cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
+6285733562345
Journal Mail Official
jihi3s.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No. 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-ilmu Sosial
ISSN : -     EISSN : 27970132     DOI : http://dx.doi.org/10.17977/um063
Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) is a journal focused on articles of research and community service in social sciences and humanities such as civics, laws, history, economics, sociology, geography, anthropology, politics, culture, religion, and also educational perspectives such as Citizenship Education, Geography Education, Sociology Education, Economic Education, Historical Education, Anthropological Education, Religious Education, Communication Studies for Educational Needs, Social Studies, and other relevant social sciences.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 12 (2024)" : 5 Documents clear
PENGEMBANGAN INFOGRAFIS BERBASIS SPASIAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF TOPIK SUNGAI UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATAS Dzulqornain AS, Awib Muhtar; Handoyo, Budi; Utaya, Sugeng
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 4 No. 12 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan infografis berbasis spasial sebagai media pembelajaran interaktif dilakukan berdasarkan beberapa analisis meliputi, analisis kebutuhan materi, analisis kebutuhan peserta didik, dan anaisis terhadap penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu. Materi dinamika hidrosfer pada topik sungai merupakan salah satu materi yang membutuhkan media pembelajaran. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk media pembelajaran geografi berupa infografis berbasis spasial sebagai media pembelajaran interaktif yang layak digunakan pada materi dinamika hidrosfer topik sungai. Pengembangan produk dilakukan sampai produk media sudah memenuhi kriteria yang ditentukan oleh peneliti meliputi interaktif, praktis, dan informatif. Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE dengan tahapan yang sudah dimodifikasi, yakni 1) analisis; 2) desain; 3) development (pengembangan); dan 4) evaluasi. Data dalam penelitian dan pengembangan ini terdiri dari dua jenis yakni, data kualitatif dan data kuantitatif. Produk yang dihasilkan dari penelitian dan pengembangan ini berupa media pembelajaran interaktif infografis berbasis spasial pada topik sungai. Validasi yang telah dilakukan oleh validator ahli media dan ahli materi menyatakan bahwa secara umum media yang telah dikembangkan layak untuk digunakan dalam pembelajaran geografi dengan beberapa catatan perbaikan. Hasil penilaian yang dilakukan oleh peserta didik terhadap media pembelajaran yang dikembangkan pada aspek tampilan, penggunaan, materi dan manfaat dengan jumlah 16 pertanyaan diperoleh persentase 92,39 percent yang berarti “media sangat sesuai dan dapat digunakan sebagai media dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Rekomendasi penelitian dan pengembangan produk lebih lanjut berupa pengembangan infografis berbasis spasial sebagai media pembelajaran interaktif yang dapat dioperasikan pada perangkat android dan Ios berbentuk aplikasi tanpa menggunakan software MS Powerpoint. The development of spatial-based infographics as interactive learning media is carried out based on several analyses including analysis of material needs, analysis of student needs, and analysis of research that has been carried out by previous researchers. Hydrospheric dynamics material on the topic of rivers is one of the materials that require learning media. This research and development aim to produce a geographic learning media product in the form of spatial-based infographics as an interactive learning medium that is suitable for use in the topic of river hydrosphere dynamics. Product development is carried out until the media product meets the criteria determined by the researcher including being interactive, practical, and informative. The research and development method used in this research is the ADDIE model with modified stages, namely 1) analysis; 2) design; 3) development (development); and 4) evaluation. The data in this research and development consists of two types, namely, qualitative data and quantitative data. The product resulting from this research and development is in the form of interactive learning media based on spatial infographics on the topic of rivers. The validation that has been carried out by media expert validators and material expert’s states that in general the media that has been developed is suitable for use in learning geography with some notes of improvement. The results of the assessment carried out by students on the learning media developed in the aspects of appearance, use, material and benefits with a total of 16 questions obtained a percentage of 92.39% which means "the media is very suitable and can be used as a medium in learning activities at school. Recommendations for further research and product development are the development of spatial-based infographics as interactive learning media that can be operated on Android and iOS devices in the form of applications without using MS PowerPoint.
