cover
Contact Name
Fata Asyrofi Yahya
Contact Email
cendekia@iainponorogo.ac.id
Phone
+6285746318270
Journal Mail Official
cendekia@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka 156, Kec. Siman, Kab. Ponorogo
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Cendekia: Jurnal Kependidikan dan Kemasyarakatan
ISSN : 16931505     EISSN : 2477796X     DOI : http://dx.doi.org/10.21154/cendekia
Cendekia: Jurnal Kependidikan dan Kemasyarakatan is a reputable journal published by the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, The State Islamic Institute of Ponorogo (IAIN Ponorogo), Indonesia. The focus of this journal deals with a broad range of topics related to education in Islamic civilization. Cendekia invites scientists, scholars, researchers, as well as professionals to publish their research in our journal. This journal publishes high quality empirical and theoretical research articles reviewed by the leading experts in the fields. The incoming papers will be selected based on great scientific studies, valuable new insights, and captivating the community in education in Islamic civilization.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 2 (2021)" : 5 Documents clear
The Portrait of Local Wisdom Values in Constructing Character Education Management in Indonesia Tri Setyo; Sri Minarti; Ahmad Fauzi
Cendekia: Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol 19, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.559 KB) | DOI: 10.21154/cendekia.v19i2.2974

Abstract

This study aims to interpret the value of local madrasa wisdom. Habitualization of these values is then used as social capital in building a character education management paradigm. It is based on various problems faced in Islamic education management. Thus, to provide a holistic and in-depth understanding, this research used a qualitative approach with the social construction theory of Peter L. Berger. It was through the dialectical relationship between externalization, objectivation, and internalization. This study found that 1) madrasa local wisdom is essentially a manifestation of the Qur'an as a (belief system) and becomes the basis for managing Islamic education; 2) madrasa local wisdom, such as; honesty, discipline, togetherness, commitment, simplicity, independence, sincerity, leadership, hard work, and responsibility, understood as positive energy and internalized in the madrasa environment; 3) habitualization of the value of local wisdom of madrasa, is a social capital which is then transmitted in the management of Islamic education so that it can influence all practical individual social thoughts and actions in the organization.   Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan dan memaknai nilai kearifan lokal madrasa, habitualisasi nilai tersebut kemudian dijadikan sebagai modal sosial dalam membangun paradigma manajemen pendidikan karakter, hal ini didasarkan atas pelbagai persoalan di bidang pengelolaan pendidikan Islam baik secara fondasional maupun operasional dan belum terselesaikan. Demikian untuk memberikan  pemahaman secara holistik dan mendalam, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori konstruksi sosial Peter L. Berger, melalui hubungan dialektis antara eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan; 1) kearifan lokal madrasa pada hakikatnya merupakan manifestasi dari al-Qur’an sebagai (belief system) dan menjadi dasar pengelolaan pendidikan Islam; 2) kearifan lokal madrasa, seperti; kejujuran, kedisiplinan, kebersamaan, komitmen, kesederhanaan, kemandirian, keikhlasan, kepemimpinan, bekerja keras dan tanggung jawab, difahami sebagai energi positif dan di internalisasikan dalam lingkungan madrasa; 3) habitualisasi nilai kearifan lokal madrasa, merupakan sebuah modal sosial (social capital) yang kemudian ditransmisikan dalam pengelolaan  pendidikan Islam, sehingga dapat mempengaruhi seluruh pemikiran dan tindakan sosial individu yang efektif dalam organisasi.
Paradigm of H.A.R Tilaar Thinking About Multicultural Education in Islamic Pedagogy and Its Implication in the Era Pandemic Covid-19 Firman Mansir; Ben Wadham
Cendekia: Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol 19, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.328 KB) | DOI: 10.21154/cendekia.v19i2.2612

