cover
Contact Name
Kadek Adi Indra Brata
Contact Email
info.ppjunwar02@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ikawahyuni@gmail.com
Editorial Address
Program Pascasarjana Universitas Warmadewa, Program Studi Magister Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan Jalan Terompong no 24, Denpasar, Bali-Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Abdi Daya
Published by Universitas Warmadewa
ISSN : 27760863     EISSN : 27762548     DOI : https://doi.org/10.22225/jad
Core Subject : Engineering,
ABDI DAYA (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan) merupakan jurnal IPTEK Infrastruktur dan Perencanaan Wilayah yang diterbitkan dua kali dalam setahun oleh Magister Infrastruktur dan Teknik Lingkungan, Universitas Warmadewa. MRIL merupakan program studi terbaru program pascasarjana di Universitas Warmadewa dengan konsentrasi pada sanitasi dan air bersih, infrastruktur dan material mutakhir, serta mitigasi bencana dan pengelolaan wilayah pesisir. Sehingga konsentrasi inilah yang menjadi ruang lingkup jurnal ini.
Articles 51 Documents
Program Bedah Rumah Sebagai Bentuk Sosial Untuk Minimalisir Rumah Tidak Layak Huni I Nengah Sinarta; Nyoman Nuri Arthana; Komang Deddy Endra Prasandya; Agus Kurniawan
Jurnal Abdi Daya Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Abdi Daya Vol.2 No.1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.2.1.2022.31-38

Abstract

The house is a basic need that must be met for a place of protection from the sun's heat, rain, disease, and animal attacks. This study aims to help the underprivileged so that this program is useful as a social form. Community service activities in Banjar Puragae, Pempatan Village, Rendang District, Karangasem Regency as a form of applying knowledge and experience to minimize uninhabitable houses. A house is said to be well designed and implemented with attention to its users. Through the home renovation program, it is hoped that its implementation will target one of the poorest communities. The survey was conducted using an approach with interviews and observations with village heads and the surrounding community. The house renovation program is one of the efforts to equalize the development and welfare of the poor in remote areas. The problem is that the physical condition of the house is badly damaged and the environment of the house is unfit for habitation. The solution that will be offered is home renovation in the form of social, of course, this program is expected to have a positive impact on the community.
PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR DIGITALISASI DESA MENDUKUNG DESA WISATA DAN TEKNOLOGI SOLAR CELL DESA nurul umam; Ragil Wirantono; Aditya Rifansa; Ikhsan Setiawan
Jurnal Abdi Daya Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Abdi Daya Vol.2 No.1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.2.1.2022.39-43

Abstract

Agricultural infrastructure is the key in the main business field to support the economic growth of the village. The geographical area of Banjarsari Village is a lowland inundated with swamp water adjacent to the Bengawan Solo river, the border of the Jombang Regency area with Nganjuk Regency, a population of 49,959 people, rice fields with an area of 241.79 ha, agricultural production in the form of rice paddy fields and fields with a harvest area of 3,471.1 tons, corn production of 320.1 tons, plantation production of 2,436.09 tons. This shows the strength of Banjarsari Village in Agriculture and Animal Husbandry, very important supported by infrastructure and access to agricultural technology, modern agricultural irrigation infrastructure, especially the use of renewable energy technology that has zero agricultural electrification costs The purpose of implementing this KKN is to lead rural communities to a more prosperous life and help improve the social conditions of rural communities and make villages better known in terms of tourism and village MSMEs. The method in implementing this KKN is by interviewing and field observation methods.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PENGELOLA PANTAI MERTASARI DALAM PENGEMBANGAN RANCANGAN REVITALISASI KAWASAN PANTAI MERTASARI SEBAGAI DAERAH EKOWISATA Agus Kurniawan; Nuri Arthana; Kadek Windy Candrayana
Jurnal Abdi Daya Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Abdi Daya Vol.2 No.2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.2.2.2022.1-11