ANALISIS HUBUNGAN KEPADATAN BANGUNAN DAN RUANG TERBUKA HIJAU DENGAN HUMIDEX DI SEBAGIAN SURABAYA TIMUR MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL-2 DAN LANDSAT Rafly, Muhammad Ersa; Hartono, Rudi; Masitoh, Ferryati
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 4 No. 12 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan kota muncul akibat kebutuhan hidup masyarakat kota yang tinggi. Hal ini menyebabkan fenomena pulau bahang sering terjadi di kota – kota besar. Fenomena ini menyebabkan naiknya suhu permukaan di sekitar kawasan terbangun. Tingkat kenyamanan termal dapat diukur dengan menggunakan Humidex. Kecamatan Gubeng, Kecamatan Tambaksari dan Kecamatan Mulyorejo merupakan tiga kecamatan yang berada di Kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Ketiga kecamatan ini berada pada daerah sisi timur Kota Surabaya, yang merupakan kawasan permukiman padat penduduk. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh ruang terbuka hijau dan kepadatan bangunan di Kecamatan Gubeng, Kecamatan Tambaksari dan Kecamatan Mulyorejo terhadap tingkat kenyamanan termal. Pengolahan data berfokus pada interpretasi digital, uji regresi, dan analisis hubungan. Data yang diolah merupakan data sistem informasi geografis dan penginderaan jauh serta data lapangan. Hasil penelitian mengungkapkan ketersedian Ruang Terbuka Hijau (RTH) mengalami fluktuasi dalam jangka waktu 2011 – 2021. Sama halnya dengan ketersedian RTH, kepadatan bangunan juga mengalami fluktuasi. Selama tahun 2011 – 2021, Luas lahan RTH mengalami penambahan sebsesar 6,02 km2, sedangkan untuk penambahan luas lahan terbangun sebesar 0,81 km2. Hubungan antara Humidex dengan NDVI dan NDBI membuktikan bahwa Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan kerapatan bangunan mempengaruhi Humidex, namun perannya tidak terlalu signifikan. The growth of the city arises due to the high life needs of the urban community. This causes the phenomenon of island heat often occurs in big cities. This phenomenon causes an increase in surface temperature around the built area. The level of thermal comfort can be measured using Humidex. Gubeng District, Tambaksari District and Mulyorejo District are three sub-districts located in Surabaya City, East Java, Indonesia. These three sub-districts are located on the east side of the city of Surabaya, which is a densely populated residential area. This study was conducted to analyze the effect of green open space and building density in Gubeng District, Tambaksari District and Mulyorejo District on the level of thermal comfort. Data processing focuses on digital interpretation, regression testing, and relationship analysis. The processed data is geographic information system data and remote sensing as well as field data. The results of the study revealed that the availability of green open space (RTH) fluctuated in the period 2011 – 2021. Similar to the availability of green open space, the density of buildings also fluctuated. During 2011-2021, the area of green open space increased by 6.02 km2, while for the addition of built-up land area by 0.81 km2. The relationship between Humidex with NDVI and NDBI proves that Green Open Space (RTH) and building density affect Humidex, but their role is not too significant.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY MENGGUNAKAN MEDIA GOOGLE EARTH TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR SPASIAL SISWA SMA Kusuma, Ari Pradipta; Handoyo, Budi; Bachri, Syamsul; Wirahayu, Yuswanti Ariani
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 4 No. 12 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pembelajaran Geografi, siswa dituntut untuk menguasai kemampuan berpikir spasial. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengaruh model pembelajaran discovery dengan menggunakan media google earth terhadap berpikir spasial siswa SMA. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu. Dalam eksperimen ini, digunakan dua kelompok subjek, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui tes. Data berupa posttest only yang diperoleh dari hasil kelas eksperimen dan kelas kontrol. Uji normalitas dan homogenitas dengan menggunakan uji statistic non-parametrik Wilcoxson dan Uji Mann Whitney. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji t sampel bebas (independent sampel t- test), yang di-lakukan melalui bantuan software SPSS versi 25 for windows pada nilai/taraf signifikansi α = 0,05. