cover
Contact Name
Esi Emilia
Contact Email
esiemilia@unimed.ac.id
Phone
+6281380427767
Journal Mail Official
jurnalandaliman@unimed.ac.id
Editorial Address
Jalan Willem Iskandar Pasar V Medan Estate, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, 20221, Medan, Provinsi Sumatera Utara, 20221
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27771121     DOI : https://doi.org/10.24114/jgpkm.v2i1
Core Subject : Health,
Jurnal Andaliman : Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat (JGPKM) adalah jurnal ilmiah di bidang gizi. JGPM merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi Gizi Universitas Negeri Medan. Jurnal ini published setiap 6 bulan sekali yaitu pada bulan Juli dan Desember. JGPKM merupakan jurnal yang berfokus pada penelitian dan studi literatur terkait gizi, pangan dan masyarakat. Adapun JGPKM menerima bidang-bidang penelitian terkait Gizi Pangan, Gizi Klinik, Gizi Masyarakat, dan Gizi Institusi Komersial dan Non Komersial
Articles 57 Documents
The Relationship Between Food Acceptance And Usual Food Leftovers In Inpatients At Rsud dr. R. Koesma Tuban Qodriatika, Norma Amalia; Nafies, Dian Ayu Ainun
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgpkm.v4i2.63680

Abstract

The provision of food in hospitals is said to be successful if food waste from inpatients in the hospital reaches <20%. According to the survey results, the percentage of food waste at RSUD dr. R. Koesma Tuban still has not reached the minimum service standard. The aim of this research is to determine the relationship between the acceptability of food taste and regular food waste in inpatients. Correlational analytical research method with a cross sectional approach. The sample for this research consisted of 133 respondents, determined using incidental sampling techniques. Research analysis uses the contingency coefficient statistical test. The results of the research show that most of the food's acceptability is in the delicious category with an average of 81%, while the remaining food is in the large category (>20%) with an average of 22%. The conclusion from this research is that there is a lot of food waste at RSUD dr. R Koesma Tuban is not influenced by the taste of the food served, but there are other factors that influence the amount of leftover food in patients, namely a decrease in appetite in patients. So there was no significant relationship found between the acceptability of food taste and food waste.
Effect of Giving Plantains and Ambon Bananas on Muscle Endurance in SSB ESGE Tuban Adolescent Athletes Sari, Lia Novita; Munir, Miftahul
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgpkm.v4i2.63689

Abstract

Physical fitness is the body's ability to adjust to physical loads so that it can avoid excessive fatigue. Higher physical fitness can reduce the possibility of muscle fatigue. This study aims to determine the endurance of athletes. The type of research is "Quantitative" with a True experimental design, Two Group Pre-test and Post-test Design. Independent variables are bananas and Ambon bananas, dependent variables are Endurance. Statistical results with the Independent T-Test to test the difference in increasing VO2Max in groups treated with bananas and Ambon bananas in athletes obtained a p value = 0.029 because the p value <0.05 then H1 is accepted. The conclusion is that there is a significant difference between giving bananas and Ambon bananas to increase muscle endurance in athletes seen from the highest average value being bananas.
The Relationship Between Protein Intake And Blood Hemoglobin Levels In Adolescent Girls In Jatirogo Sub-District Ni'ma, Nada Rizqina; Fauziah, Lilia Faridatul
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgpkm.v4i2.63694

Abstract

Hemoglobin levels in the body should be at a normal value. If hemoglobin levels decrease, anemia will result. One of the factors that encourage nutritional anemia in adolescents is chronic infectious diseases, menstruation, sudden bleeding such as accidents and the amount of food or poor absorption of iron, vitamin B12, vitamin B6, vitamin C and copper. This study aims to determine the relationship between protein intake and blood hemoglobin levels in adolescent girls in Jatirogo District. Analytic research method with cross sectional approach. The population of this study amounted to 763 respondents with a sample of 263 adolescents, determined by cluster random sampling tectics. Independent variable of protein intake and dependent variable of hemoglobin level. The research analysis used Spearmans correlation statistical test. The results showed that most of the protein intake included a severe deficit. The results of the statistical test of protein intake p-value = 0.023 <0.05 indicate that there is a significant relationship between protein intake and hemoglobin levels in the blood. From the description above, it can be concluded that the lower the protein intake, the lower the hemoglobin level. In addition, the longer the period with a long time, the lower the hemoglobin level in adolescent girls in Jatirogo District. 
PENGARUH PEMBERIAN CAIRAN AIR NIRA SIWALAN (Borassus flabellifer L.) DAN AIR KELAPA MUDA (Cocos nucifera) TERHADAP DAYA TAHAN KARDIORESPIRASI ATLET Kusumaningati, Wanudya; Munir, Miftahul
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgpkm.v4i2.63718

