cover
Contact Name
Widia Ningsih
Contact Email
widianingsih633@gmail.com
Phone
+6285960430213
Journal Mail Official
jcsjurnal@gmail.com
Editorial Address
Greenland Sendang Recidence, Blk. F No.02, Sendang, Kec. Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45611
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal of Comprehensive Science
ISSN : 296247     EISSN : 29624584     DOI : https://doi.org/10.36418/jcs
This journal publishes research articles covering multidisciplinary sciences, which includes: Humanities and social sciences, contemporary political science, Educational sciences, religious sciences and philosophy, economics, Engineering sciences, Health sciences, medical sciences, design arts sciences and media. Published articles are from critical and comprehensive research, studies or scientific studies on important and current issues or reviews of scientific books.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,406 Documents
Analisis Penggunaan Big Data dalam Perencanaan SDM Ferry Fathoni
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 5 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i5.4167

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah mendorong organisasi untuk mengadopsi pemanfaatan Big Data dalam berbagai fungsi bisnis, termasuk dalam perencanaan sumber daya manusia (SDM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Big Data dalam meningkatkan efektivitas perencanaan SDM melalui pendekatan Human Resource Analytics (HR Analytics). Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah dan publikasi akademik terbaru dalam rentang waktu tahun 2022–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan Big Data memungkinkan organisasi untuk melakukan peramalan kebutuhan tenaga kerja secara lebih akurat, meningkatkan kualitas proses rekrutmen dan seleksi, serta mendukung pengambilan keputusan strategis berbasis data (data-driven decision making). Selain itu, penggunaan analitik prediktif dalam HR Analytics juga membantu organisasi dalam mengidentifikasi pola kinerja karyawan, tingkat retensi, serta potensi risiko sumber daya manusia di masa depan. Namun demikian, implementasi Big Data dalam perencanaan SDM tidak terlepas dari berbagai tantangan, seperti keterbatasan kesiapan infrastruktur teknologi, kurangnya kompetensi analitik pada praktisi SDM, isu keamanan dan privasi data, serta persoalan etika dalam penggunaan data karyawan. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang komprehensif untuk mengoptimalkan pemanfaatan Big Data secara efektif dan bertanggung jawab dalam manajemen SDM.
Pengaruh Transformasi Digital, Motivasi Kerja, Lingkungan Kerja, dan Pelatihan terhadap Kinerja Karyawan PT Bank Sulselbar Andriany Andriany; Batara Maju Simatupang; R. Bambang Budhijana; Antyo Pracoyo
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 5 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i5.4168

Abstract

Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel-variabel yang dapat mempengaruhi pada kinerja karyawan pada PT Bank Sulselbar. Untuk variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kinerja karyawan dan variabel independen menggunakan Transformasi Digital, Motivasi Kerja, Lingkungan Kerja dan Pelatihan. Penelitian ini menggunakan jumlah sampel yang sebanyak 134 responden pegawai yang bekerja di perusahaan. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada karyawan. Teknik pengolahan data yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan metode Struktur Equation Modelling menggunakan aplikasi SmartPLS 4.0. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Digital Transformation, Work Motivation, Work Environment dan Training secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel Employee Performance. Variabel Digital Transformation, Work Motivation, Work Environment dan Training secara simultan mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel Employee Performance. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa keempat variabel independen tersebut secara bersama-sama berkontribusi sebesar 79,7% terhadap peningkatan kinerja karyawan, dengan pengaruh terbesar berasal dari variabel Transformasi Digital (koefisien 0,268), diikuti oleh Lingkungan Kerja (0,249), Motivasi Kerja (0,228), dan Pelatihan (0,227). Implikasi temuan dari penelitian ini adalah bahwa manajemen PT Bank Sulselbar perlu memprioritaskan penguatan transformasi digital melalui integrasi teknologi ke seluruh lini bisnis dan pelatihan kompetensi digital bagi karyawan, sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan sistem motivasi yang berbasis penghargaan adil untuk memaksimalkan kinerja karyawan di era perbankan digital.
Peran Hr dalam Meningkatkan Employee Engagement di Era Vuca Alfonsus Jehalut; Sunarto Sunarto
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 5 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i5.4169