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa sebaran data berdistribusi normal dan hasil uji homogenitas menunjukkan bahwa varian variable menunjukkan homogen. Hasil uji SPSS dengan menggunakan Mann Whitney U test menunjukkan bahwa Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa model pembelajaran discovery berbantuan media google earth berpengaruh terhadap berpikir spasial siswa. Hal ini berarti bahwa model pembelajaran discovery dengan menggunakan media google earth layak dimanfaatkan dalam pembelajaran geografi untuk meningkatkan kemampuan berpikir spasial siswa. In learning Geography, students are required to master spatial thinking skills. This study aims to find the effect of discovery learning model using google earth media on high school students' spatial thinking. This study used a quasi-experimental design. In this experiment, two groups of subjects were used, namely the experimental group and the control group. Data collection is done through tests. Data in the form of posttest is only obtained from the results of the experimental class and control class. Test for normality and homogeneity using the Wilcoxson non-parametric statistical test and the Mann Whitney test. The hypothesis test used is the independent sample t-test, which is carried out with the help of SPSS software version 25 for windows at a significant level of = 0.05. The results of the normality test showed that the distribution of the data was normally distributed, and the results of the homogeneity test showed that the variable variance showed homogeneous. The results of the SPSS test using the Mann Whitney U test showed that Asymp. Sig. (2-tailed) of 0.000 < 0.05. The results of the study concluded that the discovery learning model assisted by google earth media influenced students' spatial thinking. This means that the discovery learning model using google earth media is feasible to use in geography learning to improve students' spatial thinking skills.
STRATEGI PENGEMBANGAN DESA WISATA BURUNG HANTU TYTO ALBA TLOGOWERU SEBAGAI DAYA TARIK WISATA MINAT KHUSUS Ismawan, Khabib; Wirahayu, Yuswanti Ariani; Masruroh, Heni; Astina, I Komang
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 4 No. 12 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Tlogoweru ditetapkan sebagai desa wisata berdasarkan Surat Keputusan Bupati Demak Nomor 556/325 Tahun 2020. Meski sudah ditetapkan sebagai desa wisata, pengelolaan Desa Tlogoweru sebagai desa wisata masih belum maksimal. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan alternatif strategi pengembangan yang tepat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik depth interview, FGD terbatas dan pengamatan langsung. Pihak informan yang dipilih pada penelitian ini merupakan pihak yang dianggap tahu dan memahami persoalan yang diteliti. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dan analisis SWOT. Analisis SWOT berguna untuk menentukan strategi pengembangan wisata Desa Tlogoweru. Berdasarkan analisis SWOT dalam menentukan strategi pengembangan Desa Tlogoweru strategi yang diperoleh yaitu strategi ST. Strategi ST merupakan perpaduan faktor kekuatan dan ancaman. Berdasarkan hasil dari analisis grand strategy Desa Wisata Tlogoweru berada di berada di Kuadran II, Posisi ini menunjukan pengembangan dari Desa Wisata Tlogoweru perlu mendukung strategi diversifikasi. Berbagai ancaman yang dihadapi desa wisata ini tidak banyak memberi masalah karena desa ini masih memiliki kekuatan dari segi internal. Strategi yang cocok untuk diterapkan adalah menggunakan seluruh kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara strategi diversifikasi. Prioritas strategi yang perlu dilakukan adalah pengemasan daya tarik wisata minat khusus dengan lebih menonjolkan sisi keunikan destinasi untuk kegiatan wisata minat khusus, meningkatkan promosi, perbaikan Aksesibilitas, Melibatkan Warga dalam Pengelolaan potensi wisata peternakan dan perikanan serta pertanian. Tlogoweru Village is a village designated as a tourist area by the Demak Regency Government, the Demak Regency Government through Demak Regent Decree Number 556/325 of 2020 has determined Tlogoweru village as a tourist village. Although it has been designated as a tourist village, the management of Tlogoweru Village as a tourist village is still not optimal. Therefore, the aim of this study is to determine the main types of tourism and the appropriate alternative development strategies. This research uses a descriptive research method. Data was collected using depth interview techniques, limited FGD and direct observation. The