cover
Contact Name
Surya Sari Faradiba
Contact Email
fkip@unisma.ac.id
Phone
+6285649532920
Journal Mail Official
fkip@unisma.ac.id
Editorial Address
FKIP UNISMA JL. Mayjen Haryono 193 Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
ISSN : 23376384     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.33474
Core Subject : Education,
JP3 adalah Jurnal Penelitian, Pendidikan dan Pembelajaran yang terbit dua kali setahun pada bulan Pebruari dan September, berisi artikel hasil penelitian dan non penelitian bidang pendidikan dan pembelajaran. Tulisan yang akan dimuat adalah artikel ilmiah hasil penelitian atau artikel ilmiah non penelitian yang belum pernah diterbitkan dalam media lain baik berbahasa Inggris atau berbahasa Indonesia. JP3 ini diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Malang.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 750 Documents
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL GURU AINI KARYA ANDREA HIRATA Affan Ghafar ahmad
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 15 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.116 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini menekankan nilai karakter yang terdapat pada novel Guru Aini karya Andrea Hirata untuk dideskripsikan dan dianalisis isinya menggunakan nilai pendidikan karakter.Penelitian ini akan berfokus pada (1) nilai etos kerja dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata yang terdiri dari nilai komitmen, kejujuran, konsisten/pendirian kuat, dan profesionalitas, (2) nilai religius Guru Aini karya Andrea Hirata yang terdiri dari nilai kejujuran, keteladanan, rendah hati, keikhlasan, visi kedepan, kesabaran, rasa syukur, kepercayaan pada Tuhan dan (3) nilai setia kawan dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata yang terdiri dari nilai mau mendengarkan dan memahami teman, tak pernah membicarakan keburukan teman, selalu bersama saat senang maupun susah dan senang saat saat sahabatnya senang, selalu mendukung sahabatnya, dan setia menunggu sahabatnya.Pendekatan yang digunakan pdalam penelitian ini adalah sosiologi sastradengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Dari hasil penelitian pada novel Guru Aini karya Andrea Hirata didapatkan tujuh belas narasi-narasi yang tertulis.Kata Kunci : nilai karakter, Pendidikan karakter, dan novel Guru Aini.
UNSUR BUDAYA DALAM MITOS SALIP NIKAH TOKOH UTAMA NOVEL GANJIL GENAP KARYA ALMIRA BASTARI Nadhir Basyiruddin Rahmadi
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 6 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.216 KB)

