cover
Contact Name
Yosef Abdul Ghani
Contact Email
lppm@ars.ac.id
Phone
+62227-100124
Journal Mail Official
redaksi@ars.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.ars.ac.id/index.php/keperawatan/et
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan BSI
ISSN : -     EISSN : 25282239     DOI : https://doi.org/10.51977/j.kep
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan BSI Terbit pertama kali pada 2013. Jurnal ini dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran dan kajian analisis-kritis mengenai isu Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat. Terbit 2 (dua) kali setahun, yaitu April dan September. Jurnal Keperawatan BSI sebagai bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu pengetahuan hasil dari penelitian dan pemikiran untuk pengabdian pada Masyarakat luas, situs Jurnal Keperawatan BSI menyediakan artikel-artikel jurnal untuk diunduh secara gratis. Jurnal kami adalah jurnal ilmiah nasional yang merupakan sumber referensi akademisi. Jurnal Keperawatan BSI menerima artikel ilmiah dengan area penelitian pada: Keperawatan Medical Bedah Keperawatan Gawat Darurat Keperawatan Maternitas Keperawatan Anak Keperawatan Jiwa Keperawatan Komunitas Keperawatan Keluarga Keperawatan Gerontik Manajemen Keperawatan
Articles 190 Documents
Hubungan Interaksi Sosial Dengan Kualitas Hidup Lansia Di RPSCW Ciparay Lia nurlianawati; Wulan Ayu Utami; Sri Mulyati Rahayu
Jurnal Keperawatan BSI Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.792 KB)

Abstract

Interaksi sosial merupakan suatu hubungan timbal balik, saling mempengaruhi serta tidak terpisahkan dari suatu hubungan yang terjadi antar individu, sosial dalam kehidupan sehari-hari. Jika melihat kondisi tersebut sebagian lansia mengalami proses degeneratif yang menyebabkan lansia mengalami penurunan fisik, psikologis dan sosial, salah satu dampaknya yaitu penarikan diri dengan lingkungan, tidak memiliki dukungan sosial keluarga, teman, lingkungan sekitar dan secara tidak langsung mengalami perubahan yang dialami lansia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan interaksi sosial dengan kualitas hidup lansia di UPTD PSRLU Ciparay. Metode penelitian menggunakan korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 153 dengan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan jumlah 60 sampel. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner interaksi sosial untuk interaksi sosial dan WHOQOLBREFF untuk kualitas hidup. Analisa data menggunkan rumus Chi-Square. Hasil uji statistik menunjukan 40 (66,7%) lansia memiliki interaksi sosial baik dan 32 (53,3%) lansia memiliki kualitas hidup baik. Nilai fisher’s exact test pvalue = 0,000 < α 0,05 yang berarti H0 ditolak artinya ada hubungan interaksi sosial dengan kualitas hidup lansia. Kesimpulan penelitian ini yaitu semakin baik interaksi sosial yang dilakukan oleh lansia maka semakin baik kualitas hidup lansia. Saran pada penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi, mampu mempertahankan interaksi sosial lansia dalam kerjasama lansia dengan lansia lainnya serta meningkatkan interaksi sosial lansia dalam menyelesaikan masalah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.
Gambaran Dukungan Keluarga Pada Narapidana Dengan Kasus Napza Di Lapas Kabupaten Garut Intan Pandini; Nur Oktavia Hidayati; Iceu Amira DA
Jurnal Keperawatan BSI Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.02 KB)

