cover
Contact Name
Yosef Abdul Ghani
Contact Email
lppm@ars.ac.id
Phone
+62227-100124
Journal Mail Official
redaksi@ars.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.ars.ac.id/index.php/keperawatan/et
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan BSI
ISSN : -     EISSN : 25282239     DOI : https://doi.org/10.51977/j.kep
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan BSI Terbit pertama kali pada 2013. Jurnal ini dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran dan kajian analisis-kritis mengenai isu Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat. Terbit 2 (dua) kali setahun, yaitu April dan September. Jurnal Keperawatan BSI sebagai bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu pengetahuan hasil dari penelitian dan pemikiran untuk pengabdian pada Masyarakat luas, situs Jurnal Keperawatan BSI menyediakan artikel-artikel jurnal untuk diunduh secara gratis. Jurnal kami adalah jurnal ilmiah nasional yang merupakan sumber referensi akademisi. Jurnal Keperawatan BSI menerima artikel ilmiah dengan area penelitian pada: Keperawatan Medical Bedah Keperawatan Gawat Darurat Keperawatan Maternitas Keperawatan Anak Keperawatan Jiwa Keperawatan Komunitas Keperawatan Keluarga Keperawatan Gerontik Manajemen Keperawatan
Articles 190 Documents
Hubungan Dukungan Sosial Teman Sebaya Dengan Kualitas Hidup Lansia Di Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia Ciparay Purwo Soewignjo; Erna Irawan; Hudzaifah Al Fatih; Ulfi Saputri; Anggi Saputra
Jurnal Keperawatan BSI Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.721 KB)

Abstract

Populasi lansia dari tahun ke tahun semakin meningkat, artinya semakin bertambahnya usia maka kemampuan untuk melakukan aktifitas fisik akan mengalami penurunan yang berdampak pada kualitas hidup lansia terutama di panti sosial. Teman sebaya merupakan salahsatu hal terpenting bagi lansia di panti sosial untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Dukungan sosial yang baik dapat meningkatkan kualitas hidup lansia sehingga lansia dapat menikmati hidup dimasa tuanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan kualitas hidup lansia di Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia Ciparay kabupaten Bandung. Desain penelitian menggunakan deskriptif korelasi dengan rancangan cross sectional. Total sampel sebanyak 60 responden diambil menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Multidimensional Scale Of Perceived Social Support (MSPSS) untuk mengukur dukungan sosial teman sebaya dan kuesioner WHOQOL-BREF untuk mengukur kualitas hidup lansia. Hasil penelitian menunjukan bahwa hampir separuhnya (45,0%) mendapat dukungan sosial sedang sebanyak 27 orang dan sebagian besar (63,3%) memiliki kualitas hidup yang cukup sebanyak 38 orang. Hasil uji statistik pearson Product moment menunjukan ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup lansia, dengan nilai signifikansi 0,001< 0,05. Nilai koefisiensi sebesar 0,414 yang menunjukan keeratan hubungan yang cukup. Kemudian arah (jenis) hubungan antara variabel dukungan sosial teman sebaya dengan kualitas hidup lansia yaitu bernilai positif yaitu 0,414. Sehingga hubungan kedua variabel tersebut bersifat searah, dengan demikian dapat diartikan bahwa semakin ditingkatkan dukungan sosial teman sebaya maka kualitas hidup juga akan meningkat. Sehingga diharapkan dukungan sosial lebih ditingkatkan lagi agar kualitas hidup lebih meningkat.
Hubungan Activity Of Daily Living (ADL) Dengan Tingkat Depresi Pada Lansia Rita Damayanti; Erna Irawan; Mery Tania; Rita Rahmayati; Umi Khasanah
Jurnal Keperawatan BSI Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.196 KB)

