cover
Contact Name
Muhammad Ruswandi Djalal
Contact Email
wandi@poliupg.ac.id
Phone
+6285250986419
Journal Mail Official
sinergi@poliupg.ac.id
Editorial Address
Jalan Perintis Kemerdekaan KM.10 Tamalanrea, Makassar 90245
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin Sinergi
ISSN : 16931548     EISSN : 26849372     DOI : http://dx.doi.org/10.31963/sinergi
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Politeknik Negeri Ujung Pandang mempublikasikan hasil penelitian pada Bidang Teknik Mesin dan Energi.
Articles 417 Documents
ANALISIS RUGI DAYA DAN JATUH TEGANGAN PADA PENYULANG KIMA Sonong Sonong; Herman Nauwir; Zulhaq Zulhaq; Dedi Parantika
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 15, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.931 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v15i2.1186

Abstract

Permasalahan yang timbul pada penyaluran energi listrik adalah bagaimana agar dapat menyalurkan energi listrik secara terus-menerus dan efisien kepada konsumen. Jatuh tegangan terjadi cukup besar apabila jarak pelanggan dengan gardu distribusi terlalu jauh.Gardu induk Tello mengasuh 13 penyulang, salah satunya adalah penyulang yang melayani Kima. Berdasarkan data dari perusahaan PT. PLN Rayon Makassar Timur dan data yang diperoleh dari PDKB. Penyulang Kima juga dikategorikan sebagai penyulang yang belum stabil. Pada gardu induk (GI) tenaga listrik yang diterima kemudian dilepaskan menuju transformator distribusi dalam bentuk tegangan menengah 20kV. Dalam penelitian ini kami menggunakan metode analisis komponen. Variabel yang diketahui adalah panjang penghantar total, jenis penghantar, kapasitas trafo, hubungan belitan, arus sekunder dan arus primer. Sumber data diperoleh dari kantor PLN Rayon Timur Makassar, kantor PLN Wilayah Makasar, serta kantor PDKB Makassar. Hasil penilitan memperlihatkan bahwa pada daerah Jl. Kima 3 memilki jatuh tegangan terbesar yaitu ΔVx=0,903, ΔVy = 0,95 dan jauth tegangan terendah terjadi pada Jl. Kima 4 yaitu ΔVx=0,00, ΔVy =0,00, serta rugi daya terbesar terjadi pada Jl. Kima 3 yaitu ΔP= 44,149 dan rugi daya terendah terjadi pada Jl. Kima 4 yaitu ΔP= 0,00. Dari hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa semakin besar jarak pengiriman energi listrik maka rugi daya dan jatuh tegangan maka semakin besar pula dan semakin kecil jarak pengiriman energi lisitrik maka semakin kecil pula rugi daya dan jatuh tegangan.
Pengaruh Larutan Natrium Hidroksida Terhadap Kekuatan Komposit Serat Sabut Kelapa Yan Kondo; Muhammad Arsyad; Muhammad Rusdi; Ilyas Mansur; Muhammad Jufri Dullah
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 20, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.89 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v20i1.3467

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine the effect of soaking coconut fiber in sodium hydroxide solution on the strength of the coconut fiber composite. This research was divided into several stages, namely: preparation of materials and tools, the process of soaking coconut fiber, making coconut fiber composites, testing the tensile and flexural properties of coconut fiber composites, and analyzing the test results. Coconut fiber is soaked in sodium hydroxide solution, then dried in an oven, then used as a composite reinforcement using BQTN 157 polyester resin with a composition of 5% coconut fiber. Based on the results of the tensile test according to the ASTM D638-03 standard, and the flexural according to the ASTM D790 standard, it was concluded that the process of soaking coco fiber in sodium hydroxide solution of 5%, 10%, 15%, and 20% had not been able to increase the strength of the coco fiber composite with composition of 5% coconut coir fiber compared to the strength of the resin.
Studi Kemungkinan Pemakaian Sekam dan Jerami Padi sebagai Bahan Bakar Briket untuk Ketel Uap di RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar David Mangallo; Duma Hasan
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 10, No 1 (2012): April 2012
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.491 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v10i1.1079

