cover
Contact Name
Indra Cahya Setia Widigda
Contact Email
indracahya933@gmail.com
Phone
+6281252438535
Journal Mail Official
kedokterankomunitas@unisma.ac.id
Editorial Address
Jl. M.T. Haryono No.193 Malang 65144, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)
ISSN : 23376988     EISSN : -     DOI : 10.33474
Jurnal Kedokteran Komunitas merupakan salah satu jenis jurnal akademik bidang kedokteran atau kesehatan di mana penulis mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian maupun kajian. Artikel ilmiah ini juga mencangkup hasil-hasil penelitian terbaru dan tulisan ilmiah lainnya di bidang biomedis, kedokteran klinis, kedokteran komunitas, dan kesehatan masyarakat. Untuk memastikan kualitas ilmiah pada artikel yang diterbitkan, suatu artikel biasa diteliti oleh rekan-rekan sejawatnya dan direvisi oleh penulis, hal ini dikenal sebagai peer review. Jurnal Kedokteran Komunitas nomor p-ISSN 2337-6988 e-ISSN dikelola Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang ini diharapkan dapat menjadi media berbagi pengalaman antara berbagai kalangan dan institusi pendidikan kedokteran dan kesehatan, dengan terbit berkalah 2 kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober.
Articles 58 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 2 (2022)" : 58 Documents clear
LAJU FILTRASI GLOMERULUS MENURUN PADA WANITA LANSIA SEHAT DI KOTA MALANG TANPA PERUBAHAN KADAR KREATININ URIN Riki Nur Taufiq; Fitria Nugraha Aini; Rahma Triliana
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia cukup tinggi. Salah satu perubahan pada proses menua adalah perubahan struktur dan fungsi ginjal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan laju filtrasi glomerulus (LFG), kreatinin urin dan kreatinin serum pada lansia dan dewasa muda sebagai deteksi dini penyakit pada ginjal yang belum dilakukan sehingga peneliti perlu melakukan penelitian.Metode: Studi Cross Sectional dengan sampel wanita usia dewasa muda dan lansia. Pengambilan sampel darah tepi dan urin digunakan sebagai bahan untuk mengukur kadar kreatinin urin dan kreatinin serum yang diukur dengan metode Jaffe reaction, pemeriksaan LFG dikalkulasi dengan rumus Cockroft and Gault.Hasil dan Pembahasan: Rata – rata LFG dewasa muda dan lansia adalah 108.93±19.94 vs 68±17 (p=0,000). Rata – rata kreatinin urin dewasa muda dan lansia adalah 142,29±91,37 vs 101,61±68,83 (p=0,181). Rata – rata kreatinin serum dewasa muda dan lansia adalah 0,73±0,11 vs 0,80±0,12 (p=0,017).  Hubungan tidak searah kuat didapatkan pada usia dan LFG r=-0,686 (p=0,000), lemah pada usia dan kreatinin urin r=-0,153 (P=0,181). Hubungan searah kreatinin serum dan usia dengan kekuatan lemah r=0,205 (p=0,017). Hal ini menunjukan adanya penurunan fungsi ginjal yang terjadi akibat perubahan pada nefron seiring dengan bertambahnya usia.Kesimpulan: Penuaan berpengaruh pada nilai laju filtrasi glomerulus namun tidak berpengaruh pada kreatinin urin wanita sehat di kota Malang. Kata Kunci: Usia, Penuaan, Laju Filtrasi Glomerulus, Kreatinin Urin, Kreatinin Serum
PERBEDAAN PERILAKU BELAJAR DALAM MENGHADAPI UJIAN TULIS DAN UJIAN PRAKTEK PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN Fifi Rasyidah; Sri Herlina; Marindra Firmansyah
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

