cover
Contact Name
Imam Santoso
Contact Email
mpbindonesia@unisma.ac.id
Phone
+6285649611196
Journal Mail Official
mpbindonesia@unisma.ac.id
Editorial Address
Magister Pendidikan Bahasa Indonesia PPS Universitas Islam Malang Jalan Mayjen Haryono 193, Telepon (0341) 551932 Fax. (0341) 552249
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah NOSI
ISSN : 23378425     EISSN : -     DOI : 10.33474
Nosi merupakan jurnal ilmiah hasil penelitian bidang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia yang diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Program Pascasarjana Universitas Islam Malang. Jurnal Ilmiah ini berisi artikel hasil penelitian baik kualitatif maupun kuantitatif. Jurnal Ilmiah ini terbit 2 kali setahun.
Articles 183 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN AJAR BERBASIS STRATEGI BELAJAR AFEKTIF TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS TEKS FABEL SISWA KELAS VIII SMP PGRI 01 WAGIR MALANG TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Istika Novitasari; Hasan Busri; Nur Fajar Arief
NOSI Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Seorang guru di tuntut memahami dan memiliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai strategi pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan di dalam kelas. Strategi pembelajaran yang dilakukan oleh guru di dalam kelas dapat membantu memudahkan peserta didik dalam menerima dan memahami sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang telah disepakati bersama untuk dapat melaksanakan tugasnya.               Beragam teks yang di disajikan pada pernbelajaran kelas VIII SMP/MTS diharapkan rnampu menggugah siswa untuk berfikir kritis dan kreatif, akan tetapi teks bacaan yang disediakan pada bahan ajar Kemendikbud maupun buku pendamping lain masih bersifat universal untuk semua jenjang sekolah rnenengah pertama. Bacaan yang disediakan yang disediakan pada buku teks siswa belum mencerminkan, rnasih sulit ditangkap maknanya oleh karena itu diperlukan bahan ajar yang sekiranya memiliki kesamaan dengan permasalahan yang disesuaikan dengan konteks keseharian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran objektif tentang bagaimana pengaruh penggunaan bahan ajar menulis teks fabel berbasis strategi belajar afektif untuk siswa kelas VIII SMP.               Strategi afektif adalah tindakan yang mengacu pada perasaan, sikap motivasi, dan nilai. Strategi-strategi afektif meliputi tiga rangkain strategi, yaitu: mengendalikan emosi, mengurangi ketegangan, dan mendorong diri.Penelitian ini dilaksanakan pada seluruh siswa kelas VIIIC berjumlah 31 siswa SMP PGRI 01 Wagir Malang. Hasil data dalam penelitian ini adalah hasil pretes dan postes. Hasil data penelitian sebelum menggunakan bahan ajar berbasis strategi belajar afektif, nilai peserta didik di bawah rata-rata yaitu 62,58 termasuk dalam kategori yang kurang. Sedangkan dari hasil postes setelah diterapkan strategi belajar afektif nilai peserta didik dapat dilihat dari rata-rata 83,55 termasuk dalam kategori yang baik. Ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar sebelum menggunakan strategi belajar afektif (pretes) dan sesudah menggunakan strategi belajar afektif (postes). Karena harga t-statistik=8.381> t-tabel 2,042, maka terdapat perbedaan yang signifikan anatara pretes dan postes.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi belajar afektif dalam pembelajaran menulis teks fabel pada peserta didik kelas VIIIC SMP PGRI 1 Wagir Malang Tahun ajaran 2018/2019 dapat dikatakan efektif.Kata kunci: Strategi belajar, afektif, Menulis, teks fabel.
PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK MENGGUNAKAN SIGIL MATERI TEKS EKSPLANASI UNTUK SISWA KELAS XI DI SMK BRANTAS KARANGKATES Tutut Umi Yuswanti; Abdul Rani; Akhmad Tabrani
NOSI Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia, maka dalam pelaksanaannya berada dalam suatu proses berkesinambungan dalam setiap jenis dan jenjang pendidikan. Salah satu cara untuk mewujudakan tujuan pendidikan tersebut adalah dengan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar hakikatnya merupakan proses komunikasi dua arah, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan (guru) melalui media tertentu ke penerima pesan (siswa). Agar pesan tersebut dapat tersampai dengan tepat diperlukan media yang tepat untuk mewadahi pesan tersebut. Oleh karena itu, media yang dipilih harus disesuaikan dengan kurikulum, KI, KD, Indikator, dan tujuan pembelajaran.Pemilihan media pembelajaran yang tidak tepat akan menghambat proses belajar mengajar. Sebagai sekolah yang melaksanakan dual system pendidikan, siswa SMK akan melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di dunia usaha. Permasalahan yang muncul dalam proses pembelajaran selama ini adalah kesenjangan penyampaian materi bagi siswa di sekolah dan di tempat pelaksanaan PKL karena pemilihan media pembelajaran yang tidak tepat. Guru masih menggunkaan buku paket sebagai media dan sumber pembelajaran. Siswa yang masih memperoleh pembelajaran di sekolah memperoleh materi secara penuh sehingga lebih siap menghadapi ujian. Siswa yang menjalani PKL tidak mendapatkan materi karena mereka tidak memperoleh waktu tatap muka di sekolah dan mereka tidak membawa buku paket ke tempat PKL. Hal ini menjadikan mereka tidak siap ketika menghadapi ujian. Oleh karena itu peneliti mengambil judul “Pengembangan Modul Elektronik Menggunakan Sigil Materi Teks Eksplanasi untuk Siwa Kelas XI di SMK Brantas Karangkates. Aplikasi Sigil merupakan sebuah aplikasi ePUB editor yang digunakan utuk mengubah bahan e-modul berupa teks menjadi file ePUB.Penelitian ini menggunakan model penelitian pengembangan (Research and Devolepment). Penggunaan model penelitian pengembangan ini karena media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran merupakan bentuk baru yang belum pernah digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMK Brantas Karangkates. Prosedur pengembangan dalam penelitian ini mengadopsi prosedur pengembangan model Dick dan Carey yang terdiri dari sepuluh tahapan pengembangan. Tengeh (2014:31) meyebutkan bahwa terdapat sepuluh tahapan proses yang dilakukan dalam pengembangan bahan ajar. Kesepuluh proses tersebut antara lain; (1) menganalisis kebutuhan untuk mengidentifikasi tujuan (instructiona goal); (2) menganalisis pembelajaran; (3) menganalisis pebelajar dan konteksnya; (4) menuliskan tujuan untuk unjuk kerja; (5) mengembangkan instrumen penilaian, (6) mengembangkan strategi pembelajaran, (7) mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran, (8) merancang dan melaksanakan evaluasi formatif, (9) merevisi pembelajaran, (10) merancang dan melaksanakan evaluasi sumatif. Kesepuluh kegiatan ini dirangkai sebagai sebuah alur pelaksnaan pengembangan bahan ajar teks ekplanasi menggunakan Sigil. Setelah melaksanakan pengambilan data dan pengolahan data, dapat diambil kesimpulan bahwa Pengembangan Modul Elektronik Menggunakan Sigil Materi Teks Eksplanasi Untuk Siswa Kelas XI SMK Brantas Karangkates dinyatakan layak menjadi media pembelajaran. Hal ini dibuktikan dari hasil analisis validasi ahli media, ahli isi, praktisi (guru), dan siswa.Hasil analisis validasi ahli media adalah (1) 70% untuk desain sampul, (2) Desain isi modul sebesar 75%, dan (3) Penilaian Bahasa sebesar 