cover
Contact Name
Esi Emilia
Contact Email
esiemilia@unimed.ac.id
Phone
+6281380427767
Journal Mail Official
jurnalgizikuliner@unimed.ac.id
Editorial Address
Jl. Willem Iskandar / Pasar V, Medan, Sumatera Utara, Indonesia Kotak Pos 1589, Kode Pos 20221
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary)
ISSN : -     EISSN : 27754650     DOI : https://doi.org/10.24114/jnc.v2i2
Core Subject : Health,
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) merupakan jurnal tentang gizi dan kuliner nusantara maupun internasional yang dikelola oleh Program Studi S1 Gizi Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan. Fokus jurnal ini meliputi gizi dan pangan, manajemen pelayanan makanan, gizi klinis dan dietetik, serta gizi masyarakat. Jurnal Gizi dan Kuliner terbit 2 kali dalam setahun
Articles 133 Documents
Development of Food Seasoning Powder from Subgrade Fish Cracker with Red Spinach (Amaranthus tricolor L.) Mansoor Abdul Hamid; Nur Atikah Zulkefli; Rozekin Suratman; Oslida Martony
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol. 3 No. 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v3i2.45341

Abstract

The subgrade of fish crackers known as amplang refers to some parts of amplang that do not meet the standard but can still be consumed and sold at a lower price, so it has contributed to the decrease in company profits. This study intends to develop a food seasoning powder created from the subgrade of amplang fish crackers with the addition of red spinach (Amaranthus tricolor L.). Five formulations were developed with amplang powder and red spinach powder in the range of 36.66% to 66.66% and 0% to 30%, respectively. The best formulation is chosen based on sensory evaluation, followed by nutritional analysis and storage stability. Formulation 4 was chosen as the best, which consists of 41.60% subgrade amplang powder with 25% red spinach powder. The proximate analysis showed the F4 contained 6.18% moisture, 0.64% ash, 9.83% crude fat, 12.69% protein, 9.88% crude fibre, 47.27% dietary fibre, 61.46% carbohydrate, and a calorie content of 404.83 kcal/100 g, which significantly increased in ash, protein, and crude fibre contents compared to the control sample. Water activity (AW), colour and microbiological status showed no significant changes (p > 0.05) throughout the eight weeks of storage indicated that sample was stable during storage periods. Therefore, the development of this seasoning powder can be used as an alternative for amplang subgrade to be upgraded with better acceptability and enhance its nutritional value, which is beneficial to the consumer.
Studi literatur: Pola Makan dan Risiko Infark Miokard Akut (IMA) Theresia Nindi Sukmasari; Brigitte Sarah Renyoet
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol. 3 No. 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v3i2.48521

Abstract

Infark miokard akut merupakan penyakit jantung yang dikarenakan adanya penyumbatan akibat terbentuknya plak pada pembuluh darah. Salah satu penyebab infark miokard akut adalah pola makan yang kurang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan gambaran mengenai hubungan pola konsumsi makan dengan kejadian infark miokard akut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literatur review menggunakan database di Google Scholar NCBI dan PLOS ONE, dengan kata kunci menggunakan bahasa inggris dan bahasa Indonesia. Pola makan yang tinggi lemak, bernatrium yang tidak diimbangi dengan aktivitas fisik serta diikuti dengan proses penggolahan makan yang tidak baik dan waktu makan yang tidak tepat dapat berdampak buruk terhadap infark miokard akut. Diet yang disarankan adalah diet mediterania, yang tinggi akan konsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, sereal dan biji-bijian serta penggunaan minyak zaitun sebagai sumber lemak.
Studi Literatur: Diet Mediterania Mempengaruhi Acute Myocardial Infarction (AMI)? Teodora Tesalonika S. Tandiupa; Brigitte Sarah Renyoet
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol. 3 No. 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v3i2.48522

Abstract

Penyakit kardiovaskular menjadi penyebab utama kematian secara global, dimana salah satunya yaitu Infark Miokard Akut yang merupakan penyakit yang disebabkan oleh penyumbatan aliran darah ke otot jantung, yang mengakibatkan otot jantung tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh. Perlunya suatu perubahan terkait hal tersebut dengan mengubah cara pemilihan makanan, salah satunya dengan diet mediterania. Diet mediterania merupakan diet dari wilayah mediterania, yang menekankanpada konsumsi buah, sayuran, biji-bijian, minyak zaitun dan pengurangan konsumsi daging dan olahannya. Diet ini mampu menurunkan kejadian akibat penyakit kardiovaskular. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh diet mediterania pada IMA. Metode: Penelitian ini menggunakanmetode studi literatur atau literature review dengan menganalisis lima jurnal terkait. Hasil: kepatuhan terkait diet mediterania dapat mempengaruhi IMA baik secara primer maupun sekunder. Kesimpulan : Diet mediterania dapat mempengaruhi IMA, dimana kandungan antioksidan dan antiinfalmasi dapat menurunkan kejadian IMA.
Pengaruh Penggunaan Tepung Labu Kuning (Cucurbita Moschata) Terhadap Kualitas Almond Crispy Yuni Anggita Putri; I Gusti Ayu Ngurah Singamurni; Mahdiyah Mahdiyah
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol. 3 No. 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v3i2.48759