informants selected in this study are parties who are considered to know and understand the problems being studied. The data analysis technique used in this research is descriptive qualitative analysis and SWOT analysis. SWOT analysis is useful for determining the tourism development strategy of Tlogoweru Village. Based on the SWOT analysis in determining the Tlogoweru Village development strategy, the strategy obtained is the ST strategy. ST strategy is a combination of strength and threat factors. Based on the results of the grand strategy analysis, the Tlogoweru Tourism Village is in Quadrant II, this position shows that the development of the Tlogoweru Tourism Village needs to support a diversification strategy. The various threats faced by this tourist village are not much of a problem because this village still has internal strength. A suitable strategy to implement is to use all strengths to take advantage of long-term opportunities by means of a diversification strategy. The priority strategy that needs to be done is packaging special interest tourist attractions by highlighting the uniqueness of the destination for special interest tourism activities, increasing promotions, improving accessibility, involving residents in managing the potential for livestock and fisheries tourism as well as agriculture.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN STORY MAP PADA MATERI MITIGASI BENCANA ALAM UNTUK SISWA SMA KELAS XI Kholid, Rafly; Soelistijo, Djoko; Sahrina, Alfi; Purwanto, Purwanto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 4 No. 12 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum 2013 SMA terdapat Kompetensi Dasar yang didalamnya memuat materi mitigasi bencana alam. Salah satu indikator capaian dalam materi tersebut adalah menganalisis persebaran wilayah rawan bencana di Indonesia. Capaian tersebut mengharuskan siswa untuk dapat menganalisis persebaran wilayah bencana. Atas dasar tersebut peneliti mengembangkan media pembelajaran yang didalamnya memuat materi kajian bencana alam yang dilihat dari aspek risiko yakni bahaya, kerentanan, dan kapasitas. Story map dengan judul “Risiko dan Mitigasi Bencana Banjir di Kabupaten Jombang”. Tujuan penelitian dan pengembangan adalah menghasilkan media story map yang valid dan layak digunakan dalam pembelajaran geografi. Jenis penelitian ini adalah research dan development dengan menggunakan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, dan Analyze). Instrumen yang digunakan menggunakan angket tertutup dan terbuka berupa angket uji validasi media, validasi materi dan tanggapan guru serta siswa. Hasil uji validasi materi mendapatkan persentase 96,4 persen dan validasi media mendapat 98 persen dengan kualifikasi sangat valid. Hasil uji coba pada siswa dan guru dilakukan dengan 1 kali pembelajaran tatap muka dengan model PBL dan memberikan angket tanggapan terhadap penggunaan media story map dengan kualifikasi Baik dengan persentase 77,2 persen dari siswa dan Sangat Baik dengan persentase 93,3 persen dari guru. The 2013 high school curriculum contains Basic Competencies which includes natural disaster mitigation material. One of the indicators of achievement in the material is to analyze the distribution of disaster-prone areas in Indonesia. This achievement requires students to be able to analyze the distribution of disaster areas. On this basis, the researchers developed learning media which contained natural disaster study material viewed from the risk aspect, namely hazard, vulnerability, and capacity. Story map with the title "Risk and Mitigation of Flood Disasters in Jombang Regency". The purpose of research and development is to produce a media story map that is valid and suitable for use in learning geography. This type of research is research and development using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Analyze). The instruments used were closed and open questionnaires in the form of media validation test questionnaires, material validation and teacher and student responses. The results of the material validation test got a percentage of 96.4 percent and media validation got 98 percent with very valid qualifications. The results of trials on students and teachers were carried out with 1 face-to-face learning with the PBL model and provided a response questionnaire to the use of story map with good qualifications with a percentage of 77.2 percent of students and Very Good with a percentage of 93.3 percent of teachers.

Page 1 of 1 | Total Record : 5