cover
Contact Name
Ita Suhermin Ingsih
Contact Email
ita.suhermin@unisma.ac.id
Phone
+62341-552249
Journal Mail Official
rekayasa.sipil.unisma@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Islam Malang Jl. Mayjen Haryono 193 Malang 65144, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil (e-journal)
ISSN : 23377720     EISSN : 23377739     DOI : 10.33474
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal "Rekayasa Sipil" sebagai media informasi dan forum kajian bidang Teknik Sipil berisi tulisan ilmiah hasil penelitian. Diterbitkan oleh jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Islam Malang setiap bulan Februari dan Agustus. Redaksi mengundang para ahli, praktisi, peneliti dan semua pemerhati keteknik sipil an untuk menyumbangkan tulisan yang belum pernah diterbitkan dalam media cetak lain.
Articles 240 Documents
STUDI PERENCANAAN ALTERNATIF GEDUNG LABORATORIUM TERPADU DENGAN METODE KOMPOSIT UNIVERSITAS JEMBER Dendi Sephanie; Warsito Warsito; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 7 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.325 KB)

Abstract

Planning on buildings with many floors requires the structure of the building to be safe and avoid the failure of structures that can cause financial and psychological losses. Oneof the most important stages of structural planning is the selection of implementationmethods and materials on the structure itself, in this case the focus on this research is analternative study for buildings with many floor numbers. The integrated laboratorybuilding of the University of Jember has a floor of 7 floors with concrete structure. Themethod used in this research is an alternative method of using a composite structure,which utilizes the strength of steel in terms of carrying the burden of working andutilizing the fire-resistant, concrete properties that are easily obtained. The initial stageof the study was to plan a thick floor plate that corresponds to the load and obtained athick 130 mm floor plate then continued to plan the last beam and column was theFoundation planning to assume the building and load working on the building. The finalresult of the study gained the use of the WF profile steel 300.300.10.15 in the column andWF 700.300.13.24 the parent beam, WF 350.175.7.11 the beam which between thecolumns and the beam using a semi-rigidconnection, on the child and mains beamconnection using a simple connection connection while the foundation uses bore pile witha depth of 20 meters.Keyword: Composite Structure, WF Profile, Bore Pile Foundation
Analisa Sedimentasi Berbasis ArcView Gis Pada Bendungan Sumi Kabupaten Bima Sarifudin Sarifudin Sarifudin; Azizah Rokhmawati; Eko Noerhayati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1107.456 KB)

Abstract

Waduk Sumi adalah-waduk-yang terletak di Kecamatan Mangge,-Kabupaten Bima,_Provinsi NTB merupakan_suatu waduk terbesar_di NTB yang sudah beroprasi 26 tahun. Waduk sumi merupakan Waduk yang multi fungsi yang dimanfaatkan untuk kebutuhan irigasi, pertanian dan perkebunan dengan luas genangan Waduk sebesar 155,60 ha. Luas lahan irigasi yang dimanfaatkan dari waduk ini sebesar 2.542 ha. Studi ini bertujuan untuk mengethaui besar sedimen yang terjadi di waduk Sumi dan  berapa perkiraan umur layak_pakai_waduk_sumi. Adapun_perhitungan_yang_dipakai_meliputi_perhitungan dengan tingkat erosi pada waduk menggunakan_metode_MUSLE, pada perhitungan erosi ini menggunakan data curah hujan 10 tahun yang terbagi dalam dua stasiun yaitu stasiun Sumi dan stasiun Parado. Dari hasil perhitungan dimana diketahui erosi yang terdapat didalam waduk Sumi cukup berat yaitu pada tahun 2011 sebsar 643.794,21 m3/thn, pada tahun 2012 sebesar 415.289,61 m3/thn, pada tahun 2013 sebesar 275.966,73 m3/thn, pada tahun 2014 sebesar 248.106,54 m3/thn, pada tahun 2015 sebesar  449.644,92 m3/thn, pada tahun 2016 sebesar362.088,24 m3/thn, pada tahun 2017 sebesar  402.253,50 m3/thn, pada tahun 2018 sebesar 41.312,00 m3/thn, pada tahun 2019 sebesar 244.570,98 m3/thn, pada tahun 2020 sebesar 374.619,52 m3/thn. Dari_perhitungan_diperoleh hasil sisa umur efektif waduk sebesar 53 tahun, dengan efesien tangkapan waduk 4,43 %. Kata Kunci : Sedimen, Umur Efektif, Waduk Sumi.
Studi Peningkatan Lapis Tambah Perkerasan Pada Ruas Jalan Pacitan – Ponorogo (STA 0+000 – 10+100) Muhammad Saleh; Bambang Suprapto; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.884 KB)

