cover
Contact Name
Herlina Muzanah Zain
Contact Email
lppmuta45@uta45jakarta.ac.id
Phone
+6285701356096
Journal Mail Official
lppmuta45@uta45jakarta.ac.id
Editorial Address
Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Jl. Sunter Permai Raya No.1, RT.11/RW.6, Sunter Agung, Kec. Tj. Priok, Kota Jakarta Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14350
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
Berdikari : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 25033719     DOI : https://doi.org/10.52447/berdikari.v5i1
Jurnal BERDIKARI untuk mempublikasikan hasil-hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal ini diharapkan menjadi media untuk menyebarluaskan informasi hasil pengabdian kepada masyarakat dan menjadi rujukan bagi para akademisi untuk pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 108 Documents
Hipertensi Sebagai Penyebab Gagal Ginjal Diana Laila Ramatillah; Delva Putri; Kharida Kharida; Ramitha Indri; Thedyardi Sianturi
BERDIKARI Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Berdikari
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.213 KB) | DOI: 10.52447/berdikari.v3i1.4520

Abstract

Pengabdian kepada masyaraka dilakukan oleh mahasiswa prodi farmasi secara daring karena terkendala pandemic COVID-19. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan agar masyarakat memahami dan mengetahui hipertensi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital, yaitu Google Meet dengan total peserta 150 orang. Adimas dilaksanakan pada tanggal 7 November 2020 jam 14:00 wib sampai 16:00 wib. Abdimas ini menghasilkan masyarakat yang  memiliki pengetahuan dan mampu. Metode penilitian : Indikator dari webinar ini didapat dari hasil pengisian post test melalui google form oleh peserta yang diisi setelah acara webinar berlangsung. Hasil : pengobatan hipertensi adalah pengobatan jangka panjang bahkan seumur hidup. Pasien dianjurkan mengkonsumsi obat secara teratur meskipun tidak ada gejala, lakukan pengecekan tekanan darah secara berkala, menerapkan pola hidup sehat, mengurangi konsumsi garam, minum yang cukup serta olahraga yang teratur. Kesimpulan: pengalaman yang terjadi pada diri sendiri maupun yang terjadi pada orang terdekat membuat webinar berjalan lancar dan membuat masyarakat memiliki gambaran apa yang harus mereka perbuat mengenai penyakit ini. Pengetahuan dan pemahaman masyarakat yaitu tentang pencegahan penyakit Hipertensi menjadi meningkat.Kata Kunci: jurnal pengabdian, hipertensi, gagal ginjal
Optimalisasi Ruang Belajar Ramah Anak di Sekolah Alam Taman Siswa Pesisir Cilincing Jakarta Utara Tuti Widyaningrum; Januar Agung Saputera; Ansadilla Niar Sitanggang
BERDIKARI Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Berdikari
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.546 KB) | DOI: 10.52447/berdikari.v5i1.5531

Abstract

Education is the key to success in improving the quality of human life. With a good education, every person can develop well their capacities so that they can be usefull for themselves and their society. However, not all people are able to access and enjoy the right to education which is the responsibility of the government. Sekolah Alam Taman Siswa Pesisir is here to provide volunteers to help with learning for fishermen's children to learn to read and write and educate national character. However, the learning space facilities for students are still not feasible and unsafe because they are located on the former back of a fishing boat which is already fragile and has no roof. Therefore, it is necessary to improve the learning space facilities so that they become more conducive and optimize to the teaching and learning process so that it is beneficial for students and teachers as well as the community around the school in Sekolah Alam Taman Siswa Pesisir Cilincing, North Jakarta.
Desain Kincir Air Sederhana Untuk Pembangkit Listrik Desa Sipayung, Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor Jawa Barat Didit Sumardiyanto; M. Fajri Hidayat
BERDIKARI Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Berdikari Vol 2 No 1
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.002 KB) | DOI: 10.52447/berdikari.v2i1.4089

