cover
Contact Name
Indra Cahya Setia Widigda
Contact Email
indracahya933@gmail.com
Phone
+6281252438535
Journal Mail Official
kedokterankomunitas@unisma.ac.id
Editorial Address
Jl. M.T. Haryono No.193 Malang 65144, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)
ISSN : 23376988     EISSN : -     DOI : 10.33474
Jurnal Kedokteran Komunitas merupakan salah satu jenis jurnal akademik bidang kedokteran atau kesehatan di mana penulis mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian maupun kajian. Artikel ilmiah ini juga mencangkup hasil-hasil penelitian terbaru dan tulisan ilmiah lainnya di bidang biomedis, kedokteran klinis, kedokteran komunitas, dan kesehatan masyarakat. Untuk memastikan kualitas ilmiah pada artikel yang diterbitkan, suatu artikel biasa diteliti oleh rekan-rekan sejawatnya dan direvisi oleh penulis, hal ini dikenal sebagai peer review. Jurnal Kedokteran Komunitas nomor p-ISSN 2337-6988 e-ISSN dikelola Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang ini diharapkan dapat menjadi media berbagi pengalaman antara berbagai kalangan dan institusi pendidikan kedokteran dan kesehatan, dengan terbit berkalah 2 kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2021)" : 12 Documents clear
Systematic Literature Rreview: Pengaruh Polifenol Delima (punicagranatum l.) terhadap Kadar Interleukin-6 pada Penyakit yang Melibatkan Patofisiologi Inflamasi Ariya Indra Krisna; Ike Widyaningrum; Doti Wahyuningsih
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.098 KB)

Abstract

Introduction: Interleukin-6 (IL-6) is one of the citokynes released by macrophage and patologic cells it has a main role in mediating inflammation. Pomegranate (Punica granatum l.) contain polyphenol such as punicalagin, ellagic acid, urolithin, gallic acid, and delphinidin which has high anti-inflammation activity. Research done this far is the ability of pomegranate to decrease IL-6 level in only one disease. This systematic literature review reports the effect of pomegranate’s polyphenol in decreasing IL-6 level on macrophage and other pathologic cells by in vitro method focus at inflammatory disease that includes alzheimer’s, inflammatory bowel disease, cancer, metabolic disease and degenerative disease such as  rheumatoid arthritis, osteoarthritis, osteoporosis, and atherosclerosis.Method: Systematic literature review. Data were colected from Google Scholar and PubMed Central. The keywords used are “punica granatum,  inflammation, interleukin-6”. 19  papers which fullfilled the inclusion criteria reported the effect of pomegranate (Punicagranatum l.) to IL-6.Result: Active substance like punicalagin, ellagic acid, gallic acid, urolithin A/B, granatin A/B and delphinidin from the flower, seed, skin, mesocarp (inner skin) and all parts of pomegranate are reported to decrease the interleukin-6 (IL-6) level in diseases involving inflammation patophysiology, which include inflammatory disease such as inflamatory bowel disease and alzheimer’s, cancer, metabolic disease and degenerative disease include rheumatoid arthritis, osteoarthritis, osteoporosis, and atherosclerosis.Keyword: Punica granatum, Inflammation, Interleukin-6, In Vitro
STUDI IN SILICO POTENSI ANTIDIABETES SENYAWA AKTIF PRODUK FERMENTASI BIJI KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris L.) DALAM MENGHAMBAT ENZIM ALPHA AMYLASE DAN MALTASE-GLUCOAMYLASE Alifa Ishmahdina; Yoyon Martino; Dini Sri Damayanti
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.914 KB)

