cover
Contact Name
Ira Pangesti
Contact Email
irapangesti2@gmail.com
Phone
+6281331994839
Journal Mail Official
pharmaqueous@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cerme No. 24 Cilacap
Location
Kab. cilacap,
Jawa tengah
INDONESIA
Pharmaqueous
ISSN : 25794329     EISSN : 26858150     DOI : https://doi.org/10.36760/
Core Subject : Health, Science,
The pharmaqueous is intended to be the journal for publishing articles reporting the results of research Healthy. The pharmaqueous invites manuscripts in the areas: 1. Pharmacy 2. Medical Laboratory Technology The pharmaqueous accepts articles in any Healthy related subjects and any research methodology that meet the standards established for publication in the journal. The primary, but not exclusive, audiences are academicians, graduate students, practitioners, and others interested in healthy research. The primary criterion for publication in pharmaqueous is the significance of the contribution an article makes to the literature in healthy area, i.e., the significance of the contribution and on the rigor of analysis and presentation of the paper. The acceptance decision is made based upon an independent review process that provides critically constructive and prompt evaluations of submitted manuscripts.
Articles 105 Documents
Formulasi Self Nano Emulsifying Drug Delivery System (Snedds) Ekstrak Etanol Daun Sukun (Artocarpus Altilis) Issusilaningtyas, Elisa; Indratmoko, Septiana
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 3 No. 1 (2021): Volume 3, Nomor 1, Mei 2021
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v3i1.264

Abstract

Ekstrak daun sukun memiliki manfaat dapat digunakan sebagai antidiabetik, antioksidan dan antibakteri. Pengembangan teknologi formulasi diperlukan meningkatkan efektivitas penghantaran obat didalam tubuh sehingga diperoleh efek farmakologi yang baik. Formulasi nanoemulsi dengan teknik SNEDDS diharapkan dapat meningkatkan penghantaran obat didalam tubuh secara maksimal dan meningkatkan transport obat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui komposisi optimum formula SNEDDS ekstrak daun sukun berserta pengujian fisik nanoemulsi. Parameter pengujian fisik 14 formula diperoleh formula optimal SNEDDS ekstrak daun sukun dengan komposisi 75% surfaktan, 15% kosurfaktan, dan 15% minyak dengan nilai desirability 0,997, yang mampu me-loading ekstrak sebesar 25 mg/mL sistem SNEDDS. Parameter pengujian fisik formula optimal SNEDDS diperoleh respon presentase transmitan sebesar 98,5%, waktu emulsifikasi 59,32 detik, pengamatan stabilitas yang didapatkan stabil, pengukuran droplet size 12,4 nm dan potensial zeta 4,3 mV. Hasil pengujian formula optimal menggunakan verifikasi uji one sample t test dengan kepercayaan 95% dengan nilai p-value lebih dari 0,05 pada parameter uji menunjukan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara hasil observasi dengan nilai prediksi software Design Expert versi 10.0.1.0
Gambaran Penyimpanan Obat Di Instalasi Farmasi Klinik Pratama Rawat Inap Rumkitban 04.08.01 Cilacap Pertiwi, Yuniariana; Latifani, Zuhriana; Swandari, Mika Tri Kumala
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 3 No. 1 (2021): Volume 3, Nomor 1, Mei 2021
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v3i1.268

Abstract

Penyimpanan adalah suatu kegiatan pengaturan perbekalan farmasi menurut persyaratan yang telah ditetapkan disertai dengan sistem informasi yang selalu menjamin ketersediaan perbekalan farmasi sesuai kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyimpanan obat yang dilakukan di Instalasi Farmasi Klinik Pratama rawat Inap Rumkitban 04.08.01 Cilacap. Penelitian ini merupakan penelitian kulitatif deskriptif. Metode yang digunakan yaitu observasi langsung dengan lembar cheklist dan wawancara dengan petugas. Gambaran penyimpanan obat yang dilakukan di Instalasi Farmasi Klinik Pratama Rawat Inap Rumkitban Cilacap 04.08.01 Cilacap belum efektif. SDM, Proses penyimpanan (Penerimaan, Pengeluaran Obat, Stock Opname, obat kadaluarsa dan pelaporan dokumen penyimpanan), persyaratan penyimpanan (suhu, kelembaban, keamanan, cahaya), Sistem Penyimpanan (FEFO/FIFO, LASA, High Alert, bahan mudah terbakar, penyimpanan narkotika dan psikotropika), peralatan penyimpanan, dan pengaturan tata ruang belum sesuai dengan Permenkes No 72 Tahun 2016 dan SOP.
Hubungan Kebiasaan Mengonsumsi Makanan Paliat dengan Kadar Trigliserida Pada Penduduk Desa Paliat Kec. Kelua Amalia, Nurul; Azizah, Nurul
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 3 No. 1 (2021): Volume 3, Nomor 1, Mei 2021
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v3i1.265

