NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, adalah jurnal yang menerbitkan artikel-artikel penelitian sebagai hasil pengabdian masyarakat. Focus dan Scope pada bidang pendidikan, Hukum, Ekonomi, Humaniora, Teknik, Pertanian, Komunikasi, Kesehatan, dan Rekayasa. Jurnal NUSANTARA terbit 1 tahun 4 kali (Februari, Mei, Agustus dan November)
Articles
486 Documents
DIGITALISASI MARKETING PADA UMKM CHEESE ME BIDANG KEGIATAN : PKM PENGABDIAN MASYARAKAT
Dadan Ramdhan;
Anggar Riskinanto;
Gian Bisyahri Ramadhan;
Anisah Mardhiyyah;
Muhammad Rafi Thoriq;
Muhammad Alfriadi
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2022): Agustus: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/nusantara.v2i3.486
Sejak pandemi melanda pada awal tahun 2020, berbagai sektor perekonomian merasakan dampaknya. Dengan total 64,19 juta pelaku UMKM, sektor ini menempati 99,92% dari seluruh sektor usaha yang ada. Berdasarkan survei dari Katadata Insight Center yang dilakukan pada 206 pelaku UMKM di Jabodetabek, hanya 5,9% yang mengalami pertumbuhan positif. Sementara 82,9% lainnya merasakan dampak negatif berupa penurunan omzet.Output yang ditargetkan setelah adanya program Digitalisasi Marketing pada UMKM ini adalah meningkatkan insight serta awareness owner terhadap potensi jangka panjang dari pengaruh digitalisasi pada UMKM Cheese MeDengan adanya program Digitalisasi Marketing telah tercapai beberapa platform digital yang sudah bisa dioperasikan untuk kelangsung penjualan produk dalam UMKM Cheese Me yaitu Instagram, Grabfood, dan Tokopedia. Adapun packaging yang berubah dengan tujuan peningkatan produk yang ada. Selain itu, program ini juga memberikan beberapa ilmu dan strategi baru terhadap owner. Platform digital yang sudah tersedia nantinya akan tetap di monitoring oleh tim dan diawasi oleh ketua tim agar kualitasnya terus meningkat kedepannya.Program ini bertujuan untuk membantu meningkatkan proses penjualan dari segi teknis dan profit melalui digitalisasi marketing. Bermodalkan dengan pengetahuan tim tentang dunia digital, kami membuat beberapa platform online yang akan membantu dimulai dari proses marketing sampai proses penjualan secara online. Indikator keberhasilan jalannya program ini nanti akan dilihat dari perbedaan penjualan sebelum dan sesudah adanya program ini, serta peningkatan follower secara berkala, yang artinya masyarakat mulai lebih aware dengan adanya UMKM Cheese Me.
REALISASI RE-BRANDING GUNA MEMBANGUN BRAND IMAGE PADA UMKM TJI LIWOENG COFFEE DI JAKARTA TIMUR
Ahmad Maulidizen;
Erza Sofian;
Raisa Adila;
Zahra Febriyadiza;
Khalisa Salma;
Muhammad Mikhail Khalifah Perdana
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Mei: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/nusantara.v2i2.487
Data menyebutkan bahwa Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar dengan angka sekitar 61 persen. Direktur Pembinaan Pengelolaan Keuangan BLU Kementrian Keuangan, Ary Wahyuni dari jumlah tersebut kontribusi UMKM menyerap tenaga kerja mencapai 97 persen. Dalam menjalankan program Community Development, mahasiswa ESQ Business School berupaya untuk meningkatkan kualitas daripada UMKM dengan cara bekerjasama dengan IWAPI Jakarta Timur. IWAPI merupakan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia, dalam hal ini kami bekerjasama dengan IWAPI di daerah Jakarta Timur. Kami memilih IWAPI sebagai organisasi yang kami ajak bekerjasama dikarenakan legalitas organisasi tersebut dan juga feedback dari organisasi tersebut yang kami nilai sangat baik dari segi komunikasi dan kerjasama lainnya, khususnya Tji Liwoeng Coffee. Pada kegiatan ini dilakukannya proses Re-Branding dengan meningkatkan brand awareness. Tujuan utumanya dari Re-branding sendiri adalah untuk memperbaruhi sebuah brand yang telah ada agar menjadi lebih baij dengan tidak mengabaikan tujuan awal dari Tji Liewoeng Coffee itu sendiri. Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah membuat mood board yang sesuai dengan permintann dari pemilik. Maka dari itu dengan adanya Re-branding terhadap Tji Liewoeng Coffee ini meningkatkan engagement dan juga pendapatan. Kelebihan dari Re-branding adalah memberikan potensi yang lebih menonjol terhadap kompetitor. Dalam melakukan kegiatan ini juga ditemukan perbedaan diantara dunia kuliah dan pekerjaan.