Abstract

This research investigates the importance of pedagogical-based multicultural education in social life, particularly in Islam. A multicultural study is not a new thing, but it has limited implementation. Based on the theory of H.A.R Tilaar about multicultural education, it has inherently existed since this Indonesian nation existed. The state philosophy of the Republic of Indonesia is unity in diversity (Bhinneka Tunggal Ika), cooperation helping each other, and respect one another. It can be seen from the chronological portrait of this nation that there are various foreign tribes and continues to acculturate with the indigenous people. Multicultural education gives hope in dealing with various turmoil which happened recently. This study employed qualitative research. The analysis method and the source were taken from the literature study. Thus, the research sources were taken from literature by using a qualitative approach. Hence, the researcher explored the number of data, both primary and secondary data. They used concrete steps, such as reading and examining the primary data in-depth, such as research results, journals, thesis, or dissertations related to multicultural and Islamic education. Consequently, multicultural education is a necessity in educational institutions. Penelitian ini mengkaji pentingnya pendidikan multikultural yang berbasis pada pedagogik dalam kehidupan sosial khususnya dalam Islam. Kajian multikultural bukan sesuatu yang baru, namun implementasinya dapat dihitung waktunya. Dalam pemikiran H.A.R Tilaar tentang pendidikan multikultural secara inhern sudah ada sejak bangsa Indonesia ini ada. Falsafah bangsa Indonesia adalah bhineka tunggal ika, suka gotong royong, membantu, dan menghargai antar satu dengan yang lainnya. Betapa dapat dilihat dalam potret kronologis bangsa ini yang sarat dengan masuknya berbagai suku bangsa asing dan terus berakulturasi dengan masyarakat pribumi. pendidikan multikultural memberikan secercah harapan dalam mengatasi berbagai gejolak masyarakat yang terjadi akhir-akhir ini. Pendidikan multikultural adalah pendidikan yang senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai, keyakinan, heterogenitas, pluralitas dan keragaman, apapun aspeknya dalam masyarakat. Dengan demikian, pendidikan multikultural yang tidak menjadikan semua manusia sebagai manusia yang bermodel sama, berkepribadian sama, berintelektual sama, atau bahkan berkepercayaan yang sama pula. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dimana cara menganalisis dan mengambil sumber melalui studi pustaka. Dalam artian yaitu penelitian yang bersumber dari bahan-bahan kepustakaan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Oleh karena itu, yang dilakukan adalah eksplorasi terhadap sejumlah data baik itu data primer maupun data sekunder dengan langkah konkret sebagai berikut: membaca serta menelaah secara mendalam data primer seperti buku yang merupakan hasil penelitian, Jurnal, tesis maupun disertasi yang terkait dengan pendidikan multikultural dan pendidikan Islam. Karena itu, pendidikan multikultural merupakan suatu keniscayaan dalam lembaga pendidikan.
The Utilization of Social Media in the State Islamic Universities in Indonesia Muhammad Munadi; Fauzi Annur
Cendekia: Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol 19, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.595 KB) | DOI: 10.21154/cendekia.v19i2.2707

Abstract

This study aims to determine the trend of followers of each social media and the use of social media at four State Islamic Universities (UIN) in Indonesia. This study used a content analysis approach with data from websites. These documents could be downloaded from websites related to social media. The sample taken was four UIN which have relatively active social media in updating. Data validity was done by validating data internally as well as cross-data. The data analysis used interactive analysis and descriptive statistical analysis. Moreover, the results showed that the use of social media was varied. Facebook and Instagram were for academic activities, including promotion for prospective new students. It dominantly occurs in all research locations and is balanced with the content of national and religious activities.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui trend followers masing-masing media sosial, serta penggunaan media sosial di 4 Perguruan Tinggi Islam Negeri (UIN) di Indonesia yang fokus pada masing-masing pulau satu UIN. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis isi dengan data dari website berupa dokumen yang dapat diunduh dari website yang berhubungan dengan media sosial. Sampel yang diambil adalah 4 UIN yang memiliki media sosial yang relatif aktif melakukan update. Validitas data dilakukan dengan validasi data secara internal maupun data silang. Analisis data menggunakan analisis interaktif dan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial bervariasi, di Facebook dan Instagram untuk kegiatan akademik termasuk promosi untuk calon mahasiswa baru dominan terjadi di semua lokasi penelitian dan diimbangi dengan konten ucapan kegiatan nasional dan keagamaan. 
Islamic Religious Education for Children in Javanese Family: A Study of Ethno Phenomenology Rochmah, Elfi Yuliani; Chaer, Moh. Toriqul; Suud, Fitriah M.; Sukatin, Sukatin
Cendekia: Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol 19, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.711 KB) | DOI: 10.21154/cendekia.v19i2.3415

