cover
Contact Name
Ira Pangesti
Contact Email
irapangesti2@gmail.com
Phone
+6281331994839
Journal Mail Official
pharmaqueous@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cerme No. 24 Cilacap
Location
Kab. cilacap,
Jawa tengah
INDONESIA
Pharmaqueous
ISSN : 25794329     EISSN : 26858150     DOI : https://doi.org/10.36760/
Core Subject : Health, Science,
The pharmaqueous is intended to be the journal for publishing articles reporting the results of research Healthy. The pharmaqueous invites manuscripts in the areas: 1. Pharmacy 2. Medical Laboratory Technology The pharmaqueous accepts articles in any Healthy related subjects and any research methodology that meet the standards established for publication in the journal. The primary, but not exclusive, audiences are academicians, graduate students, practitioners, and others interested in healthy research. The primary criterion for publication in pharmaqueous is the significance of the contribution an article makes to the literature in healthy area, i.e., the significance of the contribution and on the rigor of analysis and presentation of the paper. The acceptance decision is made based upon an independent review process that provides critically constructive and prompt evaluations of submitted manuscripts.
Articles 109 Documents
Hubungan Jumlah Trombosit dan Leukosit pada Pasien Dewasa Dengan Demam Berdarah Dengue (DBD) Terhadap Lama Rawat Inap di RSI Fatimah Cilacap Bulan Februari- Maret 2022 Agustin, Afrida Chesarani; Nugroho, Yusuf Eko; Pangesti, Ira
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 5 No. 2 (2023): Volume 5, Nomor 2, November 2023
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v5i2.320

Abstract

DBD tersebar luas di daerah tropis dan sering menimbulklan kejadian luar biasa (KLB). Angka kejadian penyakit DBD yang terus meningkat dapat menjadi ancaman besar pada kesehatan masyarakat, hal ini dapat meningkatkan angka rawat inap di rumah sakit. Menurut data BPS Jateng pada 2021 di dapatkan angka kkesakitan DBD per 100.000 penduduk Kabupaten Cilacap tertinggi di Provinsi Jawa Tengah sebesar 36,10. Kriteria laboratoris untuk dengue yaitu trombositopenia dan leukopenia serta didukung dengan IgG dan IgM positif pada tes serologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan jumlah trombosit dan leukosit pada pasien dewasa dengan DBD terhadap lama rawat inap. Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek pada penelitian ini dipilih menggunakan random sampling pada pasien dewasa dengan DBD di RSI Fatimah Cilacap bulan Februari-Maret 2022 didapatkan 64 subjek pasien rawat inap dewasa. Berdasarkan analisis bivariat dengan SPSS 25.0 didapatkan hasil terdapat hubungan antara jumlah trombosit dan leukosit terhadap lama rawat inap pasien DBD dewasa dengan nilai signifikansi p=0,020 untuk variabel jumlah trombosit, dan didapatkan nilai signifikansi sebesar p=0,001untuk variabel jumlah leukosit. Jumlah trombosit dan leukosit memiliki hubungann terhadap lama rawat inap pada pasien dewasa dengan DBD di RSI Fatimah Cilacap bulan Februari-Maret 2022.
Perbandingan Hasil Il-6 Pada Pasien Covid-19 dengan Diabetes Melitus dan Tanpa Diabetes Melitus Suhada, Wahyu Aji; Mubarok, Akhmad; Nugroho, Yusuf Eko
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 5 No. 2 (2023): Volume 5, Nomor 2, November 2023
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v5i2.321

Abstract

Seseorang dengan penyakit penyerta atau komorbid seperti diabetes melitus mempunyai risiko lebih besar tertular virus selama terjadinya wabah COVID-19. Kadar IL-6 dapat meningkat sampai ribuan kali lipat ketika mengalami stres seluler serta membantu dalam mengkoordinasikan respon terhadap disregulasi homeostasis jaringan. IL-6 digunakan sebagai prediktor prognosis pasien COVID-19 terkonfirmasi. Peneliti ingin mengetahui apakah ada perbedaah hasil pemeriksaan IL-6 pada pasien COVID-19 dengan Diabetes Melitus dan tanpa Diabetes Melitus. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan di RSUD Cilacap dengan populasi sampel yaitu data pasien COVID-19 yang dilakukan pemeriksaan IL-6. Data dianalisis dengan menggunakan uji normalitas Kolmogorov-smirnof. Dan dilanjutkan dengan uji T-Test. Hasil IL-6 pada pasien COVID dengan DM tertinggi yaitu 5000 COI, sedangkan tanpa DM tertinggi 72,6 COI. Ada perbedaan hasil IL-6 pada pasien COVID-19 dengan DM dan tanpa DM dimana hasil IL-6 pasien COVID-19 dengan DM lebih tinggi.
Perbedaan Kadar Glukosa Darah Sewaktu Menggunakan Antikoagulan Ethylene Diamine Terta Acetic Acid (Edta) Dan Natrium Florida (NaF) Dengan Variasi Penundaan Waktu Pemeriksaan Pada Siswa Smk Semesta Bumiayu Mulyani, Eti; Pangesti, Ira; Farabi, Meka Faizal
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 5 No. 2 (2023): Volume 5, Nomor 2, November 2023
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v5i2.322

