cover
Contact Name
Muhammad Rizki
Contact Email
m.rizki8787@gmail.com
Phone
+6285219941987
Journal Mail Official
admin@jurnal-tmit.com
Editorial Address
Jalan Padang Bolak, No. 1B, Labuh Baru Timur, Pekanbaru-Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
ISSN : 28290232     EISSN : 28290038     DOI : -
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) adalah journal blind peer-review yang bersifat open access yang memungkinkan artikel tersedia secara online tanpa berlangganan apapun. JTMIT didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian, artikel teknis, konseptual dan laporan studi kasus dalam bidang Teknologi dan Manajemen secara umum, namun tidak terbatas secara implisit. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) dikelola secara professional dan diterbitkan oleh Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual dalam membantu para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya
Arjuna Subject : -
Articles 484 Documents
Analisis Pengendalian Kualitas Produk Cacat Jerigen dengan Metode Six Sigma dan New Seven Tools Nurul Mitha; Dinda Zahra Humaira; Widya Fernanda Putri
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.941

Abstract

Persaingan industri semakin ketat dan menuntut perusahaan untuk meningkatkan kualitas produksi. PT. ABC merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kelapa sawit dan produksi jerigen berbahan HDPE, yang mengalami permasalahan tingginya jumlah produk cacat. Selama tahun 2024, dari total produksi 2.553.895 unit jerigen, terdapat 7.820 unit yang mengalami cacat produk, seperti black spot, kulit jeruk, berat tidak sesuai, transparan atau bocor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis cacat, mengidentifikasi faktor penyebab, serta memberikan usulan perbaikan menggunakan metode Six Sigma (DMAIC) dan New Seven Tools. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa penyebab utama kecacatan adalah faktor manusia, mesin, material, dan metode. Nilai rata- rata level sigma produksi jerigen sebesar 4,67 dengan rata-rata DPMO sebesar 777,41. Adapun usulan perbaikan difokuskan pada pelatihan operator, perawatan mesin, pengendalian kualitas bahan baku, serta penyempurnaan prosedur kerja. Penerapan metode ini diharapkan tidak hanya mengurangi tingkat kecacatan tetapi juga meningkatkan efisensi operasional dan dapat dijadikan refrensi praktis bagi industrai manufaktur sejenis dalam upaya pengendalian kualitas.
Model Tata Kelola TI Terintegrasi untuk Keamanan Informasi di Sektor Fintech Lestari, Merryana; Puspita, Maria Entina; Wijaya, Agustinus Fritz; Vicky
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.943

Abstract

Penelitian ini menggali penerapan framework tata kelola TI yang tepat khususnya untuk keamanan informasi yaitu dengan mengkombinasikan ISO/IEC 27001:2022, ISO/IEC 27005:2018 dan NIST Cybersecurity Framework 2.0 dalam konteks Perusahaan fintech, serta bagaimana prinsip-prinsip tersebut membantu dalam mitigasi risiko terkait ancaman keamanan informasi. Model tata kelola tersebut terdiri dari 6 (enam) tahapan praktis untuk memperkuat keamanan informasi yang cocok diterapkan khususnya pada Perusahaan fintech, yaitu Inisiasi dan Tata Kelola Perusahaan, Desain dan Implementasi keamanan informasi, Penguatan sumber daya manusia, Keamanan operasional, Keamanan pengembangan, serta Evaluasi dan peningkatan. Model tata kelola ini mendukung perusahaan fintech dalam membangun sistem keamanan informasi yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan, yang mampu melindungi aset, menjaga kepercayaan pelanggan, serta dapat memastikan kelangsungan operasional di tengah ancaman siber yang terus berkembang.
Integration of Spatial Finance-Multi Criteria Decision Analysis with Monte Carlo Risk Simulation for Measuring Credit Risk in the Fisheries Aquaculture Sector Muhammad Rasyid Ridho; I Ketut Gunarta; Iwan Vanany
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.956