Abstract

Desa Adat Intaran mengelola Pantai Mertasari yang merupakan Objek Wisata (DTW) pesisir sejak tahun 2014. Berada di Desa Sanur Kauh yang berada di Kecamatan Denpasar Selatan. Sebagai mitra, Pengelola Wisata Pantai Mertasari dapat memberikan saran atau masukan. tentang rancang bangun, pengembangan, dan kualitas sarana penunjang wisata pantai, yang harus disesuaikan dengan kemampuan pembiayaan pelaksanaan pembangunan yang akan mereka persiapkan nanti. Selain itu, diperlukan pula kontribusi kelompok masyarakat dalam mencari informasi yang dibutuhkan dalam menyusun, misalnya, informasi ukuran lokasi, titik batas kepemilikan lokasi, dan lain-lain. Masalah aksesibilitas dan parkir, perdagangan dan fasilitas perikanan, ruang terbuka publik, lapangan dan taman terbuka, dan fasilitas pendukung rekreasi adalah beberapa masalah yang dihadapi mitra di lapangan. Menata ulang jalur pejalan kaki pesisir dan pemasangan fasilitas untuk kegiatan bersepeda di jalan akan mengatasi masalah aksesibilitas dan parkir.Th Pembangunan bale kelompok nelayan merupakan solusi dari permasalahan fasilitas nelayan. Penataan ruang terbuka hijau publik dengan fasilitas rekreasi lansia dan landmark kawasan merupakan solusi dari permasalahan ruang terbuka publik, lapangan terbuka, dan taman. Pembangunan bale kelompok nelayan tempat rekreasi outbond dan rekreasi anak, serta fasilitas kegiatan pantai yang aman dan dermaga wisata merupakan solusi dari permasalahan fasilitas penunjang rekreasi.
Perancangan Kebutuhan Infrastruktur Ekowisata bersama Desa Nggorang di Persemaian Modern Labuan Bajo I Nengah Sinarta; Putu Ika Wahyuni; Yohanes Parlindungan Situmeang
Jurnal Abdi Daya Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Abdi Daya Vol.2 No.2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.2.2.2022.12-20

Abstract

Infrastruktur berperan penting mengoneksikan antar daerah termasuk pusat ekonomi dengan kawasan sekitarnya. Pemerintah telah menggelontorkan 2T untuk KEK Labuan Bajo meliputi 3A (Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas) Seperti penataan TNK, penataan DTW Budaya di desa Liang Ndara, penataan kawasan Batu Cermin. Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia mempunyai program nasional untuk memenuhi kebutuhan kayu dalam negeri dengan 1.000 kebun bibit dan 51 persemaian modern di seluruh Indonesia. Desa Nggorang ditetapkan pemerintah sebagai tempat Persemaian Modern dengan luas lahan 30 Hektar. Desa Nggorang memiliki potensi dan Infrastruktur yang ada tergolong cukup baik namum infrastruktur di Persemaian Modern belum memadai dan memerlukan penataan. Langkah awal dalam pengembangan Kawasan persemaian modern sebagai salah satu destinasi yang berbasis ekowisata, diusulkan adanya beberapa infrastruktur dan sarana pendukung seperti bangunan Loby, pusat souvenir, gazebo dan jogging track yang berada di jalur utama Kawasan persemaian modern. Bangunan loby terletak dekat dengan main entrance dari Kawasan persemaian modern dengan adopsi model bangunan Suku Manggarai yaitu Mbaru Niang. Bangunan pusat souvenir diletakan bersebelahan dengan bangunan loby, konsep bangunannya diadopsi dari tipologi rumah suku Bajo. Untuk Jalur jogging track akan melintasi jalur utama di Kawasan persemaian modern. Panjang jalur jogging track adalah 1500 meter. Di beberapa titik sepanjang jalur jogging track disediakan gazebo yang digunakan sebagai tempat istirahat sementara. Konsep tempat peristirahatan (rest area) adalah Gazebo dengan atap alang-alang dengan struktur kayu untuk menimbulkan kesan natural dan menyatu dengan alam yang ada di Kawasan persemaian modern.
REKAYASA SOSIAL PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENGURANGI KEMACETAN DI JALAN PERWIRA KECAMATAN DELITUA rafiqah nur
Jurnal Abdi Daya Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Abdi Daya Vol.3 No.1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.3.1.2023.1-5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, memahami, dan memberikan solusi terhadap permasalahan yang terjadi di Jalan Perwira Kecamatan Delitua perihal kemacetan yang terus menerus terjadi tetapi masih belum menemukan solusi untuk masa yang akan datang. Jika terus dibiarkan maka akan berdampak negatif dan terus berkepanjangan tentu hal tersebut tidak diinginkan. Maka dari itu, dilakukannya penelitian ini agar menemukan solusi dan titik terang. Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan permasalahan tersebut mengingat masyarakat juga salah satu indikator yang merasakan dampaknya.
PEMBERDAYAAN TIM PENGEMBANGAN DESA WISATA DALAM PENATAAN PASAR DESA BESANG KANGIN, KELURAHAN SEMARAPURA KAJA Kadek Windy Candrayana; Agus Kurniawan; Ni Komang Armaeni; Ketut Darma
Jurnal Abdi Daya Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Abdi Daya Vol.2 No.2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.2.2.2022.21-29

