Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat
Jurnal Andaliman : Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat (JGPKM) adalah jurnal ilmiah di bidang gizi. JGPM merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi Gizi Universitas Negeri Medan. Jurnal ini published setiap 6 bulan sekali yaitu pada bulan Juli dan Desember. JGPKM merupakan jurnal yang berfokus pada penelitian dan studi literatur terkait gizi, pangan dan masyarakat. Adapun JGPKM menerima bidang-bidang penelitian terkait Gizi Pangan, Gizi Klinik, Gizi Masyarakat, dan Gizi Institusi Komersial dan Non Komersial
Articles
46 Documents
The relationship of parenting patterns for toddlers recipient of BLT (Direct Cash Assistance) with Nutritional Status in Tanjung Ibus Hinai Kiri Langkat Village
Anistya Tri Noveria
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol 2, No 2 (2022): : EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jgpkm.v2i2.39605
The efforts to achieve good nutritional status in children under 5 years of age certainly cannot be separated from the monitoring and supervision of parents, especially mother. Mothers have an important role in childrens’s health in terms of providing food and parenting. The aim of this study was to know the relationship between mother’s parenting style and nutritional status of child at Desa Tanjung Ibus Hinai Kiri Langkat. This study used a cross-sectional design with a sample of 47 mothers who have children aged 12-59 months which taken using a purposive-sampling technique. Analysis of data was carried out using descriptive test and Rank-Spearman correlation test. The results of this study showed that 68,09% toodler are malnourished and 31,91% toddlers have normal nutrition. Parenting style based on mother’s parenting are mostly in less category is 70,21%. There is a significant relationship between maternal parenting ang nutritional status of toddlers with a correlation coefficient value is 0,704 (p=0,000).
Tempe sebagai Pangan Fermentasi Khas Indonesia : Literature Review
Okti Hajeng Kristiadi
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol 2, No 2 (2022): : EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jgpkm.v2i2.40334
Tempe adalah makanan yang familiar bagi masyarakat Indonesia yang terbuat dari kedelai difermentasi. Masyarakat mengonsumsi tempe karena nutrisinya yang tinggi dan produksinya pun mudah. Kedelai diberi ragi kapang Rhizopus sp. lalu difermentasi kurang lebih 48 jam untuk menghasilkan tempe yang utuh. Rhizopus oligosporus dan Rhizopus oryzae merupakan jenis kapang yang paling banyak ditemukan pada tempe. Fermentasi pada tempe menyebabkan terhidrolisisnya karbohidrat, protein, dan lemak pada kedelai oleh enzim hidrolitik yang dihasilkan oleh Rhizopus sp. Berbagai senyawa bioaktif yang bersifat antibakteri juga terbentuk pada proses fermentasi kedelai tempe oleh kapang. Metode produksi tempe terbilang mudah dan masih banyak diproduksi secara tradisional oleh masyarakat Indonesia yang diawali dengan membersihkan kedelainya. Tahap akhir dari produksi tempe adalah tahap fermentasi itu sendiri dan membungkusnya dengan pembungkus tertentu. Jenis pembungkus dapat berupa daun maupun plastik. Namun masing – masing jenis pembungkus memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Jenis pembungkus perlu dipertimbangkan mengingat faktor ini menentukan kualitas produk dan sifat fisik dari tempe hasil fermentasi kedelai oleh Rhizopus sp. Tempe berpotensi sebagai pangan fungsional mengingat kandungan nutrisi, senyawa bioaktif, dan manfaat yang didapatkan dengan mengonsumsi tempe.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Keamanan Pangan Dengan Perilaku Pembelian Jajanan Online Siswa SMA Labschool Rawamangun
Rizqi Yoman Pratama;
Alsuhendra Alsuhendra;
Ridawati Ridawati
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol 3, No 1 (2023): : EDISI JULI
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jgpkm.v3i1.43894
