cover
Contact Name
Hidayat
Contact Email
hidayat@umg.ac.id
Phone
+6281216316363
Journal Mail Official
hidayat@umg.ac.id
Editorial Address
Jl. Sumatera No.101, Gn. Malang, Randuagung, Kec. Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61121
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri)
ISSN : 27454010     EISSN : 27460835     DOI : http://dx.doi.org/10.30587/justicb.v2i4
Jurnal Sistem Dan Teknik Industri (JUSTI) merupakan jurnal mahasiswa yang berkomitmen untuk menerbitkan karya ilmiah dengan tema di bidang teknik industri, manajemen dan produksi. JUSTI mendedikasikan diri sebagai wadah bagi para penulis untuk mempublikasikan ide dan karya ilmiahnya. JUSTI adalah portal jurnal terbuka (Open Access Journal) yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Gresik.
Articles 292 Documents
PENERAPAN STATISTICAL QUALITY CONTROL DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS GUNA MENGURANGI KECACATAN PRODUK (STUDI KASUS: UMKM QUEEN PIE) Muhammad Syarief Hidayatullah; Dzakiyah Widyaningrum; Akhmad Wasiur Rizki
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 2 No 4 (2021): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.85 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v2i4.4155

Abstract

Milk pie cake is the most popular product in MSME Queen Pie, but the number of orders is directly proportional to the resulting defect. Statistical Quality Control (SQC) and Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) methods are used to optimize this. In the study there are defects in milk pie cake is charred, immature, broken, bubbling and sticky. In the check sheet, the average defect per month is 8.6%. Furthermore, the flowchart in the production process consists of 3 parts, namely raw material handling, production and packaging. From the results of the Scatter Diagram shows that between production variables and defects are interconnected. Then on the histogram, the biggest defect is the rupture product with defect 844. In pareto seen dominant defect type rupture by 34.7%. Furthermore, the attribute map contains data out of control in February. The results of fishbone diagram analysis of the causes of defect factors are human, machine, method, material and environment. Based on the analysis of FMEA further improvement proposals are made that perform regular maintenance, give workers adequate rest periods, check the temperature of the oven periodically, more thorough in choosing flour with good quality and ensure the mold has been smeared with margarine before given the dough. Keywords : Quality Control, Defect, Failure Mode and Effect Analysis, Statistical Quality Control
ANALISIS KERUSAKAN JEMBATAN TIMBANG UNIT 1 di PT.PETROKIMIA GRESIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE and EFFECT ANALYSIS dan METODE LOGIC TREE ANALYSIS Ahmad Husamuddin; Pregiwati Pusporini; Deny Andesta
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 2 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.85 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i2.2597

Abstract

Sistem perawatan preventive maintenance di jembatan timbang unit 1 PT. Petrokimia Gresik masuk belum efektif. Terbukti mulai bulan Juni 2017 sampai dengan bulan Nopember 2018 telah terjadi 32 kali kerusakan yang menyebabkan berhentinya proses penimbangan, sehingga hasil penimbangan di jembatan timbang unit 1 tidak mampu memenuhi rata-rata 6.500.000 – 7.000.000 Kg perbulan yang telah ditetapkan oleh manajemen PT. Petrokimia Gresik. Untuk itu, dalam penelitian ini dilakukan analisa untuk mengidentifikasi penyebab kerusakan di jembatan timbang unit 1 PT. Petrokimia Gresik dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis dan untuk mengetahui jenisjenis kerusakan dengan menggunakan metode Logic Tree Analysis dalam menentukan prioritas penanganan penyebab kerusakan jembatan timbang unit 1 PT. Petrokimia Gresik. Dari penelitian ini diketahui terdapat 17 penyebab kerusakan di jembatan timbang unit 1 dan didapatkan failure mode indikator load cell rusak dengan failure cause overload penimbangan memiliki nilai RPN tertinggi yakni 45. Terdapat 6 penyebab kerusakan dengan kategori B atau jenis outage problem yang artinya mempunyai konsekuensi terhadap operasional mesin yang menyebabkan kerugian ekonomi secara signifikan. Untuk itu antar unit kerja perlu dilakukan preventive maintenance secara bersinergi dan evaluasi jenis material eksisting yang terpasang di jembatan timbang unit 1 PT. Petrokimia Gresik.
USULAN PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PRODUK LEAF SPRING TIPE MSM 2230 DENGAN METODE LEAN MANUFACTURING DI PT. INDOSPRING, Tbk.   solikhin solikhin; Dzakiyah Widyaningrum; Deny Andesta
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 2 No 3 (2021): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.426 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v2i3.3830

