cover
Contact Name
Mukhibat
Contact Email
edukasiajurnal@gmail.com
Phone
+6289222090123
Journal Mail Official
edukasiajurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Durian, Janggan, Poncol, Magetan,Indonesia
Location
Kab. magetan,
Jawa timur
INDONESIA
Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27211150     EISSN : 27211169     DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo
Core Subject : Education,
Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran has two versions, namely print and online, all of which are registered with the ISSN established by the Indonesian Institute of Sciences (LIPI) e-ISSN 2721-1169 (online) and ISSN 2721-1150 (print). Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran is a medium for publishing research results related to the thoughts and research of experts, scientists, practitioners and reviewers in the field of education and learning
Articles 1,751 Documents
Optimalisasi Manajemen Pesantren dalam UU No. 18 Tahun 2019 Zayyini Rusyda Mustarsyidah
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.813 KB) | DOI: 10.62775/edukasia.v2i2.46

Abstract

Abstract: Pesantren education is education that has been going on long before Indonesia's independence and has become an inseparable part of the life of its people. This is evidenced by the emergence of pesantren with all its variants that have survived to this day. The struggle of pesantren to maintain its existence is a long journey until it is finally recognized by the government as a whole as stipulated in Law no. 18 of 2019 concerning pesantren policies. Pesantren is recognized as a sub-part of the national education system and is given financial attention and is aligned with other educational institutions. The existence of Law no. 18 of 2019 concerning pesantren is a foothold in the management of education as well as a legal umbrella for the existence of Islamic boarding schools that take part in the continuity of education in Indonesia. Abstrak: Pendidikan pesantren merupakan pendidikan yang sudah berlangsung jauh sebelum Indonesia merdeka dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakatnya. Hal ini terbukti dengan bermunculannya pesantren dengan segala variannya yang bertahan hingga saat ini. Perjuangan pesantren dalam mempertahankan eksistensinya merupakan perjalanan panjang hingga akhirnya diakui oleh pemerintah secara utuh yang tertuang dalam UU No. 18 tahun 2019 tentang kebijakan pesantren. Pesantren diakui sebagai sub bagian dari sistem pendidikan nasional dan diperhatikan secara finansial serta disejajarkan dengan lembaga pendidikan yang lain. Eksistensi UU No. 18 tahun 2019 tentang pesantren menjadi sebuah pijakan dalam pengelolaan pendidikan sekaligus payung hukum bagi keberadaan pesantren yang ikut ambil bagian dalam keberlangsungan pendidikan di Indonesia.
Kebijakan Pendidikan Islam di Indonesia: Masa Kolonial Hingga Masa Reformasi Eva Tri Cahyanti
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.873 KB) | DOI: 10.62775/edukasia.v2i2.47

Abstract

Abstract: This article will examine the study of Islamic education policies in the archipelago from the colonial period to the present. The purpose of writing this article is to find out how the policies are implemented in Indonesia from time to time. This research is a descriptive study with library research methods. The conclusion from this research is that during the colonial period, Islamic education in Indonesia experienced discrimination and was always neglected. This can be seen from the goals of the colonizers who were none other than their interests. Islamic educational institutions also always accept distinctions, including the implementation of madrasas and Islamic boarding schools. The dualism of education in Indonesia was more clearly seen when visiting the Dutch colonials, developing missionary schools, and implementing Christianization efforts as a whole in the archipelago. After achieving independence, Islamic education in Indonesia began to experience many changes and progress. The existence of equalization of levels and status of schools, school curriculum, and learning strategies have also become more varied, modern, and even adopted from the western education system. Abstrak: Artikel ini akan mengkaji dinamika kebijakan Pendidikan Islam di Nusantara mulai masa penjajahan kolonial hingga saat ini. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana kebijakan-kebijakan yang diterapkan di Indonesia dari masa ke masa. Penelitian ini merupakan penelitian lualitatif deskriptif dengan metode library research. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini yaitu pada masa penjajahan, pendidikan Islam di Indonesia mengalami diskriminasi dan selalu dianaktirikan. Hal tersebut terlihat dari tujuan bangsa penjajah yang tidak lain untuk kepentingan mereka sendiri. Lembaga pendidikan Islam juga selalu menerima pembedaan, termasuk upaya penyelenggaraan madrasah dan pesantren. Dualisme pendidikan di Indonesia semakin jelas terlihat saat dengan terangterangan penjajah Belanda mengembangkan sekolah misionaris dan menerapkan upaya kristenisasi secara menyeluruh di wilayah nusantara. Setelah mencapai kemerdekaan, pendidikan Islam di Indonesia mulai mengalami banyak perubahan dan kemajuan. Adanya penyetaraan jenjang dan status sekolah, kurikulum pelajaran sekolah dan strategi pembelajaran juga menjadi lebih variatif, modern bahkan banyak mengadopsi dari sistem penyelenggaraan pendidikan barat.
Pelaksanaan Prodistik dan Kontribusinya Terhadap Pengembangan Pembelajaran Fiqih Berbasis Teknologi dan Informasi Erwin Yudi Prahara
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.925 KB) | DOI: 10.62775/edukasia.v2i2.48

