cover
Contact Name
Yosef Abdul Ghani
Contact Email
lppm@ars.ac.id
Phone
+62227-100124
Journal Mail Official
redaksi@ars.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.ars.ac.id/index.php/keperawatan/et
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan BSI
ISSN : -     EISSN : 25282239     DOI : https://doi.org/10.51977/j.kep
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan BSI Terbit pertama kali pada 2013. Jurnal ini dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran dan kajian analisis-kritis mengenai isu Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat. Terbit 2 (dua) kali setahun, yaitu April dan September. Jurnal Keperawatan BSI sebagai bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu pengetahuan hasil dari penelitian dan pemikiran untuk pengabdian pada Masyarakat luas, situs Jurnal Keperawatan BSI menyediakan artikel-artikel jurnal untuk diunduh secara gratis. Jurnal kami adalah jurnal ilmiah nasional yang merupakan sumber referensi akademisi. Jurnal Keperawatan BSI menerima artikel ilmiah dengan area penelitian pada: Keperawatan Medical Bedah Keperawatan Gawat Darurat Keperawatan Maternitas Keperawatan Anak Keperawatan Jiwa Keperawatan Komunitas Keperawatan Keluarga Keperawatan Gerontik Manajemen Keperawatan
Articles 190 Documents
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DIRSUD SEKARWANGI KABUPATEN SUKABUMI Muhammad Idzharrusman; Johan Budhiana
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.218 KB)

Abstract

Abstrak Gagal Ginjal Kronik merupakan penyakit dimana ginjal perlahan mulai tidak dapat melakukan fungsinya dalam waktu lebih dari tiga bulan. Yang akhirnya dapat mempengaruhi kualitas hidup. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien GGK adalah dukungan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik diruang hemodialisa RSUD Sekarwangi Kabupaten Sukabumi. Dukungan keluarga merupakan sikap, tindakan dan penerimaan keluarga terhadap keluarga yang sakit ataupun keluarga yang sehat. kualitas hidup merupakan persepsi individu dalam kemampuan, keterbatasan, gejala serta sifat psikososial hidupnya dalam konteks budaya dan sistem nilai untuk menjalankan peran dan fungsinya. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Populasi adalah sekumpulan orang yang ditetapkan peneliti untuk ditarik kesimpulannya dengan sampel sebanyak 67 responden. Cara pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis hipotesis menggunakan Korelasi Phi. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar memiliki dukungan keluarga buruk dan sebagian besar memiliki kualitas hidup baik. Hasil uji korelasi phi didapatkan P-value 0.024 yang berarti H0 ditolak, sehingga ada hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik. Di harapkan RSUD Sekarwangi Kabupaten Sukabumi bisa mempertahankan dan bisa lebih baik lagi dalam memotivasi atau menginformasikan terkait pentingnya dukungan keluarga melalui pendidikan kesehatan.
GAMBARAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENTINGNYA PEMAKAIAN MASKER PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI BANJAR BADUNG GULINGAN MENGWI Ni Made Manik Elisa Putri; Putu Inge Ruth Suantika
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.969 KB)

