cover
Contact Name
Mukhibat
Contact Email
edukasiajurnal@gmail.com
Phone
+6289222090123
Journal Mail Official
edukasiajurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Durian, Janggan, Poncol, Magetan,Indonesia
Location
Kab. magetan,
Jawa timur
INDONESIA
Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27211150     EISSN : 27211169     DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo
Core Subject : Education,
Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran has two versions, namely print and online, all of which are registered with the ISSN established by the Indonesian Institute of Sciences (LIPI) e-ISSN 2721-1169 (online) and ISSN 2721-1150 (print). Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran is a medium for publishing research results related to the thoughts and research of experts, scientists, practitioners and reviewers in the field of education and learning
Articles 1,751 Documents
Madrasah Literasi Berbasis Integratif Deny Kurniawan; Ani Rachmawati; Dina; Anwar Christianto
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.77 KB) | DOI: 10.62775/edukasia.v2i1.35

Abstract

Abstract: Allah says in QS. Al Alaq verse 1, which contains the command to read. One of our nation's generation's ongoing problems is reading, so that the current number of literacy movements aims to arouse students' willingness and readability as a generation who likes to read. The obligation to read as the spirit of education will open broader horizons. Reading books as a punishment in madrasas is considered very appropriate compared to corporal punishment because it will directly impact science and practice reading needs. All subjects can be integrated with the concept of literacy. Integrating literacy with various kinds of subjects is the management contained in Surah Al Alaq verse 1. Also, libraries as reading houses and literacy houses, must play a full role in running literacy madrasas. Thus we can explain that this verse is comprehensive in integrating various aspects to improve the quality of students and make madrasas integrated literacy machines. Abstrak: Allah berfirman dalam QS. Al Alaq ayat 1, yang isinya perintah untuk membaca. Problem yang berkelanjutan generasi bangsa salah satunya adalah membaca , sehingga banyaknya gerakan literasi sekarang ini bertujuan untuk menggugah kemauan dan kemampuan baca peserta didik sebagai generasi gemar baca. Kewajiban membaca sebagai ruh pendidikan akan membuka cakrawala pandangan yang lebih luas. Membaca buku sebagai hukuman di madrasah dirasa sangat tepat di bandingkan hukuman fisik karena akan berdampak langsung pada keilmuan dan berlatih kebutuhan membaca. Semua mata pelajaran bisa di integrasikan dengan konsep literasi. Mengintegrasikan literasi dengan berbagai macam mata pelajaran merupakan manajemen yang terkandung dalam suratAl Alaq ayat 1. Selain itu perpustakaan sebagai rumah baca dan rumah literasi harus berperan penuh dalam menjalankan madrasah literasi. Dengan demikian bisa dijelaskan bahwa ayat ini sangatlah luas dalam mengintegrasikan berbagai aspek untuk memperbaiki kualitas peserta didik serta menjadikan madrasah sebagai mesin literasi yang terintegrasi. DOI: https://doi.org/10.33399/edukasia.v2i1.35
Model Deep Dialogue/Critical Thinking Sebagai Wujud Wawasan Perbuatan dan Keterlibatan Kebangsaan yang Kritis dan Demokratis M. Januar Ibnu Adham
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.432 KB) | DOI: 10.62775/edukasia.v2i1.36