Abstract

Laju perkembangan penduduk dunia termasuk Indonesia saat ini sedang menuju proses penuaan yang ditandai dengan meningkatnya jumlah serta proporsi penduduk lansia. Proses penuaan yang dialami lansia tidak hanya berpengaruh terhadap segi kehidupan tetapi juga akan diikuti dengan kemunduran fisik dan juga mental. Kemunduran tersebut dapat berdampak pada terjadinya depresi pada lanjut usia. Depresi merupakan masalah mental yang paling banyak ditemui pada lansia dengan prevalensi depresi pada lansia didunia sekitar 8 - 15%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan activity of daily living (ADL) dengan tingkat depresi pada lansia di Balai Perlindungan Sosial Tresna Werdha Ciparay Kabupaten Bandung. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif non-eksperimental dan termasuk dalam penelitian korelasional dengan rancangan Cross Sectional. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik Non Probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah semua lansia yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang berjumlah 60 lansia. Pengumpulan data dengan kuesioner barthel index untuk mengukur kemampuan ADL lansia yang masih dapat dilakukan dan geriatric depression scale (GDS) untuk mengukur tingkat depresi pada lansia. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji Rank Spearman. Analisis bivariat menggambarkan bahwa tingkat activity of daily living lansia mandiri (56,7%), tingkat depresi lansia yang tidak mengalami depresi (43,3%). Uji statistik menunjukkan ada hubungan activity of daily living dengan tingkat depresi pada lansia di Balai Perlindungan Sosial Tresna Werdha Ciparay Kabupaten Bandung dengan nilai p-value (0,000) <0,05 Hₐ diterima searah dengan tingkat korelasi cukup sedang (0,442). Ada hubungan activity of daily living dengan tingkat depresi di Balai Perlindungan Sosial Tresna Werdha Ciparay Kabupaten Bandung, diharapkan pihak panti dapat mempertahankan activity of daily living (ADL) agar tingkat depresi pada lansia tidak meningkat.
Hubungan Kekurangan Energi Kronik (KEK) Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Puskesmas Margahayu Raya Kota Bandung Sri Hayati; Hudzaifah Al Fatih; Nelis Cahyati
Jurnal Keperawatan BSI Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.526 KB)

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang melatar belakangi kejadian morbiditas dan mortalitas yaitu akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin saat kehamilan maupun setelahnya yang dapat meningkatkan resiko kelahiran prematur, kematian ibu dan anak, dan penyakit infeksi. Dampak anemia pada ibu hamil yaitu bisa mengakibatkan : abortus, missed abortus, kelainan kongenital, bayi prematur, perdarahan antepartum, gangguan pertumbuhan janin, asfiksia intrauterin, BBLR, mudah terkena infeksi, IQ bayi rendah hingga mengakibatkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan kekurangan energi kronik (KEK) dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Margahayu Raya Kota Bandung. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden 105 ibu hamil dengan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Instrumen pada penelitian ini menggunakan data sekunder yang diambil dari buku rekam medik responden. Analisa data dilakukan dengan univariat dan bivariat. Analisa bivariat dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 15,2% ibu hamil mengalami KEK, dan terdapat 56,2% ibu hamil mengalami anemia. Hasil analisis uji chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan KEK dengan anemia di Puskesmas Margahayu Raya Kota Bandung, dengan nilai p-value 0,100. Diharapkan kepada ibu hamil untuk disiplin minum tablet Fe sesuai dengan jumlah yang dianjurkan yaitu sesuai petunjuk 1 hari 1 tablet selama kehamilan. Mengkonsumsi tablet Fe bisa dilakukan bersamaan dengan mengonsumsi sayuran dan buah-buahan kaya vitamin C dan menghindari makanan dan minuman yang menghambat penyerapan zat besi.
Gambaran Budaya Orang Tua Tentang Pernikahan Dini Trisna Rosanti; Sukmawati; Lilis Mumuroh
Jurnal Keperawatan BSI Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.73 KB)

Abstract

Pernikahan dini pada remaja masih banyak terjadi pada masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Salah satu penyebab pernikahan dini yaitu budaya karena orang tua menganggap pernikahan dini adalah hal wajar. Pernikahan dini berdampak pada segi ekonomi, sosial, psikologis, kesehatan dan perceraian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran budaya orang tua tentang pernikahan dini. Jenis Penelitian ini menggunakan Deskriptif Kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua yang menikahkan anak perempuannya <21 tahun dan laki-laki <25 tahun sebanyak 40 orang. Sampel pada penelitian ini menggunakan Total Sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner yang telah dimodifikasi dan diuji kembali oleh peneliti lainnya dengan hasil uji validitas sebesar 0.514-0.849 dengan r tabel 0.4227 dan uji reliabilitas sebesar 0.951 dengan r tabel 0.4227. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki budaya mendukung terhadap pernikahan dini yaitu 24 responden (60%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar budaya orang tua di Desa Pasawahan mendukung terjadinya pernikahan dini. Diharapkan petugas kesehatan, tokoh masyarakat dan Pemerintah untuk secara kontinu memberikan pendidikan kesehatan tentang dampak pernikahan dini
Hubungan Kemandirian Lansia Dalam Activity of Daily Living Terhadap Kualitas Hidup Lansia Lia nurlianawati
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.464 KB)