Abstract

Indospring, Tbk merupakan perusahaan manufaktur leaf spring dan coil spring automotive, yang menjadi fokus utama adalah leaf spring tipe MSM 2230. Berdasarkan data total produk Defect not good menunjukkan angka rata-rata sebesar 12,03 %, sedangkan repair rata-rata 23,82 %. Penelitian ini menggunakan metode Lean Manufacturing, VSM, serta VALSAT. Hasil dari analisis VSM dan VALSAT adalah Big Picture Mapping current state dan future state map, mengetahui value added dan non value added didalam proses produksi, membuat skala prioritas terhadap seven waste untuk meminimalisir pemborosan diproses produksi.Dari hasil skoring waste workshop, diketahui bobot dan jenis waste yang berpengaruh signifikan sepanjang value stream adalah Waiting 28,96 % dan transportation 18,52 %. Hasil analisis Process Activity Mapping (PAM) didapatkan bahwa terdapat 23 kegiatan operasi, 35 kegiatan transportasi, 7 kegiatan inspeksi, 2 kegiatan Storage, 18 kegiatan Delay dengan waktu 113.926,83 menit, kemudian di improve dengan pendekatan future state mapping untuk menghilangkan waste menjadi 23 kegiatan operasi, 32 kegiatan transportasi, 7 kegiatan inspeksi, 2 kegiatan Storage, 15 kegiatan Delay dengan waktu 75.960 menit. Selanjutnya dilakukan usulan perbaikan Defect untuk meningkatkan produktivitas produk leaf spring tipe MSM 2230.
ANALISIS POSTUR KERJA OPERATOR SABLON KARUNG DENGAN METODE RULA DAN WERA Siswanto Siswanto; Pregiwati Pusporini; Elly Ismiyah
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 4 (2020): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.368 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i4.2835

Abstract

Pekerjaan mensablon karung di UD. Eka Jaya dilakukan secara manual sehingga memerlukan sikap yang ergonomis dalam bekerja. Sikap postur kerja yang tidak ergonomis dapat menyebabkan cidera atau gangguan system musculoskeletal disorder. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi postur kerja tubuh di UD.Eka Jaya dengan pendekatan RULA dan WERA, menghitung postur kerja yang beresiko dengan menggunakan metode RULA dan WERA, mengusulkan perbaikan postur dan gerakan kerja dengan pendekatan RULA dan WERA. Pengambilan data dilakukan dengan observasi kelapangan dengan cara menyebar kuisioner Nordic Body Map (NBM). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode Rapid Upper Limb Assesment (RULA) dan Work Ergonomy Risk Assesment (WERA), kemudian perolehan metode RULA grand score di kategikan berdasarkan action level, dan perolehan dari metode WERA final score di kategorikan berdasarkan action level. Dari aktivitas operator sablon karung di UD. Eka Jaya, dengan metode RULA operator memiliki skor akhir 7. Dengan metode WERA operator memiliki skor akhir 37. Postur tubuh operator sablon karung di UD. Eka Jaya dengan menggunakan metode RULA operator masuk kategori action level 4 menunjukkan bahwa kondisi ini berbahaya maka pemeriksaan dan perubahan diperlukan dengan segera (saat itu juga). Dengan menggunakan metode WERA dari operator memiliki skor akhir 37 masuk kategori action level medium level medium Perlu diselidiki lebih lanjut dan perlu perubahan
Analisis Simulasi Sistem Antrian Proses Pemuatan Finished Goods Sebagai Upaya Meningkatkan Efisiensi Pelayanan Arief Rahmana
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 2 No 2 (2021): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.218 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v2i2.3324