Abstract

Tourism has a very significant impact on economic development in a region. Tourism plays a role in accelerating the process of economic transformation in rural areas. Villagers who initially worked as farmers gradually learned to develop services to support tourism in a village. The momentum of tradition, culture and environmental exoticism can be packaged as village tourism products that attract visitors from outside the region. Efforts to increase the number of tourist villages to drive the village economy were also carried out in several villages in the Province of Bali. One of the village plans that will be developed as an ecotourism-based village is Besang Kangin Village, which is included in the administrative area of Semarapura Kaja Village. The previous year's PKM activities resulted in a jogging track master plan to attract visitors to Besang Kawan Village. As a supporting facility for tourism villages, the Besang Tourism Village Development Team plans to propose structuring traditional markets as one of the objects and places to market village community handicraft products. The problem faced in realizing this arrangement is the occurrence of floods which cause landslides in the market area, so a market arrangement design is needed that is safe from flooding and has a better appearance as a tourism object plan.
PKM BADAN PELESTARIAN PUSAKA INDONESIA (BPPI) DALAM PEMETAAN KAWASAN SUBAK SELAT Cok Agung Yujana; Agus Kurniawan; Putu Gede Suranata
Jurnal Abdi Daya Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Abdi Daya Vol.2 No.2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.2.2.2022.30-37

Abstract

One of the interesting natural attractions to visit in Bali is Balinese terraced rice fields and an agricultural irrigation system known as subak. Subak as an irrigation system, the subak system is continuously undergoing a transformation process because its environment influences it. UNESCO recognition is Cultural Landscape of Bali Province: Subak as Manifestation of Tri Hita Karana Philosophy. The meaning of UNESCO's recognition is that the philosophy of Tri Hita Karana (THK) is developing in Bali. At present, the rice field area managed by subak has decreased due to land conversion. Several rice fields have now changed their function to become residential, industrial, tourist facilities, and other uses. As an effort to prevent the degradation of subak conditions, the government has made various efforts but has not been able to overcome land conversion. This effort must be assisted by all elements of society so that subak consistency is maintained in Bali. One agency that focuses on subak conservation efforts is the Indonesian Heritage Preservation Agency (BPPI). BBPI routinely conducts subak schools through the Bali International Field School for Subak (BIFSS) activities. BBPI as a partner in this PKM publishes various books related to subak conservation. Education about subak is one of the efforts to preserve subak. The implementation of this collaboration involves FTP's involvement in the BIFSS 2021 activities, which will take place in December 2021 in Subak Selat, Karangasem Regency. From the discussions carried out, in an effort to preserve subak, a Map of the Subak Strait Area is needed, including mapping of paddy fields and irrigation infrastructure. This map forms the basis for the strategy for preserving and developing the Subak Strait as a tourist attraction as well as efforts to increase the value of Subak.
PENDATAAN INFRASTRUKTUR JARINGAN JALAN DI DESA ADAT LOKASERANA, DESA SIANGAN Ni Made Widya Pratiwi; AA Gede Sumanjaya; Made Sani Damayanthi Muliawan
Jurnal Abdi Daya Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Abdi Daya Vol.2 No.2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.2.2.2022.31-44

Abstract

Lokaserana Traditional Village is one of the traditional villages parts of Siangan Village. Lokaserana Traditional Village is located in Siangan Village, Gianyar District, Gianyar Regency. The traditional chief, I Ketut Putra Yasa, leads the Lokaserana Traditional Village. Lokaserana Traditional Village Community, Most of them work in the tourism sector. However, because of the pandemic, people have turned to become farmers. The Lokaserana Traditional Village is connected to the village temples, and there is a place of worship, which has the potential to be a religious tourism area. Based on the potential of this area, it has not been accompanied by good road network infrastructure arrangements, especially the maximum utilization of the shoulders, the drainage that has not worked optimally, and the road asphalt in poor condition, especially near village boundaries. Based on this problem, the solutions offered by the PKM Team included: socialization of road shoulder arrangement and repair of drains or culverts. The methods used in this PKM were observation and survey data collection.
PENATAAN KORIDOR DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN PROPOSAL PEMBANGUNAN BALE BANJAR BUALU KELURAHAN BENOA KABUPATEN BADUNG, BALI Putu Gede Wahyu Satya Nugraha; Cokorda Istri Arina Cipta Utari; I Gusti Agung Gede Nodya Dharmastika
Jurnal Abdi Daya Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Abdi Daya Vol.3 No.1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.3.1.2023.34-40

