cover
Contact Name
Hidayat
Contact Email
hidayat@umg.ac.id
Phone
+6281216316363
Journal Mail Official
hidayat@umg.ac.id
Editorial Address
Jl. Sumatera No.101, Gn. Malang, Randuagung, Kec. Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61121
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri)
ISSN : 27454010     EISSN : 27460835     DOI : http://dx.doi.org/10.30587/justicb.v2i4
Jurnal Sistem Dan Teknik Industri (JUSTI) merupakan jurnal mahasiswa yang berkomitmen untuk menerbitkan karya ilmiah dengan tema di bidang teknik industri, manajemen dan produksi. JUSTI mendedikasikan diri sebagai wadah bagi para penulis untuk mempublikasikan ide dan karya ilmiahnya. JUSTI adalah portal jurnal terbuka (Open Access Journal) yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Gresik.
Articles 292 Documents
ANALISIS POSTUR KERJA OPERATOR MESIN JAHIT Muhammad Nur Wahyu Hidayah; Alifta Dicasani
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 3 No 4 (2022): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/justicb.v3i4.5662

Abstract

To Night Sablon merupakan salah satu UMKM yang bergerak dalam bidang konveksi. Terdapat beberapa stasiun kerja dalam proses produksinya, salah satu yang memiliki beban kerja paling besar adalah pada stasiun kerja menjahit. Terdapat keluhan kerja dari operator mesin jahit, diantaranya pada bagian leher sebesar 42%, bagian punggung sebesar 48%, bagian kaki sebesar 40%, bagian lengan atas 70%, bagian lengan bawah 28 % dan pada bagian pergelangan tangan sebesar 30%. Keluhan pekerja tersebut dianalisis menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk mengetahui secara tepat dan cepat dan menilai posisi kerja atau postur leher, punggung, lengan pergelangan tangan dan kaki seorang operator. Metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) memanfaatkan hasil foto dari aktivitas kerja seorang operator untuk mencari skor akhir yang digunakan dalam pengambilan langkah perbaiakan aktivitas kerja. Skor REBA mendapatkan skor akhir sebesar sebesar 7, yang berarti masuk dalam katagori 2 perlu perbaikan atau perubahan dalam aktivitas kerja terutama pada posisi kerja tubuh secara ergonomis agar operator menjadi lebih aman dan produktivitas tetap terjaga secara baik.
PENGARUH PENGGUNAAN KARAGENAN TERHADAP KARAKTERISTIK JELLY CINCAU HIJAU (Premna oblongifolia Merr) Nurtalitha Alifia Rochma; Sutrisno Adi Prayitno; Dwi Faqihatus S
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 3 No 4 (2022): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/justicb.v3i4.6190

Abstract

Tanaman cincau hijau (Premna oblongifolia Merr) banyak di jumpai beragai daerah dan dapat dijadikan suatu produk minuman jelly yang memiliki manfaat bagi sistem pencernaan dan kesehatan. Senyawa bioaktif yang terkandung dalam cincau hijau yaitu pektin, tanin, klorofil, ß-karoten, alkoloid, saponin, steroid, dan glikosida. Pembuatan jelly yang terbilang cukup mudah namun cepat mengalami sineresis, sehingga perlu adanya bahan tambah pangan seperti karagenan yang mengandung hidrokoloid yang dapat membantu proses pengenyalan, pengemulsi, pembentukan gel, dan pengental. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh konsentrasi karagenan yang tepat dan proporsi karagenan terhadap jelly cincau hijau. Konsentrasi karagenan yang digunakan yaitu 0%; 0,1%; 0,3%; dan 0,5%. Rancangan percobaan dalam penelitian dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor dan 6 kali pengulangan. Analisis yang dilakukan yaitu uji kadar air, pH, total padatan terlarut, kadar serat kasar, dan uji organoleptik. Hasil penelitian ini menujukkan semakin tinggi karagenan yang ditambahkan dapat berpangaruh pada respon pH, total padatan terlarut,dan kadar serat, sedangkan kadar air dan uji organoleptik tidak memberikan respon pada penambahan karagenan. Kesimpulan yang didapatkan adalah konsentrasi karagenan 0,3% menghasilkan kadar serat kasar yang paling baik yaitu 0,0182%.
IMPLEMENTASI METODE LEAN SIX SIGMA GUNA MEMINIMALISIR WASTE PADA PROSES PRODUKSI SARUNG TENUN MUZAMMIL SY adenova putra Mahendra
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 3 No 4 (2022): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/justicb.v3i4.6077

