cover
Contact Name
Hidayat
Contact Email
hidayat@umg.ac.id
Phone
+6281216316363
Journal Mail Official
hidayat@umg.ac.id
Editorial Address
Jl. Sumatera No.101, Gn. Malang, Randuagung, Kec. Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61121
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri)
ISSN : 27454010     EISSN : 27460835     DOI : http://dx.doi.org/10.30587/justicb.v2i4
Jurnal Sistem Dan Teknik Industri (JUSTI) merupakan jurnal mahasiswa yang berkomitmen untuk menerbitkan karya ilmiah dengan tema di bidang teknik industri, manajemen dan produksi. JUSTI mendedikasikan diri sebagai wadah bagi para penulis untuk mempublikasikan ide dan karya ilmiahnya. JUSTI adalah portal jurnal terbuka (Open Access Journal) yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Gresik.
Articles 292 Documents
PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING SEBAGAI USULAN UNTUK MEMINIMALKAN WASTE PADA PROSES PRODUKSI KAYU DECKING Ahmad Rido M; Said Salim Dahda; Elly Ismiyah
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 4 (2020): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.379 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i4.2830

Abstract

Perusahaan Pengolahan kayu mentah merupakan perusahaan manufaktur yang menghasilkan produk olahan berupa kayu decking yang digunakan untuk lantai out dor . Dalam proses produksinya perusahaan mengalami kendala berupa masih adanya waste diantarnya adanya produk defect yang berimbas pada tidak tercapainya target output produksi dengan kriteria good quality. Dari permasalahan yang terjadi maka bagaimana mengidentifikasi dan memberikan usulan untuk mengurangi pemborosan (Waste) pada lantai produksi. Pedekatan yang digunakan terkait permasalahan yang terjadi di perusahaan ialah Lean Manufacturing, dengan penggambaran Value Stream Mapping. Ientifikasi pemborosan dilakukan dengan kuisioner kemudian hasil pembobotan waste diolah dengan tabel VALSAT. Dari hasil identifikasi didapat bobot waste defect (4,2) uncessasry inventory (3,9), waiting (3,3) excessive transportation (3,1) dan uncessary motion (3,0). Hasil dari tabel VALSAT adalah tools Proses Activity Mapping (110,5), Supply Chain Response Matrix (76,8) dan Quality Filter Mapping (47,8) setelah itu Future Stare Mapping dan Failure Mode and Effcet Analysis dengan nilai RPN tertinggi yang akan diberikan usulan. Pemborosan (waste) dengan nilai RPN tertinggi untuk masing-masing waste, excessive transportation dengan penataan ulang tata letak, defect rework dengan pembekalan operator (breafing) dan monitoring, waitting dengan penambahan operator, unsesary motion dengan kaizen activity dan unsesary inventory dengan pengolahan defect rwork se-segera mungkin
PERBAIKAN PELAYANAN UJI LABORATORIUM LINGKUNGAN MENGGUNAKAN METODE KANO DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) (Studi Kasus : UPT Laboratorium Uji Kualitas Lingkungan, Gresik) Usfa Rosyikna; Pregiwati Pusporini; M. Zainuddin Fathoni
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 1 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.944 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i1.2042

Abstract

UPT Laboratorium Uji Kualitas Lingkungan adalah Laboratorium yang memberikan jasa pengujian parameter kualitas lingkungan di Kabupaten Gresik. Permasalahan yang dialami adalah meningkatnya jumlah prosentase pengaduan pelanggan dari tahun 2016-2018. Pada tahun 2016 sebesar 0,86%, tahun 2017 sebesar 1,52% dan pada tahun 2018 sebesar 1,71%. Serta adanya laboratorium pesaing di Kabupaten Gresik yaitu PT. Global Quality Analitycal dan PT. Envilab Indonesia sehingga mengharuskan UPT Lab harus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Metode pengukuran kualitas yang digunakan adalah integrasi Model Kano dan QFD yang bertujuan memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pengujian laboratorium. Dimana tahapan yang dilakukan adalah melakukan identifikasi atribut pelayanan, klasifikasi Kano, menentukan matriks perencanaan dan merumuskan respon teknis. Kemudian langkah selanjutnya yaitu menentukan hubungan masing-masing atribut dengan respon teknis. Prioritas pengembangan yang direkomendasikan diperoleh dari hasil matrik target persyaratan teknis yaitu nilai prioritas paling tinggi dari respon teknis. Responden yang digunakan sebanyak 100 responden yang pernah melakukan pengujian di UPT Lab. dan Laboratorium pesaing. Hasil penelitian didapatkan 4 atribut dalam kategori kebutuhan umum (must be), 7 atribut dalam kategori one dimensional yang dapat meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan dan 5 atribut tidak berpengaruh terhadap tingkat kepuasan (Indifferent). Nilai tingkat kepentingan atribut paling tinggi adalah ketepatan waktu penyelesaian laporan dengan nilai 4,90. Sedangkan nilai prioritas tertinggi adalah fasilitas dan kondisi laboratorium dengan nilai 8,30. Prioritas Pengembangan di UPT Lab. adalah perbaikan terhadap fasilitas dan kondisi laboratorium dan rekomendasi perbaikan yang diusulkan dengan melengkapi ketersediaan bahan peralatan uji laboratorium.Kata Kunci : Kualitas, Kano, QFD (Quality Function Deployment)
USULAN PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO PADA PROSES PRODUKSI DI PT PACIFIC ANGKASA ABADI DENGAN MENGGUNAKAN METODE HOUSE OF RISK (HOR) Ali Gunawan; Elly Ismiyah; Muhammad Zainuddin Fathoni
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 2 No 3 (2021): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.31 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v2i3.3864

