cover
Contact Name
Yosef Abdul Ghani
Contact Email
lppm@ars.ac.id
Phone
+62227-100124
Journal Mail Official
redaksi@ars.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.ars.ac.id/index.php/keperawatan/et
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan BSI
ISSN : -     EISSN : 25282239     DOI : https://doi.org/10.51977/j.kep
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan BSI Terbit pertama kali pada 2013. Jurnal ini dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran dan kajian analisis-kritis mengenai isu Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat. Terbit 2 (dua) kali setahun, yaitu April dan September. Jurnal Keperawatan BSI sebagai bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu pengetahuan hasil dari penelitian dan pemikiran untuk pengabdian pada Masyarakat luas, situs Jurnal Keperawatan BSI menyediakan artikel-artikel jurnal untuk diunduh secara gratis. Jurnal kami adalah jurnal ilmiah nasional yang merupakan sumber referensi akademisi. Jurnal Keperawatan BSI menerima artikel ilmiah dengan area penelitian pada: Keperawatan Medical Bedah Keperawatan Gawat Darurat Keperawatan Maternitas Keperawatan Anak Keperawatan Jiwa Keperawatan Komunitas Keperawatan Keluarga Keperawatan Gerontik Manajemen Keperawatan
Articles 190 Documents
GAMBARAN PEMERIKSAAN IVA TEST PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI SALAH SATU PUSKESMAS KOTA BANDUNG Purwo Suwignjo; Sri Hayati; Erna Irawan; Delia
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.575 KB)

Abstract

Angka kematian di Indonesia akibat kanker serviks masih cukup tinggi. Oleh sebab itu, dibutuhkan pencegahan kanker serviks dengan melalui Program deteksi dini kanker serviks salah satunya yaitu pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Penelitian ini dilakukan karena cakupan pemeriksaan IVA di Puskesmas masih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pemeriksaan IVA test pada wanita usia subur di Puskesmas Kota Bandung. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini 270 orang, sampel semua wanita usia subur yang datang ke Puskesmas sebanyak dengan jumlah 94 responden. Tekning sampling yang digunakan adalah teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat menggunakan distribusi presentasi. Hasil penelitian menunjukan 69,1% sebagian besar responden tidak melakukan pemeriksaan IVA test dan 30,9% hampir separuhnya melakukan pemeriksaan IVA test. Mayoritas responden tidak melakukan IVA test. Penelitian selanjutnya diharapkan melakukan penelitian mengenai faktor-faktor yang berhubungan dan pemeriksaan IVA test.
GAMBARAN PERKEMBANGAN ANAK PRA SEKOLAH DI SALAH SATU PAUD DI KUNINGAN Yanti Budiyanti; Sri Hayati; Mery Tania; Erna Irawan; Nia Kurniawati
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.714 KB)

Abstract

Dalam perkembangan terdapat tahapan yang harus dilalui anak untuk menuju dewasa. Periode penting dalam perkembangan anak adalah pada masa balita, termasuk masa anak pra sekolah. Masa pra sekolah merupakan masa yang sangat penting untuk memperhatikan tumbuh kembang anak secara cermat agar dapat terdeteksi apabila terjadi kelainan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perkembangan anak pra sekolah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan desain penelitian Deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu PAUD di Kuningan. Sampel penelitian digunakan sebanyak 30 orang dengan teknik Accidental Sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Dalam penelitian ini analisa univariat yang digunakan untuk mengetahui gambaran responden diantaranya perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukan bahwa perkembangan anak prasekolah sebagian besar responden memiliki perkembangan anak normal sebanyak 23 orang (76,7%) dan sebagian kecil terdapat penyimpangan yaitu 7 orang (23,3%). Simpulan mayoritkas anak PAUD memeliki perkemabngan normal. Diharapkan diadakannya penyuluhan mengenai perkembangan anak.
PENGEMBANGAN FRIDEM SEBAGAI SCREENING TOOL DIABETES MELLITUS TIPE 2 BAGI MASYARAKAT INDONESIA Susy Puspasari; Eva Supriatin; Suci Noor Hayati; Tri Antika Rizki Kusuma Putri
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.342 KB)

