Journal of Community Service
Journal of Community Service (JCS) is a peer-reviewed journal that focuses on critical studies of community service. Investigated the education, science and technology, soio-economy and bussiness, and cultural & society. Besides focusing on the service of studies issues of basic education, JCS covered the critical view, comprehensive mind in the community service and social education. Journal of Community Service (JCS) is published by Ikatan Dosen Menulis in collaboration with GoAcademica CRP. Publishing twice a year, ie Issue 1 Issue 2 in June and December and already have a registration number p-ISSN: 2715-2901 and e-ISSN: 2715-291X since 2019.
Articles
20 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2 No 2 (2020): JCS, December 2020"
:
20 Documents
clear
PKM KULINER HALAL BERBAHAN BAKU LOKAL BERBASIS REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DI NAGARI HARAU KECAMATAN HARAU KABUPATEN LIMAPULUH KOTA
Anni Faridah;
Sari Mustika;
Ezi Anggraini
Journal of Community Service Vol 2 No 2 (2020): JCS, December 2020
Publisher : Ikatan Dosen Menulis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (964.487 KB)
|
DOI: 10.56670/jcs.v2i2.36
Salah satu objek wisata di Kabupaten Lima Puluh Kota adalah Lembah Harau. Selama ini orang hanya tahu Lembah Harau sebagai Icon wisata, sementara jika dikembangkan akan bisa menjadi paket wisata lengkap yang akan menarik wisatawan baik domestik maupun wisatawan mancanegara. Nagari Harau tergolong nagari yang tingkat ekonomi masyarakat rendah dan keadaan sarana dan prasarana yang belum memadai, penghasilan masyarakat yang rendah serta sumber daya manusia baik ilmu pengetahuan maupun keterampilan masih belum terlatih. Pada tahun 2017 - 2019 tim pengabdian Fakultas Parwisata dan Perhotelan telah membangun café untuk masyarakat Harau, namun sampai sekarang belum dimanfaatkan karena tidak percaya diri akan kemampuannya, baik dari sisi keuangan, wawasan dan keterampilan untuk mengisi café tersebut. Kuliner yang ada di daerah destinasi air terjun lembah Harau baru sebatas menjual makanan yang instan seperti pop mi, indomi, chiki, soft drink, dan lain sejenisnya. Setiap warung menjual produk yang hampir. Untuk itu perlu dibuat usaha kuliner khas Harau sambal lado pucuk daun kopi, pangek lapuak cubadak, rendang belut, sambal kelapa parut gongseng, aia kawa. Untuk mengatasi permasalahan diatas maka diberikan peningkatan pengetahuan/wawasan yang diberikan yaitu hygiene dan sanitasi pengolahan makanan; kewirausahaan; penggunaan bahan tambahan pangan secara halal dan toyib; inovasi penyajian dan penataan; inovasi pelayanan. Pelatihan penerapan inovasi penyajian; inovasi penataan dan pelayanan, penerapan SOP halal pada café, dan manajemen usaha boga supaya makanan dan minuman khas Harau yang akan dijual di café menjadi produk pangan yang berdaya saing tinggi. Hal ini akan membuat wisatawan muslim nyaman dan yakin untuk mengkonsumsi dan begitu juga nonmuslim.
