cover
Contact Name
Yosef Abdul Ghani
Contact Email
lppm@ars.ac.id
Phone
+62227-100124
Journal Mail Official
redaksi@ars.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.ars.ac.id/index.php/keperawatan/et
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan BSI
ISSN : -     EISSN : 25282239     DOI : https://doi.org/10.51977/j.kep
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan BSI Terbit pertama kali pada 2013. Jurnal ini dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran dan kajian analisis-kritis mengenai isu Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat. Terbit 2 (dua) kali setahun, yaitu April dan September. Jurnal Keperawatan BSI sebagai bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu pengetahuan hasil dari penelitian dan pemikiran untuk pengabdian pada Masyarakat luas, situs Jurnal Keperawatan BSI menyediakan artikel-artikel jurnal untuk diunduh secara gratis. Jurnal kami adalah jurnal ilmiah nasional yang merupakan sumber referensi akademisi. Jurnal Keperawatan BSI menerima artikel ilmiah dengan area penelitian pada: Keperawatan Medical Bedah Keperawatan Gawat Darurat Keperawatan Maternitas Keperawatan Anak Keperawatan Jiwa Keperawatan Komunitas Keperawatan Keluarga Keperawatan Gerontik Manajemen Keperawatan
Articles 190 Documents
Pengaruh Motivasi Kerja, Kemampuan Kerja, dan Kedisiplinan Terhadap Kinerja Pegawai di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mahardika Cirebon Andinna Ananda Yusuff; Retina Sri Sedjati; Indra Surya Permana
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (938.084 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk menguji pengaruh motivasi kerja, kemampuan kerja dan kedisiplinan terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini dilakukan terhadap pegawai Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mahardika Cirebon dengan populasi sebanayak 82 orang pegawai. Teknik pengambialan sampling menggunakan teknik total sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan uji instrumen,uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji hipotesis dan uji ketepatan model. Hasil penelitian menujukkan bahwa variabel motivasi kerja, kemampuan kerja, dan kedisiplinan mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel kinerja pegawai di STIKes Mahardika Cirebon. Dilihat dari nilai t_hitung ketiga variabel lebih besar dari nilai t_tabel dan nilai signifikasi yang jauh lebih kecil dari 0,05. Sedangkan hasil nilai F_hitung dari ketiga variabel bebas lebih besar dari nilai F_tabel (431.832> 2,719) dengan probabilitas lebih kecil dari 0,05 (0,000< 0,05) dan ketiga variabel secara bersama-sama mempengaruhi variabel terikatnya sebesar 94,1 % sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain
Pengaruh Pelayanan Keperawatan, Dan Kinerja Perawat Terhadap Kepuasan Pasien di Ruang Sanur-Kuta Rumah Sakit Sumber Kasih Cirebon Fardhoni; Retina Sri Sedjati; Indra Surya Permana
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.373 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi pengaruh pelayanan keperawatatan, dan kinerja perawat terhadap kepuasan pasien. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan sampel yang digunakan sebanyak 95 responden di Ruang Sanur-Kuta Rumah Sakit Sumber Kasih Cirebon. Berdasarkan hasil penelitian ini variabel pelayanan keperawatan, dan kinerja perawat mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kepuasan pasien di Rumah Sakit Sumber Kasih Cirebon. Dilihat dari nilai t_hitung kedua variabel lebih besar dari nilai t_tabel dan nilai signifikasi yang jauh lebih kecil dari 0,05. Sedangkan hasil nilai F_hitung dari ketiga variabel bebas lebih besar dari nilai F_tabel (616,976 > 3,10) dengan probabilitas lebih kecil dari 0,05. Adapun variabel bebas yaitu pelayanan keperawatan, dan kinerja perawat secara bersama-sama mempengaruhi variabel terikatnya yaitu kepuasan pasien di Ruang Sanur-Kuta Rumah Sakit Sumber kasih Cirebon sebesar 92,9 % sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Dari hasil kesimpulan diharapkan pihak rumah sakit dapat meningkatkan pelayanan keperawatan, dan kinerja perwat dengan cara rutin melaksanakan pelatihan agar tercipta perawat yang handal dan professional.
HUBUNGAN FAKTOR PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI DENGAN PELAKSANAAN MANAJEMEN NYERI DI RUANG INTENSIF Nurul Iklima; Anggi Saputra; Umi Khasanah; Saparingga Dasti Putri; Hera Wahyuni
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.494 KB)