Abstract

Dalam perusahaan manufacturing pengelolahan menajemen risiko bukan merupakan suatu hal yang baru melainkan suatu hal yang sangat dperhatikan. PT. Pacific Angkasa Abadi merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi pipa hollow dengan tujuan utama menginginkan target produksi yang telah direncanakan dapat tercapai dengan baik, dengan mengatasi dan mencegah keterjadian potensi risiko yang berpotensi terjadi pada proses produksi pipa Hollow, tujuan penelitian ini adalah melakukan pengendalian management ketrejadian risiko yang lebih efektif serta mendindaklanjuti pencegahan terjadinya potensi risiko serta memitigasi setiap risiko yang berpotensi merugikan bagi perusahan. Proses identifikasi risiko dilakukan dengan teknik pendekatan management risiko berbasis SNI ISO 31000:2011 dan Tools why why analiysis yang menghasilkan sebanyak 27 potensi kejadian risiko 27 agen risiko serta 5 tindakan pencegahan risiko dengan menggunakan metode House of risk yang terbagi atas dua fase HOR 1 dan fase HOR 2 dalam fase HOR 1 menghasilkan urutan prioritas agen risiko yang selanjutnya 27 prioritas dengan nilai Aggregate Risk Potential (ARP) berdasarkan hasil nilai korelasi perhitungan kejadian risiko dengan agen risiko diperoleh 5 agen risiko yang terpilih berdasarkan perhitungan fase HOR 2 sehingga akan menghasilkan 5 tindakan pencegahan berdasarkan perhitungan dari Efeectiveness to Difficulty Ratio (ETD) dari 5 prioritas risiko yang terpilih akan dilakukan usulan stratergi mitigasi risiko dari setiap agen risiko yang telah ditetapkan sebagai strategi mitigasi risiko pada proses produksi, diharapkan PT. PacificAngkasa Abadi lebih siap dalam menghadapi beberapa potensi risiko yang terjadi didalam perusahaan.
INTEGRASI SERVQUAL DAN KANO MODEL KE DALAM QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT SEBAGAI UPAYA PENINGKATAK KUALITAS PELAYANAN INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH IBNU SINA GRESIK Yogi Yusron Arif; Pregiwati Pusporini; Elly Ismiyah
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 2 No 1 (2021): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.034 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v2i1.3222