84%. Berdasarkan validasi ahli isi diperoleh rata-rata nilai untuk kesesuaian materi dengan SK/KD sebesar 100%. Keakuratan materi mendapatkan nilai sebesar 84%. Kesesuain pendukung materi memperoleh nilai 80%. Kemutakhiran materi mendapatkan nilai 90%. Untuk penilaian bahasa menda  patkan 90%. Selain memberikan nilai berupa angka. Validator jua memberikan saran untuk perbaikan e-modul. Saran yang diberikan adalak konsistensi penyajian e-modul. Karena tampilan e-modul sangat menentukan kemenarikannya. Nilai rata-rata untuk validasi oleh praktisi sebesar 80% untuk kesesuaian materi dengan KD. Keakuratan materi mendapat nilai 80%. Penilai tampilan sebesar 81%. Dari ketiga data tersebut dapat disimpulkan bahwa e-modul dapat digunakan sebagai bahan ajar. Validasi oleh siswa kelompok kecil menghasilkan rata-rata untuk aspek tampilan mendapat nilai 86% dan aspek Penyajian materi mendapat nilai 82%. Berdasarkan nilai validasi keseluruhan terlihat bahwa (1) siswa memberikan nilai 84%, (sangat layak). (2) Praktisi memberikan nilai 80% (sangat layak). (3) Ahli media memberikan nilai 76% (layak). (4) Ahli Isi memberikan nilai 87 (sangat layak). Sehingga rata-rata ketepatan bahan ajar e-modul teks eksplanasi untuk siswa kelas XI SMK Brantas Karangkates menggunakan Sigil adalah 82% yang berarti sangat layak digunakan. Kata kunci: pengembangan, modul elektronik, teks eksplanasi, Sigil
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR E-BOOK TEKS PUISI UNTUK KELAS X MA DARUSSALAM Ulya Nurul Laili
NOSI Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Materi teks puisi merupakan salah satu hal penting bagi siswa untuk menuangkan ide, kreatifitas, dan imajinasi terhadap sesuatu berupa karya sastra. Teks puisi juga merupakan materi yang terdapat dalam mata pelajarann bahasa Indonesia kelas X. Oleh karena itu, sebagai generasi millennial patutlah untuk tetap melestarikan puisi sebagai kekayaan dalam dunia kesusastraan Indonesia dengan terus mempelajari dan mengembangkannya.Dalam sebuah pengamatan yang dilakukan oleh peneliti, ditemukan sebuah fakta bahwa banyak siswa memiliki minat baca yang rendah, terlebih lagi tingkat kemampuan mereka dalam memahami teks puisi yang juga masih belum optimal. Pembelajaran dikatakan berhasil jika pemilihan bahan ajar dalam pembelajaran sesuai. Bahan ajar merupakan suatu alat, media informasi, dan teks yang diperlukan oleh guru dalam perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. Guru wajib memilih bahan ajar yang tepat dalam proses pembelajaran, karena hal itu akan sangat menunjang tingkat keberhasilan penyampaian materi dan tercapainya tujuan pembelajaran. Kesesuaian tuntutan kurikulum perlu diselaraskan dengan kebutuhan peserta didik, lingkungan sosial, dan karakteristik peserta didik di suatu sekolah atau madrasah. Berdasarkan kurikulum terbaru, adanya partisipasi dan peran aktif siswa dalam mengeksplorasi dan mengkaji suatu materi sangat diperlukan.Tujuan pengembangan ini, untuk mendeskripsikan (1) Mendeskripsikan proses e-book teks puisi untuk siswa kelas X Ma Darussalam. (2) Mendeskripsikan hasil e-book teks puisi untuk siswa kelas X Ma Darussalam dan (3) Mendeskripsikan kelayakan e-book teks puisi untuk siswa kelas X Ma Darussalam.Penelitian ini menggunakan desain penelitian “Research and Development (R&D)” dengan menggunakan model pengembangan, model pengembangan ini bertujuan memudahkan peneliti saat menyusun kerangka kerja untuk pengembangan teori dan penelitiannya. Jenis data yang diperoleh dalam penelitian pengembangana ini berupa data kulitatif dan kuantitatif. Dalam penelitian pengembangan ini melibatkan ahli isi, praktisi, dan siswa kelas X MA Darussalam sebagai pengguna e-book yang