Abstract

Sepak bola merupakan olahraga ketahanan (endurance) dengan tingginya intensitas aktivitas selama 90 menit dan jarak tempuh pemain yang cukup jauh. Daya tahan merupakan faktor fisik yang sangat penting dalam menentukan prestasi seorang atlet, hal ini disebabkan karena dengan daya tahan yang bagus, atlet dapat menerapkan teknik dan taktik secara maksimal sehingga dapat memberikan performa terbaik. Jenis penelitian ini adalah penelitian œKuantitatif dengan desain True eksperimental, rancangan Two Group Pre-test dan Post-test Design. Pengukuran dilakukan pada dua kelompok, sebelum perlakukan dan sesudah perlakuan serta diberikan secara berulang. Penentuan sampel dilakukan dengan purposive sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan kriteria tertentu. Pembagian sampel berdasarkan tujuan tertentu dan memenuhi kriteria tertentu yang ditetapkan oleh peneliti. Hasil statistik dengan uji Independent T-Test untuk menguji perbedaan peningkatan VO2Max pada kelompok yang diberi perlakuan air nira siwalan dan air kelapa muda pada atlet diperoleh nilai p=0,039 karena nilai p<0,05 maka H1 diterima disimpulkan bahwa ada perbedaan air nira siwalan dan air kelapa muda terhadap peningkatan nilai VO2Max pada atlet sebelum dan sesudah dilakukan penelitian. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pemberian air nira siwalan dan air kelapa muda sama-sama efektif dalam meningkatkan daya tahan kardiorespirasi pada atlet, namun terdapat perbedaan yang signifikan antara terhadap peningkatan daya tahan kardiorespirasi atau nilai VO2Max pada atlet dilihat dengan nilai rata-rata tertinggi adalah air nira siwalan. Pemberian air nira siwalan lebih efektif daripada pemberian air kelapa muda.
Hubungan Cita Rasa makanan dengan sisa makanan di Pondok Pesantren Al-Mubarokah Lamongan Lilia Faridatul, Fauziah; Hasanah, Ulfi Uswatun
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgpkm.v4i2.63753

Abstract

Sisa makanan adalah makanan yang tersisa dipiring setelah konsumen selesai makan dan melihat sisa makanan dapat mengungkapkan kemampuan dan kemauan konsumen untuk mengkonsumsi makanan yang telah disediakan. Masalah penyelenggaraan makanan pada remaja yang tinggal di asrama salah satunya adalah makanan yang disajikan tidak sesuai selera santri seperti cita rasa makanan yang kurang disukai santri. Mengetahui hubungan cita rasa makanan dengan sisa makanan di Pondok Pesantren. Metode penelitian analitik dengan pendekatan waktu cross sectional. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Al-Mubarokah Lamongan pada bulan juli 2024. Pemilihan responden ditentukan dengan teknik Stratified random sampling dengan total 106 responden. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner cita rasa makanan dan formulir comstock. Analisis penelitian menggunakan uji statistik correlations spearman. Menunjukkan sebagian besar penilaian santri yang sangat tidak puas dengan cita rasa makanan di pondok pesantren banyak menyisakan makananya. Hasil analisis antara cita rasa makanan dan sisa makanan pada santri putri menunjukkan nialai p-value sebesar 0,000 terdapat hubungan yang signifikan. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa cita rasa makanan yang kurang baik menyebabkan tingginya sisa makanan santri di Pondok Pesantren.
HUBUNGAN KEBIASAAN MENONTON MUKBANG DAN TINGKAT STRES TERHADAP STATUS GIZI PADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU KESEHATAN DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS BINAWAN Abdila, Azahra Yustian; Khasanah, Tri Ardianti; Agestika, Lina Agestika
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgpkm.v4i2.66368