Abstract

Trigliserida adalah lipid utama ditimbunan lemak dan di dalam makanan. Peran senyawa ini dalam transpor dan penyimpanan lipid serta pada terjadinya berbagai penyakit seperti obesitas, diabetes, dan kelebihan lemak dalam darah (hiperlipoproteinemia). Trigliserida dipakai dalam tubuh terutama untuk menyediakan energi bagi proses metabolik, suatu fungsi yang hampir sama dengan fungsi karbohidrat. Fenomena yang terjadi saat ini pada masyarakat adalah pola makan yang tidak sehat, cenderung mengandung tinggi lipid dan rendah serat. Tujuan dari penelitian ini yaitu Mengetahui hubungan kebiasaan mengkonsumsi makanan paliat dengan kadar trigliserida pada penduduk Desa Paliat Kec. Kelua.
Identifikasi Dexamethason dalam Jamu Pegal Linu yang Beredar di Cilacap dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) Chamidah, Siti; Yuliastuti, Definingsih; Ramadhan, Muhamad Fauzi
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 3 No. 1 (2021): Volume 3, Nomor 1, Mei 2021
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v3i1.176

Abstract

Jamu pegal linu banyak diminati oleh masyarakat kota Cilacap. Produsen jamu banyak yang menambahkan Bahan Kimia Obat (BKO) ke dalam jamu untuk meraih keuntungan. Dexamethasone merupakan salah satu contoh obat kortikosteroid yang sering ditambahkan pada jamu pegal linu. Efek samping dari dexamethasone dapat menyebabkan moon face, penimbunan cairan, gangguan pertumbuhan, dan pengeroposan tulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan dexamethasone dalam jamu pegal linu yang beredar di Cilacap. Metode yang digunakan eksperimental menggunakan uji kromatografi lapis tipis (KLT). Sampel diambil dari toko jamu di Cilacap sejumlah 10 sampel jamu pegal linu dengan merk yang berbeda. Metode KLT menggunakan kloroform:aseton dengan perbandingan 4:1 sebagai fase gerak dan plat KLT silika gel GF254 sebagai fase diam. Hasil penelitian menunjukan bahwa Rf dexamethasone 0,31 dan Rf sepuluh sampel jamu pegal linu 0,21, 0,37, 0,38, 0,81, dan 0,85. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa tidak terdapat sampel jamu pegal linu yang diduga positif mengandung dexamethasone.
Optimasi Formula Self Nanoemulsifying Drug Delivery System (Snedds) Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium Polyanthum) Sebagai Antibakteri Staphylococcus Aureus Indratmoko, Septiana; Fadilla, Vegga Dwi; Setiyabudi, Lulu
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 3 No. 1 (2021): Volume 3, Nomor 1, Mei 2021
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v3i1.269

Abstract

Daun salam (Syzygium polyanthum) merupakan tanaman yang cukup populer di Indonesia. Hasil ekstraksi daun salam diketahui memiliki kandungan flavonoid, tanin, dan alkaloid dimana senyawa-senyawa tersebut memiliki aktivitas sebagai antimikroba. Salah satu permasalahan yang sering terjadi di Indonesia yang merupakan negara tropis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri seperti Staphylococcus aureus. Ekstrak daun salam memiliki tingkat kelarutan yang rendah sehingga ekstrak daun salam ini diformulasikan menjadi sediaan SNEDDS. Formulasi dalam bentuk nanoemulsi diharapkan dapat meningkatkan daya kelarutan dan bioavailabilitas dari ekstrak etanol daun salam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi optimum formula SNEDDS ekstrak daun salam menggunakan Simplex Lattice Design beserta pengujian fisik nanoemulsi yang kemudian diujikan aktifitasnya sebagai agen antibakteri. Parameter uji fisik 14 formula diperoleh formula optimal SNEDDS ekstrak daun salam dengan komposisi 80% surfaktan, 10% kosurfaktan, dan 10% minyak pembawa dengan nilai desirability sebesar 0,997, dimana komposisi tersebut dapat melarutkan ekstrak sebanyak 10 mg/mL dalam sistem SNEDDS. Parameter pengujian fisik formula optimal SNEDDS diperoleh nilai transmitan sebesar 90,4%, ukuran partikel sebesar 15,8 nm, nilai potensial zeta sebesar -15,56 mV dengan waktu emulsifikasi mencapai 26,43 detik dan pengamatan stabilitas yang didapatkan stabil. Untuk pengujian antibakteri diperoleh hasil bahwa sediaan SNEDSS ekstrak daun salam memiliki aktifitas sebagai antibakteri karena menghasilkan zona bening sebesar 15 mm.
Pengukuran Ketaatan Terapi Anti-Hipertensi Dan Pengaruhnya Terhadap Pasien Diabetes Militus Tipe 2 Menggunakan Metode Pill Count Di Uptd Puskesmas Cilacap Tengah 1 Nugroho, Ikhwan Dwi Wahyu; Amalia, Restu; Nurfauzi, Yuhansyah
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 3 No. 1 (2021): Volume 3, Nomor 1, Mei 2021
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v3i1.275