Abstract

Nyeri membutuhkan penilaian yang sistematis dan akurat untuk menentukan perawatan yang tepat. Penilaian rasa nyeri di ICU menjadi sangat penting ketika pasien tidak bisa berkomunikasi secara verbal. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk melihat hubungan faktor persepsi dukungan organisasi terhadap pelaksanaan manajemen nyeri di ICU. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan rancangan studi potong lintang (cross sectional). Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode total sampling yaitu semua perawat yang bekerja di ruang perawatan intensif sebanyak 84 perawat. Penelitian ini menggunakan instrument baku terkait persepsi dukungan organisasi dan pelaksanaan manajemen nyeri. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi dukungan organisasi Sebagian besar tidak mendukung dalam pelaksanaannya yaitu sebanyak (61,9%).Faktor Persepsi Dukungan Organisasi tidak memiliki hubungan yang berarti dengan pelaksanaan manajemen nyeri yaitu dengan nilai (p>0,05). Pelaksanaan manajemen nyeri belum dilaksanakan dengan baik, hal ini berhubungan dengan kondisi perawat yang masih berkendala di pengetahuan. Sehingga perawat diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kompetensi melalui pendidikan serta pelatihan.
Gambaran Perilaku Orang Tua Tentang Pencegahan Stunting Pada Balita (Studi Kasus Puskesmas Talaga Bodas Lengkong) Maidartati Ida; Sri Hayati; Alliya Rizqika Wahyuni
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.945 KB)

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan stastus gizi anak berdasarkan panjang atau tinggi badan dan gangguan pertumbuhan fisik yang ditandai dengan penurunan kecepatan pertumbuhan. Perilaku pencegahan terjadinya stunting menjadi salah satu prioritas untuk dapat menciptakan manusia yang tinggi, sehat, cerdas dan berkualitas. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi gambaran perilaku orang tua tentang pencegahan stunting dengan kejadian stunting pada anak di wilayah puskesmas talaga bodas lengkong. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskripsional pendekatan cross sectional merupakan jenis survey yang mengamati sebuah objek penelitian. Jumlah responden 33 orang tua yang memiliki balita. Dengan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling. Penggumpulan data menggunakan kuisioner. Analisa data dilakukan dengan univariat menggunakan prosentase. Hasil : hasil peneltian menunjukan bahwa Sebagian besar (51,5%) sebanyak 17 responden balita tidak stunting dan hampir separunya (48,5%) sebanyak 16 responden balita yang mengalami stunting. Sebagian kecil (18,2%) sebanyak 6 responden memiliki perilaku pencegahan stunting baik, sebagian besar (57,6%) sebanyak 19 responden orang tua memiliki perilaku pencegahan stunting cukup dan Sebagian kecil (24,2%) sebanyak 8 responden memiliki perilaku pencegahan stunting kurang. Simpulan dan saran : dapat disimpulkan bahwa masih terdapat balita yang mengalami stunting dan perilaku pencegahan stunting dalam kategori cukup. Bagi orang tua terutama ibu yang memiliki balita diharapkan dapat memenuhi kebutuhan asupan gizi bagi anak, dengan memperhatikan pemberian makanan bagi anak, pengolahan makan, pola pengasuhan yang baik, memperbaiki sanitasi lingkungan dan akses air bersih.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT STRES KERJA PERAWAT IGD DI RUMAH SAKIT DI BANDUNG Hudzaifah Al Fatih; Ekanti Pratiwi
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.572 KB)

Abstract

ABSTRAK Beban kerja perawat Instalasi Gawat Darurat (IGD) tergolong berat karena harus cermat, cepat, dan tepat dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Banyaknya tuntutan kerja dan pelayanan yang bersifat segera dapat membuat perawat IGD rentan mengalami stres kerja. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres perawat IGD dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode convenience sampling digunakan untuk merekrut 35 perawat IGD di dua Rumah Sakit di Kota Bandung sebagai responden penelitian. Data yang terkumpul di analisis menggunakan Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir sebagian (40%) perawat mengalami stres kerja sedang, dan terdapat hubungan yang signifikan antara antara beban kerja dengan stres kerja (p = 0,03) dan tipe kepemimpinan dengan stres kerja (p = 0,04). Serta tidak ada hubungan antara variabel hubungan interpersonal dengan stres kerja (p = 0,07). Saran bagi Rumah Sakit hendaknya menyesuaikan beban kerja dengan kemampuan dan jumlah tenaga keperawatan di IGD, bagi perawat IGD tetap menjaga hubungan interpersonal yang baik dengan teman sejawat, atasan, pasien, maupun keluarga pasien, bagi kepala ruangan hendaknya memberi motivasi dan penghargaan serta dapat memberdayakan bawahannya dengan baik sehingga dapat mencegah terjadinya stres kerja pada perawat IGD. Kata kunci : beban kerja, hubungan interpersonal, IGD, stres kerja, tipe kepemimpinan ABSTRACT Emergency Department nurses workload considered to be heavy since they have to be careful, fast, and precise in providing services to patients. The number of work demands and immediate services can make emergency department nurses vulnerable to work stress. The purpose of this study was to determine the relationship between the stress level of emergency department nurses and workload, personal relationship, and leadership styles. 35 emergency department nurses working in two private Hospital in Bandung City taken by convenience sampling method were willing to be included in this research. The collected data was analyzed using Rank Spearman. The results showed that 40% of nurses experienced moderate work stress, and there was a significant relationship between work stress and workload (p = 0.03), and leadership style (p = 0.04). And there was no relationship between interpersonal relationship and work stress (p = 0.07). Hospitals management should adjust workload with the ability and number of nursing staff in the emergency department, while emergency department nurses should maintain good interpersonal relationships with colleagues, superiors, patients, and patients' families. As for head nurses, have to provide motivation and appreciation also empower their subordinates properly to prevent the occurrence of work stress in the future. Keywords : emergency department, interpersonal relationships, leadership style, workload, and work stress,
HUBUNGAN PERSEPSI DENGAN PENERIMAAN SOSIAL SISWA REGULAR TERHADAP SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH INKLUSI SDN 003 TEBING Mery Tania; Erna Irawan; Suci Rahmah Yanti
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.821 KB)

