cover
Contact Name
Ira Pangesti
Contact Email
irapangesti2@gmail.com
Phone
+6281331994839
Journal Mail Official
pharmaqueous@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cerme No. 24 Cilacap
Location
Kab. cilacap,
Jawa tengah
INDONESIA
Pharmaqueous
ISSN : 25794329     EISSN : 26858150     DOI : https://doi.org/10.36760/
Core Subject : Health, Science,
The pharmaqueous is intended to be the journal for publishing articles reporting the results of research Healthy. The pharmaqueous invites manuscripts in the areas: 1. Pharmacy 2. Medical Laboratory Technology The pharmaqueous accepts articles in any Healthy related subjects and any research methodology that meet the standards established for publication in the journal. The primary, but not exclusive, audiences are academicians, graduate students, practitioners, and others interested in healthy research. The primary criterion for publication in pharmaqueous is the significance of the contribution an article makes to the literature in healthy area, i.e., the significance of the contribution and on the rigor of analysis and presentation of the paper. The acceptance decision is made based upon an independent review process that provides critically constructive and prompt evaluations of submitted manuscripts.
Articles 105 Documents
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Sabun Padat Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria Ternatea L) Sebagai Antibakteri Terhadap Staphylococcus Aureus Natalia Risma Mawar Diyanti; Elisa Issusilaningtyas
Pharmaqueous : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 5 No. 1 (2023): Volume 5. Nomor 1, Mei 2023
Publisher : Prodi S1 Farmasi, Universitas Al Irsyad Al Islamiyyah Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v5i1.559

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan tumbuhan berupa tanaman hias dan tanaman obat. Bunga telang mengandung flavonoid, alkaloid dan tanin merupakan senyawa metabolit yang memiliki potensi sebagai antibakteri dibuktikan dengan penelitian sebelumnya mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri S aureus dan bakteri S.epidermidis. Sabun adalah jenis produk yang dibutuhkan bagi kehidupan manusia untuk membersihkan diri dari kotoran yang menempel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dari sabun padat ektsrak etanol bunga telang dan melakukan evaluasi serta daya hambat dan efektivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimental, ekstrak yang diperoleh menggunakan pelarut etanol 70%. Penelitian ini dibagi menjadi beberapa tahap. Pertama skrining fitokimia membuat sediaan sabun padat, evaluasi sediaan meliputi uji fisik sediaan serta efektivitas antibakteri. Dalam uji efektifitas antibakteri kontrol negative menggunakan aquadest steril, kontrol positif sabun padat dettol dan sabun padat minyak zaitun herborist, serta formula 0 menggunakan basis sediaan tanpa ekstrak, formula 1, 2 dan 3 masing-masing menggunakan konsentrasi ekstrak etanol bunga 10%, 15%, dan 20%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi sediaan sabun padat ekstrak etanol bunga telang memiliki karakteristik fisik yang baik. Hasil uji zona hambat bakteri pada konsentrasi 10% yaitu sebesar 9 mm, kemudian pada konsentrasi 15% sebesar 10 mm, konsentrasi 20% sebesar 11,5 mm, dimana formulasi 1 dan 2 memiliki efek antibakteri sedang, sedangkan formulasi 3 memiliki efek antibakteri kuat. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan One Way ANOVA dengan taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan analisis tersebut perbedaan konsentrasi pada sediaan sabun memberikan pengaruh yang signifikan terhadap zona hambat pada bakteri Staphylococcus aureus. Butterfly pea flower (Clitoria ternatea L.) is an ornamental and medicinal plant. Butterfly pea flower contains flavonoids, alkaloids and tannins which are metabolite compounds that have potential as antibacterials as evidenced by previous studies having antibacterial activity against S.aureus bacteria and S.epidermidis bacteria. Soap is a type of product that is needed for human life to cleanse itself of adhering dirt. This study aims to determine the formulation of solid soap ethanol extract of butterfly pea flower and to evaluate the inhibition and effectiveness of antibacterial against Staphylococcus aureus. The method used in this study is an experimental method, the extract obtained using 70% ethanol solvent. This research is divided into several stages. The first includes phytochemical screening to make solid soap preparations, evaluation of physical preparation test preparations and antibacterial effectiveness. In the negative control antibacterial effectiveness test using sterile aquadest, positive control dettol solid soap and herborist olive oil solid soap, and formula 0 using a base preparation without extract, formulas 1, 2 and 3 each use a concentration of 10%, 15% ethanol extract of flowers , and 20%. The results showed that the ethanol extract of butterfly pea flower solid soap formulation had good physical characteristics. The results of the bacterial inhibition zone test at a concentration of 10% were 9 mm, then at a concentration of 15% by 10 mm, 20% concentration of 11.5 mm, where formulations 1 and 2 have a moderate antibacterial effect, while formulation 3 has a strong antibacterial effect. The data obtained were analyzed using One Way ANOVA with a 95% confidence level. Based on this analysis, the difference in concentration in the soap preparation had a significant effect on the inhibition zone on Staphylococcus aureus bacteria.
Pengaruh Edukasi Metode Cbia Terhadap Pengetahuan Swamedikasi Berdasarkan Konsep Dagusibu Di Kelompok PKK Desa Sawangan Kecamatan Kuwarasan Kabupaten Kebumen Ervina Laely Nuswantari; Tatang Tajudin; Tri Fitri Yana Utami
Pharmaqueous : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 5 No. 1 (2023): Volume 5. Nomor 1, Mei 2023
Publisher : Prodi S1 Farmasi, Universitas Al Irsyad Al Islamiyyah Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v5i1.562

