cover
Contact Name
Ricky Montang
Contact Email
rickymontang70@gmail.com
Phone
+628124835884
Journal Mail Official
rickymontang1270@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.ukip.ac.id/index.php/eirene_jit/about/editorialTeam
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
ISSN : 25281887     EISSN : 2540962X     DOI : https://doi.org/10.56942/ejit.v8i1.66
Core Subject : Religion, Social,
EIRENE adalah Jurnal Ilmiah Teologi, menerbitkan artikel ilmiah hasil-hasil penelitian setelah ditelaah dengan baik oleh para editor di dalam bidangnya. Berdasarkan hasil kajian sesuai bidang teologi meliputi aspek dogmatika, etika, biblika, pastoral, misiologi, Pendidikan agama, serta interaksinya dengan bidang ilmu yang lain. Jurnal ini diharapkan mampu sebagai tempat penyalur gagasan dari pemikir-pemikir teologi dan referensi bagi masyarakat, terbit setiap juli dan Desember.
Articles 159 Documents
TINJAUAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN TERHADAP PERAN GURU BK DAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI SMP N 7 SORONG Getwin Yoma Loupatty; Hanock Kurmasela; Firnawati Saogo
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 11 No 1 (2026): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/gr7rvq90

Abstract

Dalam artikel ini membahas tentang tinjauan psikologi pendidikan terhadap peran guru bimbingan konseling dan guru Pendidikan Agama Kristen dalam mengatasi siswa yang bermasalah disekolah SMP N 7 Sorong. Sebagai guru bimbingan konseling memiliki tugas penting mengenali dan mengetahui masalah yang dihadapi oleh peserta didik dengan secara mendalam. Guru Pendidikan Agama Kristen juga memiliki peran penting dalam menumbuhkan iman peserta didik sehingga mampu membentuk karakter siswa baik secara tubuh, jiwa dan roh yang selaras dengan firman Tuhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan hasilnya dilakukan melalui kegiatan observasi dan wawancara untuk mengetahui penyebab terjadinya masalah pada peserta didik. Dari hasil penelitian tentang peran guru bimbingan konseling dan guru pendidikan agama Kristen dapat disimpulkan pelaksanaan bimbingan terdiri dari pemberian nasehat secara terus- menerus, memberikan solusi dan dorongan dan motivasi serta guru menanamkan nilai-nilai moral dalam diri peserta didik. Melalui penelitian ini diharapkan guru Pendidikan Agama Kristen dan Bimbingan Konseling dapat menjalankan perannya dengan baik untuk mendampingi siswa yang bermasalah.
PENGARUH KREDIBILITAS , KARAKTERISTIK DAN KETELADANAN PEMIMPIN BERDAMPAK PADA  PERTUMBUHAN ROHANI JEMAAT Optan Noldi Sardi Sergius Bee
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 11 No 1 (2026): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/3216dr73

Abstract

Salah satu indikator pertumbuhan rohani jemaat adalah penerapan dan fungsi seorang pemimpin (gembala) dalam menjalankan Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus, yaitu menjadikan semua bangsa murid-Nya. Pemimpin yang berhasil ialah pemimpin yang memberi pengaruh yang baik bagi umatnya melalui kredibilita pelayanannya, keteladanan serta menunjukan karakter Kritus bagi umatnya. Tetapi dalam kenyataannya tugas pelayanan yang diwujudkan oleh pemimpin gereja masih kurang efektif dikarenakan kurangnya pemimpin yang memiliki kredibilitas, karakteristik dan keteladanan yang baik. Penelyian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pemimpin gereja dalam pelayanan gerejawi, yang memberi dampak pada pertumbuhan rohani umatnya, secara khusunya bagi pemimpin gereja dilingkungan gereja Baptis Papua Jemat Filadelvia kota Sorong.    Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yaitu metode penelitian yang berperan aktif sampai menyetuh sasaran subjek yang diteliti, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi pustaka, disertai instrumen  penelitian berupa pertanyaan lisan terstruktur dan skala pengukuran dengan sistem item-item dan analisa secara presentase.  Dari hasil penelitian ini adalah terdapat pemikiran teoritis yang teologis tentang arti pengaruh pemimpin gereja yang memberi dampak pada pertumbuhan rohani jemaat. Pemimpin yang memberi dampak ialah pemimpin yang menunjukan integritas bagi jemaatnya, terlebih khusus bagi pelayanan di Gereja Baptis papua jemaat Filadelvia Kota Sorong. Agar makna pengaruh pemimpin yang berintegritas dapat menjadi motivasi bagi pelayan gerejawi dimasa kini dan dimasa yang akan datang.
KASIH MULA-MULA DALAM PERSEKUTUAN JEMAAT GKI  LAHAI ROI BIGA KLASIS RAJA AMPAT  SELATAN Orsella Nonce Mandurun; Ricky Donald Montang; Jean Anthoni
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 11 No 1 (2026): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/hkbtzn88