Anak usia sekolah menengah cenderung mempunyai kebiasaan membeli makanan ringan atau jajanan terutama pada masa pandemi Covid-19. Anak usia sekolah menengah yang sudah mengenal teknologi dapat membeli jajanan secara online yang dikehendaki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap tentang keamanan pangan dengan perilaku pembelian makanan jajanan secara online oleh siswa SMA Labschool Rawamangun pada masa pandemi Covid-19 tahun 2021. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode analisis data sekunder yang memanfaatkan data kuantitatif maupun kualitatif yang sudah ada untuk menemukan permasalahan baru atau menguji hasil penelitian terdahulu. Sampel penelitian ini adalah siswa SMA Labschool Rawamangun sebanyak 30 responden. Data diambil berdasarkan data penelitian Alsuhendra tahun 2021 terkait tingkat pengetahuan, kepedulian dan sikap siswa SMA di Jakarta Timur tentang keamanan pangan dan hubungannya dengan perilaku pembelian makanan jajanan secara pesan antar dalam jaringan (daring). Hasil penelitian dari 30 responden menunjukkan persentase pengetahuan tentang keamanan pangan baik sebanyak 70%, sementara sikap tentang keamanan pangan yang baik 90% dan perilaku pembelian makanan jajanan secara online pada masa pandemi Covid-19 yang baik sebesar 50%. Hasil uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap tentang keamanan pangan dengan perilaku pembelian makanan jajanan secara online oleh siswa SMA Labschool pada masa pandemi Covid-19 (rhitung = 0,615; koefisien determinasi 37,8%). Hasil penelitian diharapkan siswa SMA Labschool Rawamangun mempertahankan atau meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang keamanan pangan dalam berperilaku saat membeli jajanan secara online terlebih setelah masa pandemi Covid-19 selesai agar terhindar dari jajanan tidak aman.
The Relationship Between Food Availability And Diversity to The Nutritional Status Of Adolescents In Bekasi
Khoirul Anwar;
Fitri Kusumaningtyas
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol 3, No 1 (2023): : EDISI JULI
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jgpkm.v3i1.47184
Adolescence is a phase that has the second highest growth rate after early childhood. Adequate adolescent nutritional intake will support good nutritional status. Nutritional status in adolescents is influenced by several factors including socio-economic, food diversity, and food availability. The purpose of this study was to determine the relationship between food availability and food diversity on the nutritional status of adolescents at SMKN 2 Bekasi City. The research design used a cross-sectional study. Respondents were selected by Cluster Random Sampling with a total of 101 respondents. The test used in this study is the Chi-Square test. The results of this study showed that 13.9% of respondents experienced malnutrition, 66.3% of respondents' families were classified as food insecure and 33.7% of respondents had low food diversity. There is a relationship between the nutritional status of adolescents with food availability and food diversity (p <0.05). The conclusion is that there is a relationship between food availability and food diversity on the nutritional status of the respondents.Keywords— Food Diversity, Availability, Adolescents, Nutritional Status
GAMBARAN PENERAPAN HIGIENE DAN SANITASI PADA PENYELENGGARAAN MAKANAN DI INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Achnia Azla;
Caca Pratiwi
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol 3, No 1 (2023): : EDISI JULI
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jgpkm.v3i1.45977
Higiene dan sanitasi merupakan salah satu syarat yang harus diterapkan pada setiap proses penyelenggaraan makanan, terutama instalasi gizi rumah sakit untuk menghasilkan makanan yang berkualitas baik. Salah satu rumah sakit di Sumatera Utara yang melakukan penyelenggaraan makanan di instalasi gizi adalah Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara. Observasi ini bertujuan untuk mengetahui penerapan higiene dan sanitasi pada makanan, penjamah makanan, peralatan, dan tempat pengolahan makanan di Instalasi Gizi Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara. Observasi ini dianalisis secara deskriptif menggunakan data hasil pengamatan dan wawancara yang dilakukan pada 9 Januari – 3 Januari, 2023. Hasil observasi menunjukkan bahwa penerapan higiene dan sanitasi makanan sudah memenuhi baku mutu yang ditetapkan Kemenkes RI Nomor: 1098/MENKES/SK/VII/2003 seperti pada proses penerimaan dan penyimpanan bahan makanan. Penerapan higiene dan sanitasi penjamah makanan sudah berada pada tahap yang sangat baik (95%). Penerapan higiene dan sanitasi peralatan dan tempat pengolahan makanan pada tahap yang baik. Kesimpulan yang dapat diambil, bahwa penerapan higiene dan sanitasi pada penyelenggaraan makanan di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara sudah mencapai 90% dan memenuhi persyaratan higiene dan sanitasi pada penyelenggaraan makanan di rumah sakit.