Abstract

Abstrak: Sistem kepercayaan mitos salip nikah kakak perempuan didahului   adik perempuan masih banyak dipertahankan, sehingga perempuan pada posisi kakak yang dilangkahi oleh sang adik dalam urusan pernikahan mengalami tekanan batin. Tokoh utama Gala dalam novel Ganjil Genap karya Almira Bastari termasuk dalam mitos salip nikah. Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan unsure budaya dalam mitos pranikah tokoh utama, mendiskripsik anunsur budaya dalam mitos akad nikah tokoh utama dalam novel Ganjil Genap karya Almira Bastari yang dianalisis membentuk interpretasi perempuan yang dianalisis membentuk interpretasi perempuan.Pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian naratif kualitatif dipahami sebagai teks yang dituturkan atau ditulis dengan menceritakan tentang peristiwa. Status peneliti sebagai kunci instrument dalam pengumpulan data. Data berupa komentar, dialog, monolog. Teknik pengumpulan data dengan membaca, mencatat, mengidentifikasi, melakukan modifikasi, menganalisis data dan menyimpulkan. Teknik analisis data menggunakan metode analisis konten dengan langkah-langkah: mengidentifikasi, klasifikasi tokoh dan menyimpulkan.Masalah diangkat dalam novel Ganjil Genap karya Almira Bastari yang dianalisis membentuk interpretasi perempuan dari tokoh utama Gala.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang putus akibat mitos pranikah yang dialami Bara, ada unsure budaya dalam mitos akad nikah kakak didahului adik perempuan nya menjadi beban kakak sehingga Gala berusaha keluar dari mitos salip nikah dengan berbagai cara untuk mendapatkan jodoh. Adapun bentuk kritik sastra feminis dalam novel Ganjil Genap adalah berupa kondisi tokoh utama perempuan bernama Gala yang serba salah karena belum juga menikah di usia 30an ditambah lagi adiknya yang masih muda akan melangsungkan pernikahan.Kata Kunci: Unsur budaya, Mitos, Salip nikah, Pranikah, Akad nikah, Pascanikah
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA MELALUI METODE PEMBELAJARAN WHOLE BRAIN TEACHING (WBT) DITINJAU DARI GAYA BELAJAR DAVID KOLB PADA MATERI SEGIEMPAT Amiliya Nisaul Khusna; Sunismi Sunismi; Isbadar Nursit
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 14, No 9 (2019): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.235 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, dan untuk mendeskripsikan keterkaitan antara hasil analisis data kuantitatif dan kualitatif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa ditinjau dari gaya belajar David Kolb melalui metode pembelajaran WBT. Pendekatan dalam penelitian ini adalah mixed research jenis sequential explanatory. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa SMPN 15 Malang sebanyak 282 siswa.  Sampel dipilih melalui teknik cluster random sampling (kelas VII G sebagai kelas eksperimen dan kelas VII F sebagai kelas kontrol). Data kuantitatif melalui hasil tes dan angket gaya belajar. Analisis data kuantitatif menggunakan uji ANOVA dua jalur. Sedangkan penelitian kualitatif menggunakan desain deskriptif kualitatif. Data kualitatif diperoleh hasil observasi, wawancara dan catatan lapangan. Hasil penelitian data kuantitatif diperoleh nilai  artinya terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa ditinjau dari gaya belajar David Kolb antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Sedangkan pada hasil penelitian kualitatif disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran Whole Brain Teaching (WBT) sangat efektif, diminati oleh peserta didik dan metode pembelajaran ini memicu keaktifan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Pada penelitian ini, penelitian kualitatif yang dilakukan pada tahap kedua diperoleh hasil yang dapat mendukung, melengkapi, dan memperkuat data kuantitatif. Kata kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika, Gaya Belajar David Kolb, Metode    Pembelajaran Whole Brain Teaching (WBT). AbstractThe objectives of this study were to find out the differences of students' abilities in solving mathematic problem, to describe students' abilities in solving mathematic problem, and to describe the correlation between quantitative and qualitative analysis towards students' abilities in solving mathematic problem based on David Kold's learning style with WBT learning method. The approach of this study was mixed research in the form of sequential explanatory. The population of this study was the whole students of SMPN 15 Malang consisting of 282 students. The sample was chosen through cluster random sampling technique (VII G as experimental class and VII F as control class). The quantitative data was taken from test result and learning style questionnaire and was analyzed using two way ANOVA. Meanwhile, the qualitative design was describtive qualitative. The qualitative data was taken from observation, interview and field note. The result of qualitative analysis was sig = 0,027 < 0,05 which mean that there were differences of students' abilities in solving mathematic problems based on David Kolb learning style between experimental class and control class. However, according to qualitative result, the application of Whole Brain Teaching (WBT) method was extremely effective, interested by the students, and motivating students in learning process. In this study, the qualitative result could support, complete and strengthen the quantitative data. Keywords: Abilities in Solving Mathematic Problem, David Kolb’s Learning Style,Whole Brain Teaching (WBT) Learning Method.
EFL TEACHERS CHALLENGES AND STRATEGIES OF ONLINE LEARNING IN INDONESIA Rina Miftachul Ajizah
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 31 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.05 KB)

Abstract

This article aims to knowing what challenges faced by high school EFL teachers in online teaching and learning during COVID-19 Pandemic in Indonesia. Then, this article also aims to knowing how they overcome the challenges in that situation. The research design of this study is qualitative research in the descriptive method. The subject of this study is high school EFL teachers, a total of 34 teachers from East Java, and Central Java participated in the online questionnaire. The questionnaire consists of 30 items with a 5-point Likert scale from strongly agree to strongly agree. Then, a total of seven high school EFL teachers participated in online focus group discussion (FGD) as the second instrument of data collection. This instrument is used to strengthen the results of the online questionnaire. The finding of this study is that high school EFL teachers in some regions of Indonesia have challenges in conducting the online teaching and learning during that situation, and they have strategies to overcome the situation of online teaching and learning during the COVID-19 Pandemic in Indonesia. Key words: EFL Teachers, Challenges, Strategies, Online Learning
PENGEMBANGAN VIDEO GAME EDUKATIF SILASNUM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL KELAS VII PADA MATERI ALJABAR Wisam Jaya Pratama; Alifiani Alifiani; Gusti Firda Khairunnisa
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 18 (2022): Jurnal Penelitian,Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.148 KB)