Abstract

Abstract: The use of technology in the learning system gives rise to electronic-based learning as a result of technology. One application of technology is information and communication technology. Information technology-based learning has changed conventional learning systems into media patterns, including computer media with the internet that gave rise to elearning. Prodistik ITS is an educational program equivalent to Diploma 1 for several schools in East Java. This program is an education program based on Information and Communication Technology. With Prodistik, IT-based fiqh learning is not monotonous, learning is easier and more effective. Abstrak: Pemanfaatan teknologi dalam sistem pembelajaran menimbulkan pembelajaran berbasis elektronik sebagai hasil teknologi. Salah satu aplikasi teknologi adalah teknologi informasi dan komunikasi. Pembelajaran berbasis teknologi informasi yang telah mengubah sistem pembelajaran pola konvensional atau tradisional menjadi pola bermedia, diantaranya media komputer dengan internetnya yang memunculkan e-learning. Prodistik ITS adalah program pendidikan setara dengan Diploma 1 untuk beberapa sekolah di Jawa Timur. Program ini adalah program pendidikan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Dengan adanya prodistik, pembelajaran fiqih yang berbasis IT menjadi tidak monoton, pembelajaran menjadi lebih mudah dan efektif.
Peningkatan Pemahaman Konsep Akar dan Perpangkatan dengan Model Pembelajaran Take and Give di Kelas V SDN Bendogerit 2 Kota Blitar Lina Krisnawati
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.257 KB) | DOI: 10.62775/edukasia.v2i2.49

Abstract

Mathematics learning basically has abstract characteristics, as well as tiered concepts and principles. This causes many students to find it difficult to learn mathematics. The success of learning mathematics in elementary schools is shown by the mastery of the material by students. Mathematics students about roots and powers in class V SDN Bendogerit 2 Blitar City can be seen that they have not yet achieved the expected completeness. The results obtained in learning from 20 students who achieved completeness were only 5 students or 25%. With these results, the researchers conducted qualitative research on mathematics learning. The type of research conducted is Classroom Action (CAR), with data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The learning model used is Take and Give, which is a learning model that has a learning syntax using media cards that contain student names, study materials, and given names, inform competencies, presentation materials.
Metode Fun Learning Sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman Konsep Perkenalan Diri Siswa Kelas 1 SDN Sawentar 02 Kabupaten Blitar Eny Rosidah
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.963 KB) | DOI: 10.62775/edukasia.v2i2.50

