cover
Contact Name
Marsita Satriandhini
Contact Email
marsita.satriandhini@gmail.com
Phone
+6285712144450
Journal Mail Official
ejounal.komunikasikesehatan@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soekarno-Hatta, Boro Kulon, Kec. Banyuurip, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah 54171
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
JKK
ISSN : 20874960     EISSN : 28291093     DOI : https://doi.org/10.56772/jkk.v13i1
Core Subject : Health,
JKK is a public accessible health communication journal published by the community service research institute and scientific publications of the Bhakti Putra Bangsa Indonesia Institute of Business and Health Technology. This journal is published twice a year, every April and October. which aims to publish research results (field or literature studies), theoretical studies, and critical studies in the health sector
Articles 231 Documents
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN FORMAL DAN TINGKAT PENGETAHUAN WANITA TENTANG KANKER PAYUDARA DENGAN KEJADIAN KANKER PAYUDARA DI BOROKULON BANYUURIP PURWOREJO Nanik Widiawaty
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 2 No 2 (2011): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v2i2.30

Abstract

Kanker Payudara merupakan kanker yang sering dijumpai dalam masyarakatIndonesia dan menempati tempat kedua terbanyak setelah kanker Leher Rahim.Kenyataan yang terjadi, besarnya kematian akibat kanker akibat terlambatmemeriksakan ke fasilitas kesehatan atau pasien datang pada stadium lanjut. Tingkatpendidikan mempengaruhi perilaku dan menghasilkan banyak perubahan, termasukpengetahuan di bidang kesehatan. Semakin tinggi tingkat pendidikan formal semakinmudah menyerap informasi termasuk juga informasi kesehatan, semakin tinggi pulakesadaran untuk berperilaku hidup sehat.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan pendidikanformal dengan tingkat pengetahuan wanita tentang kanker payudara di DukuhBorokulon, Banyuurip, Purworejo.Metode yang digunakan penulis adalah observasional analitik dan dilakukandengan cross sectional. Semua anggota populasi diambil sebagai sampel. Alatpengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner berbentukdichotomos choice. Untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan formal dengantingkat pengetahuan wanita tentang kanker payudara di dukuh Borokulon, Banyuurip,Purworejo, teknik analisis yang digunakan adalah spearman’s rank pada tingkatkepercayaan 95% dan diolah dengan program SPSS versi 12.00.Berdasarkan hasil penelitian pada analisis statistik diperoleh nilai Rho +0,318 dannilai signifikansi p=0,12 yang berarti nilainya p<0,05.Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan positif yang signifikanantara tingkat pendidikan formal dengan tingkat pengetahuan wanita di DukuhBorokulon, Banyuurip, Purworejo. Semakin tinggi tingkat pendidikan formal semakintinggi pengetahuan tentang kanker payudara.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU BERSALIN DENGAN INISIASI MENYUSU DINI DI BIDAN PRAKTEK SWASTA BENIS JAYANTO NGENTAK KUJON CEPER KLATEN Wahyuningsih
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 3 No 1 (2012): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v3i1.36

Abstract

Upaya untuk mencegah kematian bayi baru lahir yang baru disosialisasikan di Indonesia sejak agustus 2007 adalah melalui Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Program "Inisiasi Menyusu Dini" diperkirakan dapat menyelamatkan sekurang-kurangnya 30.000 bayi Indonesia yang meninggal dalam bulan pertama kelahiran dan dapat menekan Angka Kematian Bayi (AKB) baru lahir hingga mencapai 22%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu bersalin dengan inisiasi menyusu dini di BPS Benis Jayanto Ngentak Kujon Ceper Klaten tahun 2009. Metode penelitian ini dilakukan secara observasional, dengan pendekatan waktu cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu yang bersalin di Bidan Praktek Swasta Benis Jayanto Ngentak Kujon Ceper Klaten pada tanggal 23 Maret sampai dengan 18 April 2009. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 25 responden. Alat penelitian kuesioner dan lembar observasi. Analisa data chi square. Hasil penelitian pengetahuan responden sebagian besar adalah baik sebanyak 22 orang (88%). Pelaksanaan inisiasi menyusu dini sebagian besar adalah melakukan sebanyak 19 orang (76%). Kesimpulan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu bersalin tentang inisiasi menyusu dini dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini dengan p = 0,009 (p < 0,05), OR : 7,333, c2 = 10,79 dan IK 95% (2,562-20,99).
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG SEKS PRANIKAH DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA SISWA SMK XX SEMARANG Nur Gilang Fitriana
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 3 No 1 (2012): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v3i1.37

