cover
Contact Name
Indra Cahya Setia Widigda
Contact Email
indracahya933@gmail.com
Phone
+6281252438535
Journal Mail Official
kedokterankomunitas@unisma.ac.id
Editorial Address
Jl. M.T. Haryono No.193 Malang 65144, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)
ISSN : 23376988     EISSN : -     DOI : 10.33474
Jurnal Kedokteran Komunitas merupakan salah satu jenis jurnal akademik bidang kedokteran atau kesehatan di mana penulis mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian maupun kajian. Artikel ilmiah ini juga mencangkup hasil-hasil penelitian terbaru dan tulisan ilmiah lainnya di bidang biomedis, kedokteran klinis, kedokteran komunitas, dan kesehatan masyarakat. Untuk memastikan kualitas ilmiah pada artikel yang diterbitkan, suatu artikel biasa diteliti oleh rekan-rekan sejawatnya dan direvisi oleh penulis, hal ini dikenal sebagai peer review. Jurnal Kedokteran Komunitas nomor p-ISSN 2337-6988 e-ISSN dikelola Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang ini diharapkan dapat menjadi media berbagi pengalaman antara berbagai kalangan dan institusi pendidikan kedokteran dan kesehatan, dengan terbit berkalah 2 kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober.
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2022)" : 25 Documents clear
POTENSI PROBIOTIK DARI TIGA MACAM TEMPE KACANG MERAH, TEMPE KACANG TANAH, DAN KACANG KEDELAI Serly Ghoniyah; Yoni Rina Bintari; Dini Sri Damayanti
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.234 KB)

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Tempe merupakan salah satu produk fermentasi tradisional yang sering dikonsumsi oleh masyarakat dan merupakan salah satu protein nabati mengandung probiotik yang berpotensi sebagai antibakteri. Adanya aktivitas antibakteri pada tempe berasal dari kandungan BAL (Bakteri asam laktat ) yang dihasilkan saat proses fermentasi dan aktivitas antibakteri lain yang dihasilkan dari bahan baku kacang. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur total bakteri asam laktat,pH dan laju pertumbuhan bakteri Escherichia coli pada tempe kacang merah, tempe kacang tanah,dan kacang kedelai .Metode :  Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental laboratorium dengan 3 kelompok tempe yakni tempe kacang merah , tempe kacang tanah dan tempe kacang kedelai dengan perlakuan pengulangan 3 kali. Ketiga kelompok sampel tersebut yakni ekstrak tempe, ekstrak tempe kombinasi E.coli  dengan pengenceran 10-1-10-3 . Setiap sampel diinokulasikan pada media MRS Broth dan MRS Agar (untuk BAL) dan media EMBA (Untuk Escherichia coli). Koloni yang tumbuh dihitung dengan TPC(Total Plate Count) dan pengukuran pH dengan pH meter yang di kalibrasi. Hasil dianalisa secara statistik menggunakan uji One Way Annova tingkat siginifikansi p < 0,05 .Hasil:  Koloni BAL paling tinggi diperoleh dari tempe kacang merah dengan hasil 2,06 ± 0,58 cfu/ml pada kacang tanah 1,79 ± 0,17 cfu/ml dan kacang kedelai 1,76 ± 0,55 cfu/ml. Analisa laju pertumbuhan  Escherichia coli paling tinggi pada tempe kacang tanah 5,68 ± 3,03 cfu/ml, pada kacang kedelai 2,06 ± 0,58 cfu/ml dan yang paling rendah pada tempe kacang merah 1,71 ± 1,41 cfu/ml. Hasil pH pada tempe kacang kedelai  6,96 ± 0,02, pada kacang tanah 5,97 ± 0,25 dan hasil pengukuran pH paling rendah pada tempe kacang merah yakni 4,39 ± 0,02. Kesimpulan:. Tempe kacang merah menghasilkan koloni BAL paling tinggi dan pH paling rendah dibandingkan tempe yang lain.  Hambatan koloni bakteri  Escherichia coli paling rendah didapatkan pada tempe kacang merah.Kata Kunci: Tempe kacang merah,Tempe kacang tanah,Tempe kacang kedelai , BAL, pH,  Escherichia coli
KOMBINASI Momordica charantia DENGAN KLINDAMISIN ATAU AMOKSISILIN PADA PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus Muhamad Hudaya Setio Utari; Yoni Rina Bintari; Rio Risandiansyah