Abstract

Diabetes melitus merupakan kelompok penyakit metabolik yang ditandai kondisi hiperglikemia sebagai dampak dari berkurangnya sekresi insulin, menurunnya kinerja insulin atau keduanya. Hipertensi pada pasien diabetes terjadi karena adanya resistensi insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketaatan terapi anti-hipertensi dan pengaruhnya terhadap pasien diabetes militus tipe 2. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode non eksperimen yang bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di UPTD Puskesmas Cilacap Tengah 1. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien dewasa prolanis diabetes militus tipe 2 dengan penyakit penyerta hipertensi. Teknik analisis data dalam kegiatan ini disajikan dalam bentuk analisis deskriptif dan analisis bivariat. Pengukuran tingkat kepatuhan menggunakan uji statistik chi square dengan α = 0,05. Dalam menghitung sisa obat menggunakan metode pill count dan kuesioner MGLS untuk mengukur tingkat kepatuhan pasien. Berdasarkan hasil pengukuran tingkat kepatuhan dari 43 responden terdapat 38 responden (88,4%) memiliki tingkat kepatuhan yang patuh dan sebanyak 5 responden (11,6%) memiliki tingkat kepatuhan yang tidak patuh. Pengukuran tingkat kepatuhan menggunakan kuesioner MGLS dari 43 responden terdapat 2 responden (4,7%) memiliki tingkat kepatuhan rendah, 15 responden (34,9%) memiliki tingkat kepatuhan sedang dan 36 responden (60,5%)memiliki tingkat pengetahuan tinggi. Hubungan antara tingkat kepatuhan metode pil count dengan tekanan darah pasien responden di UPTD Puskesmas Kabupaten Cilacap terdapat hubungan ( p value 0,00 < 0,05) dan hubungan antara tingkat kepatuhan metode kuesioner MGLS dengan tekanan darah pasien responden di UPTD Puskesmas Cilacap Tengah 1 terdapat hubungan ( p value 0,01< 0,05)
Studi Etnobotani Penggunaan Tanaman Berkhasiat Obat Pada Masyarakat di Kecamatan Buluspesantren Kabupaten Kebumen Jawa Tengah Kurniawan, Indra; Khuluq, Husnul; Widiastuti, Tri Cahyani
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 3 No. 2 (2021): Volume 3, Nomor 2, November 2021
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v3i2.328

Abstract

Latar Belakang : Tanaman berkhasiat obat telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional yang dilakukan secara turun temurun. Studi etnobotani dapat dijadikan sebagai parameter untuk mengabadikan pengetahuan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman sebagai obat. Tujuan Penelitian : Mengetahui jenis tanaman berkhasiat obat yang dimanfaatkan serta cara pemanfaatannya oleh masyarakat. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode snowball sampling dengan wawancara semi terstruktur. Responden berjumlah 100 orang yang berasal dari 5 desa, yaitu Desa Arjowinangun, Desa Ayam putih, Desa Brecong, Desa Indrosari, dan Desa Waluyo. Hasil Penelitian : Berdasarkan dari hasil penelitian diketahui terdapat 90 jenis tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat yang terdiri dari 44 famili tanaman. Tanaman berkhasiat obat yang paling banyak dimanfaatkan yaitu berasal dari famili Zingiberaceae 15,6%, bagian tanaman yang banyak dimanfaatkan yaitu daun 41,4%, habitus herba 31.1%, cara pengolahan yang banyak dilakukan yaitu dengan di rebus 50.0% serta cara pengunaanya yaitu dengan diminum 57.8%. Kesimpulan : Terdapat 90 jenis tanaman berkhasiat obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat terdiri dari 44 famili tanaman. Zingiberacea merupakan famili tanaman yang paling banyak digunakan. Bagian tanaman yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun. Habitus herba merupakan habitus yang paling banyak digunakan. Cara pengolahan terbanyak adalah dengan direbus serta cara penggunaan terbanyak adalah diminum. Rekomendasi : Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya tentang studi etnobotani tanaman berkhasiat obat.
Identifikasi Faktor Nutrisi Terhadap Potensi Anemia Di Wilayah Cilacap Pangesti, Ira; Nugroho, Yusuf Eko; Nurwahidah, Andi Tenri
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 3 No. 2 (2021): Volume 3, Nomor 2, November 2021
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v3i2.327