Abstract

The Elderly is the last stage of development in the process of human life starting from babies, children, adults and eventually becoming old. In the elderly, there will be various changes and there will be a decrease in physical conditions, namely immobilization, severe senility (dementia), unbearable urination or bowel movements (incontinence), insufficient food and drink intake. The problem in the elderly requires the elderly to adjust themselves continuously, and if the adjustment process is not successful it will be the cause the elderly to become dependent on others and unable to carry out activities independently. Independence is the freedom to act, independent of others, and free to regulate oneself or one's activities, both individually and in groups. Independence is influenced by individual physical, psychological, and environmental factors that can affect the quality of life. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of independence of the elderly and the quality of life of the elderly. The research method uses a correlational cross-sectional approach. The population and sample in this study were the elderly in the Budi Pertiwi Nursing Home. The research instrument used the Barthel index for the level of independence and WHOQOL BREFF for quality of life. health status or value of humans as God's creatures who are equipped with thoughts, feelings, determination, rights, and basic human obligations to reach a respectable position in the eyes of humans and Allah SWT. Results of the initial study, the number of elderly people in the nursing home was 35 people, when the study obtained data related to their physical and psychological conditions, some of the elderly suffered from chronic diseases consisting of diabetes, gastritis, hypertension and rheumatism and psychological problems, most of the elderly experienced loneliness because they did not have activities in their spare time that are only spent daydreaming alone, the adaptation of new habits in the midst of the Covid 19 pandemic has created a limitation of social activity for the elderly so that many elderly people do not do activities and activities in their spare time which eventually make the elderly feel lonely, to continue to hone their potential for the elderly and improving the health of the elderly, it is very necessary to implement activities / activities for the elderly during the adaptation of new habits in the midst of the Covid 19 pandemic in the form of implementing activities that can be done in their spare time by the elderly to improve the health, welfare and quality of life of the elderly.
Hubungan Stigma Hiv Dengan Kualitas Hidup Penderita Hiv/Aids Al Fatih Hudzaifah; Tita Puspita Ningrum
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.706 KB)

Abstract

ABSTRAK Stigma pada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) erat kaitannya dengan perilaku moral yang identik dengan perbuatan tercela seperti penyimpangan seksual dan peyalahgunaan narkotika. Hal tersebut menyebabkan depresi dan kecemasan, perasaan kurang bernilai, menolak menjalankan terapi antiretroviral yang berefek pada menurunnya kualitas hidup penderita HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi hubungan stigma HIV dengan kualitas hidup pada penderita HIV/AIDS. Penelitian ini menggunakan metode penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di LSM Female PLUS Bandung. Sebanyak 50 ODHA berpartisipasi pada penelitian dengan menggunakan teknik quota sampling. Data yang diperoleh menggunakan kuesioner Berger HIV Stigma Scale untuk skala stigma dan WHOQOL-HIV Bref untuk kualitas hidup. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji statistik Fisher Exact test. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar yaitu (66%) ODHA memiliki stigma sedang dan kualitas hidup cukup sebesar (74%) dan terdapat hubungan yang signifikan antara stigma HIV dengan kualitas hidup penderita HIV/AIDS (p=0,000). Untuk mengurangi dampak negatif stigma terhadap penurunan kualitas hidup penderita HIV/AIDS maka perlu dilakukan penyuluhan tentang penyakit HIV/AIDS pada masyarakat maupun ODHA. Kata Kunci : HIV/AIDS, Kualitas Hidup, Orang Dengan HIV/AIDS, Stigma ABSTRACT The stigma of People Living With HIV/AIDS (PLWHA) is closely related to moral behavior that is synonymous with disgraceful acts such as sexual deviations and narcotics abuse. This causes depression and anxiety, a feeling of lack of worth, refusing to take antiretroviral therapy that has an effect on the quality of life of people living with HIV/AIDS. This study aims to analyze the relationship between HIV stigma and quality of life in people living with HIV/AIDS. A correlational research method with a cross sectional approach used in this study. This research was conducted at Female PLUS NGO Bandung. A total of 50 PLWHA participated in the study taken by quota sampling technique. Data obtained using the Stigma Scale HIV Berger questionnaire for the stigma scale and WHOQOL-HIV Bref for quality of life. The collected data were analyzed using the Fisher Exact test. The result showed that most of PLWHA (66%) had moderate stigma and the quality of life was quite high (74%) and there was a significant relationship between HIV stigma and quality of life of PLWHA (p = 0.000). To reduce the negative impact of stigma towards the quality of life of PLWHA, it is necessary to provide information about HIV / AIDS to the community and PLWHA. Keywords: HIV/AIDS, People Living With HIV/AIDS, Quality of Life, Stigma
Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Babakan Sari Erna Irawan; Hudzaifah Al Fatih; Faishal
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.28 KB)