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.007 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Obat Herbal Terstandar (OHT) buah pare (Momordica charantia) merupakan salah satu produk obat herbal yang diklaim bermanfaat sebagai terapi antidiabetes, namun juga memiliki potensi antibakteri yakni sebagai adjuvan antibiotik. Terapi kombinasi herbal dan antibiotik dapat menimbulkan interaksi farmakokinetik seperti sinergis, aditif, potensiasi, not-distinguishable, dan antagonis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antibakteri pada kombinasi produk OHT M. charantia dengan klindamisin dan amoksisilin pada koloni Staphylococcus aureus.Metode: Penelitian dilakukan secara in vitro yang mengkombinasikan herbal dengan antibiotik terhadap koloni S. aureus. Produk OHT M. charantia dilarutkan dengan metanol berdasarkan lima variasi dosis: 200.000, 100.000, 50.000, 25.000 dan 12.500 ppm. Kemudian melakukan uji kombinasi dengan klindamisin 2 µg atau amoksisilin 25 µg pada koloni S. aurues menurut metode Ameri-Ziaei Double Antibiotic Synergism Test (AZDAST). Analisis data menggunakan uji One-Way Anova  yang dilanjutkan dengan post-test Least Significant Difference (LSD) untuk uji OHT M. charantia dengan klindamisin dan uji Kruskal-Wallis dengan post-test Mann-Whitney untuk uji OHT M. charantia dengan amoksisilin berdasarkan tingkat signifikansi P<0,05.Hasil: Diameter ZOI kombinasi OHT M. charantia dengan amoksisilin 25 µg berinteraksi aditif pada dosis 200.000, 100.000, 50.000, 25.000 dan 12.500 ppm adalah 51,07 ± 1,97; 51,57 ± 1,44; 50,33 ± 1,17; 50,47 ± 2,20 dan 50,80 ± 0,80 mm pada koloni S. aureus. Sedangkan diameter ZOI kombinasi OHT M. charantia dengan klindamisin 2 µg berinteraksi aditif pada dosis 200.000, 100.000, 50.000 dan 25.000 ppm adalah 40,85 ± 1,20; 41,57 ± 2,00; 37,93 ± 2,48 dan 38,73 ± 1,64 mm namun berinteraksi not distinguishable pada dosis 12.500 ppm 35,07 ± 1,01 mm pada koloni S. aureus.Kesimpulan: Kombinasi OHT M. charantia baik dengan amoksisilin 25 µg maupun dengan klindamisin 2 µg berpotensi meningkatkan aktivitas antibiotik dalam menghambat koloni S. aureus.Kata Kunci: Momordica charantia, Adjuvan Antibiotik, Kombinasi Herbal dan Antibiotik
INTERAKSI ANTAGONIS KOMBINASI KOTRIMOKSAZOL DENGAN FRAKSI ETIL ASETAT DARI EKSTRAK ETANOL UMBI BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) PADA Escherichia coli RESISTEN KOTRIMOKSAZOL Muhammad Luthfi Rusydi; Arif Yahya; Reza Hakim
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.239 KB)

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: E.coli memiliki resistensi terhadap kotrimoksazol sebesar 81% yang dapat ditanggulangi dengan mengkombinasi antibiotik dengan herbal seperti Allium sativum L.. Ekstrak etanol Allium sativum L. memiliki potensi antibakteri. Namun interaksi fraksi fraksi ekstrak etanol umbi Allium sativum L. belum diketahui sehingga perlu diteliti.Metode: Penelitian dilakukan secara in vitro laboratorium pada E. coli resisten kotrimoksasol menggunakan ekstrak etanol umbi Allium sativum L. yang telah difraksinasi dengan air (FA), n-heksana (FNH) dan etil asetat (FEA). Efek antibakteri diuji dengan metode Kirby-Bauer sedangkan interaksi antibiotik dan herbal menggunakan metode Ameri-Ziaei Double Antibiotic Synergism Test (AZDAST). Hasil analisa diuji dengan Kruskal Wallis dengan nilai p<0,05 dianggap signifikan.Hasil: Kotrimoksazol dosis tunggal dan ganda tidak menghasilkan zona hambat yang menunjukan sifat resistensi kotrimoksazol E.coli. FA dan FNH tunggal tidak menghasilkan zona hambat sedangkan FEA tunggal sebesar 11,21 ± 1,15 mm (p=0.013). Zona hambat FA, FNH, FEA ganda berturut turut sebesar 9,92±0,19 mm, 11,04±1,13 mm, 13,23±1,74 mm (p=0.014). Zona hambat kombinasi kotrimoksazol dengan FA dan FNH sebesar 0 mm dan FEA 11,21 ± 1,15mm (p=0.014). hasil AZDAST menunjukkan FA, FNH not distinguishable dan FEA antagonis. Hal ini diduga terjadi karena resistensi kotrimoksazol dan kurangnya dosis masing masing fraksi ekstrak etanol umbi Allium sativum L.Kesimpulan: Interaksi kotrimoksazol dengan FEA bersifat antagonis, sedangkan dengan FA dan FNH bersifat not distinguishable terhadap E. coli.Kata Kunci: Allium sativum L., Kotrimoksazol, E. coli,  Daya hambat, Kombinasi antibiotik dan herbal.
