cover
Contact Name
Indra Cahya Setia Widigda
Contact Email
indracahya933@gmail.com
Phone
+6281252438535
Journal Mail Official
kedokterankomunitas@unisma.ac.id
Editorial Address
Jl. M.T. Haryono No.193 Malang 65144, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)
ISSN : 23376988     EISSN : -     DOI : 10.33474
Jurnal Kedokteran Komunitas merupakan salah satu jenis jurnal akademik bidang kedokteran atau kesehatan di mana penulis mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian maupun kajian. Artikel ilmiah ini juga mencangkup hasil-hasil penelitian terbaru dan tulisan ilmiah lainnya di bidang biomedis, kedokteran klinis, kedokteran komunitas, dan kesehatan masyarakat. Untuk memastikan kualitas ilmiah pada artikel yang diterbitkan, suatu artikel biasa diteliti oleh rekan-rekan sejawatnya dan direvisi oleh penulis, hal ini dikenal sebagai peer review. Jurnal Kedokteran Komunitas nomor p-ISSN 2337-6988 e-ISSN dikelola Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang ini diharapkan dapat menjadi media berbagi pengalaman antara berbagai kalangan dan institusi pendidikan kedokteran dan kesehatan, dengan terbit berkalah 2 kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober.
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2021)" : 33 Documents clear
Efek Antibakteri Kombinasi Ekstrak Metanol atau Dekokta Daun Annona muricata L. dengan Kloramfenikol pada Staphylococcus aureus dan Eschericia coli secara in vitro Sonia Agustin Ervina A.; Reza Hakim; Erna Sulistyowati
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.602 KB)

Abstract

Pendahuluan: Terapi antibiotik yang irasional dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik. Daun A.muricata L. mengandung zat antimikroba dengan cara merusak membran sel bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat kombinasi ekstrak metanolik atau dekokta daun A.muricata L. dengan kloramfenikol terhadap S.aureus atau E.coli untuk mengurangi resistensi antibiotik.Metode: Uji Zona Inhibisi kloramfenikol tunggal, ekstrak metanol daun A.muricata L. tunggal, dekokta daun A.muricata L. tunggal, kombinasi ekstrak metanol daun A.muricata L. dengan kloramfenikol dan kombinasi dekokta daun A.muricata L. dengan kloramfenikol pada S.aureus dan E.coli. menggunakan metode Ameri-Ziaei Double Antibiotic Synergism Test (AZDAST) yang dimodifikasi dan analisa statistik dengan uji Mann-Whitney dengan tingkat signifikansi p<0.05.Hasil: Pada S.aureus kombinasi ekstrak metanol daun A.muricata L. dengan kloramfenikol dosis tinggi dan rendah menunjukkan peningkatan zona inhibisi berturut-turut (30,0±1,0mm; 25,0±0,0mm), tetapi secara statistik tidak dapat dibedakan dari penggunaan tunggalnya. Sama halnya pada kombinasi dekokta A.muricata L. dengan kloramfenikol dosis tinggi dan rendah menunjukkan peningkatan zona inhibisi berturut-turut (24,7±2,08mm; 26,3±2,08mm; 16,7±14,4mm; 13,7±11,8mm), tetapi secara statistik tidak dapat dibedakan dari penggunaan tunggalnya. Pada E.coli tidak menunjukkan peningkatan zona inhibisi pada kombinasi ekstrak metanol dan dekokta A.muricata L. dengan kloramfenikol dosis tinggi (0,0±0,0mm) dan (12,0±0,0mm; 11,7±1,1mm).Kesimpulan: Kombinasi ekstrak metanol atau dekokta daun A.muricata L. dengan kloramfenikol tidak meningkatkan daya hambat terhadap S.aureus dan E.coli.Kata Kunci: A.muricata L., Kloramfenikol, S.aureus, E.coli, resistensi antibiotik
STUDI PUSTAKA SISTEMATIS: PENGARUH POLIFENOL DELIMA (Punica granatum L.) TERHADAP KADAR PROSTAGLANDIN E2 DARI SEL MAKROFAG RAW264.7 Faizah Dwi Qurrotul Aini; Anita Puspa Widiyana; Doti Wahyuningsih
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.692 KB)