Abstract

Banjar Bualu yang terketak di Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan ini didirikan sekitar tahun 1905 dan merupakan banjar pertama yang dibentuk di kawasan Desa Adat Bualu. Kegiatan pengabdian ini merupakan lanjutan atau tahapan kedua dari pengabdian yang sebelumnya sudah dilakukan di Banjar Bualu. Sebelumnya, kegiatan pengabdian berfokus kepada usulan perencanaan desain arsitektural bangunan Banjar Bualu. Selanjutnya atas permintaan mitra agar pihak Universitas Warmadewa melanjutkan dalam membantu proses pembuatan proposal permohonan dana untuk merealisasikan pembangunan Banjar Bualu. Selain itu dilakukan juga penataan pada koridor jalan Banjar Bualu sehingga nantinya akan menyesuaikan dengan desain bangunan Banjar Bualu yang baru. Penataan koridor ini juga diharapkan memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki dan pengguna kendaraan di kawasan tersebut. Berdasarkan hasil penelusuran Tim PKM terdapat beberapa permasalahan yang ada di Banjar Bualu antara lain: 1) Kurangnya SDM atau tenaga ahli yang mempunyai kemampuan atau kompetensi dalam pembuatan proposal permohonan dana pembagunan Banjar Bualu; 2) Diperlukannya penataan koridor jalan Banjar Bualu agar menyesuaikan dengan desain bangunan yang baru, selain itu untuk memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki dan parkir kendaraan; 3) Kurangnya keahlian mitra dalam membuat perencanaan RAB pembangunan Bale Banjar Bualu. Berdasarkan permasalahan ini, solusi yang ditawarkan Tim PKM antara lain: Solusi yang ditawarkan dari kedua permasalahan tersebut yaitu memberikan pengarahan dan pendampingan dalam pembuatan proposal pembangunan Bale Banjar Bualu, memberikan desain penataan koridor serta membuat RAB dan penyesuaian harga material. Proposal ini rencananya akan diajukan kepada pemerintah atau stakeholder terkait dalam meminta bantuan dana untuk melaksanakan proses pembangunan. Hal ini merupakan tahun kedua melanjutkan dari kegiatan Pengabdian sebelumnya. Selain itu dilakukan juga konsep desain penataan dari koridor jalan Banjar Bualu menyesuaikan dengan desain banjar yang baru sehingga terhubung satu sama lain. Diharapkan penataan ini memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna yaitu pejalan kaki dan pengguna kendaraan. Sedangkan luaran lain dari PKM ini adalah publikasi artikel pada Jurnal Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat BerISSN, publikasi HKI, publikasi video pelaksanaan PKM tahun pendanaan 2023 pada salah satu akun media youtube Tim PKM dan berita kegiatan PKM yang dimuat pada media cetak. Kata Kunci: penataan koridor, banjar, pendampingan proposal.
PERANCANGAN PARTISIPATIF MASTERPLAN GLAMPING AREA DALAM RENCANA PENATAAN KAWASAN GAMAT BAY NUSA PENIDA, BALI Made Suryanatha Prabawa
Jurnal Abdi Daya Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Abdi Daya Vol.3 No.1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.3.1.2023.41-49

Abstract

Perancangan Glamping area ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat dalam pendampingan penyusunan masterplan Kawasan Gamat Bay, Nusa Penida. Mitra pengabdian adalah Desa Sakti demham lokasi lahan pada kawasan hutan lindung Kawasan Desa Sakti. Kawasan hutan lindung tersebut terletak di Tanjung Gamat (Gamat Bay), yang saat ini sedang dalam proses konversi tata guna menjadi hutan desa. Beralih fungsi menjadi Hutan Desa akan lebih memudahkan untuk dikembangkan menjadi Daerah Tujuan Wisata (DTW). Pengabdian ini dilakukan bekerjasama dengan seluruh tokoh masyarakat dan perangkat desa Sakti di bawah arahan Kepala Desa Sakti I Ketut Partita. Pengabdian akan dilaksanakan berbasis pada perancangan arsitektur partisipatif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan yakni kepala Desa Sakti, POKDARWIS, dan Tokoh Masyarakat. Masterplan Glamping Area berisikan pemaparan mengenai Analisis Site, Kebutuhan Ruang, Konsep dan Tema Perancangan Arsitektur, Layout Plan, 3D Visualisasi, dan Skema Strategi Pemasaran Glamping Area. Glamping Area ini didominasi dengan Bangunan bersifat Temporer bersistem Knock Down dan menerapkan prinsip arsitektur vernacular. Dokumen Masterplan yang tersusun memberikan dampak ekonomis dan social yang cukup membuat warga merasa bangga dan antusias dan siap dalam mengawal perencanaan ini sampai pada tahap eksekusi konstruksi.