Abstract

Laboratorium klinis memiliki peran penting dalam penegakan diagnosis, serta pencegahan terhadap penyakit dan pengobatan terhadap penyakit. Salah satu pemeriksaan laboratorium klinis diantaranya pemeriksaan glukosa darah yang dilakukan untuk mengetahui konsentrasi glukosa dalam darah. Pemeriksaan glukosa darah dapat menggunakan specimen darah utuh, serum atau plasma dengan antikoagulan EDTA, heparin, Natrium sitrate dan Natrium Florida. Pemeriksaan sampel dengan penundaan perlu ditambahkan bahan pengawet. Perbedaan penggunaan antikoagulan EDTA dan NaF terjadi karena antikoagulan EDTA tidak terdapat zat yang menghambat proses glikolisis, hanya dapat mencegah koagulasi, dan antikoagulan NaF dapat menghambat proses glikolisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan antikoagulan dan waktu penundaan pemeriksaan terhadap kadar glukosa darah. Jenis penelitian ini adalah pendekatan Cross sectional. Sampel adalah darah vena dari 15 orang siswa SMK Semesta Bumiayu dengan tidak memperhatikan riwayat status glukosa darah sebelumnya yang dimasukkan dalam 2 tabung berbeda, plasma EDTA dan Plasma Natrium Fluorida (NaF). Kadar glukosa sampel diperiksa dengan metode glukosa oksidase (GOD) dengan variasi penundaan waktu 1 jam, 2 jam dan 3 jam. Uji statistik menggunakan independent T-test, One way Anova dan Kolmogorov-Smirnov Test. Hasil penelitian menunjukan nilai α = 0,000 (pemeriksaan menggunakan EDTA dan NaF dengan variasi penundaan waktu 1 jam, 2 jam dan 3 jam). Terdapat pebedaan yang bermakna antara pemeriksaan glukosa darah menggunakan antikoagulan EDTA dan antikoagulan NaF dengan variasi penundaan waktu pemeriksaan 1 jam, 2 jam dan 3 jam
Pengaruh Pengobatan Multi Drug Resistant Tuberculosis (TBMDR) Terhadap Kadar Hemoglobin Dan Hematokrit Di Rsud Cilacap Pada Januari 2020 Sampai Desember 2022 Ma’rifah, Solihatul; Pangesti, Ira; Faizal, Imam Agus
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 5 No. 2 (2023): Volume 5, Nomor 2, November 2023
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v5i2.323

Abstract

Penyakit tuberkulosis (TB) sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan utama yang menjadi tantangan dunia. Salah satu tantangan kita terhadap penanggulangan TB dalam beberapa tahun belakangan ini adalah penyebaran TB resisten obat yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (MTB) yang resisten terhadap Rifampisin (RIF) dan Isoniazid (INH). Multi Drug Resistant Tuberculosis (TB MDR)pada dasarnya adalah suatu fenomena yang merupakan dampak dari perbuatan manusia yang kebanyakan terjadi karena pengobatan TB yang tidak adekuat maupun juga dapat disebabkan karena penularan langsung. Penyakit Tuberkulosis paru merupakan suatu infeksi kronis pada jaringanparu yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis. Setiap kondisi penyakit yang berhubungan dengan peradangan, dan yang berlangsung lebih dari 1 atau 2 bulan, dapat menyebabkan anemia kronis. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui pengaruh pengobatan TB MDR terhadap kadar hemoglobin dan hematokrit pada pasien TB MDR sebelum dan sesudah pengobatan di RSUD Cilacap. Jenis penelitian cross sectional menggunakan pendekatan analitik dengan rancangan komparatif Data yang digunakan berupa data sekunder pengobatan TB MDR terhadap kadar hemoglobin dan hematokrit yang dia ambil di RSUD Cilacap dalam jangka waktu bulan Januari 2020 -Desember 2022 sebanyak 26 sampel pasien.
Hubungan Kejadian Efek Samping Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberkulosis Di Puskesmas Kuwarasan Kabupaten Kebumen Tahun 2023 Nabilah, Zukhrufina Muthiah; Widiastuti, Tri Cahyani; Ainni, Ayu Nissa
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 5 No. 2 (2023): Volume 5, Nomor 2, November 2023
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v5i2.324