Abstract

Abstrak: Pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk Video game edukatif Silasnum sebagai media pembelajaran digital , hasil pengembangan dan hasil uji coba dari media pembelajaran digital Silasnum. Diharapkan, dapat menjadi alternatif media pembelajaran matematika yang baru. Pengembangan ini mengacu pada model pengembangan 4-D dengan tahapan 1) define (pendefinisian), 2) design (perancangan), 3) develop (pengembangan), dan 4) disseminate (penyebaran). Berdasarkan hasil validasi produk, penilaian produk oleh validator ahli materi memenuhi kriteria valid dengan nilai 4, penilaian produk oleh validator ahli media memenuhi kriteria valid dengan nilai 3,16, penilaian produk oleh validator praktisi memenuhi kriteria praktis dengan nilai 3,088, dan penilaian produk oleh user/pengguna memenuhi kriiteria valid dengan nilai 3,24. Dapat disimpulkan bahwa produk hasil pengembangan media pembelajaran Silasnum adalah valid dan praktis sehingga bisa digunakan dalam proses pembelajaran.Kata kunci: pengembangan, media pembelajaran digital, Video game, Silasnum, aljabar
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 DAMPIT PADA MATERI BENTUK ALJABAR MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN POSTER SESSION DENGAN METODE PEMBELAJARAN MEANS ENDS ANALYSIS (MEA) Dzati Rohmatika
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.733 KB)

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang diajar menggunakan strategi pembelajaran Poster Session dengan metode pembelajaran Means Ends Analysis (MEA) serta untuk mendeskripsikan hasil analisis data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII SMP Negeri 1 Dampit pada materi bentuk aljabar secara kuantitatif dan kualitatif tidak berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kombinasi (mixed methods) desain sequential explanatory. Sampel dalam penelitian ini kelas VII C sebagai kelas eksperimen dan VII D sebagai kelas kontrol. Sedangkan subjek penelitian kualitatif sebanyak tiga orang dengan kemampuan pemecahan masalah tinggi, sedang, dan rendah pada masing-masing kelas sampel. Data kuantitatif diperoleh dengan teknik tes, sedangkan data kualitatif diperoleh dengan teknik observasi, catatan lapangan, dan wawancara. Hasil analisis data kuantitatif menggunakan uji-t dua pihak dengan bantuan Software SPSS 20  bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan pemecahan masalah matematika dengan taraf signifikansi 5% antara peserta didik kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil analisis kualitatif diperoleh bahwa subjek kelas eksperimen lebih menguasai indikator kemampuan pemecahan masalah matematika dari pada subjek kelas kontrol. Dengan demikian, penelitian kualitatif dapat membuktikan, melengkapi, dan memperkuat data kuantitatif kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik pada penelitian kuantitatif.Kata-kata kunci: strategi pembelajaran poster session, metode pembelajaran Means Ends Analysis (MEA), kemampuan pemecahan masalah matematika.
Pembelajaran Bercerita Teks Fabel dengan Media Wayang pada Siswa Kelas VII SMP Al Islam Prigen Afif Murianto
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 23 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.842 KB)