Abstract

Based on Badan Pusat Statistik (2022), more than 70% of sick people in Indonesia doing self-medicate (swamedikasi) when they have mild symptoms of illness without consulting a doctor. Self-medication is widely carried out by various group of people, one of which is housewives in PKK group Desa Sawangan, Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen. “Mothers” are determining part of health in the household, including in making drug selection decisions, so it needs to be accompanied by adequate knowledge about the proper implementation of selfmedication. CBIA (Cara Belajar Insan Aktif) program can be a solution to existing problems. CBIA is one of the community empowerement activities used in educating people to choose and use the right drugs in self-medication. This study aims to find out an overview of self-medicated knowledge and find out the influence of the application of the CBIA method to increase knowledge about drug self-medication based on the DAGUSIBU concept (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang). This research method is a quantitative method of experimental type, one-grup pretest-posttest. Amount of sample in this research are 67 people was selected using the Purposive Sampling Method with inclusion dan exclusion criteria set by the researcher. The data analysis used was a paired t-test statistical test and obtained a signification value (2-tailed) of 0,001 <0,05 which showed a significant difference between the pretest dan post-test values. The CBIA program is effective in increasing knowledge of the PKK Community in Desa Sawangan, Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen.
Evaluasi Pengelolaan Obat Di Puskesmas Gombong Ii Kabupaten Kebumen Tahun 2022 Yesi Yuliartanti; Mika Tri Kumala Swandari; Tatang Tajudin
Pharmaqueous : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 5 No. 1 (2023): Volume 5. Nomor 1, Mei 2023
Publisher : Prodi S1 Farmasi, Universitas Al Irsyad Al Islamiyyah Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v5i1.564

