cover
Contact Name
Wildan Saugi
Contact Email
sajiejournal@gmail.com
Phone
+6285327884670
Journal Mail Official
sajiejournal@gmail.com
Editorial Address
Jalan H.A.M. Rifaddin Kampus II UINSI Samarinda, Samarinda, Kalimantan Timur Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Southeast Asian Journal of Islamic Education
ISSN : 26215845     EISSN : 26215861     DOI : https://doi.org/10.21093/sajie
Core Subject : Education,
Southeast Asian Journal of Islamic Education accepts unpublished, high quality, and original research manuscripts in English and Arabic related Islamic Education. The journal publishes high quality empirical and theoretical research covering all aspects of Islamic Education. These issues include: Islamic Education Management, Madrasah Education, Islamic Early Childhood Education, Islamic Higher Education, Issues of Islamic Education, Science and Technology in Islamic Education, Curriculum of Islamic Education, Innovation of Islamic Education, Pesantren Education, Philosophy of Islamic Education, Islamic Education Policy, Figure of Islamic Education, and Comparison of Islamic Education.
Articles 126 Documents
Upaya Meremediasi Konsep Fisika pada Materi Suhu dan Kalor Eko Wahyu Nur Sofianto; Ratna Kartika Irawati
Southeast Asian Journal of Islamic Education Vol 2 No 2 (2020): Southeast Asian Journal of Islamic Education, June 2020
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.191 KB) | DOI: 10.21093/sajie.v2i2.2188

Abstract

Miskonsepsi adalah salah satu masalah dalam pembelajaran fisika. Miskonsepsi fisika terjadi pada materi suhu dan kalor. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan review terkait upaya yang telah dilakukan beberapa peneliti untuk meremediasi miskonsepsi materi suhu dan kalor. Materi yang diremediasi adalah suhu dan kalor. Metode penelitian kualitatif artikel review pada remediasi konsep suhu dan kalor. Hasil dari penelitian ini adalah review miskonsepsi fisika dalam kompetensi dasar suhu dan pemuaian, kalor dalam perubahan wujud, Azas Black dan perpindahan kalor. Miskonsepsi pada materi suhu dan kalor biasa terjadi pada konsep ukuran benda, perubahan wujud, gejala Azas Black dan proses perpindahan kalor. Upaya remediasi yang biasa dilakukan adalah dengan model pembelajaran, perangkat pembelajaran dan problem solving. Remediasi dapat dilakukan dengan membahas konsep sesuai dengan pemahaman awal siswa terhadap materi suhu dan kalor.
Pendidikan Anak Perspektif Hamka (Kajian Q.S. Luqman/31: 12-19 dalam Tafsir Al-Azhar) Moh. Toriqul Chaer; Fitriah M. Suud
Southeast Asian Journal of Islamic Education Vol 2 No 2 (2020): Southeast Asian Journal of Islamic Education, June 2020
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.436 KB) | DOI: 10.21093/sajie.v2i2.2192

Abstract

Pendidikan merupakan upaya mengembangkan potensi yang dimiliki manusia. Hamka berpendapat bahwa tujuan pendidikan adalah untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Konsekuensi proses pendidikan anak bertujuan menjadikan anak sebagai hamba Allah yang taat menjalankan perintah dan menjauhi segala laranganNya. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research) yang mengkaji tafsir Al-Azhar sebagai data primer dengan menggunakan pendekatan maudhu’i atau tematik. Upaya analisis data, dilakukan dengan mengiventarisir ayat, mengkaji, dan mempertimbangkan aspek historis ayat terkait. Langkah selanjutnya ayat terkait secara objektif diinterpretasikan, secara deskriptif diungkap dan disimpulkan secara deduktif. Berdasar kajian tafsir Q.S. Luqman/31: 12-19, didapati: 1) urgensi pendidikan anak, yakni proses pendampingan dan bimbingan anak untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Proses pendidikan anak mencakup pendidikan keimanan, berbakti kepada orangtua, pendidikan ibadah, pendidikan akhlak dan amar ma’ruf-nahi munkar; 2) aktualisasi pendidikan anak, difokuskan pada pembentukan karakter, yang diupayakan oleh keluarga, sekolah dan masyarakat.
Memotret Kinerja Guru Madrasah dalam Pembelajaran Sri Susmiyati; Zurqoni Zurqoni
Southeast Asian Journal of Islamic Education Vol 2 No 2 (2020): Southeast Asian Journal of Islamic Education, June 2020
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.483 KB) | DOI: 10.21093/sajie.v2i2.2266

