cover
Contact Name
Kadek Adi Indra Brata
Contact Email
info.ppjunwar02@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ikawahyuni@gmail.com
Editorial Address
Program Pascasarjana Universitas Warmadewa, Program Studi Magister Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan Jalan Terompong no 24, Denpasar, Bali-Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Abdi Daya
Published by Universitas Warmadewa
ISSN : 27760863     EISSN : 27762548     DOI : https://doi.org/10.22225/jad
Core Subject : Engineering,
ABDI DAYA (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan) merupakan jurnal IPTEK Infrastruktur dan Perencanaan Wilayah yang diterbitkan dua kali dalam setahun oleh Magister Infrastruktur dan Teknik Lingkungan, Universitas Warmadewa. MRIL merupakan program studi terbaru program pascasarjana di Universitas Warmadewa dengan konsentrasi pada sanitasi dan air bersih, infrastruktur dan material mutakhir, serta mitigasi bencana dan pengelolaan wilayah pesisir. Sehingga konsentrasi inilah yang menjadi ruang lingkup jurnal ini.
Articles 39 Documents
PENGEMBANGAN KONSEP PENATAAN BEJI TELAGA TISTA DI DESA ADAT SIBETAN, KARANGASEM, BALI Putri, Kadek Tania Utami
Jurnal Abdi Daya Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Abdi Daya Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.4.1.2024.31-40

Abstract

Desa Adat Sibetan, Bali, memiliki warisan budaya dan alam yang kaya, terutama Pura Telaga Tista yang menjadi pusat kegiatan keagamaan dan budaya. Tepat bersebelahan dengan Pura Telaga Tista, Beji Telaga Tista, merupakan tempat pemandian. Beji tidak hanya digunakan secara fungsional sebagai tempat pemandian, dalam kaitannya pada umar Hindu dan lokasinya di Bali, beji juga digunakan sebagai tempat suci dan memiliki nilai warisan budaya. Pada konteks lokasi di Beji Telaga Tista ini, kini mulai sepi digunakan oleh masyarakat karena kurangnya penataan pada beji tersebut, sehingga kurangnya privasi dan kenyamanan masyarakat. Proposal ini bertujuan mengembangkan konsep penataan Beji Telaga Tista dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Permasalahan utama melibatkan ketidaknyamanan dan kurangnya fasilitas penunjang di Beji Telaga Tista serta kebutuhan akan konsep penataan ke arah pariwisata yang sesuai. Metode pelaksanaan mencakup penjajakan awal dengan mitra, pengumpulan data melalui survey, wawancara, dan observasi lapangan, pengolahan data secara deskriptif kualitatif, penyusunan konsep pengembangan, FGD untuk mendapatkan feedback masyarakat, revisi dokumen dan penyusunan laporan kegiatan dan luaran. Partisipasi mitra dan masyarakat sangat penting, terutama dalam pengumpulan data dan pendekatan perancangan arsitektur partisipatif. Pengembangan konsep penataan yang diusulkan melibatkan penyusunan masterplan dengan pengembangan fasilitas pendukung, seperti entrance dan penanda, area pemandian, ruang tunggu, ruang ganti, dan area parkir, dengan tetap mempertahankan nilai-nilai keagamaan dan budaya serupa dengan kondisi eksisting saat ini. Pengembangan konsep penataan ini disusun berdasarkan hasil diskusi dengan pengguna dan perwakilan Desa Adat Sibetan yang menjadi pengelola.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Perlindungan Mata Air di Desa Adat Sibetan, Karangasem, Bali Candrayana, Kadek Windy
Jurnal Abdi Daya Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Abdi Daya Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.4.1.2024.41-49

Abstract

In addition to its benefits as a means of fulfilling water needs, springs in Bali Province also play a role in religious activities in Bali. Religious rituals that utilize springs as a means are melukat. Melukat is a self-cleansing ritual that is currently popular as religious tourism offered by several spring areas in Bali. Yeh Jepun Spring located in Sibetan Village is used as a source of clean water for the surrounding community. The condition of the spring is currently threatened by flooding that occurs in the river so spring protection is needed. This activity is carried out by designing protection and arrangement of springs to be able to provide added value to the spring area. The implementation of the activity begins with the implementation of a survey in the form of a topographic survey, discharge measurement survey, and water quality testing. The results of this activity are embankments surrounding the spring, spring boundaries and the arrangement of springs.
The Planning of Bill of Quantity for the Construction of the Sibetan Village Market Dharmastika, I Gusti Agung Gede Nodya
Jurnal Abdi Daya Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Abdi Daya Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.4.1.2024.50-58