terhadap pembelajaran sehingga dapat mempengaruhi persepsi belajar dan perilaku belajar mahasiswa. Perilaku belajar dalam menghadapi ujian disesuaikan berdasarkan jenisnya, seperti pada jenis ujian tulis dan ujian praktek. Mahasiswa dalam perilaku belajanya dalam menghadapi ujian tulis dan ujian praktek melibatkan proses aktivitas kognitif seperti strategi belajar dan regulasi aktivitas metakognitif yang meliputi alokasi waktu belajar, lama jam belajar, distribusi belajar, pemilihan materi sumber belajar, monitoring dan strategi perbaikan belajar.Metode: Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan teknik pengambilan data melalui Focus Group Discussion. Partisipan diambil dengan maximum variation sampling dengan total partisipan 36 orang yang terbagi dalam tiga kelompok, yaitu kelompok I, II, dan III dari mahasiswa Fakultas kedokteran. Analisa data model Miles & Huberman dan coding dilakukan menggunakan bantuan Atlas.ti versi 8.Hasil: Analisa kualitatif mengambarkan bahwa terdapat perbedaan perilaku belajar dalam menghadapi ujian tulis dan ujian praktek pada mahasiswa kedokteran. Ujian tulis mahasiswa lebih menitikberatkan pada materi kuliah untuk meningkatkan kemampuan kognitif, sedangkan ujian praktek mahasiswa berfokus pada psikomotorik berupa penerapan teori untuk kegiatan praktek.Kesimpulan: Bahwa mahasiswa Fakultas Kedokteran memiliki perilaku belajar yang bervariasi dalam menghadapi ujian tulis dan ujian praktek pada proses aktivitas kognitif dan regulasi aktivitas metakognitifnya.Kata kunci: perilaku belajar; ujian tulis; ujian praktek; proses aktivitas kognitif; regulasi metakognitif;
PEMBUATAN VIDEO KETERAMPILAN KLINIS MANDIRI, TINGKAT KEPUASAN, DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERFORMA OSCE MAHASISWA KEDOKTERAN Yusuf Dharmawan; Yeni Amalia; Rizki Anisa
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Adanya pandemi Covid-19 mengubah pembelajaran klinik luring menjadi daring. Evaluasi pembelajaran CSL secara daring di FK UNISMA masih belum ada, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk menilai metode pembelajaran CSL, efektivitas dan tingkat kepuasan mahasiswa dan pengaruhnya pada performa OSCE mahasiswa preklinik FK UNISMA.Metode: Penelitian dilakukan secara observasional analitik cross sectional dengan responden mahasiswa FK UNISMA TA 2021/2022 (n=120). Metode pembelajaran CSL diukur dari tugas yang diberikan. Tingkat kepuasan mahasiswa diukur dengan kuesioner Online Course Satisfied Survey dan performa OSCE mahasiswa diukur dari nilai ujian OSCE. Hasil dianalisa dengan regresi logistik bivariat dan p < 0.05 dianggap signifikan.Hasil: Hasil evaluasi pembelajaran CSL didapatkan mahasiswa dengan bernilai baik 110 mahasiswa (92%), bernilai cukup 4 mahasiswa (3%), dan bernilai kurang 6 mahasiswa (5%). Hasil uji regresi logistik didapatkan adanya pengaruh signifikan (p = 0.003). Hasil evaluasi tingkat kepuasan mahasiswa didapatkan skala kepuasan sangat puas sejumlah 66 responden (55%) dan skala tingkat puas sejumlah 54 responden (45%). Hasil uji regresi logistik didapatkan adanya pengaruh signifikan (p = 0.045).Simpulan: Metode pembelajaran CSL dengan tugas pemeriksaan mandiri dan tingkat kepuasan mahasiswa berpengaruh signifikan pada performa OSCE mahasiswa preklinik FK UNISMA. Hal ini diduga terjadi karena berhubungan dengan kesiapan dan kepercayaan diri mahasiswa melakukan pembelajaran daring.Kata Kunci: Performa OSCE, metode pembelajaran CSL, tingkat kepuasan, pembelajaran daring
