p-Index From 2021 - 2026
7.905
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS TITIK IMPAS DAN SENSITIVITAS TERHADAP KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI PADI SAWAH Sahara, Dewi; Alam, Nur; , Idris
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 10, No 2 (2007): Juli 2007
Publisher : Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research had been conducted in Langgomea Village, Konawe District, from June to December 2005. This research used a survey method and aimed to know the technology performance, expense structures and farming system income of upland rice farming system. The data, technology application, productivity, and farming system income were collected from filled questionnaires from 35 respondents. The results showed that the variety of technology application had been close to recommended technology as shown by a production of 4.68 ton/ha. On the basis of yield price Rp.1.350,-/kg, the farmers income can reached Rp.3.519.000,- with RCR 2.28 which means that the farming system was financially feasible. However, rice farming system is not sensitive to the change of production input price and decreasing price of paddy up to 15% though the farmers profitability obtained by farmers declines. Key words: upland rice, break event point, sensitivity, irrigation land   Penelitian bertujuan untuk melihat keragaan teknologi, struktur biaya dan penerimaan usahatani padi sawah di lahan irigasi telah dilakukan di Desa Langgomea, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, dari bulan Juni sampai Desember 2005 dengan menggunakan metode survei. Pengumpulan data dilakukan dengan panduan kuisioner terhadap 35 responden yang meliputi penerapan teknologi, produktivitas dan pendapatan usahatani. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaan penerapan teknologi di tingkat petani sudah mendekati teknologi yang dianjurkan sehingga produksi diperoleh sebanyak 4,68 ton/ha. Proporsi biaya tertinggi pada tenaga kerja luar keluarga yang mencapai 54,10% dari total biaya. Dengan harga gabah kering panen (GKP) sebesar Rp.1.350/kg maka pendapatan yang diterima petani sebesar Rp.3.519.000 dengan RCR 2,28 sehingga usahatani layak secara finansial. Usahatani padi sawah tidak peka terhadap perubahan kenaikan harga sarana produksi dan penurunan harga gabah hingga 15%, namun tingkat keuntungan yang diperoleh semakin menurun.Kata kunci: padi sawah, titik impas, sensitivitas, lahan irigasi
KAJIAN STRUKTUR BIAYA DAN ALOKASI CURAHAN TENAGA KERJA PADA SISTEM USAHATANI PADI SAWAH (Studi Kasus di Kabupaten Konawe) Sahara, Dewi; , Idris
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 10, No 2 (2007): Juli 2007
Publisher : Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research was to know the cost structure and labor distribution on rice farming system between farmers technology and repaired technology, and was carried out in Langgomea Village, Uepai Sub District, Konawe District, South east Sulawesi from January to July 2006. The repaired technology included the use of fertilizers, qualified seed, and planting time at once. The results showed that farmers technology produced 4.650 kg/ha yield which equivalent to an income of Rp.3.684.500,- while the repaired technology produced 5.500 kg/ha yield with an income of Rp.4.479.300.- The extra cost needed on repaired technology was Rp.395.200,- which in turn gives the farmer an extra income of Rp.794.800 with MBCR 2.01. The result regression analysis of labor distribution on both technologies was significant on 99%. Labor distribution on repaired technology was greater 15.51 manpower than farmers technology. The farmer will of course need extra labors if they widen the area use more seeds fertilizers and pesticides. Key words: rice farming system, cost structure, labor distribution   Pengkajian struktur biaya dan alokasi curahan tenaga kerja pada sistem usahatani padi sawah dilakukan dengan memperbaiki teknologi petani yang mencakup teknologi pemupukan dan penggunaan benih bermutu telah dilaksanakan di lahan petani di Desa Langgomea, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe dari bulan Januari — Juli 2006 (MH 2006). Pengkajian bertujuan untuk mengetahui struktur pembiayaan dan alokasi curahan tenaga kerja pada usahatani padi sawah antara pola teknologi petani dengan pola perbaikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi pola petani memberikan produksi gabah kering panen (GKP) sebanyak 4.650 kg/ha dengan pendapatan Rp.3.684.500 dan produksi pada pola perbaikan sebanyak 5.500 kg/ha dengan pendapatan Rp.4.479.300. Perubahan teknologi dari teknologi petani ke teknologi perbaikan memerlukan tambahan biaya sebesar Rp.395.200, namun dengan tambahan biaya tersebut petani memperoleh tambahan pendapatan sebesar Rp.794.800 sehingga nilai MBCR yang diperoleh 2,01 artinya setiap penambahan biaya sebesar Rp.1.000 petani akan memperoleh tambahan pendapatan sebesar Rp.2.010. Hasil analisis regresi curahan tenaga pada kedua teknologi berbeda sangat nyata pada tingkat kepercayaan 99% dimana alokasi curahan tenaga kerja pola perbaikan lebih banyak 15,51 HKP daripada teknologi petani. Petani akan memerlukan tambahan tenaga kerja apabila memperluas lahan garapan, meningkatkan jumlah benih, pupuk dan pestisida. Kata kunci: usahatani padi sawah, struktur biaya, curahan tenaga kerja
MENUJU ZERO WASTE MELALUI PELATIHAN PENGELOLAAN SAMPAH SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMANDIRIAN ANAK ASUH DI PANTI ASUHAN AL FALAH KOTA PADANG Idris; Melti Roza Adry; Dewi Zaini Putri; Israyeni; Yollit Permata Sari
Journal of Community Service Vol 1 No 1 (2019): JCS, Desember 2019
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1285.665 KB) | DOI: 10.56670/jcs.v1i1.11

