cover
Contact Name
imam khowim
Contact Email
alathfal@iaipd-nganjuk.ac.id
Phone
+6281232576146
Journal Mail Official
alathfal@iaipd-nganjuk.ac.id
Editorial Address
jln wilis kramat
Location
Kab. nganjuk,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Athfal: Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : 2774793X     EISSN : 2774793X     DOI : 10.53429
Core Subject : Science, Education,
Al-Athfal (Pendidikan anak usia Dini) yang diterbitkan oleh Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk. Jurnal ini memuat kajian-kajian Teori dan Praktik Pendidikan Anak Usia Dini artikel penelitian konten dan/atau kajian kritis-analitis di bidang pendidikan anak usia dini. Tujuan jurnal ini adalah untuk mengeksplorasi, mengembangkan, dan menjelaskan pengetahuan tentang pendidikan anak, perkembangan anak, masalah dan masalah anak. Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi memasukkan artikel ilmiahnya yang belum pernah diterbitkan oleh jurnal lain. Naskah diketik dengan spasi 1,5 cm pada kertas ukuran A4 dengan panjang tulisan antara 15-20 halaman, 4000-5000 kata. Naskah yang masuk dievaluasi oleh dewan redaksi dan mitra bestari. Redaktur dapat melakukan perubahan pada tulisan yang dimuat untuk keseragaman format, tanpa mengubah substansinya. Alamat Redaksi: Jl.Wilis Kramat nganjuk Telp/Fax. (0358) 324737 Kode Pos 64419 Nganjuk, journal ini merupakan versi cetak yang diterbitkan Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk.
Articles 79 Documents
“Penerapan Psikologi Perkembangan Dalam Teori Erikson” MIFTACHUS SHOLIKAH
Bahasa Indonesia Vol 6 No 01 (2025): Al-Athfal:Pendidikan Anak Usi Dini
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/al-athfal.v6i01.1401

Abstract

Penelitian ini bertujuan memperkenalkan teori dari Erik Erikson. Ia seorang psikolog yang merupakan murid dari Sigmund Freud seorang tokoh Psikoanalitik. Erikson merupakan pemikir yang tertuju pada masyarakat dan kebudayaan. Dalam Psikologi perkembangan manusia dilihat dari berbagai sudut pandang, berdasarkan perkembangan koknitif atau cara berfikir dan perkembangan keperibadian yang dimiliki. Salah satunya yang paling popular dari teorinya Erik Erikson adalah Delapan Tahap Perkembangan Psikososial. Menurut teori ini seorang individu akan meghadapi tugas perkembangan yang berbeda-beda, tugas perkembangan ini menghadapi individu untuk menghadapi suatu krisis.
PENINGKATKAN MINAT BACA BAGI SISWA MELALUI GERAKAN LITERASI SEKOLAH MIFTAH KUSUMA DEWI
Bahasa Indonesia Vol 6 No 01 (2025): Al-Athfal:Pendidikan Anak Usi Dini
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/al-athfal.v6i01.1402