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk mendapatkan gambaran mengenai kualitas kinerja guru Madrasah Tsanawiyah di Samarinda, dan memetakan kinerja guru tersebut berdasarkan masa kerja, jenjang pendidikan, dan status kepegawaian guru. Populasi penelitian guru Madrasah Tsanawiyah Samarinda berjumlah 629 guru, kemudian diambil sampel sebanyak 76 guru menggunakan teknik multi-stage sampling. Pengumpulan data menggunakan questionare model skala likert. Analisis data menggunakan teknik deskriptif untuk menggambarkan kualitas  kinerja guru madrasah dalam proses pembelajaran, dan Analysis of Varian (ANOVA) untuk memetakan kinerja guru berdasarkan masa kerja, jenjang pendidikan,  dan status kepegawaian. Hasil penelitian disimpulkan, bahwa para guru Madrasah Tsanawiyah di Samarinda memiliki kinerja yang baik. Kinerja guru berdasarkan masa kerja terdapat perbedaan secara signifikan, dalam arti guru yang memiliki masa kerja lebih lama menunjukkan kinerja lebih baik dibandingkan guru dengan masa kerja lebih pendek. Kinerja guru berdasarkan jenjang pendidikan tidak berbeda secara signifikan. Kinerja guru menurut status kepegawaian juga tidak menunjukkan adanya perbedaan yang  signifikan.
Index Subject & Author Wildan Saugi
Southeast Asian Journal of Islamic Education Vol 2 No 1 (2019): Southeast Asian Journal of Islamic Education, December 2019
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.131 KB) | DOI: 10.21093/sajie.v2i1.2381

Abstract

Index Subject & Author Wildan Saugi
Southeast Asian Journal of Islamic Education Vol 2 No 2 (2020): Southeast Asian Journal of Islamic Education, June 2020
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.046 KB) | DOI: 10.21093/sajie.v2i2.2387

Abstract

Index Subject & Author Wildan Saugi
Southeast Asian Journal of Islamic Education Vol 1 No 2 (2019): Southeast Asian Journal of Islamic Education, June 2019
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (995.805 KB) | DOI: 10.21093/sajie.v1i2.2388

Abstract

Index Subject & Author Wildan Saugi
Southeast Asian Journal of Islamic Education Vol 1 No 1 (2018): Southeast Asian Journal of Islamic Education, December 2018
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.418 KB) | DOI: 10.21093/sajie.v1i1.2389

Abstract

Proses Pembuatan Tempe Home Industry Berbahan Dasar Kedelai (Glycine max (L.) Merr) dan Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) di Candiwesi, Salatiga Septi Lailia Suknia; Tara Puri Ducha Rahmani
Southeast Asian Journal of Islamic Education Vol 3 No 1 (2020): Southeast Asian Journal of Islamic Education, December 2020
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.543 KB) | DOI: 10.21093/sajie.v3i1.2780

