cover
Contact Name
Yosef Abdul Ghani
Contact Email
lppm@ars.ac.id
Phone
+62227-100124
Journal Mail Official
redaksi@ars.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.ars.ac.id/index.php/keperawatan/et
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan BSI
ISSN : -     EISSN : 25282239     DOI : https://doi.org/10.51977/j.kep
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan BSI Terbit pertama kali pada 2013. Jurnal ini dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran dan kajian analisis-kritis mengenai isu Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat. Terbit 2 (dua) kali setahun, yaitu April dan September. Jurnal Keperawatan BSI sebagai bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu pengetahuan hasil dari penelitian dan pemikiran untuk pengabdian pada Masyarakat luas, situs Jurnal Keperawatan BSI menyediakan artikel-artikel jurnal untuk diunduh secara gratis. Jurnal kami adalah jurnal ilmiah nasional yang merupakan sumber referensi akademisi. Jurnal Keperawatan BSI menerima artikel ilmiah dengan area penelitian pada: Keperawatan Medical Bedah Keperawatan Gawat Darurat Keperawatan Maternitas Keperawatan Anak Keperawatan Jiwa Keperawatan Komunitas Keperawatan Keluarga Keperawatan Gerontik Manajemen Keperawatan
Articles 202 Documents
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN HEMODIALISA Hudzaifah, Al Fatih; iklima, Nurul
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/nvc5a750

Abstract

Penyakit gagal ginjal kronik (PGK) merupakan masalah global, termasuk di Indonesia. Hemodialisa menjadi upaya vital dalam mempertahankan kualitas hidup pasien PGK, namun studi menunjukkan bahwa pasien hemodialisa cenderung memiliki kualitas hidup yang buruk, dan salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah kecemasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisa di RSUD Kota Bandung. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 46 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Tingkat kecemasan pasien diukur menggunakan kuisioner Hamilton Rating Scale of Anxiety (HARS), sementara kualitas hidup pasien diukur menggunakan WHOQOL-BREF. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil menunjukkan nilai p=0.000 dan r=?0.769, mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara tingkat kecemasan dengan kualitas hidup pasien hemodialisa. Arah korelasi negatif yang kuat (r=?0.769) menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kecemasan maka semakin buruk kualitas hidup pasien. Data juga menunjukkan 23 responden (50.0%) mengalami kecemasan sangat berat dan 45 responden (97.8%) memiliki kualitas hidup yang buruk. Disarankan peningkatan pelayanan asuhan keperawatan, termasuk terapi foot message untuk mengurangi kecemasan pasien.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA 6 BULAN SAMPAI 1 TAHUN DI PUSKEMAS LELES GARUT Anita Putri Wijayanti; Indri Indriani, Neng; Hayati, Sri
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/wha0rz43

Abstract

Stunting in childhood is the best indicator of child welfare and is an accurate reflection of social inequality. The causes of stunting are caused by multiple dimensions, including providing nutrition to toddlers, the highest toddler nutrition is found in breast milk. Stunting is only visible when the child reaches the age of 6 months to 1 year. This study is to analyze the Relationship between Exclusive Breastfeeding and the Incidence of Stunting in Toddlers aged 6 months to 1 year at the Leles Garut Community Health Center. The type of research used in this study is quantitative research using a correlational study research design. The population in this study were all mothers who had toddlers aged 6 months to 1 year who were not diagnosed with disease in the working area of the Leles Garut Community Health Center, totaling 424. The sampling technique in this study used accidental sampling, namely the sample taken was all mothers who had toddlers and came to the integrated health post during the 2 weeks of the study, obtained 98 respondents. The research will be conducted on August 7 – August 21, 2024. The instruments in the study used questionnaires, microtoice and Z-Score tables. The data analysis technique used for univariate data used percentages and bivariate data used Chi-Square. Results: Most toddlers were not given Exclusive Breastfeeding and stunting occurred, namely 53 respondents (54.1%). Most (54.1%) or 53 respondents were not given Exclusive Breastfeeding, namely. There is a significant relationship between the two variables, namely with a value (p-value = 0.000), with a very strong level of relationship. Suggestions To increase the role of health workers to improve counseling and provide information about Exclusive Breastfeeding. Conclusion: Stunting can occur if children are not given Exclusive Breastfeeding according to their age.
Gambaran Dukungan Keluarga Kader Di Posyandu Wilayah Uptd Puskesmas Padasuka Irawan, Erna; rosdiana, dede; saputra, anggi; ningrum, tita puspita; tania, Mery
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/pvz09845