Abstract

Dukungan keluarga menjadi salah satu motivasi agar narapidana terhindar dari depresi, stress, harga diri rendah, kecemasan dan motivasi untuk sembuh dari obat-obatan terlarang. Pada narapidana dukungan keluarga sangat diperlukan untuk kesehatan psikologis mereka dan untuk memotivasi mereka agar bisa sembuh dari obat-obatan terlarang seperti napza. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dukungan keluarga pada narapidana dengan kasus napza di Lapas Kelas IIB Kabupaten Garut. Penelitian dilakukan di Lapas Kelas IIB Kabupaten Garut, penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah narapidana dengan kasus Napza yaitu sebanyak 439 orang, pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Random Sampling dengan menggunakan rumus Slovin maka didapatkan jumlah yaitu 100 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner PSS-FA yang sudah baku, kuesioner terdiri dari 20 pertanyaan. Hasil penelitian pada narapidana dengan kasus napza di Lapas Kelas IIB Kabupaten Garut menunjukan bahwa hampir sebagian besar mendapatkan dukungan kurang yaitu sebanyak 46 responden (46%), hampir setengahnya mendapatkan dukungan keluarga cukup sebanyak 39 responden (39%), dan sebagian kecil mendapatkan dukungan keluarga baik sebanyak (15%). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pada narapidana dengan kasus napza yang berada di Lapas Kelas IIB Kabupaten Garut mendapatkan dukungan keluarga kurang, sebagai rekomendasi diharapkan keluarga agar dapat mengunjungi keluarga dalam waktu yang sering.
Tingkat Harapan Masa Depan Remaja Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Bandung Rery Yuliani Pratiwi; Nur Oktavia Hidayati; Nenden Nur Asriyani Maryam
Jurnal Keperawatan BSI Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.265 KB)

Abstract

Remaja adalah kelompok beresiko mengalami masalah kesehatan, sesuai tahap perkembangannya, remaja berada pada masa transisi, pencarian identitas diri, khusus untuk remaja yang ada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), selain mereka terisolasi dari lingkungan luar, kurangnya dukungan keluarga menyebabkan tidak mempunyai harapan untuk masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat harapan masa depan remaja di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Bandung. Penelitian menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan total sampling yang melibatkan 139 remaja di LPKA Bandung. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dengan skala Likert, item pernyataan berdasarkan instrumen Adult Dispotisional Hope Scale (ADHS) yang dibuat dan dikembangkan oleh Snyder serta telah diterjemahkan dan dimodifikasi oleh Alwin Muhammad Reza ke dalam bahasa Indonesia. Dengan hasil uji validitas (0,81) dan uji reliabilitas (0,681). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa responden di LPKA Bandung memiliki tingkat harapan masa depan yang tinggi yaitu sebanyak 76 responden (54,7%) dan harapan masa depan rendah sebanyak 63 responden (45,3%). Sehingga penelitian ini menyarankan kepada LPKA mempertahankan tingkat harapan yang sudah dimiliki oleh remaja, dan perlu adanya konseling dan edukasi bagi yang mempunyai harapan masa depan yang rendah, guna meningkatkan tingkat harapannya.
Dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada Lansia hipertensi Di Muara Sanding Nina Sumarni; Ema Arum Rukmasari; Witdiawati
Jurnal Keperawatan BSI Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.887 KB)

Abstract

Munculnya komplikasi pada pasien hipertensi karena kegagalan pengobatan, Departemen Kesehatan, 2010. Ketidak disiplinan pasien dengan hipertensi dalam pengobatan dapat berdampak negatif. Untuk mengendalikan penyakit tekanan darah tinggi, pemerintah telah mengembangkan program Pendekatan Pusat Keluarga Indonesia (PIS-PK) Dimana pemeliharaan dan penyembuhan penderita hipertensi melalui mengendalikan tekanan darah dengan pendampingan di kalangan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dampak dukungan keluarga pada kepatuhan minum obat lansia dengan hipertensi di Desa Muara Sanding Garut. Jenis penelitian ini diolah dengan metoda deskriptif korelatif yang menggambarkan Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita Hipertensi. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari lansia penderita hipertensi yang control di Pustu Muara Sanding dari Oktober hingga Desember 2018. Sampel adalah total sampel 51 responden. Hasil dikategorikan patuh minum obat 29 responden dengan dukungan keluarga tinggi 13 responden dan terendah 16 responden.Responden minum obatnya tidak patuh 22 responden, dukungan keluarga tinggi 15 esponden dan terendah ada 7 responden.Hasil analisis korelasi di dapatkan nilai sig = 0,084 (p ≤ 0,05)artinya H0 ditolah dan menerima H1 yaitu ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada lansia penderita hipertensi di Pustu kelurahan Muara Sanding .
Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Pemberian Imunisasi Dasar Di Puskesmas Kabupaten Bandung Maidartati; Ida Yuli Yuniarti
Jurnal Keperawatan BSI Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.236 KB)