Abstract

Bertambahnya volume lalu lintas kendaraan yang melintas di Ruas Jalan Paictan–Ponorogosangat mempengaruhi kondisi lapisan perkerasan jalan yang berada di sepanjang Ruas Jalan Pacitan – Ponorogo menyebabkan kerusakan serta penurunan tingkat pelayanan.Untuk melayani kenyamanan pengguna jalan yang semakin bertambah maka perlu adanya rehabilitasi jalan berupa peningkatan lapis tambah.Digunakan data beban lalulintas serta lendutan Faliing Weight Deflectometer (FWD) sebagai dasar perencanaan overlay perkerasan lentur dengan metoda lendutan seusai pedomanPd T-05-2005-B.Panjangjalan yang dikerjakan 10,1 km, dengan lebar jalan 7 m. Dengan umur rencana 10 tahun dan perkembangan lalulintas sebesar 3,5% dan nilai lendutan diperoleh hasil perhitungan untuk tebal lapis tambah perkerasan jalan raya bervariasi tiap segmennya, dengan jenis lapis aspal beton yaitu : 1 = 7 cm; 2 = 6 cm; 3 = 7 cm; 4 = 15 cm; 5 = 9 cm; 6 = 11 cm; 7 = 12 cm;8 = 11 cm; 9 = 13 cm; 10 = 14 cm untuk tiap segmennya diperkirakan mampu mencapai umur rencana, dengan bentuk trapesium berdimensi saluran: h =0,6 m b = 0,5 m dapat menampung air limpasan kawasan jalan Pacitan - PonorogoKata kunci : Lapis Tambah , FWD, Laston,JalanPacitan – Ponorogo, Lendutan
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR PADA PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT ISLAM UNIVERSITAS ISLAM MALANG DENGAN SISTEM GANDA Itsna Khoirun Nisa; Warsito Warsito
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 9, No 4 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.663 KB)

Abstract

Pada umumnya bangunan yang tahan terhadap gempa dapat berupa sistem rangka pemikul momen (SRPM), dinding geser (shear wall), ataupun gabungan kombinasi antara keduanya. Kombinasi kedua sistem tersebut biasa disebut dengan sistem ganda. Dari kedua sistem tersebut, dinding geser menerima beban sebesar 75% dan SRPMK akan menerima beban sebesar 25%. Gedung RSI UNISMA direncanakan dengan menggunakan kombinasi SRPMK dengan dinding geser. Alternatif perencanaan ulang ini diharapkan elemen struktural gedung mampu bekerja secara maksimal untuk meminimalisir gaya gempa yang terjadi berulang-ulang, sekaligus menghasilkan struktur yang stabil dan kuat. Perencanaan gedung ini berdasarkan SNI 1726:2012 dan SNI 2847:2013. Software pendukung tugas akhir ini yaitu STAAD.Pro V8i SS6 untuk pemodelan struktur, spColumn dan Autocad 2016 untuk penggambaran teknik. Analisis pembebanan meliputi beban mati, beban hidup, dan gempa menggunakan fc’ 35,46 MPa, fy polos 240 MPa dan fy ulir 400 MPa. Hasil analisis dari perhitungan struktur didapatkan gempa rencana yang dilihat dengan kombinasi dua arah orthogonal X dan Y sebesar Vx = 2208153,51 kg dan Vy = 509573,89 kg. Pelat lantai dengan ketebalan 12 cm, menggunakan tulangan pokok Ø10–125 mm dan tulangan bagi Ø10–150 mm. Balok induk B1 dimensi 40 × 70 cm, dengan tulangan tumpuan atas 12 D22, tulangan bawah 6 D22, sengkang 3Ø100–100, sedangkan tulangan lapangan atas 3 D22, tulangan bawah 6 D22, sengkang 2Ø10–150. Balok anak B1’ dimensi 35 × 60 cm, dengan tulangan tumpuan atas 5 D22, tulangan bawah 3 D22 dengan sengkang 3Ø10–100, sedangkan tulangan lapangan atas 2 D22, tulangan bawah 3 D22, sengkang 2Ø10–150. Kolom K1 dimensi 70 × 85 cm, dengan tulangan utama 16 D25 serta tulangan sengkang tumpuan 8Ø12–100 dan sengkang lapangan 8Ø12–150. Dinding geser diperoleh 30 cm dengan jumlah tulangan horizontal dan vertikal dua layer D19–375 mm, kolom pada dinding geser 16 D25 dan sengkang 10 D16–100 mm. Kata Kunci: Desain Gedung, Gempa, Sistem Ganda, SRPMK, Dinding Geser
Studi Evaluasi Simpang Empat Bersinyal Jalan Adhiyaksa Kota Banjarmasin Endri Saputro
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.381 KB)