Abstract

Pelatihan program zero waste diperlukan edukasi kepada semua lapisan masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, sehingga masyarakat harus mengambil peran dalam pengurangan dan penanganan sampah. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pelatihan pengolahan limbah baik organik maupun anorganik (plastik) guna mengatasi permasalahan penumpukan sampah serta meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat. Kegiatan yang dilakukan meliputi (1). Aspek manajemen, yaitu kegiatan capacity building dengan cara memberikan edukasi kepada anak asuh panti asuhan tentang konsep zero waste dan pengelolaan sampah berbasis rumah tanngga serta sosialisasi kegiatan pemilahan sampah. (2). Aspek Produksi, meliputi dua kegiatan yaitu (a). Workshop komposting sampah organik (b). Workshop pembuatan berbagai jenis kerajinan dari sampah plastik. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan serta mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam pemanfaatan limbah organik dan anorganik yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi permasalahan pencemaran lingkungan.
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA MELALUI BUDIDAYA JAMUR TIRAM YANG RAMAH LINGKUNGAN DI KECAMATAN TANJUNG EMAS KABUPATEN TANAH DATAR Idris; Syamsul Amar B; Selli Nelonda; Joan Marta; Doni Satria
Journal of Community Service Vol 2 No 2 (2020): JCS, December 2020
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1213.348 KB) | DOI: 10.56670/jcs.v2i2.38

Abstract

Kondisi perekonomian yang semakin tidak menentu, harga- harga kebutuhan bahan pokok yang semakin meningkat, sementara pendapatan keluarga yang cenderung tidak tetap berakibat pada terganggungnya stabilitas perekonomian keluarga. Kondisi ini juga membuat perubahan peranan perempuan dalam perekonomian keluarga. Peranan perempuan salah satunya dapat dikembangkan melalui Kelompok Wanita Tani (KWT). Mitra pada pegabdian ini adalah Kelompok Wanita Tani “Comand Jaya” Kecamatan Tajung Emas, Kabupaten Tanah Datar dan Kelompok Wanita Tani “Gondoria” Kecamatan Tajung Emas, Kabupaten Tanah Datar, degan permasalahan: (1) Terganggunya stabilitas perekonomian keluarga, (2) Pendapatan perbulan yang tidak menentu, (3) Tidak termanfaatkan sumberdaya rumah tanngga secara efisien, (4) Rendahnya pengetahuan anggota KWT dalam pemafaatan sumberdaya rumah tangga untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Berdasarkan masalah yanng ada, maka target luaran metode peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam budidaya jamur dan pengolahannya yang nantinya akan meningkatkan kuatitas dan kuanlitas produk serta meningkatkan kesejaheraan masyarakat.
PEMBERDAYAAN DAN PENGEMBANGAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH ANORGANIK BERBASIS LINGKUNGAN Idris; Dewi Zaini Putri; Israyeni; Muhammad Irfan
Journal of Community Service Vol 2 No 2 (2020): JCS, December 2020
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1211.206 KB) | DOI: 10.56670/jcs.v2i2.42