Abstract

RSUD Ibnu Sina gresik merupakan rumah sakit umum daerah di Gresik yang dituntut untuk terus meningkatkan kualitas pelayanannya dengan berpedoman pada Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) sebagai indikator kinerja utama. Berdasarkan laporan kinerja instansi pemerintah, SKM dari rumah sakit khususnya pada instalsai rawat jalan mengalami penurunan secara signifikan di dua klinik pada 4 semester terakhir yaitu periode 2017 sampai 2018, yang mengakibatkan target tahunan indeks kepuasan masyarakat (IKP) untuk tiap klinik tidak tercapai di semester akhir tahun 2018. Untuk itu pihak rumah sakit perlu melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan didasarkan pada keinginan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien, mengetahui kategori atribut pelayanan dan memberikan usulan perbaikan kualitas pelayanan pada dua klinik di instalasi rawat jalan yang tidak mencapai target IKP tahun 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggabungkan metode servqual dan kano model ke dalam quality function deployment. Servqual diguanakan untuk mengetahui kesenjangan harapan dan kenyataan, kano model untuk pengkategorian atribut dan QFD sebagai usulan perbaikan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 21 atribut pelayanan, dimana terdapat 17 atribut yang memiliki gap negatif di klinik jantung dengan 2 atribut berkategori attractive, 8 one-dimensional, 7 must-be dan 14 atribut di klinik kandungan dengan 2 atribut berkategori attractive, 5 one-dimensional dan 7 must-be. Sehingga terdapat 17 atribut di klinik jantung dan 14 atribut di klinik kandungan yang menjadi voice of customers. Dari hasil analisis QFD terdapat 9 respon teknis dengan 5 prioritas teratas menjadi upaya perbaikan yaitu penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, briefing orientasi kualitas pada tenaga medis, program tenaga medis dan petugas terbaik, rehabilitasi fasilitas gedung dan peralatan pendukung dan pemberian kotak saran dan aduan.
ANALISIS POSTUR KERJA PADA PEKERJA DI JALAN REL DENGAN PENDEKATAN METODE WERA DAN JSI Agung Dharma Eka; Nina Aini Mahbubah; Deny Andesta
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 3 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.384 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i3.2623

Abstract

Aktivitas pekerjaan perbaikan struktur jalan rel dilakukan pekerja dengan menggunakan alat mekanis yang disebut hand tie tamper. Kegiatan pekerjaan perbaikan dilakukan secara terus-menerus dapat menyebabkan resiko musculoskeletal disorders pada pekerja. Kuesioner Nordic Body Map diketahui beberapa keluhan yang dialami pekerja dalam proses pekerjaan tersebut. Metode WERA dan JSI merupakan metode untuk menganalisa gerakan kerja yang dapat menyebabkan cedera musculoskeletal disorders. Gerakan kerja operator alat mekanis hand tie tamper di mulai dari pegelangan tangan, batang tubuh, leher, kaki, dan bahu. Hasil perhitungan metode WERA pada operator A memiliki nilai sebesar 45 dengan level HIGH yang artinya segera dilakukan perbaikan segera sedangkan pada operator B memiliki nilai 44 dengan level MEDIUM yang artinya Tugas tersebut perlu diselidiki lebih lanjut dan diperlukan perubahan. Untuk hasil perhitungan JSI pada operator A memiliki nilai 15 yang artinya pekerjaan yang diamati berbahaya sedangkan pada operator B memiliki nilai 10 yang artinya pekerjaan yang diamati berbahaya. Hasil perhitungan menunjukan beberapa gerakan kerja para pekerja menyebabkan risiko musculoskeletal disorders sehingga perlu dilakukan perbaikan secepatnya.Usulan perbaikan gerakan kerja dengan membandingkan postur kerja saat ini dengan postur kerja WERA dan JSI.
ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU FIBER MAT PADA PRODUKSI TANGKI AIR DI CV. SURYA AGUNG ENTERPRISE DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY syafitra bayu aji; Elly Ismiyah; Hidayat hidayat
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 2 No 4 (2021): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.581 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v2i4.4307

Abstract

Surya Agung Enterprise (SAE) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur fiberglass terutama dalam produksi tangki air. Perusahaan ini beralamatkan di Jalan Veteran Madya Barat, Kecamatan Kebomas, Gresik. Perusahaan melakukan pemesanan bahan baku apabila stok digudang sudah mulai menipis, jika perusahaan terlalu sering melakukan pemesanan dengan jumlah ukuran yang sedikit maka biaya pesan akan tinggi dan biaya simpan akan rendah, juga sebaliknya apabila perusahaan mengadakan pemesanan dengan jumlah yang tinggi maka biaya pesan rendah dan biaya simpan akan tinggi. Pada proses pembuatan tangki air, CV. Surya Agung Enterprise membutuhkan material atau bahan baku. Perusahaan menggunakan 2 bahan baku utama yaitu jenis Fiber Mat yang digunakan Fiber Mat WR (Woven Roving) 600 dengan ukuran 1 x 65 m = 40 Kg, Fiber Mat 450 dengan ukuran 1 x 66 m = 30 Kg. penjabaran yang dapat di simpulkan dengan berupa point-point penting antara lain adalah Hasil perhitungan menggunakan metode EOQ menunjukan bahwa total kebutuhan bahan baku dari CV. Surya Agung Enterprise diperoleh fiber mat wr 600 sebanyak 57 kg, dengan frekuensi pembelian 10 kali atau 26 hari sekali tiap pemesanan, sedangkan hasil perhitungan EOQ untuk fiber mat 450 sebanyak 70 kg frekuensi pembelian 14 kali atau 26 hari sekali tiap pemesanannya dalam satu periode. Hasil perhitungan Safety Stock yang harus tersedia fiber mat wr 600 adalah 11 kg dan fiber mat 450 sebesar 29 kg. Nilai re-order point atau dimana perusahaan harus melakukan pemesanan kembali saat persediaan sebesar 16 kg untuk fiber mat wr 600 dan fiber mat 450 sebesar 38 kg. Hasil perhitungan persediaan atau Total Inventory Cost (TIC) sebesar Rp. 524.763 sedangkan asumsi perhitungan biaya persediaan perusahaan sebesar Rp. 1.879.226
Usulan Perbaikan Proses Produksi Tas Ransel Untuk Meminimalkan Kecacatan Produk Dengan Metode Six Sigma (Studi Kasus: UD Diechi ) Mohammad Erry; Pregiwati Pusporini; Dzakiyah Widyanigrum
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 1 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.058 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i1.2028

