Jurnal Keperawatan BSI
Jurnal Keperawatan BSI Terbit pertama kali pada 2013. Jurnal ini dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran dan kajian analisis-kritis mengenai isu Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat. Terbit 2 (dua) kali setahun, yaitu April dan September. Jurnal Keperawatan BSI sebagai bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu pengetahuan hasil dari penelitian dan pemikiran untuk pengabdian pada Masyarakat luas, situs Jurnal Keperawatan BSI menyediakan artikel-artikel jurnal untuk diunduh secara gratis. Jurnal kami adalah jurnal ilmiah nasional yang merupakan sumber referensi akademisi. Jurnal Keperawatan BSI menerima artikel ilmiah dengan area penelitian pada: Keperawatan Medical Bedah Keperawatan Gawat Darurat Keperawatan Maternitas Keperawatan Anak Keperawatan Jiwa Keperawatan Komunitas Keperawatan Keluarga Keperawatan Gerontik Manajemen Keperawatan
Articles
190 Documents
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE-OPERASI KATARAK DI RUMAH SAKIT DI KOTA BANDUNG
Putti Rahima;
Erna Irawan;
Mery Tania;
Sujut Royana;
Nurul Iklima
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Katarak merupakan keadaan dimana lensa mata bersifat opasitas (tidak tembus cahaya) dan merupakan penyebab dominan masalah sosio-medis yaitu kebutaan diseluruh dunia. Salah satu pengobatan katarak adalah pembedahan atau operasi. Pembedahan dilakukan dengan membuat sayatan pada suatu bagian tubuh kemudian akan akan dilakukan pemulihan dan diakhiri dengan jahitan atau tanpa dengan jahitan. Tindakan pembedahan merupakan sebuah pengalaman yang dapat menyebabkan kecemasan. Adanya kecemasan pada setiap pasien merupakan hal yang wajar, namun kecemasan yang berlebihan dapat menyebabkan respon patofisiologis seperti hipertensi, takikardi, penurunan kemampuan untuk mentoleransi rasa sakit baik intra operasi dan post operasi. Meningkatnya tekanan darah pada pasien akan mengakibatkan Tekanan Intra Okuler (TIO) juga meningkat. TIO yang meningkat akan menyulitkan ketika intra operasi yang menyebabkan lensa menjadi lengket sehingga sulit dikeluarkan serta menyulitkan dokter bedah mata untuk implant Intra Okuler Lens (IOL). Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian diskriftif kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan yaitu Acidental Sampling, selanjutnya penelitian ini menggunakan kuesioner APAIS dan dianalisa menggunakan analisa univariat dan responden ditabulasi silang dengan tingkat kecemasan mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir separuhnya 47,5% responden mengalami kecemasan ringan sejumlah 19 responden, sebagian kecil 52,5% responden mengalami kecemasan sedang sejumlah 21 responden.
GAMBARAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI PADA LANSIA DI RSUD KOTA BANDUNG
Anita Putri Wijayanti;
Hudzaifah Al Fatih;
Sri Hayati;
Saparingga Dasti Putri;
Lena Rahmidar
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang berdampak menimbulkan komplikasi seperti stroke, infark miokard, gagal jantung, demensia, gagal ginjal, gangguan penglihatan dan bisa berujung menyebabkan kematian. Oleh karena itu penderita hipertensi harus minum obat antihipertensi setiap hari untuk mencegah terjadinya kekambuhan dan komplikasi. Kepatuhan pasien minum obat antihipertensi merupakan suatu tindakan yang perlu dilakukan supaya obat selalu di minum setiap hari. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran kepatuhan pengobatan Antihipertensi pada lansia di Poli Jantung RSUD Kota Bandung. Jenis penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif korelasi dengan pendektan cross sectional. Jumlah responden sebanyak 83 orang dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden. Analisa data dilakukan dengan univariat berupa persentase dan analisis bivariat dengan uji rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari setengahnya responden (55,6%) sebanyak 46 orang tidak patuh terhadap pengobatan hipertensi. Diharapkan tenaga kesehatan dapat melakukan peran sebagai edukator untuk melakukan pendidikan kesehatan tentang hipertensi dan memberitahukan kepada lansia dengan hipertensi untuk selalu minum obat setiap hari dan juga kepada keluarga lansia untuk mengingatkan minum obat antihipertensi.