Abstract

Pentingnya usaha pencegahan untuk menekan angka kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2 yang terus bertambah setiap tahunnya menuntut perlunya alat skrining yang tepat. Tidak hanya untuk mendeteksi berbagai faktor risiko namun juga instrumen yang sudah disesuaikan dengan karakteristik populasi Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat skrining Diabetes Mellitus Tipe 2 baru yang telah disesuaikan dengan karakteristik masyarakat Indonesia yang dievaluasi dengan menggunakan uji validitas dan reliabilitasnya. Kuesioner Faktor Risiko Diabetes Mellitus Tipe 2 (FRIDEM) diadaptasi berdasarkan American Diabetes Association-Risc (ADA Risc Test) dan Finnish Diabetes Risc Score (FINDRISC) yang telah melalui proses translasi dan dilanjutkan dengan uji validitas dan reliabilitas. Validitas item dilihat dari besarnya nilai r-tabel dengan r-hitung dan reliabilitas dilihat melalui koefisien cronbach-alpha. Penelitian ini menunjukkan bahwa instrumen FRIDEM memiliki total 10 item pertanyaan yang valid dan reliabel. Hal ini membuat FRIDEM dapat digunakan baik oleh tenaga kesehatan maupun masyarakat Indonesia.
HUBUNGAN TINGKAT KECANDUAN GADGET DENGAN GANGGUAN EMOSI DAN PERILAKU REMAJA KELAS 8 Intan Risma Juliani; Imanuel Sri Mei Wulandari
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.383 KB)

Abstract

Gadget adalah suatu perangkat elektronik yang memiliki ukuran kecil yang mempunyai banyak fungsi praktis untuk membantu pekerjaan manusia,tetapi kadang banyak anak yang menyalah gunakan gadget. Penyalahgunaan gadget membuat angka remaja dengan kecanduan gadget semakin meningkat sehingga dapat menyebabkan gangguan emosi dan perilaku. Menganalisis hubungan tingkat kecanduan gadget dengan gangguan emosi dan perilaku remaja kelas 8 di SMP Negeri 29 Bandung. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan menggunakan rancangan belah lintang (cross secional). Sampel penelitia ini berjumlah 100 orang yang diperoleh secara random sampling. Intrument yang digunakan untuk data tingkat kecanduan gadget diperoleh dengan menggunakan Smartphone Addiction Scale-Short Version (SAS-SV), kuesioner durasi penggunaan gadget dari penelitian Melissa Halim (2010) dan data gangguan emosi dan perilaku menggunakan Strenghts and Difficulties Questionnaire (SDQ) untuk remaja. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil hitungan SPSS, didapatkan hasil tingkat kecanduan gadget siswa kelas 8 menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami tingkat kecanduan gadget dalam kategori rendah. Gangguan emosi dan perilaku menunjukkan bahwa sebagian besar responden dalam kategori normal. Berdasarkan analisis statistik menggunakan uji chi-square, didapatkan hasil Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecanduan gadget dengan gangguan emosi remaja kelas 8. Dengan p value 0,03 dimana lebih kecil dari nilai alfa. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecanduan gadget dengan gangguan emosi remaja kelas 8 di SMP Negeri 29 Bandung.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP KELUARGA DALAM PENCEGAHAN TERINFEKSI ULANG COVID-19 Sarilinda Damanik; Idauli Simbolon
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.827 KB)