Abstract

Pertumbuhan labu kuning di Indonesia cukup tinggi, kondisi ini hendaknya dibarengi dengan pemanfaatan secara optimal salah satunya dengan diolah menjadi tepung. Oleh sebab itu dilakukan penelitian untuk mengetahui apakah tepung labu kuning dapat dioptimalkan dalam pembuatan berbagai jenis produk termasuk pada almond crispy. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan tiga jenis perlakuan yaitu almond crispy dengan penggunaan tepung labu kuning sebanyak 20%, 40%, dan 60%, almond crispy kemudian diujikan kepada lima orang panelis ahli menggunakan uji organoleptik berupa uji mutu hedonik terhadap aspek warna, aroma, rasa, tekstur, kerapuhan, dan ketebalan. Hasil analisis menunjukkan ketiga persentase tepung labu kuning memperoleh nilai terbaik untuk aspek rasa manis. Nilai terbaik untuk aspek warna ialah pada penggunaan tepung labu kuning sebanyak 60%. Nilai terbaik untuk aspek aroma butter dan ketebalan ialah pada penggunaan tepung labu kuning sebanyak 20% dan 40%. Nilai terbaik untuk aspek kerapuhan ialah pada penggunaan tepung labu kuning sebanyak 40% dan 60%. Nilai terbaik untuk aspek aroma labu kuning ialah pada penggunaan tepung labu kuning sebanyak 20%. Nilai terbaik untuk aspek tekstur, rasa butter, dan rasa labu kuning ialah pada penggunaan tepung labu kuning sebanyak 40%. Dapat disimpulkan bahwa almond crispy dengan penggunaan tepung labu kuning sebanyak 40% merupakan produk dengan kualitas organoleptik terbaik. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan tepung labu kuning dapat dioptimalkan dalam p
Hubungan Status Imunisasi dan Kesehatan dengan Status Gizi pada Balita di Kelurahan Titi Papan Kota Medan Muhammmad Edwin Fransiari; Erni Rukmana; Tyas Permatasari; Yatty D. Sandy
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol. 3 No. 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v3i2.48887