Abstract

Tujuan dari penelitian tugas akhir ini untuk mempelari bagaimana kasih mula-mula yang diterapkan dalam kehidupan berjemaat di Jemaat Lahairoi Biga dari jaman dahulu hingga sekarang. Disinilah dibutuhkan tugas dan peran Gereja untuk bagaimana menerapkan kasih sesuai ajaran agama Kristen yang sesungguhnya, sebab era globalisasi dan perkembangan jaman mempengaruhi kasih mula-mula di dalam kehidupan Berjemaat. Padahal Jemaat Lahairoi Biga sejak hadulu menerapkan kasih yang sangat erat hubungan satu sama lainnya, kasih yang tidak berpihak pada keluarga tertentu atau kasih kepada orang-orang di sekitarnya. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan normatif yang bersifat deskripstif kualitatif, sumber dalam penelitian ini data yang berkaitan dengan data primer berupa buku dan jurnal yang memiliki hubungan dengan judul penelitian, data sekunder yang bersumber dari litelatur dan bahan wawancara yang memberikan penjelasan berkaitan erat dengan permasalahan yang di bahas . wawancara langsung merupakan teknik yang dilakukan untuk pengumpulan data. Dari hasil penelitian langsung di lapangan menunjukan bahwa kasih mula-mula sudah tidak dilakukan lagi di dalam kehidupan berjemaat, meski sedikt orang berpandangan bahwa kasih mula-mula masih ada dan masih diterapkan oleh Jemaat GKI Lahairoi Biga, 
MEMAHAMI MUNUS TRIPLEX KRISTUS DAN IMPLIKASINYA PADA MASA KINI Ricky Donald Montang; Optan Noldi Sardi Sargius Bee; Getwin Yoma Loupatty
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 11 No 1 (2026): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/cxej4k54

Abstract

Doktrin Munus Triplex atau Tiga Jabatan Kristus sebagai Nabi, Imam, dan Raja, merupakan salah satu fondasi kristologi yang krusial dalam teologi Kristen. Namun, di era modern, pemahaman terhadap tiga jabatan ini sering kali mengalami reduksi sekadar sebagai konsep historis-teologis tanpa relevansi praktis. Penelitian ini bertujuan untuk mengontekstualisasikan kembali doktrin Munus Triplex dan menemukan implikasi konkretnya bagi kehidupan gereja dan orang percaya di masa kini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), menganalisis teks-teks Alkitab, literatur teologi klasik, serta pemikiran teolog kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Munus Triplex bukan hanya identitas fungsional Kristus di masa lalu, melainkan sebuah cetak biru (blueprint) bagi misi gereja masa kini. Pertama, jabatan Nabi mengimplikasikan panggilan gereja untuk menyuarakan kebenaran prophetic di tengah krisis moral dan keadilan sosial. Kedua, jabatan Imam memanggil orang percaya untuk menjalankan fungsi pastoral, rekonsiliasi, dan pelayanan yang penuh empati di dunia yang terluka. Ketiga, jabatan Raja menginspirasi kepemimpinan yang melayani (servant leadership) dan penegakkan syalom Allah di berbagai bidang kehidupan.
MISI DI ERA DIGITAL RELIGION:MEMBANGUN KAPASITAS PELAYANAN GEREJA DI RUANG VIRTUAL Stien Rondonuwu; Hun J.A. Pinatik; Andheralvi I. Lontoh
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 11 No 1 (2026): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/vy4c0f81