Abstract

This study aims to: (1) make briquettes from rice husk and straw with some mixture proportions, (2) determine the heating value (HHV) and the compressive strength of the produced briquettes (3) determine the physical properties of the produced briquettes through the proximate analysis and determine the best briquettes mixture, and (4) know the possibility of using rice husk and straw as briquette fuel for steam boilers. The produced briquettes contained 85% of rice husk charcoal and straw, and adhesive subtance consisting of clay (10%) and strach (5%). The briquettes were made with five mixture proportions with an average mass ratio of 260 gramsduce briquettes briquette type E as the best. The examination of heating value reveals that the higher the percentage of staw in the mixture, the lower the briquette heating value will be; while the testing of compressive strength reveals that the higher the percentage of straw in the mixture, the higher the briquette compressive strength will be. Based on the proximate analysis, it is found that generally the produced briquettes have fulfilled the briquette standard quality. The results of calculations analysis reveal that there is a possibility to use briquettes made of rice husks and straw as steam boilers the ratio between the fuel mass flow rate and vapor mass flow rate is 0.231.
Analisis Struktur Mikro Globular Dan Kekerasan Paduan Aluminium ADC12 Pada Pengecoran Semi Solid Dengan Metode Stir Casting Syaharuddin Rasyid; Abram Tangkemanda; Muh. Hasmar Hasbullah; Muh. Andra Al-Fandi
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 17, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.787 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v17i2.2082

Abstract

This study aims to analyze the effect of the stirrer model, stirring rotation (400, 500, 600 rpm), for 20 seconds, and pouring temperature (565, 570, and 5750C) on the microstructure and mechanical properties of the aluminum alloy ADC12. The methods of research are a) preparing material aluminum alloy ADC12, b) making molds, c) casting, d) making specimens for testing, e) micro structure testing and hardness testing, f) analyzing data using Microsoft excel applications. Results of the study show that the smallest grain size occurs in casting parameters: stirrer angle 00, 600 rpm rotation, and pouring temperature 5650C with a value of 27.715 µm. The biggest shape factor occurs in casting parameters: stirrer angle 00, rotation 600 rpm, and pouring temperature 5650C with a value 0.76. The highest hardness occurs in casting parameters: stirrer angle 00, rotation 600 rpm, and pouring temperature 5650C with a value 88.0 HB.
Optimasi Penggurdian Benda Kerja Silindris Baja Karbon Tinggi pada Mesin CNC-ET 242 Menggunakan Pahat yang Dimodifikasi Muh Iswar
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 12, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1920.286 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v12i1.1114

Abstract

Penelitian yang dilakukan bertujuan menghasilkan suatu model/persamaan, yang dapat digunakan untuk memprakirakan keausan pahat gurdi hasil penggurdian benda kerja silindris dari bahan baja karbon tinggi St.60 pada mesin bubut CNC ET-242. Metode penelitian terbagi dalam beberapa tahap. Mulai dari tahap persiapan, pengaturan parameter pemakanan, proses permesinan, pengukuran, sampai pada tahap pengolahan dan analisis data. Data keausan pahat gurdi hasil permesinan untuk 3 macam modifikasi outer corner pahat gurdi 700, 750, 800 dan putaran mesin 500, 700, 900 rpm serta pemakanan 50, 70, 90 mm/menit. Secara keseluruhan, jumlah data yang diperoleh dari proses penggurdian sampel benda kerja sebanyak 288 buah (Ø 1,5 inchi x 70 mm) adalah sebanyak 36 baris data. Pengolahan data dilakukan untuk mendapatkan model persamaan yang memberikan nilai optimum untuk keausan pahat gurdi yang dihasilkan pada berbagai macam parameter permesinan yang telah ditentukan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa korelasi antara variabel yang berpengaruh pada putaran mesin, gerak makan, dan sudut pahat modifikasi terhadap keausan pahat adalah berturut-turut sebagai berikut 20,79%, 0,326%, dan 0,262%. Bentuk persamaan regresi berganda untuk ketiga variabel yang diteliti diberikan persamaan: Y= 0.04768518 + 0.00003125 XI + 0.00040972 X2 + 0.0004444 X3.
Uji Mekanis Guide Vane dari Hasil Pengecoran Paduan Alumunium dan Tembaga Chandra Buana; Jumadi Tangko; Andi Afdhal Rasydiman; Ahmad Tamal S
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 18, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.734 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v18i1.2248