Abstract

Pendahuluan: Biji kacang merah dalam bentuk produk fermentasi mengandung senyawa aktif yang diketahui dapat menurunkan kadar glukosa darah diduga bekerja pada enzim α-amylase dan maltase-glucoamylase (MGAM). Tujuan penelitian ini memprediksi afinitas yang terbentuk antara senyawa aktif produk fermentasi biji kacang merah dengan enzim target dan memprediksi fisikokimia, farmakokinetik, toksisitas senyawa produk fermentasi biji kacang merah.Metode: Penelitian secara in silico dilakukan pada 10 senyawa aktif yang dominan pada produk fermentasi biji kacang merah. Proses docking menggunakan metode molecular docking di web http://www.dockingserver.com. Menggunakan kontrol acarbose dan enzim α-amylase dan MGAM. Struktur 3D senyawa dan kontrol diambil dari Pubchem. Konversi format pdb menggunakan http://swissmodel.expasy.org. Analisa afinitas senyawa ligan terhadap enzim membandingkan energi bebas, konstanta inhibisi, interaksi permukaan, dan residu asam amino dengan acarbose. Analisa fisikokimia, farmakokinetik, dan toksisitas menggunakan pKCSM pada senyawa aktif produk fermentasi biji kacang merah dan acarbose.Hasil: Berdasarkan afinitasnya, senyawa hesperetin-glucoronide-hexoside dan kaempferol 3-0-glucoside diprediksi memiliki afinitas terhadap enzim enzim α-amylase dan MGAM. Analisa pkCSM menunjukkan senyawa hesperetinglucoronide-hexoside dan kaempferol-3-O-glucoside berpotensi bekerja optimal pada lumen usus dan tidak toksik.Kesimpulan: Senyawa produk fermentasi biji kacang merah hesperetin-glucoronide-hexoside dan kaempferol 3-0- glucoside diprediksi menghambat enzim α-amylase dan MGAM. Pada pkCSM, hesperetin-glucoronide-hexoside dan kaempferol-3-O-glucoside diprediksi bekerja optimal di lumen intestinal.Kata Kunci : antidiabetes; fermentasi biji Phaseolus vulgaris L.; in silico; pkCSM
PENGARUH FREKUENSI AKTIVITAS FISIK TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA SERUM DAN SKOR NON ALCOHOLIC STEATO HEPATITIS (NASH) TIKUS BETINA DENGAN DIET HIPERLIPIDEMIA Desy Amalia Wulandari; Dini Sri Damayanti; Merlita Herbani
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.808 KB)

Abstract

Pendahuluan: Hiperlipidemia ialah kondisi peningkatan kadar kolesterol, trigliserida dan LDL dalam darah di atas batas normal disertai penurunan kadar HDL, mapun kombinasi dari ketiganya. Hiperlipidemia dapat terjadi akibat, obesitas, diet tinggi lemak (diet hiperlipidemia), jarang olahraga, penggunaan alkohol, merokok, diabetes yang tidak terkontrol dan hipotiroidisme. Penelitian ini akan menguji aktivitas fisik dengan berenang dengan variasi frekuensi yang berbeda guna menguji pengaruhnya terhadap kadar kadar trigliserida dan skor NASH.Metode: Penelitian ini dilakukan secara eksperimental laboratorium menggunakan desain penelitian Control Group Post Test Only secara In Vivo, untuk mengetahui pengaruh frekuensi aktivitas fisik yang berbeda pada tiap kelompok tikus betina dengan diet hiperlipidemia. Penelitian ini membagi lima kelompok kelompok perlakuan fisik (berenang), yaitu kontrol negatif (KN), kelompok kontrol positif (KP), kelompok dua kali seminggu (KDS), kelompok tiga kali seminggu (KTS), dan kelompok setiap hari (KSH). Analisis data ini menggunakan uji one-way anova dan diteruskan dengan analisis post hoc LSD (Least Significantly Difference) untuk mengetahui kelompok yang paling berpengaruh.Hasil dan Pembahasan: Nilai rata-rata kadar trigliserida tertinggi pada perlakuan KP sebesar 183.40 ± 27.56 yang diikuti dengan KDS 163±23.30, KTS 151.40±23.53, KSH 126.80±20.36 dan KN 74.00 ± 6.52. Penurunan kadar trigliserida KTS dan KSH lebih besar dibandingkan KDS. Skor NASH pada KP lebih besar secara signifikan dibandingkan KSH, dan KP namun tidak berbeda secara signifikan dibandingkan KDS dan KTS. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh frekuensi aktivitas fisik terhadap Skor NASH.Simpulan: Perlakuan KSH merupakan perlakuan paling baik untuk menurunkan kadar trigliserida dan menurunkan skor NASH pada tikus yang diinduksi diet hiperlipidemia.
Potensi Antiadhesi Senyawa Aktif Hibiscus sabdariffa L Pada Penghambatan Protein Target IcsA Shigella flexneri Melalui Studi in Silico Molecular Docking Rizky Fajar Imam Asshiddiq; Arif Yahya; Rio Risandiansyah
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.429 KB)