Abstract

Permasalahan yang dihadapi masyarakat Desa Sipayung adalah energi listrik terutama untuk rumah tinggal di pedesaan karena terbatasnya jangkauan listrik dari PLN yang dikarenakan sarana infrastruktur yang kurang memadai dan besarnya biaya investasi, selain itu subsidi BBM dari pemerintah untuk pembangkit listrik dihapus dan berkurangnya subsidi untuk PLN. Salah satu potensi tersebut adalah energi air yang dapat digunakan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air. Berkaitan dengan hal tersebut perlu diberikan pelatihan tentang cara menghasilkan listrik dari tenaga air. Diharapkan pelatihan ini memberikan pemahaman kepada warga masyarakat Desa Sipayung Kabupaten Bogor agar nantinya dapat mendisain dan menciptakan sebuah pembangkit listrik sederhana tenaga air dengan efesiensi yang baik sehingga bisa dimanfaatkan untuk kehidupan masyarakat dan mewujudkan program pemerintah untuk percepatan pemanfaatan energy terbarukan. Pembangkit listrik tenaga air prinsipnya adalah mengubah energi air menjadi energy listrik dengan menggunakan kincir air atau turbin air. Cara kerjanya cukup sederhana yaitu putaran turbin yang disebabkan oleh air diteruskan ke generator kemudian menghasilkan arus listrik DC yang bisa disimpan di dalam akumulator/accu. Akan tetapi biasanya peralatan di rumah menggunakan arus AC. Oleh karena itu harus diubah dengan menggunakan inventer sehingga menjadi arus AC. Energi listri yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk lampu, seterika, memasak, penggerak mesin jahit, dan lain-lain.Kata Kunci: Penyuluhan, Kincir air, Energi Listrik TerbarukanABSTRACTThe problem that exists in the community of Sipayung Village is electricity, especially for rural dwellings due to limited electricity coverage from PLN due to inadequate infrastructure facilities and the large investment costs, in addition to fuel subsidies from the government for power generation removed and reduced subsidies for PLN. It is therefore necessary to understand that there is still potential that can be explored to produce electricity, so that villagers can generate electricity independently. In this regard training needs to be given on how to produce electricity from hydropower. This independent power plant is expected to reduce electricity costs from PLN. It is hoped that this training will provide an understanding to the citizens of Sipayung Village, Bogor Regency so that they can later design and create a simple hydroelectric power plant with good efficiency so that it can be utilized for community life and realize government programs to accelerate the use of renewable energy. The principle of hydroelectric power plants is to convert water energy into electricity by using waterwheels or water turbines. The way it works is quite simple namely the turbine rotation caused by water is passed on to the generator and then produces a DC electric current that can be stored in the accumulator / battery. But usually the equipment at home uses AC current. Therefore it must be changed by using an inventer so that it becomes an AC current. The electricity produced can be utilized for lights, ironing, cooking, driving sewing machines, and others.Keywords: Extension, Waterwheel, Renewable Electric Energy
PENYULUHAN SEKS BEBAS DAN NARKOBA DI DESA SUKAJAYA KECAMATAN SUKAJAYA BOGOR JAWA BARAT Warih Anjari; Wagiman .
BERDIKARI Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.24 KB) | DOI: 10.52447/berdikari.v1i2.1334

Abstract

AbstrakGlobalisasi dan modernisasi dapat membawa dampak positif dan negatif  dikalangan remaja.Tujuan program pengabdian kepada masyarakat di desa Sukajaya kecamatan Sukajaya kabupaten Bogor Jawa Barat ini,  untuk meningkatkan pemahaman tentang dampak dari perilaku seks bebas dan penggunaan narkoba kepada para Remaja. Hal ini dilakukan untuk menghindari efek negatif dari globalisasi dan modernisasi yang  berkaitan dengan keterbukaaan masyarakat atas masuknya informasi tentang pergaulan bebas dan  narkoba dikalangan remaja. Kehidupan yang mengarah kepada pragmatis dan hedonis akan mempengaruhi pola pikir remaja. Kemudahan  informasi di peroleh melalui media internet sangat berdampak pada perkembangan para remaja. Diperlukan informasi yang benar berkaitan dengan pergaulan bebas atau seksualitas dan narkoba. Metode pelaksanan dengan melakukan penyuluhan, tanya jawab, diskusi atau konsultasi. Hasil yang diperoleh Remaja di desa Sukajaya cukup memahami tentang  bahaya dan akibat seks bebas, namun kurang memahami peraturan seks bebas. Sedangkan pada Narkoba, remaja di desa Sukajaya  cukup memahami tentang akibat narkotika, namun kurang memahami  bahaya dan peraturan perundangan narkotika. Keberlanjutan dari penyuluhan dan pendampingan tentang bahaya seks bebas dan narkotika masih diperlukan.Kata Kunci: Globalisasi dan modenisasi, pencegahan sek bebas dan  narkoba, kalangan remaja
Sosialisasi Dagusibu Di Kecamatan Seberang Ulu 2, Palembang Diah Ramadhani; Ayu Fina Sartika; Cindy Rosalina Yosunarto; Febri Asza; Nasfa Liko Rahmayanti; Rinny Agustin; Silvi Indah Sari; Talitha Rahma
BERDIKARI Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Berdikari
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (932.21 KB) | DOI: 10.52447/berdikari.v4i1.4962