Abstract

Latar belakang : Seks pranikah adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual dengan lawan jenis sebelum menikah. Macam kegiatan seks pranikah antara lain: berfantasi, masturbasi, onani, meraba, kissing, necking, petting, intercourse. Kejadian seks pranikah pada siswa di SMK XX Semarang ditemukan kasus kehamilan pranikah sekitar 1- 2 siswa pada tiap tahunnya, walaupun pendidikan agama, norma , etika sudah diajarkan dengan tujuan membentuk perilaku yang baik ini disebabkan kurangnya pengetahuan tentang seks pranikah yang merupakan salah satu komponen sikap yang dapat membentuk perilaku.Tujuan penelitian: untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Sikap tentang Seks Pranikah dengan Perilaku Seksual pada Siswa SMK XX Semarang.Metode penelitian: pendekatan cross sectional dan menggunakan Random Sampling. Populasi ini adalah Siswa SMK XX Semarang dengan sampel 30 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner.Hasil penelitian: menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang seks pranikah dengan perilaku seksual pada siswa SMK Muhammmadiyah 1 Semarang. Didapatkan nilai dari Regresi Logistik p= 0,047
HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DENGAN STATUS GIZI PADA BAYI USIA 6 – 12 BULAN DI DESA GOGIK KECAMATAN UNGARAN BARAT Tri Puspa Kusumaningsih
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 3 No 1 (2012): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v3i1.38

Abstract

Masalah kematian bayi yang masih tinggi di Indonesia menjadi prioritas utama Depkes RI periode2005-2009. Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia pada tahun 2007 mencapai 26,9% per 1000 kelahiranhidup. Di Indonesia pada tahun 2007 jumlah balita yang menderita gizi buruk sekitar 21,3% dari seluruhanak balita yang ada. Sementara itu survei rumah tangga Departemen Kesehatan mencatat masalah gizisebagai salah satu penyebab kematian balita sebesar 0,5%.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pemberian makanan pendamping ASIdengan status gizi pada bayi usia 6-12 bulan, di desa Gogik, kecamatan Ungaran Barat.Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan metode croos sectional danpengambilan data menggunakan data primer. Populasi dalam penelitian ini adalah bayi berusia 6-12 bulan,bulan Juni-Agustus 2009. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh yaitu semua bayiusia 6-12 bulan dari responden yang berjumlah 22 bayi.Hasil penelitian dapat diketahui bahwa ada hubungan pemberian makanan pendamping ASI denganstatus gizi pada bayi usia 6-12 bulan, dan menggunakan uji statistik chi-square (X2) diperoleh nilai X2 0,936lebih besar dari X2 tabel 0,349. Dengan demikian Ho ditolak dengan ρ value kurang dari (0,000-0,005).Sebagian besar bayi yang diberi MP-ASI sesuai dengan umur, jenis, jumlah pemberiannya dan berstatus gizibaik.Diharapkan unit pelayanan kesehatan dalam pelaksanaan posyandu tidak hanya melakukan kegiatanmenimbang dan memberikan MP-ASI saja, tetapi juga memberikan informasi dan edukasi tentang MP-ASIdan status gizi bayi sesuai dengn pertumbuhan dan perkembanganya.
HUBUNGAN KEBIASAAN OLAHRAGA DENGAN DISMENORE PRIMER REMAJA PUTRI DI SMP N 2 MIRIT KEBUMEN NINIK FAJARYATI
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 3 No 1 (2012): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v3i1.39