INTERAKSI ANTAGONIS KLORAMFENIKOL DENGAN FRAKSI N-HEKSANA DAN FRAKSI AIR UMBI BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) TERHADAP Salmonella thypi Yossi ayu purwanto; Zainul Fadli; Reza Hakim
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Salmonella thypi adalah bakteri penyebab demam thypoid yang masih menjadi masalah utama morbiditas dan mortalitas global. Kloramfenikol masih menjadi drug of choice dari pengobatan demam thypoid. Resistensi S.thypi terhadap kloramfenikol sebesar 66,8% hingga 72%. Resistensi dapat ditanggani  dengan mengkombinasi antibiotik dengan tanaman herbal yang memiliki senyawa antibakteri seperti Allium sativum L. Senyawa antibakteri dapat dipisahkan dengan metode fraksinasi. Namun belum didapatkan data tentang bentuk interaksi kombinasi kloramfenikol dengan fraksi-fraksi umbi Allium sativum L. terhadap S.thypi.Metode: Penelitian in vitro eksperimental laboratorium dengan metode Kirby-Bauer Disk Difussion Susceptibility Test dan dianalisa dengan metode Ameri-Ziaei Double Antibiotic Synergism Test (AZDAST) untuk mengetahui efek antibakteri kombinasi kloramfenikol dengan fraksi n-Heksana, etil asetat dan air dari ekstrak etanol umbi Allium Sativum L. terhadap S.thypiHasil: Fraksi n-Heksana, etil asetat serta air dari ekstrak etanol umbi Allium sativum L. dosis tunggal dan ganda tidak dapat menghambat pertumbuhan S.thypi. Zona hambat fraksi n-Heksana kombinasi kloramfenikol 20,03±2,68. Zona hambat fraksi air kombinasi kloramfenikol 17,37±4,52. Zona hambat fraksi etil asetat dosis kombinasi kloramfenikol 19,95±2,89.Kesimpulan: Kombinasi kloramfenikol dengan fraksi n-Heksana dan air dari ekstrak etanol umbi Allium sativum L. memilliki bentuk interaksi antagonis. Kombinasi kloramfenikol dengan fraksi etil asetat dari ekstrak etanol umbi Allium sativum L. memiliki bentuk interaksi not distinguishable.Kata Kunci: Antibakteri, Kloramfenikol, Allium sativum L, Salmonella thypi,Zona hambat
DIABETES MELITUS TIPE 2 MENYEBABKAN PERUBAHAN HASIL URINALISA PADA INDIVIDU DENGAN USIA DAN GENDER YANG SAMA DI MALANG RAYA Winanda Putri Utami; Reza Hakim; Rahma Triliana
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Angka kejadian Diabetes Melitus tipe 2 (DM tipe 2) dengan komplikasi Nefropati Diabetik (ND) terus meningkat. Prevalensi DM tipe 2 antara laki-laki dan perempuan berbeda. Usia turut mempengaruhi fungsi ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran DM tipe 2 pada hasil pemeriksaan urinalisa individu dengan usia dan gender yang sama di Malang Raya.Metode: Penelitian dengan studi cross sectional dilakukan pada  responden penelitian yang dibagi menjadi kelompok sehat (n=28) dan kelompok DM tipe 2 (n=32). Pemeriksaan HbA1c dilakukan dengan metode spektrofotometri dan urinalisa dengan semi-automatic urine analyzer. Data dianalisa dengan uji Mann-Whitney dan uji Chisquare, dilanjutkan dengan uji korelasi Spearman. Hasil dianggap signifikan bila p<0.05.Hasil: Hasil uji komparasi urinalisa kelompok sehat dan DM tipe 2 pada kadar glukosa urin signifikan (p=0.022) dan tidak signifikan pada kadar protein urin (p=0.089). Hasil Berat Jenis (BJ) urin kelompok sehat dan DM tipe 2 adalah 1.022± 0.007 dan 1.019± 0.007 (p=0.205), untuk pH urin adalah 5.9± 0.6 dan 5.7± 0.59 (p=0.205). Hasil uji korelasi didapatkan HbA1c berkorelasi dengan glukosa urin (r=0.466, p=0.000). Kesimpulan: DM tipe 2 berperan pada peningkatan kadar glukosa urin namun tidak pada BJ, pH, dan protein urin. Kata kunci: Diabetes Melitus Tipe 2; Berat Jenis Urin; pH Urin; Protein Urin; Glukosa Urin; HbA1c