Abstract

The village of Sibetan in Bebandem District, Karangasem Regency, has promising potential in the agricultural sector, one of which is the snakeskin fruit. Most of the villagers in Sibetan own snakeskin fruit fields, which serve as their main source of livelihood. The distribution of this snakeskin fruit can be done by selling it at the market. However, the Sibetan village market does not yet have adequate facilities, so planning documents are needed for its development. The Bill of Quantity (BOQ) is one of the documents required to realize the construction. In this activity, the BOQ for the Sibetan village market will be prepared using the design already owned by the village authorities. The unit price method will be used to prepare the RAB for the Sibetan village market. The results of the activity indicate that the construction of the Sibetan village market requires a budget of IDR 701,950,397. The prepared BOQ will later be used to draft funding proposals, serve as a basis for decision-making, contract drafting, and cost control during the construction implementation.
SOSIALISASI PENGEMBANGAN EKOWISATA MELALUI MATERPLAN FASILITAS PENUNJANG WISATA DI DESA LEBIH, GIANYAR, BALI Wijaya, I Kadek Merta; Sriastuti, Dewa Ayu Nyoman; Antarini, Lilik
Jurnal Abdi Daya 40-52
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.5.2.2025.40-52

Abstract

Desa Lebih, yang terletak di Kabupaten Gianyar, Bali, memiliki potensi besar dalam pengembangan ekowisata berbasis alam dan budaya lokal. Namun, potensi ini belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal dan masih menghadapi berbagai tantangan khususnya dalam hal perencanaan fasilitas penunjang dan keterlibatan masyarakat serta kurangnya pemahaman masyarakat mengenai konsep ekowisata yang berkelanjutan. Kegiatan sosialisasi pengembangan ekowisata melalui penyusunan masterplan fasilitas penunjang wisata bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat setempat mengenai pentingnya pengembangan fasilitas penunjang ekowisata yang ramah lingkungan dan berbasis partisipasi komunitas. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi lapangan, wawancara dan diskusi kelompok terarah/ focus group discussio (FGD), serta penyusunan masterplan yang melibatkan pemangku kepentingan lokal serta masyarakat. Materi sosialisasi mencakup konsep dasar ekowisata, identifikasi potensi lokal, peran serta masyarakat, serta desain fasilitas yang sesuai dengan prinsip ekowisata. Hasil kegiatan menunjukkan adanya antusiasme dan partisipasi aktif dari masyarakat, serta munculnya beberapa usulan konkret terkait pengembangan fasilitas seperti jogging track, lapangan mini soccer, tempat meditasi dan yoga, tempat even gathering,wedding, restoran, glamping, kolam renang dan pemandian air panas,water tubbing, information centre dan stand UMKM berbahan lokal. Selain itu, kegiatan ini memperkuat sinergi antara warga, aparat desa, dan pelaku wisata dalam merancang rencana pengembangan fasilitas penunjang ekowisata berbasis potensi lokal untuk mendukung implementasi masterplan.Diharapkan melalui kegiatan ini, Desa Lebih dapat menjadi contoh desa wisata yang mengedepankan prinsip keberlanjutan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Keberlanjutan program ini memerlukan dukungan lintas sektor, serta pendampingan berkelanjutan dalam proses perencanaan dan implementasi pengembangan ekowisata.
PERANCANGAN DINDING PENAHAN TANAH DALAM UPAYA PELESTARIAL LINGKUNGAN DESA SIBETAN, KEC. BEBANDEM, KARANGASEM, BALI I Putu Ellsa Sarassantika; I Nengah Sinarta; I Wayan Widanan; I Made Wahyu Pramana
Jurnal Abdi Daya 1-10
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.5.2.2025.1-10