Abstract

Abstrak: Prostaglandin E2 (PGE2) adalah senyawa yang akan meningkat pada jaringan inflamasi dan berkontribusi memodulasi nyeri. Delima (Punica granatum L.) dilaporkan memiliki potensi anti-inflamasi dan anti-nyeri neurogenik. Studi pustaka sistematis (SPS) ini mempelajari potensi anti-inflamasi ekstrak dan senyawa polifenol delima terhadap penurunan kadar PGE2 pada sel makrofag RAW264.7. Metode: Studi pustaka sistematis. Data penelitian dikumpulkan dari PubMed Central, PubMed, dan Google Scholar berdasarkan kata kunci pomegranate atau Punica granatum, inflammation, PGE2, dan sel makrofag RAW264.7. Delapan artikel memenuhi kriteria inklusi dan ditetapkan untuk ditelaah. Hasil: Ekstrak kulit dan bunga delima serta senyawa polifenol dalam buah dan kulit delima terbukti mampu menurunkan kadar PGE2 pada sel makrofag RAW264.7. Aktivitas anti-inflamasi ekstrak kulit dan bunga delima serta senyawa polifenol dalam buah dan kulit delima menurunkan kadar PGE2 melalui hambatan ekspresi Toll-Like Receptor 4 (TLR4), hambatan aktivasi jalur pensinyalan Mitogen-Activated Protein Kinase (MAPK), hambatan aktivasi faktor transkripsi Nuclear Factor-Kappa B (NF-κB), serta hambatan ekspresi dan regulasi enzim COX-2. Data menunjukkan bahwa senyawa polifenol delima menghambat sintesis PGE2 secara dependen. Kesimpulan: Senyawa polifenol delima mampu menurunkan kadar PGE2 pada sel makrofag RAW264.7.Kata kunci: Delima, Inflamasi, PGE2, Sel Makrofag RAW264.7
STUDI PUSTAKA SISTEMATIS: PENGARUH KURKUMIN SEBAGAI ANTIINFLAMASI TERHADAP C-REACTIVE PROTEIN PADA BERBAGAI PENYAKIT INFLAMASI Andrie Devin Susilo Hadi; Marindra Firmansyah; Doti Wahyuningsih
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.132 KB)

Abstract

Abstract: C-Reactive Protein (CRP) merupakan protein yang dihasilkan pada fase akut dari kondisi inflamasi yang sampai sekarang digunakan sebagai penanda sistemik di klinis. Kurkumin dilaporkan memiliki pengaruh sebagai antiinflamasi. Studi Pustaka sistematis ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh kurkumin terhadap penurunan kadar CRP pada berbagai kelainan yang patofisiologinya melibatkan inflamasi. Pada studi ini dipela-jari pengaruh kurkumin pada CRP dari kelainan: metabolisme, keganasan, infeksi,dan intoksikasi. Studi Pustaka sistematis. Data dikumpulkan dari PubMed dan Google Scholar berdasarkan kata kunci Curcumin, C-Reactive Protein, dan Inflamation. Proses screening menghasilkan 16 artikel yang memenuhi kriteria inklusi yang ditetapkan untuk ditelaah. Kurkumin terbukti mampu menurunkan kadar CRP pada berbagai kondisi inflamasi. Dalam penelitian ini dilaporkan Kurkumin bekerja dengan menghambat Tumor Necrosis Factor-α (TNF-α), In-terleukin-1β (IL-1β), Interleukin-6 (IL-6) serta menghambat aktivasi faktor transkripsi Nuclear Factor-Kappa B (NF-κB). Sehingga kurkumin mampu menurunkan kadar CRP pada berbagai kondisi inflamasi.Kata Kunci : Kurkumin, C-Reactive Protein, Inflamasi
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW : PENGARUH PENGGUNAAN PROTON PUMP INHIBITOR (PPI) JANGKA PANJANG TERHADAP IMUNITAS TRAKTUS GASTROINTESTINAL Keke Anggun Indira Yosela; Helmin Elyani; Hardadi Airlangga
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.232 KB)