Abstract

Introduction: Diarrhea in Indonesia is a disease with a high prevalence, one of which is caused by S. flexneri infection through exposure, adhesion, invasion and colonization process. H. sabdariffa L is one of the herbs that has anti-adhesion potential, however, the anti-adhesion potential of this herb against S. flexneri is still unknown. The adhesion of S. flexneri to host cells is mediated by IcsA, so this study was conducted to determine whether H. sabdariffa L could bind to the target protein IcsA S. flexneri.Methods: This study used the In silico molecular docking method by tethering the 3D structure of 25 active compounds from H. sabdariffa L obtained from Pubchem, and target protein IcsA S. flexneri (5KE1) obtained from RCSB using a docking server with Ciprofloxacine as control.Results: H. sabdariffa L compound has better affinity than Ciprofloxacine. The five compounds with the best free bond energy values are Quercetin-3-rutinoside (-9.21 kcal/mol), Leucoside (kaempferol-3-O-sambioside) (-8.83 kcal/mol), Quercetine-3-glucoside (-8.23 kcal/mol), Tiliroside (-7.86 kcal/mol), Caffeoylquinic acid isomer (Isochlorogenic acid (-7.43 kcal/mol), the value of the inhibition constanta is 178.61 nM, 337.61 nM, 924.29 nM, 1.15 uM, dan 1.69 uM, the value of the surface interactions is 525.416 Å, 751.689 Å, 564.99 Å, 803.103 Å, 572.111 Å, and the number of amino acid residues is 3,9,5,9,8.Conclusion: Quercetine-3-rutinoside, Leucoside (kaempferol-3-O-sambioside), Quercetine-3-glucoside, Tiliroside, Caffeoylquinic acid isomer (Isochlorogenic) can bind to S. flexneri and has the potential to be used as an anti-adhesion.Keywords: Antiadhesion, Hibiscus sabdariffa, Shigella flexneri, Fluoroquinolone ciprofloxacine, in silico.
PENGARUH DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA MASSA TULANG DAN KADAR KALSIUM URIN DENGAN USIA DAN GENDER YANG SAMA DI MALANG RAYA Fachrudin Arrozaq; Dhanti Erma Widiasi; Rahma Triliana
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1433.575 KB)

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Melitus (DM) dapat memicu stress oksidatif dan hiperglikemi yang memicu kerusakan kolagen tulang sehingga terjadi osteoporosis. Namun penelitian perbedaan massa tulang dan kadar kalsium urin pasien DM tipe 2 dan non DM tipe 2 belum pernah dilakukan sehingga perlu untuk diteliti.Metode: Penelitian studi Cross-sectional dengan responden penelitian yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu DMT2 dan non-DMT2 berdasarkan HbA1c. Masing-masing kelompok akan dilakukan pemeriksaan massa tulang menggunakan BIA dan kadar kalsium urin menggunakan AAS. Selanjutnya data dianalisa menggunakan SPSS.Hasil dan Pembahasan: Pada kelompok Non-DM dan DM didapatkan perbedaan yang signifikan HbA1c kedua kelompok (5,78±0,37 dan 10,22±2,49) (p=0,000). Tidak ada perbedaan yang signifikan antara masa tulang kedua kelompok (2,03±0,35 dan 2,05±0,35) (p=0,875) namun ada perbedaan yang signifikan pada kadar kalsium urin (10,81±6,66 dan 3,25±4,21) (p=0,000). Pada penelitian ini massa tulang kedua kelompok sama dan kadar kalsium urin Non-DM lebih tinggi dibanding kelompok DM. Hal tersebut diduga kuat akibat faktor bias usia, hormonal dan gangguan ginjal yang tidak terdeteksi sebelumnya.Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan massa tulang antara individu Non-DM tipe 2 dan DM tipe 2. Terdapat perbedaan signifikan kadar kalsium urin antara individu Non-DM tipe 2 dan DM tipe 2.Kata Kunci: Diabetes Melitus, Kalsium Urin, Massa Tulang, Bio-electrical Impedance Analysis (BIA)
Studi In Silico Senyawa Aktif Daun Sirsak (Annona muricata L.) .) pada Aldose Reductase dan Glutathione Reductase untuk Menghambat Katarak Diabetik Shafwatul Fida; Ariani Ratri Dewi; Dini Sri Damayanti
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.979 KB)