Abstract

Membaca adalah aktivitas yang menjadi kebutuhan pokok kegiatan setiap hari, Membaca merupakan upaya untuk mendapatkan informasi sehingga dapat menambah ilmu pengetahuan dan meningkatkan keterampilan. Menbaca juga mampu meningkatkan kemampuan untuk memahami kata-kata dan meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan menghasilkan ide-ide baru. Membaca sebenarnya kegiatan yang cukup mudah dan ringan tapi pada kenyataannya jarang sekali dilakukan oleh banyak siswa. Minat baca siswa yang rendah disebabkan kurangnya pemahaman akan pentingnya manfaat membaca dan kurangnya motivasi diri dan dukungan dari lingkungan sekitar. Oleh karena itu program literasi sekolah perlu diterapkan agar menjadi sarana mengenal, memahami dan memperdalam ilmu yang didapat siswa di sekolah. Dengan gerakan literasi sekolah, diharapkan sekolah bisa menjadi taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar mampu mengelola informasi dan pengetahuan sehingga pengetahuan siswa menjadi luas. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengkaji isi dari artikel yang telah dipilih untuk melihat hasil dari penerapan progam literasi sekolah dalam upaya meningkatkan minat baca siswa. Hasil dari analisis beberapa tulisan dan jurnal bahwa Gerakan Literasi Sekolah dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu tahap pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Dan juga terdapat beberapa kegiatan untuk meningkatkan minat baca anak melalui gerakan litersi sekolah diantaranya adalah membiasakan membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai, menyediakan sudut baca, membuat pohon literasi di kelas, menyediakan layanan perpustakaan yang nyaman, memberdayakan mading sekolah, mosterisasi sekolah, mengadakan perlombaan literasi antar kelas.
Dampak Kekerasan Orang tua Terhadap Psikologis Anak AHMAD KHOIRI
Bahasa Indonesia Vol 6 No 01 (2025): Al-Athfal:Pendidikan Anak Usi Dini
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/al-athfal.v6i01.1403

Abstract

Kekerasan terhadap seorang anak merupakan salah satu kasus yang paling dominan dan banyak dijumpai kapanpun, dimanapun, hampir disetiap tempat di seluruh provinsi di Indonesia. Hal ini menjadi sangat ironis, mengingat anak yang- notabene generasi penerus bangsa, seharusnya mendapatkan kasih sayang orangtua, bimbingan serta pendidikan yang penuh cinta kasih. Metodologi Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan datanya melalui observasi terlbat, wawancara mendalam dan studi dokumentasi sedangkan analisis penelitian yang digunakan melalui analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Dampak dari kekerasan orang tua terhadap anak yang paling banyak terjadi di masyarakat adalah kekerasan secara psikologis. Kekerasan psikologis adalah kekerasan yang dilakukan oleh pelaku terhadap mental korban dengan cara membentak, menyumpah, mengancam, merendahkan,: memerintah, melecehkan, menguntit, dan memata-matai, atau tindakan-tindakan lain yang menimbulkan rasa takut (termasuk yang diarahkan kepada orang-orang dekat korban, misalnya keluarga, anak, suami, teman, atau orangtua).Tindak kekerasanpsikologis yang dialami oleh anak didik ternyata belum berakhir. Dalam kenyataan masih banyak kita lihatadanya bentakan, ejekan dan bahkan hukuman yang diberikan oleh para pendidik terhadap anak didik yang melakukan pelanggaran tata tertib. Dampak lainnya dari kasus kekerasan terhadap anak yaitu terhambatnya perkembangan psikologis anak baik itu secara kognitif, afektif maupun psikomotor. Kata Kunci:Dampak Kekerasan, Orang Tua Terhadap Psikologis, Anak
Dinamika psikologis agama dan tantangan sosial dalam kehidupan modern MOH. SAFI`IL ANAM
Bahasa Indonesia Vol 6 No 01 (2025): Al-Athfal:Pendidikan Anak Usi Dini
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/al-athfal.v6i01.1404

Abstract

Penelitian ini mengungkapkan hubungan kompleks antara psikolohi dan agama dalam masyarakat kontemporer. Ibadah, refleksi, dan moral menjadi fokus utama penelitian ini. Ibadah termasuk ritual keagamaan sehari-hari, dianggap penting dalam bentuk kepribadian dan memberi ketengangan secara teratur. Refleksi religius melibatkan perenungan mendalam tentang keberadaan dan signifikansi kehidupan, dipelajari dalam pengembangan manusia dan prinsip-prinsip agama. Majalah ini juga menganalisis isu-isu moral, terutama kasus perundungan di media sosial yang menargetkan orang-orang dari berbagai agama. Dalam metodologi kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan tinjauan literatur yang komprehensif. Melalui analisis kasus dan temuan empiris, kami mengungkapkan dampak negative bullying terhadap kesehatan mental individu yang berkonversi atau beda agama. Jurnal ini juga mengeksplorasi solusi praktis dan peran media sosial menurut para ahli dalam mempromosikan toleransi dan dukungan terhadap keberagaman keyakinan. Hasilnya menggambarkan kompleksitas hubungan antara dinamika psikologis agama dan tantangan sosial dalam konteks kehidupan modern.
PENGARUH GADGET DAN SUPPORT ORANG TUA BAGI PERKEMBANGAN EMOSI ANAK USIA DINI AHMAD KHOIRI
Bahasa Indonesia Vol 6 No 02 (2025): Al-Athfal:Pendidikan Anak Usi Dini
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/al-athfal.v6i02.1490