Abstract

Di Indonesia, Tempe merupakan salah satu makanan yang disukai oleh masyarakat. Bahan baku pembuatan tempe berasal dari kedelai maupun non kedelai. Usaha pembuatan tempe di Indonesia banyak dilakukan di industri rumahan atau home industry, salah satunya adalah di Industri Pembuatan Tempe di Candiwesi, Kelurahan Bugel, Kecamatan Sidorejo Salatiga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tata cara pembuatan tempe kedelai (Glycine max (L.) Merr) dan kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) berdasarkan contoh prosedur dari home industry pembuatan tempe di Candiwesi, Salatiga, serta memberikan pembahasan mengenai fungsi dari tiap perlakuan pada proses pembuatan tempe. Artikel ini juga merupakan luaran penelitian dalam rangka KKL (Kuliah Kerja Lapangan) mahasiswa Biologi UIN Walisongo Semarang di Candiwesi, Salatiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan tempe berbahan dasar kedelai di Home Industry Candiwesi, Salatiga memiliki prosedur yang dapat diterapkan pada bahan baku kacang merah sebagai alternatif kedelai. Hasil produk tempe berbahan dasar kedelai dan kacang merah dibandingkan secara morfologi dan terdapat persamaan serta perbedaan kualitas tempe dengan kedua bahan baku tersebut. Berdasarkan durasi fermentasi, diketahui bahwa lamanya fermentasi tempe kedelai lebih cepat dibanding dengan tempe kacang merah. Dari hasil pengamatan, dapat disimpulkan bahwa tempe kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) memiliki potensi sebagai alternatif untuk tempe berbahan dasar kedelai (Glycine max (L.) Merr).
Student Motivation in Thematic Learning at Elementary Schools Mohamad Maulidin Alif Utama
Southeast Asian Journal of Islamic Education Vol 3 No 1 (2020): Southeast Asian Journal of Islamic Education, December 2020
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.88 KB) | DOI: 10.21093/sajie.v3i1.2877

Abstract

The purpose this article is to describe learning motivation in the application of integrative thematic learning, relationship between the implementation of thematic learning and student motivation, and thematic learning in fostering learning motivation. As a reflection of the development of increasingly advanced educational technology, changes in learning from conventional learning approach to thematic learning implementation is an innovation process in learning as an improvement effort in improving education. Therefore, the implementation of thematic learning is an important aspect in the success of student learning, especially in improving students' learning arousal or student learning motivation. The method used is library research and the result is discussed descriptively. The application of thematic learning can foster student motivation. Students will pay more attention to the lesson. With the advantages of thematic learning, it is very suitable if thematic learning is a beacon in motivational growth, as thematic learning becomes the guidance in fostering student learning motivation.
Strategi Komunikasi Kiai dalam Membangun Komitmen Guru di Pesantren Nabil Husein Samarinda Akhmad Muadin; Zamroni Zamroni
Southeast Asian Journal of Islamic Education Vol 3 No 1 (2020): Southeast Asian Journal of Islamic Education, December 2020
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.666 KB) | DOI: 10.21093/sajie.v3i1.2890

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan pola komunikasi kiai dalam membangun komitmen guru di Pesantren Nabil Husein Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Kiai di Pesantren Nabil Husein Samarinda telah berhasil menjalankan fungsi-fungsi kepemimpinan Pesantren khususnya dalam membangun komitmen guru. Hal tersebut dapat dicapai melalui strategi komunikasi edukatif-persuasif. Strategi komunikasi edukatif-persuasif dalam membangun komitmen guru di Pesantren Nabil Husein Samarinda dilakukan dengan empat (4) cara yaitu: Pertama, memanfaatkan kekharismatikan kiai, kiai dalam memberikan uswah (keteladanan) bagi guru dalam hal nilai-nilai spiritual, diantaranya dari hal adab, ibadah yang langsung dicontohkan oleh kiai. Kedua, guru di Pesantren memiliki komitmen terhadap pesantren karena melihat keluasan ilmu kiai lebih utama ilmu dalam bidang agama (tafaqquh fiddin) dan ilmu hikmah yang dimiliki  kiai. Ketiga, Kiai memotivasi guru untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pendidikan, pelatihan, pembinaan, pengembangan karier dan lain-lain. Keempat, guru di Pesantren memiliki komitmen terhadap Pesantren karena melihat sikap  kiai serta kedekatan kiai dengan guru dan masyarakat Pesantren Nabil Husein Samarinda.

Page 3 of 13 | Total Record : 126