Abstract

Pendahuluan : Proton Pump Inhibitor (PPI) adalah kelompok obat yang digunakan untuk menurunkan kadar asam lambung sekaligus meredakan gejala yang disebabkan oleh peningkatan asam lambung secara patologis. Pada penggunaan PPI jangka panjang, dapat timbul sejumlah potensi efek samping, dikhawatirkan efek samping tersebut dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Systematic literature review ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan PPI jangka panjang terhadap imunitas traktus gastrointestinal khusunya pada sel epitel, keasaman, kualitas mukus, mikrobiota traktus gastrointestinal, hingga efeknya pada neutrofil.Metode : Systematic Literature Review mengenai pengaruh pemberian Proton Pump Inhibitor (PPI) jangka panjang terhadap sistem imunitas serta homeostasis traktus gastrointestinal yang dilakukan pencarian melalui database google scholar, pubmed central, dan sciencedirect dengan memasukkan kata kunci “Proton pump inhibitors” “Immunity dysfunction” “Disadvantages” “Side Effect” “Microflora” dan “GI Infection”. Jurnal dipilih sesuai kriteria inklusi yakni jurnal original article dengan rentang terbit tahun 2010-2020 dan dapat diakses full text.Hasil : Sejumlah 13 jurnal terpilih sesuai kriteria inklusi. Didapatkan 2 jurnal tidak valid dan 11 jurnal valid, jurnal yang di dapat membahas mengenai keasaman, mukus, mikrobiota dan neutrofil. Jurnal yang didapat paling banyak membahas mengenai efek PPI terhadap keasaman serta mikrobiota gastrointestinal.Kesimpulan : Pada Penggunaan Proton Pump Inhibitor (PPI) jangka panjang dapat mempengaruhi imunitas gastrointestinal khususnya pada keasaman dan mikrobiota GIT.Kata Kunci : Proton Pump Inhibitor, imunitas, traktus gastrointestinal
Efek Penambahan Fraksi Semi Polar (F1-F7) Ekstrak Metanolik Phyllanthus niruri, L. Terhadap Daya Hambat Amoxicillin atau Chloramphenicol pada Staphylococcus aureus atau Escherichia coli Wahyuni Dwi Permata Sari; Rio Risandiansyah; Hardadi Airlangga
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.415 KB)

Abstract

Pendahuluan: Tingginya angka kejadian infeksi bakteri diterapi menggunakan antibiotik dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik. Untuk menanggulangi resistensi antibiotik dapat menggunakan kombinasi herbal seperti meniran (Phyllanthus niruri, L.) dengan antibiotik oleh karena itu, kombinasi tersebut perlu didalami lebih lanjut untuk menjadi alternatif yang tepat dalam menurunkan angka resistensi. Namun, belum diketahui senyawa spesifik yang mempengaruhi aktivitas herbal pada kinerja antibiotik. Oleh sebab itu, perlu penelitian lebih lanjut tentang efek penambahan fraksi meniran pada antibotik dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dan E. coli.Metode: Fraksi 1-7 didapatkan dari proses fraksinasi ekstrak metanolik simplisia Phyllanthus niruri, L. menggunakan resin silica dengan eluen etil asetat 100%. Uji Zona Inhibisi (ZOI) menggunakan metode Kirby-Bauer. Efek interaksinya dihitung berdasarkan metode Ameri-Ziaei Double Antibiotic Synergism Test (AZDAST). Uji fitokimia menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan reagen FeCl3, dragendorff, dan formaldehyde Uji statistik dilakukan dengan Mann-Whitney dengan signifikan p<0,05.Hasil: Fraksi dengan eluen etil asetat 100% menghasilkan 7 fraksi yaitu F1-F7. Fraksi F3 memiliki interaksi sinergis dengan chloramphenicol dalam mebunuh E.coli dengan ZOI kombinasi 11,3 ± 0,57 mm dan ZOI antibiotik tunggal 11 ± 0 mm. Fraksi F6 memilki interaksi sinergis dengan amoxicillin dalam membunuh S.aureus dengan ZOI kombinasi 15,3 ± 0,57 mm dan ZOI antibiotik tunggal 14 ± 0 mm. Sedangkan pada fraksi lain memiliki interaksi not distinguishable. Fraksi F5, F6 dan F7 memiliki senyawa fenol dengan jenis senyawa yang berbeda.Kesimpulan: Fraksi F3 bersifat sinergis dengan chloramphenicol dalam membunuh E. coli. F6 bersifat sinergis dengan amoxicillin dalam membunuh S.aureus. Fraksi F1, F2, F4, F5 dan F7 memiliki interaksi not distinguishable. Fraksi F5, F6 dan F7 mengandung senyawa aktif fenol.Kata Kunci: Phyllanthus niruri,L.,Amoxicillin, Chloramphenicol, Uji Fitokimia, Zona Inihibisi, Kombinasi Antibiotik dan Herbal.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW : EFEK PENGGUNAN OMEPRAZOLE DAN LANSOPRAZOLE TERHADAP Lactobacillus sp Kiki Mustika Alfiasih; Hardadi Airlangga
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.748 KB)