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit pernapasan yang dinyatakan sebagai pandemik dunia oleh World Health Organization atau WHO. Penyebaran virus ini dapat terjadi melalui terkena droplet atau cairan dari individu yang terinfeksi kepada orang lain. Pemerintah telah mengeluarkan protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran COVID-19. Salah satu tindakan yang harus diterapkan untuk mencegah terinfeksi COVID-19 adalah mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak satu sama lain. Pencegahan COVID-19 tidak terlepas dari perilaku yang dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap. Pengetahuan dan sikap yang tinggi atau baik maka akan berpengaruh terhadap perilaku pencegahan COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data secara cross sectional. Populasi penelitian adalah keluarga yang pernah terdiagnosa COVID-19 di Komplek GMAHK DSKU. Sampel penelitian adalah keseluruhan anggota keluarga yang pernah terdiagnosa COVID-19 di Komplek GMAHK DSKU mulai dari usia 10-70 tahun baik laki-laki maupun perempuan. Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang sangat kuat antara pengetahuan dengan sikap sangat kuat dengan nilai korelasi 0.819 dan nilai signifikansi 0.000. Sementara hubungan pengetahuan dan tindakan memiliki hubungan yang rendah dengan nilai korelasi 0.208 dan ditemukan tidak signifikan dengan nilai signifikansi 0.223 > 0.05. Demikian pula hubungan sikap dan tindakan memiliki hubungan yang rendah dimana nilai korelasi 0.223, dan tidak signifikan dengan nilai signifikansi 0.103>0.05.
INTERVENSI BERBASIS SELF-CARE PADA PASIEN HIPERTENSI: A SCOPING REVIEW Theresia Eriyani; Firman Sugiharto; Meisha Nurlianti Hidayat; Iwan Shalahuddin; Indra Maulana; Fita Rizkiyani
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.184 KB)

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dan menjadi penyebab terbesar dari morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Berbagai macam faktor berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian hipertensi, salah satunya adalah self care (perawatan diri). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran intervensi berbasis self care pada pasien dewasa dengan hipertensi. Metode: Studi literatur ini menggunakan metode scoping review dengan pendekatan PCC (Population, Concept, Context). Pencarian artikel menggunakan data base EBSCOhost dan PubMed, serta mesin pencarian Google Scholar dengan kata kunci populasi yaitu adults OR mature aged OR grown, konsep yaitu self care interventions OR self care practices OR self care, dan konteks yaitu hypertension OR high blood pressure OR elevated blood pressure OR hypertensive. Hasil: Hasil pencarian didapatkan 13 artikel yang teridentifikasi dan relevan dengan tujuan penelitian. Intervensi berbasis self care untuk penderita hipertensi di antaranya Self Care Berbasis Teknologi (Telementoring, aplikasi BPMAP dan E-Lifestyle, E-Counseling), Latihan Fisik (Exercise+PEH, Latihan Berjalan Kaki, Latihan Isometric Handgrip (IHG), Latihan Nafas Pranayama, dan Self Management Exercise Program), serta Pendidikan Kesehatan. Kesimpulan: Intervensi berbasis self care memiliki efektivitas yang positif terhadap tekanan darah, kualitas hidup, kepatuhan pengobatan, perilaku perawatan diri, dan kebugaran fisik pada pasien hipertensi.
PENGETAHUAN, SIKAP, PERILAKU PASIEN DAN KELUARGA DALAM PELAKSANAAN PHBS DI RUMAH SAKIT Anggi Ramdani; Sri Susilaningsih; Furkon Nurhakim
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.185 KB)