Abstract

ABSTRAK Usia dini adalah usia yang paling berpengaruh bagi anak. Apa yang diajarkan dan dibiasakan pada usia dini akan sangat mempengaruhi bagaimana dia ke depannya. Dalam konteks ini, artikel ini akan membahas dampak kesalahan pola asuh orang tua misalnya dengan mempertontonkan gadget pada anak usia dini. Artikel ini juga membahas pentingnya dukungan orang tua bagi perkembangan anak terutama perkembangan emosi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menambah wawasan bagi para orang tua untuk lebih memperhatikan perkembangan anak dengan sebaik mungkin. Artikel ini juga membahas apa yang harus dilakukan orang tua jika anak sudah terlanjur senang menonton gadget. Artikel ini juga memaparkan tentang dampak yang terjadi pada anak yang terbiasa menonton gadget dan anak yang kurang dukungan dari orang tua dimasa pertumbuhannya. Selain itu, artikel ini juga menyoroti beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu dan mengajarkan anak agar mampu mengenali dan mengontrol emosi yang anak rasakan. Artikel ini menawarkan wawasan bagi para orang tua dan calon orang tua dalam mengambil langkah pengasuhan untuk anak, dengan tujuan akhir anak-anak dimasa ini akan berkembang dan bertumbuh dengan baik sesuai dengan usianya. Kata kunci: Anak usia dini, gadget, support, orang tua
PERAN ORANG TUA DALAM POLA ASUH ANAK YANG BAIK MIFTACHUS SHOLIKAH MIFTACHUS SHOLIKAH
Bahasa Indonesia Vol 6 No 02 (2025): Al-Athfal:Pendidikan Anak Usi Dini
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/al-athfal.v6i02.1491

Abstract

Abstrak Peran orang tua dalam pola asuh anak sangat penting dalam mendidik dan membimbing anak,baik lahir dan batinnya sejak dini hingga dewasa.tujuanya adalah agar anak tumbuh secara benar menurut agama dan etika masyarakat.peran orang tua memberikan bimbingan dan arahan dengan pola asuh tertentu.orang tua juga harus memiliki pengetahuan dan keterampilan,dalam pengasuhan anak,yaitu peran ibu dan ayah.pola asuh harus di pahami oleh kedua orang tua dengan baik agar kelak anak bisa meraih kesuksesan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Kata Kunci : Peran orang tua dalam pola asuh anak
MELATIH KEMAMPUAN MOTORIK DAN KOGNITIF PADA PERKEMBANGAN ANAK MASA PRASEKOLAH MIFTAH KUSUMA DEWI
Bahasa Indonesia Vol 6 No 02 (2025): Al-Athfal:Pendidikan Anak Usi Dini
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/al-athfal.v6i02.1492