Abstract

Permasalahan lalu lintas umumnya disebabkan oleh tidak teraturnya arah gerakan arus kendaraan pada simpang. Hal ini terjadi pada waktu jam-jam sibuk, sehingga volume lalu lintas mencapai tingkat yang maksimal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu dibuat kontrol lalu lintas pada persimpangan jalan antara lain lampu lalu lintas sebagai pengatur arus lalu lintas.  Tujuan dan manfaat dari penilitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat derajat kejenuhan kondisi existing dan kondisi setting pada persimpangan tersebut, jika derajat kejenuhan kondisi existing tidak memenuhi maka dicoba beberapa alternatif dengan merubah pola fase. Dalam penelitian ini metode yang digunakan yaitu pengamatan dan pencatatan secara langsung dilapangan pada jam sibuk berdasarkan pengamatan langsung dilapangan. Evaluasi simpang empat bersinyal diperoleh Derajat kejenuhan (DS) 1,001 > 0,85, menunjukkan bahwa simpang tersebut diatas batas jenuh dengan waktu siklus 105 detik.  simpang bersinyal dengan menggunakan 3 Alternatif dan 1 Alternatif Rencana, maka di dapat untuk alternatif 1 Derajat kejenuhan (DS) 0,872 > 0,85 dengan Waktu Siklus 64 detik, Alternatif 2 Derajat kejenuhan (DS) 0,949 > 0,85 dengan Waktu Siklus 59 detik , Alternatif 3 Derajat kejenuhan (DS) 0,798 < 0,85 dengan Waktu Siklus 56 detik, Alternatif Rencana Derajat kejenuhan (DS) 0,827 < 0,85 dengan Waktu Siklus.60 detik Maka didapatkan bahwa Derajat kejenuhan (DS) lebih kecil apabila menggunakan 3 fase dari hasil Alternatif 3 dan Alternatif Rencana masih memenuhi dengan menggunakan 3 fase.   Kata Kunci : Simpang Bersinyal, Waktu Siklus, Derajat Kejenuhan
STUDI PERENCANAAN POLA OPERASI WADUK SEMANTOK KABUPATEN NGANJUK PROVINSI JAWA TIMUR GUNA KEBUTUHAN IRIGASI DAN AIR BAKU muhammad ubaidah
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.951 KB)