Abstract

Pendahuluan: Omeprazole merupakan generasi pertama sedangkan Lansoprazole generasi kedua pump proton inhibitor. Selama dekade terakhir, terdapat peningkatan penggunaan PPI yang berisiko meningkatkan efek samping. Penekanan asam kronis dengan PPI jangka panjang memfasilitasi pertumbuhan bakteri di usus kecil dan berkontribusi pada migrasi mikroflora kolon. Lactobacillus merupakan flora normal pada saluran pencernaan manusia yang memproduksi antimikroba. Systematic literature review ini bertujuan mengetahui efek penggunaan omeprazole dan lansoprazole terhadap Lactobacillus sp.Metode: Systematic Literature Review mengenai efek penggunaan omeprazole dan lansoprazole terhadap Lactobacillus sp yang dilakukan pencarian melalui database Pubmed, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan memasukkan kata kunci berupa Omeprazole, Lansoprazole, Lactobacillus sp. Jurnal dipilih sesuai kriteria inklusi dan kriteria eksklusi yang telah ditetapkan.Hasil: Pencarian dengan menggunakan kata kunci dan menyeleksi berdasarkan kriteria inklusi serta kriteria eksklusi didapatkan sejumlah 13 jurnal. Sepuluh jurnal yang membahas tentang omeprazole didapatkan enam jurnal yang signifikan terhadap Lactobacillus sp. Sedangkan dari tiga jurnal lansoprazole didapatkan tiga jurnal yang signifikan terhadap Lactobacillus sp.Kesimpulan: Efek penggunaan Omeprazole berpengaruh terhadap Lactoabcillus sp dibandingkan penggunaan Lansoprazole.Kata Kunci: Omeprazole, Lansoprazole, Lactobacillus sp
PENGARUH STATUS PENDIDIKAN, EKONOMI, DAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP STATUS GIZI ANAK BALITA DI KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG Zaza Saskia Ayu Wandani; Erna Sulistyowati; Dewi Martha Indria
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.677 KB)

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi balita dengan malnutrisi di Indonesia masih cukup tinggi, dan salah satu wilayah dengan prevalensi stunting yang tinggi adalah Kecamatan Pujon Kabupaten Malang Jawa Timur. Banyak faktor yang mempengaruhi malnutrisi, antara lain asupan gizi, tingkat pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dan pola pengasuhan. Belum ada data tentang bagaimana hubungan antara status pendidikan, ekonomi, dan pola asuh orang tua terhadap status gizi anak balita di Kecamatan Pujon. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hal tersebut.Metode: Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan metode cross-sectional. Pengambilan sampel melalui metode purposive sampling melalui kriteria inklusi yang sudah ditetapkan. Terdapat 144 responden yang memenuhi kriteria yang domisilinya di Desa Pandesari, Madiredo, dan Tawangsari Kecamatan Pujon. Instrumen penelitian adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas dengan hasil valid dan reliabel (r hitung>r tabel). Analisa data penelitian menggunakan uji Kruskal Wallis dan Somers’ D, hasilnya signifikan apabila nilai p lebih dari 0,05.Hasil: Terdapat hasil signifikan pada hubungan antara status ekonomi orang tua dengan status gizi anak balita dengan nilai p 0,037. Sedangkan tidak terdapat hubungan antara status pendidikan dan pola asuh orang tua dengan status gizi anak balita dengan nilai p masing-masing 0,722 dan 0,077.Kesimpulan: Status gizi anak balita lebih dipengaruhi oleh status ekonomi orang tua dan tidak dipengaruh oleh status pendidikan maupun pola asuh orang tua.Kata Kunci: Status Gizi, Tingkat Pendidikan, Status ekonomi, Pola Asuh Orang Tua.
Efek Antibakteri Kombinasi Ekstrak Daun Syzygium polyanthum dengan Kotrimoksazol pada Staphylococcus aureus dan Escherichia coli secara In Vitro Nurul Faizah; Erna Sulistyowati; Reza Hakim
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.332 KB)