Abstract

Ketepatan waktu proses pendsitribusian dipengaruhi oleh proses pelayanan pendistribusian yang baik dengan dukungan sistem pelayanan yang baik pula. Ketepatan proses pendistribusian tidak akan berjalan dengan baik jika terdapat ketidakseimbangan waktu dalam proses pelayanan tersebut. Hal ini dapat dilihat dari tingkat kepadatan kedatangan pelanggan dalam sistem dimana tingkat pelayanan belum mampu melayani secara optimal walaupun sudah bekerja secara maksimal. Hal tersebut juga terjadi pada proses pemuatan barang jadi di PT. Karunia Alam Segar dimana jumlah kendaraan masih melebihi kapasitas pelayanan proses. Hal ini menimbulkan antrian disetiap harinya karena terjadi keseimbangan dalam proses pemuatan tersebut. Oleh karena itu, penelitian dilakukan dengan memodelkan dan mensimulasikan sistem dalam pelayanan menggunakan perangkat lunak Arena dengan tujuan untuk memberikan alternatif perbaikan dalam permasalahan tersebut dengan membandingkan biaya operasional pada beberapa skenario. Dari hasil simulasi proposal penawaran terbaik yaitu pada skenario proposal II menambah tenaga kerja dengan banyak kendaraan yang dilayani mencapai 96%, waktu tunggu sebelum dilayani sebesar 0,0479 jam atau 2 menit, jumlah kendaraan menunggu untuk dilayani sebesar 0 kendaraan, tingkat kesibukan sistem pelayana sebesar 31,25%, dan total biaya yang timbul akibat penambahan fasilitas pada proposal skenario II sebesar Rp.32.016
PENENTUAN JUMLAH PRODUKSI PRODUK GARMENT YANG OPTIMAL DENGAN PENDEKATAN SIMULASI MONTE CARLO (Studi Kasus Pada UKM Ramli) Rahmad Syaiful Rohman; Elly Ismiyah; Dzakiyah Widyaningrum
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 3 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/justicb.v1i3.2628

Abstract

Perencanaan kuantitas produksi merupakan faktor penting dalam menghasilkan produk dalam jumlah yang tepat, sehingga resiko terjadinya kelebihan maupun kekurangan produk dapat diminimalisir yang mana dapat mengurangi terjadinya kerugian terutama pada produk yang bersifat musiman dimana memiliki masa jual terbatas. Persoalan inilah yang menjadi dasar dari penelitian ini yang akan diselesainkan dengan menggunakan simulasi monte carlo. Monte carlo adalah simulasi tipe probabilitas yang mendekati solusi sebuah masalah dengan melakukan sampling dari proses acak yang. Hasil dari perhitungan monte carlo lalu dibandingkan dengan dua model simulasi persediaan yaitu model persediaan musiman (Newsboy Problem) dan model statik EPQ dengan mengutaman nilai keuntungan tertinggi sebagai acuan terbaik dalam penentuan kuantitias produksi. Dengan hasil ini pelaku bisnis dapat memiliki patokan dalam menentukan jumlah ukuran produksi yang tepat.
PENERAPAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) PADA PERAWATAN MESIN CONVEYOR UNLOADING PHOSPHATE ROCK (Studi Kasus PT PETROKIMIA GRESIK) Indra Ikhsan Praja; Said Salim Dahda; Dzakiyah Widyaningrum
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 1 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1125.902 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i1.2033

