cover
Contact Name
Dhini Dewiyanti
Contact Email
jlbi@iplbijournals.id
Phone
+628122184048
Journal Mail Official
dhinijlbi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Antropologi 20. Komp. UNPAD. Cigadung. Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia
ISSN : 23019247     EISSN : 26220954     DOI : https://doi.org/10.32315/jlbi
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah dalam bentuk artikel hasil penelitian, artikel diskursus, dan artikel metode penelitian. Ruang lingkup keilmuan yang diwadahi oleh jurnal ini meliputi bidang arsitektur lanskap, arsitektur perilaku dan lingkungan, pengelolaan pembangunan dan pengembangan kebijakan, perancangan arsitektur, perencanaan dan perancangan kota, perencanaan wilayah dan perdesaan, perumahan dan permukiman, sains dan teknologi bangunan, sejarah dan teori arsitektur dan kota, sistem infrastruktur wilayah dan kota, serta bidang keilmuan lingkungan binaan lainnya.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 4 (2018): JLBI" : 7 Documents clear
Arsitektur Nusantara bukan Arsitektur Tradisional maupun Arsitektur Vernakular Octavia, Linda; Prijotomo, Josef
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 7 No. 4 (2018): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.7.4.249

Abstract

Di dalam pembahasan tentang tentang arsitektur di Indonesia sebelum kedatangan Belanda/Eropa, selain istilah arsitektur nusantara, terdapat juga istilah lain seperti arsitektur tradisional dan arsitektur vernakular. Ada kalangan yang menganggap ketiganya sama saja, bisa dipertukarkan satu sama lain. Padahal ketiganya tidak berangkat dari logika dan awal-mula yang sama, sehingga tidak bisa disamakan secara serampangan. Maka kajian ini akan menelusuri ruang lingkup, latar belakang keberadaan dan ranah pengetahuan dari masing-masing: arsitektur tradisional, arsitektur vernakular dan arsitektur nusantara. Hasilnya kemudian bisa dijejerkan untuk diidentifikasi ciri dan esensi pokoknya. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa ketiga label istilah itu ternyata berbeda ranah dan bidang garapnya. Yang paling esensial adalah bahwa hanya arsitektur nusantara yang memiliki pemahaman akan perancangan arsitektur, sedangkan yang lain tidak memiliki pemahaman itu, karena dua yang lain (arsitektur tradisional dan arsitektur vernakular) diturunkan dari bidang ilmu yang ‘bukan’ arsitektur. Dengan demikian, label arsitektur nusantara-lah yang patut dikedepankan untuk menamai arsitektur tersebut, bahkan pengembangannya di masa kini dan masa depan.
Karakter Arsitektur Rumah dan Permukiman Abdi Dalem Kampung Dhondhongan Kotagede Sari, Marchelia Gupita; Atika, Inas Nur
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 7 No. 4 (2018): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.7.4.242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter arsitektur rumah dan permukiman abdi dalem juru kunci di Kampung Dhondhongan Kotagede Yogyakarta. Kampung Dhondhongan adalah permukiman abdi dalem di dekat gapura paduraksa Masjid Mataram Islam Kotagede yang terbagi menjadi dua, yaitu abdi dalem Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan rasionalistik. Setelah peninjauan teori, dilakukan observasi lapangan, meliputi dokumentasi, pengukuran, dan wawancara. Analisis karakter arsitektur rumah tinggal dan permukiman spatial system, physical system, dan stylistic system (sesuai Habraken,1988). Hasil penelitian menunjukkan arsitektur rumah tinggal masih memiliki karakter tradisional Jawa, walau telah terjadi perubahan elemen arsitekturnya. Para abdi dalem masih berusaha mempertahankan norma arsitektur abdi dalem dari kraton, kesederhanaan, dan keseragaman fasad rumah tinggal mereka. Permukiman abdi dalem mempertahankan garis pembagian wilayah kerajaan yang berpengaruh pada perkembangan rumah, orientasi bangunan, dan ruang untuk interaksi sosial. Hal ini merujuk pada posisi abdi dalem sebagai ‘kawula’ bagi Kraton.
Dominasi Konsep Lokal pada Rancangan Karsten Muljadinata, Albertus Sidharta; Antariksa; Salura, Purnama
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 7 No. 4 (2018): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.8.1.1