Abstract

Pondok Pesantren Jabal Rahmah memiliki siswa sebanyak 100 lebih orang siswa yang sebagian besar berasal dari keluarga kurang mampu. Kegiatan operasional ponpes dibiayai sebagian besar berasal dari sumbangan masyarakat. Kondisi ini tentu saja akan membuat kegiatan pondok pesantren tidak berjalan lancar dan akan menghambat kemajuan podok pesantren untuk ke depannya. Di sisi lain, pondok pesantren ini belum memiliki kegiatan usaha yang dapat menambah pemasukan ponpes. Karena itu, program pemberdayaan pondok pesantren dalam bidang ekonomi perlu dimaksimalkan dan dilakukan secara berkesinambungan, melalui program-program usaha peningkatan pendapatan yang bertujuan untuk memaksimalkan peran serta siswa (anak remaja) mengisi waktu luangnya untuk meningkatkan pendapatan Untuk mencari alternatif solusi pemecahan masalah di atas, maka diadakan pelatihan pengolahan limbah anorganik guna meningkatkan pendapatan pondok pesantren Jabal Rahmah di Kenagarian Anau Kadok Talang Kabupaten Solok. Melalui kegiatan ini diharapkan pondok pesantren dapat mengaplikasikan Ilmu yang didapat dalam pemanfaatan waktu luang melalui pengolahan limbah anorganik yang bertujuan untuk menjadi salah satu sumber pendapatan pondok pesantren dan mengurangi pencemaran lingkungan.
Inventarisasi Data Keruangan Melalui Pemetaan Partisipatif Batas Desa Langlang Kecamatan Singosari Kabupaten Malang Purnomo, Agus; Idris; Kurniawan, Bayu
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 2 (2023): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpm.v8i2.9210

Abstract

Langlang Village is a village in Singosari District with a strategic location close to the main route to Batu City and unique umbul potential. The aim of the service activity is to inventory spatial data through mapping Langlang Village. This service activity method uses a Rural Participatory Appraisal approach. The design of mapping activities in Langlang consists of 3 stages: the FGD stage, data collection training stage, and information presentation stage. Characteristics of participatory mapping include a) involving all members of the community, b) the theme, objectives, and process of implementing the mapping are determined by the community, c) the map produced is aimed at the interests of the community, d) most of the information contained in the map comes from local knowledge, and e) the community determines the use of the resulting map. Community service activities produce village maps containing geospatial information in the area. The use of maps is used as a guide in regional planning by local village officials and the community, providing community understanding and knowledge in understanding the characteristics of the region and its administrative boundaries.
Sosialisasi dan Pendampingan Pembuatan Nomor Izin Ber-Usaha Berbasis Resiko untuk Pelaku Usaha di Desa Langlang Adi, Khofifatu Rohmah; Idris; Nurul Ratnawati
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 9 No 1 (2024): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpm.v9i1.9338

Abstract

Business Identification Number is an important thing that every business needs to have. The legal basis that regulates that every business must have a permit is government regulation (PP) number 24 of 2018 concerning electronically integrated business licensing services. By having this NIB, many business actors can access it. This access includes access to funding, being able to arrange other permits which can make the product more trusted by consumers. Langlang village is one of the villages in Malang Regency. This village has many business people, but unfortunately the majority of them don't understand about NIB and don't have NIB. The aim of carrying out this service is to educate the public regarding NIB, apart from that the aim of this service is also to provide assistance in managing NIB. The results of this activity are first, business actors have knowledge about the importance of NIB and the benefits of having NIB. Second, after assisting with NIB processing activities, several business actors succeeded in creating NIBs. This activity is felt to be very beneficial for MSMEs.
Sosialisasi Dan Edukasi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman Naposo Nauli Bulung Tentang Perkawinan Andri muda Nst; Asrul Hamid; Zuhdi Hasibuan; Idris; AmrarMahfuzh; Nur Saniah
Journal of Community Dedication and Development (Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Mandailing Natal berdasarkan data di Pengadilan Agama Panyabungan, selama tiga tahun (2020,2021,2022) ada 159 kasus permohonan dispensasi nikah, selain itu karena berbagai hal di masyarakat masih banyak pasangan Suami Istri yang menikah dibawah umur tanpa menempuh administrasi di Kantor Urusan Agama (KUA) atau nikah dibawah tangan. Guna menekan angka perkawinan dibawah umur dikalangan masyarakat, maka dibutuhkan adanya tindakan sosialisasi serta edukasi bagi masyarakat khususnya remaja (Naposo Nauli Bulung), Sosialisasi dan edukasi ini ditekankan pada aspek hukum yaitu perihal legalitas batas minimum usia untuk menikah baik bagi laki-laki maupun perempuan serta resiko ataupun akibat dari praktik perkawinan dibawah umur. sasaran sosialiasi adalah Naposo Nauli Bulung desa Sigalapang Kec. Panyabungan Kab. Mandailing Natal. Berdasarkan hasil pretest dan postest yang dilakukan kepada peserta, terjadi peningkatan pemahaman terkait batas usia minimal untuk melaksanakan perkawinan sebesar 72% (tujuh puluh dua persen). Mandailing Natal Regency based on data from the Panyabungan Religious Court, for three years (2020, 2021, 2022) there were 159 cases of marriage dispensation applications, besides that due to various things in the community there are still many husband and wife couples who marry underage without taking administration at the Office of Religious Affairs (KUA) or underhand marriage. In order to reduce the number of underage marriages among the community, it is necessary to have socialisation and education actions for the community, especially adolescents (Naposo Nauli Bulung), this socialisation and education is emphasised on legal aspects, namely regarding the legality of the minimum age limit for marriage for both men and women and the risks or consequences of underage marriage practices. the target of the socialisation is Naposo Nauli Bulung, Sigalapang village, Panyabungan sub-district, Mandailing Natal district. Based on the results of the pretest and posttest conducted to participants, there was an increase in understanding related to the minimum age limit to carry out marriage by 72%.
ANALYSIS OF EX-COMMERCIAL FOSTERING SEX WORKERS GUIDANCE PROGRAM AT THE INTEGRATED SERVICE UNIT OF SOSIAL REHABILITATION FOR SOCIAL DISABILITY Risnaeni; Idris; Mahardiana, Lina
JURNAL INTERNASIONAL UNIVERSITAS TADULAKO Vol 5 No 3 (2023): December : Tadulako International Journal of Applied Management
Publisher : Master of Management Study Program, Faculty of Economics and Business, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59769/tajam.v5i3.197

