cover
Contact Name
Nurman Hidaya
Contact Email
bchs@borneo.ac.id
Phone
+6282378768648
Journal Mail Official
bchs@borneo.ac.id
Editorial Address
Jl. Amal Lama No. 1, Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur, , Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Borneo Community Health Sevice Journal
ISSN : -     EISSN : 28076621     DOI : https://doi.org/10.35334/neotyce.v1i1
Borneo Community Health Sevice Journal, yang merupakan jurnal multidisiplin bidang kesehatan yang berfokus pada hasil karya pengabdian masyarakat dibidang kesehatan yang meliputi : Keperawatan, kebidanan, kedokteran, kesehatan masyarakat, psikologi, gizi dan bidang kesehatan yang lain.
Articles 21 Documents
Search results for , issue "volume 5 nomor 2 tahun 2025" : 21 Documents clear
AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEBUGARAN LANSIA PROLANIS FLAMBOYAN Wahyudi, Donny Tri; Octamelia, Mega; Gusriani, Gusriani
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.6599

Abstract

TRANSFORMASI MENUJU DESA KELAPIS UNGGUL (UPAYA CEGAH STUNTING DAN WUJUDKAN KELAPIS RAMAH LINGKUNGAN) Gusriani, Gusriani; Umami, Nurrahmi; Wahida, Wahida; Dominggus, Dominggus; Nafsiah, Nur
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.6688

Abstract

Desa Kelapis, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, menghadapi dua tantangan utama yang berdampak pada kesehatan masyarakat, yaitu tingginya angka stunting dan rendahnya kesadaran serta keterampilan pengelolaan sampah rumah tangga. Kondisi lingkungan yang buruk berkontribusi terhadap peningkatan risiko infeksi dan memperburuk status gizi anak. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita terkait pola asuh dan gizi, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat, serta membekali warga dengan keterampilan pengolahan sampah organik skala rumah tangga. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan edukatif, melibatkan pemerintah desa, kader kesehatan, mahasiswa KKN, serta masyarakat Desa Kelapis. Program ini terdiri dari tiga strategi utama: edukasi pola asuh dan gizi seimbang, kampanye PHBS, dan pelatihan pengolahan sampah organik berbasis rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu balita sebesar 35% serta 85% peserta pelatihan berhasil mempraktikkan pengolahan sampah organik secara mandiri di rumah. Peningkatan ini menunjukkan ketercapaian yang melampaui target awal yang ditetapkan. Kesimpulannya, pendekatan intervensi yang terintegrasi, kolaboratif, dan berbasis komunitas terbukti efektif dalam pencegahan stunting dan perbaikan kualitas lingkungan. Program ini dapat menjadi model pemberdayaan desa yang layak direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa
PENGUATAN KETAHANAN MENTAL MASYARAKAT DI DAERAH WISATA PESISIR MELALUI PENDEKATAN COMMUNITY-BASED STRESS MANAGEMENT Nugraha, M Akbar; Handayani, Fitriya; Hasriana, Hasriana; Hidaya, Nurman
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.6454

Abstract

Memperkuat kesehatan mental dalam masyarakat pesisir merupakan bagian penting untuk meningkatkan ketahanan masyarakat. Daerah pesisir sering kali menghadapi berbagai macam pemicu stres, termasuk dampak perubahan iklim, kerentanan ekonomi, dan keterbatasan akses ke sumber daya kesehatan mental. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola stress. Kegiatan pengabdian masyarakat dimulai dari melakukan sesi mengutarakan perasaan dan masalah yang dihadapi saat berada di daerah wisata dan pesisir. Sesi selanjutnya dilanjutkan dengan menggali pengetahuan masyarakat terkait manajemen stress yang dilakukan. Kegiatan selanjutnya yaitu pemaparan materi tentang pengelolaan stres dan dilanjutkan dengan simulasi atau praktik pengelolaan stres yaitu relaksasi napas dalam, dan relaksasi otot progresif. Terdapat peningkatan kemampuan masyarakat setelah dilakukan edukasi dan simulasi. Penguatan ketahanan mental masyarakat di daerah wisata pesisir melalui pendekatan community-based stress management meningkatkan ketahanan mental masyarakat di daerah wisata dan pesisir pulau Derawan.
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Aplikasi INZTING Melalui Pendekatan ABCD untuk Mendukung Pencapaian SDGs 3 Ernawati, Ernawati; Arafah, Salmah; Dewiyanti, Dewiyanti; Sadli, Adi; Oktaviana, Dina; Sumarmi, Sumarmi; Risnah, Risnah; Harmawati, Harmawati; Patmawati, Patmawati
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.6721