ADIKSI INTERNET DAN PROKRASTINASI AKADEMIK SELAMA PEMBELAJARAN DARING SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERFORMA AKADEMIK MAHASISWA PREKLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN Livia FitriYanti; Fancy Brahma Adiputra; Rizki Anisa
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.435 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Selama pandemi Covid-19 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (FK UNISMA) melaksanakan proses pembelajaran secara daring (dalam jaringan). Salah satu dampak negatif pembelajaran daring yaitu adiksi internet dan prokrastinasi akademik yang dapat mempengaruhi performa akademik mahasiswa. Evaluasi pembelajaran daring di FK UNISMA masih belum dilakukan sehingga dilakukan penelitian untuk menilai tingkat adiksi internet dan prokrastinasi akademik mahasiswa selama pembelajaran daring serta pengaruh terhadap performa akademik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat korelasi adiksi internet dan prokrastinasi akademik serta faktor mana yang paling mempengaruhi performa akademik mahasiswa FK UNISMA.Metode: Penelitian deskriptif analitik ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Total responden sebanyak 245 mahasiswa FK UNISMA (Tingkat 1, 2 dan 3). Pengambilan data melalui kuesioner Internet Addiction Test untuk mengukur tingkat adiksi internet sedangkan untuk mengukur tingkat prokrastinasi akademik menggunakan kuesioner Procrastination Assessment Scale Students yang kami sebarkan secara online. Nilai blok digunakan sebagai data performa akademik yang kemudian dianalisa statistik dengan Uji Spearman dan Regresi Logistik didapatkan nilai p < 0,05.Hasil: Tingkat adiksi internet mahasiswa tingkat 1, 2, dan 3 berdasarkan kategori adalah ringan 51, sedang 126, dan parah 68 mahasiswa sedangkan tingkat prokrastinasi akademik mahasiswa berdasarkan kategori adalah sangat rendah 6, rendah 70, sedang 104, tinggi 64, dan sangat tinggi satu mahasiswa. Hasil uji korelasi spearman adiksi internet dan prokrastinasi akademik didapatkan nilai p  0,000 artinya terdapat korelasi terhadap performa akademik. Pada uji regresi logistik didapatkan nilai B adiksi internet 4,126 dan prokrastinasi akademik 3,021 yang artinya adiksi internet lebih berpengaruh terhadap performa akademik.Kesimpulan: Adiksi internet dan prokrastinasi akademik berpengaruh terhadap performa akademik mahasiswa. Adiksi internet adalah faktor yang paling mempengaruhi performa akademik mahasiswa FK UNISMA.Kata Kunci: Performa Akademik, Pembelajaran Daring, Pendidikan Dokter
POTENSI ANTILIPEMIKA SENYAWA AKTIF KOMBUCHA DAUN SIRSAK (Annona Muricata Linn.) TERHADAP PROTEIN TARGET PPAR-α DAN LIPOPROTEIN LIPASE DENGAN STUDI IN SILICO Fatwa Zulva Vastiani; Rosaria Dian Lestari; Dini Sri Damayanti
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.198 KB)

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Dislipidemia merupakan kelainan metabolisme lipid yang ditandai kenaikan kadar kolesterol total, kolesterol Low Density Lipoprotein (LDL), trigliserida, serta penurunan kolesterol High Density Lipoprotein (HDL). Kandungan flavonoid dari kombucha daun sirsak dapat meningkatkan aktivitas PPAR-α dan Lipoprotein lipase yang memegang peranan penting dalam metabolisme lipid. Penelitian ini bertujuan untuk untuk membuktikan mekanisme perbaikan profil lipid dari senyawa aktif kombucha daun sirsak melalui prediksi afinitas yang terjadi antara senyawa aktif flavonoid kombucha daun sirsak dengan protein target PPAR-α dan Lipoprotein Lipase dengan fenofibrat sebagai kontrol obat secara in silico, serta memprediksi fisikokimia, farmakokinetik, toksisitas senyawa aktif kombucha daun sirsak.Metode: Penelitian ini menggunakan metode in