Abstract

Perubahan lingkungan bisnis global yang ditandai dengan kondisi VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) menuntut organisasi untuk memiliki sumber daya manusia yang adaptif, resilien, dan memiliki keterikatan kerja (employee engagement) yang tinggi. Dalam konteks industri, khususnya sektor pertambangan batubara di Indonesia, dinamika harga komoditas, perubahan regulasi seperti Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), serta tekanan terhadap keberlanjutan menjadi tantangan nyata yang memengaruhi stabilitas organisasi dan karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis Human Resource (HR) dalam meningkatkan employee engagement di era VUCA. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur dari berbagai jurnal ilmiah bereputasi dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2021–2025). Hasil kajian menunjukkan bahwa HR tidak lagi berfungsi sebagai administratif semata, tetapi bertransformasi menjadi strategic partner yang berperan dalam menciptakan budaya kerja yang adaptif, meningkatkan komunikasi organisasi, serta mengintegrasikan teknologi digital dalam pengelolaan SDM. Selain itu, penerapan praktik seperti employee experience management, continuous feedback, pengembangan kepemimpinan yang inklusif, serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam proses HR terbukti mampu meningkatkan keterlibatan karyawan secara signifikan. Employee engagement yang tinggi berdampak positif terhadap produktivitas, loyalitas, serta ketahanan organisasi dalam menghadapi ketidakpastian. Dengan demikian, peran HR menjadi kunci utama dalam membangun organisasi yang agile dan berdaya saing tinggi di tengah tantangan era VUCA.
Analysis of Business Communication to Build the Brand Image of the SME “Citra Rasa” in Majalengka Wafa Nidaul Haq; Farida Nurfalah; Novicky Alban Adiputra
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 5 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i5.4170

Abstract

Citra Rasa is an MSME (Micro, Small and Medium Enterprises) that has products with unique flavors located in Majalengka City, but its use of business communication, especially digital media for marketing communication, is still not optimal. This study to investigate the pattern of business communication that carried out by Citra Rasa SME, consumer perception towards image brand, and sustainability business on local market. This research uses descriptive qualitative method, data collection techniques performed are observation, in-depth interviews and documentation. The research informants included SME owners, employees and regular customers. Analysis was performed using Bovee & Thill’s business communication theory and John Elkington’s triple bottom line framework. The results show that communication of product information is still primarily through face-to-face, and consumer perceptions of brand image are moderately good; however, the use of digital media remains to be optimized, which affects business sustainability in the aspects of customer loyalty and repurchase.  In conclusion, Citra Rasa SME still relies heavily on face-to-face communication, while digital media use remains minimal, resulting in suboptimal brand image building. From the Triple Bottom Line perspective, business sustainability is supported by profit (stable sales), people (good social relations), and planet (basic production cleanliness). Therefore, Citra Rasa SME needs to optimize digital media, improve packaging, introduce product variations, and manage social media more aggressively to enhance brand image and ensure long-term sustainability.
Histopatologi Hepar Tikus Wistar (Rattus Norvegicus) Model Hiperglikemia yang Diberi Ekstrak Daun Bidara (Ziziphus Mauritiana) Reynaldy Ubu Anagoga; Efrisca Meliyuita Br. Damanik; Rahel Rara Woda; Gottfrieda Patiencia Taeng-Ob Adang
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 5 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i5.4171