Abstract

Abstrak Latar Belakang : Diabetes mellitus tipe 2 merupakan suatu penyakit kronik yang tidak dapat disembuhkan secara total yang berakibat pada Health Related Quality of Life (HRQOL). Penderita diabetes mellitus tipe 2 memiliki resiko penurunan kualitas hidup sebanyak 6,75 kali yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor . Tujuan : Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien diabetes mellitus tipe 2. Metode : Jenis penelitian menggunakan metode kuantitatif desain penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Data diolah menggunakan SPSS dengan analisis univariat dengan persentase, analisis bivariat, dan analisis multivariat, menggunakan Uji Spearman Rank dan Regresi Logistik. Hasil : Penelitian ini menemukan bahwa terdapat hubungan antara jenis kelamin (0,032<0,05), lama menderita (0,000<0,05), pengetahuan (0,000<0,05), kecemasan (0,000<0,05), stres (0,000<0,05), dukungan keluarga (0,000<0,05), dan self-care (0,000<0,05) dengan kualitas hidup pasien diabetes mellitus, sedangkan untuk variabel usia (0,376>0,05), pendidikan (0,558>0,05), komplikasi (0,925>0,05), dan depresi (0,392>0,05) tidak berhubungan signifikan dengan kualitas hidup pasien diabetes mellitus tipe II. Simpulan : Terdapat hubungan antara jenis kelamin, lama menderita, pengetahuan, kecemasan, stres, dukungan keluarga, dan self-care (0,000<0,05) dengan kualitas hidup pasien diabetes mellitus dan tidak terdapat hubungan antara usia, pendidikan, komplikasi, dan depresi dengan kualitas hidup pasien diabetes mellitus tipe II. Serta faktor yang paling mempengaruhi kualitas hidup pasien diabetes mellitus tipe II adalah faktor lama menderita Saran : Diharapkan agar dilakukan pendidikan kesehatan mengenai diabetes mellitus, pentingnya dukungan keluarga, manajeman cemas dan stres, serta menjaga pentingnya pola hidup sehat sehingga penderita yang baru bisa mempertahankan kualitas hidupnya. Kata Kunci : Diabetes Mellitus, Kualitas Hidup ABSTRACT Background: Diabetes mellitus type 2 is a chronic disease that cannot be completely cured which results in Health Related Quality of Life (HRQOL). Patients with type 2 diabetes mellitus have a risk of decreasing quality of life as much as 6.75 times which can be influenced by various factors. Objective: To determine the factors that affect the quality of life of patients with type 2 diabetes mellitus. Method: This type of research uses quantitative methods, correlation research design with cross sectional approach. The data were processed using SPSS with univariate analysis with percentages, bivariate analysis, and multivariate analysis, using the Spearman Rank Test and Logistic Regression. Results: This study found that there was a relationship between gender (0.032 <0.05), duration of suffering (0.000 <0.05), knowledge (0.000 <0.05), anxiety (0.000 <0.05), stress (0.000 <0.05), family support (0.000 <0.05), and self-care (0.000 <0.05) with the quality of life for patients with diabetes mellitus, while for the variable age (0.376> 0.05), education (0.558> 0.05), complications (0.925> 0.05), and depression (0.392> 0.05) were not significantly associated with the quality of life of patients with type II diabetes mellitus. Conclusion: There is a relationship between gender, length of suffering, knowledge, anxiety, stress, family support, and self-care (0.000 <0.05) with the quality of life of patients with diabetes mellitus and there is no relationship between age, education, complications, and depression. with the quality of life of patients with type II diabetes mellitus. And the factor that most influences the quality of life of type II diabetes mellitus patients is the long suffering factor Suggestion: It is hoped that health education should be carried out regarding diabetes mellitus, the importance of family support, management of anxiety and stress, and maintaining the importance of a healthy lifestyle so that new sufferers can maintain their quality of life. Keywords: Diabetes Mellitus, Quality of Life
JENIS PEKERJAAN DAN LOKASI TEMPAT TINGGAL (RURAL, URBAN) DENGAN KEJADIAN DM TIPE 2 Yani Sriyani; Hilman Mulyana
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.22 KB)