Abstract

Pembangkit listrik tenaga air merupakan pembangkit listrik yang memanfaatkan energi kinetik air yang memutar turbin yang telah dikopel dengan generator untuk menghasilkan listrik. Guide vane merupakan suatu komponen utama pada turbin air yang diberfungsi untuk mengarahkan air yang masuk pada spiral case agar air dapat memusatkan tekanan pada runner blade atau sudu turbin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat mekanis guide vane hasil pengecoran alumunium dan tembaga.Metode yang digunakan adalah uji kekerasan mekanis metode Brinnel (HB) menggunakan pengecoran alumunium dan tembaga dengan berbagai macam perbandingan spesimen yaitu 1:2, 1:1, 2:1. Nilai kekerasan untuk setiap spesimen akan meningkat seiring dengan bertambahnya kandungan tembaga didalam spesimen tersebut. Spesimen dengan perbandingan 1:2  tidak baik untuk digunakan dalam pembuatan guide vane karena memilki nilai kekerasan brinnel yang rendah dan tidak stabil pada setiap bagiannya. Spesimen dengan perbandingan 1:1 memiliki nilai kekerasan yang stabil di setiap bagiannya dan  baik untuk digunakan dalam pembuatan guide vane, selain itu biaya yang dibutuhkan lebih murah di bandingkan dengan spesimen 2:1 karena memiliki nilai kandungan tembaga yang lebih kecil dari spesimen 2:1.
KAJI TEORETIS DAN EKSPERIMENTAL TURBIN CROSSFLOW PANCARAN GANDA KAPASITAS 3kW-5kW Abdul Salam; Luther Sonda; Jamal Jamal; Aswar Anas; M N Ichsan; R Tanopa
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.324 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v16i2.1505

Abstract

Kaji teoretis dan eksperimental Turbin Crossflow pancaran ganda kapasitas 3kW-5kW bertujuan untuk mengetahui berapa dimensi desain Turbin Crossflow yang sesuai dengan daya yang dihasilkan yang tidak hanya dapat digunakan sebagai alat uji, juga dapat diaplikasikan ke masyarakat serta untuk mengetahui hasil perhitungan secara teoretis dengan hasil eksperimental dari Turbin Crossflow. Perancangan dan pembuatan dilakukan dengan mengkaji secara teoretis Turbin Crossflow sehingga didapatkan dimensi desain turbin, rancangan turbin Crossflow, pembuatan komponen-komponen dan proses assembly alat uji. Hasil penelitian tugas akhir ini didapatkan dimensi desain turbin crossflow, dimana: Daya Turbin = 2,778 kW  2,8 kW, tinggi jatuh air (head) = 6 m, Diameter runner = 0,21 m, jumlah sudu = 21 buah, diameter pipa penstock = 6 Inchi, dan diameter poros = 18,87 mm. Selanjutnya dari hasil perhitungan tersebut dibuat komponen-komponen turbin. Adapun tegangan yang dihasilkan rata-rata 350 Volt.
STUDI PENGGUNAAN RELAI DIFERENSIAL SEBAGAI SISTEM PROTEKSI PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU) BARRU Muhammad Yusuf Yunus; Remigius Tandioga; Laurasti Aswindah Sari; Adhe Puspita
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 14, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.616 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v14i1.1154