Abstract

Di Indonesia salah satu masalah kesehatan yang sedang hadapi saat ini merupakan masalah status gizi pada balita. Kementerian Kesehatan Republik Indonsia melalui Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 memberikan gambaran status gizi balita (stunting, wasting, underweight, Overweight) menyatakan bahwa nilai stunting 21,6 %, nilai wasting 7,7%, nilai underweight 17,1% dan nilai overweight 3,5%. Anak yang tidak divaksinasi tidak memiliki kekebalan terhadap penyakit menular, sehingga anak menjadi sakit, dan hal ini dapat menyebabkan penurunan status gizi anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status imunisasi dan kesehatan dengan status gizi pada balita di kelurahan Titi Papan Kota Medan. Jenis dan desain penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan desain potong lintang. Penelitian dilaksanakan di bulan Juli 2022 di Kelurahan Titi Papa Kota Medan. Populasi dari penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak usia 12-60 bulan di Kelurahan Titi Papan Kota Medan. Subjek penelitian diambil secara purposive sampling dengan jumlah 92 balita. Analis data menggunakan chi-square dengan taraf signifikasin p = 0,05. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan status imunisasi dan kesehatan dengan status gizi. Imunisasi yang tidak lengkap dapat menyebabkan status gizi kurang pada balita. Ada faktor lain yang harus diperhatikan dari penyebab status gizi kurang pada Balita yaitu asupan gizi yang tidak seimbang dan penyakit infeksi.
Pengaruh Substitusi Tepung Biji Alpukat terhadap Daya Terima dan Kadar Serat Cookies Alfi Rekhajanani; Mohammad Jaelani; Zuhria Ismawanti; Setyo Prihatin; Ria Ambarwati; Enny Rahmawati
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol. 5 No. 1 (2025): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK : Asupan serat yang rendah di Indonesia merupakan salah satu penyebab terjadinya penyakit degeneratif. Perlu upaya meningkatkan asupan serat dengan menambahkan bahan pangan tinggi serat pada makanan, yaitu substitusi tepung biji alpukat dalam cookies. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung biji alpukat (Persea americana Mill.) terhadap daya terima dan kadar serat cookies Penelitian ini merupakan penelitian experimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Substitusi tepung biji alpukat dalam cookies yaitu F0 (0%), F1 (10%), F2 (20%), F3 (30%), F4 (40%), dan F5 (50%) dengan dua kali ulangan. Uji daya terima panelis menggunakan uji hedonik dengan 5 skala (sangat tidak suka, tidak suka, agak suka, suka, dan sangat suka), kemudian dianalisis menggunakan uji Friedman. Uji kadar serat menggunakan metode multienzim, dianalisis dengan uji beda One Way ANOVA, dan uji lanjut Tuckey. Hasil uji Friedman menunjukan terdapat perbedaan signifikan pada uji hedonik pada warna, aroma dan rasa, sedangkan tekstur tidak menunjukan perbedaan signifikan. Ada perbedaan kadar serat pada cookies substitusi tepung biji alpukat, dengan kadar serat tertinggi pada F5 (50%) dan terendah pada F0 (0%) yang menunjukan semakin tinggi substitusi tepung biji alpukat, akan semakin tinggi kadar seratnya. Cookies dengan daya terima tertinggi adalah cookies dengan substitusi 30% tepung biji alpukat, serta unggul dalam aspek warna dan tekstur. Reformulasi cookies diperlukan untuk meningkatkan kualitas dalam segi rasa. Kata kunci: Daya terima; Serat; Cookies tepung biji alpukat
Hubungan Aktivitas Sedentary dan Asupan Energi Dengan Status Gizi Anak Usia 10-11 Tahun di SD Swasta Harapan Paya Bakung Melly Khairunnisa Aqilla; Esi Emilia; Juliarti; Yatty Destani Sandy; Edy Marjuang Purba
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol. 5 No. 1 (2025): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK : Status gizi anak di Indonesia yang tidak optimal masih menjadi masalah di beberapa tahun terakhir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas sedentary dan asupan energi dengan status gizi anak usia 10-11 tahun di SD Swasta Harapan Paya Bakung. Desain penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional menggunakan teknik total sampling dengan 42 responden siswa/siswi usia 10-11 tahun di SD Swasta Hrapan Paya Bakung. Teknik mengumpulkan data menggunakan kuesioner, pengukuran berat badan dan tinggi badan. Pengukuran Aktivitas Sedentary menggunakan Adolescent Activity Questionnaire (ASAQ) 7x24 jam. Pengukuran Asupan Energi menggunakan Food Recall 3x24 Jam. Pengukuran Status Gizi menggunakan Microtoise dan Timbangan Digital. Teknik analisis data secara deskriptif, uji Kolerasi Pearson, dan Uji Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara aktivitas sedentary dan status gizi, dengan nilai koefisien korelasi r=0,476 dan p-value=0,001 . Asupan energi dengan status gizi juga memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan nilai koefisien korelasi r=0,871 dan p-value=0,000. Hasil iji regresi linier berganda menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara aktivitas sedentary dan asupan energi dengan status gizi dengan persamaan Y=-9.368 + 0,146X1 + 0,076X2 dan nilai adjust r square 0,766. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa aktivitas sedentary dan asupan energi berhubungan dengan status gizi anak usia 10-11 tahun di SD Swasta Harapan Paya Bakung.
Intermittent Fasting sebagai Intervensi Diet: Efek terhadap Kesehatan dan Penurunan Berat Badan Nur Dia Safira