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan anak akibat kekurangan asupan gizi dalam jangka panjang, yang mengakibatkan tinggi badan anak lebih rendah dari standar usianya. Permasalahan ini menjadi isu penting karena berpengaruh terhadap kualitas generasi masa depan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan aplikasi INZTING (Ikhtiar MenZerokan Stunting) berbasis pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), guna mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Kegiatan ini menyasar dua kelompok utama, yaitu 23 ibu yang memiliki anak stunting dan 28 anggota kelompok dasawisma. Metode pelaksanaan mencakup edukasi interaktif dengan bantuan aplikasi digital. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test serta keaktifan peserta selama kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan signifikan, di mana pemahaman ibu mengenai stunting naik dari 52% menjadi 90%, sedangkan pemahaman kelompok dasawisma terkait penggunaan aplikasi INZTING meningkat dari 40% menjadi 95%. Materi yang berhasil dipahami antara lain pedoman gizi seimbang, tanda dan faktor penyebab stunting, serta dampak jangka panjangnya. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis potensi lokal melalui pemanfaatan teknologi digital dapat memperkuat peran masyarakat dalam upaya pencegahan stunting di Kelurahan Pallantikang..
PEMBENTUKAN GROUP ANTENATAL CARE (G-ANC) MENUJU KEHAMILAN YANG SEHAT DAN AMAN DENGAN BEBAS ANEMIA Yusrah Taqiyah; Fatma Jama; Andi Masnilawati
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.6151

Abstract

Angka Kematian Ibu dan Bayi di Puskesmas Parangloe tahun 2022 masih berada diangka 25 per 1000 kelahiran hidup. Cakupan Kunjungan Kehamilan di Puskesmas Parangloe, selama tiga tahun mengalami fluktuasi dan belum dapat mencapai target nasional 95%. Group Antenatalcare (G-ANC) merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap muka berkelompok yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader ibu hamil tentang pemeriksaan fisik ibu hamil, lab sederhana (hb dan glukosa), perawatan bayi dan manajemen laktasi. Metode yang di gunakan dalam pelatihan ini dengan cara diskusi tanya jawab dan demonstrasi mengenai cara pijat bayi dan perawatan payudara. Diharapkan dengan berlangsungnya pengabdian ini Masyarakat yang ada di Desa Parangloe dapat meningkatkan derajat kesehatannya terutama pada ibu hamil. Hasil pengabdian ini berupa pembentukan Group Antenatal Care (G-ANC), penyuluhan tentang anemia, pemeriksaan fisik ibu hamil, pemantauan ibu hamil melalui group ANC, dan pelatihan pijat bayi serta perawatan payudara. Luaran dari kegiatan ini berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan khususnya pada ibu hamil untuk mencegah terjadinya anemia.
PENGUATAN KETAHANAN MENTAL MASYARAKAT DI DAERAH WISATA PESISIR MELALUI PENDEKATAN COMMUNITY-BASED STRESS MANAGEMENT M Akbar Nugraha; Fitriya Handayani; Hasriana Hasriana; Nurman Hidaya
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.6454

Abstract

Memperkuat kesehatan mental dalam masyarakat pesisir merupakan bagian penting untuk meningkatkan ketahanan masyarakat. Daerah pesisir sering kali menghadapi berbagai macam pemicu stres, termasuk dampak perubahan iklim, kerentanan ekonomi, dan keterbatasan akses ke sumber daya kesehatan mental. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola stress. Kegiatan pengabdian masyarakat dimulai dari melakukan sesi mengutarakan perasaan dan masalah yang dihadapi saat berada di daerah wisata dan pesisir. Sesi selanjutnya dilanjutkan dengan menggali pengetahuan masyarakat terkait manajemen stress yang dilakukan. Kegiatan selanjutnya yaitu pemaparan materi tentang pengelolaan stres dan dilanjutkan dengan simulasi atau praktik pengelolaan stres yaitu relaksasi napas dalam, dan relaksasi otot progresif. Terdapat peningkatan kemampuan masyarakat setelah dilakukan edukasi dan simulasi. Penguatan ketahanan mental masyarakat di daerah wisata pesisir melalui pendekatan community-based stress management meningkatkan ketahanan mental masyarakat di daerah wisata dan pesisir pulau Derawan.
Sosialisasi Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui Gerakan Bersih Pantai Daerah Pesisir Gusni Fitri; Andi Yuniarsy Hartika; Sulidah Sulidah; Ana Damayanti
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.6693