Abstract

Desa Sibetan di Kecamatan Bebandem, Karangasem, Bali, menghadapi tantangan dalam pengelolaan dataran tinggi yang digunakan sebagai setra adat. Wilayah ini rentan terhadap longsor dan kerusakan lahan akibat hujan deras, yang mengancam fungsi jalan dan kegiatan agama masyarakat. I Made Mustiawan, pemimpin masyarakat Desa Sibetan, mengakui pentingnya dukungan dari Universitas Warmadewa untuk memberikan solusi berkelanjutan. Dalam upaya pengabdian masyarakat, dilakukan survei awal pada 13 Februari 2024 untuk memahami kondisi geografis dan lingkungan desa. Survei mencakup pemetaan daerah rawan longsor, analisis kualitas tanah, dan identifikasi faktor risiko. Data ini menjadi dasar perencanaan dan pembangunan dinding penahan tanah yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Selain itu, penyuluhan akan diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan. Program ini diharapkan memberikan solusi berkelanjutan dan dampak positif bagi masyarakat Desa Sibetan.
ANALISIS DINDING PENAHAN TANAH PADA SENDERAN PURA BANGKAK, DESA SIBETAN, KARANGASEM Aditama, I Putu Deny Surastika; I Made Adi Bhaskara2
Jurnal Abdi Daya 29-39
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.5.2.2025.29-39

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Pura Bangkak, Desa Sibetan, Kabupaten Karangasem, Bali, sebagai upaya mengatasi permasalahan ketidakstabilan dinding tanah pada area parkir pura yang memiliki ketinggian ±3 meter dan panjang ±50 meter tanpa struktur penahan. Kondisi tersebut menimbulkan risiko longsor yang dapat mengancam keselamatan dan keberlanjutan fungsi pura sebagai pusat kegiatan keagamaan masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi survei lapangan, pengukuran geometri, pengujian tanah (SPT, kadar air, dan permeabilitas), serta pemetaan topografi menggunakan drone untuk memperoleh data kontur secara akurat. Berdasarkan hasil analisis, disusun desain teknis dinding penahan tanah berbahan beton bertulang dengan sistem drainase yang sesuai dengan karakteristik geoteknik setempat. Kegiatan ini juga mencakup sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat mengenai pemeliharaan serta deteksi dini kerusakan dinding penahan tanah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat dalam menjaga infrastruktur sederhana, terciptanya desain teknis yang aplikatif, serta penguatan sinergi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah desa. Program ini sejalan dengan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) serta mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi melalui keterlibatan aktif dosen dan mahasiswa.
PENINGKATAN INFRASTRUKTUR DRAINASE PURA PEJENENGAN DADIA TEBEN DAYANG, DESA SIBETAN, KECAMATAN BEBANDEM, KAB. KARANGASEM Wiranata, I Made Kusuma; Agung Yujana, Cokorda; Pradnya Dana, Gde Wikan
Jurnal Abdi Daya 11-20
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.5.2.2025.11-20

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini berfokus pada peningkatan infrastruktur drainase di Pura Pejenengan Dadia Teben Dayang, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Bali. Wilayah ini menghadapi masalah genangan air, erosi tanah, dan pengelolaan air hujan yang tidak optimal akibat curah hujan tinggi dan permeabilitas tanah rendah, yang mengganggu aktivitas keagamaan dan kenyamanan masyarakat. Solusi utama adalah penerapan teknologi biopori, lubang resapan vertikal berbahan pipa PVC berdiameter 150 mm dengan lubang-lubang untuk meningkatkan infiltrasi air, mengurangi genangan, mencegah erosi, dan memanfaatkan sampah organik sebagai pupuk. Kegiatan meliputi survei awal, pengukuran, penyelidikan tanah, analisis data, desain titik biopori dan drainase, serta pemasangan bersama masyarakat. Hasil menunjukkan Kebutuhan Biopori pada lahan Pura ini yaitu 24 Buah dan akan dipasang 20 buah biopori dengan diameter 150 mm dengan dalam 1 meter, selain itu juga dikombinasikan dengan rekomendasikan titik pembuatan saluran drainase untuk memperecepat keluarnya limpasan air hujan di area pura. Program ini diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan lingkungan, kelestarian pura, dan menjadi model pembangunan berkelanjutan. Rencana lanjutan: monitoring efektivitas dan ekspansi ke lokasi serupa.
PENINGKATAN INFRASTRUKTUR DRAINASE PURA PEJENENGAN DADIA TEBEN DAYANG, DESA SIBETAN, KECAMATAN BEBANDEM, KAB. KARANGASEM Dharmastika, I Gusti Agung Gede Nodya; Suranata, Putu Gede; Sari, Putri Ayu Devy Permata
Jurnal Abdi Daya 21-28
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.5.2.2025.21-28