Abstract

ABSTRAK Posyandu merupakan salah satu upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Keberlangsungan kegiatan Posyandu sangat dipengaruhi oleh partisipasi aktif kader sebagai pelaksana utama dalam menjangkau masyarakat serta mendukung tugas tenaga kesehatan. Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi konsistensi dan kehadiran kader dalam menjalankan perannya. Penelitian ini bertujuan menggambarkan dukungan keluarga kader Posyandu di wilayah UPTD Puskesmas Padasuka. Desain penelitian menggunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan potong lintang. Teknik pengambilan sampel adalah stratified sampling dengan total 88 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga kader dan daftar hadir kader pada periode Juni 2024–Juni 2025. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar bagi Puskesmas Padasuka untuk memperkuat program pembinaan serta pemberdayaan kader agar keberlanjutan pelayanan Posyandu dapat terjaga. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Posyandu, Kader   ABSTRACT Posyandu is a strategic community-based health effort initiated by the government to improve public health status. The sustainability of Posyandu activities relies significantly on the active participation of cadres as the primary implementers who assist health workers and reach the community more broadly. Family support is an important factor that may influence cadre consistency and attendance in carrying out their roles. This study aims to describe family support of cadre at Posyandu under the UPTD Padasuka Health Center. The study used a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. Stratified sampling was applied, involving a total of 88 respondents. Data were collected using a family support questionnaire and the cadre attendance list recorded from June 2024 to June 2025. Data were analyzed using the Chi-Square test. The findings are expected to support the Padasuka Health Center in strengthening coaching and empowerment programs for Posyandu cadres to ensure service sustainability. Keywords: Cadres,  Family Support, Posyandu
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Posyandyu Wilayah UPTD Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung SAPARINGGA DASTI PUTRI; Hayati, sri; Romadan, Alika Aropa; fatih, hudzaifah al fatih; irawan, erna
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/3yyj0123

Abstract

  Posyandu merupakan salah satu upaya kesehatan berbasis masyarakat yang berperan penting dalam pemantauan tumbuh kembang balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dengan kunjungan balita ke Posyandu di UPTD Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 83 ibu yang memiliki balita usia 12–59 bulan dan dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji statistik Rank Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup (42,2%) Kesimpulan:  sebagian besar pengetahuan ibu termasuk cukup dengan kunjungan balita ke posyandu di UPTD Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung. Pengetahuan yang lebih baik mendorong ibu untuk lebih rutin membawa balitanya ke posyandu. Posyandu (Integrated Health Post) is a community-based health effort that plays an important role in monitoring the growth and development of toddlers. This study aims to determine the relationship between maternal knowledge and toddler visits to Posyandu at UPTD Puskesmas Babakan Sari, Bandung City. This research used a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 83 mothers with toddlers aged 12–59 months, selected using total sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed with the Spearman Rank correlation test. Results: The findings showed that most mothers had a moderate level of knowledge (42.2%), and the majority of toddler visits to Posyandu were categorized as routine. Statistical analysis indicated a significant relationship between maternal knowledge and toddler visits to Posyandu (p-value < 0.05). Conclusion: There is a significant relationship between maternal knowledge and toddler visits to Posyandu at UPTD Puskesmas Babakan Sari, Bandung City. Mothers with better knowledge tend to bring their toddlers to Posyandu more regularly.
Gambaran Aktivitas Fisik Lansia di Panti Tresna Werdha Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung Anggi Saputra; Thania, Mery; ningrum, tita puspita; Iklima, Nurul; Iklima, Cica
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/enskfz35

Abstract

The elderly are individuals who are at the end of the stage of human life, where the process of decline is more dominant than progress. Poor sleep quality can be influenced by several factors such as age, motivation, physical activity, diet, culture, alcohol consumption, smoking, lifestyle, and disease. Regular physical activity in the elderly such as cleaning the house, doing physical exercise and others can stimulate a decrease in sympathetic nerve activity and an increase in parasympathetic activity which results in a decrease in the hormones adrenaline, norepinephrine and catecholamines so as to help fulfill the quality of sleep in the elderly. The purpose of this study was to analyze the relationship between physical activity and sleep quality in the elderly. This research method uses a cross sectional study research design. The population of this study were all elderly people who were in the Tresna Werda Panti, Ciparay District, Bandung Regency. The number of samples in this study were 50 respondents with a sampling technique using purposive sampling. The instrument used in this study used the PASE questionnaire to measure physical activity and the PSQI questionnaire to measure sleep quality. Analysis of the data using the formula for the frequency distribution and Spearman rank. The results of this study were obtained from 50 respondents 47 (94.0%) elderly had less physical activity, 48 (96.0%) elderly had poor sleep quality. Therefore, it is very important to have structured physical activity programs/activities for the elderly at the Tresna Werda Panti, Ciparay District, Bandung Regency.
Gambaran Keaktifan Kader Di Posyandu Wilayah UPTD Puskesmas Padasuka Kota Bandung Hera, Hera Wahyuni; ningrum, tita puspita; irawan, erna; saputra, anggi; rosdiana, dede
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jpg8k658