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untukmendapatkan gambaran tentang sistem kerja relai diferensial pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Barru serta untuk mendapatkan gambaran settingan slope yang tepat untuk relai diferensial pada sistem Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Barru. Karena relai diferensial merupakan proteksi utama pada transformator maka dari itu penulis melakukan studi penggunaan relai diferensial sebagai sistem proteksi transformator agar settingan relai tersebut tetap dalam keadaan normal tanpa gangguan.Hasil penelitian ini menunjukkan sistem kerja relai diferensialpada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Barru yaitu berdasarkan pada besaran arus gangguan di luar zona. Apabila berdasarkan pada besaran nominal maka arus besar yang melewati sekunder transformator akan merusak peralatan serta setting slope yang tepat untuk relai diferensial agar dalam keadaan normal pada sistem proteksi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Barru sesuai pada besaran arus gangguan di luar zona yaitu sebesar k = 0,533 sampai k = 2.Kata kunci: Relai diferensial, transformator, setting.
Karakteristik dan Efektivitas Alat Pengering Gabah dengan Memanfaatkan Bahan Bakar Biomassa Berupa Sekam Padi Jamal Jamal
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 7, No 1 (2009): April 2009
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.717 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v7i1.1036

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan tingkat efektifitas dari alat pengering gabah dengan menggunakan bahan bakar biomassa berupa sekam padi. Pada prinsipnya alat pengering ini menggunakan pemanas tidak langsung. Fungsi utama alat ini adalah untuk mengeringkan gabah sehingga dapat disimpan dalam waktu yang lama. Sumber panas yang berasal dari tungku pembakaran terlebih dahulu akan memanasi rak, kemudian panas dari permukaan rak akan memanaskan bahan–bahan yang tertata di atas rak pengering. Pemanasan dibantu oleh udara panas yang mengalir pada dinding samping kanan dan kiri ruang pengering. Gas panas sisa pembakaran dialirkan melalui pipa udara panas dan keluar melalui cerobong asap. Untuk meningkatkan pemanfaatan energi panas sisa pembakaran tersebut, aliran gas disalurkan dengan arah melintang melalui bagian tengah ruang pengering, dengan tujuan agar penyebaran panas akan lebih merata ke seluruh bagian ruang pengering. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan yakni mutu produksi gabah dapat dipertahankan karena berada pada ruang tertutup; proses pengeringan dapat dilakukan pada malam hari atau cuaca mendung (hujan); dapat menurunkan kadar air gabah sebesar 3,8 % selama 1 hari (5 jam). Efisiensi rata–rata yang diperoleh dalam pengujian ini adalah 7,155 %.
RANCANG BANGUN ALAT PEMBELAH DURIAN SISTEM PNEUMATIK Abram Tangkemanda; M Najib Sadikin; Febry Damayanto; Leonarjono Leonarjono
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 15, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.657 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v15i1.1177

Abstract

Proses pembelahan buah durian hingga saat ini masih sering menggunakan cara manual yaitu dengan menggunakan benda tajam seperti parang atau pisau. Selain membutuhkan tenaga dan waktu, cara ini dapat melukai tangan karena berhungan langsung dengan benda tajam serta duri pada buah durian yang tajam. Masalah ini dapat diatasi dengan penggunaan alat pneumatik, sehingga kami merancang sebuah alat pembelah durian dengan memanfaatkan sistem pneumatik dimana pengoperasiannya dengan menekan tombol pada katup sehingga mendorong silinder yang disambungkan dengan mata pembelah untuk menekan dan membuka durian.Perancangan ini dilakukan untuk meningkatkan faktor keamanan, waktu produksi yang lebih efisien, serta tidak membutuhkan tenaga yang besar untuk membelah durian. Sehubungan dengan itu, perancangan ini diawali dengan perancangan alat, pembuatan gambar kerja, penyediaan alat dan bahan, pembuatan komponen dan perakitan komponen. Pengumpulam data dilakukan dengan (teknik) pengujian, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisa data statistik yaitu dengan menggunakan teknik pengolahan data kualitatif.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penggunaan alat pembelah durian mampu membelah durian sebanyak 110 buah/jam pada sistem pneumatik dan sebanyak 65 buah/jam pada sistem manual/mekanik.