Abstract

UD Perusahaan Ridho Salsa bergerak di bidang produksi sarung tenun, alur proses produksi dilakukan sepanjang alur tersebut memungkinkan timbulnya potensi limbah (limbah) yang berbeda.Cacat, Stok dan Menunggu. Pemborosan ini mengakibatkan perusahaan tidak dapat mengoptimalkan proses produksi sarung tenun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan meminimalkan limbah yang paling mempengaruhi proses produksi sarung tenun merek muzammil Sy. Penelitian ini menggunakan pendekatan Lean Six Sigma sebagai respon terhadap suatu metode untuk mengatasi masalah pemborosan pada proses produksi sarung tenun merek muzammil sy. Langkah-langkah penelitian ini dimulai dengan mengidentifikasi pemborosan berdasarkan penyebaran kuisioner dan memetakan gambaran besar pada proses produksi sarung tenun merek Muzammil Sy, menghitung biaya CTQ dan biaya pemborosan untuk tiga pemborosan, menyiapkan diagram tulang ikan dan mengedit FMEA (Kegagalan). Analisis Efek Mode Jenis kecacatan sarung tenun merek Muzammil Sy dengan nilai sigma 3,36 ditentukan oleh kecacatan limbah. Rekomendasi untuk memperbaiki pemborosan yang paling berpengaruh diimplementasikan melalui pengembangan Failure Mode Effects Analyzer (FMEA) dan selanjutnya dilakukan proses untuk menentukan rekomendasi perbaikan UD. Ridho Salsa pada faktor-faktor yang dapat menyebabkan waste failure, inventory level dan waiting time, dengan fokus perbaikan hingga RPN tertinggi. Kata kunci : big picture mapping, defect, inventory, Lean six sigma, waiting, waste,
ANALISIS MESIN DENGAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS PADA PT. XYZ Mohamad Syihabul Akbar; Muhammad Naufal Ramadani; Ilham Dwi Prastyo; Handy Febri Satoto
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 3 No 4 (2022): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/justicb.v3i4.6085

Abstract

Seiring dengan kemajuan teknologi industri. Perusahaan kini mengalami peningkatan persaingan. Organisasi diharapkan untuk berpikir secara inventif untuk melakukan prosedur agresif dengan memberikan produk yang berkualitas, rendah, dan cepat dibandingkan dengan organisasi lain. Salah satu organisasi yang cukup lama berdiri di wilayah Gresik, khususnya PT. XYZ adalah perusahaan berkembang yang didirikan dengan tujuan mulia memberikan pelayanan kesehatan masyarakat melalui obat-obatan berkualitas tinggi yang dijual dengan harga yang wajar. Tujuannya adalah menjadi perusahaan farmasi nasional yang dapat diandalkan yang menjual obat-obatan berkualitas tinggi dengan harga yang wajar dan menjadi mitra terpercaya dalam bisnis farmasi. terkemuka dan diperhitungkan dalam skala nasional dan internasional. Berdasarkan perhitungan, mesin chentai memiliki angka OEE terendah sebesar 28,15 persen, yang menunjukkan nilai kinerjanya masih di bawah kelas kata OEE. Hasil menunjukkan bahwa nilai OEE perusahaan berada pada kategori nilai rendah dan berada di bawah standar kelas kata OEE karena nilai Availability dan Performance. Perbaikan awal yang dapat dilakukan untuk mengurangi efektivitas alat berat yang rendah adalah dengan meningkatkan hubungan operator dengan efektivitas peralatan secara keseluruhan. Menilai eksekusi dan mengarahkan persiapan untuk administrator adalah langkah awal yang harus diambil untuk mengurangi waktu luang mesin.
PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK PEELED AND DEVEINED IQF 1KGX10 DENGAN METODE SIX SIGMA katon muhammad; Rani Aviati
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 3 No 4 (2022): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/justicb.v3i4.5713