Abstract

Latar Belakang: Kombinasi herbal-antibiotik berpotensi menghambat resistensi penggunaan antibiotik kotrimoksazol. Daun Syzygium polyanthum berpotensi sebagai antibakteri yang bekerja pada dinding sel maupun secara intrasel. Namun sifat kombinasi zat aktif dari ekstrak daun S. polyanthum dengan kotrimoksazol terhadap S. aureus dan E. Coli belum diketahui.Metode: Ekstraksi zat aktif S. polyanthum menggunakan cara sederhana yaitu dekoktasi, dan cara lebih kompleks yaitu ekstrak methanol. Kombinasi hasil ekstraksi S. polyanthum dengan kotrimoksazole diberikan pada biakan masing-masing bakteri. Pengukuran menggunakan metode Ameri-Ziaei Double Antibiotic Synergism Test (AZDAST) yang dimodifikasi. Variabel bebas ada 5, yaitu kotrimoksazol dosis tinggi dan rendah (ADT dan ADR), ekstrak metanol daun S. polyanthum dosis tinggi dan rendah (HDTm dan HDRm), ekstraksi air dekokta daun S. polyanthum dosis tinggi dan rendah (HDTd dan HDRd), kombinasi ekstrak metanol daun S. polyanthum dengan kotrimoksazol (KMSK), dan kombinasi dekokta daun S. polyanthum dengan kotrimoksazol (KDSK). Zona hambat dari hasil ekstraksi tunggal dan kotrimoksazol tunggal diperlukan untuk pembanding. Data zona hambat dianalisa dengan uji One-Way Anova dengan tingkat signifikansi p < 0.05.Hasil: Pada S. aureus dan E. coli, KDSK (S. aureus = 26,0 mm; E. coli = 11 mm) dan KMSK (S. aureus = 18,0 mm; E. coli = 11 mm) memiliki zona hambat yang lebih baik dibandingkan dengan penggunaan antibiotik tunggal (p = 0,02 dan 0,008).Kesimpulan: Kombinasi dekokta atau ekstrak metanol daun S. polyanthum dengan kotrimoksazol meningkatkan daya hambat terhadap S. aureus dan E. coli.Kata Kunci: Resistensi antibiotik, Daun Syzygium polyanthum, Kotrimoksazol, Staphylococcus aureus, Escherichia coli
Efek Ekstrak Etanol Rimpang Jahe Emprit Terhadap Paralisis Dan Kematian Cacing Dewasa Ascaris Suum Goeze Moh. Yahya Al-Hilal; Dian Novita W; Dini Sri Damayanti
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.945 KB)

