cover
Contact Name
Muammar
Contact Email
jurnal_alkharaj@iain-bone.ac.id
Phone
+6285299936391
Journal Mail Official
alkharaj21@gmail.com
Editorial Address
Jl. HOS Cokroaminoto Watampone Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan INDONESIA
Location
Kab. bone,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Al-Kharaj: Studi Ekonomi Syariah, Muamalah, dan Hukum Ekonomi
ISSN : 27970787     EISSN : 2798009X     DOI : https://doi.org/10.30863/alkharaj
Core Subject : Religion,
Al-Kharaj contains several studies and reviews on Sharia Economic Law which includes Economic Law, Fiqh Muamalah, and Sharia Economics also includes many studies on law in a broader sense.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 74 Documents
INTERAKSI KETENAGAKERJAAN MUSLIM DENGAN NON-MUSLIM DALAM STUDI KOMPARATIF LINTAS MAZHAB Ali Imron; Nurinayah Nurinayah; Nursalam Rahmatullah
Jurnal Al-Kharaj: Studi Ekonomi Syariah, Muamalah, dan Hukum Ekonomi Vol. 6 No. 2 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : IAIN BONE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/alkharaj.v6i2.11588

Abstract

Today's global reality, employment interaction between Muslims and non-Muslims is a necessity, given the dominance of non-Muslims in the industrial sector which opens up extensive employment opportunities for Muslims. However, this raises legal and ethical challenges from the perspective of Islamic Sharia, especially regarding the legality of wages and honor of Muslims in employment relations. This research aims to examine the Sharia provisions on employment interactions between Muslims and non-Muslims with a comparative study approach across fiqh schools. The methodology used is qualitative-descriptive library research with thematic analysis of the opinions of the four major schools of thought (Hanafi, Maliki, Shafi'i, and Hanbali). The results show that work interaction is permissible provided that the work does not contradict the principles of Sharia, does not support immorality or hostility towards Islam, and does not degrade the dignity of Muslims. The Mazhab differ in their views on service work (such as domestic help) for non-Muslims, but tend to allow general work (such as labor and construction), especially in cases of emergency or public benefit. This study concludes the importance of shar'i boundaries in interfaith working relationships to maintain the integrity of the akidah and the dignity of Muslims in a multicultural social structure.
PENERAPAN ETIKA BISNIS ISLAM PADA UMKM DALAM EKONOMI HALAL: TANTANGAN LITERASI SYARIAH DAN KETERBATASAN SUMBER DAYA SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP KEPERCAYAAN DAN KINERJA Farid Wajdi; Baiq Elbadriati; Zulkipli
Jurnal Al-Kharaj: Studi Ekonomi Syariah, Muamalah, dan Hukum Ekonomi Vol. 6 No. 2 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : IAIN BONE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/alkharaj.v6i2.11609