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol. 5 No. 1 (2025): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK : Intermittent fasting (IF) telah menjadi metode diet yang populer dan efektif dalam meningkatkan kesehatan metabolik serta mendukung penurunan berat badan. Metode ini melibatkan pembatasan waktu makan, di mana individu mengonsumsi makanan dalam jendela waktu tertentu, seperti 8 jam sehari, diikuti dengan periode puasa selama 16 jam. Penelitian menunjukkan bahwa IF dapat mengurangi asupan kalori secara keseluruhan, meningkatkan sensitivitas insulin, dan memperbaiki profil lipid dalam darah. Selain itu, IF berpotensi menurunkan risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Proses autofagi yang dipicu oleh IF juga berkontribusi pada perbaikan sel dan pengurangan peradangan, serta meningkatkan fungsi kognitif. Dalam studi ini, kami menganalisis berbagai penelitian yang mengevaluasi efek IF pada kesehatan metabolik dan perubahan berat badan. Hasil menunjukkan bahwa IF tidak hanya efektif dalam menurunkan berat badan, tetapi juga berkontribusi pada perbaikan parameter metabolik seperti kadar gula darah dan kolesterol. Dengan meningkatnya prevalensi obesitas dan gangguan metabolik di seluruh dunia, IF menawarkan pendekatan yang menjanjikan untuk pengelolaan berat badan yang berkelanjutan dan peningkatan kesehatan secara keseluruhan. Oleh karena itu, IF dapat dianggap sebagai strategi diet yang relevan dan bermanfaat bagi individu yang ingin meningkatkan kesehatan mereka secara menyeluruh. Kata kunci : intermittent fasting, kesehatan metabolik, penurunan berat badan, obesitas, profil lipid.
Pengaruh Penambahan Puree Ubi Jalar Kuning pada Pembuatan Hamburger Buns terhadap Kualitas Fisik dan Organoleptik Abthal Adliwan; Cucu Cahyana; Mutiara Dahlia
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol. 5 No. 1 (2025): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan puree ubi jalar kuning pada pembuatan hamburger buns terhadap kualitas fisik dan organoleptik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan 3 perlakuan penambahan puree ubi jalar kuning yang berbeda sebesar 10%, 20%, dan 30%. Analisis organoleptik dilakukan dengan menggunakan uji mutu hedonik terhadap aspek volume, warna kulit, karakteristik kerak, karakteristik kulit, warna remah, pori-pori, tekstur remah, aroma ubi, rasa, rasa keseluruhan, dan kualitas pengunyahan yang diujikan kepada 45 orang panelis agak terlatih. Hasil uji organoleptik pada penelitian ini menunjukan bahwa pada hamburger buns dengan penambahan puree ubi jalar kuning sebanyak 10% memiliki nilai rata-rata tertinggi pada aspek volume. Hamburger buns dengan penambahan puree ubi jalar kuning 20% memiliki nilai rata-rata tertinggi pada aspek karakteristik kulit, tekstur remah, rasa, rasa keseluruhan, dan kualitas pengunyahan. Hamburger buns dengan penambahan puree ubi jalar kuning dengan penambahan puree ubi jalar kuning 30% memiliki nilai rata-rata tertinggi pada aspek warna kulit, karakteristik kerak, warna remah, dan pori-pori. Pada aspek aroma ubi penambahan puree ubi jalar kuning 10%, 20%, dan 30% memiliki nilai rata-rata yang sama. Hasil uji fisik pada penelitian ini menunjukan bahwa penambahan puree ubi jalar kuning 10% meminili nilai rata-rata tertinggi pada aspek volume. Pada aspek tinggi roti hamburger buns dengan penambahan puree ubi jalar kuning 20% dan 30% memiliki nilai rata-rata tertinggi. Berdasarkan hasil analisis formula yang direkomendasikan dalam pembuatan hamburger buns adalah penambahan puree ubi jalar kuning sebanyak 10%. Kata kunci: hamburger buns, organoleptik, puree ubi jalar kuning, kualitas fisik
Formulasi Modifikasi Praline Filling Arang- Arang Kambang: Peningkatan Nilai Tambah Produk Febriani Putri Dina Nur Fadiah
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol. 5 No. 1 (2025): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati, termasuk hasil panen seperti beras ketan hitam dan beras ketan putih. Potensi beras ketan hitam dan beras ketan putih sebagai bahan pangan fungsional belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk praline dengan memanfaatkan ekstrak makanan berbahan dasar beras ketan hitam dan beras ketan putih, yakni arang-arang kambang sebagai bahan isian, serta mencari tahu konsentrasi ekstrak yang optimal untuk menghasilkan praline dengan kualitas terbaik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah konsentrasi ganache ekstrak arang-arang kambang (25%, 50%, dan 75%), sedangkan variabel terikatnya adalah sifat fisik, kimia, dan sensoris praline. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak arang-arang kambang signifikan terhadap warna, aroma, dan rasa praline. Konsentrasi ekstrak 25% menghasilkan filling dengan tekstur yang terlalu lembek dan rasa yang terlalu manis, tidak berasa ketannya sehingga kurang diminati oleh panelis. Konstentrasi penambahan ekstrak 50% menghasilkan filling dengan warna menarik, ketan dan santan yang khas, serta rasa yang unik dan cocok dilidah panelis. Selain itu, praline dengan konsentrasi ekstrak 75% juga memiliki sifat fisik yang baik, namun memiliki tekstur yang sedikit keras. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak arang-arang kambang berpotensi sebagai bahan tambahan pada produk praline, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah produk dan memberikan alternatif pilihan bagi konsumen yang menginginkan produk pangan fungsional. Kata Kunci: Praline, Beras Ketan Hitam, Beras Ketan Putih, Arang-Arang Kambang