Abstract

Sumber daya air merupakan sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Semakin betrambahnya zaman kebutuhan akan sumber daya air akan selalu meningkat. Tingkat ketersediaan (supply) dan tingginya kebutuhan (demand) selalu menjadi kendala utamanya. Perlu adanya upaya dalam mengatasi masalah tersebut yaitu dengan pembuatan waduk. Dengan adanya waduk maka perlu dilakukan studi untuk pola operasi waduk yang sesuai dengan kebutuhan. Dalam mengerjakan studi ini perlu adanya data – data sekunder antara lain data klimatologi, data curah hujan, karakteristik DAS, data pola tanami dan data pertumbuhan penduduk. Data jumlah penduduki digunakan sebagai perhitungan kebutuan air baku. Nilai debit andalan (26,02%, 50,68%, 75,34%, 97,30%) adalah hasil perhitungan dari data curah hujan yang nantinya akan menjadi debit inflow waduki Semantok. Nilai kebutuhan air baku, irigasi dan evaporasi nantinya akani menjadi debit outflow dalami perhitungan simulasi waduk. Pedoman lepasan operasi waduk disesuaikan kebutuhan air baku dan air irigasi yang dibutuhkan. Hasil perhitungan dari proyeksi jumlah penduduk Kecamatan Rejoso tahun 2040 nilai kebutuhan air sebesar 101,437 liter/detik. Debit inflow dengan kondisi keandalan debit (26,02%, 50,68%, 75,34%, 97,30%) didapatkan nilai rata-rata sebesar 3,265 m3/detik. Hasil simulasi operasi waduk semantokinantinya akan digunakan sebagai hasil peningkatan pelayanan kebutuhan irigasi seluas 1825 Ha yang telah mengalami peningkatan luasan pelayanan sebesar 425 Ha. Kata kunci: Waduk, Keandalan Debit, Pola Operasi.
Studi Perencanaan Apartemen Taman Melati Malang Dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Faizal Rahmadhanny; Warsito Warsito; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.953 KB)

Abstract

Pembangunan Apartemen Taman Melati Malang yang dibangun di Jl. MT. Haryono Gg. 19 Kota Malang, bangunan berfungsi sebagai apartemen, dengan 12 lantai struktur dan tinggi gedung 40,50 m, lokasi bangunan berada di Kota Malang, dimana merupakan wilayah dengan resiko gempa menengah, namun tingkat ketinggian bangunan 40,50 m menyebabkan bangunan beresiko tinggi terhadap gempa, sehingga diperlukan perencanaan struktur yang mampu menerima beban gempa resiko tinggi. Pada tugas akhir ini gedung apartemen Taman Melati Malang dirancang dengan konstruksi beton bertulang dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Perancangan komponen meliputi perancangan pelat, balok, kolom, joint balok-kolom dan pondasi mengacu pada peraturan SNI 1726-2012 dan SNI 2847-2013. Beban yang dianalisis berupa beban mati, hidup, dan gempa (lateral). Mutu baja ulir fy = 390 Mpa, polos fy = 240 Mpa, dan mutu beton fc’ = 35 Mpa. Studi perencanaan ini menghasilkan tebal pelat 14 cm dengan tulangan pokok ∅10-100 dan tulangan bagi ∅8-100. Balok anak dimensi 40/60 cm, sedangkan untuk balok induk dimensi yang digunakan adalah 60/90 cm. Dimensi kolom yang digunakan adalah untuk tipe K1 110/110 cm, tipe K2 100/100cm dan K3 70/70 cm. Kuat geser reduksi (ϕVn) = 4616,317 kN > gaya geser pada potongan x-x (Vx-x) = 3529,5449 kN, sehingga joint cukup mampu menahan gaya geser yang terjadi. Pondasi yang digunakan berupa pondasi tiang pancang dengan ukuran poer pondasi 2,4 m x 2,4 m. Spesifikasi tiang pancang diameter 40 cm dengan jumlah 4 buah tiang pada kedalaman 20 m.Kata Kunci : SRPMK, Struktur Beton Bertulang , Tahan Gempa
Studi Optimasi Pola Tata Tanam Di Jaringan Irigasi Juru Sumberpucung Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang Al Adlu Syahid
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1176.376 KB)