Abstract

Dismenore adalah nyeri selama haid yang dapat dirasakan diperut bawah atau dipinggang, dapatbersifat seperti mules-mules, seperti ngilu, atau seperti ditusuk-tusuk.Upaya untuk mengatasi dismenoreprimer diantara remaja membutuhkan penanganan yang terintegrasi dan menyeluruh, karena secara umumdapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan dapat berdampak pada turunnya produktivitas kerja.Salah satucara untuk mengatasinya dengan melakukan olahraga secara teratur untuk menurunkan rasa nyeri.Tujuan penelitian mengetahui hubungan kebiasaan olahraga dengan dismenore primer remaja putridiSMP N 2 Mirit KebumenMetode penelitian ini dilakukan secara survey analitik dengan metode pendekatan retrospective.Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswi SMP N 2Mirit kelas II yang mengalami dismenoreprimerdengan jumlah sebanyak 120.Teknik pengambilan sampel adalah purposive samplingdan jumlahsampel sebanyak 61, instrumen yang digunakan adalah kuesioner, analisis data menggunakan uji KorelasiKendal Tau (τ).Hasil penelitian sebagian responden (50,0%) melakukan olahraga secara teratur mempunyai tingkatskala nyeri sedang. Dan responden yang tidak melakukan olahraga secara teratur mempunyai tingkat skalanyeri sedang sebanyak (55,6%).Kesimpulan tidak ada hubungan kebiasaan olahraga dengan dismenore primerdengan p=0,275 < α 0,05.Saran bagi institusi pendidikan.Institusi hendaknya bekerja sama dengan instansi terkait atau tenagakesehatan untuk memberikan informasi mengenai dismenore primer kepada remaja. Dan informasi mengenaidismenore primer sebaiknya diberikan sejak dini, agar menambah pengetahuan remaja dalam mengatasidismenore primer pada saat menstruasi.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG BAHAYA MEROKOK DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA DI DESA BORO WETAN KECAMATAN BANYU URIP PURWOREJO TAHUN 2009 RATRI SETIANINGRUM
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 3 No 1 (2012): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v3i1.40

Abstract

Latar belakang : Merokok adalah kebiasaan jelek yang menyebabkan berbagai macam penyakit.Ironisnya kebiasaan merokok ini, khususnya di Indonesia seolah-olah sudah menbudaya, meskipun banyakperokok yang sebenarnya menyadari dan mengakui bahwa rokok akan menimbulkan kanker dalam tubuhmereka. Usaha menghentikan kebiasaan merokok salah satunya adalah Sidanh Ijtima Ulama se-Indonesiayang digelar pada 24-26 Januari 2009 lalu di Padang Panjang dan menghasilkan keputusan yang menetapkanbahwa merokok lumayan haram. Namun, kenyataannya perilaku merokok tidak pernah surut.Tujuan penelitian: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan remaja tentang bahayamerokok dengan perilaku merokok pada remaja di Desa Borowetan.Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian Survey Analitik. Rancangan penelitianmenggunakan pendekatan Cross Sectional. Subyek penelitian ini adalah remaja usia 13-17 tahun. Analisisdata menggunakan korelasi Product Momment.Hasil penelitian: Berdasarkan analisis diperoleh tingkat variable pengetahuan tentang bahayamerokok pada kategori Cukup yaitu sebesar 46.48 % denan Mean 16.47, Median 16, Mode 15, Std.Deviation 4.10, Minimum 9, Maximum 25. Variable perilaku merokok berdasarkan analisis diperoleh tingkatpada kategori baik sebesar 71.83 % dan analisis tendensi sentral diperoleh Mean 11.97, Median 13, Mode 13,Std. Deviation 1.58, Minimum 8, Maximum 14. Hasil analisis diperoleh koefisien korelasi product momentantara tingkat pengetahuan tentang bahaya merokok dengan perilaku merokok pada remaja di DesaBorowetan, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo tahun 2009 sebesar = 0.404 dengan p = 0.000.
HUBUNGAN PELAKSANAAN RAWAT GABUNG DENGAN PERILAKU IBU DALAM MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF DI POLINDES HARAPAN BUNDA DESA KALIGADING KECAMATAN BOJA KABUPATEN KENDAL TAHUN 2010 Ludfi Dini Arasta
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 3 No 1 (2012): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v3i1.41