Abstract

Posyandu merupakan salah satu bentuk pendekatan yang dilakukan pemerintah untuk mewujudukan tercapainya kemampuan hidup sehat bagi masyarakat, keberlangsungan kegiatan posyandu sangat bergantung pada partisipasi aktif dari kader Posyandu sebagai pelaksana utama. Banyak faktor yang mempengaruhi keaktifan seorang kader posyandu, salah satunya adalah dukungan keluarga yaitu dukungan yang paling diharapkan dalam memberikan motivasi yang kuat khususnya bagi seorang kader dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang kader posyandu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan Dukungan Keluarga kader dengan keaktifan kader posyandu di wilayah UPTD Puskesmas Padasuka Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh responden (86.4%) atau 76 orang dapat dikategorikan sebagai kader yang aktif. Kader posyandu diharapkan untuk terus meningkatkan dedikasi dan keaktifan dalam menjalankan tugas-tugas di posyandu sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kepada peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian lebih lanjut dan mendalam mengenai faktor-faktor lain yang mungkin lebih berpengaruh terhadap keaktifan kader posyandu.
Gambaran Kunjungan Balita di Posyandu Wilayah UPTD Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung Khasanah, Umi; tania, Mery; Hayati, sri; IRAWAN, ERNA
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/2exnrt05

Abstract

Posyandu merupakan bentuk pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang memiliki peran strategis dalam upaya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita secara berkesinambungan. Melalui kegiatan Posyandu, balita dapat memperoleh pelayanan kesehatan dasar seperti penimbangan berat badan, pemantauan status gizi, imunisasi, serta edukasi kesehatan bagi ibu. Namun demikian, cakupan kunjungan balita ke Posyandu di wilayah kerja UPTD Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung masih belum mencapai target yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kota Bandung, yaitu sebesar 85%. Data menunjukkan bahwa capaian kunjungan balita hanya mencapai 60,22%, sehingga masih terdapat kesenjangan yang cukup besar antara target dan realisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat kunjungan balita ke Posyandu di wilayah kerja UPTD Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 83 ibu yang memiliki balita usia 12–59 bulan, yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita, yaitu 66,3% atau sebanyak 55 balita, melakukan kunjungan ke Posyandu secara rutin, sedangkan 33,7% atau 28 balita masih belum melakukan kunjungan secara rutin. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun mayoritas balita telah memanfaatkan layanan Posyandu, masih diperlukan upaya peningkatan untuk mencapai target kunjungan yang optimal.
GAMBARAN DUKUNGAN KELUARGA KEPADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 UNTUK MELAKUKAN KONTROL RUTIN DI PUSKESMAS SERANG KOTA Mulyana, Hilman; IRAWAN, ERNA; Firmansyah, Rony Suhada; nurjannah, evi
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/sfsqx541

Abstract

Latar Belakang: Penderita diabetes melitus (DM) tipe 2 yang tidak melakukan kontrol rutin dapat menyebabkan banyak komplikasi kronis seperti kebutaan, gagal ginjal, serangan jantung, stroke, dan amputasi kaki diabetik. Dukungan keluarga seperti dukungan emosional, instrumental, dan informasional sangat penting untuk tetap memotivasi penderita mengikuti pengobatan DM tipe 2, melakukan kontrol rutin pada tenaga kesehatan profesional sehingga dapat mencegah komplikasi jangka panjang dan jangka pendek didukung dengan kerja sama yang kuat antara penderita, tenaga kesehatan, dan keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan melakukan kontrol rutin pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Serang Kota. Metode: Desain penelitian ini  adalah descriptive correlational pendekatan cross-sectional. Poulasi penelitian ini adalah pasien DM tipe 2 di Puskesmas Serang Kota sebanyak 143 orang yang didapatkan dari Random Sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel penelitian yaitu variable independent dukungan keluarga dan variable dependen kapatuhan kontrol rutin. Data diambil melalui penyebaran instrument berupa kuesioner dukungan keluarga dab data sekunder dari puskesmas berupa frekuensi kunjungan ke puskesmas, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dengan signifikan ? > 0,05. Hasil: Berdasarkan hasil uji chi square penelitian didapatkan bahwa sebagian besar (65%) responden melaporkan kurangnya dukungan keluarga dan 100 (69.9%) responden kurang patuh dalam melakukan kontrol rutin. Terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Serang Kota dengan ?-value = 0,000 (<0,05). Saran: Diharapkan pihak Puskesmas melakukan penyuluhan kepada keluarga tentang pentingnya dukungan keluarga terhadap pasien DM tipe 2, sehingga diharapkan dengan dukungan keluarga yang baik akan dapat menghindari komplikasi-komplikasi yang mungkin terjadi pada pasien Diabetes melitus.
GAMBARAN  SELF CARE PADA PASIEN PASCA PERCUTANEOUS CORONARY INTERVENTION DI CARDIAC CENTRE RUMAH SAKIT SANTOSA BANDUNG CENTRAL IRAWAN, ERNA; Ningrum, Tita Puspita Ningrum; witdiawati, witdiawati; maidartati, Maidartati; Assidik, Muhamad Fajar Assidik
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/szqgmm46