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit degeratif yang disebabkan oleh gangguan metabolisme berupa peningkatan gula darah atau disebut hiperglikemia dan salah satu organ yang terdampak penyakit ini adalah organ hepar. Mekanisme aloksan yang dapat menghasilkan radikal bebas atau reactive oxygen species (ROS) dan amiloid ? dapat memberikan  kerusakan pada hepar. Kandungan flavonoid, saponin, tanin, dan fenolat pada daun bidara mempunyai sifat antioksidan yang dapat menghambat produksi radikal bebas dalam organ hepar. Untuk mengetahui histopatologi hepar tikus Wistar (Rattus norvegicus) model hiperglikemia yang diberi ekstrak daun bidara (Ziziphus mauritiana). Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental laboratorium dengan pendekatan post test only control group design dimana dalam penelitian ini menekankan dengan perbandingan antara dua kelompok uji yaitu kelompok yang diberi perlakuan khusus dan kelompok kontrol. Sampel dibagi menjadi 5 kelompok uji yaitu kontrol negatif, kontrol positif, perlakuan 1 (dosis 200 mg/kgBB), perlakuan 2 (dosis 400 mg/kgBB), dan perlakuan 3 (dosis 800 mg/kgBB). Penilaian kerusakan hepar dengan acuan skoring Manja Roenigk Histopathology Scoring. Hasil penilaian tersebut kemudian di analisis dengan jenis pengujian data uji Kruskall-Wallis dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc Tukey. Berdasarkan hasil analisis SPSS yaitu uji Kruskall-Wallis didapatkan hasil p=0,001 (p<0,05) dengan kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari ekstrak daun bidara terhadap gambaran histopatologi hepar tikus Wistar. Dosis paling efektif daun bidara yang dapat memperlihatkan gambaran normal sel hepar tikus Wistar (Rattus norvegicus) adalah 800 mg/kgBB pada kelompok perlakuan 3.
Fragmentasi Regulasi ESG di Indonesia dan Upaya Kepastian Hukum Serta Daya Saing dalam Perspektif Komparatif Singapura Switcha Differentia Ariapramuda
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 5 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i5.4173

Abstract

Penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam hukum perusahaan merupakan salah satu perkembangan penting dalam mendukung praktik bisnis yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan dan implementasi ESG dalam hukum perusahaan di Indonesia dan Singapura serta mengkaji perbedaan, persamaan, dan implikasinya terhadap pengembangan hukum perusahaan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan komparatif, yang mengkaji peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, serta literatur terkait ESG di kedua negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia belum memiliki regulasi ESG yang komprehensif dan masih bersifat parsial, sehingga implementasinya belum optimal dan cenderung formalitas. Sebaliknya, Singapura telah memiliki sistem regulasi ESG yang lebih terstruktur, terintegrasi, dan didukung oleh penegakan hukum yang kuat, sehingga implementasinya lebih efektif. Meskipun demikian, kedua negara memiliki persamaan dalam mengakui pentingnya ESG sebagai bagian dari Good Corporate Governance dan pembangunan berkelanjutan. Perbedaan tersebut memberikan implikasi bahwa Indonesia perlu memperkuat regulasi, meningkatkan pengawasan, serta mengembangkan kapasitas perusahaan dan investor dalam penerapan ESG. Dengan demikian, integrasi ESG dalam hukum perusahaan di Indonesia menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing global dan mewujudkan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Penentuan Ukuran Sand Screen Berdasarkan Data Sieve Analysis Untuk Mengatas Kepasiran Pada Sumur X1 X2 Lapangan Y Dico Bagas Soekarno Putra; Fatma Fatma; M Lukman
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 2 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i2.3984