Abstract

ABSTRAK Pengelolaan obat yang baik sangat diperlukan untuk peningkatan mutu pelayanan Kesehatan. Pengelolaan obat di Puskesmas Gombong II sudah dilakukan namun belum maksimal dan belum sesuai standar, hal ini sesuai dengan rekomendasi tim surveyor akreditasi tahun 2019 yaitu untuk meningkatkan pengelolaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi perencanaan pengadaaan, penerimaan, penyimpanan dan pendistribusian obat di Puskesmas Gombong II Kabupaten Kebumen tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kombinasi kuantitatif dan kualitatif dengan cara membandingkan nilai setiap indikator dengan standar yang ditetapkan oleh Permenkes RI Nomor 74 tahun 2016 dengan penilaian mutu pelayanan kefarmasian di Puskesmas. Pengambilan data retrospektif dari Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO) dan Laporan Penggunaan Obat Rasional (POR) bulan Januari sampai Oktober tahun 2022 serta observasi penyimpanan obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan obat di Puskesmas Gombong II Kabupaten Kebumen Tahun 2022 dengan menggunakan indikator pada tahap perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan dan pendistribusian tahapan pengelolaan obat belum semua indikator sesuai dengan standar. Beberapa indikator pengelolaan obat menunjukkan hasil yang mendekati nilai standar seperti kesesuaian item jumlah penerimaan, kesesuaian jumlah, jenis, dan bentuk sediaan obat, kesesuaian penyimpanan obat, kesesuaian jumlah fisik obat, kesesuaian jumlah item obat perlembar resep dengan nama generik. Kata kunci : Pengelolaan obat, Evaluasi, Puskesmas, Penyimpanan
Hubungan tingkat pengetahuan keluarga pasien skizofrenia dengan tingkat kepatuhan minum obat di puskesmas pejagoan kebupaten kebumen AYU MEGASARI AYU
Pharmaqueous : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 5 No. 1 (2023): Volume 5. Nomor 1, Mei 2023
Publisher : Prodi S1 Farmasi, Universitas Al Irsyad Al Islamiyyah Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v5i1.566

Abstract

Prevalensi gangguan jiwa diseluruh dunia data WHO pada tahun 2019, terdapat 264 juta orang mengalami depresi 45 juta orang menderita gangguan bipolar, 50 juta orang mengalami demensia, dan 20 juta orang mengalami skizofrenia. Dampak skizofrenia sangat besar yaitu menimbulkan beban bagi masyarakat serta keluarga karena memerlukan biaya perawatan yang besar, kehilangan waktu produktif. Penatalaksanaan skizofrenia merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan terapi. Ketidakpatuhan pasien dalam menjalankan pengobatan dapat menyebabkan kekambuhan yang akan dialami oleh pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan keluarga pasien skizofrenia dengan tingkat kepatuhan minum obat di Puskesmas Pejagoan Kabupaten Kebumen. Metode penelitian ini yaitu kuantitatif korelasi. Sampel penelitian berjumlah sebanyak 197 pasien skizofrenia usia 17-45 tahun yang dipilih secara consecutive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data bivariat menggunakan uji spearman rho. Hasil menunjukan tingkat kepatuhan mayoritas responden dengan pengetahuan tentang skizofrenia dengan kategori baik yaitu sejumlah 84 responden (42.6%). Tingkat kepatuhan minum obat mayoritas pasien skizofrenia dengan kategori sedang yaitu sejumlah 124 responden (62.9%). Penelitian ini menyimpulkan ada hubungan antara tingkat pengetahuan pasien skizofrenia dengan tingkat kepatuhan minum obat di Puskesmas Pejagoan Kabupaten Kebumen dengan Korelasi Spearman r = 0.456 dengan p = 0.000 (p<0,05).
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Kepatuhan Ibu Balita Terhadap Keberhasilan Terapi Diare Pada Balita Di Puskesmas Kebumen III Periode Januari – Agustus Tahun 2022 adika wahyuningtyas
Pharmaqueous : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 5 No. 1 (2023): Volume 5. Nomor 1, Mei 2023
Publisher : Prodi S1 Farmasi, Universitas Al Irsyad Al Islamiyyah Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v5i1.568