Abstract

Salah satu perusahaan yang belum menerapkan pengendalian kualiatas adalah UD Diechi. UD Diechi didirikan pada tahun 19-09-1991 oleh bapak H. Tahal dan mampu memproduksi hingga 1000-2000 Unit Tas per bulan. UD Diechi terletak di kelurahan pekauman Jalan KH. Abdul Karim No 95, Gresik.adalah Usaha Micro Kecil dan Menengah yang bergerak di industri manufaktur memproduksi berbagai jenis Tas diantaranya adalah : Tas Anak, Tas Ransel, Tas Laptop, Tas Pinggang, dan juga Tas Pesanan Khusus dan Dll. Untuk pemasarannya UD. Diechi menjual produknya dari ritel ke ritel dan menjual produknya dari pemesanan konsumen serta melalui sosial media. Bertambahnya permintaan maka penyebarannya mulai merambah ke kota lain seperti Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto dan kota sekitar laninnya. Dalam hal ini memilih Tas Ransel untuk dilakukan adalah dikarenakan Produk Tas Ransel paling sering di produksi dan dicari konsumen serta memiliki kecacaatan yang cukup banyak. Pengendalian kualitas yang dilakukan pada UD Diechi belum baik yang terbukti dengan adanya produk cacat di batas toleransi dan belum mampu mengidentifikasikan faktor kecacatan dan penyebab kecacatan secara ideal. Kondisi saat ini UD Diechi belum melakukan tindakan apapun berkaitan dengan usaha meningkatkan kualitas produk. Dengan penelitian ini diharapkan sebagai bahan pertimbangan perusahaan untuk mengambil konsep mengenai pengendalian kualitas dengan menggunakan metode Six Sigma. Untuk memahami strategi pengendalian kualitas bagi UD Diechi yaitu menurunkan jumlah kecacatan yang terjadi, maka dicoba untuk mengadopsi metode Six Sigma dalam menganalisis dan memperbaiki pengendalian kualitas. Dari hasil penelitian diketahui data hasil produksi UD. Diechi pada bulan Januari – Juni 2018 didapat nilai DPMO (Defect per Million opportunity) dan nilai Sigma Untuk perhitungan DPMO data jenis Atribut yaitu dalam 1.000.000 pcs terdapat 688Defect Atribut yang bisa dihasilkan dan diperoleh nilai Sigma sebesar 3,7.
Perancangan Standard Operating Procedure (SOP) proses produksi pada TEFA (Teaching Factory) (Studi Kasus: Smk Manbaul Ulum) Novi Nur Hidayanti; Moch. Nuruddin; hidayat hidayat
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 2 No 2 (2021): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.969 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v2i2.3673