Abstract

ABSTRAK COVID-19 (Coronavirus Disease-2019) merupakan salah satupan demi yang mampu menarik perhatian manusia di seluruh dunia. Hal ini terjadi karena penyebaran virus COVID-19 sangat cepat, dan tidak memandang laki-laki atau perempuan, anak-anak, dewasa maupun lansia. Di Indonesia kasuspositif COVID-19 juga mengalami peningkatan dan berada pada urutan ke-21 negara di Dunia dengan kasus Corona terbanyak. Indonesia terkonfirmasisampaihariiniadalah 511.836 orang,kasus positif dengan jumlah kematian 16.255 orang (Tirto.id. 2020). Namun walaupun masyarakat patuh dalam pemakaian masker, namun tetap terjadi peningkatan jumlah COVID-19, kemungkinan disebabkan oleh pemakaian masker yang kurang tepat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik, Penelitian ini akan mengukur pengetahuan tentang COVID-19, dan pemakaian masker secara tepat. Responden yang diharapkan untuk mengikuti penelitian ini berjumlah 100 orang, namun ternyata hanya 75 responden. Pengetahuan masyarakat tentang COVID-19 sebagian besar 90% baik, dan 10% kurang memahami, Pengetahuan masyarakat tentang Masker pada masa Pandemi 98.7% baik, dan 1.3 % masih kurang memahami tentang masker, Cara pemakaian masker yang tepat pada masa Pandemi, 90% memahami cara pemakaian masker secara tepat, dan sekitar 10% kurang memahami pemakaian masker yang tepat. Semakin baik tingkat pengetahuan masyarakat tentang pemakaian masker secara tepat, maka dapat menurunkan wabah/pandemic COVID-19 Kata Kunci : Covid 19, Pengetahuan, Pemakaian Masker ABSTRACT COVID-19 (Coronavirus Disease-2019) is one of the things that is able to attract human attention around the world. This happens because the spread of the COVID-19 virus is very fast, and does not look at men or women, children, adults and the elderly. In Indonesia, positive cases of COVID-19 have also increased and are in the 21st place in the world with the most cases of Corona. Indonesia has been confirmed to reach 511,836 people, positive cases with a death toll of 16,255 people (Tirto.id. 2020). However, even though the public is obedient to wearing masks, there is still an increase in the number of COVID-19, possibly due to the use of masks that are not quite right. This research is a type of quantitative research with an analytic descriptive design. This research will measure knowledge about COVID-19, and the proper use of masks. The number of respondents who were expected to take part in this research was 100 people, but in fact only 75 respondents. : Most of the public knowledge of COVID-19 was 90% good, and 10% did not understand, Public knowledge about masks during the Pandemic was 98.7% good, and 1.3% still did not understand about masks, How to use masks properly during the Pandemic, 90 % understand how to use masks properly, and about 10% do not understand the proper use of masks. The better the level of public knowledge about wearing masks appropriately, the lower the COVID-19 outbreak / pandemic. Keywords: Knowledge, Appropriate use of masks, COVID-19
Hubungan Dukungan Keluarga Anak Stunting Dengan Efikasi Diri Pada Klien Tuberkulosis Multi Drug Resistant Hilman Mulyana
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.006 KB)