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada dasarnya merupakan sebuah upaya untuk menularkan pengalaman mengenai perilaku hidup sehat melalui individu, kelompok ataupun masyarakat luas dengan jalur–jalur komunikasi sebagai media berbagi informasi, termasuk juga dalam hal ini masyarakat pesisir. Masyarakat pesisir adalah masyarakat yang hidup dan bertempat tinggal di wilayah perairan yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dan memiliki karakteristik tertentu. Salah satu yang jadi permasalahan di daerah pesisir khususnya pantai wisatawan adalah terjadinya penumpukan sampah disekitar pantai yang mengakibatkan tercemarnya lingkungan. masih banyaknya sampah disekitar pinggir pantah daerah pesisir khsusunya derawan menjadi perhatian sehingga focus pada pengabdian ini adalah bagaimana penanganan agar tidak terjadinya penumpukan sampah yang berakibat buruk pada lingkungan, maka dengan memberdayakan masyarakat untuk membentu perilaku hidup bersih dan sehat melalui sosialisasi PHBS dan gerakan bersih Pantai. Respon warga pantai derawan dari kegiatan sosialisasi Menurut warga, pemerintah setampat juga perlu berperan dalam pengelolan sampah, sudah ada agenda rutin setiap minggu untuk membersihkan sampah, warga sadar bahwa kebersihan pantai akan ikut berdampak pada Kesehatan mereka.
Simulasi EMS (Emergency Medical System) deteksi dini stroke dengan metode BEFASTER (Balance, Eyes, Face, Arm, Speech, Time, Emergency Respon) Dewiyanti Dewiyanti; Ernawati Ernawati; Adam Badwi; Alwi Alwi; Patmawati Patmawati; Sumarmi Sumarmi; Salmah Arafah; Kamriana Kamriana
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.6722

Abstract

Salah satu konsep penting dalam rantai kelangsungan hidup pasien stroke adalah deteksi dini stroke sebagai metode early warning sign. Deteksi dini prehospital yang tepat memengaruhi tingkat perawatan stroke yang diperlukan. Sangat penting untuk mewaspadai stroke dengan cepat karena sebagian besar (95%) gejala awal stroke terjadi di luar rumah atau di rumah sakit. Penatalaksanaan ideal terjadi selama periode emas 3-6 jam setelah pasien stroke pertama kali ditemukan. Risiko cacat permanen meningkat jika mendapatkan perawatan medis lebih dari 12 jam setelah stroke.  Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pengetahuan tentang deteksi dini stroke serta keterampilan manajemen kegawatdaruratan prahospital pasien stroke untuk mengurangi angka kematian dan kecacatan sebelum pasien dibawa ke rumah sakit. Metode mengukur pengetahuan dan keterampilan sebelum dan setelah dilakukan Simulasi EMS (Emergency Medical System) deteksi dini stroke dengan metode BEFASTER (Balance, Eyes, Face, Arm, Speech, Time, Emergency Respon). Hasil kegiatan dari 40 responden yaitu pengetahuan kurang pre-test 27 (67,5%) dan post-test menurun menjadi 9 (22,5%). Sedangkan   pengetahuan baik mengalami peningkatan pre-test 13 (32,5%) dan post-test 31 (77,5%). Keterampilan pre-test dan post-test dengan total responden 40. Pre-test keterampilan  kurang 25 (62,5%) dan post-test menurun menjadi 7 (17,5%). Sedangkan   keterampilan baik mengalami peningkatan pre-test 15 (37,5%) dan post-test 40 (82,5%). Kesimpulan terdapat perubahan tingkat pengetahuan dan keterampilan sebelum dan setelah dilakukan Simulasi EMS (Emergency Medical System) deteksi dini stroke dengan metode BEFASTER (Balance, Eyes, Face, Arm, Speech, Time, Emergency Respon).  
Pelatihan Implementasi Teknik Bidai Sebagai Pertolongan Pertama Kasus Ankle Sprain pada Pemain Futsal dan Basket di MAN 1 Banyumas Vina Kurnia Anggraeni; Indri Heri Susanti; Adiratna Sekar Siwi
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.5630