GAMBARAN KELENGKAPAN DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD KOTA BANDUNG
Purwo Suwignjo;
Maidartati;
Lilis Nurhaeni Asmara;
Anggi Saputra;
Umi Khasanah
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kualitas pendokumentasian dikatakan lengkap jika perawat mencatat semua pelayanan kesehatan yang diberikan dan semua format terisi dengan lengkap, dan dikatakan akurat jika perawat menulis catatan selalu dimulai dengan menuliskan tanggal, waktu dan tercantum sesuai dengan kondisi pasien. Ketidaklengkapan dokumentasi keperawatan menjadi momok besar dalam aspek kualitas dokumentasi, dikarenakan tidak terpenuhinya target kelengkapan dokumentasi keperawatan sebesar 100%. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran kelengkapan dokumentasi keperawatan di Instalasi Rawat Inap RSUD Kota Bandung.Metode penelitian yang digunakan deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian adalah status rekam medik pasien di Instalasi Rawat Inap RSUD Kota Bandung berjumlah 106 dan sampel sebanyak 52 dengan tehnik sampling Stratified sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah status rekam medik pasien di Instalasi Rawat Inap RSUD Kota Bandung. Teknik Analisa data univariat menggunakan rumus prosentase. Hasil penelitian menunjukan distribusi frekuensi pada dokumentasi pengkajian hampir seluruhnya lengkap sebanyak 86.54%, pada dokumentasi diagnosa seluruhnya lengkap, pada dokumentasi perencanaan hampir seluruhnya lengkap sebanyak 92.31%, pada dokumentasi pelaksanaan sebanyak hampir seluruhnya lengkap sebanyak 76.92%, dan pada dokumentasi evaluasi hampir seluruhnya lengkap sebanyak 96.15%. Kesimpulan dalam penelitian ini didapatkan sebagian besar dokumentasi keperawatan lengkap sebanyak 71.15% atau 37 rekam medis dan hampir setengah dokumentasi keperawatan tidak lengkap sebanyak 28.85% atau 15 rekam medis. Selanjutnya peneliti menyarankan agar menyusun suatu format pendokumentasian keperawatan yang lebih praktis tanpa menguragi makna dari format asuhan keperawatan secara keimuan, serta perlu ditingkatkan model pengawasan dalam pelaksanaan dokumentasi asuhan keperawatan.
GAMBARAN KECEMASAN, STRES, DAN DEPRESI PERAWAT PADA MASA PANDEMI DI RUMAH SAKIT
Yanti Budiyanti;
Lisna Annisa Fitriana;
Lena Helen Supriatna;
Erna Irawan;
Hera Wahyuni
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Februari 2022 kasus COVID-19 varian omicron meningkat pesat. Varian omicron merupakan varian baru dari Corona virus yang diduga dapat menyebar serta menginfeksi manusia lebih cepat dari varian sebelumnya. Transmisi penyakit yang cepat serta mortalitas yang tinggi menyebabkan kepanikan dan kecemasan yang luar biasa tidak hanya bagi masyarakat tetapi juga pada kalangan kesehatan. Salah satu tenaga kesehatan yang sangat rentan menerima dampak dari munculnya COVID-19 adalah perawat. Selain terinfeksi secara langsung, gangguan psikologis yakni kecemasan, stres maupun depresi sangat mudah dialami oleh perawat dikarenakan berbagai penyebab. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran kecemasan, stres, dan depresi perawat pada masa COVID-19 varian omicron. Metode penelitian yaitu deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di ruang rawat inap dewasa RSUD Kota Bandung pada bulan Februari 2022. Responden sebanyak 64 orang perawat dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale-42 (DASS-42) yang dikumpulkan melalui google form. Data menghasilkan persentase. Dapat disimpulkan bahwa sebagian kecil perawat yang mengalami kecemasan, stres, dan depresi ringan dan sedang. Hal ini kemungkinan dikarenakan perawat sudah beradaptasi dengan kondisi pandemi yang sudah berlangsung selama 2 tahun dan sudah di vaksin lengkap. Adapun saran dari penelitian ini yaitu sebaiknya pihak rumah sakit memberikan pelatihan mengenai cara mengatasi kecemasan, stres, dan depresi bagi perawat agar perawat memiliki mekanisme koping adaptif saat terjadi kecemasan, stres, ataupun depresi.
