cover
Contact Name
Yosef Abdul Ghani
Contact Email
lppm@ars.ac.id
Phone
+62227-100124
Journal Mail Official
redaksi@ars.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.ars.ac.id/index.php/keperawatan/et
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan BSI
ISSN : -     EISSN : 25282239     DOI : https://doi.org/10.51977/j.kep
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan BSI Terbit pertama kali pada 2013. Jurnal ini dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran dan kajian analisis-kritis mengenai isu Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat. Terbit 2 (dua) kali setahun, yaitu April dan September. Jurnal Keperawatan BSI sebagai bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu pengetahuan hasil dari penelitian dan pemikiran untuk pengabdian pada Masyarakat luas, situs Jurnal Keperawatan BSI menyediakan artikel-artikel jurnal untuk diunduh secara gratis. Jurnal kami adalah jurnal ilmiah nasional yang merupakan sumber referensi akademisi. Jurnal Keperawatan BSI menerima artikel ilmiah dengan area penelitian pada: Keperawatan Medical Bedah Keperawatan Gawat Darurat Keperawatan Maternitas Keperawatan Anak Keperawatan Jiwa Keperawatan Komunitas Keperawatan Keluarga Keperawatan Gerontik Manajemen Keperawatan
Articles 190 Documents
KUALITAS TIDUR SISWA SELAMA PEMBELAJARAN DARING DI MASA PANDEMI COVID-19 Dendy Kharisna; Deswinda; Stephanie Dwi Guna; Rizka Febtrina; Nurul Hafiza
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.12 KB)

Abstract

Pandemi Covid-19 telah merubah tatanan dunia dalam waktu yang singkat salah satunya perubahan pada dunia pendidikan. Dampak pandemi Covid-19 hingga saat ini masih di rasakan oleh sektor pendidikan yang mengubah metode pembelajaran menjadi daring. Hal ini menimbulkan sejumlah efek, baik positif ataupun negatif yang dirasakan langsung oleh siswa termasuk terhadap kualitas tidur siswa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran kualitas tidur siswa selama pembelajaran daring di masa pandemi Covid- 19 di MTS Muhammadiyah 02 Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel pada penelitian berjumlah 208 siswa yang diambil secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner PSQI. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dengan melihat distribusi frekuensi responden. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar sebanyak 155 responden (74,5%) kualitas tidur responden dalam kategori baik dan kategori buruk sebanyak 53 responden (25,5%). Hasil penelitian juga menunjukkan mayoritas responden mempunyai kualitas tidur secara subjektif cukup baik sebanyak 189 responden (90,9%), dengan durasi tidur >7 jam sebanyak 172 responden (82,7%). Responden paling banyak mengalami gangguan tidur 1x seminggu (69,7%) dan waktu latensi tidur 16-30 menit (49,5%). Berdasarkan hasil penelitian tersebut peneliti merekomendasikan siswa untuk dapat mengontrol diri dan bijak selama pembelajaran daring sehingga tidak terjadi over durasi keterpaparan terhadap layar gadget yang digunakan.
INVESTIGATION OF SELF EFFICACY IN THERAPY MANAGEMENT IN TYPE 2 DIABETES MELLITUS PATIENTS THE COVID-19 PANDEMIC. Robiul Fitri Masithoh; Margono Margono
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.218 KB)

Abstract

Self-efficacy is a belief that a person can successfully carry out the expected behavior to get certain results and the beliefs and expectations of each individual are different, because behavior can be carried out if the individual believes that practice or action produces different results. Especially with the condition of the Corona virus outbreak causing a lot of concern in the community, especially those with comorbid diseases, including diabetes which can worsen the condition of a person infected with Covid. So that to suppress the worsening of conditions for controlling blood sugar levels, it is necessary to investigate self-efficacy in the management of therapy in patients with Diabetes Mellitus. Objective To determine self-efficacy in the management of therapy in patients with Diabetes Mellitus during the Covid 19 pandemic. To achieve this goal, it is carried out through a descriptive correlation method with a cross sectional approach with measurement and observation; conducting library studies, surveys, and compiling and developing instruments in the form of questionnaires as well as data collection and problem identification. The results of this study are the average value of self-efficacy is 1.4 with a capable category and the average value of education is 1.7 with a good category. The results of the analysis using personal correlation show a significant relationship between self-efficacy and education in therapy management (p value = 0.000 during the covid 19 pandemic. Conclusion: there is a significant relationship between self-efficacy and education in type 2 diabetes mellitus patients at the North Magelang Health Center
CONTINUOUS GLUCOSE MONITORING (CGM) PADA KEGAWATDARURATAN DIABETES MELLITUS (HIPOGLIKEMIA): LITERATURE REVIEW Nurul Hidayah; Robiul Fitri Masithoh
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.331 KB)