silico dengan menambatkan senyawa aktif flavonoid kombucha Daun Sirsak (Annona muricata Linn.) terhadap protein target PPAR-α dan Lipoprotein lipase (LPL) dengan menggunakan fenofibrat sebagai kontrol. Untuk memprediksi nilai fisikokimia, farmakokinetik dan toksisitas senyawa aktif kombucha daun sirsak digunakan pkCSM online tool.Hasil: Berdasarkan uji molecular docking, epicatechin gallate merupakan senyawa aktif dengan afinitas yang paling tinggi terhadap protein target PPAR-α. Adapun senyawa aktif yang memiliki afinitas terhadap lipoprotein lipase dari yang paling tinggi secara berurutan adalah epicatechin gallate, cumoric acid, dan homoorientin. Analisa pkCSM menunjukkan senyawa homoorientin, epicatechin gallate, dan cumoric acid efektif dijadikan kandidat obat peroral yang berpotensi sebagai anti lipemika.Kesimpulan: Senyawa aktif homoorientin, epicathecin gallate, cumoric acid dari kombucha daun sirsak (Annona muricata Linn) berpotensi sebagai agen anti lipemika.
KAJIAN PUSTAKA ALANG-ALANG SEBAGAI OBAT HIPERTENSI Zahna Regitasari; Fitria Nugraha Aini; Erna Sulistyowati
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.696 KB)

Abstract

ABSTRAKAlang-alang (Imperata cylindrica) memiliki kandungan senyawa golongan flavonoid, triterpenoid, dan lignan yang berkhasiat untuk diabetes, penyakit infeksi dan hipertensi. Tingginya kandungan senyawa aktif dalam I. cylindrica berpotensi menurunkan tekanan darah. Review artikel ini bertujuan untuk menjelaskan potensi I. cylindrica sebagai antihipertensi. Dengan menggunakan database elektronik Pubmed dan Google Scholar dengan kata kunci “Imperata cylindrica and hypertension”, ”Effect of Imperata cylindrica for hypertension”, didapatkan 857 artikel dan 1.010 artikel. Setelah melakukan penapisan pada artikel jurnal tahun 2010-2020, terdapat 6 (enam) artikel full text yang kami bahas pada review ini. Melalui penelitian in vivo hewan coba dan subyek manusia menunjukkan bahwa kandungan senyawa aktif I. cylindrica memiliki potensi sebagai antihipertensi. Melalui studi in vivo dan ex vivo, ekstrak methanol daun I. cylindrica dapat menurunkan tekanan darah melalui mekanisme vasodilatasi pembuluh darah dan menurunkan kontraksi otot polos. Selain itu I. cylindrica berperan menurunkan tekanan darah melalui efek diuretik melalui studi in vivo. Kandungan flavonoid (quercetine, kaempferol dan astragalin), triterpenoid (asiaticoside), dan lignan (graminone B) memiliki efek menurunkan stres oksidatif sehingga menghambat vasokonstriksi pembuluh darah. Review ini menunjukkan bahwa kandungan senyawa aktif I. cylindrica dapat menurunkan tekanan darah.kata kunci: Imperata cylindrica, flavonoids, antihypertension
POTENSI KOMBUCHA DAUN SIRSAK (Annona muricata Linn.) DALAM MENGHAMBAT DPP4 DAN SDF-1 SEBAGAI ANTIDIABETES DENGAN STUDI IN SILICO Susiani Dian Novianty; Rosaria Dian Lestari; Dini Sri Damayanti
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.251 KB)

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Diabetes mellitus adalah gangguan metabolisme yang diakibatkan disregulasi glukosa darah. Disregulasi glukosa darah diakibatkan oleh salah satunya peningkatan DPP4 dan SDF-1 akibat gaya hidup yang buruk. DPP4 dan SDF-1 dapat dihambat dengan kandungan flavonoid pada daun sirsak, sehingga mampu mencegah DM tipe 2. Flavonoid daun sirsak dapat ditingkatkan kadarnya dengan melalui proses fermentasi. Kombucha merupakan salah satu bentuk fermentasi, pada kombucha terdapat banyak kandungan asam organik dan tinggi flavonoid. Tujuan penelitian ini untuk memprediksi afinitas yang terbentuk antara senyawa aktif kombucha daun sirsak dengan enzim DPP4 dan SDF-1 serta memprediksi sifat fisikokimia, Absorbsi, Distribusi, Metabolisme, dan Ekskresi (ADME), dan toksisitas senyawa kombucha daun sirsak.Metode: Penelitian ini dilakukan secara in silico dengan menambatkan 11 senyawa aktif kombucha daun sirsak dan kontrol sitagliptin, dengan menggunakan docking server. Protein SDF-1, DPP4 diunduh melalui Protein Data Bank (PDB). Struktur 3D senyawa aktif kombucha daun sirsak dan kontrol sitagliptin diambil dari Pubchem. Analisa afinitas senyawa ligan terhadap enzim berdasarkan pada nilai energi bebas, konstanta inhibisi, interaksi permukaan, dan ikatan terhadap residu asam amino protein target. Analisa fisikokimia, ADME, dan toksisitas menggunakan pKCSM online toolHasil: Beberapa senyawa aktif daun sirsak mempunyai afinitas terhadap DPP4, namun diprediksi mempunyai efek yang berbeda dengan kontrol, kecuali homoorientin dan coumaric acid. Senyawa aktif kombucha daun sirsak yaitu quercetin dan homoorientin juga memiliki afinitas terhadap SDF-1, namun diprediksi memiliki efek yang berbeda dengan sitagliptin. pKCSM online tool menunjukkan coumaric acid merupakan senyawa aktif yang berpotensi bekerja optimal dalam ADME dan tidak menimbulkan toksisitas.Kesimpulan: Homoorientin dan coumaric acid merupakan senyawa aktif yang mampu menghambat DPP4 dengan potensi yang lebih rendah. Quercetin dan homoorientin memiliki afinitas terhadap SDF-1 namun tidak menghambat sisi aktif SDF-1. Coumaric acid dapat dikembangkan menjadi obat diabetes.Kata Kunci kombucha daun sirsak; molecular docking; in silico; pkCSM;antidiabetes
VALIDASI METODE PEWARNAAN SEDERHANA BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli DENGAN EKSTRAK METANOL DAUN TEH HIJAU (Camellia sinensis) Ibrahim Ashri; Yoni Rina Bintari; Rio Risandiansyah
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.213 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Pewarna alami dapat menjadi solusi terhadap efek negatif yang ditimbulkan pewarna sintetik. Daun teh hijau (Camellia sinensis) sebagai pewarna alami telah sering digunakan pada pewarnaan industri tekstil. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas pewarnaan alami daun teh hijau dibandingkan dengan pewarna sintetik Methylene Blue pada pewarnaan sederhana bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, kemudian dilakukan validasi metode akurasi dan presisi.Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental in vitro. Pewarnaan sederhana dilakukan dengan menggunakan Methylene Blue sebagai kontrol positif (+) dan daun teh hijau (Camellia sinensis) konsentrasi 2,5%, 5%, dan 7,5%. Jumlah bakteri dihitung dalam 5 lapang pandang menggunakan software ImageJ dan dilakukan perhitungan akurasi dan presisi. Dilakukan pula pengamatan deskriptif oleh tiga pengamat yang berbeda, dan dilakukan uji statistik metode Mann-Whitney.Hasil: Pada bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, di semua konsentrasi nilai yang diperoleh tidak memenuhi standar %Recovery (80-110%). Sama halnya dengan nilai presisi kedua bakteri tidak ada yang memenuhi standar Relative Standard Deviation (11%). Pada pengamatan deskriptif nilai tertinggi kedua bakteri diperoleh pada konsentrasi 7,5%.Kesimpulan: Pewarnaan sederhana bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan ekstrak metanol daun teh hijau (Camellia sinensis) memiliki tingkat akurasi dan presisi yang lebih rendah daripada Methylene Blue namun memiliki nilai pengamatan deskriptif yang baik pada konsentrasi 7,5%. Kata Kunci: Camellia Sinensis; Pewarnaan Sederhana; Staphylococcus aureus; Escherichia coli; Akurasi; Presisi
SKRINING FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI n-HEXANE DAUN PULUTAN (Urena lobata) Rahmadina Putri Meiviani; Fenti Kusumawardhani Hidayah; Yudi Purnomo