Abstract

This study aims to determine the Islamic religious education of children within Javanese families in Krajan Hamlet, Jogorogo District, Ngawi Regency, East Java, Indonesia. This study employed an ethno phenomenological approach. It focuses on the ethnographer's work model using a phenomenological approach to deeply understand cultural and religious experiences. The data collection techniques used were in depth interviews, participant observation, literature study, documentation, and active listening, all of which contributed to obtaining rich and comprehensive data. The findings reveal that Javanese families uphold the cultural philosophy of narima ing pandhum—an attitude of accepting destiny with sincerity and gratitude—as a foundational moral principle, aiming to prevent negative thoughts, feelings, and behaviors. The core educational content centers on ‘Aqidah (creed), Ibadah (worship), and Akhlaq (morality), taught through habituation, advice, and role modeling by parents and elders. Furthermore, the study highlights how Javanese identity is shaped from early childhood by cultivating communal values such as mutual assistance, empathy, generosity, and simplicity, which are consistently reinforced and passed down across generations.
The Strategy of Developing Multicultural Education Faisal Rahman; Uus Ruswandi; Mohamad Erihadiana
Cendekia: Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol 19, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.062 KB) | DOI: 10.21154/cendekia.v19i2.2920

Abstract

This article aims to develop a multicultural education strategy in Islamic education. It accommodates the urgency of contemporary needs. It plays a vital role in Islam rahmatan lil 'alamin. In addition, it describes Islamic educators' interpretation transformation using a creative, inclusive, relevant multicultural approach in teaching-learning. This research employed qualitative research. The data were collected through some literature, such as books, articles, and publications. The findings found that the teachers should be equipped with some competencies and skills. They include understanding yourself, developing intercultural/competence, becoming empathic, understanding immediacy, adopting an integrated approach to instruction dan using nondiscriminatory assessment strategies. Developing a multicultural strategy is a step ahead to take Islamic educators' attention. They are also involved in initiating to prevent extremism and strengthen religious moderation.     Artikel ini adalah sebuah diskursus pengembangan strategi pendidikan multikultural yang bertujuan menawarkan kepada pendidik agama Islam merespon positif melangkah dan mengakomodasi urgenitas kebutuhan kekinian untuk berperan penting pada sebuah agama yang rahmatan lil ‘alamin. Tulisan ini ingin melihat transformasi interpretasi pelaku pendidik agama Islam dengan pendekatan multikultural yang kreatif, inklusif, relevan dalam pembelajaran dan pengajaran yang bermakna. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, sedang pengumpulan data dihimpun melalui studi kepustakaan berupa buku-buku, artikel. dan publikasi. Hasil penelitian ini menemukan unsur kompetensi dasar dalam pengembangan penguasaan understanding yourself, developing intercultural/competence, becoming empathic, understanding immediacy, adopting an integrated approach to instruction dan using nondiscriminatory assessment strategies. Pengembangan strategi multikultural ini menjadi pilihan satu langkah maju merangkak untuk mengetuk hati pendidik agama Islam lebih peduli dan terlibat dalam inisiatif pencegahan ekstremisme dan penguatan moderasi beragama 

Page 1 of 1 | Total Record : 5