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri pangan penghasil produk udang beku. Untuk dapat bersaing dalam pasar global, perusahaan berupaya untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan menganalisis proses pengendalian kualitas pada perusahaan untuk mengetahui faktor utama penyebab terjadinya kemunduran mutu produk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Six Sigma dengan pendekatan define, measure, analyze dan improve (DMAI). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui besarnya nilai sigma dan penyimpangan mutu produk, mengetahui faktor penyebab terjadinya kemunduran mutu produk dan mengetahui improvement yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas mutu produk PD IQF 1kgx10. Dari hasil perhitungan didapatkan terdapat 1 penyimpangan kualitas pada peta kendali X-bar dan 3 penyimpangan kualitas pada peta kendali R. Perhitungan DPMO menunjukan besarnya nilai sigma pada produk PD IGF 1kgx10 adalah 3,55. Kemunduran mutu pada produk PD IQF 1kgx10 disebabkan oleh faktor man, machine, material dan method. Usulan perbaikan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk yaitu Performance Improvement Plan (PIP) dan Performance Action Plan (PAP), membuat SOP pengupasan dan pembuangan vena udang untuk pekerja, menjaga kebersihan alat dan lingkungan kerja serta menjaga suhu udang.
OPTIMASI KUALITAS PRODUK DAN EFISIENSI PRODUKSI DENGAN METODE SIX SIGMA DI PT. SUMBER RUBBERINDO JAYA Puspita Arya Pangastuti; Farah Zahila; Handy Febri Satoto
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 3 No 4 (2022): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/justicb.v3i4.6080

Abstract

PT. SUMBER RUBBERINDO JAYA merupakan produsen karet yang produknya meliputi ban dan ban dalam sepeda motor. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1978 dengan nama UD. Sumber Jaya dengan merek Whitestone. Perusahaan ini adalah bisnis keluarga. Dalam persaingan yang ketat saat ini, kualitas merupakan salah satu faktor kunci yang membedakan perusahaan sukses dari yang gagal. Kualitas yang buruk dapat menyebabkan berkurangnya kepuasan pelanggan dan hilangnya pasar dan reputasi. Untuk mencapai kualitas yang tinggi, konsep Six Sigma telah menjadi salah satu pendekatan yang paling populer dan efektif. Peningkatan berkelanjutan adalah prinsip utama Six Sigma. Metode ini menerapkan siklus perbaikan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Analyze, Improve, Control) untuk mengidentifikasi masalah, mengukur kinerja, menganalisis akar penyebab dan memperbaiki proses. DMAIC terdiri dari langkah-langkah yang mencakup berbagai alat statistik dan metode perbaikan proses lainnya. Penggunaan mesin saja dan keterlambatan penggantian suku cadang mesin konstruksi yang menyebabkan ban hijau kehilangan tekanan dan udara keluar. Ban bekas menyebabkan gesekan, pemeriksaan dapat membantu mengidentifikasi dan mengurangi cacat produksi pada ban sepeda motor. Dengan memantau secara ketat proses produksi dan mengidentifikasi penyebab cacat, tindakan perbaikan dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk ban. Metode Six Sigma dapat digunakan untuk mengurangi tingkat kesalahan dalam produksi ban. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat mengidentifikasi dan menghilangkan akar penyebab cacat dan membuat proses produksi menjadi lebih efisien.
PENGARUH PENAMBAHAN KONSENTRASI SODIUM TRIPOLYPHOSPHATE (STPP) PADA PEMBUATAN KERUPUK IKAN PAYUS Ainanda Alfatina; Sutrisno Adi Prayitno; Rahmad Jumadi
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 3 No 4 (2022): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/justicb.v3i4.6110