Abstract

Background: According to the WHO Global Report, Indonesia includes 27 countries with a high burden of MDR-TB because every year there are always MDR-TB cases, one of which is in West Java Province during 2017 there were 28 rifampin-resistant TB patients from 603 suspected MDR-TB patients examined. they have been in the laboratory. In Tasikmalaya City there were 30 patients spread across several Puskesmas areas in 2018, interestingly there are 16 people who have family members with stunting children. It is known that in the city of Tasikmalaya there are 32% stunting children, which is quite high above the standards set by WHO, namely 20% of the total proportion of children under five. Such conditions certainly affect the support provided by the family to the patient. Methods: This type of research is descriptive quantitative, with the independent variable being family support and the dependent variable being the self-efficacy level of MDR-TB clients. The population is 30 respondents of MDR-TB clients, a sample of 16 people with the condition of having family members of stunting children based on inclusion and exclusion criteria and analyzed univariate and bivariate with Spearman rank correlation statistical test. Results: there is no relationship between family support having stunting children with self-efficacy on MDR-TB clients at the Tasikmalaya City Health Center with the Spearman Rank test results obtained a value of = 0.323 (> 0.05). Conclusion: in this case the MDR-TB client does not get maximum support from the family because family members are faced with a situation where there are two problems being faced at the same time. Suggestion: more in-depth research on all the variables that have been studied above by taking a long time to obtain more secondary data and find other confounding factors.
GAMBARAN KEPATUHAN DIABETES SELF MANAGEMENT PADA PENDERITA DM TIPE II PADA PUSKESMAS BABAKAN SARI Tita Puspita Ningrum; Hudzaifah Al Fatih; Hani Handayani
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penderita diabetes mellitus tipe 2 semakin meningkat. Beberapa masalah yang dapat timbul pada pasien diabetes mellitus dapat dikendalikan apabila pasien dapta patuh dalam pengobatannya (Hidayah, 2019). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran kepatuhan diabetes self management ada penderita dm tipe 2. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel penelitian 70 orang, dengan tekhnik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tertutup yaitu Diabetes Self-Management Questionnaire (DSMQ). Analisa secara univariat menggunakan rumus prosentase. Hasil penelitian ini didapatkan kepatuhan diabetes self management sebagian besar tinggi9 (70%). Saran untuk pelayanan Kesehatan komunitas adalah memberikan suatu sosialisasi kepada masyarakat terkait penyakit diabetes mellitus, sehingga nantinya masyarakat dapat mengetahui kepatuhan diabetes self management. Memberikan pemberian edukasi tentang kepatuhan diabetes self management pada pasien penderita diabetes.
TINGKAT KECEMASAN PERAWAT RUANG OPERASI DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN DI MASA PANDEMI Putu Inge Ruth Suantika; Ni Made Manik Elisa Putri
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Covid 19 masih menjadi faktor utama pencetus kematian tertinggi di dunia. Hal ini memberikan dampak bagi kehidupan masyarakat. Tidak hanya di kalangan masyarakat umum, melainkan juga membawa dampak psikologis bagi para tenaga kesehatan khussunya perawat. Perasaan cemas dan khawatir sering mereka rasakan karena harus tetap memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien yang sudah terkonfimrasi positif covid 19 ataupun masih dengan status suspect. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi tingkat kecemasan perawat di ruang operasi dalam memberikan pelayanan di masa pandemic covid 19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan jenis penelitian deskriptif analitik dengan rancangan penelitian potong lintang atau cross sectional. Sampel penelitian adalah perawat yang bekerja diruang operasi sejumlah 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan yang dialami oleh perawat yang bertugas di ruang operasi dikategorikan sebagai tingkat kecemasan ringan sebesar 83%. Pemerintah perlu menyiapkan intervensi untuk mengurangi kecemasan yang dialami para petugas kesehatan karena mereka berkontak langsung dengan pasien covid 19 dalam memberikan perawatan selama pasien di rumah sakit.
GAMBARAN SELF AWARENESS TENTANG PENTINGNYA VAKSIN COVID-19 PADA MASA PANDEMIK DI DESA TUNTUNGAN 1 PONDOK SENG TAHUN 2022 Mestiana Br Karo; Ice Septriani Saragih; Ryanti Gita Lestari
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self awareness merupakan perhatian terhadap diri sendiri dan kesiapan untuk mengenali diri sendiri terhadap apa yang dilakukan, dan pemahaman tentang lingkungan yang ada di sekitar kita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran self awareness tentang pentingnya vaksin covid-19 pada masa pandemik di Desa Tuntungan 1 Pondok Seng Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Tahun 2022. Jenis rancangan penelitian yang digunakan dengan rancangan deskriptif dengan metode pengambilan sampel adalah accidental sampling sebanyak 98 responden di Desa Tuntungan 1 Pondok Seng Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang. Instrumen yang digunakan dalam pengambilan data yaitu lembar kuesioner. Hasil penelitian diperoleh self awareness tinggi 80 responden (81.6%) di Desa Tuntungan 1 Pondok Seng Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang.
EFEKTIVITAS CUCI HIDUNG DENGAN CAIRAN NACL 0,9 % TERHADAP GEJALA RINITIS ALERGI Ana Ikhsan Hidayatulloh; Yani Sriyani; Fani Rachmini