Abstract

Abstract: The article aims to describe the efforts of teachers and students to practice good citizenship in the learning process, the paradigm process of citizenship demand, civic responsibility, and citizen participation in PPKn learning. The study used a qualitative design with classroom action research methods. The process filling in data at Kemmis and Taggart, namely Plan, Act & Observe, and Reflect, and data analysis techniques using Miles and Hubberman, namely data reduction, data presentation, levers. The result showed that students in applying the deep dialogue/critical thinking model showed students’ abilities it the aspects of intelligence, responsibility, honesty, and good citizenship. Through this application students can form representations in the completion of contemporary discussion themes that are able to create, have or show imagination and artistic or intellectual inventiveness (creative writing), and stimulate imagination and inventive power. And the implementation of Deep Dialogue/Critical Thinking in students of SMAN 1 Karawang can build an active group discource and also find the concept of cooperative learning which stimulates the effectiveness of classroom learning as a form of character education in youth creation with critical and democratic (community participation). Abstrak: Artikel ini bertujuan mendeskripsikan guru dan peserta didik dalam mempraktikan karakteristik warga Negara yang baik dalam proses pembelajaran, sebagaimana paradigma pembentukan civic intelligence, civic responsibility, dan civic participation pada pembelajaran PPKn. Penelitian kualitatif metode classroom action research ini, pengumpulan datanya merujuk pada Kemmis dan Taggart yaitu Plan, Act & Observe, dan Reflect serta analisis data menggunakan Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa peserta didik dalam menerapkan model deep dialogue/critical thinking menunjukkan kemampuan siswa pada aspek intelligence, responsibility, honestly dan good citizenship. Melalui penerapan tersebut siswa dapat membentuk representasi dalam penyelesaian tema diskusi kekinian. Implementasi Deep Dialogue/Critical Thinking pada siswa di SMAN di Karawang dapat membangun diskursus kelompok yang bersifat aktif serta ditemukan juga konsep cooperative learning yang merangsang keefektifan pembelajaran dalam kelas sebagai wujud pendidikan karakter pada generasi muda dengan (civic participation) yang kritis dan demokratis. DOI: https://doi.org/10.33399/edukasia.v2i1.36
Implementasi Kurikulum di Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Pondok Pesantren Tremas Pacitan M. Suyudi; Fitri Hidayati
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.41 KB) | DOI: 10.62775/edukasia.v2i1.37

Abstract

Abstract: This study explains that implementing the curriculum implementation at Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Pondok Tremas Pacitan when dismissed, is a qualitative case study- collecting data through interviews, observation, and documentation. According to Huberman, there are three data analysis kinds: data reduction and data presentation, and conclusion drawing. The study results found that: (1) The curriculum at MTs Salafiyah Pondok Tremas Pacitan is a combination of the curriculum from the Ministry of Religion (K 13). Drying Ministry of Religion Using K-13 Drying. (2) The learning time has decreased; two lessons become 1 lesson hour. In the 3rd island class, an additional preparation hour for the final national exam is needed to improve the available material. (3) Implications of cured at MTs Salafiyah Pondok Tremas Pacitan, namely supporting the development of religious scholarship that is not behind in general science. Abstrak: Penelitian ini bermaksud menjelaskan implementasi kurikulum di Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Pondok Tremas Pacitan dengan pendekatan adalah kualitatif denganjenis studi kasus. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menurut Miles dan Huberman terdapat tiga macam cara yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) Kurikulum di MTs Salafiyah Pondok Tremas Pacitan adalah gabungan kurikulum Kementerian Agama (K 13) dan kurikulum pesantren. Kurikulum Kementerian Agama menggunakan kurikulum K-13. (2) Waktu belajar secara umum mengalami pengurangan jam pelajaran, 2 pelajaran menjadi 1 jam pelajaran. Untuk meningkatkan pemahaman materi umum, pada kelas 3 ada tambahan jam persiapan untuk ujian akhir dan nasional. (3) Implikasi kurikulum di MTs Salafiyah Pondok Tremas Pacitan yaitu mendukung pengembangan keilmuan agama tetapi tidak ketinggalan dalam ilmu umum. DOI: https://doi.org/10.33399/edukasia.v2i1.37
Penggunaan Aplikasi Quiziz dan Relevansinya dengan Rekognisi Pembelajaran Daring Matematika di MAN 1 Model Bojonegoro Agustinayanti
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.831 KB) | DOI: 10.62775/edukasia.v2i1.38