Abstract

Indonesia's aquaculture industry has substantial economic potential, but it faces considerable credit risk from natural disasters like floods, which lead to high Non-Performing Loans (NPLs). Current methods for assessing credit risk do not adequately consider geographical risk factors. This research addresses this by developing a model to quantify flood-induced credit risk. The model integrates a Spatial Finance approach, Spatial Multi-Criteria Decision Analysis (AHP-GIS), and Monte Carlo risk simulation. Using a case study of flood-related credit losses from 2020 to 2022 in Kampar Regency, Riau, the model effectively maps flood vulnerability zones by weighting geospatial criteria through AHP. Key findings indicate that incorporating spatial factors significantly influences loss predictions. Credit portfolios in high flood risk areas show a maximum estimated loss (Value at Risk - VaR) that is 4.67% higher compared to traditional assessment scenarios. Therefore, this model provides a measurable tool for financial institutions to adjust credit portfolios, implement location-specific risk reduction strategies, and ultimately improve financing stability in the aquaculture sector.
Strategi Komunikasi Berbasis Digital Dalam Upaya Peningkatan Keputusan Masuk Mahasiswa Baru : (Studi Kasus: Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Kertarajasa Batu) Wijaya, Patria; Endang Suswati; Tri Cicick Wijayanti
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.978

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi strategi komunikasi digital dan sosialisasi langsung dalam meningkatkan jumlah mahasiswa baru di STAB Kertarajasa Batu. Meskipun telah meraih akreditasi “BAIK SEKALI” dan masuk 10 besar kampus terbaik versi Webometrics, terjadi penurunan mahasiswa baru sejak 2018 hingga 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, dianalisis menggunakan pendekatan SWOT kuantitatif. Hasil menunjukkan kekuatan utama kampus meliputi tersedianya beasiswa (1,2), program Pabbajita (1,2), UKM (0,2), dan platform digital (1,2), dengan total skor S = 3,8. Kelemahan meliputi fungsi dosen PA belum maksimal (0,4), tidak ada sosialisasi langsung (1,2), kesenjangan intelektual (0,2), dan rendahnya motivasi mahasiswa (0,4), dengan W = 2,2. Peluang utama yaitu penerimaan mahasiswa samanera/atthasilani (1,2), studi banding (0,6), akses beasiswa (0,4), dan grup alumni (0,6), dengan O = 2,8. Ancaman meliputi banyaknya prodi di PTAB lain (1,2), sistem daring (0,9), basis calon mahasiswa minoritas (0,4), dan beasiswa anak asuh dari PTAB lain (0,6), dengan T = 3,1.
Analysis of Production Machine Effectiveness in Line A Using OEE and Six Big Losses Method Muhammad Iqbal Gymnastiar; Ridwan Hartono
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.988

Abstract

The operational effectiveness of production machines is crucial in maintaining the smoothness and efficiency of manufacturing processes. This research aims to analyze the effectiveness of the production system on Line A at PT XYZ using the Overall Equipment Effectiveness (OEE) method and the Six Big Losses approach, and identify the dominant factors causing equipment failure losses. Data was collected from January to May 2024, covering quantitative analysis of availability, performance, and quality values. The results show that the average OEE value is 82.58%, which is still below the world-class standard of 85%. Of the total loss time of 20,367 minutes, the highest losses came from equipment failure losses at 38.25%, reduced speed losses (23.58%), and idling and minor stoppage losses (14.36%). These findings indicate that technical machine disruptions are the leading cause of the decline in production effectiveness. Therefore, improvement strategies need to focus on strengthening preventive and predictive maintenance systems, enhancing technician competency, and optimizing the reporting and handling of disruptions to improve the efficiency and reliability of the production system sustainably.
The Influence Of Safety Leadership And Safety Knowledge On Safety Attitude And Safety Citizenship Behaviour : (Case Study: Indonesian Railway (Persero)) Mila Hikmatul Ulawia; Adithya Sudiarno
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1009

