cover
Contact Name
Yosef Abdul Ghani
Contact Email
lppm@ars.ac.id
Phone
+62227-100124
Journal Mail Official
redaksi@ars.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.ars.ac.id/index.php/keperawatan/et
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan BSI
ISSN : -     EISSN : 25282239     DOI : https://doi.org/10.51977/j.kep
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan BSI Terbit pertama kali pada 2013. Jurnal ini dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran dan kajian analisis-kritis mengenai isu Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat. Terbit 2 (dua) kali setahun, yaitu April dan September. Jurnal Keperawatan BSI sebagai bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu pengetahuan hasil dari penelitian dan pemikiran untuk pengabdian pada Masyarakat luas, situs Jurnal Keperawatan BSI menyediakan artikel-artikel jurnal untuk diunduh secara gratis. Jurnal kami adalah jurnal ilmiah nasional yang merupakan sumber referensi akademisi. Jurnal Keperawatan BSI menerima artikel ilmiah dengan area penelitian pada: Keperawatan Medical Bedah Keperawatan Gawat Darurat Keperawatan Maternitas Keperawatan Anak Keperawatan Jiwa Keperawatan Komunitas Keperawatan Keluarga Keperawatan Gerontik Manajemen Keperawatan
Articles 190 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN PERAWAT TERHADAP BUNDLE VAP DI RUANG ICU Al Fatih, Hudzaifah; Iklima, Nurul; Kurniasih, Rosa
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pneumonia adalah peradangan pada parenkim paru yang disebabkan oleh bermacam-macam agen infeksius, termasuk virus, bakteri dan mukoplasma. Pneumonia yang terjadi setelah 48 jam pemakaian ventilasi mekanik baik pipa endotracheal maupun tracheostomi didefinisikan Ventilator Associated Pneumonia (VAP). Terdapat 7 bundle VAP untuk menurunkan VAP, namun kurangnya pengetahuan menjadi hambatan terhadap kepatuhan perawat terhadap bundle VAP serta mempengaruhi keefektifan dan keberhasilan bundle untuk mereduksi angka VAP. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan perawat tentang bundle VAP di ICU Santosa Hospital Bandung Central. Desain penelitian berupa deskriptif korelasional. Sampel penelitian ini adalah seluruh perawat di ruang ICU Santosa Hospital Bandung Central sebanyak 87 perawat yang direkrut menggunakan teknik total sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan perawat ICU tentang VAP dan lembar observasi kepatuhan perawat terhadap bundle VAP. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan perawat tentang bundle VAP yaitu sebagian besar perawat ICU memiliki pengetahuan baik sebanyak 50 perawat (58,1%), kepatuhan perawat tentang bundle VAP yaitu 74 (85.1%) perawat ICU tidak patuh terhadap bundle VAP. Selanjutnya, tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat dengan kepatuhan perawat terhadap bundle VAP (r=0.086, p=0.429). Untuk meningkatkan kepatuhan perawat dalam melaksanakan bundle VAP, rumah sakit perlu memberikan pengawasan yang lebih ketat terhadap pelaksanaan bundle VAP dan memberikan sanksi bagi mereka yang tidak patuh. Pelatihan tentang bundle VAP juga perlu dilakukan agar perawat mengetahui pentingnya bundle VAP dalam mengurangi angka kejadian VAP dan merasa memiliki tanggungjawab untuk melaksanakannya.