Abstract

Pendahuluan: Patofisiologi katarak diabetik berkaitan dengan akumulasi sorbitol dijalur poliol dengan peningkatan aktivitas enzim Aldose Reductase (AR) dan penurunan enzim Glutathione Reductase (GR) di lensa. Akumulasi intraseluler dari sorbitol memicu perubahan osmotik yang menghasilkan serat lensa hidrofik yang berdegenerasi dan membentuk katarak diabetik. Daun sirsak memiliki kandungan aktif golongan flavonoid, alkaloid dan tanin yang bermanfaat sebagai antidiabetes dan antioksidan. Mekanisme senyawa aktif daun sirsak sebagai terapi preventif katarak diabetik belum diketahui. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bioavailabilitas dari senyawa aktif etanol dari daun sirsak sebagai kandidat obat dalam inhibisi AR dan aktivasi GR secara in silico.Metode: Tahapan penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu memprediksi afinitasnya terhadap AR dan GR melalui docking server dengan Epalrestat dan Ascorbid acid sebagai kontrol, serta memprediksi sifat fisikokimia (Lipinski Rule of five) dan farmakokinetik ADMET melalui pkCSM online tool.Hasil: Berdasarkan nilai ΔG (energi ikatan bebas), Ki (konstanta inhibisi), ikatan hidrogen pada residu asam amino dan luas interaksi permukaan, diperoleh senyawa aktif daun sirsak yang memiliki afinitas tinggi terhadap AR dibandingkan kontrol Epalrestat adalah Annoionol A, Chlorogenic acid, Coclaurine, Coreximine, dan Quercetin 3-0-rutinoside. Senyawa yang mempunyai afinitas tinggi dibandingkan kontrol Ascorbid acid ialah Quercetin 3-0-rutinoside, Kaempferol 3-0-rutinoside, Annoionoside, Stepharine, dan Xylopine. Senyawa aktif yang memiliki kemiripan dengan kontrol Epalrestat maupun Ascorbid acid dengan memenuhi Lipinski Rule of Five, diabsorsi baik di intestinal, tidak menembus blood brain barrier, dimetabolisme dan diksresikan sempurna, serta tidak bersifat hepatotoksik ialah Epicatechine, Quercetin, Anonaine, Annoionol A, Annoionol B, dan Vomifoliol.Kesimpulan: Senyawa aktif daun sirsak diprediksi memiliki afinitas yang tinggi terhadap penghambatan enzim AR dan aktivasi enzim GR, dan juga diprediksi memiliki bioavaliabilitas tinggi, mudah diabsorbsi dan berpotensi sebagai kandidat obat baru.Kata Kunci : Annona muricata L., Aldose Reductase, Glutathion Reductase, Katarak Diabetik, In silico
PENGARUH PANDEMI COVID-19 TERHADAP STATUS DEPRESI DAN KECEMASAN SANTRI PONDOK PESANTREN MODEREN DI KABUPATEN MALANG Muhammad Faisol Abdillah; Yeni Amalia; Erna Sulistyowati
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.915 KB)