KAEMPFEROL-3-O-SAMBUBIOSIDE DARI BUNGA Hibiscus sabdariffa MAMPU MENGHAMBAT PROTEIN BINDING GALACTOSE (LecA) DAN TRANSCRIPTIONAL ACTIVATOR (LasR) Pseudomonas aeruginosa : STUDI IN SILICO Iqbal Ismail Mochsen; Yoni Rina Bintari; Rio Risandiansyah
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Infeksi nosokomial karena P. aeruginosa terjadi akibat pembentukan adhesi dan biofilm yang diperantarai protein binding galactose (LecA) dan transcriptional activator LasR. Senyawa aktif bunga H. Sabdariffa dapat berperan sebagai anti-biofilm, namun mekanisme anti-adhesi dan anti-biofilm pada P. aeruginosa belum diketahui sehingga studi ini perlu dilakukan. Metode: Penelitian komputasi In Silico dengan Molecular Docking (AutoDock Vina) dilakukan pada protein LecA (5D21) dan LasR (4NG2) dengan GalAxG3PS dan ZINC00011544 sebagai kontrol. Sebanyak 21 senyawa aktif bunga H. sabdariffa ditambatkan dan dievaluasi efektifitas ikatan dibanding kontrol dengan menilai energi ikatan bebas (∆G) dan residu asam amino. Selain itu juga diprediksi sifat fisikokimia dan farmakokinetik dengan Lipinski Rule Of Five dan ADMET. Hasil: Senyawa terbaik dilihat berdasarkan energi ikatan bebas dan kesamaan interaksi dengan kontrol. Senyawa yang berpotensi sebagai anti-adhesi terhadap protein LecA yaitu Tiliroiside (∆G -6.9 kkal/mol, 25%), Kaempferol-3-O-sambubioside (∆G -6.7 kkal/mol, 37,5%), dan 4-Caffeoylquinic acid (∆ -6,1 kkal/mol, 25%) sedangkan yang berpotensi sebagai anti-biofilm terhadap LasR protein yaitu Kaempferol-3-O-rutinoside (∆G -8.4 kkal/mol, 44%), Quercetin-3-rutinoside (∆G -8.3 kkal/mol, 55%), dan Kaempferol-3-O-sambubioside (∆G -7,7 kkal/mol, 22%). Hal ini menunjukan bahwa turunan kaempferol dapat menghambat adhesi dan biofilm. Kesimpulan: Senyawa aktif Kaempferol-3-O-sambubioside pada bunga H. sabdariffa mempunyai potensi sebagai anti-adhesi dan anti biofilm pada protein lecA dan LasR. Kata Kunci : LecA; LasR; GalAxG3PS; ZINC00011544
PAPARAN MERKURI (Hg) PADA Staphylococcus aureus MENYEBABKAN PEMANJANGAN FASE LAG TANPA PENURUNAN SENSITIVITAS ANTIBIOTIK Yulia Resty; Rio Risandiansyah; Sasi Purwanti
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan : Merkuri (Hg) adalah salah satu logam berat yang banyak digunakan secara legal maupun illegal pada berbagai industri salah satunya adalah industri kosmetik (Skincare). Penggunaan Hg pada kulit dalam jangka panjang dikhawatirkan dapat mempengaruhi salah satu normal flora di kulit yaitu Staphylococcus aureu. Staphylococcus aureus yang bertahan hidup dibawah paparan Hg akan beradaptasi dan berpotensi menyebabkan terjadinya resistensi pada antibiotik. Penelitian ini akan melihat pengaruh paparan Hg pada kurva pertumbuhan dan sensitivitas antibiotik bakteri Staphyloccus aureus. Metode : Penelitian ini menggunakan metode in vitro dengan melakukan pemaparan 7 dosis logam berat Hg 0,05 ppm, 0,1 ppm, 0,2 ppm, 0.4ppm, 0,8 ppm, 1,6 ppm dan 3,2 ppm pada bakteri Staphylococcus aureus. Kemudian dilihat kurva pertumbuhannya melalui absorbansinya dengan spektrofotometri selama 24 jam dan menghitung nilai Lag Extention (LE) dengan membagi waktu fase lag kontrol dan fase lag perlakuan. Pada bakteri dengan pemanjangan fase lag dilakukan uji sensitivitas dengan metode disc-diffusion terhadap Amoxicillin, Kloramfenikol, Tetrasiklin, Meropenem dan Trimetropim. Uji statistik