Abstract

Penggunaan obat erat hubungannya dengan terapi penyakit, karena obat digunakan untuk mencegah penyakit, mengobati penyakit, mendiagnosa penyakit, maupun untuk pemeliharaan kesehatan. Oleh karena itu, pengetahuan tentang obat penting bagi masyarakat agar mendapatkan manfaat yang tepat dari penggunaan obat. DAGUSIBU adalah prinsip yang harus diterapkan oleh masyarakat ketika membeli, menggunakan, menyimpan, serta membuang obat. DAGUSIBU merupakan singkatan dari DApatkan, GUnakan, SImpan, dan BUang. Sosialisasi DAGUSIBU bertujuan untuk memberikan informasi, edukasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang pengelolaan obat. Cara untuk mendapatkan, bagaimana penggunaannya, cara penyimpanannya dan cara membuang obat yang sudah tidak layak pakai, dilakukan di Kelurahan 11 Ulu , Palembang. Sosialisasi ini membantu masyarakat lebih sadar dan paham mengenai DAGUSIBU obat yang seringkali tidak diperhatikan. Sosialisasi DAGUSIBU ini juga tentunya akan meningkatkan Kesehatan masyarakat dalam hal penggunaan obat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pengenalan DAGUSIBU dengan cara sosialisasi dari rumah ke rumah masyarakat, melakukan pre-test dan post-test tentang DAGUSIBU, dan membagikan brosur. Hasil sosialisasi ini dapat dilihat dari pre-test menunjukkan hasil nilai benar sebanyak 50,51%, dan nilai salahnya yaitu 49,49%. Dari nilai tersebut dapat dilihat bahwa masyarakat masih banyak yang belum paham tentang DAGUSIBU. Maka dari itu perlu dilakukan sosialisasi agar masyarakat dapat paham tentang DAGUSIBU. Hasil post-test menunjukkan nilai benar 92% dan nilai salahnya 8% yang artinya masyarakat sudah banyak memahami tentang DAGUSIBU ini.Kata kunci: sosialisasi; dagusibu; obat; Palembang
Penyuluhan Kesehatan : Pentingnya Vaksinasi Lansia Guna Tercapainya Pandemi Yang Terkontrol Stefanus Lukas
BERDIKARI Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Berdikari
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.146 KB) | DOI: 10.52447/berdikari.v3i1.4526

Abstract

Covid-19 atau yang biasa disebut Corona oleh masyarakat, telah ditetapkan sebagai pandemi dunia oleh asosiasi kesehatan dunia (WHO). Virus ini memiliki efek berbahaya ketika menjangkit manusia, dengan menyerang sistem pernapasan manusia secara akut. Sistem atau mekanisme penularan virus ini melalui beberapa jalur seperti dari percikan droplet antar manusia, atau bahkan hingga sentuhan terhadap benda yang terpapar virus Covid-19 lalu setelah menyentuh benda tersebut terhirup lewat hidung. Virus Covid-19 ini sangat rentan untuk menularkan ke masyarakat yang memiliki beberapa gangguan kesehatan (khususnya pernapasan), anak-anak, dan juga sangat rentan terhadap lansia. Kegiatan penyuluhan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan antusiasme para lansia agar supaya mengikuti vaksinasi. Kegiatan penyuluhan memiliki total responden sebanyak 25 orang yang memiliki alamat tinggal yang berbeda-beda, pengambilan data penyuluhan ini dengan memberikan kuisioner kepada para responden yang dijawab ketika sebelum mendapatkan edukasi dan setelah mendapatkan edukasi. Data yang didapatkan, para responden memiliki antusiasme keinginan vaksinasi sebelum edukasi sebesar 60% dan antusiasme setelah mendapatkan edukasi sebesar 88%. 20 responden telah berhasil didaftarkan ke Puskesmas Banjaran Nambo, Kab. Bandung dengan menggunakan format sama seperti pada link Pemerintah Kota Bandung https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdPEAnVr0aKQmbh0OYvmSrYw0aUT0LdH606m2bjIoJQg8sG9A/viewform. Berdasarkan data tersebut, menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan memberikan dampak yang signifikan dalam peningatan antusiasme minat lansia untuk vaksinasi.Kata kunci: Covid-19, Penyuluhan Kesehatan, Vaksinasi, Lansia
Pelatihan Pemanfaatan Serat Alam (Sabut Kelapa dan Jerami Padi) Bagi Warga Desa Jaya Raharja Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor Sri Endah Susilowati; Andi Saidah
BERDIKARI Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Berdikari
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.772 KB) | DOI: 10.52447/berdikari.v2i2.4095