PENDAMPINGAN PEMASARAN DIGITAL DAN REBRANDING BAGI UMKM
Danang Indrajaya;
Abdul Barir Hakim2;
Adhitya Ramadhan Qodri;
Kaalfi Radhia Ilayna;
Muhammad Farid Ardiansyah;
Muhammad Mikhail Khalifah Perdana
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2022): Agustus: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/nusantara.v2i3.488
Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi informasi juga ikut berkembang pesat. Salah satu kemajuan teknologi informasi adalah dengan adanya internet. Adanya internet memudahkan mengakses sumber informasi yang ada di seluruh dunia. Pengabdian masyarakat (community empowerment) menjadi isu utama dalam program dan orientasi pembangunan nasional pada saat ini. Kegiatan peningkatan sarana jalan diupayakan melibatkan masyarakat secara aktif melalui Pengabdian masyarakat. Dalam kegiatan bimbingan UMKM Ayam Goreng Bu Sumarni, tujuan utamanya adalah untuk membangkitkan dan memberdayakan kembali UMKM lokal yang terkena dampak pandemi. Bimbingan yang dilakukan terdiri dari rebranding logo, kemasan, dan spanduk, kemudian juga memberikan materi mengenai pentingnya Brand Awareness pada sosial media, dan pemberian materi mengenai Instagram
PENGEMBANGAN SYSTEM E-LEARNING SMA PERGURUAN CIKINI
Abdul Haris Muchtar;
Asri Pertiwi;
Muhammad Adzandra Kostrada;
Hani Ismalia;
Istifachatus Salamah;
Muhammad Rafi Thoriq
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2022): Agustus: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/nusantara.v2i3.489
Proses interaksi belajar mengajar yang dilakukan oleh SMA Perguruan Cikini masih terbilang sangat tradisional dan belum memanfaatkan teknologi dengan cukup baik. Learning Management System atau LMS. Dengan adanya LMS untuk SMA Perguruan Cikini siswa dan guru serta administrasi sekolah bisa melakukan proses belajar mengajar dan menyampaikan informasi kepada seluruh warga sekolah. Selain itu proses belajar mengajar pun juga terbilang efektif karena guru bisa langsung memberikan materi secara langsung dan siswa bisa mendownload materi tersebut secara langsung di dalam website LMS tersebut Pada tahap program yang dilaksanakan dalam pembuatan serta pengembangan dari LMS untuk SMA Perguruan Cikini ini yaitu Observasi lokasi sekolah untuk memudahkan tim pengembang dalam melakukan interaksi dan sistem kerja yang efisien, Lalu menganalisa kebutuhan, hambatan, serta permasalahan yang terjadi pada SMA Perguruan Cikini dalam proses belajar dan mengajarnyaProgram pembuatan LMS untuk SMA Perguruan Cikini ini adalah untuk meningkatkan kualitas dari pembelajaran serta interaksi antara guru dan siswa di SMA Perguruan Cikini. Di Dalam Program ini team pengembang berusaha memaksimalkan LMS untuk bisa dipakai dengan baik serta menjadi sistem andalan dan sistem percontohan untuk sekolah sekolah lain yang ada di jakarta ini, Khususnya sekolah SMA Perguruan Cikini lain yang bisa memakai sistem ini dengan menyesuaikan teknologi sistem yang sudah ada didalam LMS tersebut. Untuk jangka waktu pendek pihak SMA Perguruan Cikini akan memasukkan seluruh database Siswa & Guru yang akan dimasukkan kedalam sistem tersebut. Pihak sekolah akan mulai memasukkan satu persatu data data informasi murid yang saat ini masih menjadi penyimpanan data secara tradisional mulai ingin melakukan migrasi data secara modern untuk dimasukkan kedalam LMS Perguruan Cikini yang sudah dibuat ini. Selain itu pun juga nantinya guru akan mulai menyimpan seluruh materi yang akan disediakan untuk bisa diakses oleh seluruh siswa yang akan melihat materi dari SMA Perguruan Cikini tersebut.