Abstract

Jaringan irigasi Molek Juru Sumberpucung yang terletak di Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang memiliki pola tata tanam yang dapat dioptimalisasikan lagi melalui teknik distribusi air dan pemanfaatan air secara maksimal yang disesuaikan dengan kebutuhan air tanaman. Pola tata tanam pada daerah ini adalah Padi/Palawija/Tebu-Padi/Palawija/Tebu-Padi/Palawija/Tebu. Kondisi pola tata tanam ini memiliki tingkat kebutuhan air yang besar, namun ketersediaan air terbatas. Dengan mengoptimalisasikan pola tata tanam yang disesuaikan dengan ketersediaan debit di daerah irigasi, maka akan meningkatkan prosentase hasil panen dalam setiap musim tanam. Dengan menggunakan metode optimasi program linier yang di tunjang oleh fasilitas solver yang ada pada microsoft excel, maka untuk diperoleh hasil yang maksimum pada pola tata tanam alternatif I dengan pola tata tanam yang telah disesuaikan dengan debit yang tersedia untuk mendapatkan keuntungan maksimum yang diperoleh dari hasil optimasi linier adalah luas lahan yang dapat ditanami yaitu tanaman padi sebesar 1682.4 ha per tahun dan tanaman palawija sebesar 420.60 ha per tahun dengan total keuntungan sebesar Rp. 43.596.956.520.- per tahun. Hasil optimasi dari beberapa pola tata tanam yang telah dianalisa, maka dipilih pola tata tanam (padi-padi-padi/palawija) karena memperoleh hasil yang maksimum.Kata Kunci : irigasi, pola tata tanam, optimasi program linier, solver
OPTIMASI PEMBERIAN AIR DAERAH IRIGASI DELTA BRANTAS SALURAN SEKUNDER KREMBUNG KABUPATEN SIDOARJO Dita Wahyu Anggraini; Eko Noerhayati; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.249 KB)