Abstract

Serat alam merupakan alternatif bahan reinforcement untuk berbagai komposit polimer karena keunggulannya dibanding serat sintetis. Serat alam mudah didapatkan dengan harga yang murah, mudah diproses, densitasnya rendah, ramah lingkungan, dan dapat diuraikan secara biologi. Bahan komposit serat mempunyai keunggulan yang utama yaitu strong (kuat), stiff (tangguh) dan lebih tahan terhadap panas pada saat didalam matriks. Di Indonesia pemanfaatan serat sabut kelapa (cocofiber) belum banyak dilakukan atau ditangani dengan baik, sehingga akan menjadi limbah yang kurang bermanfaat. Selama ini pemanfaatan serat sabut kelapa dalam skala kecil. Misalnya dalam pembuatan bahan sapu, keset, dan alat-alat rumah tangga lain. Padahal serat sabut kelapa dapat digunakan untuk bahan industri karpet, pengisi sandaran kursi, dasboard mobil, kasur, genteng, dan plafon. Untuk itu, diperlukan edukasi  cara pengolahan Pemanfaatan Serat Alam  (sabut kelapa dan jerami padi ) menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi untuk penguatan ekonomi mikro berbasis variasi produk olahan sabut kelapa. Berdasarkan analisis situasi maka permasalahan yang dihadapi mitra yaitu warga Desa Jaya Raharja, Kecamatan Sukajaya Bogor adalah minimnya pengetahuan tentang pemanfaatan limbah tanaman pertanian termasuk sabut kelapa dan jerami padi. Adapun solusi yang diberikan  adalah dengan pelatihan mengolah limbah tersebut menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan bernilai ekonomi dan membawa dampak positif terhadap lingkungan. Salah satu caranya dengan mendaur ulang limbah tersebut menjadi komposit bahan alam dengan menambahkan matriks yang murah dengan cara yang sederhana, yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan. Metode yang digunakan dengan cara ceramah, diskusi dan demonstrasi. Setelah dilakukan penyuluhan, masyarakat semakin memahami  pentingnya pemahaman tentang pemanfaatan limbah pertanian diantaranya jerami padi dan sabut kelapa yang dapat diolah secara sederhana menjadi material komposit yang dapat bermanfaat untuk berbagai macam keperluan.Kata Kunci: Penyuluhan, Jerami Padi, Sabut Kelapa, Komposit Bahan AlamABSTRACTNatural fiber is an alternative filler for various polymer composites because of its advantages over synthetic fibers. Natural fibers are easily available at low prices, are easy to process, have low density, are environmentally friendly, and can be decomposed biologically. Fiber composite materials have the main advantages of being strong (strong), stiff (tough) and more resistant to heat when in the matrix. In Indonesia the use of coconut fiber (cocofiber) has not been done or handled well enough, so that it will become less useful waste. So far the use of coconut fiber in a small scale. For example in making broom, doormats and other household appliances. Whereas coconut fiber can be used as a material for the carpet industry, seat back fillers, car dashboards, mattresses, tiles, and ceilings. For this reason, education is needed on how to process the utilization of natural fiber (coconut fiber and rice straw) into something of economic value for the strengthening of microeconomics based on variations in processed coconut fiber products. Based on an analysis of the situation, the problem faced by partners, namely the residents of Jaya Raharja Village, Sukajaya District, Bogor is the lack of knowledge about the utilization of agricultural crop waste including coconut coir and rice straw. The solution provided is by training to process the waste into something more useful and of economic value and bring a positive impact on the environment. One way is to recycle the waste into a composite of natural materials by adding an inexpensive matrix in a simple way, which can be used for various purposes. The method used by lectures, discussions and demonstrations. After counseling, the community increasingly understands the importance of understanding about the use of agricultural waste including rice straw and coconut fiber which can be processed simply into composite materials that can be useful for various purposes.Keywords: Counseling, Rice Straw, Coconut Fiber, Natural Composites
PELATIHAN PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK MENJADI ENERGI BAHAN BAKAR BAGI MASYARAKAT DESA SIPAYUNG, KECAMATAN SUKAJAYA, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT Sri Endah Susilowati; Andi Saidah; Riris Rotua Sitorus
BERDIKARI Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.082 KB) | DOI: 10.52447/berdikari.v1i2.1333