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.182 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Antioksidan merupakan senyawa yang dapat mencegah terjadinya kerusakan oksidatif dan banyak didapatkan pada tanaman. Daun pulutan adalah salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai antioksidan karena kandungan zat aktif yang dimilikinya. Fraksi n-hexane daun Pulutan diketahui memiliki senyawa aktif non polar yang berpotensi sebagai antioksidan seperti golongan terpenoid, steroid dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan zat aktif dan aktivitas antioksidan pada fraksi n-hexane daun Pulutan.Metode: Eksperimental laboratorium untuk menganalisis kandungan senyawa aktif dan aktivitas antioksidan yang terdapat pada fraksi n-hexane daun Pulutan. Identifikasi senyawa aktif dilakukan dengan menggunakan metode skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl- 1-picrylhydracyl radical) dengan beta karoten sebagai standar. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan pengulangan sebanyak tiga kali, kemudian data dinyatakan dengan persen inhibisi ( ) dan nilai IC50 yang dihitung dari persamaan linier.Hasil: Fraksi n-hexane daun Pulutan memiliki kandungan zat aktif alkaloid dan steroid serta aktivitas antioksidan kategori lemah dengan nilai IC50 sebesar 173.43 μg/mL dibandingkan dengan beta karoten (IC50 = 16.31 μg/mL) kategori sangat kuat. Aktivitas antioksidan fraksi n-hexane daun pulutan kekuatannya lebih lemah sepuluh kali dibandingkan dengan beta karoten.Kesimpulan: Fraksi n-hexane daun Pulutan memiliki aktivitas antioksidan lemah dibandingkan dengan standar pembandingnya yaitu beta karoten.Kata kunci: fraksi n-Hexane, daun Pulutan, senyawa aktif, aktivitas antioksidan
PENGARUH JAMU DAUN KELOR (Moringa oleifera) PADA AZITROMISIN TERHADAP Staphylococcus aureus Al Fareza Farhan Pradista Irgi Putra; Yoni Rina Bintari; Dini Sri Damayanti
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (875.791 KB)

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Daun kelor (Moringa oleifera) adalah tanaman herbal yang tumbuh di Indonesia dan sering digunakan dalam sediaan jamu untuk mengobati osteoarthritis (OA) dan memiliki aktivitas antibakteri. Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri penyebab artritis septik yang merupakan penyulit OA. Azitromisin merupakan antibiotik yang digunakan untuk terapinya. Terapi kombinasi herbal dan antibiotik dapat menimbulkan interaksi farmakologis seperti sinergis, aditif, potensiasi, not-distinguishable, dan antagonis. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi interaksi kombinasi antara jamu Moringa oleifera dengan Azitromisin dalam menghambat S. aureus. Metode: Penelitian in vitro ini menggunakan campuran larutan jamu M. oleifera dengan etanol dengan lima variasi dosis yaitu 400.000, 200.000, 100.000, 50.000 dan 25.000 ppm. Uji interaksi larutan etanol jamu bersama azitromisin 25 µg sesuai dengan metode Ameri-Ziaei Double Antibiotic Synergism Test (AZDAST). Data dianalisis menggunakan One-Way Anova dilanjutkan dengan post-test Tamhane’s T2 dengan tingkat signifikansi p < 0,05.Hasil: Diameter zone of inhibition (ZOI) kombinasi azitromisin dengan jamu M. oleifera pada dosis-dosis yang digunakan (dari tertinggi ke terendah) adalah 33,35 ± 1,77, 34,50 ± 1,77, 34,03 ± 1,50, 33,83 ± 0,21 dan 32,90 ± 0,87 mm. Azitromisin secara tunggal memiliki ZOI dengan rentang 31,33 ± 0,55–32,53 ± 0,57 mm. Perbedaan signifikan (p<0,05) antara kombinasi dengan antibiotik tunggal didapatkan pada dosis 50.000 ppm saja. Secara tunggal, jamu tidak memiliki ZOI terhadap S. aureus.Kesimpulan: Kombinasi jamu M. oleifera dengan azitromisin berpotensi menghambat S.aureus.Kata Kunci : Kombinasi, Jamu, Antibiotik, S.aureus

Page 2 of 3 | Total Record : 25