PELATIHAN MANAJEMEN KEUANGAN USAHA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN INCOME GENERATING BAGI MASYARAKAT NELAYAN
Fitria, Yuki;
Muthia Roza Linda;
Hendri Andi Mesta;
Abel Tasman
Journal of Community Service Vol 2 No 2 (2020): JCS, December 2020
Publisher : Ikatan Dosen Menulis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1111.741 KB)
|
DOI: 10.56670/jcs.v2i2.37
Sumatera Barat salah satu provinsi di Indonesia dengan potensi bahari yang besar. Sumatera Barat memiliki garis pantai sepanjang 2.420 km, akan tetapi justru masyarakat pesisir masih terbelenggu kemiskinan, salah satunya adalah Nagari Mandeh. Hasil tangkapan dominan nelayan Pantai Mandeh adalah ikan- ikan kecil (ikan teri, sehingga dikenal sebagai salah satu sentra penghasil ikan teri dengan citra rasa yang khas di Sumatera Barat. Sebaliknya, kondisi sosial masyarakat Nagari Mandeh sungguh kontras dengan potensi dan sumber daya ekonomi yang dimiliki nagari tersebut. Nagari Mandeh memiliki potensi bahari, baik dari sektor perikanan maupun sektor pariwisata yang besar dan potensial, namun masyarakat nelayannya masih terbelenggu kemiskinan. Belum optimalnya produktifitas sektor perikanan sebagai salah satu upaya pemberdayaan ekonomi kerakyatan di Nagari Mandeh, diduga dipengaruhi oleh masih rendahnya kemampuan nelayan dalam mengelola usaha hilirisasi produk dari hasil tangkapan laut, karena terbatasnya pengetahuan masyarakat mitra mengenai manajemen keuangan dan income generating dari usaha yang mereka lakukan. Berdasarkan hal tersebut, tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mitra dalam pengelolan dan perencanaan terhadap keuangan usaha dan keluarga. Metode pelaksanaan adalah melalui ceramah, tanya jawab dan simulasi serta role-play dengan cara melakukan pembukuan manajemen keuangan sederhana untuk usaha dan manajemen keuangan keluarga. Hasil kegiatan pelatihan, melalui penyebaran kuisioner terbukti terdapat peningkatan pengetahuan peserta pelatihan akan pentingnya melakukan perencanaan dan pengendalian terhadap keuangan usaha maupun keluarga, sehingga masyarakat mitra dapat mengelola usaha hilirisasi pengolahan hasil tangkapan laut dengan baik dan menjadi income generating bagi mereka.
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA MELALUI BUDIDAYA JAMUR TIRAM YANG RAMAH LINGKUNGAN DI KECAMATAN TANJUNG EMAS KABUPATEN TANAH DATAR
Idris;
Syamsul Amar B;
Selli Nelonda;
Joan Marta;
Doni Satria
Journal of Community Service Vol 2 No 2 (2020): JCS, December 2020
Publisher : Ikatan Dosen Menulis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1213.348 KB)
|
DOI: 10.56670/jcs.v2i2.38
Kondisi perekonomian yang semakin tidak menentu, harga- harga kebutuhan bahan pokok yang semakin meningkat, sementara pendapatan keluarga yang cenderung tidak tetap berakibat pada terganggungnya stabilitas perekonomian keluarga. Kondisi ini juga membuat perubahan peranan perempuan dalam perekonomian keluarga. Peranan perempuan salah satunya dapat dikembangkan melalui Kelompok Wanita Tani (KWT). Mitra pada pegabdian ini adalah Kelompok Wanita Tani “Comand Jaya” Kecamatan Tajung Emas, Kabupaten Tanah Datar dan Kelompok Wanita Tani “Gondoria” Kecamatan Tajung Emas, Kabupaten Tanah Datar, degan permasalahan: (1) Terganggunya stabilitas perekonomian keluarga, (2) Pendapatan perbulan yang tidak menentu, (3) Tidak termanfaatkan sumberdaya rumah tanngga secara efisien, (4) Rendahnya pengetahuan anggota KWT dalam pemafaatan sumberdaya rumah tangga untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Berdasarkan masalah yanng ada, maka target luaran metode peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam budidaya jamur dan pengolahannya yang nantinya akan meningkatkan kuatitas dan kuanlitas produk serta meningkatkan kesejaheraan masyarakat.
SOSIALISASI EDUKASI PANDEMIK COVID-19 KEPADA MASYARAKAT LINGKUNGAN SEKITAR KELURAHAN WARAKAS KECAMATAN TANJUNG PRIUK JAK-UT
Dwi Aprillita;
Elsye Yusnengsih;
Theofilus Faot;
Vely Randyantini
Journal of Community Service Vol 2 No 2 (2020): JCS, December 2020
Publisher : Ikatan Dosen Menulis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1120.938 KB)
|
DOI: 10.56670/jcs.v2i2.39
Pandemik Covid-19 yang terjadi di Indonesia beberapa bulan terakhir ini membuat panik semua lapisan masyarakat, termasuk masyarakat Jakarta Utara khususnya di Kelurahan Warakas Kecamatan Tanjung Priuk. Selain membuat resah juga menimbulkan ketakutan penularan yang significant bagi anggota keluarga atau lingkungannya. Usaha pencegahan untuk tidak tertular wabah Covid-19 banyak diupayakan atau cara memutuskan mata rantai penularan Covid-19 ini, namun belum tentu diketahui dan dipahami oleh semua masyarakat awam. Oleh karena itu perlu upaya khusus memberikan dan membagikan informasi dimulai dari lingkungan rumah melalui sosialisasi, yang diharapkan sosialisasi informasi ini dapat mengubah sebagian masyarakat awam memunculkan rasa kesadaran yang tinggi untuk hidup sehat juga dapat menyebarluaskan lagi informasi ini kepada masyarakat awam lainnya untuk mengimbangi GERMAS yang dianjurkan pemerintah.