ANALISIS KUALITAS FISIK ROTI TAWAR SUBSTITUSI TEPUNG BERAS PECAH KULIT DENGAN PENGGUNAAN RAGI ALAMI EKSTRAK BUAH PEPINO
Reza Syarif Hidayat;
Cucu Cahyana;
Guspri Devi Artanti
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol 3, No 1 (2023): : EDISI JULI
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jgpkm.v3i1.46004
Seiring berkembangnya industri roti di Indonesia dan pengembangan produk roti berbasis pangan lokal, maka saat ini roti mulai diolah dengan menggantikan sebagian tepung terigu dengan tepung bahan pangan lokal. Ragi alami memiliki banyak manfaat seperti membuat roti menjadi lebih mudah di cerna, menyehatkan, memperkaya rasa, menambah umur simpan, dan menambah nilai gizi pada produk roti. Roti tawar dengan tepung beras pecah kulit dan ragi alami ekstrak buah pepino memiliki manfaat yang didapat dari tepung beras pecah kulit yang kaya dengan serat sehingga mampu membantu melancarkan pencernaan, selain itu penggunaan ragi alami ekstrak buah pepino membuat roti menjadi lebih mudah di cerna. Penelitian dilakukan untuk menganalisis kualitas fisik ketiga sampel roti tawar substitusi 10% tepung beras pecah kulit dengan penggunaan ragi instant, roti tawar dengan penggunaan 20% ragi alami ekstrak buah pepino dan roti tawar substitusi 10% tepung beras pecah kulit dengan penggunaan 20% ragi alami ekstrak buah pepino. Penelitian menggunakan metode eksperimen rancangan acak kelompok dengan pengamatan kualitas fisik pada aspek volume, tinggi, berat dan pori-pori roti tawar menggunakan pengulangan sampel sebanyak tiga kali. Hasil ANOVA (α = 0,05) menyatakan bahwa ketiga sampel penelitian tidak mempengaruhi kualitas fisik pada keseluruhan aspek volume, berat, dan pori-pori (P>0,05)
Nutritional Status Profile based on Anthropometry in Nutrition Study Program Students at State University of Malang
Ilmi Dewi Astuti
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol 3, No 1 (2023): : EDISI JULI
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jgpkm.v3i1.46195
Nutritional problems such as obesity, overnutrition and undernutrition are still found in developing countries today. The World Health Organization (WHO) predicts that by 2030, the prevalence of obesity in Indonesia will be 14% for women and 10% for men. In several countries the prevalence of overweight and obesity has increased in children and adolescents during the COVID-19 pandemic. The purpose of this study was to describe the nutritional status based on anthropometry in students of the Nutrition Study Program, State University of Malang. This research is a descriptive research with 30 students of nutrition study program as subjects selected with purposive sampling method. From the results of the study, it was found that as many as 80% of respondents had normal nutritional status, 10% of respondents had obese nutritional status, 7% of respondents had overweight nutritional status and 3% of respondents had thin nutritional status. The conclusion that can be drawn is that the majority of nutrition study program students at State University of Malang have normal nutritional status
Hubungan Kebiasaan Konsumsi Kopi dan Kualitas Tidur dengan Status Gizi pada Remaja di Kelurahan Jagakarsa Jakarta Selatan
Tri Ardianti Khasanah;
Fela Safilah
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol 3, No 1 (2023): : EDISI JULI
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jgpkm.v3i1.46401
The body has the hormones leptin and ghrelin that regulate appetite. An imbalance of these two hormones can result in changes in metabolism.. Currently, most adolescents consume excessive coffee which can cause metabolic disorders such as obesity. The purpose of this study was to analyze the relationship between coffee consumption and sleep quality with nutritional status in adolescents in Jagakarsa Village, South Jakarta. This research design uses cross sectional. Data collection using questionnaires by interviewed that have been tested for validity and anthropometric measurements of height and weight. The subjects in this study amounted to 95 people. Conducted in May - June 2022 Analysis of the relationship between coffee consumption variables and sleep quality with nutritional status using Chi-Square statistical test analysis. The results showed that most of the adolescents had normal nutritional status, namely 48 respondents. Coffee consumption habits based on frequency were mostly in the 1x / day category as many as 