Abstract

Pendahuluan: Tanaman obat tradisional jahe emprit (Zingiber officinalle var. amarum) diduga mengandung memiliki aktivitas anthelmintik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas anthelmintik ekstrak etanol rimpang jahe emprit pada cacing Ascaris suum goeze secara in vitro.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental studi in vitro dengan post test only controlled group design. Sampel penelitian terdiri dari 28 cacing dewasa Ascaris suum goeze yang dibagi menjadi 7 kelompok. Kelompok pertama sebagai kontrol negatif yakni normal saline 0,9%, kelompok perlakuan kedua diberikan perlakuan larutan pirantel pamoat 5mg/ml sebagai kontrol positif. Kelompok ketiga diberi perlakuan ekstrak etanol rimpang jahe emprit dengan konsentrasi 0,5%, 1%, 2%, 4% dan 8%. Masing-masing konsentrasi berisi 4 cacing dewasa Ascaris suum goeze. Data diperoleh dari pengamatan pada jam ke 1,2,3,4,5,6,7,8,9,24, 48, 72 dan 96, kemudian dihitung PC50 dan LC50 ekstrak etanol rimpang jahe emprit dengsn regresi linier Microsoft excel 2019.Hasil: Pada Ekstrak etanol rimpang jahe emprit konsentrasi 0,5%, 1%, 2% dan 4% mengalami paralisis akhir pada jam ke-48, pada ekstrak etanol rimpang jahe emprit konsentrasi 8% cacing mengalami paralisis akhir pada jam 24. Paralysis Concentration (PC50) yaitu sebesar 1,27%, artinya dibutuhkan konsentrasi 1,27% untuk membuat cacing mengalami paralisis sebanyak 50%. Sedangkan Ekstrak etanol rimpang jahe emprit konsentrasi 0,5%, 1%, 2% dan 4% mengalami kematian sempurna 100% pada jam yang sama yaitu pengamatan jam ke-96, sedangkan pada konsentrasi 8% mengalami kematian 100% pada jam ke-72. Lethal Concentration (LC50) yang didapatkan 2,005% yang bermakna dibutuhkan konsentrasi 2,005% untuk membuat cacing mengalami kematian.Kesimpulan: Ekstrak etanol rimpang jahe emprit memiliki nilai PC50 sebesar 1,27%. Sedangkan Ekstrak etanol rimpang jahe emprit memiliki LC50 sebesar 2,005%Kata Kunci : Jahe emprit, (Zingiber officinalle var. amarum), Ascaris suum goeze, anthelmintik, in vitro
ANALISIS FAKTOR REGULASI BELAJAR MANDIRI TERKAIT DENGAN PENGARUH KELUARGA, TEMAN SEBAYA, DAN STAF PENGAJAR TERHADAP PRESTASI AKADEMIK Nirmala Bayuningtyas; Yoyon Arif Martino; Marindra Firmansyah
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Prestasi akademik dianggap sebagai indikator dan tolak ukur penting dalam keberhasilan pendidikan. Prestasi akademik mahasiswa kedokteran yang belum optimal, dibuktikan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang rendah. Teori menyatakan bahwa konsep diri biasanya direalisasikan dengan regulasi belajar mandiri yang berpengaruh terhadap prestasi akademik. Faktor yang mempengaruhi terbentuknya regulasi belajar mandiri diantaranya adalah keluarga, teman sebaya, staf pengajar, dan faktor lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor regulasi belajar mandiri terkait dengan pengaruh keluarga, teman sebaya, dan staf pengajar terhadap prestasi akademik.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasi deskriptif analitik kuantitatif. Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner paten MSLQ (motivated strategies of learnings questionnaire) kepada 175 responden. Data sekunder berupa nilai ujian mingguan dan ujian akhir blok, yang kemudian dianalisis menggunakan aplikasi Smart PLS 3.0 (Partial Least Square). Penelitian ini dilakukan selama masa pandemi COVID-19.Hasil: Pengaruh keluarga, teman sebaya, dan staf pengajar terhadap regulasi belajar mandiri mempunyai nilai R-square=48,5%. Keluarga, teman sebaya, dan staf pengajar berpengaruh signifikan terhadap regulasi belajar mandiri (T=7.246, p=0.000; T=2.004, p=0.023; T=5,394, p=0.000), sedangkan regulasi belajar mandiri berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap prestasi akademik (R square=2,7%, T=0.335, p= 0.369). Nilai goodness of fit = 0,391 dan model fit = 81,4% yang berarti kesesuaian model kuat dan model yang dibuat fit.Kesimpulan: Keluarga, teman sebaya, dan staf pengajar berpengaruh positif dan signifikan membentuk regulasi belajar mandiri. Keluarga memiliki pengaruh paling tinggi dan teman sebaya memiliki pengaruh paling rendah terhadap terbentuknya regulasi belajar mandiri. Regulasi belajar mandiri tidak berpengaruh positif signifikan terhadap prestasi akademik. Terdapat faktor regulasi belajar mandiri lainnya yang tidak diteliti.Kata kunci: Regulasi belajar mandiri, prestasi akademik, mahasiswa kedokteran

Page 1 of 4 | Total Record : 33