PKM PEMBINAAN PENGOLAHAN NATA DE CITRULLUS DAN OLAHAN LAINNYA DARI SEMANGKA AFKIR BAGI PETANI SEMANGKA DI NAGARI KAPELGAM KEC. BAYANG, KAB. PESISIR SELATAN
Ezi Angraini;
Elida;
Anni Faridah;
Sari Mustika
Journal of Community Service Vol 2 No 2 (2020): JCS, December 2020
Publisher : Ikatan Dosen Menulis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1048.104 KB)
|
DOI: 10.56670/jcs.v2i2.40
Nagari Kapelgam, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, terkenal sebagai nagari yang menghasilkan buah semangka (Citrullus Vulgaris). Buah semangka yang dijual biasanya berukuran sedang (±2 kg) dan besar (≥2 kg), sedangkan yang kecil (≤2 kg) kurang termanfaatkan dan dijual dengan harga relatif murah. Salah satu alternatif untuk meningkatkan harga jual dan memperpanjang umur simpan semangka afkir ini adalah dengan pembuatan Nata de Citrullus dan olahan lainnya seperti selai, sirup dan permen jely. Tujuan pengabdian ini adalah: mensosialiasikan hasil penelitian tahun 2019 tentang pembuatan nata dari semangka afkir, ntuk membantu petani dalam mengangkat harga jual semangka afkir dan memperpanjang umur simpan semangka afkir serta memberikan variasi baru kepada petani, dan membantu dalam penanganan semangka afkir sebagai tambahan income petani semangka. Tim pengabdian kepada masyarakat UNP telah memberikan pelatihan kepada isteri petani semangka tentang cara membuat nata de citrullus dan olahan lainnya dari semangka afkir. Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat dan perangkat nagari, setelah itu dilakukan kesepakatan jadwal pelatihan. Pelaksanakan acara pelatihan dengan pemaparn materi dan praktek membuat makanan olahan semangka afkir, mulai dari proses pembuatan sampai packagingnya.
PELATIHAN KETERAMPILAN MAKE UP WISUDA DAN TOTOK WAJAH SEBAGAI UPAYA PEMBINAAN YOUNG ENTREPRENEURSHIP PADA KELOMPOK KESETARAAN PAKET C DI JORONG VI KAMPUNG, NAGARI SUNGAI KAMUYANG, KABUPATEN 50 KOTA
Prima Minerva;
Linda Rosalina;
Tyas Asih Surya Mentari
Journal of Community Service Vol 2 No 2 (2020): JCS, December 2020
Publisher : Ikatan Dosen Menulis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1153.573 KB)
|
DOI: 10.56670/jcs.v2i2.41
Beberapa tahun belakang ini bisnis yang sukses telah banyak dilakukkan oleh generasi muda (young entrepreneurship). Pemerintah Kabupaten 50 kota berusaha meningkatkan ekonomi kreatif di kalangan anak muda, salah satunya memfasilitasi pendirian Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) AN-NUR di Nagari Sungai Kamuyang. Namun Pelatihan yang diadakan oleh PKBM AN-NUR masih terbatas. Di masa ketidakpasian terkait pandemik Covid-19 kelompok wanita kesetaraan paket C membutuhkan pelatihan make up wisuda dan totok wajah agar dapat membuka peluang usaha. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan make up wisuda serta perawatan totok wajah kepada wanita kesetaraan paket C. Kombinasi ceramah, demontrasi, pelatihan, video tutorial serta praktek langsung oleh mitra merupakan motede yang digunakan dalam penyampaian materi product knowledge, teknik make up, pengetahuan titik akupuntur, teknik massage dan totok wajah. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan di PKBM AN-NUR dengan menerapkan protokol kesahatan dan dapat berjalan lancar. Kelompok wanita kesetaraan paket C dapat melakukan make up wisuda dan terampil dalam melakukan perawatan totok wajah. Dengan pelatihan keterampilan saat situasi pandemik Covid 19 ini, kelompok wanita kesetaraan paket C dapat memiliki keahlian untuk kedepannya membuka peluang usaha tipe home service (panggilan ke rumah) maupun beauty parlor (mendatangi ke tempatnya langsung) yang tidak membutuhkan modal terlalu besar.