Melatih Komunikasi Bahasa Inggris Untuk Pemasaran Bagi Kelompok Usaha Bersama Batik Batu Mangga Di Kabupaten Kediri
Rika Riwayatiningsih;
M. Anas;
Rr. Forijati
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2022): November : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/nusantara.v2i4.497
Bahasa Inggris merupakan bahasa global yang penggunaanya telah diakui oleh masyarakat dunia untuk komunikasi antar bangsa. Dalam bidang bisnis atau usaha, bahasa memiliki peran sebagai alat komunikasi paling penting utamanya dalam berbagai jenis pemasaran. Bahasa yang digunakan dalam memasarkan hasil usaha haruslah bahasa yang baik dan menarik perhatian konsumen karena iklan yang baik dan pemasaran yang baik akan membantu keberhasilan suatu produk. Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk melatih komunikasi bahasa Inggris untuk keperluan pemasaran di sektor pariwisata khususnya di Kelompok Usaha Bersama (KUB) Batik Batu mangga di kabupaten Kediri. Pelatihan ini menggunakan metode project based learning yang diawali dengan kegiatan presenting dan modelling mengenai English taglines dan speking performance tentang produk yang dijual sesuai dengan gramatika ucapan bahasa Inggris dan juga teks dialog bahasa Inggris tentang transaksi jual beli produk. Peserta pelatihan menyimak dan kemudian mempraktekan bagaimana mendesain English taglines yang menarik dan berlatih menggunakan ungkapan bahasa Inggris mengenai produk yang di jual. Hasil dari kegiatan pelatihan ini diharapkan mampu membawa masyarakat di KUB Batik Mangga di kabupaten Kediri berani mempromosikan dan memasarkan produk batik mereka ke sektor pariwisata internasional baik dalam kegiatan pameran maupun transaksi jual beli secara online.
MEMPERLUAS TARGET PENJUALAN UMKM MELALUI DIGITAL MARKETING
Heri Sasono;
Herlina Herlina
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2022): November : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/nusantara.v2i4.505
Perubahan zaman membawa gaya hidup belanja masyarakat bergeser dari konvensional menuju penjualan online. Metode penelitian memberikan pelatihan dan pendampingan pelaku UMKM untuk memasarkan produknya ke On line atau digital di Desa Jombang, Kecamatan Ciputat, Tangsel, Banten sebanyak 60 pelaku UMKM. Kesimpulan pengabdian kepada masyarakat, apabila pelaku UMKM berubah ke pemasaran digital adalah; (a). Mudah Terhubung dengan Konsumen, (b). Mudah Melacak Perilaku Konsumen, (c). Dapat Meningkatkan Pendapatan Bisnis, (d). Bisnis Dapat Lebih Kompetitif, (e). Teknik Marketing Lebih Mudah dan Simple, (f). Dapat Menghemat Biaya Promosi, (g). Teknik Pemasaran Lebih Bervariatif, (h). Hasil Promosi Dapat Dilacak dengan Mudah, (i). Dapat Mempercepat Terjadinya Penjualan dan (j). Dapat Membantu di Dalam Pengelolaan Bisnis.