Abstract

Latar belakang : ASI Eksklusif adalah pemberian ASI sedini mungkin setelah lahir sampai bayiberumur 6 bulan tanpa pemberian tambahan cairan dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang,pepaya, bubur nasi dan tim. Meskipun rawat gabung dan pemberian ASI Eksklusif merupakan alat untukmenjalin kasih sayang antara ibu dan bayi tapi pada kenyataannya banyak Rumah Sakit, Puskesmas klinikdan Rumah Bersalin yang belum melaksanakan rawat gabung sehingga dapat mempengaruhi perilaku ibudalam memberikan ASI.Tujuan penelitian: untuk mengetahui Hubungan Pelaksanaan Rawat Gabung dengan Perilaku Ibudalam memberikan ASI Ekslusif di Polindes Harapan Bunda Desa Kaligading Kecamatan Boja KabupatenKendal Tahun 2010.Metode penelitian: desain penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan pendekatan CrossSectional. Sampel dalam penelitian ini adalah semua ibu yang melahirkan normal di Desa KaligadingKecamatan Boja Kabupaten Kendal sebanyak 35 orang. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Analisadatanya menggunakan metode Fisher Exact.Hasil penelitian: Berdasarkan uji statistik Fisher Exact didapatkan hasil nilai p value 0,035 (0,035 <0,05) sehingga ada hubungan pelaksanan rawat gabung dengan perilaku ibu dalam memberikan ASIEksklusif di Polindes Harapan Bunda Desa Kaligading Kecamatan Boja Kabupaten Kendal.
HUBUNGAN ANGKA LEUKOSIT DENGAN KEJADIAN CARDIAC EVENT PADA KLIEN INFARK MIOKARD AKUT DI RUANG A5 UPJ RSUP Dr. KARIADI SEMARANG S. Eko Ch. Purnomo; Heri Mei Wibowo
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 3 No 1 (2012): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v3i1.42

Abstract

Latar Belakang - Penelitian ini dilakukan di Ruang A5 UPJ RSUP Dr.Kariadi Semarang pada periode tahun2009. Leukosit aktif jika terjadi suatu infeksi, peradangan dan invasi zat asing yang masuk dalam tubuhmanusia. Peningkatan Leukosit merupakan petanda bahwa terjadi infark pada otot khususnya otot jantung.Tujuan - Bertujuan mengetahui hubungan angka leukosit dengan kejadian cardiac event pada Pasienmiokard infark akut di Ruang A5 UPJ RSUP Dr.Kariadi Semarang pada periode Tahun 2009Metode - Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif Deskiptif korelasional dengan menggunakanrancangan Retrospektif. Pengambilan sampel selama 1 tahun 2009. Pengumpulan data dilakukan dengancatat Rekam Medik.Hasil - Setelah dilakukan analisa data, korelasi leukosit tinggi berpengaruh terhadap tingginya kejadian gagaljantung pada pasien AMI Nilai rho 0,470 menunjukkan angka koerelasi positif dengan kekuatansedang.Korelasi antara leukosit dengan Aritmia Ventrikuler adalah bermakna Nilai rho 0,269 menunjukkanangka koerelasi positif dengan kekuatan lemah.Korelasi antara leukosit Syok Kardiogenik adalah bermakna,Nilairho 0,558 menunjukkan angka koerelasi positif dengan kekuatan sedang. Korelasi antara leukositdengan Kematian adalah bermakna, Nilai rho 0,385 menunjukkan angka korelasi positif dengan kekuatanlemah.Kesimpulan – Dari hasil penelitian ini Angka leukosit mempunyai korelasi mendukung terjadinya cardiacevent pada pasien AMI meliputi kejadian Gagal Jantung, Aritmia Ventrikuler, Syok Kardiogenik danKematian di Ruang A5 UPJ RSUP Dr.Kariadi Semarang tahun 2009 dengan p value < 0,05 artinya kejadiancardiac event berhubungan dengan peningkatan angka leukosit.
TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI DESA LEMAH IRENG KECAMATAN KARANGMALANG KABUPATEN SRAGEN 2011 Dedi Herlambang
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 3 No 2 (2012): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v3i2.44