Abstract

Railways are a esential mode of transportation that face high safety risks, particularly in daily operational and maintenance activities. The high incidence of workplace accidents in this sector is often attributed to low levels of safety behavior among workers. This study aims to analyze the influence of safety leadership and safety knowledge on safety attitude and safety citizenship behavior (SCB) within the work environment of PT KAI (Persero). It also explores the role of work engagement and risk perception as antecedents of safety leadership and safety knowledge. A total of 60 permanent employees participated in the study, and data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with SmartPLS software. The results show that work engagement has a significant influence on safety leadership, while risk perception significantly affects safety knowledge. Both safety leadership and safety knowledge significantly enhance safety attitude. Furthermore, safety knowledge and safety attitude have a significant impact on SCB. However, the direct effect of safety leadership on SCB is not significant and is fully mediated by safety attitude. Theoretically, these findings emphasize the critical role of safety attitude as a mediator in promoting voluntary safety behavior. Practically, management should enhance employee engagement by establishing active safety representatives in each work unit to foster a participatory and sustainable safety culture.
Sistem Rekomendasi Warna Kontekstual untuk Desain UI/UX Menggunakan Random Forest Agita Nurfadillah; Andarsyah, Roni; Awangga, Rolly Maulana
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1023

Abstract

Pemilihan warna dalam desain antarmuka pengguna (UI/UX) memegang peranan penting dalam menciptakan pengalaman visual yang konsisten dan menarik. Namun, proses pemilihan warna masih sering didasarkan pada intuisi subjektif. Penelitian ini mengembangkan sistem rekomendasi warna kontekstual berdasarkan kategori aplikasi, menggunakan algoritma Random Forest. Dataset diperoleh dari Dribbble dan Kaggle, mencakup fitur warna RGB, HSL, serta fitur turunan lainnya. Proses pengembangan sistem mengikuti tahapan ADDIE, dimulai dari analisis hingga evaluasi performa. Eksperimen dilakukan dengan tahapan rekayasa fitur, pemilihan fitur, tuning parameter (GridSearchCV), serta penyeimbangan data menggunakan SMOTE. Model terbaik menghasilkan akurasi sebesar 39,2% dan menunjukkan peningkatan pada kategori aplikasi edukatif setelah balancing. Sistem ini diimplementasikan dalam bentuk dashboard interaktif berbasis Streamlit, memungkinkan pengguna memilih kategori aplikasi dan memperoleh rekomendasi warna secara visual. Penelitian ini merupakan kontribusi awal dalam integrasi klasifikasi warna berbasis konteks ke dalam proses desain UI digital, sebagai solusi berbasis data yang dapat mengurangi ketergantungan pada intuisi subjektif.
Analisis Proses Instalasi Jaringan Dengan Pendekatan Lean Manufaktur Dan Six Sigma: (Studi Kasus: PT. Telkom Akses Legok Tangerang) Echo Putra Tanjung; Merryanti Hasibuan; Uni Pratama Pebrina Br Tarigan
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1024