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang diakibatkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Indonesia termasuk dalam 3 daftar negara dengan kasus tuberkulosis tertinggi di dunia yang mencapai 9,2% kasus dan di Jawa Tengah khususnya di Kabupaten Kebumen pada tahun 2022 ditemukan lebih dari 500 kasus tuberkulosis. Menurut Setiawan (2015) salah satu faktor kegagalan terapi tuberkulosis di wilayah Kabupaten Kebumen adalah munculnya efek samping obat anti tuberkulosis (OAT) yang dapat mempengaruhi keberhasilan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan minum obat, efek samping obat anti tuberkulosis dan hubungan antara efek samping obat anti tuberkulosis dengan kepatuhan minum obat. Penelitian ini merupakan penelitian prospektif dengan metode observasional cross-sectional yang bersifat deskriptif korelatif menggunakan data dari kuesioner. Hasil dari penelitian ini yaitu sebanyak 59 pasien patuh (98,3%) dan 1 pasien tidak patuh (1,7%). Efek samping ringan yang dirasakan oleh seluruh pasien berupa air seni menjadi kemerahan (100%) sedangkan efek samping berat yang paling banyak dirasakan adalah kemerahan di kulit dirasakan oleh 5 pasien (8,3%). Tidak ada hubungan yang signifikan antara efek samping obat anti tuberkulosis dengan kepatuhan minum obat dilihat dari nilai p-value sebesar 0,737>0,05.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Ketepatan Penggunaan Multivitamin Secara Swamedikasi pada Remaja di Kota Madiun Widya, Widya Kartika Ramadhani; Puri, Puri Ratna Kartini; Desi, Desi Kusumawati
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7, Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v7i1.606

Abstract

Penggunaan multivitamin secara swamedikasi yang rasional sangat penting di kalangan remaja untuk menjamin keamanan, efektivitas, serta mencegah risiko kesehatan yang tidak diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan penggunaan multivitamin secara swamedikasi pada remaja di Kota Madiun. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan metode pengambilan sampel accidental sampling yang melibatkan 379 responden remaja. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah ketepatan penggunaan multivitamin, sedangkan variabel bebas meliputi pengetahuan, jenis kelamin, pekerjaan orang tua, sikap, persepsi, peran tenaga kefarmasian, dan dukungan teman sebaya. Analisis data dilakukan dengan Logistic Regression. Hasil menunjukkan bahwa 81,79% responden menggunakan multivitamin secara tepat, sedangkan 18,21% tidak tepat. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadapan ketepatan penggunaan multivitamin pada remaja di Kota Madiun adalah pengetahuan, pekerjaan orang tua, jenis kelamin, dan dukungan teman sebaya yang mempunyai (p value < 0.05).
PERBANDINGAN HASIL HITUNG JUMLAH ERITROSIT MENGGUNAKAN TABUNG VACUTAINER EDTA BERDASARKAN SEBELUM DAN SESUDAH KADALUARSA 6 BULAN DAN 12 BULAN Endra Topan; Pangesti, Ira; Puspodewi, Dini
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7, Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v7i1.620