Abstract

ABSTRAK Daerah Irigasi Delta Brantas Saluran Sekunder Krembung merupakan daerah irigasi yang terletak di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur dengan luas baku sawah 649 Ha. Dari pengamatan sebelumnya, awal tanam DI. Delta Brantas Saluran Sekunder Krembung dimulai dari awal November dengan jenis pola tanam padi, palawija dan tebu. Tidak seluruh area tersebut dapat ditanami secara maksimal. Pengaturan pola tanam yang kurang maksimal menjadi faktor utama yang menyebabkan seluruh lahan pertanian di DI. Delta Brantas Saluran Sekunder Krembung tidak dapat ditanami secara merata. Oleh karena itu salah satu upaya yang dapat dilakukan saat ini adalah optimasi pemberian air daerah irigasi dengan mengoptimalkan debit irigasi dengan mencoba tiga alternatif pola tanam dan keuntungan yang di dapat dari hasil optimasi ketersediaan debit, serta pengaturan tinggi pintu air sesuai dengan debit yang tersedia. Untuk analisa ini menggunakan program linear dengan program bantu Solver dari Microsoft Excel.Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan pola tanam yang terbaik dan pengaturan tinggi pintu air yang tepat sesuai dengan besarnya debit yang tersedia. Sehingga pembagian debit air irigasi yang tersedia di Daerah Irigasi dapat dilakukan secara optimal. Dari hasil penelitian di Daerah Irigasi Krembung dengan cara mencoba – coba dengan 3 alternatif pola tanam di dapat bahwa di Daerah Irigasi Krembung, Pola Tata Tanam alternatif I padi/tebu – padi/palawija/tebu – palawija dengan keuntungan Rp. 110.019.604.000,- dengan luas tanam maksimal adalah 649 Ha. Serta tinggi bukaan pintu pada jaringan irigasi sesuai pola tanam alternatif I musim tanam I pada saluran Bkg. 3.ka. dengan tinggi bukaan 0,216m, musim tanam II dengan tinggi bukaan 0,318m, musim tanam III dengan tinggi bukaan 0,286 m. Dengan demikian, sebaiknya setiap daerah irigasi selayaknya dilakukan optimasi yaitu dapat mengoptimalkan debit air yang tersedia dengan alternatif pola tanam terbaik serta memperhatikan tinggi bukaan pintu yang sesuai dengan debit yang tersedia. Kata Kunci : DI Krembung, Optimasi, Pola Tata Tanam, Solver ABSTRACT  Delta Brantas Irrigation Area Krembung Secondary Channel is an irrigation area located in Sidoarjo Regency, East Java with an area of 649 Ha of rice fields. From previous observations, the initial planting of DI. Delta Brantas Krembung Secondary Channel starts from early November with rice, secondary crops and sugar cane. However, not the entire area can be planted to its full potential. The arrangement of cropping patterns that are less than optimal is the main factor that causes all agricultural land in DI. Delta Brantas Krembung Secondary Channel cannot be planted evenly. Therefore, one of the efforts that can be done at this time is optimizing the provision of irrigation water by optimizing irrigation discharge by trying three alternative cropping patterns and the benefits obtained from the results of optimizing the availability of discharge, and setting the floodgate height according to the available discharge. For this analysis using a linear program with the Solver program from Microsoft Excel. The purpose of this study was to obtain the best cropping pattern and setting the right floodgate height according to the amount of available discharge. So that the distribution of irrigation water discharge available in the Irrigation Area can be carried out optimally. From the results of the research in the Krembung Irrigation Area by experimenting with 3 alternative cropping patterns, it was found that in the Krembung Irrigation Area, the alternative Cropping Pattern I was rice/sugarcane – rice/palawija/sugarcane – palawija with a profit of Rp. 110,019,604,000,-. As well as the height of the door opening on the irrigation network according to the alternative cropping pattern I for the first planting season on the Bkg channel. 3.ka. with an opening height of 0.216 m, planting season II with an opening height of 0.318 m, planting season III with an opening height of 0.286 m. Thus, every irrigation area should be optimized, that is, it can optimize the available water flow with the best alternative cropping pattern and pay attention to the height of the door opening in accordance with the available discharge.Keywords: DI Krembung, Optimazion, Planting Patterns, Solver
Studi Alternatif Perencanaan Jembatan Dengan Sistem Rangka Baja Pada Jembatan Morowudi I Kabupaten Gresik Mohamad Afiyak; Warsito Warsito; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan Morowudi I merupakan jalan alternatif ke arah Krian dan arah menuju kota Lamongan. Lokasi jembatan di kilometer Legundi STA 16 + 123 Kabupaten Gresik Propinsi Jawa Timur. Sejalannya pertumbuhan arus kendaraan yang melewati jembatan tidak sebanding dengan prasarana yang ada, sedangkan jalan tersebut tergolong jalan kelas II. Jembatan tersebut difungsikan untuk dua jalur ke arah yang berlawanan dengan menggunakan gelagar pratekan dengan bentang 47 m dan lebar 8 m. Direncanakan dengan alternatif  lain menggunakan rangka baja. Hasil perencanaan  penulangan plat kendaraan dan trotoar menggunakan tulangan tarik D19-150 mm dan tekan D19-300 mm.. Rangka baja menggunakan mutu baja BJ-55 dengan fy 410  Mpa. Pada gelagar memanjang, melintang dan induk menggunakan profil WF 350 x 175 x 6 x 9, 700 x 300 x 13 x 20  dan 350 x 350 x 16 x 16. Untuk sambungan gelagar memanjang dan melintang menggunakan baut Ø5/8 inchi dan gelagar induk dengan gelagar melintang menggunakan baut Ø ¾ inchi. Untuk perencanaan abutment dibagi tiga bagian penulangan bagian I dipakai D25-100 mm, II : D32-100 mm dan III : D19-300 mm. Untuk pondasi menggunakan pondasi tiang pancang Ø50 cm, sedangkan kedalaman 22,5 meter, menggunakan tulangan pokok 8 D12 dengan tulangan geser Ø 10- 148 mm Kata Kunci : Rangka Baja, WF, Abutment

Filter by Year

2013 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2022) Vol 12 No 2 (2022) Vol 12, No 1 (2022) Vol 12 No 1 (2022) Vol 11, No 4 (2022) Vol 11, No 3 (2022) Vol 11, No 2 (2022) Vol 11, No 1 (2022) Vol 10, No 5 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 10, No 4 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 10, No 3 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 10, No 2 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 10, No 1 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 9, No 4 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 9, No 3 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 9, No 2 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 9, No 1 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 8, No 8 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 7 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 6 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 5 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 4 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 1 (2020): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Rekayasa Sipil More Issue