cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
+6285733562345
Journal Mail Official
jihi3s.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No. 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-ilmu Sosial
ISSN : -     EISSN : 27970132     DOI : http://dx.doi.org/10.17977/um063
Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) is a journal focused on articles of research and community service in social sciences and humanities such as civics, laws, history, economics, sociology, geography, anthropology, politics, culture, religion, and also educational perspectives such as Citizenship Education, Geography Education, Sociology Education, Economic Education, Historical Education, Anthropological Education, Religious Education, Communication Studies for Educational Needs, Social Studies, and other relevant social sciences.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 5 (2021)" : 15 Documents clear
Pengembangan media pembelajaran berbasis GEO-SEARCH pada materi Geografi pokok bahasan sebaran dan pemanfaatan sumber daya alam Fawaz Sani R; Djoko Soelistijo; Satti Wagistina
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.989 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i5p628-638

Abstract

The purpose of this development is to produce learning media based on GEO-SEARCH. The resulting geo-search learning media is used to support learning in geography subjects. The material chosen for geography is the distribution and utilization of natural resources for class XI high school 1 Tumpang. This research uses the Research and Development (R&D) method of the ADDIE development model. ADDIE development procedures consisting of 5 steps of development, namely: (1) Analysis (Analyze), (2) Design (Design), (3) Product Development (Development), (4) Product Implementation (Implementation), (5) Evaluation (Evaluation). Tujuan dari pengembangan ini adalah menghasilkan media pembelajaran berbasis GEO-SEARCH. Media pembelajaran geo-search yang dihasilkan digunakan untuk menunjang pembelajaran pada mata pelajaran geografi. Materi yang dipilih pada mata pelajaran geografi adalah materi Sebaran dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam untuk kelas XI SMAN 1 Tumpang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dari model pengembangan ADDIE. Prosedur pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 langkah pengembangan yaitu: (1) Analisis (Analyze), (2) Desain (Design), (3) Pengembangan Produk (Development), (4) Implementasi Produk (Implementation), (5) Evaluasi (Evaluation).
Peran identitas sosial budaya siswa kursus Kampung Inggris dalam pola interaksi dan pergaulan Nesya Vashti Engracia; Luhung Achmad Perguna
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.433 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i5p639-645

Abstract

Setiap individu dalam hidupnya pasti memiliki identitas sosial dan budaya. Sebagai contoh dalam memulai perkenalan, individu tidak akan lupa siapa dirinya. Hal ini menunjukan bahwa konsep diri individu dapat dilihat dari identitas sosial budaya nya. Artikel ini menunjukan sejauh mana peran identitas sosial budaya dalam melakukan interaksi dan menentukan pergaulan pada siswa kursus Kampung Inggris Pare. Dengan menggunakan metode studi pustaka, yaitu melalui penelitian terdahulu dan teori identitas sosial sebagai pelengkap, penulisan artikel ini menemukan 2 hasil. Pertama, identitas sosial budaya kurang berperan dalam melakukan interaksi sehari-hari antar siswa kursus Kampung Inggris Pare Kediri. Kedua, identitas sosial budaya berperan dalam menentukan pergaulan antar siswa kursus Kampung Inggris Pare Kediri.
Pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pengembangan Industri Rumah Tangga (IRT) Rengginang Arlinda Arlinda; Denayu Grandis; Desi Ika Sari; Dian Dwi Lestari; Elsa Firda Yustika; Elya Kurniawati
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.909 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i5p646-657