Abstract

Imunisasi merupakan salah satu pencegahan penyakit menular khususnya penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Dalam pemberian imunisasi, peran orang tua khususnya ibu menjadi sangat penting, karena orang terdekat dengan bayi dan anak adalah ibu. Pengetahuan dan pendidikan ibu akan mempengaruhi perilaku ibu dalam pemberian imunisasi dasar pada bayi dan anak, sehingga dapat mempengaruhi status imunisasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan dengan perilaku Ibu dalam pemberian Imunisasi dasar di Puskesmas Kabupaten Bandung. Metode penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian adalah ibu yang melakukan imunisasi dasar di Puskesmas Kabupaten Bandung. Metode pengumpulan data menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel penelitian adalah 42 responden. Selanjutnya dilakukan Analisa data Univariat menggunakan Prosentase dan Bivariat menggunakan Chi-Squaere. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar yaitu 26 (61,9%) responden melakukan imunisasi dasar lengkap. Selanjutnya hampir setengahnya sebanyak 17 (40,5%) responden dengan pengetahuan baik dan sebagian besar yaitu 25 (59,5%) responden berperilaku positif. Hasil analisa data pada uji Chisquare diperoleh p-value 0,000 artinya terdapat hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku ibu dalam pemberian imunisasi dasar di Puskesmas Kabupaten Bandung. Diharapkan kepada tenaga kesehatan agar lebih meningkatkan penyuluhan kesehatan tentang imunisasi untuk meningkatkan pengetahuan dengan perilaku ibu tentang imunisasi.
Gambaran Kualitas Tidur Lansia Disatuan Pelayanan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kabupaten Garut Jemi Rahmani A; Setiawan; Udin Rosidin
Jurnal Keperawatan BSI Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.614 KB)

Abstract

Lansia mengalami berbagai perubahan, baik dalam aspek fisik maupun psikologis serta penyakit degeneratif yang dialami lansia. Keadaan ini berisiko tinggi dapat menjadi masalah terhadap kualitas tidur buruk yang diakibatkan oleh berbagai faktor. Lansia yang berada di satuan pelayanan rehabilitasi sosial lanjut usia kurang produktif di siang hari dan terkadang tidak mengikut program atau kegiatan yang ada. Tujuan penelitian yang telah dilaksanakan ini adalah untuk mengetahui gambaran kualitas tidur lansia di Satuan Pelayanan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kabupaten Garut. Dari populasi lansia 75 orang yang diambil menjadi sampel yaitu 53 dengan teknik consecutive sampling. Instrumen Pittburgh Sleep Quality Index (PSQI) digunakan untuk mengukur kualitas tidur. Analisa data yang digunakan analisa univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi kualitas tidur lansia. Penelitian dilakukan dari bulan April-Juni 2019. Hasil penelitian menemukan kategori kualitas tidur lansia di Satuan Pelayanan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kabupaten Garut dominan pada kategori buruk (64,2%). Komponen gangguan tidur (96,2%), durasi tidur (30,2%), dan disfungsi aktivitas disiang hari (32,1%) menjadi penyebab kualitas tidur lansia buruk. Perawat dan panti diharapkan dapat mengetahui kualitas tidur pada lansia untuk dapat memberikan intervensi yang tepat pada lansia yang mengalami gangguan tidur salah satunya dengan mempertahankan lingkungan tidur yang adekuat sehingga lansia dapat memenuhi kebutuhan tidur.
Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Self-Management dan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Laurentia Galuh; Dewi Prabawati
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.81 KB)