Abstract

Anak berkebutuhan khusus memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan. Dalam pendidikan di Sekolah Inklusi Siswa berkebutuhan khusus satu kelas dengan siswa reguler normal, dan dapat diharapkan memahami, menghargai, dan menerima siswa ABK dengan segala perbedaan dan keterbatasannya. Ketika siswa ABK kurang diterima oleh teman-teman nya walaupun tidak membully namun cenderung tidak mengajak bermain dan belajar. Sehingga hal tersebut dapat terjadi persepsi yang negative kepada siswa ABK. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah hubungan persepsi penerimaan sosial siswa regular terhadap siswa berkebutuhan khusus. pendekatan kuatitatif dengan jenis penelitian analisis korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 221, sedangkan sampel yang digunakan ialah 160 siswa di kelas 4-6 SD N 003 tebing karimun. Tahap pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner yang disebar online melalui akun media sosial menggunakan Google Form. Hasil penelitian menunjukkan terdapat (66,9) yaitu 107 Responden memiliki persepsi tinggi, (59,4%) yaitu 95 responden memiliki penerimaan sosial tinggi , adanya hubungan yang signifikan antara persepsi dan penerimaan sosial dengan nilai sig (0,000) <0,05. Nilai Correlation Coefficient didapatkan +0.36 termasuk nilai Correlation Coefficient (0,26-0,50) maka korelasi antara persepsi dengan penerimaan sosial termasuk tingkat hubungan cukup kuat. . Maksudnya jika persepsi siswa regular terhadap siswa berkebutuhan khusus positif maka penerimaan sosial akan tinggi. Dikarenakan kondisi Pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung di Negara bahkan didunia yang menyebabkan peneliti tidak dapat bertatap muka langsung bersama responden. Oleh karena itu bagi peneliti selanjutya dapat melengkapi kekurangan yang ada dalam penelitian ini serta dapat meneliti lebih lanjut untuk faktor faktor lain yang dapat mempengaruhi persepsi dan penerimaan sosial siswa regular terhadap siswa berkebutuhan khusus
Terapi NON FARMAKOLOGI BERBAHAN HERBAL UNTUK MENURUNKAN NYERI REMATIK : A LITERATURE RIVIEW Rin Rin Karomattul Umaht; Hilman Mulyana; Rita Purwanti
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.283 KB)

Abstract

With increasing age, the physiological function of the elderly will decrease and degenerative problems will reduce the body's resistance so that it is susceptible to infections and diseases, including rheumatism or joints. Several treatments to reduce pain, especially rheumatism with pharmacological and non-pharmacological measures such as complementary therapy. This research is to reduce pain using complementary therapy with herbal ingredients, such as ginger, lemongrass, cinnamon, Moringa leaves, lavender aromatherapy. The purpose of this study was to determine the best non-pharmacological therapy made from herbs to reduce rheumatic pain. This research method uses a literature review study using secondary data taken from national and international articles from 2011-2021 with the same theme. The results showed that from the 14 articles all were able to reduce rheumatic pain, but according to the results of the researcher's analysis there was one article that was considered the most effective for reducing rheumatic pain, namely using red ginger. It is hoped that both researchers and clients can find out in detail about the effective use of non-pharmacological therapy from the beginning to the end.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PERAWATAN KAKI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II Tita Puspita Ningrum; Hudzaifah Al Fatih; Nindi Tri Yuliyanti
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.16 KB)