dikembangkan.Hasil uji coba produk ini dapat diuraikan sebagai berikut. Pertama penilaian ahli isi dan bahasa memberikan penilaian skor pada produk e-book dengan total keseluruhan 85% yang artinya e-book tergolong layak untuk diimplementasikan, kedua ahli media memberikan penilaian pada produk e-book memberikan skor persentase dengan total keseluruhan 81% yang artinya tergolong layak diimplementasikan, ketiga ahli perencanaan media pada produk memberikan skor pada e-book 72% yang artinya tergolong layak dan mampu diimpelemntasikan, yang keempat ahli praktisi memberikan pada produk e-book penilaian persentase dengan total keseluruhan 95% yang artinya tergolong sangat layak dan mampu diimplementasikan, dan berdasarkan hasil analisis uji coba siswa keseluruhan pada tiap aspek sebesar 88%, pada e-book yang artinya sangat layak dan mampu diimplementasikan.Berdasarkan uraian hasil uji coba validitas produk di atas, dapat ditarik kesimpulan akhir bahwa teks puisi di MA Darussalam telah memenuhi kriteria kelayakan dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran teks puisi. Sebagai salah satu langkah pemanfaatan dari produk hasil pengembangan, guru disarankan menggunakan e-book ini sebagai salah satu sumber belajar teks puisi. Kata kunci: Pengembangan, E-Book, Teks puisi
FILOSOFI KARAKTER NASIONALIS DALAM BABAD TULUNGAGUNG Riantin Riantin; Ari Ambarwati; Akhmad Tabrani
NOSI Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Filosofi adalah suatu pertimbangan atau alasan berkaitan dengan gambaran bahwa peraturan yang dibentuk berdasarkan pertimbangan pandangan hidup yang meliputi suasana jiwa serta falsafah hidup masyarakat yang bersumber pada Pancasila dan UUD 1945. Karakter nasionalis sangat dibutuhkan dan wajib tertanam dalam diri warga khususnya dalam diri siswa. Khususnya pada era milenial ini, pendidikan dan pembelajaran mempunyai peran utama dalam membentuk sifat, sikap atau karakter bangsa khusunya generasi muda yang baik sesuai dengan tujuan PendidikanNasional. Hal tersebut berkaitan dengan pembentukan karakter siswa sehingga ke depan siswa mampu bersaing, beretika, bermoral, sopan santun dan berinteraksi dengan masyarakat. Salah satunya dengan memunculkan dan mengenalkan kembali sejarah lokal dan budaya lokal khususnya cerita Babad Tulungagung  ke siswa dalam setiap kegiatan pembelajaran.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Sugiyono (2009:15), penelitian kualitatif adalah penelitian yang berlandaskan pada filsafat post positivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan dengan tri-anggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif atau kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey dan dokumenter karena mengumpulkan, mengolah, menyederhanakan, menyajikan, dan menganalisis data agar dapat memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana filosofi karakter nasionalis dalam Babad Tulungagung.  Berdasarkan hasil angket dan wawancara yang dilakukan oleh penulis terhadap siswa dan guru SMPN 1 Ngantru dapat disimpulkan bahwa keenam cerita yang dijabarkan dalam penelitian  ini memiliki karakter nasionalis. Nilai karakter nasionalis yang tercermin dalam cerita Babad Tulungagung tercermin dalam cara pandang, bersikap, dan perbuatan yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa, menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Sikap atau jiwa nasionalis dalam cerita Babad Tulungagung ditunjukkan melalui apresiasi, menjaga kekayaan budaya bangsa, rela berkorban, unggul, dan berprestasi, cinta tanah air, menjaga lingkungan, taat hukum, disiplin, menghormati keragaman budaya, suku, dan agama dalam setiap tokoh cerita.Kata Kunci: filosofi, pendidikan karakter, Babad Tulungagung.