HUBUNGAN PERILAKU MENGGOSOK GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK KELAS V SDN 045 PASIR KALIKI
Rita Darmayanti;
Erna Irawan;
Nurul Iklima;
Putri Anggriani;
Nining Handayani
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Karies gigi merupakan masalah utama kesehatan gigi dan mulut. Prevalensi karies gigi di Indonesia sebesar 80% pada anak usia dibawah 12 tahun. Karies gigi pada anak menyebabkan anak mengalami daya kunyah kemudian mengganggu pencernaan sehingga mengambat perkembangan anak. Salah satu faktor penting yang berhubungan dengan kejadian karies gigi pada anak adalah perilaku menggosok gigi anak yang kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku menggosok gigi dengan kejadian karies gigi pada anak. Penelitian dilaksanakan di SDN 045 Pasirkaliki. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas V di SDN 045 Pasirkaliki Bandung yang berumur 10-12 tahun. Analisis data menggunakan korelasi rank spearman (spearman rho). Hasil analisis menunjukkan bahwa perilaku menggosok gigi dan kejadian karies gigi memiliki hubungan yang kuat dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,731 dan bermakna dengan nilai signifikansi sebesar 0,001. Perilaku menggosok gigi dan kejadian karies gigi memiliki korelasi negatif yang berarti semakin baik perilaku menggosok gigi maka semakin rendah kejadian karies gigi.
HUBUNGAN PENGGUNAAN GADGET DENGAN KUALITAS TIDUR REMAJA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK)
Hilman Mulyana;
Deni Wahyuni;
Silvi Amelia Yahya
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tingkat penggunaan gadget di dunia pada saat ini mencapai 5,31 Milyar, pengguna gadget di indonesia juga berada dalam kategori tinggi yaitu sebesar 73,7%. Penggunaan gadget meningkat yang sangat signifikan yaitu pada masa pandemic covid-19 pada 2 tahun sebelumnya, yang mengharuskan semua aktivitas dilakukan secara online. Penggunaan gadget yang tinggi akan berdampak bagi kesehatan seseorang salah satunya yaitu terhadap kualitas tidur. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui adanya hubungan yang signifikan penggunaan gadget dengan kualitas remaja Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SLB yayasan Bahagia Kota Tasikmalaya. Metode penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan tekhnik pengambilan sampel menggunakan incidental sampling. Pada penelitian ini melibatkan responden sebanyak 52 orang, dengan tingkat SMP sebanyak 26 orang dan tingkat SMA sebanyak 26 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner penggunaan gadget dan PSQI. Uji analisis univariat dan bivariate menggunakan uji chi-square untuk mengetahui adanya hubungan penggunaan gadget dengan kualitas tidur remaja anak berkebutuhan khusus (ABK) di SLB Yayasan Bahagia Kota Tasikmalaya dengan p-value= 0,005, dimana H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya terdapat hubungan antara pengguna gadget dengan kualitas tidur, oleh karena itu perlu dilakukan kegiatan penyuluhan terhadap orang tua siswa agar para orang tua lebih memperhatikan anak-anaknya terhadap pembatasan penggunaan gadget dalam sehari-hari.
HUBUNGAN FUNGSI KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS
Yani Sriyani;
Hilman Mulyana
Jurnal Keperawatan BSI Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Diabetes Mellitus (DM) adalah suatu penyakit kronis dimana organ pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau ketika tubuh tidak efektif dalam menggunakannya. Diabetes Mellitus merupakan diabetes dengan kecenderungan terjadi pada usia dewasa. Hal ini, karena gaya hidup yang semakin tidak sehat, sehingga terjadi obesitas dan inaktivitas. Diabetes Mellitus memiliki ciri khas resistensi insulin perifer dengan efek sekresi insulin yang bervariasi derajat beratnya. Semua individu dengan berat badan berlebih, sudah mengalami resistensi insulin, tetapi hanya mereka yang sel betanya tidak mampu meningkatkan produksi insulin saja yang akan menjadi Diabetes Mellitus. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan fungsi keluarga dengan kualitas hidup pasien Diabetes Mellitus di wilayah kerja Puskesmas Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya tahun 2021. Jenis penelitian yang akan digunakan yaitu metode kuantitaif dengan pendekatan analisis korelasi menggunakan desain penelitian Cross Sectional study, yang bertujuan untuk menghubungkan variabel independen (pasien Diabetes Mellitus) dan variabel dependen (hubungan fungsi keluarga pada pasien Diabetes Mellitus). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan fungsi keluarga dengan kualitas hidup pasien diabetes mellitus di wilayah kerja Puskesmas Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2021 dengan nilai P-Value 0,013 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,389. Berdasarkan penelitian, perlu dilakukan kegiatan konseling terhadap penderita supaya bisa menjaga kualitas hidupnya dan juga perlu dilakukan pengarahan terhadap keluarga pasien Diabetes Mellitus supaya bisa memberi dukungan dan perhatian lebih terhadap keluarga yang menderita penyakit Diabetes Mellitus.