Abstract

Diabetes melitus tipe II disebabkan karena adanya penurunan sensitivitas terhadap insulin (resistensi insulin) atau akibat penurunan jumlah insulin yang diproduksi. Ulkus diabetik merupakan salah satu komplikasi diabetes melitus yang dapat menyebabkan amputasi kaki pada klien. Pengetahuan perawatan kaki yang baik dapat meningkatkan perilaku perawatan kaki dan mencegah terjadinya komplikasi kaki diabetes secara dini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku perawatan kaki pada pasien diabetes melitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas Babakan Sari. Desain penelitian adalah dekriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 responden. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Diabetic Foot Knowledge Scale (DFKS) dan kuesioner Nottingham Assesment of Fungtional Footcare (NAFF). Selanjutnya data dianalisis menggunakan rank spearman. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 23% responden berpengetahuan kurang memiliki perilaku yang kurang, 68% responden dengan pengetahuan sedang memiliki perilaku yang baik, dan 5% responden dengan pengetahuan baik memiliki perilaku yang baik. Hasil Uji rank spearman didapatkan nilai p value = 0,000 yang menunjukan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku perawatan kaki. Nilai korelasi rank spearman sebesar 0,792 menunjukan kekuatan korelasi kuat, menandakan bahwa semakin baik pengetahuan responden akan diikuti perilaku yang baik. Hasil penelitian memperlihatkan masih terdapat respoden dengan pengetahuan yang kurang memiliki perilaku perawatan kaki yang kurang juga sehingga penting bagi perawat komunitas untuk semakin meningkatkan upaya preventif dan promosi kesehatan melalui pendidikan kesehatan dengan menggunakan berbagai media.
HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN KEJADIAN GASTRITIS PADA REMAJA SMK Yanti Budiyanti; Maidartati; Tita Puspita Ningrum
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.6 KB)

Abstract

Gastritis merupakan peradangan tentang mukosa lambung yang mengakibatkan pembengkakan mukosa lambung di dalam saluran pencernaanDampak dari gastritis membuat lambung mengalami kerusakan jika sering kosong karena lambung meremas hingga dinding lambung lecet atau luka (Muhith & Siyoto, 2016). Data yang di dapat dari World Health Organization (WHO), 2013 dalam Tusasakinah et al, 2017. Insiden gastritis di dunia terus meningkat setiap tahunnya pada tahun 2012 kejadian gastritis sekitar 1,8–2,1 juta, pada tahun 2013 penderita gastritis meningkat sekitar 1,9–2,2 juta dari jumlah penduduk setiap tahunnya, gastritis biasanya dianggap sebagai suatu hal yang remeh namun gastritis merupakan awal dari sebuah penyakit yang dapat menyusahkan seseorang. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kecemasan dengan kejadian gastritis pada remaja di SMK Bandung Bandung. Jenis metode penelitian ini menggunakan korelasi, pendekatan cross-sectional, populasi penelitian semua siswa/i SMK Bandung berjumlah 150 dan dengan sampel 100 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental sampling Analisa data univariat ini hanya untuk menghasilkan distribusi frekuensi dan presentasi dari tiap variabel, dengan rumus P = (f/n) x 100%, dan analisa bivariat menggunakan uji Spearman-Rank. Hasil statistik kecemasan dengan kejadian gastritis diperoleh nilai p-value 0.000 dengan nilai ɑ<0.05. Kesimpulan terdapat hubungan signifikan antara kecemasan dengan kejadian gastritis.
GAMBARAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANJUT USIA HIPERTENSI DI PANTI WERDHA DI KABUPATEN BANDUNG Asma Damayanti; Tita Puspita Ningrum; Erna Irawan; Yusiarta
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.449 KB)

Abstract

Gangguan fungsi kognitif salah satu masalah yang terjadi pada lansia penderita hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran fungsi kognitif pada lansia penderita hipertensi. Jenis penelitian ini adalah deskripsi. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik Non Probability sampling dengan pendekatan Purposive Sampling berjumlah 70 lansia. Teknik Pengumpulan data menggunakan spigmanometer manual untuk mengukur tekanan darah dan kuesioner MMSE untuk menganalisis fungsi kognitif. Analisa data univariat menggunakan persentase untuk menentukan tekanan darah dan fungsi kognitif 0. Hasil pemeriksaan MMSE didapatkan 20 responden memiliki gangguan fungsi kognitif berat, 44 responden memiliki gangguan fungsi kognitif sedang dan 6 responden memiliki fungsi kognitif normal. Bagi perawat gerontik untuk lebih mengatasi dan menatalaksana hipertensi dengan baik sehingga dapat mencegah terjadinya penurunan fungsi kognitif pada usia lanjut.

Page 7 of 19 | Total Record : 190