Abstract

Di dalam perkembangan kota pada era globalisasi ini, terjadi fenomena yang menarik, banyak bagian kota yang chaos dalam perkembangannya, namun terdapat kota yang tetap, tidak berubah. Kota Semarang yang dirancang oleh Herman Thomas Karsten sebagai kota modern mulai tahun 1916, merupakan kota yang tidak berubah karena perkembangan jaman. Sejarah menunjukkan, karya arsitektur yang bertahan adalah yang memiliki aspek lokal dalam konsep rancangannya. Melalui telaah literatur tentang teori kota, arsitektur dan aspek lokal, dan dengan mengambil kasus pada Kota Semarang sebagai kota modern hasil rancangan Karsten, akan didapat dominasi aspek lokal dalam karya Karsten, serta relasi antara aspek lokal dan elemen kota rancangan Karsten. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap konsep Karsten, mengupas semua aspek lokal dalam arsitektur dan kota yang mempengaruhi Karsten, mengungkap dominasi aspek lokal yang terdapat pada kasus studi. Penelitian ini akan memberi manfaat bagi pengembangan keilmuan arsitektur, dan akan memberi wawasan baru kepada para masyarakat akademisi tentang pentingnya aspek lokal pada rancangan kota dan arsitektur. Penelitian ini akan memberi kejelasan, bahwa suatu kota akan tetap bertahan bila arsitektur kotanya memiliki relasi dengan aspek lokal yang ada. Sedangkan bagi masyarakat, penelitian ini akan memberi kontribusi dalam membantu penciptaan lingkungan binaan baru pada artefak benda cagar budaya melalui strategi kerja konservasi arsitektur yang baik.
Investigasi Kinerja Gaya Angin pada Rumah Tradisional Nias Irwanuddin, Irfan
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 7 No. 4 (2018): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.7.4.229

Abstract

Rumah tradisional Nias memiliki sifat yang adaptif terhadap konteks iklim geografis. Meski mulanya rumah ini didesain sebagai bentuk pertahanan, namun secara adaptasi iklim bangunan ini memiliki faktor desain yang unik. Studi kasus dalam kajian ini menggunakan dasar tiga tipologi rumah tradisional Nias (Utara, Tengah, dan Selatan). Masing-masing tipologi tersebut memiliki kesamaan faktor desain, namun dengan perbedaan posisi dan ukuran bukaan, serta geometri massanya masing-masing. Kajian ini berupaya menginvestigasi kinerja gaya angin yang dihasilkan dari rumah tradisional Nias. Metode dalam kajian ini menggunakan analisis deskriptif berbasis simulasi CFD. Hasil penelitian mengungkap adanya perbedaan pola gaya angin pada tiap studi kasus. Selain itu, ditemukan pula korelasi antara faktor geometri denah, geometri atap, posisi, dan jumlah bukaan terhadap gaya angin yang bekerja di dalam ruangan. Perubahan variasi dari bukaan yang bertahap pada faktor desain ketiga studi kasus (Nias Utara-Tengah-Selatan) berdampak pula secara bertahap terhadap kinerja gaya angin pada masing-masing studi kasus.
Pembentukan Pola Jalan dan Pengaruhnya terhadap Konfigurasi Ruang Permukiman Suku Bajo Bone Syarif, Edward
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 7 No. 4 (2018): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.7.4.224