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan peluang penerapan etika bisnis Islam dalam meningkatkan kepercayaan dan kinerja usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam konteks persaingan pasar modern dan pertumbuhan ekonomi halal, etika bisnis Islam berfungsi sebagai fondasi penting untuk menjaga integritas bisnis, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan mendukung keberlanjutan bisnis. Studi ini menggunakan pendekatan tinjauan pustaka, mengumpulkan data dari artikel jurnal, prosiding konferensi, buku akademik, dan laporan penelitian yang relevan yang diindeks di Google Scholar, SINTA, dan Scopus. Prosedur analisis dilakukan dalam tiga tahap: identifikasi tema, integrasi teoritis, dan sintesis temuan ilmiah untuk menguji hubungan antara etika bisnis Islam, kepercayaan konsumen, dan kinerja UMKM. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam implementasi etika bisnis Islam meliputi rendahnya tingkat literasi Syariah, tekanan persaingan yang mendorong praktik tidak etis, keterbatasan modal dan teknologi, serta hambatan regulasi dan sertifikasi halal. Meskipun demikian, peluang signifikan juga muncul seiring dengan meningkatnya kesadaran konsumen akan nilai-nilai halal dan integritas bisnis, reputasi etis sebagai faktor pembeda dalam persaingan, dan terbukanya kolaborasi dengan lembaga keuangan Syariah dan pasar halal global. Penerapan etika bisnis Islam telah terbukti memiliki implikasi positif terhadap kualitas layanan, efektivitas operasional, kepuasan pelanggan, dan ekspansi pasar. Dengan demikian, etika bisnis Islam tidak hanya berfungsi sebagai panduan moral tetapi juga sebagai strategi praktis untuk meningkatkan kepercayaan dan memperkuat kinerja berkelanjutan UKM.
BOIKOT PRODUK AFILIASI ISRAEL SEBAGAI STRATEGI EKONOMI UMAT : PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH DAN TEORI ASHABIYAH IBNU KHALDUN Adibah Yusuf; Rizki Dwi Anggraini; Ahmad Misbakh Zainul Musthofa
Jurnal Al-Kharaj: Studi Ekonomi Syariah, Muamalah, dan Hukum Ekonomi Vol. 6 No. 2 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : IAIN BONE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/alkharaj.v6i2.12348

Abstract

Abstrak Gerakan boikot produk-produk afiliasi Israel berkembang sebagai bentuk solidaritas masyarakat sekaligus strategi ekonomi rakyat. Studi ini bertujuan untuk menganalisis praktik gerakan boikot berdasarkan perspektif maqashid syariah dan menjelaskan representasinya dalam teori ashabiyah Ibnu Khaldun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan. Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, fatwa, laporan resmi, dan dokumen-dokumen terkait lainnya, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif maqashid syariah, gerakan boikot mencerminkan upaya untuk mewujudkan manfaat melalui perlindungan agama (hifzh ad-din), jiwa (hifzh an-nafs), dan harta benda (hifzh al-mal). Sementara itu, teori ashabiyah Ibnu Khaldun menjelaskan bahwa keberhasilan gerakan boikot dipengaruhi oleh solidaritas sosial yang diperkuat oleh nilai-nilai agama dan tujuan bersama. Dengan demikian, gerakan boikot tidak hanya dipahami sebagai bentuk protes sosial, tetapi juga sebagai strategi ekonomi umat yang mengarah pada manfaat dan penguatan solidaritas masyarakat.
ANALISIS KONSEP DHARIBAH ATAS PAJAK MINIMUM GLOBAL OECD TERHADAP KEADILAN EKONOMI MULTINASIONAL Shofa Robbani; Sri Wahyuni; fitrianti wahib; Muhammad Syukron Ni’am; Muhamad Zaini Yahya
Jurnal Al-Kharaj: Studi Ekonomi Syariah, Muamalah, dan Hukum Ekonomi Vol. 6 No. 2 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : IAIN BONE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/alkharaj.v6i2.12012

Abstract

This study aims to analyze the concept of dharibah in Islamic economic perspective toward the global minimum tax policy initiated by the Organisation for Economic Co-operation and Development and the Group of Twenty, as well as its implications for the economic justice of multinational enterprises. This research is motivated by the increasing practices of global tax avoidance through base erosion and profit shifting (BEPS), which have led to unequal tax burden distribution among countries. The study employs a qualitative approach with normative analysis, examining international tax law frameworks alongside Islamic economic principles. The findings reveal that the global minimum tax aligns partially with the principles of dharibah, particularly in promoting public welfare (maslahah) and fostering global fiscal fairness. However, several inconsistencies remain, including unequal benefit distribution for developing countries, the uniform tax rate application, and the limited incorporation of ethical dimensions within the policy. From the perspective of dharibah, justice is not merely defined by equal tax rates, but also by proportional burden-sharing and alignment with public interest. Therefore, a more inclusive reconstruction of global tax policy is necessary by integrating substantive justice values within Islamic economics to achieve a fair and sustainable taxation system.