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran bercerita di sekolah masih belum terlaksana dengan baik. Di lingkungan sekolah, siswa dituntut terampil berbicara dan bercerita dalam proses pembelajaran. Namun, tidak semua siswa mampu berbicara dalam lingkup umum. Sebagian siswa cenderung hanya berani berbicara dengan temannya dalam lingkup kecil dan tidak resmi.Penelitian ini bertujuan: 1) mendeskripsikan rencana pelaksanaan pembelajaran bercerita fabel dengan media wayang, 2) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran fabel dengan media wayang, dan 3) mendeskripsikan jenis media wayang yang digunakan dalam pembelajaran bercerita fabel.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Pada penelitian ini, peneliti berperan sebagai instrumen kunci utama yang menentukan keseluruhan skenario, mulai dari bertindak sebagai pengajar yang membuat rancangan pembelajaran. Latar penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah di SMP Al Islam Prigen. Data dalam penelitian ini bersumber dari rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) bercerita fabel dengan media wayang, peristiwa pelaksanaan pembelajaran bercerita fabel dengan media wayang, dan jenis media wayang yang digunakan dalam pembelajaran bercerita fabel. Dalam penelitian ini peneliti menjadi guru dalam proses pembelajaran bercerita fabel. Jadi peneliti menjadi sumber data dalam penelitian ini. Pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan diskusi guru pengajar Bahasa Indonesia. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan sepanjang penelitian ini dari awal hingga akhir. Tahapan dalam penelitian ini ada tiga, yaitu: 1) tahap pra lapangan, 2) tahap pelaksanaan, 3) tahap penyelesaian.RPP yang disusun oleh guru merencanakan sebuah pembelajaran bercerita fabel di mana media yang digunakan adalah wayang. Pelaksanaan pembelajaran bercerita fabel dengan media wayang terdiri dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Kegiatan pendahuluan dilakukan dengan kegiatan berorientasi, apersepsi, dan pengaitan. Kegiatan inti dilakukan dengan kegiatan mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan. Pada kegiatan inti siswa dituntut terampil dalam bercerita fabel dengan menggunakan media wayang yang telah disediakan oleh guru. Kegiatan penutup dilakukan dengan kegiatan penarikan kesimpulan dan pemberian tugas di rumah. Jenis media wayang yang digunakan untuk bercerita fabel dalam pembelajaran ini menggunakan wayang yang terbuat dari kardus yang ditempeli gambar binatang. Guru sendiri yang mendesain atau yang membuat media wayang tersebut.
KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIKA MELALUI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN ELPSA BERBANTUAN MEDIA VISUAL PADA MATERI PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINIER SATU VARIABEL SISWA KELAS VII SMP ISLAM GANDUSARI Wanda Editya Wahidurrijal; Sunismi Sunismi; Alifiani Alifiani
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 12 (2022): Jurnal Penelitian,Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.607 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan, mana yang lebih baik serta mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif dan komunikasi matematika antara peserta didik dengan penerapan model ELPSA menggunakan media visual dan peserta didik dengan penerapan model pembelajaran konvensional pada materi PLSV/PtLSV kelas VII SMP Islam Gandusari. Metode Penelitian yang digunakan adalah mixed method desain sequential explanatory. Sampel penelitian kuantitatif adalah peserta didik kelas VII A (kelas eksperimen) dan kelas VII E (kelas kontrol). Sedangkan subjek penelitian kualitatif sebanyak tiga peserta didik pada tiap kelompok eksperimen dan kontrol dengan kriteria kemampuan berpikir kreatif dan komunikasi matematika kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Data diperoleh melalui tes dan deskriptif-kualitatif. Hasil analisis data kuantitatif menggunakan uji-t dua pihak masing-masing kemampuan berpikir kreatif dan komunikasi matematika berturut-turut diperoleh nilai Sig (2-tailed) = 0,000 < 0,05 dan 0,002 < 0,05 dan melalui uji-t satu pihak berturut-turut diperoleh nilai  dan  sehingga H0ditolak yang artinya terdapat perbedaan kemampuan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, ditunjukkan pula bahwa kemampuan kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Sedangkan hasil analisis data kualitatif menunjukkan deskripsi kemampuan berpikir kreatif dan komunikasi matematika kelas eksperimen lebih baik dibanding kelas kontrol dilihat dari pencapaian indikator masing-masing kategori peserta didik.Kata Kunci: pembelajaran matematika, model ELPSA, media visual, kemampuan berpikir kreatif matematika, kemampuan komunikasi matematika,
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN SELF EFFICACY MATEMATIS SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER PADA MATERI KUBUS DAN BALOK KELAS VIII Demas Tri Andayani
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 14, No 9 (2019): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.311 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan kemampuan berpikir kreatif dan self efficacy matematis siswa pada kelas VIII materi kubus dan balok melalui model pembelajaran advance organizer dan model pembelajaran konvensional, mengetahui manakah yang lebih baik kemampuan berpikir kreatif dan self efficacy matematis siswa pada kelas VIII materi kubus dan balok melalui model pembelajaran advance organizer dan model pembelajaran konvensional, dan mendeskripsikan hasil analisis tentang kemampuan berpikir kreatif dan self efficacy matematis siswa kelas VIII materi kubus dan balok melalui model pembelajaran advance organizer dan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian mixed method desain sequential explanatory. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII, Sampel penelitian siswa kelas VIII B dan kelas VIII B. Instrumen penelitian menggunakan tes dan angket. Berdasarkan hasil analisis data kuantitatif uji statistik menggunakan SPSS 23 dengan  diperoleh kesimpulan ada perbedaan kemampuan berpikir kreatif dan self efficacy matematis siswa antara kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran advance organizer dengan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional, kemampuan berpikir kreatif dan self efficacy matematis siswa kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran advance organizer lebih baik dari pada kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil analisis data kualitatif dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif dan self efficacy matematis antara kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran advance organizer dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional.
PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA MENURUT LEECH PADA NOVEL "0RANG-ORANG BIASA" KARYA ANDREA HIRATA LIRIA RHOSI EFFENDI
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 3 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.201 KB)