Abstract

AbstrakSalah satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup adalah limbah sampah plastik. Sampah plastik terutama kantong plastik telah menjadi sampah yang berbahaya dan sulit dikelola.  Diperlukan waktu puluhan tahun untuk membuat sampah bekas kantong plastik itu benar-benar terurai. Untuk itu, diperlukan edukasi  cara pengolahan limbah plastik, bukan hanya bermanfaat untuk mengurangi jumlah limbah plastik, tetapi juga dapat membantu menghemat penggunaan bahan bakar minyak dari alam. Berdasarkan analisis situasi maka permasalahan yang dihadapi mitra yaitu warga Desa Sipayung, Kecamatan Sukajaya Bogor, adalah sampah yang menumpuk baik sampah organik dan anorganik, termasuk sampah plastik yang semakin lama semakin meningkat jumlah dan volumenya dan  minimnya pengetahuan tentang sampah plastik dan pengelolaannya. Adapun solusi yang diberikan  adalah dengan pelatihan mengolah limbah plastik menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan bernilai ekonomi dan membawa dampak positif pada penghematan energy dan dampak positif terhadap lingkungan. Salah satu caranya dengan mengolah sendiri sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif melalui cara yang sederhana, yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan. Metode yang digunakan dengan cara ceramah, diskusi dan demonstrasi. Setelah dilakukan penyuluhan, masyarakat semakin memahami  pentingnya pemahaman tentang plastik dan bahaya yang ternyata sebesar kegunaannya jika plastik tidak dikelola dengan baik dan masyarakat memahami bagaimana pengelolaan limbah plastik secara sederhana menjadi bahan bakar minyak alternatif.Kata kunci : Penyuluhan, Sampah Plastik, Bahan Bakar Minyak
Pemanfaatan Tepung Mocaf dalam Pembuatan Bolu Panggang pada Kelompok Wanita Tani Giri Mulyo RT.25 Karang Joang, Balikpapan Andina Prima Putri; Arief Nugraha Pontoh; Muhammad Fajrin Wahab
BERDIKARI Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Berdikari
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.736 KB) | DOI: 10.52447/berdikari.v4i2.5502

Abstract

Para petani di kelurahan karang joang umumnya menjual hasil pertanian berupa singkong dalam bentuk mentah sehingga mengalami beberapa kerugian yaitu harga jual yang rendah dan singkong yang membusuk karena disimpan dalam waktu yang lama. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka tim pengabdian masyarakat ITK berinisiatif untuk memberikan edukasi pada kelompok Wanita Tani Giri Mulyo RT.25 dengan menggunakan metode sosialisasi dan praktek langsung untuk membandingkan kue bolu panggang menggunakan tepung mocaf yang berasal dari singkong dengan kue bolu panggang menggunakan tepung terigu biasa. Hasil akhir dari kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam rangka meningkatkan wawasan masyarakat mengenai pengolahan singkong menjadi tepung mocaf yang terbukti dapat digunakan sebagai alternatif pengganti tepung terigu biasa dalam rangka peningkatan nilai tambah tanaman singkong yang selama ini hasil panennya dijual mentah oleh para petani.
Edukasi Kandungan Karbohidrat dan Metode Uji Identifikasinya Pada Buah-buahan di SDN 09 Sunter Agung, Jakarta Utara Riong Seulina Panjaitan; Sutriningsih Sutriningsih; Purwati Purwati; Zuraida Sagala
BERDIKARI Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Berdikari
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.148 KB) | DOI: 10.52447/berdikari.v4i1.4958

Abstract

Asupan karbohidrat merupakan hal yang penting bagi tubuh untuk dapat melakukan metabolisme. Selama ini, sumber karbohidrat hanya dianggap berasal dari makanan pokok seperti beras, kentang, dan lain-lain. Pemahaman akan buah-buahan yang juga merupakan sumber karbohidrat masih sangat terbatas. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk mengedukasi siswa/i Sekolah Dasar (SD) mengenai fungsi karbohidrat bagi tubuh dan sumber karbohidrat yang berasal dari buah-buahan. Selain itu, tujuan dari kegiatan ini juga untuk mengenalkan kegiatan praktikum di laboratorium biokimia dan menumbuhkan minat siswa/i tentang dunia sains sejak dini. Metode yang digunakan oleh tim pengabdian masyarakat adalah metode penyuluhan dengan bantuan media poster, power point (ppt) dan video. Kegiatan ini juga melibatkan peran serta mahasiswa/i dari Grup B Praktikum Biokimia dan pihak sekolah. Hasil yang dicapai adalah meningkatkan pengetahuan siswa/i akan pentingnya asupan karbohidrat dan sumber karbohidrat yang berasal dari buah-buahan yang terlihat pada hasil kuesioner. Selanjutnya, pengabdian masyarakat ini telah menstimulus minat siswa/i terhadap kegiatan sains berupa praktikum di laboratorium biokimia.

Page 2 of 11 | Total Record : 108