Abstract

Erythrocytes or red blood cells are one of the components of blood that are dense shaped like a disc and do not have a nucleus with a size of 7-8 μm that is immobile, reddish-yellow and chewy so that it can change shape according to the blood vessels that are passed. If the blood collection vacutainer tube containing the anticoagulant is used past the expiration date, it is likely that the vacuum does not draw the required amount of blood, so the anticoagulant does not work effectively and does not prevent the blood from clotting it. Based on this background, the purpose of this study is to determine the comparison of the results of calculating the number of erythrocytes using edta vacutainer tubes based on before and after the expiration of 6 months and 12 months. The type of study is a descriptive analytical study by looking at whether there is a comparison of the results of calculating the number of erythrocytes using EDTA vacutainer tubes based on before and after the expiration of 6 months and 12 months with univariate and bivariate data collection and analysis techniques. Based on the results of statistical analysis, it can be seen that the average score of participants decreased from before the ED intervention (M = 4.559; SD = 0.310) to 4.453 (SD = 0.379) at 6 months after ED, and decreased again to 4.437 (SD = 0.438) at 12 months after ED. Despite this downward trend in mean values, the results of the Repeated Measures ANOVA test showed that this difference was not statistically significant (F(1.216) = 2.871; p = 0.086), although p was close to the significance threshold value (p < 0.05). This means that there was no significant change in the score between measurement times, either before or after the ED in the 6 and 12-month periods. Although statistical tests say there is no significant difference, checking the number of erythrocytes using vacutainer EDTA tubes before expiration is still recommended because descriptively there is an increase and decrease in the number of erythrocytes.
PEMERIKSAAN KADAR HEMOGLOBIN PADA SISWI YANG TIDAK MENGKONSUMSI TABLET PENAMBAH DARAH DAN MENGKONSUMSI TABLET PENAMBAH DARAH DENGAN BUAH–BUAHAN DI SMK MA’ARIF NU 2 AJIBARANG Tutirofingah; Nugroho, Yusuf Eko; Pangesti, Ira
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7, Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v7i1.625

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada remaja putri yang disebabkan oleh rendahnya kadar hemoglobin, terutama akibat kekurangan zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar hemoglobin pada siswi yang tidak mengkonsumsi tablet penambah darah dan yang mengkonsumsi tablet penambah darah dengan tambahan konsumsi buah-buahan di SMK Ma’arif NU 2 Ajibarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif komparatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 108 siswi yang dibagi menjadi tiga kelompok: tanpa perlakuan, konsumsi tablet penambah darah, dan konsumsi tablet penambah darah dengan buah-buahan. Pemeriksaan kadar hemoglobin dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan alat Easy Touch GCHB. Analisis data dilakukan menggunakan uji ANOVA dan uji lanjutan Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan kadar hemoglobin antara kelompok yang tidak mengkonsumsi tablet penambah darah dan yang mengkonsumsi tablet penambah darah (p=0,014). Namun, tidak terdapat perbedaan signifikan antara kelompok konsumsi tablet saja dan tablet dengan buah-buahan (p=0,743). Dapat disimpulkan bahwa konsumsi tablet penambah darah berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kadar hemoglobin, sementara penambahan buah-buahan tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan secara statistik.
KORELASI KADAR ALBUMIN, AST (ASPARTATE TRANSAMINASE) DAN ALT (ALANINE TRANSAMINASE) PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI RSU SANTA MARIA CILACAP Sari, Windia Arta; Puspodewi, Dini; Farabi, Meka Faizal
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7, Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v7i1.628

Abstract

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh spesies Mycobacterium. Mycobacterium Tuberculosis, sejenis kuman berbentuk batang. Sebagian besar dinding kuman terdiri atas asam lemak (lipid), peptidoglikan dan arabinomanan yang menyebabkan kuman ini lebih tahan terhadap asam sehingga disebut bakteri tahan asam (BTA). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui korelasi kadar Albumin, AST dan ALT pada pasien Tuberculosis di RSU Santa Maria Cilacap. Metode penelitian ini menggunakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional untuk mengetahui korelasi kadar albumin, AST, dan ALT pada pasien TBC di RSU Santa Maria Cilacap ,pengambilan data menggunakan data sekunder dari Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS) pada periode September 2022 sampai dengan September 2023. Berdasarkan perhitungan rumus slovin, besar sampel yang dibutuhkan sebanyak 46 sampel. Sampel yang diambil berdasarkan teknik probability sampling tipe random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai Albumin (ALB) adalah 3.387 g/dL dengan rentang 2.110–4.690 g/dL. Rata-rata AST menunjukkan nilai yang sangat tinggi, yaitu 78.109 U/L dengan deviasi standar yang besar (158.941), yang mengindikasikan adanya pencilan atau distribusi data yang tidak normal. Demikian pula, ALT memiliki sebaran luas dari 5 hingga 605 U/L, dengan rata-rata 58.891 U/L. Hasil yang telah di uji tidak terdapat korelasi antara kadar albumin dengan AST maupun ALT, namun AST dan ALT memiliki hubungan yang signifikan dan sangat kuat (p-value < 0,001)

Page 11 of 11 | Total Record : 109