PEMBERDAYAAN DAN PENGEMBANGAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH ANORGANIK BERBASIS LINGKUNGAN
Idris;
Dewi Zaini Putri;
Israyeni;
Muhammad Irfan
Journal of Community Service Vol 2 No 2 (2020): JCS, December 2020
Publisher : Ikatan Dosen Menulis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1211.206 KB)
|
DOI: 10.56670/jcs.v2i2.42
Pondok Pesantren Jabal Rahmah memiliki siswa sebanyak 100 lebih orang siswa yang sebagian besar berasal dari keluarga kurang mampu. Kegiatan operasional ponpes dibiayai sebagian besar berasal dari sumbangan masyarakat. Kondisi ini tentu saja akan membuat kegiatan pondok pesantren tidak berjalan lancar dan akan menghambat kemajuan podok pesantren untuk ke depannya. Di sisi lain, pondok pesantren ini belum memiliki kegiatan usaha yang dapat menambah pemasukan ponpes. Karena itu, program pemberdayaan pondok pesantren dalam bidang ekonomi perlu dimaksimalkan dan dilakukan secara berkesinambungan, melalui program-program usaha peningkatan pendapatan yang bertujuan untuk memaksimalkan peran serta siswa (anak remaja) mengisi waktu luangnya untuk meningkatkan pendapatan Untuk mencari alternatif solusi pemecahan masalah di atas, maka diadakan pelatihan pengolahan limbah anorganik guna meningkatkan pendapatan pondok pesantren Jabal Rahmah di Kenagarian Anau Kadok Talang Kabupaten Solok. Melalui kegiatan ini diharapkan pondok pesantren dapat mengaplikasikan Ilmu yang didapat dalam pemanfaatan waktu luang melalui pengolahan limbah anorganik yang bertujuan untuk menjadi salah satu sumber pendapatan pondok pesantren dan mengurangi pencemaran lingkungan.
PKM PENGEMBANGAN KAMPUNG ENTREPRENEUR BERBASIS DIGITAL MARKETING SEBAGAI MEDIA PROMOSI BAGI PELAKU UMKM DI KELURAHAN PASIE NAN TIGO KECAMATAN KOTO TANGAH KOTA PADANG
Sulastri;
Chichi Andriani;
Yuki Fitria
Journal of Community Service Vol 2 No 2 (2020): JCS, December 2020
Publisher : Ikatan Dosen Menulis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1375.801 KB)
|
DOI: 10.56670/jcs.v2i2.43
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dalam rangka pengembangan kampung entrepreneur berbasis digital marketing sebagai media promosi bagi pelaku UMKM di Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Kelurahan Pasie Nan Tigo merupakan salah satu kelurahan yang ada di Kota Padang yang berada di pesisir pantai dan memiliki ciri khas objek wisata, kuliner olahan hasil laut dan pusat penjualan ikan segar. Selain itu, pada kelurahan ini juga banyak ditemukan UMKM yang bergerak di bidang kerajinan dan kuliner yang dikelola olah ibu-ibu rumah tangga. Sehingga dirasa perlu dilakukan kegiatan pelatihan digital marketing sebagai media promosi usaha. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan pelatihan penggunaan aplikasi digital marketing kepada 12 orang pelaku UMKM. Untuk melihat hasil kegiatan dilakukan evaluasi melalui penyebaran kuisioner pada peserta. Kuisioner diberikan sebelum dan setelah dilakukan pelatihan. Dari hasil pengolahan kuisioner menggunakan uji beda diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan pengetahuan dan pemahaman peserta sebelum dan setelah dilakukan kegiatan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa peserta kegiatan ini merasakan manfaat akan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat.