Abstract

Abtract: Learning in the lower class is carried out based on the lesson plans that have been developed by the teacher. The learning process must be designed by the teacher so that students' abilities, teaching materials, learning processes, and assessment systems are in accordance with the stages of student development. Another thing that must be understood is that the learning process must be developed interactively and fun. At SDN Sawentar 02 Kanigoro District, Blitar Regency, learning in grade 1 in terms of online self-introduction, it can be seen that it has not yet reached completeness. Of the 20 students who achieved completeness only 6 students or 30%, of this there needs to be an improvement in learning. For this reason, researchers conducted classroom action research quantitatively and qualitatively, to solve these problems. Researchers use the Fun Learning learning method, which is a strategy used to create an effective learning environment, implement curriculum, deliver material, facilitate the learning process which results in improved student learning achievement. Abstrak: Pembelajaran di kelas rendah dilaksanakan berdasarkan rencana pelajaran yang telah dikembangkan oleh guru. Proses pembelajaran harus dirancang guru sehingga kemampuan siswa, bahan ajar, proses belajar, dan sistem penilaian sesuai dengan tahapan perkembangan siswa. Hal lain yang harus dipahami, yaitu proses belajar harus dikembangkan secara interaktif dan memyenangkan. Di SDN Sawentar 02 Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar, pembelajaran di kelas 1 dalam hal pengenalan diri secara online, dapat diketahui masih belum mencapai ketuntasan. Dari 20 siswa yang mencapai ketuntasan hanya sebesar 6 siswa atau sebesar 30%, dari hal tersebut perlu adanya perbaikan dalam pembelajaran. Untuk itu peneliti melakukan penelitian tindakan kelas secara kuantitatif dan kualitiatif, untuk memecahkan permasalahan tersebut. Peneliti menggunakan metode pembelajaran Fun Learning, yaitu strategi yang digunakan untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif, menerapkan kurikulum, menyampaikan materi, memudahkan proses belajar yang mengakibatkan prestasi belajar peserta didik mengalami perbaikan.
Peningkatan Pemahaman Konsep Merawat Diri Sendiri Dengan Metode Demonstrasi di Kelas 1 SDN Bendogerit 2 Kecamatan Sananwetan Kota Blitar Tanjung Anugrah Widhi
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.816 KB) | DOI: 10.62775/edukasia.v2i2.51

Abstract

Abstract: Low grade children in elementary school are children who are in the early age range. This early age is a short period but it is an important period for a person's life. Therefore, at this time all the potential of children must be encouraged so that they will develop optimally. The learning carried out in class 1 Theme 1 for the 2021/2022 academic year is carried out online, due to the Covid-19 pandemic. In the learning material on how to take care of yourself in grade 1 students, most students still cannot be independent, according to the theme 1 Myself, is an opportunity for teachers to instill concepts and experiences for students. Learning outcomes achieved before the implementation of learning, it can be seen from 19 students who achieved completeness only 6 children or 32%. Thus the teacher conducts qualitative classroom action research to improve students' conceptual understanding with an appropriate method, namely the Demonstration method. Demonstration method is the presentation of lessons by demonstrating and showing students about a certain process, situation or object, either actual or just an imitation. Abstrak: Anak kelas rendah di sd adalah anak yang berada pada rentangan usia dini.Masa usia dini ini adalah masa yang pendek tetapi merupakan masa yang penting bagi kehidupan seseorang.Oleh karena itu, pada masa ini seluruh potensi anak harus di dorong sehingga akan berkembang secara optimal. Pembelajaran yang dilaksanakan di kelas 1 Tema 1 Tahun pelajaran 2021/2022 ini dilakukan secara online, karena adanya pandemic Covid-19 ini. Pada materi pembelajaran cara merawat diri di siswa kelas 1 kebanyakan siswa masih belum bisa mandiri, sesuai dengan tema 1 Diriku, merupakan kesempatan bai guru untuk menanamkan konsep serta pengalaman bagi siswa. Hasil belajar yang dicapai sebelum pelaksanaan pembelajaran, dapat diketahui dari 19 siswa yang mencapai ketuntasan hanya 6 anak atau sebesar 32%. Dengan demikian guru melakukan penelitian tindakan kelas secara kualitatif untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa dengan sebuah metode yang sesuai yaitu metode Demonstrasi. Metode Demonstrasi adalah penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekadar tiruan.
Model Pembelajaran Open-Ended Sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman Konsep Debit di Kelas V SDN Rembang 2 Kecamatan Sananwetan Kota Blitar Wiwit Rahmawati
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.352 KB) | DOI: 10.62775/edukasia.v2i2.52