Penguatan Wawasan Kebangsaan sebagai Upaya Mencegah Radikalisasi dan Menumbuhkan Cinta Tanah Air untuk Masyarakat Pedesaan di Kabupaten Magelang
Kundharu Saddhono;
Budhi Setiawan;
Muhammad Rohmadi;
Ani Rakhmawati;
Raheni Suhita;
Sri Hastuti
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2022): November : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/nusantara.v2i4.512
Dalam rangka mewujudkan perlindungan terhadap masyarakat pedesaan terhadap paham radikalisme maka pendidikan dan penguatan wawasan kebangsaan untuk masyarakat pedesaan diperlukan sebagai bentuk kepedulian dari setiap pihak, baik pemerintah, masyarakat, dan keluarga. Pendidikan dan penguatan wawasan kebangsaan untuk masyarakat pedesaan akan terbentuk jika semua pihak memiliki kesadaran akan pentingnya pendidikan nilai kebangsaan dimulai semenjak dini. Masyarakat saat ini sangat rentan disusupi oleh paham dan gerakan radikalisme. Hal ini dikarenakan belum ada satu pun kebijakan spesifik untuk melindungi atau memproteksi masyarakat dari penetrasi paham dan gerakan radikalisme. Untuk itu, perlu adanya langkah konkret dalam hal mencegah radikalisasi dan penanaman nilai-nilai kebangsaan. Pendidikan nilai kebangsaan pada masyarakat inilah yang menjadi dasar pembentukan awal karena meluruskan sebatang ranting jauh lebih mudah daripada meluruskan sebatang pohon, maka dari itu pendidikan nilai kebangsaan yang paling efektif adalah pendidikan pada masyarakat, terutama di pedesaan Pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa di masyarakat harus dilakukan dengan tepat. Pengembangan nilai moral untuk masyarakat bisa dilakukan di dalam tiga tri pusat yang ada, yaitu, keluarga, lingkungan, dan masyarakat. Dalam pengembangan nilai moral untuk masyarakat perlu dilakukan dengan sangat hati-hati. Hal ini dikarenakan masyarakat adalah tempat berbagai macam karakter yang heterogen. Maka dari itu, tim pengabdi mengajukan kegiatan pengabdian berkaitan dengan penanaman nilai-nilai kebangsaan terhadap masyarakat pedesaan yang bertujuan untuk mengatasi perpecahbelahan masyarakat Indonesia ini dan mencegah radikalisme di masyarakat, mengingat banyaknya kelompok separatis lahir di Indonesia ini maka salah satu cara untuk memutuskan rantai gejolak yang bertujuan menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jadi, kegiatan pengabdian ini tidak hanya memberikan pembekalan tentang internalisasi nilai-nilai kebangsaan pada masyarakat tetapi juga akan diintegrasikan dengan aktivitas masyarakat dalam keseharian yang akan dibimbing secara komprehensif dengan mengambil tema penguatan wawasan kebangsaan Indonesia dan nasionalisme bagi masyarakat sebagai pilar bangsa.