TERAPI BERMAIN ULAR TANGGA TERHADAP FUNGSI KOGNITIF LANJUT USIA : TERAPI BERMAIN ULAR TANGGA TERHADAP FUNGSI KOGNITIF LANJUT USIA Lia Nurlianawati; Nurmansyah, Andri; Novianti, Wini Resna
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terapi bermain ular tangga adalah salah satu terapi menggunakan media yang dapat digunakan untuk meningkatkan fungsi kognitif lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi bermain ular tangga terhadap tingkat kognitif pada lansia. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel Pada penelitian ini adalah lansia sebanyak 30 lansia, Teknik pengambilan sampel melalui teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan analisis univariat untuk menggambarkan distribusi data dan analisis bivariat dengan uji Wilcoxon untuk menguji perbedaan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan yang signifikan pada tingkat kognitif lansia setelah diberikan intervensi permainan ular tangga (p<0,05). Berdasarkan temuan ini, dapat di simpulkan bahwa ada pengaruh terapi bermain ular tangga terhadap Tingkat kognitif pada lansia. Kata Kunci :Fungsi Kognitif, Lansia, Terapi Bermain Ular Tangga
GAMBARAN KEPATUHAN FISIOTERAPI PADA PASIEN OSTEOARTHRITIS Irawan, Erna; Ningrum, Tita Puspita; Anggraeni, Dhestirati Endang; Darmayanti, Rita; Utami, Dian Tri Adi
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

OA (osteoarthritis) merupakan bentuk arthritis yang paling umum, penyakit ini merupakan penyebab utama kecacatan pada orang dewasa. Pengobatan yang dilakukan adalah pembedahan pergantian lutut total Knee replacement (TKR). Dibutuhkan penanganan yang tepat pada kasus post operasi TKR sehingga pasien dapat Kembali beraktivitas dengan normal diantaranya fisioterapi. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan yaitu dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan fisioterapi pada pasien osteoarthritis. Desain penelitian yang digunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sample sebanyak 30 responden menggunakan teknik Accidental Sampling. Analisis yang digunakan yaitu dengan penghitungan teknik korelasi Rank Spearmant. Hasil penelitian ini menunjukan setengahnya (63,3%) atau 19 responden menjalani fisioterapi pada tingkat rendah. Adapun upaya yang bisa dilakukan oleh rumah sakit sebagai upaya meningkatkan kepatuhan fisioterapi post TKR dengan membuat edukasi melalui media informasi digital tentang OA (osteoarthritis) pada pasien post TKR yang mudah di akses. Untuk peneliti selanjutnya dapat meneliti mengenai teknik edukasi kesehatan yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan kepatuhan fisioterapi pada pasien osteoarthritis post TKR.
GAMBARAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG ATRAUMATIC CARE DI RUMAH SAKIT Maidartati, Maidartati; Hayati, Sri; Al Fatih, Hudzaifah; Rahima, Putti
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Atraumatic Care merupakan pendekatan dalam perawatan anak yang bertujuan untuk meminimalkan atau menghilangkan rasa sakit dan ketakutan yang dialami anak selama menjalani perawatan medis. Mengingat pentingnya penerapan prinsip ini dalam memberikan perawatan yang berkualitas, pengetahuan, sikap, dan perilaku perawat menjadi faktor krusial yang perlu dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan perawat tentang prinsip Atraumatic Care di Ruang anak. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan sebanyak 35 perawat yang bekerja di Ruang Anak. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur pengetahuan perawat terkait Atraumatic Care. Data dianalisis dengan menggunakan distribusi frekuensi untuk menggambarkan karakteristik responden serta hasil pengukuran variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup tentang Atraumatic Care (57,14%). Analisis menunjukkan adanya kesenjangan antara pengetahuan dan penerapan prinsip Atraumatic Care dalam praktik sehari-hari di antara perawat. Hal ini menunjukkan perlunya intervensi berupa pelatihan berkelanjutan dan program pendampingan yang lebih efektif. Berdasarkan hasil penelitian ini, direkomendasikan untuk meningkatkan program pendidikan dan pelatihan bagi perawat, yang berfokus pada pengetahuan dalam menerapkan Atraumatic Care. Pengambil kebijakan di rumah sakit juga diharapkan untuk mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan Atraumatic Care dalam upaya perbaikan layanan kesehatan anak.
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PERAWAT RUANG OPERASI SELAMA PANDEMI COVID-19 Al Fatih, Hudzaifah; Wijayanti, Anita Putri; Tania, Mery; Handayani, Nining; Ziraluo, Eprianto
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 telah menjadi krisis kesehatan di dunia karena penyebaran sangat cepat, hal ini dapat menimbulkan kecemasan. Kecemasan merupakan salah satu yang di alami oleh semua orang, terutama di kalangan tenaga Kesehatan. Dampak kecemasan yang terjadi dikalangan tenaga kesehatan khususnya perawat ruang operasi mengalami ketakutan, stress dan sedih takut membawa virus dan tertular kepada anggota keluarganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran tingkat kecemasan perawat ruang operasi selama pandemi COVID-19. Populasi penelitiaan adalah perawat ruang operasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel penelitian sebanyak 58 orang perawat di ruang operasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner HRS-A yang terdiri dari 14 pertanyaan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa tingkat kecemasan responden yaitu sebagian kecil tidak cemas (6,9%), cemas ringan sebagian besar (60,3%) dan cemas sedang sebagian kecil (27,6%). Hasil penelitian ini menggambarkan hampir semua perawat yang bekerja di ruang operasi mengalami kecemasan ringan dan kecemasan sedang. Dari hasil data diatas menunjukkan bahwa pengukuran tingkat kecemasan ruang operasi lebih efektif menggunakan metode deskriptif cross sectional dan intrumen HRS-A (14 item).