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rinitis alergi (RA) merupakan suatu gejala hipersensitivitas di hidung yang diinduksi oleh inflamasi yang diperantarai oleh Imunoglobulin E (IgE) setelah membran mukosa hidung terpapar dengan allergen inhalan. Gejala klinis rinitis alergi diantaranya pada, mata, kepala dan pada saluran pernafasan. Salah satu upaya dalam mengurangi gejala tersebut diantaranya dengan mencuci hidung menggunakan NaCl 0,9%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Cuci hidung dengan menggunakan cairan NaCl 0,9% terhadap penurunan gejala rinitis alergi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini analitik dengan desain penelitian ini menggunakan Pre-Experimental Designs yaitu dengan One-Group Pretest- Posttest Design. Sampel sebanyak 37 orang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh menggunakan format observasi kemudian dianalisis menggunakan uji paired test. Hasil penelitian didapatkan rata-rata gejala rinitis alergi sebelum melakukan Cuci hidung dengan menggunakan cairan NaCl 0,9% pada masyarakat sebanyak 8 gejala, dan mengalami penurunan setelah melakukan Cuci hidung dengan menggunakan cairan NaCl 0,9 menjadi 4 gejala. hasil analisis uji paired test didapatkan p value 0,000, artinya cuci hidung dengan menggunakan cairan NaCl 0,9% efektif terhadap gejala rinitis alergi pada masyarakat di lingkungan Kelurahan Sukahurip Kecamatan Tamansari RT 003 RW 008 Kota Tasikmalaya.
PERAN PERAWAT DALAM PELAYANAN REHABILITASI NAPZA Yohanes Sakrilesi; Blasius Perang
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyalahgunan NAPZA di indonesia semakin meningkat setiap tahunnya yang dapat menyebabkan berbagai masalah termasuk mental dan fisik. Badan Narkotika Nasional memiliki bidang khusus dalam menangani pecandu NAPZA yaitu bidang rehabilitasi medis dan sosial. Tenaga kesehatan di bidang keperawatan mempunyai peran penting untuk melakukan intervensi dimana dapat memberikan efek dan merubah aspek perilaku individu. Tujuan penelitian ini mengeksplorasi peran perawat dalam pelayanan rehabilitasi NAPZA di Balai Rehabilitasi BNN Baddoka Makassar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Pengambilan sampel menggunakan teknik nonpropability sampling yaitu dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Uji keabsahan data yang dilakukan meliputi uji credibilty yaitu memperpanjang waktu, dan triangulasi, dan pengujian dependabilty. Analisis data menggunakan content analysis. Hasil Penelitian menhasilkan 8 tema yaitu Peran perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan, Kolaborasi perawat dengan tim kesehatan, Pelaksanaan peran advokasi perawat. Perawat sebagai konsultan kesehatan, Perawat sebagai pendidik Dukungan dan motivasi perawat, Kendala dalam melaksanakan peran. Peran perawat dalam pelayanan rehablitasi dinilai sudah optimal. Diharapkan kepada perawat dapat mengembangkan kemampuannya dan terampil dalam merawat, mampu bekerja sama dan bertukar pikiran dengan tenaga medis lainnya.
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN CAD SEBELUM TINDAKAN KATERISASI JANTUNG DI RUANG INTERMEDIATE Rita Darmayanti; Erna Irawan; Tita Puspita Ningrum; Umi Khasanah; Peni Presti
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronary artery disease (CAD) merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia setelah stroke. kateterisasi jantung merupakan Teknik diagnostic dan intervensi dilakukan untuk menentukan adanya sumbatan, lokasi penyumbatannya serta luas dari sumbatan pada pembuluh darah koroner pada penyakit CAD, serangkaian prosedur intervensi jantung seperti kateterisasi jantung bisa menjadi sumber utama kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kecemasan pasien CAD sebelum tindakan kateterisasi jantung diruang intermediate.Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden 40 pasien CAD rencana Tindakan kateterisasi jantung dengan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuosioner tingkat kecemasan yang sudah baku dan telah di uji validitas dan reabilitas. Analisa data dilakukan dengan univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien CAD rencana kateterisasi jantung 38% pasien mengalami tingkat kecemasan sedang.
GAMBARAN POLA ASUH ORANGTUA PADA ANAK PRASEKOLAH Yanti Budiyanti; Asma Darmayanti; Anggi Saputra; Maidartati; Mery Tania; Nia Kurniawati
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola asuh orang tua memiliki pengaruh yang sangat besar bagi perkembangan anak sehingga peran ini dapat menentukkan bagaimana perkembangan anak berjalan baik atau tidak. Dalam perkembangan terdapat tahapan yang harus dilalui anak untuk menuju dewasa. Periode penting dalam perkembangan anak adalah pada masa balita, termasuk masa anak pra sekolah. Masa pra sekolah merupakan masa yang sangat penting untuk memperhatikan tumbuh kembang anak secara cermat agar dapat terdeteksi apabila terjadi kelainan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan pola asuh orang tua terhadap perkembangan anak pra sekolah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di RA Binaul Ummah Kuningan. Sampel penelitian digunakan sebanyak 30 orang dengan teknik Accidental Sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Dalam penelitian ini analisa univariat yang digunakan untuk mengetahui karakteristik responden diantaranya usia, pendidikan, pekerjaan dan lama interaksi responden dengan anak. Hasil penelitian menunjukan bahwa perkembangan anak prasekolah sebagian besar responden memiliki perkembangan anak normal sebanyak 23 orang (76,7%) dengan pola asuh demokratis sebanyak 18 orang (60%), permisif 5 orang (16,7%) dan otoriter 7 orang (23,3%).

Page 11 of 19 | Total Record : 190