Abstract

The purpose of this study was to determine the growth in number of former commercial sex workers in the Integrated Service Unit of the Social Rehabilitation Center for Persons with Social Disabilities of Central Sulawesi Province. Descriptive qualitative research was used in this study. Observation, interviews, documents, and reference search were used to collect data. Primary and secondary data sources were used. Three steps consisted of data reduction, data presentation, and conclusion drawing in the data processing and analysis procedure. The research findings show that The Integrated Service Unit of Social Rehabilitation for Social Disability Central Sulawesi Province uses various strategies to build human resources for former commercial sex workers. There are five types of guidance: 1) mental health guidance, 2) physical guidance, 3) social guidance, 4) skills guidance, and 5) spiritual guidance. Related to the development of human resources for former commercial sex workers, there are obstacles or barriers that arise in the process that must be overcome so that a company can be successful. In addition to the delay in receiving funds from The Integrated Service Unit of Social Rehabilitation for Social Disability of Central Sulawesi Province, the obstacles to the activities carried out by these organizations include many of their clients who return to being prostitutes after previously no longer working. received a positive response from them. Former commercial sex workers at The Integrated Service Unit of Social Rehabilitation for Social Disability Central Sulawesi Province are part of a human resource development model consisting of three parts: 1) rehabilitation (physical, social, and mental development); 2) resocialization (entrepreneurship and health socialization); and 3) additional guidance (social and skills development).
TESTING THE MINIMUM MARRIAGE LIMIT MATURITY ACCORDING TO LAW No. 16 OF 2019 THROUGH SCIENCE STUDY: MENGUJI KEMATANGAN BATAS MINIMAL USIA MENIKAH MENURUT UU No.16 TAHUN 2019 MELALUI KAJIAN SAINS Idris
UPMI Proceeding Series Vol. 1 No. 01 (2023): Ed.01
Publisher : LPPM UPMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55751/ups.v1i01.13