Abstract

Insiden diabetes melitus di Indonesia menempati peringkat ke enam di dunia sebanyak 10,3 juta dan International Diabetes Federation memperkirakan pada tahun 2045 angka tersebut akan mencapai 16,7 juta penderita. Pasien diabetes melitus membutuhkan bantuan orang sekitar terutama keluarga dalam membantu program pengobatan dan kontrol diet. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap self-management dan kadar gula darah sewaktu pasien diabetes melitus. Desain penelitian kuantitatif cross-sectional, sampel sebanyak 60 pasien diabetes melitus di Puskesmas Kelurahan Roworejo secara total sampling. Variabel tingkat dukungan keluarga diukur menggunakan Hensarling Diabetes Family Support Scale, variabel self-management diukur dengan Diabetes Self-management Questionare dan glucometer. Hasil analisis univariat didapatkan mayoritas 50,0% dukungan keluarga baik, 56,7% self-management kurang baik dan 51,7% nilai kadar darah sewaktu tinggi. Hasil analisis bivariat dengan uji chi-square didapatkan ada hubungan bermakna dukungan keluarga dengan self-management (p value:0,000; p>0,05), namun tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan kadar gula darah (p value:1.000; p>0,05). Petugas kesehatan diharapkan lebih meningkatkan kegiatan program pengelolahan penyakit kronis, dengan menambah frekuensi pendidikan kesehatan dan melibatkan keluarga pada pasien diabetes melitus. Perawat dapat memberikan penyuluhan tentang self-management diabetes melitus khususnya program diit, pemeriksaan rutin kadar gula darah dan melakukan pemeriksaan fisik terutama mata, kaki, dan mulut.
Hubungan Dukungan Sosial Dengan Tingkat Kecemasan Menjelang Bebas (Studi Kasus: Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Bandung Erna Irawan; Mery Tania; Muhammad Zaenal Arifin
Jurnal Keperawatan BSI Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.597 KB)

Abstract

Pada Anak didik pemasyarakatan (Andikpas) yang akan bebas di lembaga pembinaan akan lebih rentan mengalami kecemasan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kecemasan adalah kurangnya dukungan sosial. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah hubungan antara dukungan sosial dengan tingkat kecemasan anak menjelang bebas di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Bandung. Jenis penelitian ini deskriptif dengan korelasi. Sampel dalam penelitian ini adalah Anak didik pemasyarakatan dengan usia 12-18 tahun sesuai dengan UU No 12 tahun 1995 yang berjumlah 50 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Selanjutnya data di analisa univariat menggunakan persentase dan analisa bivariat menggunakan rumus spearman. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden (56%) dukungan sosial sedang. Sementara itu sebagian besar responden (54%) tingkat kecemasan dalam kategori sedang. Hubungan dukungan sosial dengan tingkat kecemasan menjelang bebas dengan p-value 0,000 <0,05 yang artinya terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan tingkat kecemasan. Diharapkan kepada Andikpas untuk dapat memanfaatkan adanya dukungan sosial dari orang-orang di sekitar. Andikpas dapat melakukan penyesuaian diri melalui dukungan sosial yang diberikan dari keluarga, pegawai di Lembaga Pemasyarakatan, maupun teman-teman sesama narapidana. Sehingga setelah keluar dari penjara, narapidana diharapkan dapat bersosialisasi kepada masyarakat sekitar.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Dismenore Pada Remaja Di SMA Pemuda Banjaran Bandung Sri Hayati; Selpy Agustin; Maidartati
Jurnal Keperawatan BSI Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.949 KB)

Abstract

Dismenore merupakan suatu fenomena simptomatik pada saat menstruasi meliputi nyeri perut, kram dan sakit punggung bawah. Dismenore dibagi menjadi 3 derajat yaitu ringan, sedang dan berat. Ada beberapa faktor yang akan diteliti yaitu faktor nutrisi, pola menstruasi, riwayat keluarga dan kejadian dismenore. Dampak yang terjadi pada siswi remaja bila masalah dismenore primer ini tidak ditangani adalah aktifitas menurun, kesulitan berkonsentrasi pada pelajaran dan pekerjaan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore primer di SMA Pemuda Banjaran. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini penulis menggunakan desain korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah populasi responden sebanyak 117 siswi remaja . Teknik sampling yang digunakan yaitu teknik Total Sampling dengan jumlah responden 117 siswi remaja. Analisa univariat pada penelitian ini akan dipresentasekan dengan menggunakan rumus prasentase kemudian dibuat menjadi distribusi frekuensi. Analisa bivariat untuk mengetahui faktor yang berhubungan peneliti menggunakan Chi-Square untuk mengetahui status nutrisi, pola menstruasi dan riwayat keluarga berhubungan atau tidaknya, sedangkan peneliti menggunakan Spearmant Rank untuk mengatahui hubungan pola menstruasi dengan kejadian dismenore primer. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat hubungan antara status nutirisi dengan kejadian dismenore primer dengan nilai p-value 0,01, tidak terdapat hubungan antara pola menstruasi dengan kejadian dismenore primer dengan nilain p-value 0,810 dan nilai korelasi 0,24, terdapat hubungan antara riwayat keluarga dengan kejadian dismenore primer dengan nilai p-value 0,03 dan terdapat hubungan antara riwayat kebiasaan olahraga dengan kejadian dismenore primer dengan nilai p-value 0,03. Sehingga disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore primer antara lain status nutrisi, riwayat keluarga dan kebiasaan olahrga. Sedangkan yang tidak berhubungan dengan kejadian dismenore primer yaitu pola menstruasi. Disarankan kepada siswi SMA Pemuda Banjaran yang mengalami dismenore primer dengan status gizi underwight agar merubah pola makan dengan teratur dengan asupan nutrisi yang seimbang dan olahraga teratur.
Gambaran Kualitas Dokumentasi Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat Inap RSUD Dr.Slamet Garut Risma Juniarti; Irman Somantri; Furkon Nurhakim
Jurnal Keperawatan BSI Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.86 KB)