Abstract

Pendahuluan: Pandemi COVID-19 membawa dampak pada berbagai bidang dan salah satunya mempengaruhi status psikologi.Santri yang berusia remaja dapat mengalami gangguan psikologi akibat pandemi ini.Sejak Januari 2021 beberapa pondok pesantren di Malang sudah melaksanakan pembelajaran secara luring sehingga mempengaruhi kondisi status psikologi santri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status depresi dan kecemasan santri pondok pesantren modern di Kabupaten Malang. Harapan kami bahwa penelitian ini sebagai data dasar identifikasi dan tindak lanjut penanganan gangguan kesehatan mental santri di wilayah Malang.Metode: Desain penelitian ini adalah survei potong lintang dengan pendekatan observasional wawancara mendalam menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian ini melakukan identifikasi pada status depresi dan status kecemasan serta faktor-faktor resiko yang mempengaruhi status depresi dan atau status kecemasan. Analisa data menggunakan Chi Square untuk menilai pengaruh pandemi dengan status depresi dan atau kecemasan. Dikatakan bermakna bila nilai p kurang dari 0.05.Hasil: Responden penelitian sejumlah 30 santri dengan rata-rata usia 16 tahun, yang terdiri atas: laki-laki (14 orang; 46,6%) dan perempuan (16 orang; 53,3%). Tingkat Pendidikan responden adalah kelas X SMA (12 oang; 40%) dan XI SMA (18 orang; 60%). Sejumlah 18 santri (60%) menerimah pengaruh dengan intensitas tinggi, 17 santri (56%) terindikasi depresi dan 23 santri (76%) terindikasi kecemasan. Kami menemukan bahwa 18 santri dengan pengaruh pandemi intensitas tinggi mempengaruhi terjadinya kecemasan (p 0.034).Kesimpulan: Pandemi COVID-19 mempengaruhi status psikologi santri pondok pesantren terutama pada status stress dan kecemasan selama pembelajaran luring. Kata Kunci: Pandemi COVID-19, status psikologi santri, pembelajaran luring
PENGARUH KESIAPAN DAN KEPUASAN MAHASISWA SELAMA PEMBELAJARAN DARING TERHADAP PERFORMA AKADEMIK MAHASISWA PRE-KLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM MALANG Masnabilah Fithriyah; Dewi Martha Indria; Rizki Anisa
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.009 KB)

Abstract

Pendahuluan: Keberhasilan pembelajaran daring dipengaruhi faktor eksternal dan internal seperti kesiapan dan kepuasan mahasiswa yang berpengaruh pada performa akademik. Evaluasi pembelajaran daring di FK UNISMA masih belum ada sehingga dilakukan penelitian untuk menilai tingkat kesiapan dan kepuasan mahasiswa pada pembelajaran daring serta pengaruh terhadap performa akademik mahasiswa pre-klinik di FK UNISMA.Metode: Penelitian ini adalah deskriptif analitik pendekatan cross sectional dengan responden mahasiswa FK UNISMA sejumlah 248 mahasiswa. Penilaian kesiapan belajar diukur dengan kuisioner E-learning Readiness sedangkan kepuasan diukur menggunakan kuisioner Service and Quality for E-learning. Performa akademik mahasiswa didapatkan dari bagian akademik yang kemudian dianalisa statistik dan p < 0.05 dianggap signifikan.Hasil: Tingkat kesiapan mahasiswa secara keseluruhan adalah siap dan butuh sedikit perbaikan (3,68). Tingkat kepuasan mahasiswa pada pembelajaran daring adalah rendah (harapan=6,25 > kenyataan=5,64). Hasil uji regresi Robust didapatkan nilai standardized coefficient sebesar 0,400 (kesiapan) dan 0,309 (kepuasan). Didapatkan korelasi sedang antara kesiapan mahasiswa pada pembelajaran daring dengan performa akademik (nilai p=0,000; r= 0,441), dan korelasi lemah antara kepuasan mahasiswa pada pembelajaran daring dengan performa akademik (nilai p=0,000; r= 0,335). Hal ini diduga karena pembelajaran daring masih pertama kali dilakukan di FK UNISMA. Kesimpulan: Kesiapan dan kepuasan mahasiswa berpengaruh terhadap performa akademik mahasiswa pre-klinik selama pembelajaran daring di FK UNISMA.Kata kunci: Performa akademik, kesiapan mahasiswa, kepuasan mahasiswa, pembelajaran daring.
KORELASI STRES DAN MEKANISME KOPING SEL AMA PEMBELAJARAN DARING DENGAN PERFORMA AKADEMIK MAHASISWA PRE-KLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM MALANG Asna Mufida Prajanti; Anggi Gilang Yudiansyah; Rizki Anisa
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.533 KB)