Abstract

Continuous Glucose Monitoring (CGM) is a tool to detect blood glucose levels in Diabetes Mellitus patients, and in this case also causes hypoglycemia. Hypoglycemia is an emergency that must be treated immediately. Patients who have emergency conditions such as hypoglycemia should have their blood glucose levels monitored. The purpose of this study was to determine the use of Continuous Glucose Monitoring (CGM) in Diabetes Mellitus (Hypoglycemia) emergencies. There are several types of Continuous Glucose Monitoring (CGM) offered by several distributors, but these types have the same function, which is to help patients, their families, and the health team to determine the patient's current health condition. This research method uses a literature review study using PubMed, ScienceDirect, ProQuest, and ClinicalKey. The results of the study contained 5 articles that matched the inclusion and exclusion criteria of the researcher.
INTERVENSI NON FARMAKOLOGIS UNTUK MENGATASI GANGGUAN POLA TIDUR PADA PASIEN HIPERTENSI: STUDI LITERATUR Rahayu Merdekawati; Maria Komariah; Eka Afrima Sari
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.724 KB)

Abstract

Manifestasi klinis yang kerap dialami penderita hipertensi dapat mengganggu pola tidur yang menyebabkan terjadinya peningkatan hormon kortisol sehingga tekanan darah menjadi tidak stabil dan meningkatkan resiko terjadinya komplikasi, serta dapat mengganggu kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi intervensi-intervensi non farmakologis yang dapat dilakukan pada penderita hipertensi untuk mengatasi gangguan pola tidur. Metode penelitian yang dilakukan yaitu literature review dengan pendekatan scoping review. Setelah melakukan penyortiran sesuai kriteria inklusi dan eksklusi, dan dilakukan penilaian menggunakan instrumen The Joanna Briggs Institute Critical Appraisal Tools, didapatkan 7 artikel dan 6 intervensi mengenai intervensi non farmakologis untuk mengatasi gangguan pola tidur pada pasien hipertensi antara lain acupoint massage, hijamah, relaksasi otot progresif, senam hipertensi, spiritual emotional freedom technique, dan foot massage and back massage.
INTERVENSI NON-FARMAKOLOGIS UNTUK MENGURANGI KECEMASAN PADA MAHASISWA: SEBUAH NARRATIVE REVIEW Gerald Betharayoga Gerliandi; Maniatunufus; Risma Dwi Nur Pratiwi; Habsyah Saparidah Agustina
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.827 KB)

Abstract

Mahasiswa merupakan peserta didik berusia 18 sampai 25 tahun yang terdaftar dan menjalani pendidikan di perguruan tinggi. Semakin tinggi tingkat pendidikan maka akan semakin tinggi tekanan psikis yang akan dialami, tekanan tersebut di antaranya dapat menimbulkan kecemasan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui jenis intervensi non farmakologis yang efektif untuk mengurangi kecemasan pada mahasiswa. Kriteria inklusi berupa artikel menggunakan bahasa Inggris dan / atau Indonesia, full-text, mahasiswa sebagai sampel penelitian, dan publikasi artikel selama 10 tahun terakhir (2011-2021). Kata kunci pencarian artikel berbahasa Indonesia menggunakan “mahasiswa” DAN “terapi non farmakologis” DAN “kecemasan akademik”, sedangkan artikel berbahasa inggris menggunakan “college student” “non pharmacological therapy” OR “non pharmacological intervention” AND “academic anxiety”. Total hasil pencarian artikel dari database PubMed, Springer, dan searching engine Google Scholar adalah sebanyak 19,037 artikel. Setelah penyeleksian didapatkan 7 artikel yang digunakan dan didalamnya memuat 5 buah program intervensi (inhalasi aromaterapi peppermint, relaksasi otot progresif, mendengarkan bacaan Al-Qur’an, mindfulness-based stress reduction (MBSR), dan imajinasi terbimbing). Studi literatur menunjukkan semua program dinyatakan efektif dapat mengurangi kecemasan pada mahasiswa. Penulis menyarankan bagi peneliti selanjutnya, diharapkan untuk mengembangkan intervensi non farmakologis lainnya yang dapat digunakan untuk mengatasi kecemasan pada mahasiswa.
Hubungan Disminore dengan Aktivitas Belajar pada Remaja Siswi Kelas X dan XI SMA N Rancakalong Anggi Saputra; Umi Khasanah; Sri Hayati; Maidartati; Siska Susilawati
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.365 KB)