MEMANCING MINAT BELAJAR MAHASISWA TERHADAP MATERI PERKULIAHAN MELALUI GAME EDUKASI
Herlina Herlina;
Astri Riance;
Sinta Sinta
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2022): November : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/nusantara.v2i4.513
Memasuki zaman era digital, bahasa Inggris merupakan kebutuhan yang sangat penting di Indonesia. Terbukti dalam perkembangan sistem pendidikan saat ini, bahasa Inggris telah digunakan sebagai salah satu bahasa pengantar pembukaan dalam perkuliahan. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi pengajar dan mahasiswa untuk menguasai bahasa Inggris. Penguasaan bahasa Inggris menjadi tuntutan yang harus dipenuhi oleh mahasiswa baik secara lisan maupun tertulis. Berdasarkan observasi pada perkuliahan di perguruan tinggi Universitas Bina Insan, mahasiswa belum terbiasa berkomunikasi sehari-hari pada kegiatan kampus dengan menggunakan bahasa Inggris. Kebiasaan tersebut tentunya terkendala karena mahasiswa yang belum mampu membangun sebuah kemampuan untuk mempraktikkannya. Salah satu faktor penyebab dari permasalahan mahasiswa tersebut adalah kurangnya termotivasi latihan dan praktik yang efektif sehingga belum terbiasa untuk berkomunikasi dengan berbahasa Inggris. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa mahasiswa semester satu prodi perikanan telah terinspirasi dan termotivasi tentang pentingnya belajar bahasa Inggris melalui game edukasi sebagai upaya dapat memotivasi untuk lebih meningkatkan kemampuan agar dapat membiasakan latihan sehingga dapat terbiasa dengan mudah berkomunikasi sehari-hari pada kegiatan kampus dengan menggunakan bahasa Inggris. Selain itu juga, dengan kegiatan ini mahasiswa dapat menjadi lebih berani. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada program pengabdian ini mahasiswa telah terpancing minat belajarnya untuk memiliki keterampilan dan pengalaman dalam berbahasa Inggris secara efektif dan pada akhirnya mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan bahasa Inggris lebih lanjut lagi.
PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KARYAWAN UNTUK MEMPERCEPAT PENCAPAIAN VISI, MISI PERUSAHAAN
Heri Sasono
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2021): November : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/nusantara.v1i4.539
Kompetensi sumber daya manusia (SDM) senantiasa harus ditingkatkan, guna menghadapi persaingan yang semakin ketat di Era 4.0. Peningkatan komptensi dapat melalui hard skill maupun soft skill dan intergrasi di antara keduanya, hard skill dan soft skill. Pendidikan dan pelatihan (Diklat) pegawai PT. Bumida Kantor Pusat dan Kantor Cabang DKI Jakarta, baik pendidikan formal melalui peningkatan jenjang pendidikan ke Strata-1 atau Strata-2 dan non formal, berupa peningkatan kompetensi hard skill atau soft skill. Manfaat dari peningkatan kompetensi hard skill dan kompetensi soft skill sangat dibutuhkan dalam dunia kerja, karena kedua hal ini adalah saling melengkapi dan menyatukan kompetensi hard skill dan soft skill untuk keberlangsungan (survive) perusahaan dan kesuksesan seorang pegawai menjadi seorang professionalisme.
PKM PENYUNTIKAN VITAMIN B KOMPLEKS PADA SAPI DI DESA TAMBU KABUPATEN PARIGI MOUTONG
Rahmawati Husain;
Uti Nopriani;
Nur Rahma Amir;
Fadli K Baligombo;
Siti Ramadhani;
Viki S Raliwa;
Chelssy Nante;
Farida, Farida
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2021): November : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/nusantara.v1i4.549
Desa Tambu merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Sausu Kabupaten Parigi Moutong. Sasaran kegiatan PKM ini adalah masyarakat yang memiliki ternak sapi. Pelaksanaan kegiatan program PKM ini dilaksanakan oleh tim pelaksana yang terdiri dari mahasiswa dan dosen Universitas Sintuwu Maroso Poso. Metode dalam kegiatan PKM meliputi observasi, pelayanan kesehatan ternak dan evaluasi. Hasil evaluasi kegiatan PKM menunjukan bahwa pengetahuan peserta PKM mengalami peningkatan. Secara rinci diuraikan bahwa 90% sangat mengetahui pelaksanaan kegiatan PKM, 82% sangat mengetahui tentang pemeliharaan kesehatan ternak sapi yang baik, dan 75% sangat mengetahui manfaat pemberian vitamin B kompleks pada ternak sapi.