Abstract

Kerupuk merupakan suatu jenis makanan yang sangat digemari masyarakat indonesia yang dapat dinikmati sebagai makanan ringan yang terbuat dari tepung tapioka dan dapat ditambahkan dengan berbagai jenis ikan. Ikan yang digunakan sebagai penambah citarasa dan kandungan gizi pada kerupuk. Penggunaan bahan baku dan bahan tambahan pangan food grade dapat meningkatkan kualitas keamanan produk seperti Sodium Tripolyphosphate (STPP). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh konsentrasi STPP terhadap organoleptik dan kimia seperti kadar air, kadar protein dan daya kembang. Konsentrasi STPP yang digunakan yaitu 0%; 0,4%; 0,5%; dan 0,6%. Rancangan percobaan yang digunakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor dan 6 kali pengulangan. Hasil dianalisis menggunakan metode one way ANOVA dan DMRT untuk uji kimia, serta Kruskal wallis dan mann-whitney untuk uji organoleptik. Hasil uji kimia menunjukkan bahwa kode 185 memiliki kadar air, protein dan organoleptik tertinggi yakni 3,34%; 5,81%; dan nilai tiap parameter warna 3.12, rasa 3.36, aroma 3.20, dan tekstur 3.16. Sedangkan hasil uji daya kembang semakin tinggi konsentrasi STPP memberikan efek daya kembang kerupuk tersebut. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan Sodium Tripolyphosephate memberikan pengaruh hasil uji kimia dan organoleptic kerupuk ikan dan diperlukan penelitian lebih lanjut terkait analisis kadar abu serta umur simpan kerupuk.
THIS PENGELOLAAN RISIKO RANTAI PASOK PRODUK OLAHAN BANDENG PADA UD. ARSHAINDO MENGGUNAKAN METODE HOUSE OF RISK M Yazid Al Basthomi
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 3 No 4 (2022): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/justicb.v3i4.5725

Abstract

Ikan bandeng menjadi salah satu jenis yang mendominasi total hasil produksi budidaya tambak di karenakan termasuk jenis ikan yang paling potensial untuk dibudidayakan karena daya hidup ikan tersebut yang kuat, yaitu sebesar 10.208,23ton berdasarkan data Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur tahun 207 terakhir di update tahun 2019. Peningkatan hasil produksi budidaya tambak ini memicu para pemilik UKM (Usaha Kecil dan Menengah) yang sedang berkembang di Kabupaten Gresik untuk mengolah ikan Bandeng tersebut. Peluang pengolahan ikan Bandeng menjadi produk lain menjadikan produk tersebut memiliki nilai jual lebih tinggi jika dibandingkan dengan Bandeng segar yang langsung dijual kepada konsumen. Banyaknya pihak yang terlibat dalam proses atau supply chain menyebabkan timbulnya risiko, maka dari itu perlu dilakukannya identifikasi risko pada UKM dan merancang strategi penanganan untuk risiko yang ada pada UKM terkait. Metode House Of Risk digunakan dalam mengidentifikasi risiko dan memberikan strategi penanganan risiko untuk penyebab risiko dominan. Metode ini terdiri dari 2 tahap yaitu tahapan identifikasi risiko dan penyebab risiko atau disebut Fase House Of Risk 1 dan tahap penanganan risiko atau Fase House Of Risk 2. Fase House Of Risk 1 menunjukkan bahwa pada UKM terkait terdapat jenis risiko 24 dan 20 jenis penyebab risiko yang ada. Pada perhitungan ARP serta penggunaan diagram pareto didapatkan hasil terdapat 5 penyebab risiko dominan di UKM tersebut. Fase House Of Risk 2 didapatkan hasil 5 strategi penanganan risiko untuk 20 penyebab risiko dominan. Kata Kunci: House Of Risk, Bandeng, Identifikasi Risiko, Penanganan Risiko Abstrac Milkfish is one of the types that dominates the total production of this pond culture because it is one of the most potential fish species to be cultivated because of the fish's viability, which is 10,208.23 tons based on data from the East Java Province Fisheries and Marine Service in the last 207 updated in 2019 The increase in the aquaculture yield has triggered the owners of UKM (Small and Medium Enterprises) which are developing in Gresik Regency to process the milkfish. Opportunities for processing milkfish into other products make this product a higher selling value compared to fresh milkfish which is sold directly to consumers. The large number of parties involved in the process or supply chain causes risk to arise, therefore it is necessary to identify the risk of SMEs and design a handling strategy for the risks that exist in the related SMEs. The House Of Risk method is used in identifying risks and providing risk management strategies for the dominant risk causes. This method consists of 2 stages, namely the risk identification stage and the causes of risk or called the House Of Risk Phase 1 and the risk management phase or the House Of Risk Phase 2.The House Of Risk 1 phase shows that in the related SMEs there are 24 types of risk and 20 types of risk causes. which exists. In calculating the ARP and using the Pareto diagram, the results show that there are 5 causes of dominant risk in these UKM. The House Of Risk 2 phase results in 5 risk management strategies for 20 causes of dominant risk.
PENERAPAN ANALYTICAL NETWORK PROCESS (ANP) PADA PEMILIHAN SUPPLIER BAHAN BAKU (STUDI KASUS: CV. GADING MAS UNGGUL) Nabila Azharol Janah
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 3 No 4 (2022): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/justicb.v3i4.5932