Abstract

Diare adalah penyebab utama kematian pada anak-anak, terhitung sekitar 9 % dari seluruh kematian anak-anak di bawah usia 5 tahun di seluruh dunia pada tahun 2019. Lebih dari 1.300 anak kecil meninggal setiap hari, atau sekitar 484.000 anak per tahun. Salah satu penyebab utama kematian akibat diare adalah tatalaksana yang tidak tepat baik di rumah, sebanuak 35% anak-anak dengan diare tidak mendapatkan terapi rehidrasi oral yang merupakan pengobatan utama penyakit ini. Beberapa perilaku masyarakat dalam penatalaksanaan diare di rumah tangga belum menunjukkan perbaikan dan belum sesuai harapan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan kepatuhan ibu balita terhadap keberhasilan terapi diare pada balita di Puskesmas Kebumen III Periode Januari – Agustus 2022. Metode penelitian ini yaitu deskriptif korelatif. Sampel penelitian berjumlah sebanyak 91 ibu balita yang dipilih menggunakan metode total Sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang ditetapkan peneliti. Analisis data bivariat menggunakan uji chi square. Hasil menunjukan Pengetahuan ibu tentang terapi diare pada balita mayoritas dengan kategori baik sejumlah (54.9%). Tingkat kepatuhan terapi diare pada balita mayoriyas dengan kategori kepatuhan tinggi sejumlah 40 responden (44.0%). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan ada hubungan kepatuhan terhadap keberhasilan terapi diare pada balita dengan Nilai p = 0,000 (p<0,05) dan ada hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap keberhasilan terapi diare pada balita di Puskesmas Kebumen III Periode Januari – Agustus 2022 dengan Nilai p = 0,000 (p<0,05).
Evaluasi Interaksi Obat Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Komplikasi Penyakit Degeneratif Di Instalasi Rawat Jalan R S U D Majenang Periode Agustus – Oktober Tahun 2022 TIARA INDAH LESTARI
Pharmaqueous : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 5 No. 1 (2023): Volume 5. Nomor 1, Mei 2023
Publisher : Prodi S1 Farmasi, Universitas Al Irsyad Al Islamiyyah Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v5i1.570

Abstract

Interaksi obat dapat menghasilkan efek yang dikehendaki, atau efek yang tidak dikehendaki yang dapat menyebabkan efek samping obat dan atau toksisitas karena meningkatnya kadar obat atau sebaliknya menurunnya kadar obat yang menyebabkan hasil terapi menjadi tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pengobatan dan interaksi obat pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan komplikasi penyakit degeneratif di Instalasi Rawat Jalan RSUD Majenang. Metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan crosectional menggunakan desain studi retrospektif, data diperoleh SIMRS Instalasi Farmasi rawat jalan RSUD Majenang periode Agustus - Oktober 2022. Besaran sampel diambil secara purposive sampling sebanyak 300 lembar resep pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan komplikasi penyakit degeneratif yang memenuhi kriteria inklusi periode bulan Agustus – Oktober 2022. Analisis interaksi obat menggunakan aplikasi Medscape dan Lexicomp yang digunakan sebagai standar acuan interaksi obat. Data dianalisis menggunakan SPSS dengan metode uji korelasi Chi square untuk melihat profil pengobatan Diabetes Melitus Tipe 2 dengan komplikasi penyakit degeneratif, kategori interaksi obat yang terjadi dan persentase interaksi obat Diabetes Melitus Tipe 2 dengan komplikasi penyakit degeneratif di Instalasi Rawat Jalan RSUD Majenang. Obat diabetes yang paling banyak digunakan adalah golongan sulfonilurea 38 % , penyakit degeneratif terbanyak adalah hipertensi 53,6%.Interaksi obat yang paling banyak terjadi adalah interaksi obat antihipertensi dengan antihipertensi 29,3%, Kategori signifikansi interaksi obat terbanyak monitor closely 84,4 %, dan mekanisme interaksi terbanyak farmakodinamika 56,6 %. Hubungan jumlah interaksi obat dengan jumlah obat dan siginifikansi kategori interaksi dengan golongan obat mengunakan uji statistik Chi-Square diperoleh nilai P Value 0,000 < α 0,005.
Ekstrak Pelepah Pisang Kepok Sebagai Bahan Baku Sediaan Krim Antiseptik Anita Ratna Faoziyah; Nurfatimah W; Elisa Issusilaningtyas
Pharmaqueous : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 2 No. 1 (2020): Volume 2, Nomor 1, November 2020
Publisher : Prodi S1 Farmasi, Universitas Al Irsyad Al Islamiyyah Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v2i1.174