Abstract

Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue. Virus dengue ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegepti yang sebelumnya sudah menggigit orang yang terinfeksi dengue. Penyakit demam berdarah banyak ditemukan didaerah tropis dan sub tropis. Asia menempati urutan pertama dalam jumlah penderita demam berdarah di tiap tahunnya. Demam berdarah di Indonesia pertama kali ditemukan di Surabaya pada tahun 1958 sebanyak 58 orang terinfeksi dan 24 orang diantaranya meninggal dunia. Angka kesakitan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jawa Tengah pada tahun 2010 sebesar 60,51/100.000 penduduk dan angka kematian 1%, target Jawa Tengah untuk Angka Kesakitan DBD adalah 35/100.000 penduduk. Data DKK Sragen tahun 2010 menunjukkan bahwa DBD sudah masuk ke hampir semua Kecamatan yang ada di kabupaten Sragen. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Lemah Ireng Kecamatan Karangmalang Kabupaten Sragen 2011. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah masyarakat yang pernah terkena penyakit (DBD) di Desa Lemah Ireng, pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden 30 orang. Pengumpulan datadengan menggunakan kuesioner, setelah data terkumpul ditabulasi dengan menggunakan skala ordinal dengan diberi skor jika jawaban benar nilai : 1, dan jika jawaban salah nilai : 0. Hasil analisa menunjukkan bahwa Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah berpengetahuan baik (63,3%), berpengetahuan cukup (36,7%) dan yang berpengetahuan kurang (0%). Dari hasil analisa di atas dapat disimpulkan bahwa Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang paling dominan adalah berpengetahuan baik ( 63,3%) yang dipengaruhi oleh umur, pendidikan, pekerjaan dansumber informasi.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG KB SUNTIK DENGAN SIKAP DALAM MEMILIH KB SUNTIK 3 BULANAN DI DESA BESOLE, KECAMATAN BAYAN, KABUPATEN PURWOREJO Dwi Mardiantari
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 3 No 2 (2012): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v3i2.45

Abstract

Latar Belakang : KB merupakan program yang berfungsi bagi pasangan untuk menundaatau mencegah kehamilan, menjarangkan kehamilan, serta untuk menghentikan ataumengakhiri kesuburan. Dalam Penelitian ini masalah yang diteliti adalah hubungan antaratingkat pengetahuan ibu tentang KB suntik dengan sikap dalam memilih KB suntik 3 bulanandi Desa Besole, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.Tujuan : untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahun ibu tentang KB suntikdengan sikap dalam memilih KB suntik 3 bulanan.Metode Penelitian : Jenis Penelitian ini adalah survei analitik. Pendekatan yang digunakanadalah cross sectional. Sampel yang digunakan 30 responden, 25% dari jumlah populasi.Pengambilan data diperoleh dengan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas danreliabilitasnya. Untuk menganalisa hasil penelitian menggunakan korelasi kendal tau.Hasil Penelitian : ada hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang KB suntikdengan sikap dalam memilih KB suntik 3 bulanan di Desa Besole, Kecamatan Bayan,Kabupaten Purworejo dengan koefisien korelasi Kendal Tau 0,536 (Approx sig 0,000< 0,05dan Z hitung 3,999 > Z tabel 1,96).Kesimpulan : terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang KB suntik dengansikap dalam memilih KB suntik 3 bulanan di Desa Besole, Kecamatan Bayan, KabupatenPurworejo.

Page 3 of 24 | Total Record : 231


Filter by Year

2010 2025