Abstract

  PCI merupakan salah satu tatalaksana penyakit jantung koroner yang pada saat ini banyak digunakan karena proses penatalaksanaan yang cepat dan minimal resiko yang dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.Penerapan self care yang tidak adekuat dapat meningkatkan kekambuhan gejala seperti nyeri dada, sesak nafas, dada terasa seperti tertindih serta keterbatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Self Care Pada Pasien CAD Post Tindakan PCI di Cardiac Centre Santosa Hospital Bandung Central. Penelitian ini merupakan penelitian descriptive corelative dengan desain cross sectional. Dalam penelitian ini populasinya adalah pasien CAD rajal post PCI sebanyak 200 responden, Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling n sampel berjumlah 133 orang dengan kriteria minimal 4 minggu post PCI. Instrument dalam penelitian ini menggunakan kuesioner (SC-CHDI dan  SAQ-7). Pengolahan data dianalisis menggunakan software statistic SPSS, kemudian untuk analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji ranks spearman. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan gambaran self care responden menunjukan sebagian besar memiliki self care baik sebanyak 80 responden (60.2%), dan sebagian kecil memiliki self care kurang sebanyak 53 responden (39.8%).   PCI is one of the coronary heart disease treatments that is currently widely used because the management process is fast and minimal risk that can improve the quality of life of patients. Inadequate self-care implementation can increase the recurrence of symptoms such as chest pain, shortness of breath, chest feels like being crushed and limitations in carrying out daily activities. This study aims to determine the Relationship of Self-Care with Quality of Life in CAD Patients Post PCI Procedures at the Cardiac Center Santosa Hospital Bandung Central. This study is a descriptive correlative study with a cross-sectional design. In this study, the population was 200 respondents of CAD patients post PCI. The sampling technique in this study used purposive sampling with a sample of 133 people with a minimum criterion of 4 weeks post PCI. The instrument in this study used a questionnaire (SC-CHDI and SAQ-7). Data processing was analyzed using SPSS statistical software, then for univariate analysis using frequency distribution, while bivariate analysis using the Spearman ranks test. Based on the research results, the description of respondents' self-care shows that most have good self-care, as many as 80 respondents (60.2%), and a small portion has poor self-care, as many as 53 respondents (39.8%).  
GAMBARAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP MINUM OBAT PADA PASIEN STROKE DENGAN RIWAYAT HIPERTENSI DAN DIABETES DI POLI KLINIK PENYAKIT DALAM SANTOSA HOSPITAL BANDUNG Suwignjo, Purwo; thania, Mery thania; Irawan, Erna irawan; Fitriana, Lisna Anisa Fitriana; Abdillah, Yuda Rizal Abdillah
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jhmgkn90

Abstract

            Stroke is one of the most serious health problems with impacts that can cause disability and the third cause of death in the world both in developed and developing countries after heart disease and cancer. The cause of stroke can be caused by non-compliance in taking hypertension and diabetes mellitus medication. There are several factors that can affect the level of compliance in taking medication in This study aims to determine the relationship between family support and the level of compliance in taking medication in stroke patients at the internal medicine clinic of Santosa Hospital Bandung Central. The research design used a cross-sectional study with the Sperman-Rank correlation method. The population in this study was 93 patients. The inclusion criteria for this were patients who had stroke or recurrent stroke. The sampling technique used purposive sampling with a sample size of 59 patients. This study used an instrument that measured family support and the level of compliance in taking medication. Univariate analysis used the percentage technique and bivariate analysis used the Sperman-Rank correlation test. The results of the study showed that 45 (76.3%) or most had good family support.