TINDAK TUTUR KEKUASAAN KEPALA SEKOLAH PADA RAPAT BULANAN SMA NURUL JADID PAITON PROBOLINGGO Juwaeni Juwaeni
NOSI Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abastrak: Dalam  analisis  tindak tutur, tuturan tidak hanya dipahami sebagai studi bahasa tetapi juga dihubungkan dengan  konteks, yang berarti bahwa bahasa dipakai untuk tujuan praktik tertentu, termasuk praktik kekuasaan. Salah satu tindak tutur yang menarik untuk diteliti adalah praktik tindak tutur di dunia pendidikan. Tindak tutur yang dimaksud ialah tindak tutur kepala sekolah pada rapat bulanan sekolah, tindak tutur kepala sekolah pada rapat bulanan sekolah tidak keluar begitu saja tanpa ada makna dan maksud tertentu, tetapi merupakan gejala individual yang bersifat psikologis. Hal tersebut ditentukan oleh kemampuan kepala sekolah dalam berbahasa pada situasi tertentu yang berkaitan dengan kekuasaan. Tindak tutur kekuasaan mencakup perilaku kekuasaan sebagai sarana atau bentuk  dalam pelbagai konteks melalui proses komunikasi, atau bahasa sebagai sarana utama dan didalamnya.Tujuan penelitian ini untuk memperoleh deskripsi objektif  tentang wujud, fungsi, dan strategi tindak tutur kekuasaan kepala sekolah pada saat rapat bulanan SMA Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan  kualitatif.Data yang diperoleh berupa data kata, frasa, klausa, dan kalimat,  Adapun jenis penilitian yang digunakan adalah jenis analisis pragmatik  dalam hal ini tindak tutur. Penelitian ini menggunakan tindak tutur Searle untuk menganalisis hubungan teks dan konteks tindak kekuasaan kepala sekolah pada saat rapat bulanan sekolah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Wujud tindak tutur kekuasaan kepala sekolah pada rapat bulanan sekolah adalah tindak lokusi yang terdiri dari berita, pertanyaan dan perintah, tindak ilokusi yang terdiri dari tindak tutur asertif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif, serta tindak tutur perlokusi. (2) Fungsi tindak tutur kekuasaan kepala sekolah pada rapat bulanan sekolah beragam, mulai dari fungsi informasi, himbauan, dan harapan akan tetapi secara umum kepala sekolah banyak menekankan pada fungsi harapan, dikombinasikan dengan permohonan dan pengungkapan keinginan terkait pelaksanaan tugas belajar mengajar. (3) Strategi tindak tutur kekuasaan kepala sekolah pada rapat bulanan sekolah yang digunakan adalah  strategi tindak tutur langsung, tidak langsung, serta tindak tutur literal.Kata kunci: tindak tutur kekuasaan, rapat bulanan, wujud, fungsi, dan strategi.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR ELEKTRONIK TEKS EKSPOSISI DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN KREATIF PRODUKTIF UNTUK SISWA KELAS X SMK BIDANG KEAHLIAN PERHOTELAN Emy Zuroidah; Nur Fajar Arief; Mochtar Data
NOSI Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk (1) mendefinisikan kebutuhan siswa SMK bidang keahlian perhotelan pada bahan ajar teks eksposisi yang layak dari aspek isi, penyajian, bahasa, dan kegrafikaan, (2) merancang bahan ajar teks eksposisi sesuai kebutuhan siswa SMK bidang keahlian perhotelan yang layak dari aspek isi, penyajian, bahasa, dan kegrafikaan, (3) menghasilkan bahan ajar teks eksposisi sesuai kebutuhan siswa SMK bidang keahlian perhotelan yang layak dari aspek isi, penyajian, bahasa, dan kegrafikaan, dan (4) mengetahui efektivitas bahan ajar elektronik teks eksposisi kelas X SMK bidang keahlian perhotelan.            Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 4-Model. Model ini terdiri dari tiga tahap yaitu (1) pendefinisian, (2) perancangan, (3) pengembangan. Uji validasi dilakukan dengan meminta penilaian dari ahli materi bahasa Indonesia, ahli pengembangan bahan ajar, dan praktisi. Sementara itu, uji coba dilakukan pada 26 siswa kelas X SMK Sahid Surakarta bidang keahlian perhotelan            Hasil uji coba menunjukkan peningkatan hasil belajar pada empat kompetensi dasar yang diujicobakan. Selisih rata-rata nilai pretes dan postes pada kompetensi dasar 3.3 yaitu 7,962. Nilai rata-rata pretes dan postes pada kompetensi dasar 3.4 memiliki selisih 7,077. Pada kompetensi dasar 4.3, selisih rata-rata nilai pretes dan postes sebesar 5,615. Sementara itu, pada kompetensi 4.4 terjadi peningkatan antara rata-rata nilai pretes dengan rata-rata nilai postes sebesar 11,50 pada 22 siswa dan empat sisanya memiliki nilai yang sama antara pretes dan postes. Kesemua hasil di atas menunjukkan bahwa penggunaan bahan ajar elektronik teks ekposisi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMK bidang keahlian perhotelan.            Berdasarkan hasil pengembangan peneliti mengajukan beberapa saran pemanfaatan. Pertama, guru harus mempertimbangkan ketersediaan perangkat penunjang seperti gawai dan sambungan internet untuk dapat menggunakan bahan ajar elektronik ini. Ketiadaan perangkat penunjang ini akan membuat pengalaman belajar menjadi berkurang. Kedua, strategi kreatif-produktif  sangat mungkin untuk diterapkan pada teks-teks lainnya terutama kompetensi dasar yang memiliki tujuan akhir agar siswa mampu menghasilkan produk. Kompetensi dasar yang sifatnya hanya memberikan pemahaman membutuhkan adaptasi tersendiri. Ketiga, bahan ajar ini disusun berdasarkan analisis kebutuhan pada satu sekolah sehingga penerapan pada sekolah lain membutuhkan penyesuaian lebih lanjut. Kata kunci: bahan ajar, teks eksposisi, strategi kreatif-produktif, SMK, perhotelan.
KAJIAN INTERTEKSTUAL NILAI SOSIOHISTORIS NOVEL GAJAH MADA SERI I MAKAR DHARMAPUTERA DAN NOVEL GAJAH MADA SERI II TAKHTA DAN ANGKARA KARYA LANGIT KRESNA HARIADI Eka Rantiningtiyas; Akhmad Tabrani; Mochtar Data
NOSI Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Karya sastra merupakan bentuk hasil dari pekerjaan seni kreatif yang objeknya adalah manusia yang menggunakan bahasa sebagai mediumnya. Karya sastra banyak mengandung nilai di dalamya. Fokus pada penelitian ini adalah menitikberatkan pada kajian intertekstual dan nilai-nilai sosiohistoris pada novel Gajah Mada seri I Makar Dharmaputera dan novel Gajah Mada seri II Takhta dan Angkara.Intertekstual mempelajari  beberapa teks yang memiliki hubungan secara mendalam  yang dapat dilihat dari unsur pembangun karya sastra tersebut. Intertekstual juga bertujuan memahami karya sastra tersebut secara menyeluruh dari unsur pembangunnya.Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif yang menggunakan pendekatan intertekstual. Sumber data yang digunakan berupa kata, frasa, klausa, bahkan kalimat yang merupakan pendeskripsian dari kedua novel tersebut. Teknik pengumpulan data yang dilakukan penelitian adalah dengan membaca keseluruhan kedua novel tersebut, mengumpulkan data yang berupa kutipan-kutipan yang berhubungan dengan rumusan masalah, dan kemudian menganalisis teks yang telah terpilih, yaitu dengan memasukkan kalimat-kalimat yang telah terseleksi ke dalam tabel penelitian, data untuk diinterpretasikan yang kemudian disimpulkan.Intertekstual novel Gajah Mada seri 1 Makar Dharmaputer dan novel Gajah Mada seri 2 Takhta dan Angkara memiliki persamaan dan perbedaan dalam unsur-unsur pembangunnya. Dapat disimpulkan bahwa novel Gajah Mada seri 1 Makar Dharmaputera merupakan hipogram dan novel Gajah Mada seri 2 Takhta dan Angkara merupakan transformasinya.Kata kunci: kajian intertekstual, nilai sosiohistoris, novel
REALISME SOSIAL DALAM NOVEL BUMI MANUSIA DAN ANAK SEMUA BANGSA KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER Syahriel A’innur Rifan