Abstract

Abstract: This study reveals online Mathematics learning in the MAN 1 Bojonegoro Model on the pandemic table. Data with descriptive quantitative retrieval to comprehensively describe the bold pinking problem of how it is analyzed to optimize through the Applique Quiz. Some of the learning problems of courage that were found were: 1) Weaknesses of teachers and rumpy participants in utilizing information technology in courageous learning, 2) Teachers and schools/madrasahs are limited by the distance in controlling the bell for development of play abilities, hash control the pink learning platform, 4) School / Madrasah has not controlled the platform has a unique platform as a medium for pink evaluation of lessons. The presence of Quiz applique as an efficient solution to solve all problems that are evaluative exercises. In addition to free access and free users, Quiz also has exclusive features in doing questions and has fish bait for teachers that can be used as a reference for the development of students' abilities. Interested meandering participants, interactive from the fun. Abstrak: Penelitian ini mengungkap rekognisi pembelajaran Matematika secara online di MAN 1 Model Bojonegoro pada masa pandemi ini. Data dianalisis dengan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggambarkan secara komprehensif mengenai problem pembelajaran daring dan cara untuk mengoptimalkan melalui aplikasi Quiziz. Beberapa probelematika pembelajaran daring yang ditemukan adalah: 1) Kelemahan guru dan peserta didik memanfaatkan tekhnologi informasi pada pembelajaran daring, 2) Guru dan sekolah/Madrasah terbatasi oleh jarak dalam mengontrol perkembangan kemampuan pelajaran Matematika, 3) belum memiliki platform model latihan soal untuk mengevaluasi hasil pembelajaran, 4) Sekolah/Madrasah belum memiliki platform khusus sebagai mediai pembelajaran dan evaluasi. Kehadiran aplikasi Quiziz sebagai solusi efektif dan efisien untuk menyelesaikan segala problem yang bersifat latihan evaluatif. Selain free acces dan free user, Quiziz juga memiliki fitur yang lengkap dalam mengerjakan soal, dan memiliki umpan balik kepada guru yang dapat dijadikan rujukan pengetahuan perkembangan kemampuan peserta didik. Peserta didik merasa tertarik, menyenangkan dan interaktif. DOI: https://doi.org/10.33399/edukasia.v2i1.38
Optimalisasi Game Learning Kahoot dalam Evaluasi Pembelajaran Daring Matematika di SMKN 1 Singgahan Tuban Hidayat Rahman
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.56 KB) | DOI: 10.62775/edukasia.v2i1.39

Abstract

Abstract: This descriptive qualitative research offers an evaluation model for Mathematics learning problems that have stagnated due to the rigidity of manual exams and exercises with the Kahoot application. This Kahoot application is equipped with tutorials, pictures, and practical testing tools and their feedback. At least there are some problems in Mathematics learning faced by teachers at SMKN 1 Singgahan Tuban, namely, difficulties in utilizing technological devices, 2) there are limitations in making learning evaluation questions with virtual applications. 3) learning evaluation is still carried out in a monotone. The Kahoot application is an appropriate evaluation model to answer three mathematics learning problems. That is because Kahoot has a small difficulty level, making it easy to practice. Apart from being virtual based and having direct feedback, the Kahoot evaluation model can save all test results into Google Drive. Kahoot application, teachers/educators can offer some questions to answer. Students are more interactive and happy. Moreover, this application is equipped with a rating system as feedback. Abstrak: Penelitian kualitatif deskriptif ini menawarkan model evaluasi atas problem pembelajaran Matematika yang mengalami stagnasi akibat kekakuan dari ujian dan latihan yang bersifat manual dengan aplikasi Kahoot. Aplikasi Kahoot ini dilengkapi dengan tutorial, gambar dan perangkat alat uji praksis beserta umpan baliknya. Setidaknya ada beberapa problematika pembelajaran Matematika yang dihadapi guru terjadi di SMKN 1 Singgahan Tuban yakni, kesulitan dalam memanfaatkan perangkat teknologi, 2) adanya keterbatasan dalam membuat soal evaluasi pembelajaran dengan aplikasi virtual. 3) evaluasi pembelajaran masih dilakukan dengan monoton. Aplikasi Kahoot adalah model evaluasi tepat untuk menjawab tiga problem pembelajaran Matematika. Hal ini karena Kahoot memiliki tingkat kesulitan yang kecil, sehingga mudah untuk dipraktikan. Selain juga berbasis virtual dan terdapat umpan balik (feedback) langsung, model evaluasi Kahoot dapat menyimpan segala hasil tes ke dalam Google Drive. Aplikasi Kahoot, guru/pendidik dapat menyodorkan beberapa soal untuk dijawab. Peserta didik lebih interaktif dan senang, apalagi aplikasi ini dilengkapi dengan sistem peringkat sebagai umpan balik. DOI: https://doi.org/10.33399/edukasia.v2i1.39
IQRO' BIL QOLAM CURRICULUM AND LEARNING PROCESS: Its Use Within Teaching and Learning Activities Mukni'ah
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.294 KB) | DOI: 10.62775/edukasia.v2i1.40