Abstract

Permasalahan kepasiran sering terjadi pada sumur yang memproduksi dari formasi batuan pasir tidak terkonsolidasi dan dapat menurunkan kinerja produksi serta merusak peralatan sumur. Penelitian ini dilakukan pada Sumur X1 dan X2 di Lapangan Y yang mengalami indikasi produksi pasir selama proses produksi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan metode pengendalian pasir yang tepat serta merancang ukuran bukaan sand screen yang optimal berdasarkan karakteristik pasir formasi. Analisis karakteristik pasir dilakukan menggunakan metode sieve analysis untuk memperoleh parameter distribusi ukuran butiran pasir, yang selanjutnya digunakan dalam perhitungan uniformity coefficient dan sorting coefficient. Hasil analisis menunjukkan bahwa pasir pada kedua sumur tergolong well sorted, sehingga metode Stand Alone Screen (SAS) dipilih sebagai solusi pengendalian pasir. Penentuan ukuran bukaan sand screen dilakukan menggunakan metode Coberly yang dikembangkan oleh Chanpura pada aplikasi wire wrapped screen.Hasil perhitungan menunjukkan ukuran bukaan sand screen optimal sebesar 83 µm untuk Sumur X1 dan 162 µm untuk Sumur X2. Evaluasi sand passing menunjukkan bahwa ukuran bukaan hasil metode Chanpura mampu mengurangi potensi pasir terproduksi secara signifikan dibandingkan ukuran sand screen yang tersedia di lapangan. Dengan penerapan desain sand control yang tepat, diharapkan produksi sumur dapat berlangsung lebih stabil dan berkelanjungan.
Analisis Pengaruh Penambahan Bubuk Arang Cangkang Biji Karet sebagai Additive Pengujian Compressive Strength pada Semen Pemboran Aldi Teranus; Firdaus Firdaus; Selvia Sarungu
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 2 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i2.3995

Abstract

Proses penyemenan merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam pemboran migas. Kegagalan dalam penyemenan formasi merupakan kerugian yang sangat besar, baik secara materi maupun efesiensi waktu.Operasi penyemenan bertujuan untuk melekatkan casing dari masalah-masalah mekanis sewaktu operasi pemboran berlangsung (seperti getaran), melindungi casing dari fluida formasi yang bersifat korosif dan untuk sebagai pemisah antar lapisan formasi di belakang casing (Bourgoyne,Adam T.Jr,1986). Kegagalan dalam operasi penyemenan akan menimbulkan banyak permasalahan, antar lain; menyebabkan kerusakan pada formasi produktif, kehilangan sirkulasi lumpur kecilnya laju produksi, dan masih banyak lagi. Dari penelitian ini diperoleh bahwa penambahan zat additive bubuk arang cangkang biji karet didapatkan bahwa, nilai compressive strength mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya persentase additive bubuk arang cangkang biji karet yaitu semen dasar meiliki nilai compressive strength Psi, pada 2% additive memiliki nilai 842,551 Psi, pada 4% additive memiliki nilai 1.006,841 Psi, pada 6% additive memiliki nilai 1.877,709 Psi dan pada 8% additive memiliki nilai 2.377,885 Psi. Dan untuk penambahan maksimum additive bubuk arang cangkang biji karet memiliki nilai compressive strength 1.877,709 Psi.
Analisis Pengaruh Bubuk Arang Daun Bambu Pada Rheology Lumpur Pemboran Fatri Masarrang; Firdaus Firdaus; Selvia Sarungu
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 2 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i2.4000

Abstract

Lumpur pemboran adalah bagian terpenting dari operasi pengeboran. Kecepatan, efisiensi dan biaya pengeboran bergantung pada baik tidaknya lumpur pengeboran itu sendiri. Tujuan utama dalam penggunaan lumpur pemboran adalah agar dalam operasi pemboran yang sedang dilakukan tidak banyak mengalami gangguan. Keberhasilan suatu pengeboran dapat di pengaruhi oleh lumpur pemboran, semakin baik sistem sirkulasi lumpur pemboran maka semakin baik hasil dari proses pemboran. kondisi lumpur yang di maksud adalah sifat fisik lumpur yang sesuai dengan standar lumpur yang di inginkan. Untuk mengetahui pengaruh penambahan additif bubuk arang daun bambu pada rheology lumpur pemboran, penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana perubahan rheology lumpur berupa mud weight, plastic viscosity, yield point, gel strength, filtrate dan pH. Sifat fisik lumpur yang telah di uji mengalami perubahan seiring dengan penambahan additif bubuk arang daun bambu 2 gr, 4 gr, 6 gr dan 8 gr dapat merubah sifat fisik lumpur pemboran, seperti penurunan pH yang membuat lumpur dapat sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Pengaruh penambahan Bubuk arang daun bambu pada lumpur terdapat perubahan nilai pada mud cake stabil. Untuk nilai plastic viscosity mengalami kenaikan 11-15 lbs/100ft2, Untuk yield point mengalami kenaikan dari 18-24 lbs/100ft2, Untuk nilai gel strenght 10 detik dan 10 menit setelah penambahan additif menunjukkan adanya peningkatan dan mengalami kenaikan dari 0,8 – 0,93 lbs/100ft2 dan filtration loss mengalami penurunan filtrate dari 8,9-5,9 ml/30 menit.
Pengaruh Cool-Down Stretching terhadap Intensitas Delayed Onset Muscle Soreness pada Otot Biceps Brachii Setelah Latihan Beban Fearen Finery Ludji; Su Djie To Rante; Kartini Lidia; Arley Sadra Telussa
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 2 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i2.4007