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE-OPERASI KATARAK DI RUMAH SAKIT DI KOTA BANDUNG Rahima, Putti; Irawan, Erna; Tania, Mery; Royana, Sujut; Iklima, Nurul
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Katarak merupakan keadaan dimana lensa mata bersifat opasitas (tidak tembus cahaya) dan merupakan penyebab dominan masalah sosio-medis yaitu kebutaan diseluruh dunia. Salah satu pengobatan katarak adalah pembedahan atau operasi. Pembedahan dilakukan dengan membuat sayatan pada suatu bagian tubuh kemudian akan akan dilakukan pemulihan dan diakhiri dengan jahitan atau tanpa dengan jahitan. Tindakan pembedahan merupakan sebuah pengalaman yang dapat menyebabkan kecemasan. Adanya kecemasan pada setiap pasien merupakan hal yang wajar, namun kecemasan yang berlebihan dapat menyebabkan respon patofisiologis seperti hipertensi, takikardi, penurunan kemampuan untuk mentoleransi rasa sakit baik intra operasi dan post operasi. Meningkatnya tekanan darah pada pasien akan mengakibatkan Tekanan Intra Okuler (TIO) juga meningkat. TIO yang meningkat akan menyulitkan ketika intra operasi yang menyebabkan lensa menjadi lengket sehingga sulit dikeluarkan serta menyulitkan dokter bedah mata untuk implant Intra Okuler Lens (IOL). Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian diskriftif kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan yaitu Acidental Sampling, selanjutnya penelitian ini menggunakan kuesioner APAIS dan dianalisa menggunakan analisa univariat dan responden ditabulasi silang dengan tingkat kecemasan mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir separuhnya 47,5% responden mengalami kecemasan ringan sejumlah 19 responden, sebagian kecil 52,5% responden mengalami kecemasan sedang sejumlah 21 responden.
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DI POSYANDU DENGAN KEPUASAN ORANG TUA BALITA KomalaDewi, Ida Ayu Gede Tina; Susanti, Ni Luh Putu Dina; Krisnandari D, Anak Agung Istri Wulan
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Posyandu ialah salah satu contoh upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM). Keandalan, daya tanggap, kepercayaan diri, empati, dan departemen yang gamblang di Posyandu digunakan untuk mengukur kualitas perawatan kesehatan yang disediakan di sana. Di Posyandu Desa Melinggih, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali, penelitian ini berusaha untuk memastikan hubungan antara kualitas pelayanan kesehatan dan kepuasan orang tua balita. Metodologi penelitian cross-sectional menggunakan analisis korelasi. Terdapat 213 responden membentuk seluruh sampel, yang diambil menggunakan prosedur pengambilan sampel non-probability sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kualitas pelayanan dan kepuasan orang tua balita. Analisis penelitian ini menggunakan Spearmen’s Rho. Hasil penelitian menunjukkan kualitas pelayanan kesehatan di posyandu Desa Melinggih Payangan, sebanyak 212 (99,5%) responden menilai kualitas pelayanan posyandu dengan kategori baik. Berdasarkan Kepuasan Orang Tua balita di posyandu Desa Melinggih Payangan, sebanyak 194 (91,1%) responden menyatakan kepuasan tinggi. Kualitas pelayanan kesehatan di Posyandu dikaitkan dengan kepuasan orang tua balita menurut analisis statistik menggunakan korelasi Spearman’s Rho, dengan hasil r = 0,721 dan nilai p < 0,01. Dalam penelitian ini, terdapat korelasi substansial antara kepuasan orang tua balita Desa Melinggih Payangan dengan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan di Posyandu.
GAMBARAN KEKAMBUHAN GASTRITIS Tania, Mery; Irawan, Erna; Anggraeni, Dhestirati Endang; Afilia, Nabila
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastritis merupakan salah satu masalah kesehatan di masyarakat dengan prevalensi yang cukup tinggi. Berdasarkan data Kementerian Republik Indonesia pada tahun 2019 mencatat bahwa kasus grastitis termasuk dalam sepuluh penyakit terbanyak di Indonesia. Di daerah kota bandung sendiri terdapat 8,976 (1,02%). Gastritis dapat mengalami kekambuhan dimana kekambuhan yang terjadi pada penderita gastritis dapat dipengaruhi oleh pengaturan pola makan yang tidak baik dan juga faktor stres. Walaupun kekambuhan dapat di cegah dengan obat tetapi dengan mengurangi faktor penyebabnya akan memperkecil kemungkinan terjadinya kekambuhan dengan mengkonsumsi makanan yang kaya serat seperti sayuran dan buah-buahan membantu melancarkan sistem pencernaan. Minum air putih untuk membantu menetralkan asam lambung dan makan dalam jumlah kecil namun sering. Penelitian ini dilakukan terhadap 60 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling. Ditemukan bahwa responden yang sering mengalami kekambuhan sebanyak 46 reponden (76.7%) dan responden yang mengalami jarang kambuh yaitu sebanyak 14 responden (23.3%).