74 respondents, and based on quantity most were in the 1-2 cup / day category as many as 90 respondents. Sleep quality in the good category was 23 respondents and the bad category was 72 respondents. This study shows that there is no relationship between coffee consumption and nutritional status based on frequency (p=0.107), based on quantity of coffee consumption (p=0.090) and there is no relationship between sleep quality and nutritional status (p=0.116) in adolescents in Jagakarsa Village, South Jakarta. The conclusion of this study is that there is no significant relationship between coffee consumption variables and nutritional status. There is no significant relationship between sleep quality variables and nutritional status among adolescents in Jagakarsa Village, South Jakarta
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FLIPBOOK DIGITAL MATERI MARZIPAN PADA MATA KULIAH DEKORASI KUE
Yuniarni, Annida;
Singamurni, I Gusti Ayu Ngurah;
Febriana, Rina
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol 4, No 1 (2024): : EDISI JULI
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jgpkm.v4i1.55590
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan media pembelajaran berupa flipbook digital materi marzipan yang digunakan dalam pembelajaran mata kuliah Dekorasi Kue untuk mahasiswa program studi Tata Boga. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D Thiagarajan, Semmel, dan Semmel. Tahapan penelitian ini terdiri dari define, design, develop, dan disseminate. Teknik analisis data pada penelitian dan pengembangan ini berupa deskriptif kualitatif. Uji coba dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta. Uji coba yang dilakukan adalah uji one to one dengan mengambil data dari 3 orang responden, uji small group dari 9 orang responden, dan uji field group dari 30 orang responden. Media pembelajaran ini telah divalidasi oleh ahli dengan nilai 99% untuk aspek materi, 89% untuk aspek media, dan 89% untuk aspek bahasa. Hasil penilaian uji one to one adalah 93%, uji small group adalah 95%, uji field group adalah 88%. Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa pengembangan flipbook digital materi marzipan dikategorikan sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran mata kuliah Dekorasi Kue tanpa terbatas ruang dan waktu
HUBUNGAN ANTARA UMUR, PENGETAHUAN DAN KONSUMSI TABLET FE DENGAN KEJADIAN ANEMIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUTALIMBARU TAHUN 2024
Nainggolan, Anna Waris;
Purba, Edy Marjuang;
Lusiatun, Lusiatun
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol 4, No 1 (2024): : EDISI JULI
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jgpkm.v4i1.61503
The results of the 2023 Indonesian Health Survey show that the prevalence of anemia in pregnant women nationally has decreased by 21.2% (from 48.9% to 27.7%) but the decrease has not been evenly distributed in all regions. The prevalence of anemia is thought to be closely related to the mother's age at the time of pregnancy, the mother's knowledge regarding anemia and its prevention and non-compliant behavior in consuming Fe tablets. This study aims to determine the relationship between age, knowledge and consumption of Fe tablets with the incidence of anemia in the Kutalimbaru Health Center Work Area in 2024. This research is an analytical observational study using a cross sectional design. The sample was 52 pregnant women who lived in the Kutalimbaru Health Center Work Area who were taken using a purposive sampling technique. Primary data was obtained by conducting interviews with respondents and measuring the Hb of pregnant women. Data analysis was carried out using the Chi-square test with α=0.05. The proportion of mothers who experience anemia in the Kutalimbaru Community Health Center working area is 42.3%. There is a relationship between knowledge (p=0.039) and compliance with the consumption of Fe tablets (p=0.001) with the incidence of anemia in the Kutalimbaru Health Center Working Area. There is no relationship between age and the incidence of anemia in pregnant women. It is recommended that pregnant women, especially those in the Kutalimbaru Community Health Center work area, be proactive in seeking information and increasing their knowledge about anemia and how to prevent it. It is recommended that health workers supervise pregnant women in consuming Fe tablets.Keywords : Anemia, pregnant women, knowledge, consumption of Fe tablets