data menggunakan aplikasi R Studio Studio 1.2.5033 dengan uji Kruskal wallis Hasil : Paparan Hg dengan dosis 0.05 ppm, 0.1 ppm dan 0.2 ppm menyebabkan pemanjangan fase lag dengan nilai LE 1,6, 2,3 dan 3. Sedangkan paparan Hg pada dosis lainnya tidak menunjukan adanya pertumbuhan. Uji sensitivitas melalui zona inhibisi pada 5 antibiotik yaitu Amoxicillin, Kloramfenikol, Tetrasiklin, Meropenem dan Trimetoprim tidak didapatkan penurunan sensitivitas secara signifikan (p<0.05). Kesimpulan : Paparan Hg dosis 0,05 ppm, 0,1 ppm dan 0,2 ppm pada bakteri S. aureus menyebabkan pemanjangan fase lag namun tidak terdapat penurunan sensitivitas. Kata kunci : Merkuri, Resistensi antibiotik, Staphylococcus aureus, Fase Lag
KECERDSAN INTELEKTUAL DAN KECERDASAN EMOSIONAL BERPENGARUH TERHADAP PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA KEDOKTERAN Lelyana Yuditasari; Amelia Daeng Pramono; Marindra Firmansyah
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Prestasi akademik yang rendah dapat dipengaruhi oleh faktor internal, salah satunya adalah kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional. Kecerdasan intelektual membantu mahasiswa untuk memahami materi perkuliahan. Kecerdasan emosional membantu mahasiswa untuk mengendalikan diri dan emosi serta memotivasi diri apabila mahasiswa merasa cemas dan depresi. Semakin tinggi kecerdasan yang dimiliki maka akan semakin tinggi prestasi akademik yang didapatkan. Tingkat kecerdasan yang dimiliki oleh mahasiswa dapat diketahui melalui tes Intelligenz Struktur Test (IST) dan Edward Personality Preference Schedule (EPPS). Tes tersebut digunakan sebagai standar penerimaan mahasiswa baru yang berfungsi menyaring mahasiswa baru untuk menghasilkan lulusan sarjana pendidikan dokter yang berkualitas. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasi deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional diukur dengan menggunakan kuesioner modifikasi The Stenberg Triarchic Abilities Test dan Emotional Intellegence Questionnaire. Hasil kuesioner tersebut dikonfirmasi dengan hasil data Intelligenz Struktur Test (IST) dan Edward Personality Preference Schedule (EPPS) untuk melihat apakah terdapat perbedaan tingkat kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional pada saat menjalani perkuliahan dan sewaktu penerimaan mahasiswa baru. Analisa data kuesioner menggunakan teknik Struktural Equation Model (SEM) jalur pendekatan regresi Partial Least Square (PLS) sedangkan IST dan EPPS tidak dilakukan analisa data. Hasil: Kecerdasan intelektual dibentuk dari dimensi mengatasi masalah, intelegensi praktis, dan intelegensi verbal (T-statistic 3,134 dan path coefficients 0,137). Kecerdasan emosional dibentuk oleh dimensi self awareness, managing emotions, motivating one self , emphaty, dan social skill (T-statistic 28,152 dan path coefficients 0,83). Kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional berpengaruh terhadap prestasi akademik dengan nilai R-Square=0,815 yang memiliki arti bahwa variabel eksogen berupa kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional dapat dikatakan sangat kuat dalam menjelaskan variabel endogen prestasi akademik sebanyak 81,5%. Simpulan: Semakin tinggi kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional yang dimiliki oleh mahasiswa, semakin tinggi prestasi akademik yang didapatkan. Kata Kunci: kecerdasan intelektual; kecerdasan emosional; prestasi akademik.