Abstract

Tingkat cedera tertinggi terjadi pada atlet usia sekolah. Cedera dapat menjadi keadaan darurat dan menyebabkan cedera serius jika tidak segera ditangani dengan baik. Persiapan, pengetahuan dan keterampilan dalam penanganan trauma menjadi poin penting agar kondisi pasien tidak semakin parah. Pertolongan pertama yang tepat pada situasi darurat atlet harus didukung dengan pengetahuan yang memadai. Ankle sprain merupakan kasus cedera yang sangat sering terjadi Sendi ekstremitas bawah. Sangat penting bagi atlet untuk mengetahui intervensi yang harus dilakukan dalam menangani kasus ankle sprain. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan simulasi tentang bidai balut pada cedera ekstremitas bawah khusunya ankle sprain dengan metode demonstrasi dan pemutaran video animasi tentang teknik bidai pada ankle sprain. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat ini terdiri dari persiapan yang meliputi pra-survey, perijinan, pengambilan data, persiapan alat, materi, dari kontrak waktu. Pelaksanaan meliputi pre-test, post-test, praktik,  dan diskusi. Media yang digunakan adalah leaflet dan video materi ankle sprain. Hasil Pre test pada kategori kurang dengan peresentase 55%. Peningkatan pada post test kedalam kategori baik dengan presentase 85%. Pemberian edukasi dan demonstrasi ankle sprain memuat materi pengertian ankle sprain, penyebab ankle sprain, dan penatalaksanaan ankle sprain. Berdasarkan hasil pre test dan post test terdapat peningkatan dari 57% menjadi 85% dengan presentasepeningkatan sejumlah 61%. Hal ini menunjukan terjadi peningkatan pengetahuan siswa sebelum dan sesudah diberikan edukasi dan demonstrasi ankle sprain. Keterampilan dalam pkm ini adalah 100% dimana artinya seluruh siswa mampu mempraktikkan bagaimana prosedur dalam melakukan balut bidai elastis pada ankle sprain. Luaran yang dihasilkan dari Pengabdian kepada Masyarakat tentang implementasi balut bidai sebagai pertolongan pertama pada ankle sprain yaitu HAKI video prosedur teknik balut bidai pada ankle sprain.  
Edukasi Pijat Bayi melalui Program SENTUH untuk Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Ibu di Posyandu Mekar Jaya Nurrahmi Umami; Rahmatuz Zulfia; Nazwa Manurung; Annisa Eka Permatasari; Tanti Tri Lestary
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.6806

Abstract

Child health and early childhood development are strongly influenced by the quality of maternal care, including simple stimulation such as infant massage. However, parenting literacy and practical skills in infant massage remain low among many mothers in Tarakan, North Kalimantan. This lack of knowledge leads to suboptimal stimulation during early childhood, which is a critical period for growth and development. Therefore, the SENTUH Program (Sehat, Nyaman, Tumbuh Harmonis/Healthy, Comfortable, Harmonious Growth) was implemented as a community service initiative to improve mothers’ capacity in infant massage as a form of stimulation and to strengthen mother–child bonding. The aim of this program was to enhance mothers’ knowledge and skills in infant massage through interactive education, demonstrations, and role play. The methods included socialization, training, and hands-on practice. Interactive lectures were delivered on the benefits of infant massage, developmental milestones, and responsive parenting. Infant massage demonstrations were conducted by facilitators using dolls, followed by direct practice by participants. Role play was applied to train empathic communication between cadres, mothers, and infants, while also improving cadres’ facilitation skills in posyandu activities. Evaluation was carried out through pretest–posttest assessments and direct observation of infant massage practice. The results indicated a significant improvement in both knowledge and skills among mothers and cadres. Most participants were able to describe the benefits of infant massage, identify correct steps, and perform the practice independently. Cadres also showed improved ability to facilitate mother classes after training. SENTUH Program proved effective in enhancing mothers’ and cadres’ knowledge and skills in infant massage. This initiative strengthens the role of families and community health posts in supporting optimal child growth and development.

Page 1 of 3 | Total Record : 21