Abstract

Pelepah pisang kapok (Musa acuminate x balbisiana Group ABB) mengandung flavonoid dan tannin yang dapat digunakan sebagai senyawa bioaktif. Senyawa bioaktif memiliki efek fisiologi dalam tubuh yang berpengaruh positif terhadap kesehatan manusia. Salah satu manfaat senyawa flavonoid dan tannin adalah sebagai antiseptik penyembuh luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh emulgator variasi asam stearat dan trietanolamin terhadap stabilitas fisik sediaan krim ekstrak pelepah pisang kapok. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen murni berbasis laboratorium. Formulasi sediaan krim dibuat dengan 3 konsentrasi emulgator sebagai berikut. Formulasi 1 (1,5% : 0,1%), Formulasi 2 (3% : 0,3%) dan formulasi 3 (6% : 0,6%), kemudian ketiga formula di uji sifat fisiknya meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, proteksi, tipe krim, viskositas dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi pertama merupakan formulasi yang paling baik dalam pembuatan krim ektrak daun pisang kapok dengan variasi emulgator asam stearate dan trietanolamin perbandingan (1,5% : 0,1%), dengan hasil uji stabilitas pH 6, daya sebar 6,1 cm , dan viskositas 10000 cPs.
Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L.) sebagai Penyembuhan Luka Bakar pada Kelinci Putih Jantan Kencana Dwi Pangesti, Nanda; Tajudin, Tatang; Puspoaji, Ajeng; Wardani, Tri Kusuma
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 6 No. 1 (2024): Volume 6, Nomor 1, Mei 2024
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v6i1.4

Abstract

Daun kersen merujuk pada daun tanaman kersen atau ceri (Muntingia calabura). Tanaman ini berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan, tetapi sekarang tersebar di berbagai wilayah tropis di seluruh dunia, termasuk Asia Tenggara. Daun kersen (Muntingia calabura L.) memiliki senyawa aktif seperti flavonoid, saponin dan tanin yang berpotensi untuk terapi penyembuhan luka bakar. Luka bakar merupakan suatu bentuk kerusakan atau kehilangan jaringan yang disebabkan kontak dengan sumber panas seperti api, air panas, listrik, radiasi atau zat korosif. Tujuan penelitian untuk mengetahui gel ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L.) dapat mengobati luka bakar pada kelinci putih jantan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Metode yang digunakan yaitu ekstraksi dan dibuat gel luka bakar yang dibuat dalam 3 konsentrasi yaitu 4%, 6%, dan 9%. Basis gel sebagai kontrol negatif dan gel Bioplacenton® sebagai kontrol positif. Luka bakar dibuat menggunakan plat berbentuk lingkaran dengan diameter 2 cm². Perlakuan dilakukan selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa formulasi sediaan gel ekstrak daun kersen dapat mengobati luka bakar pada kelinci putih jantan. Konsentrasi optimum ekstrak daun kersen dari perhitungan LSD di didapatkan hasil yang tidak berbeda signifikan dengan formulasi konsentrasi 4%, 6%, 9% efektif dalam penyembuhan luka bakar pada pada kelinci putih jantan. Perbandingan efektifitas penyembuhan luka bakar antara gel ekstrak daun kersen dengan Bioplacenton®, keduanya sama-sama memberikan efek penyembuhan luka bakar pada kelinci putih jantan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan One Way ANOVA. Berdasarkan analisis tersebut perbedaan konsentrasi pada sediaan gel memberikan pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas pada luka bakar yang hasilnya 0,279.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Serum Minyak Biji Kacang Inka (Plukenetia volubilis L) Sebagai Antioksidan Hidayat, Tofik; Tajudin, Tatang; Indratmoko, Septiana
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 6 No. 1 (2024): Volume 6, Nomor 1, Mei 2024
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v6i1.86