Abstract

Abstract: This study aims to describe the planning, implementation, and evaluation of 'iqro' bil qolam curriculum and learning process at the Ash-Shiddiqi Puteri Madrasah Aliyah of Jember. The method used in this study is descriptive qualitative using case study research. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, and documentation. Data analysis was done interactively. The results of the study showed that; (1) 'iqro' bil qolam' curriculum planning and learning process in the Ash-Siddiqi Puteri Jember Islamic School have been applied based on the objectives and curriculum content through a learning strategy centered on Al-Qur'an; (2) the 'iqro' bil qolam' curriculum and learning have been implemented by thickening the Qur'anic writing that has been printed transparently and reading Al-Quran itself; (3) 'iqro' bil qolam' curriculum evaluation and the learning process have been implemented in the form of input, process, output evaluation in the form of graduations for students who have completed the learning process of 'iqro 'bil qolam'. Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum dan pembelajaran iqro’ bil qolam di Madrasah Aliyah Ash-Shiddiqi Puteri Jember. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknis analisis data yang digunakan model interaktif Milles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) perencanaan kurikulum dan pembelajaran iqro’ bil qolam di Madrasah Aliyah Ash-Shiddiqi Puteri Jember telah diterapkan sesuai dengan tujuan dan isi kurikulum melalui strategi pembelajaran yang berpusat pada al-Qur`an; (2) pelaksanaan kurikulum dan pembelajaran iqro’ bil qolam telah diterapkan dengan menebalkan tulisan Al-quran yang sudah tercetak secara transparan dan membaca Al quran secara sentral; (3) evaluasi pada pembelajaran iqro’ bil qolam telah diterapkan dalam bentuk evaluasi input, proses, dan output dalam bentuk wisuda bagi peserta didik yang sudah menyelesaikan iqro’ bil qolam. DOI: https://doi.org/10.33399/edukasia.v2i1.40
Improving Students’ English Pronunciation by Using Hypermedia in E-Learning Activity Madya Giri Aditama; Prasetyawan Aji Sugiharto
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.502 KB) | DOI: 10.62775/edukasia.v2i1.41

Abstract

Abstract: Hypermedia systems are computer-based multimedia systems that provide interactive and link-based navigation that allow the information in digital form. The researcher strives to know the effects of hypermedia in teaching English pronunciation whether or not it can enhance the pronunciation skills of 21st-century learners in e-learning activities. It is a descriptive qualitative study. The data were an average score of pre-test and post-test, also interview results of 20 students of international classes of Universitas Muhammadiyah Surakarta which chosen randomly. Data in the form of pre-test and post-test scores as well as the results of interviews with students about hypermedia. The results of the study show that the average score of the pre-test was 71,37, and the average score of the post-test was 77,62. The level of achievement of the students in the post-test was good. This study also concluded that hypermedia in teaching English pronunciation was one of the media to reinforce students’ motivation in enhancing English knowledge and skills, especially in pronunciation. Abstrak: Sistem hypermedia merupakan sistem multimedia berbasis komputer yang menyediakan navigasi yang interaktif dimana menyajikan informasi dalam bentuk digital. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh hypermedia sebagai metode pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan pelafalan bahasa Inggris (pronunciation) siswa dalam aktivitas e-learning. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data atau responden dalam penelitian ini adalah 20 mahasiswa kelas internasional Universitas Muhammadiyah Surakarta yang dipilih secara acak sebagai sampel. Data berupa hasil nilai pre-test dan post-test serta hasil wawancara kepada siswa mengenai hypermedia. Hasil dari penelitian ini diperoleh nilai rata-rata dalam pre-test adalah 71,37; nilai rata-rata dalam post-test 77,62. Level pencapaian siswa dalam post-test adalah baik. Dan dapat disimpulkan bahwa hypermedia dapat memotivasi siswa untuk belajar pelafalan bahasa Inggris dengan baik. Dari hasil penelitian ini juga dapat disimpulkan bahwa hypermedia merupakan media yang dapat mendorong dan meningkatkan motivasi di dalam pengajaran pelafalan Bahasa Inggris. DOI: https://doi.org/10.33399/edukasia.v2i1.41
Penetapan Harga Jasa Pendidikan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Mukhlison Effendi; Nur Aini Latifah
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.931 KB) | DOI: 10.62775/edukasia.v2i2.43