Abstract

Pendahuluan: Performa akademik selama pembelajaran daring dipengaruhi oleh stres dan mekanisme koping. Penelitian tentang stres dan mekanisme koping saat pembelajaran daring di FK UNISMA belum pernah dilakukan sehingga perlu diteliti.Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional pada 243 mahasiswa pre-klinik FK UNISMA dilakukan dengan menggunakan kuesioner Online Learning Perceived Stress Scale untuk mengukur tingkat stres dan kuesioner Online Learning Brief Cope Scale untuk mengukur mekanisme koping. Nilai blok digunakan sebagai performa akademik. Tingkat stres dibagi menjadi 3 yakni ringan (0-13), sedang (14-26), berat (27-40) sedangkan mekanisme koping dibagi menjadi 3 yakni rendah (<57), sedang (57-76), tinggi (>76). Analisis univariat dan bivariat dilakukan untuk menilai perbedaan dan hubungan antara stres dan mekanisme koping terhadap performa akademik dengan nilai p<0,05 dianggap signifikan.Hasil: Tingkat stres mahasiswa keseluruhan adalah ringan (123), sedang (40), berat (80) sedangkan mekanisme kopingnya adalah rendah (71), sedang (45), tinggi (127). Didapatkan perbedaan yang signifikan pada uji komparasi antara tingkat stres dan mekanisme koping pada performa akademik mahasiswa pre-klinik FK UNISMA. Didapatkan korelasi negatif sangat tinggi (r -0,809, p 0,000) antara tingkat stres dengan performa akademik sedangkan untuk mekanisme koping korelasinya positif tinggi (r 0,779, p 0,000). Hal ini menunjukkan adanya korelasi antara tingkat stres dan mekanisme koping dengan performa akademik mahasiswa pre-klinik FK UNISMA.Kesimpulan: Stres dan mekanisme koping mahasiswa selama pembelajaran daring berkorelasi dengan performa akademik.Kata kunci: Online Learning Perceived Stress Scale, Online Learning Brief Cope Scale
AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETIL ASETAT Alpinia purpurata DAN Zingiber officinale DENGAN METODE MASERASI KINETIK DIBANDING AMOKSISILIN DAN ASAM NALIDIKSAT Fatimah Zahra; Zainul Fadli; Ike Widyaningrum
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.304 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Lengkuas merah (Alpinia purpurata) dan jahe merah (Zingiber officinale) merupakan tanaman yang banyak ditemukan di Indonesia, tanaman tersebut mengandung komponen kimia seperti alkaloid, flavonoid, terpenoid, dan fenol yang memberi efek farmakologi seperti antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak Alpinia purpurata dan Zingiber officinale terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus yang dibandingkan dengan antibiotik amoksisilin dan asam nalidiksat. Metode: Ekstraksi menggunakan metode maserasi kinetik dan didispersikan dengan perhitungan konsentrasi 2000 ppm lalu dilakukan uji identifikasi skrining fitokimia. Uji zone of inhibition (ZOI) kombinasi ekstrak etil asetat jahe merah (Zingiber officinale) dan lengkuas merah (Alpinia purpurata) menggunakan metode difusi cakram dengan perbandingan konsentrasi 0:100, 25:75, 50:50, 75:25 dan 100.0 terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.Hasil: Pada perbandingan 75:25 kombinasi ekstrak etil asetat jahe merah (Zingiber officinale) dan lengkuas merah (Alpinia purpurata) mendapat hasil rerata zona inhibisi tertinggi yaitu 11,9±2,2 mm pada Escherichia coli yang tidak berbeda signifikan dengan asam nalidiksat yaitu 13,3±0,7 mm dan 8,2±0,7 pada Staphylococcus aureus yang berbeda signifikan dengan ZOI pembanding yaitu 38,4±6,3 mm pada amoksisilin. Kesimpulan: Lengkuas merah (Alpinia Purpurata) dan jahe merah (Zingiber officinale) baik secara tunggal maupun kombinasi mempunyai potensi antibiotikan yang sama dengan asam nalidiksat terhadap bakteri Escherichia coli. Kata Kunci: Alpinia purpurata, Zingiber officinale, Asam nalidiksat, Amoksisilin, Staphylococcus aureus, Escherichia coli

Page 1 of 2 | Total Record : 12