NOSI Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: perkembangan sastra sosial yang terjadi di Indonesia dewasa ini terjadi dari orang-orang Indonesia yang memiliki jiwa sosialis yang menentang adanya kaum kapitalis yang menyengsarakan masyarakat pribumi. Perkembangannya lahir ketika masyakat pribumi menderita keadilan sosial, mula-mula bertahap dari kekerasan sampai kematian yang didapatkan Realisme sosial adalah sebuah istilah dengan maknanya yang telah pasti di negeri manapun ia berada. Masyarakat manusia terdiri dari beragam kelompok yang ciri-ciri pembedanya bisa berupa warna. Sekelompok orang yang dieksploitasi oleh kelompok lainnya, yang merupakan minoritas sementara yang dieksploitasi adalah mayoritas. Masing-masing kelas diaggap sebagai turunan dari corak produksi masyarakat.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. penelitian ini berupaya menginterpretasi  atau mendeskripsikan objek penelitian  dengan menggunakan gambaran realisme sosial. Data yang dimaksud dalam penelitian yang ada dalam novel Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa dengan menggambarkan perjuangan dan pertentanga kelas. Novel Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa penerbit Lentera Dipantara 2012 setebal 535 halaman  dan 352 halaman. Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen utama yakni peneliti bertindak sebagai perencana, pelaksana, pengumpul data, penafsir data, dan menjadi pelapor hasil penelitian.  Dalam  penelitian ini digunakan kajian tekstual yang menganalisis dua novel  Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer yang dalam hal ini berupa kosakata denganlangkah-langkah (1) mengidentifikasi data,(2) Pengklasifikasian dan pengkategorisasian keseluruhan data,  (3)Intepretasi data , dan (4) Eksplanasi data.Hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut, pertama, terdapat dua kontruksi realisme sosialis yang terepresentasikan dalam pertentangan kelas, yakni (1) Borjuis, (2) Proletar. Kedua terdapat tiga kontruksi perjuangan kaum proletar terhadap kaum borjuis, yakin (1) perjuangan ekonomi, (2) perjuangan politik, dan (3) perjuangan ideologi.Kata-kata kunci: Realisme, Sosialis, Realisme Sosialis
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR INTERAKTIF TEKS EKSPLANASI MODEL PROBLEM BASED INSTRUCTION UNTUK SISWA KELAS VIII SMP Uswatun Hasanah
NOSI Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Dalam kegiatan belajar mengajar tidak terlepas dari bahan ajar. Bahan ajar ialah salah satu media, perangkat, dan sumber belajar untuk mewujudkan proses pembelajaran agar lebih efektif dan praktis. Sesuai dengan pembelajaran di sekolah menggunakan kurikulum 2013 yang menuntut siswa untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Pada kurikulum 2013 materi pelajaran yang dipelajari untuk tingkat SMP/MTs ialah teks eksplanasi. Teks eksplanasi bertujuan untuk menjelaskan proses terjadinya atau terbentuknya suatu fenomena alam atau sosial. Bahan ajar interaktif merupakan salah satu pembelajaran yang mengutamakan keaktifan dan kemandirian siswa dan juga menjadikan siswa sebagai subjek belajar, sedangkan peranan pengajar hanya sebagai fasilitator. Pengembangan bahan ajar bisa dikerjakan dengan cara mengadaptasi buku yang tersedia seperti buku pemerintah yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan. Selain mengadaptasi bahan ajar, seorang guru juga bisa menjadi penulis yang sesungguhnya. Dengan bahan ajar yang sesuai kebutuhan, siswa akan banyak terbantu dalam mengikuti proses kegiatan pembelajaran. Selanjutnya berkaitan dengan model pembelajaran yang akan digunakan dalam penelitian ini ialah problem based instruction. Model problem based instruction bertujuan untuk melatih keterampilan berfikir siswa dengan adanya permasalahan disekitar siswa dan mendorong siswa untuk terlibat dalam pemecahan masalah tersebut. Dengan pembelajaran seperti ini, siswa akan terlatih untuk mengidentifikasi fenomena yang terjadi disekitar siswa, kemudian siswa akan membuat rancangan rangkaian kejadian, terakhir siswa membuat penilaian serta menemukan solusi dari masalah yang terjadi disekitar siswa. Sehubungan dengan belum adanya peneliti lain yang mengembangakan bahan ajar interaktif teks