Abstract

Latihan beban merupakan program latihan menggunakan beban dengan banyak potensi untuk kesehatan tubuh. Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) menjadi salah satu alasan menurunnya motivasi untuk melanjutkan program latihan, sehingga manfaatnya tidak optimal. Cool-down stretching merupakan salah satu modalitas untuk mengurangi risiko terjadinya DOMS setelah berolahraga. Namun, banyak penelitian memiliki hasil yang bertolak belakang mengenai efektivitas cool-down stretching terhadap DOMS. Mengetahui efektivitas cool-down stretching terhadap intensitas DOMS pada otot biceps brachii setelah latihan beban. Menggunakan desain penelitian True Experimental dengan pedekatan Posttest-Only Control Group Design. Peneliti menginduksi DOMS menggunakan latihan beban pada otot biceps brachii, lalu kelompok intervensi diberikan perlakuan cool-down stretching. Posttest dilakukan untuk mengukur intensitas DOMS menggunakan 100mm Visual Analog Scale. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling dan jumlah sampel masing-masing kelompok sebanyak 16 orang. Uji bivariat menggunakan Independent T-Test dan Mann Whitney U Test, dan uji multivariat dengan Two Way Anova. Rerata intensitas DOMS pada kelompok kontrol dan intervensi secara berururtan, untuk 24 jam sebesar 64,56 dan 41,50, untuk 48 jam sebesar 43,38 dan 31,88, serta untuk 72 jam sebesar 24,94 dan 34,38. Hasil bivariat menunjukkan nilai p=0,007 (p<0,05) untuk 24 jam, p=0,116 (p>0,05) untuk 48 jam, dan p=0,806 (p>0,05) untuk 72 jam. Cool-down stretching efektif dalam menurunkan intensitas DOMS setelah 24 jam, tetapi tidak efektif setelah 48 dan 72 jam.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 8 (2026): Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 7 (2026): Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 6 (2026): Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 5 (2026): Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 4 (2026): Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 3 (2026): Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 2 (2026): Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 12 (2025): Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 11 (2025): Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 10 (2025): Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 9 (2025): Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 8 (2025): Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 7 (2025): Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 6 (2025): Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 5 (2025): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 4 No. 4 (2025): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 4 No. 3 (2025): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 3 No. 12 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 3 No. 11 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 3 No. 10 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 3 No. 9 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 3 No. 8 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 3 No. 7 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 3 No. 6 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 3 No. 5 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 3 No. 4 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 3 No. 3 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 3 No. 2 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 3 No. 1 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 2 No. 12 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 2 No. 11 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 2 No. 10 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 2 No. 9 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 2 No. 8 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 2 No. 7 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 2 No. 6 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 2 No. 5 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 2 No. 4 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 2 No. 3 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 1 No. 5 (2022): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 1 No. 4 (2022): Journal of Comprehensive Science (Jcs) Vol. 1 No. 3 (2022): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 1 No. 2 (2022): Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Comprehensive Science (JCS) More Issue