Abstract

Prevalensi status gizi dengan berat badan lebih dan obesitas pada penduduk DKI Jakarta usia 18 tahun secara berturut-turut adalah 15,6% dan 29,8%. Menonton video mukbang merupakan kebiasaan yang menjadi tren terutama pada kalangan remaja dan dewasa. Meningkatnya ketertarikan untuk menonton video mukbang menyebabkan adanya peningkatan terhadap asupan makan sehingga memungkinkan terjadinya peningkatan berat badan. Mahasiswa rawan terhadap stres disebabkan beban akademik, tuntutan keluarga dan sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaan menonton mukbang dan tingkat stres terhadap status gizi pada mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan dan Teknologi di Universitas Binawan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Responden pada penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan dan Teknologi di Universitas Binawan yang berjumlah 92 orang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni sampai bulan Juli 2023 di Universitas Binawan. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Analisis statistik yang digunakan adalah korelasi pearson. Hasil menunjukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan menonton mukbang (p = 0,501) dan tingkat stres (p = 0,974) dengan status gizi. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan kebiasaan menonton mukbang dan tingkat stres tidak secara langsung mempengaruhi status gizi mahasiswa.
The Relationship Between the Use of KIA Books and Maternal Personal Hygiene with Stunting in the Working Area of the Kamaipura Health Center Zefanya Tumewu; Lilik Sofiatus Solikhah; Ni Ketut Kariani
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/hk1d5915

Abstract

Stunting is still a priority nutrition problem today. The Kamaipura Health Center is one of the health centers in Sigi Regency that is ranked first with the highest prevalence of stunting in 2023. Some of the factors that cause stunting are the low use of Maternal and Child Health (KIA) books and poor maternal personal hygiene. This study aims to analyze the relationship between the use of KIA books and maternal personal hygiene with stunting in children under five years aged 24-59 months in the working area of the Kamaipura Health Center. The research method used observational analytical design and a cross-sectional approach. The population was all toddlers aged 24-59 months. A sample of 112 respondents was selected using the simple random sampling method. Data were collected through interviews with structured. It is known that 56.2% of toddlers are stunted, 73.2% lack of knowledge, 52.7% do not use KIA books, and 37.5% do not have good personal hygiene. Stunted toddlers who have mothers with less knowledge are 69.5%, stunting toddlers who have mothers who do not use KIA books are 83.1%, and stunting toddlers who have poor personal hygiene are 95.2%. There was a significant relationship between knowledge (p<0.001), the use of KIA books (p<0.001), and personal hygiene (p<0.001) with stunting. There is a significant relationship between knowledge and stunting, the use of KIA books and stunting, and personal hygiene and stunting. There is a need for further research related to knowledge and the influence of nutrition education on the level of knowledge of mothers regarding the use of KIA books and personal hygiene using the pre post test method.
Analisis Aktivitas Antioksidan Pada Minuman Serbuk Instan Berbasis Kombinasi Daun Sirih Cina, Jahe dan Kayu Manis Glory Santi Paulina Siringoringo; Intan Prasetyaningrum; Laila Inayatillah Lubis; Salsa Bila Aqiqah Saragih; Indah Syahfitri
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/mw1n7c23

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis aktivitas antioksidan minuman serbuk instan berbasis kombinasi daun sirih cina, jahe, dan kayu manis serta menentukan formulasi optimum menggunakan pendekatan mixture design. Bahan dikeringkan, digiling menjadi serbuk, kemudian diformulasikan sesuai rancangan campuran dan dianalisis aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH yang dinyatakan sebagai persentase inhibisi. Data persentase inhibisi diolah menggunakan perangkat lunak Design-Expert untuk memperoleh model statistik, analisis ANOVA, dan penentuan komposisi optimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase inhibisi berada pada kisaran 60,60-73,77%, yang termasuk kategori aktivitas antioksidan sedang. Analisis ANOVA memperlihatkan bahwa model special cubic memberikan kecenderungan signifikan, di mana interaksi tiga komponen berpengaruh nyata terhadap respon inhibisi. Berdasarkan analisis respon permukaan, formulasi optimum yang disarankan terdiri atas 7,5% sirih cina, 36,25% jahe, dan 56,25% kayu manis dengan nilai prediksi inhibisi sebesar 65,99%.
PENGEMBANGAN TEH HERBAL DAUN SALAM, DAUN MINT, DAN JERUK NIPIS SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL SUMBER ANTIOKSIDAN Amelia Putri; Rifalya Prame Putri; Sitti Ainie; Umniy Yatunnisa; Jihan Khairani Putri
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/s9d89m23