Abstract

Abstrak Perkembangan fisik motorik anak adalah aspek penting dalam memahami tahapan pertumbuhan dan perkembangan mereka, khususnya pada masa prasekolah. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi perkembangan fisik motorik anak serta faktor-faktor yang mempengaruhinya, dengan fokus pada konteks latihan kemampuan motorik dan kognitif pada anak masa prasekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan literatur dari berbagai sumber terpercaya yang membahas tentang perkembangan fisik motorik anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan fisik motorik anak dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk lingkungan fisik, stimulasi sensorik, dan faktor genetik. Pembahasan hasil penelitian ini akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya memperhatikan perkembangan fisik motorik anak dalam proses pendidikan dan perawatan anak masa prasekolah. Dengan memahami faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan fisik motorik anak serta keterkaitannya dengan perkembangan kognitif, pendekatan holistik dalam melatih kemampuan motorik dan kognitif pada anak masa prasekolah dapat memberikan dasar yang kuat bagi perkembangan optimal mereka. Kata Kunci : Prasekolah; Perkembangan anak; Kemampuan motorik; Kemampuan kognitif
Konsep Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini MOH. SAFI`IL ANAM
Bahasa Indonesia Vol 6 No 02 (2025): Al-Athfal:Pendidikan Anak Usi Dini
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/al-athfal.v6i02.1493

Abstract

Abstrak Perkembangan Sosial emosional anak usia dini merupakan proses yang sangat amat penting bagi kehidupan anak karena pada masa inilah terbentuk karakter anak yang menentukan kesuksesan jalan hidup mereka di masa depan,memilih antara mengikuti pola hidup yang positif maupun sebaliknya yakni negative. Pada dasarnya anak usia dini adalah anak yang masih membutuhkan arahan dan perintah dari orang yang lebih tua dikarenakan dia belum mampu untuk memutuskan suatu perkara sendiri dan cenderung mudah mengikuti kebiasaan-kebiasaan yang dilihat,di dengar,dan di perhatikannya setiap hari.Sehingga,sudah selayaknya kita orang yang lebih tua meberikan contoh,arahan,perintah yang baik dan membangun sehingga anak –anak dapat mencontoh perilaku baik dari orang –orang sekitarnya. Artikel ini menawarkan wawasan yang berharga bagi para pendidik,orang tua, dan peneliti sebagai bahan pembelajaran dalam mengajar perihal sosial emosional pada anak usia dini,sehingga di harapkan dapat membantu dalam pembentukan karakter anak-anak usia dini yang berakhlak mulia dan berpikiran terbuka. Kata kunci: perkembangan ,sosial emosional, anak usia dini
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI NILAM NUROHMAH
Bahasa Indonesia Vol 6 No 02 (2025): Al-Athfal:Pendidikan Anak Usi Dini
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/al-athfal.v6i02.1494

Abstract

abstrak Pentingnya Mempersiapkan Kebebasan Anak. Salah satu komponen penting dalam perkembangan dan kemajuan anak adalah kebebasan. Anak yang mempunyai Kemandirian dalam latihan belajar melihat dinamika, tidak mengenal lelah dan aktif dalam melaksanakan tugas, menguasai metodologi dalam belajar, mempunyai kewajiban, mampu mengendalikan perilaku dan kognisinya serta mempunyai rasa percaya diri. Kemandirian adalah kemampuan mengkoordinasikan dan mengendalikan diri dalam mempertimbangkan dan bertindak, serta tidak merasa subordinat terhadap individu lain secara jujur, dalam artian anak yang bebas tidak akan bergantung pada bantuan orang lain dalam merawat dirinya secara fisik, dalam menentukan pilihan secara jujur dan dalam kolaborasi dengan individu lain secara sosial yang ditunjukkan dengan anak melakukan hal-hal mendasar, beraktivitas, mencoba hal-hal yang tidak terpakai, mematuhi aturan dan bermain dengan teman sebaya, serta merasa aman, nyaman, dan mampu mengendalikan diri. Secara akal sehat, kebebasan adalah kemampuan anak untuk berpikir dan melakukan segala sesuatunya sendiri untuk memenuhi kebutuhannya sehingga tidak bergantung pada orang lain tetapi dapat menjadi orang yang mandiri. Kata Kunci: Faktor Kemandirian, Pengaruh, Usia dini