Abstract

ABSTRAK Dokumentasi asuhan keperawatan adalah suatu dokumen yang berisi tentang keadaan pasien mulai dari bio-psiko-sosial-spiritual dan seluruh kegiatan atau tindakan yang dilakukan oleh perawat terhadap pasien dari pasien datang di rumah sakit sampai pasien pulang. Dokumentasi asuhan keperawatan ini menjadi salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap suatu pelayanan kesehatan khususnya di rumah sakit, karena apapun yang dilakukan ketika pasien di rawat sampai pasien pulang dapat dilihat dari kualitas dari dokumentasi asuhan keperawatan itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas dari dokumentasi asuhan keperawatan di RSUD dr.Slamet Garut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Sebanyak 100 dokumen dijadikan sample dan instrumen studi dokumentasi penerapan standar asuhan keperawatan di rumah sakit menurut Depkes, 1995 digunakan untuk mengukur kualitas dokumentasi. Analisa data yang digunakan yaitu analisa univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi. Penelitian ini dilakukan pada bulan april-mei 2019. Hasil dari penelitian gambaran kualitas dokumentasi asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSUD dr.Slamet Garut yaitu 77,24% dokumentasi terisi lengkap lengkap. Dengan masing-masing aspek pengkajian 81,61%, diagnosa 82,17 %, perencanaan 61,96%, tindakan 64,80%, dan evaluasi 95,65%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa pada tahap evaluasi memiliki hasil yang tinggi dan untuk tahap perencanaan terkecil di banding dengan tahap yang lainnya yaitu pengkajian, diagnosa, dan tindakan. Diperlukan motivasi yang tinggi untuk perawat dalam mengisi dokumentasi asuhan keperawatan semaksimal mungkin berdasarkan standar asuhan keperawatan yang berlaku. Kata kunci : Dokumentasi, Asuhan keperawatan, Rumah Sakit. ABSTRACT Documentation of nursing care is a document that contains the patient's condition starting from bio-psycho-social-spiritual and all activities or actions taken by nurses about patients from patients come to the hospital until the patient go back home. Documentation of nursing care is one of the factors that is very influential on a health service, especially in hospitals, because all the records when the patient is treated until the patient returns can be seen from the quality of documentation of nursing care itself. The purpose of this study was to determine the quality of nursing care documentation at RSUD Dr.Slamet Garut. This research was a descriptive study with accidental sampling technique. A total of 100 documents were used as samples and documentation for the study of the application of nursing care standards in hospitals according to the Ministry of Health, 1995 was used to measure the quality of documentation. Analysis of the data used was univariate analysis to determine the frequency distribution. This research was conducted in April-May 2019. The result of this research is the description of the quality of documentation of nursing care at inpatient room of Dr. Slamet Garut shows that as many as 77.24% document completed. With each aspect of assessment as many as 81.61%, diagnosis 82.17%, planning 61.96%, action 64.80%, and evaluation 95.65%. The conclusion of this study shows that the evaluation stage has high results and for the smallest result was planning stage compared to the other stages which are assessment, diagnosis, and action. High motivation is needed for nurses in filling out the documentation of nursing care as much as possible based on applicable nursing care standards. Keywords : Documentation, Nursing Care, Hospital.

Page 4 of 19 | Total Record : 190