cover
Contact Name
Dhini Dewiyanti
Contact Email
jlbi@iplbijournals.id
Phone
+628122184048
Journal Mail Official
dhinijlbi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Antropologi 20. Komp. UNPAD. Cigadung. Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia
ISSN : 23019247     EISSN : 26220954     DOI : https://doi.org/10.32315/jlbi
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah dalam bentuk artikel hasil penelitian, artikel diskursus, dan artikel metode penelitian. Ruang lingkup keilmuan yang diwadahi oleh jurnal ini meliputi bidang arsitektur lanskap, arsitektur perilaku dan lingkungan, pengelolaan pembangunan dan pengembangan kebijakan, perancangan arsitektur, perencanaan dan perancangan kota, perencanaan wilayah dan perdesaan, perumahan dan permukiman, sains dan teknologi bangunan, sejarah dan teori arsitektur dan kota, sistem infrastruktur wilayah dan kota, serta bidang keilmuan lingkungan binaan lainnya.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 1 (2019): JLBI" : 6 Documents clear
Identifikasi dan Pola Hubungan Karakteristik Pejalan Kaki Dengan Alasan Berjalan di Sepanjang Jalan Braga Natalia, Tri Widianti; Rohmawati, Tatik
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 8 No. 1 (2019): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.8.1.64

Abstract

Jalan Braga memiliki peran yang sangat penting bagi perkembangan Kota Bandung. Jalan Braga sangat populer di Kota Bandung sejak didirikan pada zaman Kolonial dan menjadi salah satu Jalan yang paling favorit di Kota Bandung. Hal ini meningkatkan aktivitas dan mobilitas pejalan kaki yang cukup tinggi di Jalan Braga. Aktivitas dan mobilitas yang cukup tinggi ini perlu diimbangi dengan fasilitas yang memadai. Fasilitas yang disediakan tentunya harus didasarkan pada aktivitas para pejalan kaki. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi alasan berupa kegiatan yang dilakukan oleh pejalan kaki di sepanjang Jalan Braga serta melihat pola hubungannya dengan karakteristik sosiodemografi. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis dengan metode analisis distribusi dan analisis cluster. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas kegiatan yang paling banyak dilakukan oleh pejalan kaki di trotoar Jalan Braga adalah menikmati suasana Jalan Braga dan alasan ini memiliki hubungan kedekatan dengan pejalan kaki laki-laki yang berjalan bersama keluarga dan pasangan.
Arsitektur Masjid Sunan Gunung Jati Cirebon sebagai Akulturasi Budaya Islam, Jawa, dan Cina Siswoyo, Suhandy; Nuryanto; Mardiana, Riskha
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 8 No. 1 (2019): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.8.1.56

Abstract

Masjid berfungsi tidak hanya sebagai tempat ibadah dan syiar, tetapi juga menjadi tempat untuk mengatur siasat perang melawan penjajah. Peranan Wali Sanga dalam proses menyebarkan agama Islam, ternyata memiliki hubungan yang sangat erat dengan arsitektur masjidnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan karakteristik bentuk arsitektur Masjid Sunan Gunung Jati Cirebon yang dipengaruhi oleh budaya Jawa berakulturasi dengan Cina. Lokasi yang diteliti fokus pada Masjid Sunan Gunung Jati di Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat. Kawasan masjid yang diteliti meliputi: Langgar Agung Karaton Kasepuhan, Masjid Dok Jumeneng, dan Masjid Pajlagrahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskripstif kualitatif dengan cara mengobservasi dan mendeskripsikan kembali kondisi Masjid Sunan Gunung Jati dan kawasannya. Hasil penelitian menunjukkan adanya karakteristik arsitektur yang khas pada Masjid Sunan Gunung Jati, yaitu: (a) Bentuk denah dan tampak yang simetris; (b) Tata ruang luar atau lansekap yang khas Sunda, Jawa berpadu dengan Cina; (c) Material masjid yang semuanya berasal dari alam; (d) Ornamen atau ragam hias masjid sebagai akulturasi Budaya Hindu, Islam, Jawa, dan Cina; (e) Site plan masjid; (f) Struktur dan konstruksi, termasuk akulturasi Islam, Jawa, dengan Cina.
Teknologi Konstruksi Rumah Kayu Tradisional Mandailing Nasution, Irma Novrianty; Alvan, Syahreza; Hadibroto, Bambang; Sarwa
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 8 No. 1 (2019): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.8.1.49