Abstract

Proses bongkar material bahan baku pupuk merupakan proses yang penting dalam operasional PT Petrokimia Gresik. Dalam proses distribusi atau pengangkutan raw material dari pelabuhan menuju gudang pabrik atau ruang produksi, salah satu peralatan utama yang digunakan adalah conveyor. Selama ini, conveyor 02M603 yang digunakan dalam proses bongkar di pelabuhan PT Petrokimia masih sering mengalami kerusakan sehingga menimbulkan kerugian salah satunya dalam bentuk biaya demurrage. Solusi dari permasalahan ini ialah memberikan usulan rencana jadwal perawatan mesin dengan menggunakan metode reliability centered maintenance. Hasil penerapan metode Reliability Centered maintenance diperoleh empat komponen yang harus dirawat secara terjadwal (time directed) yaitu: carrier roller, support carrier, impact roller dan rubber seal. Komponen-komponen tersebut merupakan komponen yang paling sering mengalami kerusakan dan menyebabkan downtime pada conveyor 02M603. Berdasarkan hasil analisis diusulkan agar perawatan dilakukan bukan selama 100 jam atau setiap 1 kali bongkar karena salah satu komponen, yaitu carrier roller memiliki nilai MTTF dibawah 200 jam, sehingga apabila perawatan dilaksanakan tiap 200 jam dapat memperbesar kemungkinan terjadinya downtime akibat kerusakan carrier roller.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MENGENAI JABATAN PEGAWAI BERBASIS WEBSITE DI PT. BARATA INDONESIA (PERSERO) DHIMAS ADI PUTRA; Deny Andesta
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 2 No 3 (2021): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.545 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v2i3.3890

Abstract

Sebagai salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di bidang industry berat serta menyediakan jasa manufaktur dan EPC, PT. Barata Indonesia (Persero) berupaya untuk berkembang untuk memiliki daya saing tinggi di era yang semakin maju. Sejalan dengan salah satu misinya, yaitu “Memperkuat kompetensi sumber daya manusia yang terampil dan bermotivasi tinggi”, penulis ingin membuat suatu system informasi sebagai penunjang produktifitas perusahaan. Sistem informasi yang dimaksud berguna untuk memberikan informasi berupa deskripsi bidang pekerjaan pegawai beserta standar kompetensi yang telah atau harus dipenuhi oleh masing-masing pegawai sesuai bidang dan jabatannya. Metode yang digunakan penulis adalah metode scrum dengan melakukan observasi dan analisis kebutuhan system untuk kemudian dapat menyusun SRS (software requirement specification) yang akan dijadikan acuan dalam membangun system informasi tersebut. Sistem informasi sederhana ini diharapkan mampu memudahkan dalam proses analisis jabatan pegawai yang selama ini hanya dilakukan tanpa media terpadu. Dengan dikembangkannya system informasi ini, pegawai(user) dan admin dan terhubung untuk mengelola level kompetensi pegawai sebagaimana standar yang telah ditetapkan.
ANALISIS BIAYA DAN WAKTU PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN CERME PRISMA LAND BLOK K MENGGUNAKAN METODE PERT DAN EVM (Studi Kasus: PT. Cahaya Prisma Utama) Denni Aditama Eko Samsudin; Deny Andesta; Elly Ismiyah
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 2 No 1 (2021): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.135 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v2i1.3187