Abstract

Era digital telah menandai pergeseran cara beragama manusia, dari ruang fisik ke ruang virtual, sehingga secara signifikan mempenaruhi paradigma dan praksis berteologi. Tulisan ini mengkaji praksis Missio Dei dalam konteks digital religion, dengan menyoroti signifikansi capacity building pelayanan gereja di ruang virtual sebagai ruang misi baru. Pewartaan misi Allah di tengah dunia tidak lagi dibatasi oleh ruang fisik atau geografis dan institusional, karena dinamika transformasi sosial yang terjadi begitu cepat. Laju perubahan tersebut tidak lepas dari pengaruh penggunaan teknologi digital yang mengkonstruksi ruang fisik bertransformasi menjadi ruang virtual. Kondisi transformasi ruang menjadi medan pelayanan dan teologis baru bagi gereja yng harus dinegosiasikan, sehingga perlu memperhatikan pentingnya membangun kapasitas pelayanan gereja dari segi praksis sosio-virtual dalam pewartaan Injil. Kajian ini memakai perspektif "digital religion" dan "misi dalam ruang virtual" untuk menganalisa pentingnya ruang virtual sebagai arena ruang misi baru di era kontemporer yang harus diadaptasi oleh para pelayan gereja melalui capacity building. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-analitis, dengan berfokus pada respons misi gereja terhadap dinamika digital religion melalui integrasi Kekristenan dalam ruang virtual. Argumentasi penelitian ini menegaskan pentingnya capacity building pelayanan gereja dalam merespons dan berdaptasi dengan dinamika sosio-virtual yang mentransformasi praksis beragama masa kini dalam konteks digital religion, dimana iman direfkesikan tidak sebatas pada ruang fisik dan institusional, tetapi juga pada ruang virtual sebagai ruang misi baru.
KECERDASAN BUATAN DAN KEBIJAKSANAAN HATI: MENJAGA MARTABAT MANUSIA DI TENGAH RISIKO TEKNOLOGI DIGITAL Rosalia Enny Astuti; Herkulana Mekarryani Soeryamassoeka
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 11 No 1 (2026): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/24d1jc75

Abstract

Tulisan ini menganalisis tantangan etis dan eksistensial yang muncul dari akselerasi Kecerdasan Buatan (AI) melalui perspektif filsafat ilmu dan teologi Katolik. Fokus utama penelitian ini adalah risiko reduksionisme digital yang berpotensi mereduksi martabat manusia sebagai Imago Dei. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur integratif terhadap dokumen Antiqua et Nova (2025) dan Christus Vivit (2019), serta pemikiran Hubert Dreyfus dan Nick Bostrom. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan ontologis yang mendasar antara kecerdasan manusia dan AI. Kritik Dreyfus menegaskan keterbatasan AI dalam mereplikasi intuisi berbasis perwujudan tubuh (embodiment) serta ketidakmampuannya menyelesaikan frame problem. Di sisi lain, Bostrom menyoroti risiko superintelligence yang muncul dari persoalan penyelarasan nilai (alignment problem). Secara aksiologis, perbedaan ini tercermin dalam distingsi antara mêtis sebagai kecerdasan fungsional AI dan noûs sebagai intelek kontemplatif manusia. Penelitian ini menawarkan konsep Techno-Humanitarian Balance sebagai kerangka normatif untuk menempatkan AI secara proporsional di bawah otoritas moral manusia. Kerangka ini penting untuk mencegah degradasi identitas manusia menjadi entitas algoritmik serta memastikan bahwa teknologi tetap berfungsi sebagai sarana yang melayani kemanusiaan.
MAKNA TEOLOGIS PANGGILAN ALLAH KEPADA ABRAM DALAM KEJADIAN 12:1–3 Samuel Billy Elprizdat; Steven Pilipus Laure; Vittorio
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 11 No 1 (2026): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/shk2qg37