Abstract

The era of industrialization is currently growing rapidly in the economic field. The rapid development of an industrial center is undeniable, of course, requiring workers to support the optimization of products that will be offered. Starting with the existence of home industries, in the sense that the industry is covered on a small scale and capital that is not too large. In addition, because it is usually only done in a home environment, it is also possible to attract the interest of the surrounding community. One of them is the home industry of Rengginang in Sambigede village, Sumberpucung sub-district. This study wanted to know the economic empowerment of women through the development of rengginang IRT in Sambigede village, using qualitative research methods and 4 research subjects namely 2 women IRT owners and 2 female laborers in the Rengginang IRT, and this study used the Functional Talcot Parson theory. Rengginang home industry in this village is an effort to empower women by helping previously unemployed housewives to work at home, with the aim of helping to increase income in their families. With this, it can be concluded from this study that 1) the rengginang IRT in Sambigede village is not only 1 but there are several IRTs in Sambigede village, 2) the majority of workers who work at the Rengginang IRT are housewives who live in the village Sambigede, and 3) The Rengginang IRT in Sambigede has been running for a long time and has been passed down from generation to generation. Era industrialisasi saat ini semakin berkembang pesat dalam bidang perekonomian. Berkembang pesatnya suatu sentra industri tidak dipungkiri tentu membutuhkan pekerja untuk menopang optimalisasi produk yang akan ditawarkan. Dimulai dengan adanya industri rumah tangga, dalam artian industri tersebut tercakup dalam skala yang kecil serta modal yang tidak terlalu besar. Selain itu karena biasanya hanya dilakukan di lingkup rumahan, sehingga dimungkinkan pula akan menarik minat masyarakat sekitar saja. Salah satunya yakni industri rumah tangga Rengginang desa Sambigede, kecamatan Sumberpucung. Penelitian ini ingin mengetahui pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pengembangan IRT rengginang di desa sambigede, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan subjek penelitian berjumlah 4 orang yaitu 2 wanita pemilik IRT dan 2 wanita buruh dalam IRT rengginang, dan penelitian ini menggunakan teori struktural Fungsional Talcot Parson. Industri rumah tangga rengginang di desa ini merupakan upaya pemberdayaan wanita dengan membantu para ibu rumah tangga yang sebelumnya menganggur dapat bekerja di rumah, dengan tujuan membantu menambah pendapatan di keluarganya. Dengan hal tersebut dapat disimpulkan dari penelitian ini yaitu 1) IRT rengginang di desa sambigede ini bukan hanya 1 namun ada beberapa IRT yang ada di desa sambigede, 2) mayoritas buruh yang bekerja di IRT rengginang merupakan ibu – ibu rumah tangga yang bertempat tinggal di desa sambigede, dan 3) IRT rengginang di sambigede ini berjalan sudah sejak lama dan secara turun temurun.
Persepsi dan tingkat pengetahuan mahasiswa terhadap perkuliahan dalam jaringan di Progam Studi Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang Achmad Alfinda Fadly; Alfariz Maulana Yusuf; Anggilia Widyaningsih; Devi Yuliyana Sari; Dewi Sinta Azizah; Galih Rumpoko; Mc. Dohan Arrarrona; Nabila Munsyarikha; Tasyania Izzah Salsabila; Satti Wagistina
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.315 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i5p658-665

Abstract

This study aims to determine the perceptions and levels of student knowledge of online learning in the Department of Geography, State University of Malang. The impact of this pandemic affects existing learning activities. Learning activities that were initially carried out face-to-face, are now converted into networks (online). This certainly has an impact on students' perceptions and level of knowledge. This research uses quantitative method. This research has a total population of 450 with a sample of 100 and also the number of respondents as many as 100 students. Research data were collected from geography students at State University of Malang using a questionnaire that had been distributed using google form. The results of this study indicate that the perceptions and level of knowledge of students are included in online learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi dan tingkat pengetahuan mahasiswa terhadap pembelajaran dalam jaringan di Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang. Dampak dari adanya pandemi ini mempengaruhi kegiatan pembelajaran yang ada. Kegiatan pembelajaran yang awalnya dilakukan dengan tatap muka, kini dirubah menjadi dalam jaringan (dalam jaringan). Hal ini tentu berdampak pada persepsi dan tingkat pengetahuan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif. Penelitian ini memiliki jumlah populasi sebanyak 450 dengan sampel sebanyak 100 dan jumlah responden sebanyak 100 mahasiswa. Data penelitian dikumpulkan dari mahasiswa pendidikan geografi di Universitas Negeri Malang menggunakan angket yang telah dibagikan menggunakan google form. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi dan tingkat pengetahuan mahasiswa termasuk sedang dalam pembelajaran daring.
Covid adalah pageblug: Makna dan respon masyarakat terhadap pandemi di Desa Pancasila, Sukoreno Jember Fitriatul Hasanah; Nur Hadi; Ahmad Arif Widianto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.407 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i5p666-680