Abstract

Perancangan SOP sangat penting dilakukan di SMK Manbaul Ulum untuk memperjelas alur kerja dalam proses produksi. Hal ini digunakan untuk menjadikan siswa lebih memahami praktik, dan juga menjadikan siswa lebih mandiri dan siap terjun ke lingkungan kerja nantinya. SOP dalam kegiatan produksi harus diterapkan sejak dini agar siswa dapat terbiasa dengan pekerjaan yang akan mereka hadapi nanti di dalam dunia kerja. Oleh karena itu, perlu dibuat suatu standar operasi sehingga langkah-langkah dalam suatu prosedur tidak berubah. Hasil dari pembahasan pada penelitian ini yaitu:Standard Operating Prosedure (SOP) proses pemotongan Manbaul Ulum telah tersusun dengan menggunakan flowchart swimlane dan naratif, Standard Operating Prosedure (SOP) proses laminating & edging, Standard Operating Prosedure (SOP) proses boring, Standard Operating Prosedure (SOP) proses assembling pada teaching factory di SMK Manbaul Ulum telah tersusun dengan menggunakan flowchart swimlane san naratif.
ANALISIS DAN MITIGASI RISIKO MENGGUNAKAN HOUSE OF RISK DAN FUZZY LOGIC PADA RANTAI PASOK PT. PETRONIKA Kiki Irnanda Safitri; Said Salim Dahda; Dzakiyah Widyaningrum
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 2 No 1 (2021): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.952 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v2i1.3180

Abstract

Pada sebuah supply chain terdapat risiko – risiko yang dapat muncul dan mempengaruhi aktivitas supply chain sehingga aktivitas supply chain tidak dapat berjalan dengan baik. Hal tersebut juga dialami oleh PT. Petronika dimana terdapat gangguan terhadap aktivitas supply chain perusahaan. Saat ini PT. Petronika belum mengidentifikasi dan memitigasi risiko yang terstruktur, terutama dalam fungsi supply chain. Maka dari itu diperlukan adanya manajemen risiko rantai pasok atau biasa disebut SCRM. House of risk merupakan metode yang cocok untuk mengidentifikasi risiko disepanjang rantai pasok. Pengolahan HOR fase 1 bertujuan untuk mendapatkan urutan prioritas sumber risiko yang akan diberi penanganan, dimana akan menjadi input pada HOR fase 2. Hasil pengolahan HOR fase 2 adalah prioritas aksi mitigasi risiko. Dalam prakteknya mengenai penanganan risiko beberapa peneliti menggunakan pendekatan HOR. Namun pada saat proses pengambilan data kuesioner severity dan occurrence peneliti menggunakan logika fuzzy karena logika fuzzy memiliki toleransi terhadap data-data yang tidak tepat. Dari hasil penelitian terdapat 22 risk event dan 52 risk agent yang teridentifikasi. Peneliti mengusulkan 8 strategi mitigasi untuk dilakukan penanganan terhadap 2 prioritas risk agent. Dari hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi rekomendasi perbaikan pada kegiatan supply chain PT. Petronika.
USULAN PERBAIKAN LOADING RATE DI FASILITAS AUTOMATIC LINE PACKER MENGGUNAKAN METODE SEVEN TOOLS DAN FAULT TREE ANALYSIS (Studi Kasus: PT. Cemindo Gemilang Gresik) Ardiansyah Armawan; Deny Andesta; Dzakiyah Widyaningrum
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 2 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.914 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i2.2611

Abstract

Kinerja loading rate tahun 2017 menunjukkan performa mesin matik yang lebih kecil dari performa mesin manual, hal ini dapat mengganggu target produksi semen sebesar 53 ton/jam pada line packer otomatis. Dari permasalahan ini, faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penurunan otomatis kinerja tingkat pembebanan dan bagaimana perbaikan yang diusulkan. Untuk dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan kinerja laju pembebanan otomatis dan usulan perbaikan digunakan metode seven tools and fault tree analysis dan metode seven tools yang digunakan yaitu check sheet, fishbone diagram, map control (kontrol). grafik) dan diagram pareto (analisis pareto). Dari tujuan penelitian ini untuk menentukan faktor-faktor yang menyebabkan laju pembebanan pada pengemas jalur otomatis dan untuk menentukan usulan perbaikan laju pembebanan dengan menggunakan metode tujuh alat dan analisis pohon kesalahan. Untuk dapat mengoptimalkan kinerja laju pembebanan maka diterapkan metode seven tools dan analisis pohon kesalahan dengan bantuan metode 5 W + 1 H. Dari hasil studi kasus pada PT. Cemindo Gemilang pada bagian dispatch menemukan bahwa pengaruh penurunan laju muat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah setting truk lama sebesar 23,64% dan prioritas perbaikan untuk meningkatkan kinerja laju muat. Mengusulkan perbaikan kecepatan muat dengan melakukan pelatihan, membuat regulasi, melakukan sosialisasi, perawatan berkala serta penambahan 8 spout dan 2500 rpm

Page 8 of 30 | Total Record : 292