Abstract

This community service activity was carried out as an academic contribution to support the enhancement of development planning capacity at the village level. The program aimed to assist Desa Adat Sibetan, located in Bebandem District, Karangasem Regency, in preparing a Cost Budget Plan and a funding proposal for the construction of a Retaining Wall in the traditional cemetery area, which has a high risk of landslides. The main problems faced by the community partners were the limited technical capacity of village officials in preparing systematic planning documents and the lack of understanding of funding proposal mechanisms in accordance with government standards. The implementation method consisted of several structured stages, including initial coordination and need assessment with village officials, field observations and surveys, preparation of work item lists and volume calculations, material unit price surveys in the Karangasem region, and unit price analysis based on construction technical standards. These stages were followed by technical assistance and Focus Group Discussions (FGDs) to help village officials understand the principles of budget planning and the procedures for preparing funding proposals independently. A participatory approach was applied throughout the process to ensure effective knowledge transfer, capacity building, and active community involvement in decision-making. The results showed that the total cost estimation for the construction of the Retaining Wall at the Setra of Desa Adat Sibetan reached IDR 3,567,984,223.00. The cost estimation was prepared based on actual field survey data and the latest material price adjustments in Karangasem Regency, resulting in an accurate and accountable cost estimate that can serve as a valid basis for submitting funding proposals to local government agencies and development support institutions. Overall, this program successfully produced practical outputs in the form of an applicable RAB document and a complete proposal, while also enhancing the technical and administrative planning capacity of the Sibetan village officials in managing infrastructure development. Furthermore, this activity contributed to strengthening participatory-based governance, promoting transparency and accountability in village financial management, and aligning with the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly in the areas of resilient infrastructure, sustainable development, and community empowerment partnerships.
TIRTA (TEKNOLOGI IOT UNTUK IRIGASI TERKENDALI DAN AUTOMASI): SISTEM IRIGASI PINTAR BERBASIS IOT DENGAN KONTROL OTOMATIS DAN PENJADWALAN DINAMIS Raharja, I Kadek Agus Wahyu; Agung Yujana, Cokorda; Surya Kumara, Made
Jurnal Abdi Daya 53-62
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.5.2.2025.53-62

Abstract

Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem menghadapi permasalahan serius terkait ketersediaan air irigasi akibat kondisi topografi berbukit dan ketergantungan tinggi pada curah hujan musiman. Sistem irigasi tradisional yang masih dilakukan secara manual menyebabkan pemborosan air, biaya operasional tinggi, dan produktivitas pertanian yang tidak stabil. Program pengabdian TIRTA (Teknologi IoT untuk Irigasi Terkendali dan Automasi) ini dikembangkan untuk memberikan solusi melalui penerapan sistem irigasi otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang memungkinkan pengaturan penyiraman melalui jadwal dinamis menggunakan Telegram Bot. Teknologi ini memanfaatkan ESP32 sebagai mikrokontroler utama, relay sebagai aktuator pompa, serta integrasi protokol MQTT untuk memastikan komunikasi yang ringan dan stabil. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan efisiensi air, pengurangan beban kerja petani, serta peningkatan stabilitas produksi. Sistem ini terbukti menjadi solusi tepat guna yang mudah dioperasikan, hemat biaya, dan sesuai dengan kondisi infrastruktur pedesaan.

Page 4 of 4 | Total Record : 39