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan sebagian orang percaya masa kini yang memahami panggilan Tuhan secara terbatas pada aktivitas religius dan pelayanan gerejawi, sehingga mengabaikan dimensi ketaatan total yang menjadi inti panggilan ilahi dalam Alkitab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna teologis panggilan dan janji Allah kepada Abram dalam Kejadian 12:1–3 melalui pendekatan eksegesis gramatikal-historis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka dan analisis teks Ibrani terhadap unsur panggilan, struktur janji, serta dimensi universal berkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panggilan Allah kepada Abram bersifat personal, radikal, dan transformatif, karena menuntut pemutusan terhadap identitas lama serta respons iman yang menyeluruh. Selain itu, janji Allah tidak hanya berorientasi individual, tetapi juga memiliki dimensi universal sebagai sarana berkat bagi seluruh bangsa. Kesimpulannya, perikop ini menandai awal sejarah perjanjian dan menjadi fondasi penting bagi pemahaman tentang panggilan, iman, dan misi Allah dalam keseluruhan narasi Alkitab. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi analisis gramatikal teks Ibrani, konteks historis, dan relevansi teologisnya bagi kehidupan orang percaya masa kini.
PERAN PAK BAGI KELUARGA DALAM MENGATASI MASALAH SAMPAH DI RT.003 KILOMETER 9 KELURAHAN KLASABI KOTA SORONG Solavigresya Pesiwarissa; Korneles Viktor Ohoiwutun; Skivo Reiner Watak
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 11 No 1 (2026): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/nv4hze02

Abstract

Sampah yang menimbulkan banjir merupakan salah satu masalah yang sering terjadi di kota Sorong terlebih khusus di RT.003 Jl. Melatiraya Kelurahan Klasabi. Dari observasi awal penelitian ini, penulis menemukan banyak sampah-sampah botol dan plastik makanan yang berserahkan di jalan bahkan ada juga yang menumpuk di dalam selokan. Hal ini perlu untuk mendapat perhatian dari berbagai pihak terutama keluarga di lingkungan RT.003 Jl. Melatiraya, karena keluarga merupakan tempat pertama pembentuk sikap menghargai lingkungan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran PAK dalam keluarga sebagai agen edukasi dalam mengatasi masalah sampah di RT.003 kelurahan Klasabi dan faktor yang menyebabkan masyarakat masih membuang sampah tidak pada tempatnya.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Untuk mendapatkan data maka penulis melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi terhadap para responden dengan jumlah sampel 30 orang. Hasil dari penelitian ini adalah masyarakat sudah memahami tentang sampah, jenis, dan cara pengelolaan sampah. Namun pemahaman tersebut belum sepenuhnya dilakukan dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, karena sebagian masyarakat yang tinggal di lingkungan tersebut masih  membuang sampah tidak pada tempatnya. Hal ini disebabkan oleh faktor rendahnya kesadaran diri, malas, kurang disiplin, serta kebiasaan lama yang terus dilakukan. Sehingga memerlukan edukasi untuk membentuk perilaku peduli lingkungan. Dalam hal ini, keluarga sangat berperan penting karena keluarga merupakan lingkungan pertama pembentuk rasa tanggung jawab dan kebiasaan untuk hidup bersih.
PERAN HAMBA TUHAN DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN PEMUDA DALAM IBADAH Novanda Loupatty; Ricky Donald Montang; Yulianan Melatunan
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 11 No 1 (2026): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/an978j56

Abstract

Meningkatkan keaktifan pemuda dalam ibadah adalah tugas yang harus dilaksanakan oleh gereja melalui para hamba Tuhan atau pelayan, agar pemuda aktif mengambil bagian dalam ibadah. Namun kenyataannya, pemuda di Rayon Filadelfia Jemaat GKI Maranatha Kota Sorong pada beberapa tahun akhir ini kurang aktif dalam persekutuan ibadah pemuda. Olehnya penelitian dilakukan untuk mengetahui tingkat keaktifan pemuda dalam ibadah, faktor penyebab pemuda kurang aktif dalam ibadah dan peranan gereja atau hamba Tuhan dalam meningkatkan keaktifan pemuda dalam ibadah. Menggunakan metode kualitatif dan sampel responden 40 orang, dengan teknik observasi, studi pustaka dan wawancara. Hasilnya adalah pemuda perlu memahami ibadah sebagai  sarana perjumpaan dengan Tuhan dan mengucap syukur kepada-Nya atas kasih dan segala berkat mengalir dalam hidup ini, dan pemuda tingkatkan kehadirannya dalam ibadah. Gereja atau hamba Tuhan perlu berperan secara maksimal dalam meningkatkan keaktifan pemuda dalam ibadah melalui program pengajaran Alkitab dan pembinaan berbasis pertumbuhan rohani  pemuda berupa reet, wisata rohani, ibadah pantai, dan program inovatif pemuda dalam kearifan lokal.