Abstract

Abstract: Mathematics is a universal science that underlies the development of modern technology, has an important role in various disciplines and advances the power of human thought. In Class V SDN Rembang 2, Sananwetan District, Blitar City, learning Mathematics still requires appropriate methods so that students can solve mathematical problems in their own way with the correct answers. The results obtained by class V in learning Mathematics for Debit material still obtained a very low completeness score. Of the 27 students who can solve Debit questions, only 10 students or 37%, while the limit for the completeness value is 75. As a result of such learning, the teacher conducts research using the Open Ended method, namely learning that allows students to develop a mindset according to their interests and abilities. the ability of each in various solutions and various answers. Abstrak: Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia. Di Kelas V SDN Rembang 2 Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, pembelajaran Matematika masih memerlukan metode yang sesuai agar siswa dapat memecahkan permasalahan matematika berdasarkan caranya sendiri dengan jawaban yang benar. Hasil yang diperoleh kelas V dalam pembelajaran Matematika materi Debit masih memperoleh nilai ketuntasan yang sangat rendah. Dari 27 siswa yang dapat menyelesaikan soal Debit hanya 10 siswa atau sebesar 37%, sedangkan batas nilai ketuntasannya adalah nilai 75. Hasil belajar demikian maka guru melakukan penelitian dengan menggunakan metode Open Ended, yaitu pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan pola pikir sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing dalam berbagai penyelesaian dan jawaban yang beragam.
Peningkatan Pemahaman Konsep Perambatan Bunyi Dengan Karya Telepon Sederhana Melalui Metode Keterampilan Proses di Kelas IV SDN Bendogerit 2 Kota Blitar Ririn Setyowati
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.426 KB) | DOI: 10.62775/edukasia.v2i2.53

Abstract

Abstract: Science learning is expected to be a vehicle for students to learn about themselves and the natural surroundings, so that the prospect of further development in applying it in everyday life. The learning process emphasizes providing hands-on experience to develop competencies in order to explore and understand the natural surroundings scientifically. In class IV science content learning, teachers are less collaborative in learning in knowledge and skills. In fact, student learning outcomes tend to be less than the KKM content of the lesson, namely from 25 students who achieve completeness only 7 students or 28%. For this reason, research on science learning in grade IV is needed and a method that is more fun for students. The type of research used is Classroom Action Research (CAR). Data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The method used is Process Skills, which is a learning method that emphasizes the learning process, activities and creativity of students in acquiring knowledge, skills, values and attitudes, and applying them in everyday life. Abstrak: Pembelajaran IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, sehingga prospek perkembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pada pembelajaran muatan IPA kelas IV guru kurang mengkolaborasikan pembelajaran dalam pengetahuan dan keterampilan. Pada kenyataannya hasil belajar siswa cenderung kurang dari KKM muatan pelajaran, yaitu dari 25 siswa yang mencapai ketuntasan hanya 7 siswa atau 28%. Untuk itu perlu penelitian pada pembelajaran IPA di kelas IV dan adanya metode yang lebih menyenangkan bagi siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Metode yang digunakan adalah Keterampilan proses, yaitu metode pembelajaran yang menekankan pada proses belajar, aktivitas dan kreativitas peserta didik dalam memperoleh pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap, serta menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Metode Eksperimen Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Perubahan Bentuk Benda di Kelas 2 SDN Kepanjen Kidul Kota Blitar Ida Nurul Laila
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.863 KB) | DOI: 10.62775/edukasia.v2i2.54