Abstract

Logam ion tembaga (Cu) yang dapat mengakibatkan hemolisis pada darah akibat dari keracunan. Darah berfungsi sebagai pembawa oksigen, pertahanan tubuh terhadap infeksi dan mekanisme hemostasis. Tembaga (Cu) dalam dosis tinggi dapat meyebabkan gejala GI, SSP, ginjal, hati, muntaber, pusing kepala, lemah, anemia, kramp, konvulsi, shock, koma, dan dapat meninggal. Gejala yang disebabkan oleh pasokan oksigen yang tidak mencukupi kebutuhan ini, bervariasi. Anemia bisa menyebabkan kelelahan, kelemahan, kurang tenaga dan kepala terasa melayang. Jika anemia bertambah berat, bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung. Gejala lemah, letih, lesu, lelah, lunglai atau yang biasa disebut 5L juga merupakan salah satu gejala Anemia. Gejala yang lain adalah mata berkunang-kunang, berkurangnya daya konsentrasi dan menurunnya daya tahan tubuh Pada lansia penderita anemia berbagai penyakit lebih mudah timbul dan penyembuhan penyakit lebih mudah timbul dan penyembuhanya akan semakin lama. Prevalensi anemia adalah sekitar 8-44%, dengan prevalensi tertinggi pada laki-laki usia 85 tahun atau lebih. Metode yang digunakan adalah deskriptif. Objek penelitian adalah lansia di wilayah Cilacap. Hasil penelitian yaitu gejala anemia yang di alami paling banyak di sebabkan karena memang adanya penyakit penyerta sebelumnya.
Analisa Kebutuhan Nutrisi Balita Wilayah Cilacap (Ditinjau Dari Aspek Imunologi) Nugroho, Yusuf Eko; Rusana; Pangesti, Ira
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 3 No. 2 (2021): Volume 3, Nomor 2, November 2021
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v3i2.329

Abstract

Nutrisi menjadi salah satu faktor penentu sistem kekebalan tubuh atau yang dikenal dengan imunonutrisi. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode penelitian single case riset. penelitian ini akan dilakukan di posyandu di Cialcap selama 2 bulan dengan usia 6-24 bulan. Hasil penelitian didapatkan data sebanyak 39 responden dengan metode kuesioner. Variable yang diamati adalah ausupan Karbohidrat, Lemak, Protein, Buah, Sayur. MPASI, ASI. Diperoleh data bahwa 97.4% balita sudah diberikan karbohidrat dalam bentuk nasi, sedangkan 1 balita atau 2.6% diberikan karbohidrat dalam bentuk yang lainnya. sebanyak 71.8% balita mendapatkan lemak dari minyak goring, 17.9% dari mentega dan 10.3% belum mendapatkan tambahan lemak. 97.4% mengkonsumsi protein baik nabati dan protein hewani. Sedangkan 2.6% belum mengkonsumsi keduanya. 97.4% mengkonsumsi buah dan sayur. Sedangkan 2.6% belum mengkonsumsi buah dan sayur. 76.9% balita mengkonsumsi ASI eksklusif dan 23.1% konsumsi ASI dan susu formula (kombinasi). konsumsi makananan pendamping asi yang buatan sendiri (homemade) sebesar 71.8%. sedangkan 28.2% mengkonsumsi bubur instan.
Profil Kreatinin Untuk Skrining Penyakit Ginjal Kronis (PGK) Pada Karyawan Stikes Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap Puspodewi, Dini; Faizal, Imam Agus; Kusumawati, Dhiah Dwi
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 3 No. 2 (2021): Volume 3, Nomor 2, November 2021
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v3i2.330

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) saat ini merupakan masalah kesehatan yang penting mengingat insidennya yang meningkat. Di Indonesia, diperkirakan jumlahnya 100 penderita per satu juta penduduk dalam setahun. Kreatinin adalah produk akhir dari metabolisme kreatin. Kreatinin terutama disintesis oleh hati, teRdapat hampir semuanya dalam otot rangka yang terikat secara reversible dengan fosfat dalam bentuk fosfokreatin atau keratinfosfa, yakni senyawa penyimpan energi. Pemeriksaan kreatinin dalam darah merupakan salah satu parameter penting untuk mengetahui fungsi ginjal. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Pemeriksaan kadar kreatinin dengan menggunakan metode fotometri. semua sampel yang diuji diperoleh hasil dibawah nilai normal yaitu 0.6 – 1.3 mg/dL. Ginjal memegang peranan penting dalam pengeluaran zat-zat toksis atau racun, mempertahankan keseimbangan cairan dan zat-zat lain dalam tubuh. Ginjal mengeluarkan sisa- sisa metabolisme hasil akhir dari protein ureum, kreatinin, dan amoniak.

Page 7 of 11 | Total Record : 105