Abstract

Permukiman suku Bajo terletak di pesisir laut Bone, terbentuk karena keterkaitan masyarakat pada perairan. Awalnya permukiman suku Bajo terletak di atas laut pesisir Bone, tetapi akibat terbentuknya jalan lingkar menyebabkan perubahan letak permukiman menjadi di daratan. Hal ini mengakibatkan perubahan konfigurasi ruang permukiman. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh terbentuknya jalan lingkar terhadap konfigurasi ruang permukiman tepi laut suku Bajo Bone. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik analisis diachronic reading yang didukung oleh metode space syntax. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa permukiman suku Bajo Bone berkembang memanjang mengikuti arah perairan. Awalnya terbentuk konfigurasi ruang tidak menyebar (non-distributed) dan membentuk susunan ruang yang terintegrasi, kemudian berkembang membentuk konfigurasi ruang menyebar (distributed) dan membentuk susunan ruang yang tersegregasi. Permukiman suku Bajo akan membentuk susunan ruang yang terintegrasi apabila langsung terhubung dengan laut. Tulisan ini dapat menjadi konsep pengembangan permukiman tepian air yang beradaptasi dengan lingkungan, sosial dan budaya setempat.
Tingkat Keberlanjutan Masyarakat Kampung Biru “AREMA” di Kota Malang Utami, Sri; Ramli, Syamsun; Widiana, Fenny; Santoso, Dian Kartika; Finaldi, Andi
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 7 No. 4 (2018): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.7.4.216

Abstract

Kota Malang merupakan salah satu kota besar di Jawa Timur. Sebagai ciri kota besar maka di Malang juga bermunculan kampung-kampung berciri khas kota, salah satunya Kampung Rembuyung Embong Brantas. Keberadaan Kampung lama dibantaran Sungai Brantas ini telah bermetamorfosa dari kampung berpenampilan heterogen menjadi Kampung yang homogen dengan penampilan “Biru Arema”. Hal ini menjadi menarik karena keberagaman telah menjadi keseragaman penampilan beridentitas klub sepak bola Arema. Sementara perubahan penampilan ini masih mampu menjadi daya tarik wisatawan. Namun perlu dilakukan penilaian terkait tingkat keberlanjutan masyarakatnya. Sesuai format Community Sustainability Assessment (CSA), bagaimana hasil penilaian terhadap tingkat keberlanjutan masyarakat (PKM) Kampung Biru Arema ditinjau dari aspek sosial, spiritual dan ekologis. Lokasi kampung berada di RW 04 dan RW 05, Kelurahan Kidul Dalem, Kota Malang. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan secara yuridis normatif dan pendekatan secara yuridis empiris. Hasil penelitian berupa rekomendasi untuk meningkatkan tingkat kemampuan masyarakatnya.
Pengaruh Badan Air pada Iklim Mikro di Kota Pontianak Syafrina, Andina; Koerniawan, Mochamad Donny
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 7 No. 4 (2018): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.7.4.209

Abstract

Badan air merupakan salah satu potensi softscape pada lingkungan perkotaan yang dapat mempengaruhi ligkungan termal disamping fungsi hidrologis. Beberapa penelitian terdahulu telah mengukur sejauh mana badan air mempengaruhi iklim mikro, sehingga keberadaan badan air dapat menjadi pertimbangan dalam perencanaan suatu kawasan di perkotaan. Namun, saat ini belum banyak diteliti untuk iklim tropis lembab khususnya di Indonesia. Penelitian ini mengambil Kota Pontianak sebagai studi kasus. Penelitian menggunakan metode kuantitatif yang bersifat deskriptif dengan pengumpulan data melalui pengukuran lapangan dan observasi. Data pengukuran lapangan dan observasi kemudian dianalisis menggunakan analisis anova dan regresi. Hasil analisis menunjukkan jarak terhadap badan air, orientasi koridor badan air dan zona waktu memiliki pengaruh yang berbeda terhadap iklim mikro di koridor jalan yang terdapat badan air. Temuan juga menunjukkan pengaruh badan air pada koridor jalan menimbulkan nilai temperatur udara yang bervariasi (dapat lebih tinggi dan lebih rendah).

Page 1 of 1 | Total Record : 7