PKM PENINGKATAN PENERAPAN IPTEK DAN KETERAMPILAN TATA RIAS PENGANTIN DAN MAHENDI BERBASIS 4.0 BAGI IBU-IBU PKK DAN REMAJA PUTRI DI NAGARI MANINJAU KABUPATEN AGAM
Vivi Efrianova;
Murni Astuti
Journal of Community Service Vol 2 No 2 (2020): JCS, December 2020
Publisher : Ikatan Dosen Menulis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1882.367 KB)
|
DOI: 10.56670/jcs.v2i2.44
Untuk memberikan pelatihan kepada Ibu-ibu PKK dan remaja putri di Nagari Maninjau sebagai mitra, sangat membutuhkan penyuluhan dan pelatihan keterampilan di bidang jasa merias pengantin dan mahendi. Nagari Maninjau merupakan daerah kawasan wisata yang sering melaksanakan Event budaya dan banyak acara pesta pernikahan yang membutuhkan jasa rias pengantin dan Mahendi. Untuk itu sangat perlu diberikan beberapa bentuk pelatihan yang sifatnya praktis di masa CORVID-19 ini yang membawa dampak positif bagi mereka untuk dapat belajar di rumah, berlatih mengisi waktu di masa Lockdown dengan tujuan dapat membuka cakrawala dalam menciptakan usaha sendiri di bidang usaha jasa rias pengantin dan mahendi serta untuk menggurangi pengganguran wanita di Nagari Maninjau. Solusi yang diberikan untuk mengatasi permasalahan mitra dengan memberikan pelatihan tata rias pengantin dan mahendi kepada Ibu-ibu PKK dan remaja putri di Nagari Maninjau. Metode dan materi yang akan diberikan saat pelatihan sebagai berikut: a) Pelatihan Pemilihan Kosmetika untuk Rias Pengantin dan Mahendi, b) Menentukan warna riasan pengantin dan Desain Mahendi, c) Teknik Merias Pengantin dan Mahendi. Pelaksanaan pengabdian bagi masyarakat digunakan metode yang bervariasi yaitu: 1) Metode ceramah dan tanya jawab tentang Rias Pengantin dan mahendi, 2) Metode demonstrasi dan praktek (Pengetahuan kosmetika Rias Pengantin dan mahendi, Pemilihan warna riasan pengantin dan desain mahendi dan Teknik Merias Pengantin dan mahendi), 3) Bimbingan.
OPTIMALISASI KETERAMPILAN GURU DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 MELALUI PELATIHAN ASESMEN BERBASIS HIGHER ORDER THINKING SKILLS
Friyatmi;
Elvi Rahmi
Journal of Community Service Vol 2 No 2 (2020): JCS, December 2020
Publisher : Ikatan Dosen Menulis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1019.894 KB)
|
DOI: 10.56670/jcs.v2i2.45
Keterampilan berpikir siswa yang relevan dengan tantangan pembelajaran abad 21 dapat didorong melalui asesmen keterampilan berpikir tingkat tinggi. Sayangnya guru masih mengalami hambatan dalam menerapkan asesmen ini di dalam kelas. Program kemitraan masyarakat ini bertujuan untuk membekali guru dengan konsep dasar dan implementasi asesmen berbasis keterampilan berpikir tinggi melalui pelatihan terpadu yang mengadopsi penyampaian informasi, diksusi, demonstrasi, latihan terbimbing, dan penugasan mandiri dalam satu rangkaian pelatihan. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukan bahwa kegiatan yang dilaksanakan dapat menstimulus guru dalam menyusun soal-soal berpikir tingkat tinggi. Kegiatan yang telah dilaksanakan direspon secara positif oleh peserta dan diharapkan dalam jangka panjang mampu diterapkan dalam pembelajaran di kelas sehingga mampu mewujudkan pembelajaran yang dapat mengaktifkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dan lahirlah output pendidikan yang berkualitas sesuai dengan tantangan abad ke-21.