Abstract

The last decade of 2019, the world was in an uproar with the emergence of the corona virus disease (Covid-19) outbreak which first appeared in the city of Wuhan, China and spread throughout all countries including Indonesia. Covid-19 has had a significant impact in terms of socio-cultural and economic aspects. This study aims to describe the impact of Covid-19 which has contributed to the social transformation of the people of Pancasila Village, Sukoreno in maintaining the stability of government regulations against Covid-19. This research uses qualitative methods by collecting data through interviews and observations. Interviews were conducted with the village government, religious leaders, and the people of Pancasila Village, Sukoreno. The data analysis technique used an interactive model. The results showed that the 'pagebluk' paradigm is still strongly attached to rural communities in responding to the Covid-19 virus. Pagebluk is an assumption that is believed by the community in the form of "balak" or disease. This disease is believed to provide a deterrent effect to the community because they have neglected to carry out the orders and traditions in the Pancasila Village area, Sukoreno. The existence of Pagebluk causes social and cultural transformation in the local community. Various policies, regulations and agreements related to the handling of Covid-19 are relevant to changes in the socio-religious routine in society. The impact of Covid-19 is used as a strengthening of the relationships that are built in the community in dealing with Covid-19 by using the cultural basis and local wisdom of each religion and belief. The cultural-religious basis is the main aspect of carrying out social transformation by collaborating together across religions as a form of integrity in facing Covid-19. In addition, social reality confirms that the village level FKUB (Religious Forum for Religious People) can optimize the value of mutual cooperation in order to respond to the batara times that caused riots in a religious plural society. So that religious leaders have an important role in disciplining the community to carry out religious rituals in Pancasila Village, Sukoreno. social reality confirms that the village level FKUB (Religious Forum for Religious People) can optimize the value of mutual cooperation in order to respond to the batara times that caused riots in a religiously pluralistic society. So that religious leaders have an important role in disciplining the community to carry out religious rituals in Pancasila Village, Sukoreno. Dekade terakhir tahun 2019, dunia di gemparkan dengan munculnya wabah corona virus disease (Covid-19) yang kali pertama muncul di Kota Wuhan, Cina dan menyebar ke seluruh negara termasuk Indonesia. Covid-19 menimbulkan dampak signifikan dalam aspek, sosial-budaya, dan ekonomi. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak Covid-19 yang berkontribusi terhadap transformasi sosial masyarakat Desa Pancasila, Sukoreno dalam menjaga kestabilitasan peraturan pemerintahan melawan Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan dengan pemerintah desa, tokoh agama, serta masyarakat Desa Pancasila, Sukoreno. Teknik analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigm ‘pagebluk’ masih melekat kuat terhadap masyarakat desa dalam menyikapi virus Covid-19. Pagebluk merupakan suatu asumsi yang diyakini oleh masyarakat yang berupa “balak” atau penyakit. Penyakit ini dipercaya akan memberikan suata efek jera kepada masyarakat karena telah lalai dalam menjalankan perintah dan tradisi di wilayah Desa Pancasila, Sukoreno. Adanya Pagebluk menyebabkan transformasi sosial dan budaya pada masyarakat setempat. Berbagai kebijakan, regulasi dan kesepakatan terkait penanganan Covid-19 berelevansi terhadap perubahan rutinitas sosial keagamaan di masyarakat. Dampak Covid-19 dijadikan sebagai penguat relasi yang terbangun di masyarakat dalam merentas Covid-19 dengan menggunakan basis budaya dan kearifan lokal pada masing-masing agama dan aliran kepercayaan. Basis budaya-agama menjadi aspek utama melakukan transformasi sosial dengan melakukan kolaborasi bersama lintas agama sebagai wujud integritas menghadapi Covid-19. Selain itu, realitas sosial menegaskan bahwa FKUB (Forum Keagamaan Umat Beragama) tingat desa dapat mengoptimalkan nilai kegotongroyonga guna menyikapi batara kala yang menyebabkan kerusuhan di tengah masyarakat plural beragama. Sehingga tokoh agama memiliki peran penting dalam mendisiplinkan masyarakat untu melaksanakan ritual keagamaan di Desa Pancasila, Sukoreno.

Page 2 of 2 | Total Record : 15