Abstract

Batas usia bagi pasangan melangsungkan perkawinan sangat penting demi menghindari resiko dan dampak buruk pernikahan dini. Tujuan penelitian adalah untuk menguji kematangan batas minimal usia menikah menurut UU No.16 tahun 2019 melalui kajian sains baik secara psikologis maupun biologis demi mengurangi resiko yang terjadi terhadap pasangan yang masih muda. Jenis Penelitian dalam tulisan ini adalah normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Sedangkan spesifikasi penelitian adalah deskriptif analitis yaitu menjelaskan tentang permasalahan sesuai dengan judul penelitian. Data yang digunakan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer berupa undang-undang perkawinan yaitu UU No. 16 Tahun 2019 UU dan No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan bahan hukum sekunder berupa buku-buku, jurnal-jurnal dan tulisan-tulisan yang berhubungan dengan judul penelitian. Kematangan batas usia menikah menurut undang-undang melalui kajian sains perlu ditinjau apakah sudah sesuai dengan kemampuan tubuh manusia baik secara psikologis maupun biologis, karena banyak yang perlu diperhatikan agar terjadi keseimbangan dalam melangsungkan pernikahan bukan hanya kemampuan secara materil dan syarat usia semata tapi juga matang jiwa raganya untuk dapat melangsungkan pernikahan tanpa berakhir pada perceraian dan mendapat keturunan yang sehat dan berkualitas.
Co-Authors A, Adhyatma A. Muh. Taufiq Abdul Gafur Adam Badwi, Adam Aditya Ferino Afifah, Aliah Agistna Nur Islam Agus Purnomo Agus Purnomo Agusti Efi Akhir Pardamean Harahap Akhyar Amelia, Trisanti AmrarMahfuzh Andi Indiani Ibrahim Andri muda Nst Andrian Makmur Andrina, Hanifaturrahmi Anni Faridah Anugrah, Aldi Aris Aksarah Arlin Adam, Arlin Asmawati Asrul Hamid Baharta, Fadilah Bayu Kurniawan Cakrawati R Cendikiawan, M Irfan DEWI SAHARA Dewi Zaini Putri Doni Satria Doni, Pitrian Ellys Lestari Pambayun Ernidawati, Ernidawati Erza, Desrifani Fadila, Yesi Badriatul Fadilah Nauli Fakhrurrozi Farhan, Ikhsanul Fatkhiatus Su’adah Fatmawati Fatmawati Fitriana, Irna Gunadharma Gautama, Budhi Gusti Ayu Zetty Andani Habibi, Anwar Hajra Hamdal Afgani Dalimunte Harnida Wahyuni Adda Hevi Susanti Husada, Eko Darma I Made Sudiana Idamayanti, A. ILHAM Indi Fatimah Az-Zahrah Insarullah, Insarullah Irna Inaru ISKANDAR Islami, Hayatul Ismail Israyeni Jalaludin Juliana Kadang Jumardin Khofifatu Rohmah Adi KHOIRUNNISA Khoridatul Khasanah Kurniawan, Novian Candra Lasagena, Mustamin Lilis Sa’adah Lina Mahardiana Madjid, Rifki Julyanto Malik Fauzi, Hilda Maria Melita Ratni Jemalu Maria Yustika Mijang Marta, Joan Meilina Damayanti Melti Roza Adry Miftahul Jannah Mitri Irianti Mohammad Irfan Mohammad Riswandi Pelawa Muhammad Ajriansyah Muhammad Angga Rizqi Muhammad Asdar Muhammad Idris muhammad irfan Muhammad Romli Samae, Syarif Bin Muhammad Rustam Muhammad Yusuf Kamala Mujiyanto Munadhir Munadhir Nabila Nabila Nur Uswatun Hasanah Nabila, Gebby Nadia Astriani Najwa Aulia Neni Wahyuningtyas, Neni Ni Luh Putu Indriyani, Ni Luh Putu Ni’matuzzuriyah Nur Alam Nursiah, Andi Nurul Ratnawati, Nurul Nurul Sakinah Okto Riyo Ananda Osman, Sharina BT Panca Jarot Santoso Prasetya, Nabila Ayu Putri Andini, Putri Putri Rebecca Simanjuntak R. Zedta, Raymon R.A. Putri, Masayu Rahmat Ridho Aljaeraa Ratna Nur’Aini Ratnaningsih, Muliani Reyvita Wike Wijaya Riska Nst Risnaeni Risnawati Rita Rachmawati, Rita Roslina Rosyidah, Yuniar S, Ego Srivajawaty Saidah, St. Salwa Nasution Saniah, Nur Saputra , Gusti Ketut Alit Sarah Nst Selli Nelonda SITI AMINAH SRI UTAMI Sua, Andi Tenri Suci Rahmadini Suci Ramadani Nst Syafyudin Yusuf Syamsuddin Syamsul Amar B Taufik Rahman Ulfa, Zulia Ummu Habibah Wanda Indriana Putri Winarti Wiri Wirastuti Wulan dari Wulandari Maulana, Mulyanti Ayu Yetti, Silvia Yollit Permata Sari Zahwa, Naura Zebua, Merlin Kristin Zuhdi Hasibuan Zuhdi Ma’aruf Zulhelmi Zulkarnain Zulkarnain