GAMBARAN DUKUNGAN KELUARGA PADA PASIEN ULKUS DIABETIKUM DI RUMAT UNIT KENDAL
Hayyuni Rozyana Monika Sari;
Eko Suprapto;
Elis Hartati
Jurnal Keperawatan BSI Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease characterized by increased blood glucose levels in the body which occurs as a result of the pancreas being unable to produce insulin effectively. Diabetic Foot Ulcers (DFU) is a dangerous complication of diabetes mellitus and requires special wound care. Family involvement during the treatment of DFU is needed to help control various risk factors for complications and good management of diabetes mellitus. Family support for DFU patients can increase motivation, self-confidence, quality of life and health status. The purpose of this study was to determine the description of family support in patients with diabetes mellitus with diabetic foot ulcers in the Rumat Kendal. This research uses descriptive quantitative observational research with survey methods. The research sample consisted of 10 diabetes mellitus patients with DFU who performed wound care at the Rumat Kendal. Data were collected using the Hensarling's Diabetes Family Support Scale (HDFSS) questionnaire. The method of analysis uses descriptive statistics. The results of the study found that most of the patients received good family support. The highest dimension of family support is emotional support and the lowest is appreciation support and information support. The conclusion in this study is that good family support is considered capable of increasing one's confidence in one's ability to perform self-care, increase self-confidence, increase motivation, and improve one's health status.
PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU IRT TENTANG 4M PLUS PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE
Nurul Iklima;
Hudzaifah Al Fatih;
Dita Mawaddah
Jurnal Keperawatan BSI Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Program pemberantasan sarang nyamuk melalui kegiatan menguras, menutup, mengubur, memantau (4M) Plus bertujuan untuk memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk dengan memberantas larva aedes aegypti sebagai pencegahan demam berdarah dengue . penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara pengetahuan dengan sikap, sikap dengan perilaku dan pengetahuan dengan perilaku ibu rumah tangga tentang 4M Plus pencegahan demam berdarah dengue.Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 70 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan korelasi pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya korelasi pengetahuan dengan sikap nilai p-value 0,009 (≤ 0,05), tidak terdapat korelasi antara sikap dengan perilaku nilai p-value 0,274 (≤ 0,05) dan tidak terdapat korelasi antara pengetahuan dengan perilaku ibu rumah tangga tentang 4M Plus pencegahan demam berdarah dengue nilai p-value 0,258 (≤ 0,05). Diharapkan penelitian selanjutnya tentang metode penyuluhan efektif dalam meningkatkan perilaku 4M Plus.
HUBUNGAN PERSEPSI PERAWAT TERHADAP KINERJA PERAWAT DALAM PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN
Anita Putri Wijayanti;
Ceria Febiana
Jurnal Keperawatan BSI Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK Kaitan Pandangan Perawat Terhadap Penerapan Standar Asuhan Keperawatan Profesi Perawat oleh Perawat Registrasi Rumah Sakit X. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi perawat terhadap profesi keperawatan dengan penerapan standar asuhan keperawatan di Rumah Sakit X. Korelasi deskriptif cross-sectional merupakan desain penelitian. Memanfaatkan kuesioner dengan skala Likert untuk memperoleh data. Dengan menggunakan purposive sampling, dapat diambil sampel sebanyak 39 responden. Temuan mengungkapkan bahwa mayoritas responden memiliki persepsi negatif terhadap profesi industri (58,9%) dan mayoritas perawat memiliki kinerja yang sangat baik (51,3%). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara persepsi perawat terhadap profesi industri dengan penerapan standar asuhan keperawatan di Rumah Sakit X (p = 0,367). Dengan menggunakan sistem penghargaan dan hukuman, temuan penelitian ini mengusulkan peningkatan persepsi perawat tentang profesi keperawatan dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan kenyamanan kerja bagi perawat.