Abstract

Primary dysmenorrhea is pain that is felt during menstruation without any abnormalities in the genital organs. Pain is felt before or at the same time as the onset of menstruation and also lasts for several hours. Those who experience primary dysmenorrhea during menstruation will limit their daily activities, especially activities in learning at school. A student who experiences primary dysmenorrhea will certainly feel disturbed in their learning activities, even this often makes them absent or unable to attend school. In addition, it can reduce the quality of life as well. The purpose of this study was to determine "The Relationship Between Primary Dysmenorrhea And Learning Activities In Class X And XI Teenagers Of SMAN Rancakalong, Sumedang Regency". This type of research is descriptive correlational with a cross-sectional approach. The sampling technique used in this study was total sampling. The sample in this study amounted to 72 respondents. Data collection techniques in this study using a questionnaire in the form of google form. The univariate analysis technique uses percentages and bivariate analysis uses non-parametric techniques, namely the Spearman rank test. The results showed that most of the Rancakalong high school students experienced moderate dysmenorrhea (61.1%) and their learning activities were disrupted (61.1%). The Relationship Between Primary Dysmenorrhea And Learning Activities In Class X And XI Teenagers Of SMAN Rancakalong, Sumedang Regency with a p-value of 0.006 means that there is a relationship between Primary Dysmenorrhea And Learning Activities In Adolescent Class X And XI Students Of SMAN Rancakalong, Sumedang Regency. Therefore, it is necessary to provide health education about primary dysmenorrhea to adolescents in schools.
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN BURNOUT PADA PERAWAT RUANG ISOLASI KHUSUS (RIK) RSUD KOTA BANDUNG DI MASA PANDEMIK COVID-19 Dhestirati Endang Anggraeni; Erna Irawan; Nurul Iklima; Agita Liliandari
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.103 KB)

Abstract

Burnout merupakan kondisi psikologis yang ditandai dengan gejala kelelahan secara emosional (emotional exhaustion), sikap sinisme (depersonalization), dan ketidakmampuan diri dalam menyelesaikan pekerjaan (diminished sense of personal achievement). Beban kerja merupakan faktor yang berhubungan dengan terjadinya Burnout. Unit kerja yang memiliki beban kerja kompleks adalah perawat di masa pandemik Covid-19. Beban kerja yang tinggi dapat menyebabkan perawat mengalami kelelahan baik secara fisik maupun mental, apabila tidak segera diatasi maka akan menimbulkan burnout atau kejenuhan dalam bekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan burnout pada perawat RSUD Kota Bandung khususnya di masa pandemik Covid-19. Metode yang digunakan adalah penelitian jenis kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus terhadap perawat RSUD Kota Bandung dengan jumlah sampel sebanyak 31 orang perawat di Ruang Isolasi Khusus (RIK) dan menggunkan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner beban kerja dan kuesioner Burnout Inventory-Human Service Survey (MBI-HSS). Data penelitian yang terkumpul akan diolah menggunakan SPSS dan di uji menggunakan uji hipotesis spearman rank. Hasil penelitian menunjukan tidak ada hubungan antara beban kerja dengan burnout pada perawat Ruang Isolasi Khusus (RIK) RSUD Kota Bandung nilai P = 0.611 > 0.05, sebagian besar perawat RIK RSUD Kota Bandung (54.8%) memiliki beban kerja berat dan hampir seluruhnya (67.7%,) mengalami burnout dengan kategori ringan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan masukan bagi perawat dan pihak manajemen RSUD Kota Bandung untuk lebih berwaspada terhadap gejala burnout agar gejala tersebut tidak berkembang menjadi kondisi burnout. Sedangkan, bagi peneliti selanjutnya diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi penelitian selanjutnya yang akan melakukan penelitian faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya beban kerja atau burnout pada perawat.
GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN MANAJEMEN DIRI PENDERITA DIABETES MELLITUS TYPE II DI SALAH SATU PUSKESMAS DI KOTA BANDUNG Asma Darmayanti; Rima Widiya Lestiana; Hudzaifah Al Fatih; Tita Puspita Ningrum; Erna Irawan
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.014 KB)