Abstract

Penuaan dini merupakan hal yang sangat menakutkan bagi hampir semua wanita di dunia ini. Untuk mengurangi efek dari penuaan dini ini maka sudah banyak kosmetik yang di produksi dan berasal dari tanaman herbal indonesia. Biji kacang inka (Plukenetia volubilis L) merupakan sumber antioksidan alami yang baik karena mengandung flavonoid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah minyak biji kacang inka dapat diformulasikan menjadi sediaan serum, serta melihat pengaruh formulasi serum terhadap evaluasi sediaan serum dan efek iritasi yang ditimbulkan setelah penggunaan. Penelitian ini diawali dengan mengambil minyak biji kacang inka dilanjutkan dengan pembuatan serum. Serum terdiri dari 3 formulasi dengan perbedaan minyak biji kacang inka yaitu pada formulasi I (5%), formulasi II (10%), dan formulasi III (15%) minyak biji kacang inka yang diberikan. Formulasi serum diuji stabilitas fisik dan aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH. Evaluasi sediaan serum minyak biji kacang inka memiliki bentuk  cair, warna jernih agak kehijauan, aroma khas kacang inka dan bila dioles ke kulit rasanya dingin, mempunyai pH 5,07, homogen, dan mempunyai viskositas sesuai standar sediaan serum. Dengan kadar antioksidan yang diuji memiliki nilai IC50 adalah 28,39 ppm dan termasuk kedalam antioksidan yang sangat kuat. Sediaan serum minyak biji kacang inka yang dibuat tidak mengiritasi kulit dengan tidak adanya eritema dan edema yang timbul pada hewan uji setelah dilakukan pengujian. Dari keempat formulasi, sediaan yang paling baik untuk evaluasi sediaan dan formulasi dengan kadar antioksidan paling tinggi terdapat pada formulasi III.
Uji Aktivitas Sediaan Krim Ekstrak Etanol Kulit Salak Pondoh (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss) Secara In Vitro dan In Vivo Sebagai Tabir Surya Widhianingrum, Wahyu Astri; Nuur Rochmah, Nikmah; Swandari, Mika Tri Kumala
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 6 No. 1 (2024): Volume 6, Nomor 1, Mei 2024
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v6i1.218

Abstract

Indonesia terletak di garis khatulistiwa sehingga menyebabkan terpapar sinar matahari dengan intensitas tinggi. Salah satu cara untuk meningkatkan perlindungan kulit dari efek berbahaya sinar matahari adalah dengan menggunakan tabir surya. Kulit salak pondoh (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss) merupakan salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan dan berpotensi sebagai tabir surya karena memiliki kandungan flavonoid. Flavonoid mampu menyerap sinar UV, baik UVA maupun UVB sehingga mengurangi intensitasnya pada kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisik dan aktivitas tabir surya sediaan krim ekstrak etanol kulit salak pondoh (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss). Metodologi penelitian yang digunakan yaitu eksperimental murni di laboratorium. Krim ekstrak etanol kulit salak pondoh memiliki sifat fisik sediaan krim yang cukup baik dan memiliki potensi sebagai tabir surya dengan nilai SPF dari konsentrasi ekstrak 5%, 10% dan 15% adalah 37,536; 38,075; dan 38,521. Ketiga formula termasuk ke dalam kategori proteksi ultra dengan nilai SPF > 15 dimana formula dengan konsentrasi ekstrak 15% merupakan krim terbaik yang memiliki nilai SPF tertinggi. Hasil analisis data uji in vivo menggunakan uji Kruskal-Wallis pada hari ke-1 nilai signifikansi diperoleh 0.073 > 0.05 yang artinya tidak ada perbedaan yang nyata atau signifikan pada masing-masing kelompok uji terhadap diameter eritema yang terbentuk, sedangkan pada hari ke-2 dan ke-3 menunjukkan nilai signifikansi 0.014 < 0.05 dan 0.046 < 0.05 yang artinya terdapat perbedaan yang nyata atau signifikan pada masing- masing kelompok uji terhadap diameter eritema yang terbentuk.

Page 2 of 11 | Total Record : 105