Abstract

Penderita DM di dunia mencapai 425 juta pasien per tahun 2017, prevalensi ini diperkirakan akan terus meningkat sebesar 45% atau setara dengan 629 juta pasien pada tahun 2045. Indonesia diperkirakan jumlah pasien DM tipe 2 akan meningkat sangat signifikan hingga mencapai 16,7 juta pada tahun 2045. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan jenis pekerjaan dan lokasi tempat tinggal (rural, urban) dengan kejadian DM tipe 2. Jenis penelitian cross sectional dengan populasi 320 pasien DM tipe 2 dan sampel yang digunakan 77 responden kelompok kasus dan 77 responden kelompok kontrol non DM tipe 2 serta dianalisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil menunjukan tidak ada hubungan antara jenis pekerjaan dengan kejadian DM tipe 2 (P-value = 0,779) dan tidak ada hubungan anatara lokasi tempat tinggal (rural, urban) dengan kejadian DM tipe 2 (P-value = 0,509). Saran untuk penelitian selanjutnya agar meneliti tentang analisis kejadian DM tipe 2 berdasarkan lokasi tempat tinggal di urban dengan klasifikasi kota kecil, kota sedang, kota besar, dan kota metropolitan.
Hubungan Pemberian Mp-ASI Dini Dengan Kejadian Diare Pada Bayi 0-6 Bulan Puskesmas Ciumbuleuit Maidartati Ida; Sri Hayati; Pratiwi Indah Sari
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.423 KB)

Abstract

Penyakit diare merupakan suatu penyakit endemis di Indonesia dan juga merupakan penyakit potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sangat sering disertai dengan kematian. Kejadian diare dapat disebabkan karena faktor langsung dan faktor tidak langsung. Faktor langsung yang dapat menyebabkan diare adalah pengetahuan ibu, sikap ibu, riwayat pemberian MP-ASI Dini, riwayat pemberian ASI eksklusif, dan hygiene sanitasi, sedangkan faktor tidak langsung atau faktor pendukung adalah tingkat pendidikan dan status pekerjaan ibu. Pentingnya MP-ASI dini diteliti karena MP-ASI dini merupakan faktor langsung yang dapat menyebabkan diare pemberian MP-ASI dini juga lebih mudah untuk dirubah dibandingkan dengan faktor langsung lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan pemberian MP-ASI dini dengan kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ciumbuleuit. Desain penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan Cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan di wilayah puskesmas Ciumbeleuit data terbaru sebanyak 126 orang. Jumlah sampel dari penelitian ini adalah 44 responden dengan teknik accidental sampling. Teknik pengumpulan data ini mengunakan kuisioner. Teknik analisa data untuk univariat menggunakan prosentase dan bivariat menggunakan spearman rank. Hasil penelitian di dapatkan 44 responden menujukan bahwa sebagian besar responden memberikan MP-ASI dini sebagian besar 27(61,4%) dan kejadian diare sebagian besar 28(63,6%) terdapat hubungan antara pemberian MP-ASI dini dengan kejadian diare dengan nilai p value 0,013. Nilai korelasi Rank spearman sebesar 0,370 menunjukan bahwa kekuatan korelasi lemah. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk terus meningkatkan dan mempertahankan pelayanan kesehatan.
Faktor-Faktor Kualitas Hidup Pasien Dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronik Tri Antika Rizki Kusuma Putri; Dian Anggraini; Dita Merdekawati
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.007 KB)

Abstract

Background: Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is lung damage caused by the exposure of certain irritant particles like nicotine from smoking over long period of time. COPD’s clients often seek for health care service from respiratory problems such as persistent or progressive dispneu as a result from exacerbation. Confidence to take care of their health is a prior thing to help clients maintain their condition and it can lead an improvement on physical, psychological, and social aspects on their life. Objectives: This research aimed to identified the dominant factors on quality of life among COPD’s client’s. Method: The method used in this research was quantitative method with cross sectional approach with 71 COPD clients as samples. The COPD Self-Efficacy Scale with 30 questions and WHOQOL-BREF with 25 questions were applied. All data were analysed using linier regression. The result from this study showed a gender, activity, and education level were the dominants factors of quality of life among COPD client’s. Conclusion: The quality of life can be improved by having a good activity in COPD’s clients. Nurse and other healthcare professional need to design an intervention to improve the activity of clients and avoid of exacerbation condition especially in rehabilitation phase.

Page 6 of 19 | Total Record : 190