Abstract

Pricing is a critical decision that supports the successful operation of profit and non-profit organizations. Price is the only element of the marketing mix that generates revenue for the organization. However, decisions regarding prices are not easy to make. All for-profit organizations and many non-profit organizations charge prices for their products or services. This study aims to determine the amount of single tuition fee (UKT) that is applied at State Universities in Indonesia. With the literature study method, it can be explained that the determination of the single tuition fee is a policy aimed at helping and reducing the cost of student education. No other additional fees will be charged for 8 semesters. The determination of a single tuition fee also makes it easy to predict student tuition expenses each semester. The size of the costs incurred also follow the size of the needs such as the cost of practicum in each study program
Kebijakan Pendidikan Keagamaan Islam di Indonesia Oktiya Hayyu Liyandani; Nur Kolis
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.768 KB) | DOI: 10.62775/edukasia.v2i2.44

Abstract

Abstract: Islamic Religious Education in Indonesia has developed since the Dutch colonial era. At that time Islamic education was carried out halaqah between “kyai” and “santri”. In the land of Islamic education institutions are called “pawiyatan”, which contains ki ajar and cantrik. All religious lessons are derived from the study of the yellow book. In the current era of Islamic Religious Education has been recognized as a sub-part of national education, but in public schools Islamic religious education every week is only given 2 hours of lessons, so religious education especially about ethics and morals does not have much effect on the formation of the religious character of students. This research uses a library research approach with data retrieval through investigation of books, literature, notes, and reports related to research problems to be solved. Therefore, this research is only limited to the discussion of Islamic Education Policy in Indonesia. Abstrak: Pendidikan Keagamaan Islam di Indonesia telah berkembang sejak masa kolonial Belanda. Pada masa tersebut pendidikan islam dilaksanakan secara halaqoh antara kyai dan santri. Ditanah jawa lembaga pendidikan islam disebut dengan pawiyatan, yang didalamnya terdapat ki ajar dan cantrik. Semua pelajaran agama bersumber dari kajian kitab kuning. Pada era sekarang Pendidikan Keagamaan Islam telah diakui menjadi sub bagian dari pendidikan nasional, namun di sekolah negeri pendidikan agama Islam setiap minggunya hanya diberikan 2 jam pelajaran, sehingga pendidikan agama terutama tentang etika dan akhlak tidak terlalu berpengaruh terhadap pembentukan karakter religius siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan library research dengan pengambilan data melalui penyelidikan terhadap buku, literatur, catatan maupun laporan yang berhubungan dengan masalah penelitian yang akan dipecahkan. Oleh karena itu, penelitian ini hanya dibatasi pada pembahasan kebijakan pendidikan Islam di Indonesia.
Efektivitas Model Pembelajaran Time Token Berbantuan Media Audio Visual Terhadap Kemampuan Argumentasi Peserta Didik Fanny Aullin Herlansyah; Hanin Niswatul Fauziah
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.003 KB) | DOI: 10.62775/edukasia.v2i2.45

Abstract

Abstract: The aim of this research is to determine the effectiveness of time token model assisted by audio visual media to the argumentation skills of seventh grade MTsN 2 Ponorogo students. This research was quantitative descriptive by Pretest-Posttest Control Group Design. The samples of this research were VII C (experimental class) and VII D (control class) with a total 54 students. The instrument of this research was essay tes. Essay test was applied before and after using time token model assisted audio visual media. The data of the research were analyzed by t-test using software minitab. The result showed that the P-value was 0,001; due to P-value less than 0.05, so H0 was rejected. Its mean that, there was a significant differences between the students argumentation skills that used time token model assisted by audio visual media with the students argumentation skills that used conventional study. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran time token berbantuan media audio visual terhadap kemampuan argumentasi peserta didik kelas VII di MTs Negeri 2 Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pretest-posttest control group design. Sampel pada penelitian ini adalah kelas VII C sebagai kelas eksperimen dan kelas VII D sebagai kelas kontrol dengan jumlah 54 peserta didik. Instrumen penelitian ini berupa soal essay yang diberikan kepada peserta didik sebelum dan sesudah diterapkannya model pembelajaran time token berbantuan media audio visual. Data yang telah didapatkan kemudian dianalisis dengan uji-t menggunakan Minitab. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa nilai P-value sebesar 0,001. Karena nilai P-value kurang dari 0,05 maka H0 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan argumentasi peserta didik yang menggunakan model pembelajaran time token berbantuan media audio visual dengan kemampuan argumentasi peserta didik yang menggunakan model pembelajaran konvensional.

Page 4 of 176 | Total Record : 1751