Abstract

Dalam pelaksanaan proyek sering kali didapati proyek yang mengalami keterlambatan durasi penyelesaian dan pembengkakan biaya, oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja proyek pembangunan Perumahan Cerme Prisma Land PT. Cahaya Prisma Utama. Project Evaluation Review Technique (PERT) digunakan untuk mencari lintasan kritis pada proyek, lintasan kritis pada proyek ini adalah kegiatan B,C,D,E,F,G,H,K,L,S,T,V,W,Y dan AB. Earned Value Method (EVM) adalah salah satu cara untuk mengetahui perkembangan proyek dengan membentuk tiga indikator, yaitu BCWS, BCWP dan ACWP. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari Lintasan Kritis dan mengevaluasi penyimpangan biaya (Cost) dan waktu (Time), menghitung perkiraan besarnya biaya dan waktu yang diperlukan untuk penyelesaian pengerjaan proyek. Dari hasil perhitungan berdasarkan monitoring minggu ke.13, nilai schedule variance (SV) sebesar (-3,98%), hasil ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pekerjaan terlambat 3,98% dari jadwal rencana. Sedangkan cost variance (CV) sebesar (-5,07), hasil ini menunjukkan pekerjaan terlaksana dengan biaya yang digunakan lebih dari anggaran. Diperkirakan waktu penyelesaian proyek (ECD) = 21 Minggu, berarti perlu penambahan waktu selama 1 minggu, sedangkan biaya total yang diperlukan dalam penyelesaian proyek ini (EAC) = Rp. 1.020.943.992,36 lebih besar dari anggaran yaitu sebesar Rp. 935.000.010,00
USULAN PERAWATAN MAINTANANCE TASK UNTUK MESIN B-67 DENGAN PENDEKATAN METODE REALIBILITY CENTERED MAINTANANCE DI PT BUMIMULIA INDAH LESTARI PLANT GRESIK (Studi Kasus PT BUMIMULIA INDAH LESTARI PLANT GRESIK) Muhammad Indra Rizaldi; Nina Aini Mahbubah; Deny Andesta
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 3 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.959 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i3.2619

Abstract

PT Bumimulia Indah Lestari – Gresik adalah salah satu cabang perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan botol kemasan plastik. Terdapat tujuh mesin yang di gunakan untuk memproduksi botol kemasan plastik yaitu lima mesin produksi botol oli yang di suplay ke pertamina yaitu mesin B-28, B-27, B41, B30 dan B51 dan satu mesin yang memproduksi botol untuk petronika yaitu B17 dan dua mesin yang di gunakan untuk memproduksi jerrycan plastik untuk minyak yang di suplay ke PT KIAS yaitu B67. Di PT Bumimulia Indah Lestari menerapkan sistem pemeliharaan corrective maintenance, yaitu melakukan perbaikan ketika terdapat kerusakan atau kendala saat beroprasi. Urutan pengerjaan dalam penelitian ini antara lain adalah ; studi referensi, pengumpulan data komponen kritis berdasarkan pada data downtime,pemilihan komponen kritis menggunakan diagram Pareto, Functional Block Diagram, identifikasi penyebab kegagalan, RCM Decesion worksheet, Penentuan distribusi waktu antar kerusakan dan distribusi waktu antar perbaikan, penentuan interval perawatan , analisa hasil, dan pengambilan kesimpulan dan saran. Berdasarkan dari pengumpulan, pengolahan, dan analisa data didapatkan bahwa interval perawatan berdasarkan RCM Decision Worksheet untuk komponen yang memiliki kegagalan potensial diantaranya adalah kompenen Nodding Error dengan interval perawatan selama 4,18 jam dan mengalami breakdown sebanyak 34 kali dalam 1 tahun, komponenSensor Error dengan interval perawatan selama 4,54 jam dan mengalami breackdown sebanyak 30 kali dalam 1 tahun, dan komponen Trip Mcdengan interval perawatan selama 28,17 jam dan mengalami breackdown sebanyak32 kali dalam 1 tahun. Dalam hal ini seharusnya pihak perusahaan diharapkan mendata atau mengakses secara lengkap seluruh kerusakan yang terjadi pada mesin botol B67 sehingga dapat dibuatkan program tentang keandalan, jadwal perawatan, penggantian komponen, dan persediaan dengan tepat. Sedangkan untuk komponen yang masih mengalami breakdown maintenance, diharapkan agar melakukan tindakan perawatan pencegahan secara intensif untuk menghindari terjadinya kerusakan yang dapat mempengaruhi berhentinya proses produksi

Page 9 of 30 | Total Record : 292