GAMBARAN POLA MAKAN PADA PASIEN GASTRITIS Rahima, Putti; Irawan, Erna; Ningrum, Tita Puspita; Tania, Mery; Hayati, Sri
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastritis merupakan salah satu masalah kesehatan di masyarakat dengan prevalensi yang cukup tinggi. Berdasarkan data Kementerian Republik Indonesia pada tahun 2019 mencatat bahwa kasus grastitis termasuk dalam sepuluh penyakit terbanyak di Indonesia. Di daerah kota bandung sendiri terdapat 8,976 (1,02%). Gastritis dapat mengalami kekambuhan dimana kekambuhan yang terjadi pada penderita gastritis dapat dipengaruhi oleh pengaturan pola makan yang tidak baik dan juga faktor stres. Dampak dari gastritis bisa mengalami komplikasi seperti perdarahan saluran cerna bagian atas, hematemesis dan melena (anemia), ulkus peptikum, perforasi. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya gastritis yaitu biasakan makan dengan teratur, kunyah makanan dengan baik, jangan makan terlalu banyak, jangan berbaring setelah makan, kurangi makanan yang pedas dan asam, kurangi menyantap makanan yang menimbulkan gas, jangan makan makanan yang terlalu dingin dan panas, mengurangi makanan yang digoreng, kurangi konsumsi coklat. Pengaturan pola makan yang tidak baik dan tidak teratur akan menimbulkan kekambuhan pada penderita gastritis. Oleh karena itu pengaturan pola makan yang baik dan teratur merupakan salah satu tindakan preventif dalam mencegah kekambuhan gastritis. Penelitian ini dilakukan terhadap 60 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling. Ditemukan bahwa bahwa dari 60 responden, setengahnya memiliki memiliki pola makan yang tidak baik sebanyak 33 responden (55.0%), sedangkan responden dengan pola makan baik sebanyak 27 responden (45.0 %).
GAMBARAN STRESS GASTRITIS Suwignjo, Purwo; Darmayanti, Rita; Nadya, Nadya; Maidartati, Maidartati; Iklima, Nurul
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastritis merupakan salah satu masalah kesehatan di masyarakat dengan prevalensi yang cukup tinggi. Berdasarkan data Kementerian Republik Indonesia pada tahun 2019 mencatat bahwa kasus grastitis termasuk dalam sepuluh penyakit terbanyak di Indonesia. Di daerah kota bandung sendiri terdapat 8,976 (1,02%). Gastritis dapat mengalami kekambuhan dimana kekambuhan yang terjadi pada penderita gastritis dapat dipengaruhi oleh pengaturan pola makan yang tidak baik dan juga faktor stres. stres merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kekambuhan gastritis. Stres adalah sekumpulan perubahan fisiologis akibat tubuh terpapar terhadap bahaya atau ancaman. Stres dapat menimbulkan suatu pengaruh yang tidak menyenangkan pada seseorang berupa gangguan atau hambatan dalam pengobatan, mencetuskan kembali suatu gejala dari kondisi medis umum. Stres memiliki efek negatif melalui mekanisme neuroendokrin terhadap saluran pencernaan sehinggan beresiko untuk mengalami gastritis. Produksi asam lambung akan meningkat pada keadaan stres, misalnya pada beban kerja berat, panik, tergesa-gesa. Kadar asam lambung yang meningkat dapat mengiritasi mukosa lambung dan jika hal ini dibiarkan maka dapat menyebabkan terjadinya peradangan mukosa lambung atau gastritis. Penelitian ini dilakukan terhadap 60 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling. Ditemukan bahwa terdapat setengah dari responden mengalami stres sedang sebanyak 39 responden (65.0 %). Responden yang mengalami stres ringan sebanyak 17 responden (28.3 %) dan sedikit dari responden yang mengalami stres berat sebanyak 4 responden (6.7 %).