Abstract

Abstract: Children will find it difficult to solve problems by relying solely on their brain power without trying to do direct activities. One learning approach that can meet these needs is active learning which can be implemented in several learning methods. In class II learning at SDN Kepanjenkidul 1 Blitar City, it can be seen in practice that many students cannot understand a concept. Teachers are less creative in providing learning materials. It can be seen from the learning outcomes in the pre-action of 16 students who achieved completeness only as many as 5 students or 31%. With these results, the teacher conducted classroom action research with qualitative descriptive research, using the Experimental method. The experimental method is a way of presenting where students can experiment by experiencing and proving for themselves something they have learned Abstrak: Anak akan menemui kesulitan untuk memecahkan masalah dengan hanya mengandalkan daya otaknya tanpa mencoba melakukan kegiatan yang bersifat langsung. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut adalah pembelajaran aktif yang dapat diimplementasikan dalam beberapa metode pembelajaran. Pada pembelajaran kelas II SDN Kepanjenkidul 1 Kota Blitar dapat diketahui pada praktiknya banyak siswa yang belum bisa memahami suatu konsep. Guru kurang kraetif dalam memberikan materi pembelajaran. Hal tersebut dapat diketahui dari hasil pembelajaran pada pra tindakan dari 16 siswa yang mencapai ketuntasan hanya sebanyak 5 siswa atau sebesar 31%. Dengan hasil tersebut, guru melakukan penelitian tindakan kelas dengan penelitian deskriptif kualitatif, menggunakan metode Eksperimen. Metode eksperimen merupakan cara penyajian dimana siswa dapat melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajarinya
Peningkatan Hasil Belajar Operasi Hitung Perkalian Pecahan Biasa Melalui Metode Tutor Sebaya Pada Siswa Kelas VI Semester I SDN Bendo 2 Blitar Maidi
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.819 KB) | DOI: 10.62775/edukasia.v2i2.55

Abstract

Abstract: School is one of the places where students get formal knowledge, a place to gather, play and a variety of fun between one student and another so that interaction occurs. School is also a place where teaching and learning activities take place and a place for interaction between teachers and students. In the UPT Education Unit of SDN Bendo 2, Blitar City, there is a lack of cooperation with peers, this causes a lack of improvement in learning outcomes for students who are less intelligent. It can be seen that in the initial learning, only 10 students got results from 32 students or 32% had not achieved mastery of the material according to the 75% KKM. For this reason, classroom action research is needed using appropriate learning methods. The method used is the Peer Tutor Method which is a learning strategy that utilizes students who have privileges, intelligence and skills in the classroom to help provide explanations, guidance and direction to other students whose intelligence is somewhat lacking or slow in accepting lessons of almost the same age or classmate. Abstrak: Sekolah merupakan salah satu tempat dimana siswa mendapatkan ilmu secara formal, tempat berkumpul, bermain dan berbagai keceriaan antara siswa yang satu dengan siswa yang lainnya sehingga terjadi interaksi. Sekolah juga merupakan tempat dimana kegiatan belajar mengajar berlangsung dan tempat terjadinya interaksi antara guru dan murid. Di UPT Satuan Pendidikan SDN Bendo 2 Kota Blitar pembelajaran kurang adanya kerja sama dengan teman sebaya, hal ini yang menyebabkan kurangnya peningkatan hasil belajar bagi siswa yang kurang pandai. Dapat diketahui pada pembelajaran awal mendapatkan hasil dari 32 siswa hanya 10 siswa atau 32% belum mencapai penguasaan materi sesuai KKM 75%. Untuk itu diperlukan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan metode pembelajaran yang sesuai. Adapun metode yang digunakan adalah Metode Tutor Sebaya merupakan suatu strategi pembelajaran yang memanfaatkan siswa yang mempunyai keistimewaan, kepandaian dan kecakapan di dalam kelas untuk membantu memberikan penjelasan, bimbingan dan arahan kepada siswa lain yang kepandaiannya agak kurang atau lambat dalam menerima pelajaran yang usianya hampir sama atau sekelas.

Page 5 of 176 | Total Record : 1751