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan perilaku yang dilakukan dengan sadar agar mampu menolong diri sendiri, keluarga, kelompok maupun masyarakat. PHBS dalam tatanan fasilitas pelayanan kesehatan adalah upaya untuk mencegah terjadinya penyakit yang disebabkan oleh pasien, petugas kesehatan maupun pengunjung. Pelaksanaan PHBS tersebut dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap, karena perilaku selalu berkaitan dengan faktor pengetahuan dan sikap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan, sikap dan perilaku pasien dan keluarga pasien dalam pelaksanaan PHBS diruang topaz RSU dr. Slamet Garut. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian deksriptif kuantitatif dengan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 106 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian sebanyak 44 responden diantaranya 22 pasien dan 22 keluarga pasien. Instrumen ini menggunakan kuesioner yang sudah melalui uji validitas dan reliabilitas dengan angka validitas: Content Validity Index (CVI): 0.75-1 dan reliabilitas Alpha Cronbach 0,827. Data diolah menggunakan komputer dan disajikan dalam bentuk tabel frekuensi serta dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Pengetahuan responden tentang PHBS pada kategori kurang (100%), sikap (59.1%) mendukung dan perilaku yang sudah baik (77.3%). Hasil ini menunjukan perlunya informasi dan sosialisasi PHBS secara berkesinambungan kepada semua pasien dan keluarga pasien. Sehingga mereka paham tentang PHBS bersikap positif dan melaksanakannya di lingkungan rumah sakit.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN Nurul Iklima; Sri Hayati; Dinda Audria
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.221 KB)

Abstract

Kepatuhan kunjungan ulang merupakan faktor penting dalam keberhasilan KB suntik 3 bulan, tetapi masih banyak akseptor tidak patuh melakukan kunjungan ulang. Berdasarkan data sekunder didapatkan adanya peningkatan jumlah akseptor KB suntik 3 bulan yang datang tidak tepat jadwal kunjungan ulang sebesar hampir setengahnya responden tidak patuh melakukan kunjungan ulang sebanyak (42,9%) semenjak pandemi COVID-19. Tujuan penelitian mengetahui hubungan pengetahuan, status ekonomi, dukungan suami, dan persepsi terhadap tempat pelayanan kesehatan dengan kepatuhan kunjungan ulang akseptor KB suntik 3 bulan di wilayah kerja UPT Puskesmas Caringin. Desain penelitian korelasional, pendekatan cross sectional. Populasi jumlah akseptor yang melakukan kunjungan ulang ke puskesmas caringin pada bulan mei sebesar 42 responden. Pengambilan sampel secara total sampling yaitu keseluruhan dari jumlah populasi. Variabel independen pengetahuan, status ekonomi, dukungan suami, persepsi terhadap tempat pelayanan kesehatan dan variabel dependen kepatuhan. Pengumpulan data melalui kuesioner. Analisis menggunakan uji statistik Rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan faktor pengetahuan, status ekonomi, dukungan suami, persepsi terhadap tempat pelayanan kesehatan yang mempengaruhi kepatuhan penggunaan alat kontrasepsi suntik 3 bulan di masa pandemi COVID-19, p < 0,00 H0 ditolak Ha diterima sehingga terdapat hubugan yang signifikan.
VALIDASI MODUL “INTEGRASI PENDIDIKAN KESEHATAN” UNTUK KONSELING BERHENTI MEROKOK REMAJA DIKABUPATEN KUNINGAN Mustopa; Soon Siew Choo; Faridah Mohd Said; salami suyanto
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.275 KB)