Abstract

Sibanggor Julu merupakan perkampungan tradisional yang terletak di wilayah etnis Mandailing, Sumatera Utara. Perkampungan diwarnai oleh rumah-rumah kayu yang dibangun dengan keterampilan yang turun-temurun. Namun, keterampilan itu perlahan hilang oleh perubahan budaya dan ekonomi. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi, menginventarisasi teknologi dan keterampilan membangun rumah kayu tradisional guna mempertahankan eksistensinya. Kegiatannya antara lain membuat gambar teknis, mengidentifikasi bahan lokal dan keterampilan ketukangan. Metode yaitu eksperimental dan kualitatif yang dijelaskan secara deskriptif analitik. Sumber data diperoleh dari pengamatan, wawancara, literatur, dan pengujian laboratorium. Hasil penelitian ditemukan bahwa bahan bangunan lokal dan cara membangun tradisional masih berlangsung hingga kini. Keberlanjutan teknologi dan keterampilan ketukangan dikhawatirkan berhenti karena ketersediaan bahan lokal dan pergeseran perekonomian masyarakat. Oleh karena itu perlu dilakukan perawatan, perbaikan, pelatihan tukang untuk keberlanjutan pengetahuan tradisonal. Disamping memilih bahan yang memiliki sifat dan kekuatan yang mirip kayu lokal, serta memberi perkuatan pada struktur sebagai upaya mempertahankan pengetahuan dan keterampilan ketukangannya.
Distribusi Pencahayaan Alami di Arya Duta Hotel Makassar Rahim, Ramli; Jamala, Nurul; Latief, Syavir; Hiromi, Rahma
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 8 No. 1 (2019): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.8.1.42

Abstract

Pemanasan global mempengaruhi kondisi langit dan juga mempengaruhi suhu di permukaan bumi. Perubahan kondisi langit mempengaruhi distribusi cahaya ke dalam gedung. Sinar matahari adalah sumber cahaya alami di pagi, siang dan malam hari. Pemanfaatan pencahayaan alami menjadi bangunan, dapat mengurangi penggunaan energi sebagai sumber pencahayaan buatan. Hotel Arya Duta memiliki bentuk unik dari orientasi terhadap sunrise dan sunset, sehingga perlu dianalisis, bagaimana distribusi cahaya ke dalam gedung, sehingga bisa menjadi panduan dalam mendesain bangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana pengaruh posisi, tinggi lantai dan bukaan jendela pada selubung bangunan terhadap distribusi cahaya alami. Metode penelitian kuantitatif adalah menganalisa tingkat iluminasi di dalam dan di luar gedung dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil penelitian adalah tingkat pencahayaan siang hari tergantung pada kondisi langit dan telah mempengaruhi distribusi cahaya ke dalam gedung. Distribusi cahaya meningkat pada ketinggian lantai. Serta membuka jendela pada amplop bangunan (pencahayaan atas dan pencahayaan samping) memiliki efek pada tingkat pencahayaan di gedung. Distribusi cahaya alami akan meningkat pada siang hari, jika kondisi langit tidak berubah dalam satu hari.
Preferensi Masyarakat Sarbagita dalam Membangun Rumah Budhiari, Ni Made Dwi Sulistia; Kasuma, I Putu Agus Wira
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 8 No. 1 (2019): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.8.1.36

Abstract

Pemenuhan kebutuhan perumahan merupakan salah satu indikator capaian keberhasilan Kementerian PUPR dalam bidang perumahan untuk menurunkan angka backlog. Salah satu upaya penyedian perumahan adalah melalui rumah swadaya. Penyedian rumah secara swadaya pada wilayah tertentu umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor budaya dan arsitektur didaerah kelahiran pemilik serta beberapa faktor lainnya. Metodelogi kajian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis crostab atau tabulasi silang untuk mengetahui preferensi yang mempengaruhi masyarakat di wilayah kajian dalam proses membangun rumah. Secara keseluruhan yang memiliki pengaruh terhadap pembangunan rumah berdasarkan preferensi masyarakat adalah jenis kelamin, pendidikan, agama, pekerjaan, tingkat penghasilan. Berdasarkan faktor-faktor atau parameter tersebut akan menghasilkan jawaban masyarakat terkait dengan preferensi membangun rumah dan keterkaitan antar faktor-faktor yang berpengaruh akan menjadi dasar pertimbangan untuk membantu mengeluarkan kebijakan terkait penyediaan rumah.
Transformasi Bentuk dan Material Rumah di Permukiman Pesisir Suku Bajoe di Bone Nadjmi, Nurul; Talaohu, Inya Masita
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 8 No. 1 (2019): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.8.1.29

Abstract

Kebudayaan bermukim dengan lingkungan masyarakat yang berbudayamemberikan nuansa masa lampau yang terbentuk dalam sebuah wujud budaya dan telah diwariskan secara turun-temurun. Dalam perjalanannya budaya tersebut mengalami perubahan dalam proses akulturasi dalam bermukim dari satu individu ke individu yang lain dan juga dari satu generasi ke generasi yang lain. Hal ini di alami oleh Suku Bajoe di Bone. Kebudayaan menjadi bagian yang sangat berpengaruh terhadap bentuk dan material rumah yang ada. Yang mana terdapat nilai-nilai filosofi tersendiri terhadap bentuk dan material rumah serta merupakan faktor yang mentransformasi bentuk rumah pada permukiman Suku Bajoe di Bone. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana transfomasi terhadap bentuk dan material pada rumah dipermukiman pesisir Suku Bajoe yang berada di tiga tempat yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sehingga didapatkan bentuk transformasi yang terjadi pada bentuk dan material rumah pada permukiman Suku Bajoe.

Page 1 of 1 | Total Record : 6