eksplanasi dengan model problem based instruction maka peneliti termotivasi untuk mengambil judul “Pengembangan Bahan Ajar Interaktif Teks Eksplanasi Model Problem Based Instruction Siswa Kelas VIII SMP”.Model pengembangan diadaptasi dari model  pengembangan yang digagas oleh Borg & Gall. Model pengembangan tersebut dilakukan secara runtut. meliputi: (1) studi pendahuluan, (2) pengembangan produk, (3) validasi produk kepada beberapa ahli, dan (4) uji kelayakan dari pengguna/siswa. Adapun jenis data yang diperoleh dari pengembahan ini ialah kuantitatif dan kualitatif, berupa data numerik dari angket yang telah diberikan kepada subjek uji coba dari ahli materi dan desain, ahli praktisi, serta pengguna/siswa. Sedangkan data verbal berupa catatan komentar dan saran dari subjek uji coba dari ahli materi dan desain, ahli praktisi, serta pengguna/siswa.Berdasarkan hasil uji coba produk dapat diuraikan sebagai berikut. Ahli materi memperoleh total persentase pada keseluruhan tiap aspek yaitu 77% skor. Selanjutnya ahli desain memperoleh total persentase pada keseluruhan tiap aspek yaitu 93% skor. Kemudian ahli praktisi memperoleh total persentase pada keseluruhan tiap aspek yaitu 83% skor. Terakhir dari hasil penilaian siswa sebagai pengguna bahan ajar interaktif memperoleh total persentase pada keseluruhan tiap aspek yaitu 87% skor. Apabila diinterpretasikan dari seluruh hasil presentase ahli materi, ahli desain, ahli praktisi, dan pengguna/siswa dapat diinterpretasikan bahwa produk bahan ajar interaktif ini dinyatakan layak untuk diimplementasikan dan telah memenuhi kriteria untuk digunakan dalam proses pembelajaran pada teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP dengan model problem based instruction.Kata kunci: Pengembangan, Bahan Ajar Interaktif, Teks Eksplanasi, Model Problem Based Instruction.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA TOPENG FLANEL DALAM PEMBELAJARAN MENYIMAK CERITA FABEL DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK BERMAIN PERAN PADA SISWA KELAS VII MTS NEGERI 4 SIDOARJO TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Dian Indra Rukmana
NOSI Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Media pembelajaran memiliki peran penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Dalam proses pembelajaran dengan menggunakan media dapat menumbuhkan sebuah motivasi dan keingintahuan yang baru. Dengan demikian,  penelitian perlu dilakukan. Populasi dan sampel dilakukan di MTs Negeri 4 Sidoarjo kelas VII-E dan VII-F. Dalam penelitian ini diambil sampel dua kelas yaitu  kelas-F sebagai kelas eksperimen sedangkan kelas-E sebagai kelas kontrol. Teknik analisis data ialah statistik uji T, menggunakan uji validitas sampel berbeda. Dalam menganalisis data yang telah ada  dari hasil penelitian yang dilakukan untuk membuktikan kebenaran hipotesis peneliti, maka peneliti menggunakan analisis statistik dengan program SPSS 23.  Saran  dalam  penelitian ini  adalah  Penggunaan  media pembelajaran hendaknya  diterapkan  di  sekolah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Dalam melakukan penelitian, seorang peneliti bebas memilih dalam menggunakan rancangan penelitian. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian kali ini adalah menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan quasi eksperiment,menggunakan kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan teknik simple random sampling (sampel random sederhana) yang pemilihan dua kelompok tersebut tidak dilakukan secara acak melainkan menggunakan sistem pengocokan. Kesimpulan  dalam  penelitian  ini  adalah  penggunaan  media topeng flanel  di  Sekolah MTs Negeri 4 Sidoarjo   mampu   meningkatkan   hasil   belajar   siswa   kelas VII-F dibandingkan  dengan  hasil  belajar  kelas VII-EKata-kata kunci: pengaruh, penggunaan media, topeng flanel, pembelajaran menyimak fabel, teknik bermain peran