Abstract

Latar belakang: Diabetes Mellitus (DM) merupakan gangguan metabolik tubuh yang ditandai dengan hiperglikemia. Pengelolaan diabetes melitus dimulai dengan pengaturan pola makan, aktivitas fisik, pengontrolan kadar gula darah, pengaturan minum obat dan perawatan kaki. penelitian: untuk menggambarkan tingkat kepatuhan manajemen diri penderita diabetes melitus tipe II di Salah Satu Puskesmas di Kota Bandung. Metodologi penelitian: desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional, jumlah sampel 61 responden dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner manajemen diri (DSMQ). Analisa yang dilakukan dalam penelitian ini dengan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil, sebagian besar responden memiliki kepatuhan manajemen diri yang buruk (52,5%). Simpulan mayoritas kepatuhan manajemen nyeri buruk. Saran: bagi penelitian selanjutnya dapat meneliti tentang faktor-faktor kepatuhan manajemen diri pasien DM.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEMANDIRIAN PENDERITA SKIZOFRENIA DI UPT PUSKESMAS BABAKAN SARI KOTA BANDUNG Erna Irawan; Mery Tania; Anggi Agustini
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.416 KB)

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang cukup serius dimana penderita skizofrenia mengalami penurunan kemampuan kognitif, berpikir abstrak dan penurunan kemampuan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Sehingga pasien skizofrenia mengalami menurunan kemandirian, dimana pasien skizofrenia membutuhkan bantuan orang lain untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Dukungan keluarga merupakan salah satu penunjang pengobatan bagi pasien skizofrenia. Dukungan keluarga yang diberikan meliputi dukungan penilaian, dukungan instrumental, dukungan informasional, dan dukungan emosional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara dukungan keluarga dengan kemandirian pasien skizofrenia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif korelasional dengan rancangan cross-sectional dengan jumlah populasi 69 keluarga dan pasien skizofrenia di UPT Puskesmas Babakan Sari kota Bandung. teknik sampel yang digunakan Simple Random Sampling didapatkan 37 responden. teknik analisis univariat yang digunakan yaitu distribusi frekuensi sedangankan teknik analisis bivariat menggunakan uji korelasi spearmen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa p-value (0,000) <0,05, dimana terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kemandirian pasien skizofrenia di wilayah kerja UPT Puskesmas Babakan Sari Bandung. Nilai Correlation Coefficient didapatkan +0,72 termasuk nilai Correlation Coefficient (0,51-0,75) maka korelasi antara dukungan keluarga dengan kemandirian pasien skizofrenia termasuk tingkat hubungan kuat. Simpulan dari penelitian ini Sebagian besar responden (67,6%) 25 responden memberikan dukungan keluarga dengan baik dan Sebagian besar (59,5%) pasien skizofrenia memiliki kemandirian yang baik. Adapun saran bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat menambahkan kekurangan pada penelitian ini, serta dapat meneliti faktor-faktor kemandirian pasien skizofrenia.
GAMBARAN USIA DAN PENDAPATAN IBU YANG MEMILIKI BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI UPT PUSKESMAS RUSUNAWA KOTA BANDUNG Rita Darmayanti; Maidartati; Sri Hayati; Erna Irawan; Irfan Komaruzaman
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.055 KB)

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi berat badan lahir kurang dari 2500 gram, merupakan salah satu masalah yang mempengaruhi tingginya angka kesakitan dan kematian bayi. Data kejadian BBLR terbanyak di Jawa Barat pada tahun 2019 yaitu di Puskesmas Rusunawa, 81 BBLR dan jumlah bayi lahir hidup 699 (0,11%). Faktor ibu merupakan hal yang paling penting dalam kejadian BBLR. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi gambaran usia dan pendapatan ibu yang memiliki anak BBLR di UPT Puskesmas Rusunawa. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Populasinya 97 orang. Jumlah sampel dalam penelitian 55 responden dengan teknik Accidental Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data univariat menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan faktor usia ibu terdapat 41 responden atau lebih dari setengah 74,5% dengan usia tidak beresiko. Faktor Pendapatan ibu, terdapat 50 ibu atau sebagian besar 90,9% memiliki pendapatan dibawah UMR. Simpulan, mayoritas ibu berusia tidak beresiko dan memiliki pendapatan dibawah UMR. Saran diharapkan bagi tenaga kesehatan dapat mengupayakan adanya penkes mengenai pencegahan BBLR.

Page 9 of 19 | Total Record : 190