Abstract

Tingginya perokok remaja pemula di beberapa negara adalah akibat dari permasalahan permasalahan mental emosional baik internal, ekternal dan permasalahan keluarga. Di negara Indonesia survey prevalensi merokok di kalangan remaja Indonesia dari usia 10-18 tahun, sangat mengkhawatirkan yaitu hampir 10% (9,1%) remaja merokok dan ini meningkat sebesar 0,3% dari hasil studi penelitian kesehatan dasar yang dilakukan pada 2013. Fenomena masalah perilaku merokok pada remaja sudah menjadi permasalahan negara negara baik negara berkembang atau negara maju di dunia. Banyak penelitian yang mengaitkan perilaku merokok remaja dengan situasi mental remaja yang berubah-ubah. Modul Integrasi pendidikan kesehatan ini adalah panduan untuk konselor dalam memberikan intervensi perpaduan edukasi kesehatan, komunikasi teraupetik dan Cognitive behaviour Therapy. Modul ini dibutuhkan oleh programer di puskesmas dalam program upaya berhenti merokok dikarenakan di puskesmas belum memiliki panduan untuk melakukan intervensi konseling . Modul ini membantu dalam memulai komunikasi selama sesi intervensi. Tujuan umum dari penelitian ini adalah melakukan validasi modul asuhan integrasi pendidikan kesehatan untuk kemampuan programer upaya berhenti merokok di puskesmas. Penelitian ini melibatkan 36 orang peserta dengan metode cross sectional. Proses validasi modul ini menggunakan penilaian dari programer PTM yang kemudian dianalisis statistik dengan Aiken’s V. Dari analisis di dapatkan dari 40 item pertanyaan penilaian adalah valid, dengan alasan V > 0.75, di setiap detil dari 40 items > 0.80. Maknanya adalah memiliki coefficient tinggi atau memiliki validitas yang baik dalam setiap uji point pertanyaan. Analisis dari atas akan disimpulkan untuk semua item valid dan modul terpadu sangat perlu di jadikan standar untuk intervensi bagi konselor perokok remaja di Puskesmas, klinik, dan praktik mandiri. Pengguna modul “Integrasi pendidikan kesehatan” tidak hanya untuk programer tenaga kesehatan di Puskesmas, akan tetapi bisa di gunakan untuk guru bimbingan konseling di sekolah yang menangani permasalahan remaja merokok. Rekomendasinya perlu ada follow-up pada penelitian selanjutnya untuk mengetahui efek jangka panjang dari proses pelatihan dengan modul. Kata Kunci: perokok remaja, pendidikan kesehatan, cognitive behaviour therapy,
GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN RETARDASI MENTAL DI SLB C SUKAPURA Maidartati; Mery Tania; Vina Octaviani
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.479 KB)

Abstract

Retardasi mental adalah gangguan perkembangan otak yang ditandai dengan penurunan kemampuan berfikit dan adanya keterbatasan dalam perilaku. Anak retardasi mental menempati angka paling besar dibanding dengan jumlah keterbatasan mental lainnya. Karakteristik sosiodemografi pada anak retardasi mental dapat dilihat dari data anak dengan retardasi mental, data ibu dan data ayah, sedangkan pada karakteristik ekonomi keluarga pada anak retardasi mental di SLB C Sukapura dapat dilihat dari penghasilan dalam keluarga dalam sebulan. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui apasaja karakteristik sosiodemograf dan bagaimana ekonomi keluarga pada anak retardasi mental di SLB C Sukapura. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 53 responden. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 53 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian menggunakan Kuesioner terdiri 12 pertanyaan yang mengkaji empat data yaitu data anak, ibu, ayah dan ekonomi keluarga. Hasil penelitian ini didapatkan data karakteristik sosiodemografi pada anak retardasi mental di SLB C Sukapura diantaranya hampir setengah dengan 23 responden (43.4%) anak berusia ≥16 tahun, sebagian besar dengan 18 responden (64.2%) anak laki-laki, hampir setengah dengan 18 responden (34%) merupakan anak SDLB, sebagian besar dengan 31 responden (58.5%) mengalami retardasi mental sedang, sebagian besar dengan 31 responden (58.8%) umur ibu saat hamil anak dengan retardasi mental dalam rentang usia 20-35 tahun, sebagian besar dengan 28 responden (52.8%) ibu dan ayah berpendidikan tinggi, sebagian besar dengan 40 responden (75.5%) ibu tidak bekerja, mayoritas dengan 42 responden (79.2%) ayah bekerja dan sebagian besar dengan 29 responden (54.7%) ayah perokok aktif. Pada ekonomi sebagian besar dengan 31 responden (58.5%) < UMR. Data tersebut dapat digunakan oleh pihak pendidikan untuk melengkapi data anak. Bagi pihak pendidikan khusus seperti SLB C agar dapat memberikan terapi dan lebih mengasah kemampuan anak didik agar kemampuannya menjadi prestasi dan memiliki kualitas hidup yang baik.

Page 10 of 19 | Total Record : 190