Abstract

Pengambilan keputusan dengan tepat merupakan hal yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan, karena akan berakibat komplikasi pada proses yang terkait. Ada beberapa pengambilan keputusan yang dilakukan oleh perusahaan, salah satunya adalah pemilihan supplier bahan baku. Pemilihan supplier merupakan salah satu keputusan strategis dalam Supply Chain Management yang berdampak pada peningkatan keunggulan kompetitif perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui supplier mana yang lebih potensial menurut kebijakan perusahaan. Penelitian ini dilakukan di CV. Gading Mas Unggul yang diawali dari observasi lapangan dilanjutkan dengan pemberian kuisioner kriteria supplier terhadap pihak perusahaan, dimana hasil kuisioner tersebut akan dijadikan acuan pengolahan data pada penelitian ini. Bahan baku yang ingin diteliti yaitu bumbu, garam dan kemasan. Bahan baku bumbu memiliki tiga supplier, garam memiliki dua supplier dan kemasan memiliki dua supplier. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan Analytical Network Process (ANP) juga dimaksudkan untuk mengungkap keterkaitan antar kriteria yang saling berhubungan (dependence) serta umpan balik (feedback). Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif supplier pada bahan baku bumbu yang memiliki bobot tertinggi yaitu Yutakachi (0.47690), pada bahan baku garam yaitu PT. Susanti Megah (0.59984), dan pada bahan baku kemasan yaitu CV. Setia Budi Printing (0.57936).
SIMULASI PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS DEPARTEMEN FABRIKASI DENGAN METODE ARC DAN BLOCPLAN PADA PT.XYZ Muhammad Ikhlasul Amal; Deny Andesta
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 4 No 1 (2023): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/justicb.v4i1.6713

Abstract

Kawasan Industri Gresik menjadi rumah bagi PT. XYZ, produsen pupuk dengan divisi fabrikasi. Ada total tujuh stasiun di bagian fabrikasi. Bahan baku, penandaan, pemotongan, pengelasan, penyelesaian, dan penyimpanan barang akhir semuanya termasuk dalam proses ini. Ada penanganan material yang tidak perlu karena sifat berurutan fase proses PT.XYZ, yang jaraknya tidak berdekatan. Tata letak produksi yang optimal yang mengurangi biaya material handling menjadi fokus penelitian ini. Penelitian ini dimulai dengan pengembangan diagram ARC yang mencakup hubungan kedekatan antar fasilitas. Kemudian, tiga iterasi dengan skor rail-dist terbaik dipilih setelah dilakukan analisis tata letak menggunakan algoritma blockplan. Selama tiga putaran ini, pengaturan optimal dipilih melalui perhitungan R-score. Iterasi ketiga dipilih karena mengurangi jarak sejauh 104,3 meter, menghemat OMH Rp 28.170 setiap hari. Dengan menggunakan simulasi arena, kita dapat membandingkan dampak pengaturan saat ini dengan konfigurasi yang diusulkan. Rencana yang diusulkan meningkatkan WIP sebesar 80% dan nilai VA sebesar 12,80%, menurut hasil simulasi, yang berarti output harian dapat meningkat rata-rata 60,3 persen.