Abstract

Pengembangan produk makanan fungsional berbasis bahan alami menawarkan peluang besar untuk memberikan manfaat kesehatan melalui aktivitas antioksidan yang kuat. Studi ini bertujuan untuk mengoptimalkan formulasi teh herbal yang terbuat dari daun salam (Syzygium polyanthum), daun mint (Mentha piperita L.), dan jeruk nipis (Citrus aurantifolia), dengan fokus pada aktivitas antioksidannya. Studi ini menggunakan pendekatan eksperimental melalui metode desain campuran yang didukung oleh perangkat lunak Design-Expert. Rentang proporsi bahan yang digunakan adalah 40–60% untuk daun salam, 20–40% untuk daun mint, dan 0–20% untuk jeruk nipis, dengan komposisi total 100%. Sebanyak 14 formulasi diuji aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH, dengan persentase penghambatan radikal bebas sebagai ukuran utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formulasi menunjukkan aktivitas antioksidan yang tinggi, dengan nilai penghambatan berkisar antara 78,95% hingga 89,31%. Daun salam memberikan kontribusi paling signifikan terhadap peningkatan aktivitas penghambatan, sementara daun mint dan jeruk nipis berperan sebagai komponen pendukung. Analisis statistik mengidentifikasi model kuadratik sebagai model terbaik, meskipun tidak mencapai signifikansi statistik yang sempurna. Optimasi numerik menghasilkan formulasi optimal dengan komposisi 60,00% daun salam, 23,89% daun mint, dan 16,11% jeruk nipis, yang diperkirakan memiliki nilai inhibisi 86,18% dengan nilai keingingan 0,698. Formulasi ini menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan menjadi minuman teh herbal fungsional dengan aktivitas antioksidan yang superior.
Aini Pengembangan Minuman Teh Herbal Kaya Antioksidan Dari Bahan Bunga Telang, Jahe Dan Daun Pandan hafsah Zainab; Gambari Aini Riza; Zebua Fepriani Rosyana Br; Hulu Hanna Sartika; Indriani
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/t9xcx810

Abstract

ABSTRAK Pangan fungsional merupakan pangan yang tidak hanya berfungsi sebagai sumber zat gizi, tetapi juga memberikan manfaat fisiologis tambahan bagi kesehatan, salah satunya melalui aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan minuman teh herbal berbasis bahan lokal berupa bunga telang, jahe, dan daun pandan, serta menentukan aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan acak lengkap dan pendekatan mixture design. Bahan herbal segar dibersihkan, dikeringkan, dan diformulasikan ke dalam beberapa kombinasi proporsi, kemudian diseduh dan dianalisis aktivitas antioksidannya berdasarkan persentase penangkapan radikal bebas DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi optimal teh herbal diperoleh pada komposisi 20% bunga telang, 60% jahe, dan 20% daun pandan dengan nilai aktivitas antioksidan sebesar 82,59%. Nilai desirability sebesar 0,916 menunjukkan kesesuaian yang sangat baik antara hasil optimasi dan kriteria yang ditetapkan, sedangkan nilai koefisien determinasi sebesar 50,71% menunjukkan bahwa model cukup mampu menjelaskan variasi respon aktivitas antioksidan. Aktivitas antioksidan yang tinggi pada formulasi optimal dipengaruhi oleh peran senyawa bioaktif dari masing-masing bahan herbal yang bekerja secara sinergis. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kombinasi bunga telang, jahe, dan daun pandan berpotensi dikembangkan sebagai minuman teh herbal fungsional berbasis bahan lokal dengan aktivitas antioksidan yang kuat. Kata kunci: pangan fungsional, teh herbal, aktivitas antioksidan, DPPH, mixture design.