‘adalah principle can be realized by applying principles of transparency, objectivity, and accountability
KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA PETANI DALAM TEKANAN PRODUKSI DAN KEBIJAKAN BANTUAN: ANALISIS LINTAS PROVINSI Noviar, Helmi; Badli, Saiful; Rizki, Darlin; Zulbaidi, Zulbaidi; Fadhlain, Said
Jurnal Al-Kharaj: Studi Ekonomi Syariah, Muamalah, dan Hukum Ekonomi Vol. 6 No. 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : IAIN BONE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/alkharaj.v6i1.11087

Abstract

Ketahanan rumah tangga petani merupakan isu krusial dalam pembangunan pertanian di Indonesia, terutama di tengah tekanan permasalahan produksi dan keberagaman kebijakan bantuan yang diterapkan lintas wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pendapatan usaha pertanian, permasalahan produksi, serta berbagai bentuk program bantuan sosial dan pertanian terhadap ketahanan rumah tangga petani di Indonesia. Penelitian menggunakan data Survei Ekonomi Pertanian (SEP) 2024 dengan unit analisis lintas provinsi. Metode analisis meliputi statistik deskriptif, klasifikasi resiko ketahanan pendapatan, korelasi parsial, dan regresi linier berganda dengan pendekatan Ordinary Least Squares (OLS). Hasil penelitian menunjukkan adanya heterogenitas ketahanan rumah tangga petani yang signifikan antarprovinsi. Provinsi dengan resiko ketahanan tinggi didominasi oleh rumah tangga petani pada kategori cukup dan rentan, mencerminkan keterbatasan struktural dalam pendapatan usaha pertanian dan akses input produksi. Estimasi regresi menunjukkan bahwa bantuan bersifat konsumtif, khususnya Bantuan Langsung Tunai Dana Desa, berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Indeks Ketahanan Pangan, sementara bantuan produktif berupa pupuk subsidi berpengaruh positif meskipun dengan tingkat signifikansi terbatas. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberadaan bantuan tidak secara otomatis meningkatkan ketahanan rumah tangga petani, melainkan sangat bergantung pada orientasi dan fungsi bantuan tersebut. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan kebijakan berbasis wilayah yang mengintegrasikan perlindungan sosial jangka pendek dengan penguatan kapasitas produksi pertanian yang berkelanjutan.