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis proses instalasi jaringan di PT. Telkom Akses Legok, Tangerang dengan pendekatan Lean Manufacturing dan Six Sigma guna meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi pemborosan. Fokus kajian diarahkan pada layanan Fiber To The Home (FTTH) yang relevan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas yang cepat, stabil, dan andal. Metode yang diterapkan meliputi Value Stream Mapping (VSM) untuk memetakan alur proses, Process Activity Mapping (PAM) untuk mengklasifikasikan aktivitas bernilai tambah dan tidak bernilai tambah, serta Root Cause Analysis (RCA) untuk mengidentifikasi akar permasalahan yang menimbulkan inefisiensi. Hasil observasi menunjukkan bahwa kondisi aktual proses instalasi membutuhkan waktu proses 50 hari kerja dengan lead time 53 hari kerja. Melalui penerapan Future State Mapping, perbaikan mampu menekan waktu proses menjadi 42 hari kerja dengan lead time 44,5 hari kerja, menghasilkan peningkatan efisiensi sebesar 16%. Faktor dominan pemborosan meliputi birokrasi yang berbelit, kurangnya integrasi sistem pendukung, serta koordinasi antartim yang masih lemah sehingga menghambat kelancaran alur pekerjaan. Analisis menunjukkan bahwa prinsip Lean dan Six Sigma efektif dalam mengatasi permasalahan tersebut melalui eliminasi aktivitas non-value added, penyederhanaan alur, serta digitalisasi proses pendukung yang dapat mempercepat penyelesaian layanan. Rekomendasi perbaikan mencakup digitalisasi alur kerja untuk meminimalkan hambatan administratif, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) yang baku sebagai acuan pelaksanaan, pelatihan berkelanjutan mengenai penerapan Lean untuk seluruh tim, serta evaluasi rutin sebagai strategi perbaikan berkesinambungan dalam mendukung peningkatan kualitas layanan instalasi jaringan.
Klasifikasi Indikator Kinerja Rantai Pasok Kesehatan Menggunakan Metode SCOR Mohamad Fismanda Shabari; Iwan Vanany
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1027

Abstract

Memastikan ketersediaan, dan ketahanan sistem layanan kesehatan maka dibutuhkan penilaian serta perkembangan pada kinerja rantai pasok kesehatan. Dengan banyaknya indikator kinerja ini, mengharuskan adanya pemahaman dari setiap indikator kinerja yang berkaitan agar strategi peningkatan dapat dilakukan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan indikator kinerja rantai pasok kesehatan menggunakan pendekatan Supply Chain Operations Reference (SCOR). Metode ini memiliki lima proses utama pada rantai pasok yaitu Plan, Source, Make, Delivery, and Return. Lalu dilakukan validasi indikator kinerja menggunakan fuzzy delphi Method hingga mendapatkan nilai crisp >0.8 agar indikator tersebut dapat dikatakan tervalidasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 27 indikator kinerja yang tersebar dalam 5 dimensi proses utama berdasarkan pendekatan SCOR dan mendapatkan rata-rata nilai crisp sebesar 0.851. Dengan demikian, pelaku kegiatan rantai pasok dapat lebih optimal apabila menggunakan 27 indikator kinerja tersebut sebagai pedoman.
Peningkatan Produktivitas dengan Pendekatan Lean Six Sigma dan FMEA pada Industri Sabun Cair Muhammad Saladin; Mokh Suef
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1043

Abstract

Dalam industri Fast Moving Consumer Goods, menuntut efisiensi dalam proses produksinya. Pada produk sabun cair, tingkat produktivitas masih cukup rendah karena banyaknya waste selama proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dengan meminimalkan waste dengan menggabungkan metode Lean Six Sigma dengan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Metode tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi waste yang terjadi selama proses produksi dan membantu analisis potensi kegagalan untuk diprioritaskan pada perbaikan failure. Tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) digunakan sebagai pedoman pada pendekatan Lean Six Sigma. Hasil analisis menunjukkan bahwa waste disebabkan oleh beberapa faktor, seperti defect rate, downtime mesin yang tidak terkontrol, serta ketidakseimbangan dalam aliran produksi. Selain itu, hasil Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) mengidentifikasi bahwa defect berupa kebocoran kemasan adalah waste paling berisiko dalam packaging. Mesin yang breakdown mengakibatkan waktu tunggu yang lama. Hasil rekomendasi perbaikan mampu meningkatkan level sigma dari 3.2 menjadi 4.5, persentase OEE menjadi 85%, dan mengurangi lead time produksi sebanyak 1.74 jam. Penelitian ini membuktikan bahwa gabungan pendekatan Lean Six Sigma dan FMEA mampu secara efektif dalam meningkatkan produktivitas dan mengendalikan risiko kegagalan pada permasalahan industri sabun cair.