Abstract

Abstrak: Kesantuan Berbahasa merupakan tata cara atau aturan saat berkomunikasi dengan orang lain. Aturan saat berkomunikasi merupakan hal yang sangat penting bagi stiap individu  karena dengan adanya etika berkomunikasi mempermudah kita memperoleh informasi atau interaksi dalam bermasyarakat. Fokus penelitian ini adalah prinsip kesantunan berbahasa dan pelanggaran maksim kesantunan berbahasa menurut teori leech dalam novel Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata. Pendekatan yang dimiliki dalam penelitian ini adalah pendekatan dreskriptif kualitatif. Artinya data yang dikumpulkan dari kata atau tulisan bukan berupa angka. Penelitian ini meneliti tentang penggunaan gaya bahasa pada prinsip kesantunan berbahasa yang sudah dianggap lengkap menurut teori Leech mencangkup 6 maksim. Berkaitan dengan hal diatas, penelitian ini akan menganalisis tentang kesantunan dan ketidaksantunan berbahasa pada dialog dalam novel Orang-Orang Biasa Karya Andre Hirata.Hasil penelitian ini meliputi sebagai berikut : (1) wujud pencapaian prinsip kesantunan berbahasa pada 6 maksim, (2) pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa pada 6 maksim. Wujud pencapaian prinsip kesantunan berbahasa di kategorikan menjadi 6, yaitu : a) maksim kebijaksanaan, b) maksim kedermawanan, c) maksim penghargaan, d) maksim kesederhanaan, e) maksim permufakatan, f) maksim simpati. Kategori di atas juga meliputi pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa. Sehingga peneliti akan membahas pelanggaran tersebut dalam 6 maksim.Kata kunci: prinsip kesantunan, pencapaian kesantunan berbahasa, pelanggaran  kesantunan berbahasa

Filter by Year

2019 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 17 No. 30 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol. 17 No. 29 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol. 17 No. 28 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol. 17 No. 27 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol. 17 No. 26 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol. 17 No. 25 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol. 17 No. 24 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol. 17 No. 23 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 23 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 22 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol. 17 No. 21 (2022): Jurnal Penelitian,Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 20 (2022): Jurnal Penelitian,Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 19 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 18 (2022): Jurnal Penelitian,Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 17 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 16 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 15 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 14 (2022): Jurnal Penelitian,Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 13 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 12 (2022): Jurnal Penelitian,Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 11 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 10 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 9 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 8 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 7 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 6 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 5 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 4 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 3 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 2 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 1 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 32 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 31 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 30 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 29 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 28 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 27 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 26 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 25 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 24 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 23 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 22 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 21 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 20 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 19 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 18 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 17 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 16 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 15 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 14 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 13 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 12 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 11 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 10 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 9 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 7 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 6 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 5 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 4 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan dan Pembelajaran Vol 16, No 3 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan dan Pembelajaran Vol 16, No 2 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 1 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 15, No 36 (2020): Jurnal Penelitian, Pendidikan dan Pembelajaran Vol 15, No 35 (2020): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 15, No 34 (2020): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 15, No 33 (2020): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 15, No 32 (2020): Jurnal Penelitian, Pendidikan dan Pembelajaran Vol 15, No 31 (2020): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 15, No 30 (2020): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 15, No 29 (2020): Jurnal Penelitian, Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 15 No. 28 (2020): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 15, No 28 (2020): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 15, No 27 (2020): Jurnal Penelitian, Pendidikan dan Pembelajaran Vol 15, No 26 (2020): Jurnal Penelitian, Pendidikan dan Pembelajaran Vol 15, No 25 (2020): Jurnal Penelitian, Pendidikan dan Pembelajaran Vol 15, No 24 (2020): Jurnal Penelitian, Pendidikan dan Pembelajaran Vol 15, No 23 (2020): Jurnal Penelitian, Pendidikan dan Pembelajaran Vol 15, No 22 (2020): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 15, No 21 (2020): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 15, No 20 (2020): Jurnal Penelitian, Pendidikan dan Pembelajaran Vol 15, No 19 (2020): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 15, No 18 (2020): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 15, No 17 (2020): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 15, No 16 (2020): Jurnal Penelitian, Pendidikan dan Pembelajaran Vol 15, No 15 (2020): Jurnal Penelitian, Pendidikan dan Pembelajaran Vol 15, No 14 (2020): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 15, No 13 (2020): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 14, No 12 (2019): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 14, No 11 (2019): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 14, No 10 (2019): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 14, No 9 (2019): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 14, No 8 (2019): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 14, No 7 (2019): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 14, No 6 (2019): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 13, No 4 (2019): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 13, No 1 (2019): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran More Issue