cover
Contact Name
Muhammad Rizki
Contact Email
m.rizki8787@gmail.com
Phone
+6285219941987
Journal Mail Official
admin@jurnal-tmit.com
Editorial Address
Jalan Padang Bolak, No. 1B, Labuh Baru Timur, Pekanbaru-Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
ISSN : 28290232     EISSN : 28290038     DOI : -
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) adalah journal blind peer-review yang bersifat open access yang memungkinkan artikel tersedia secara online tanpa berlangganan apapun. JTMIT didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian, artikel teknis, konseptual dan laporan studi kasus dalam bidang Teknologi dan Manajemen secara umum, namun tidak terbatas secara implisit. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) dikelola secara professional dan diterbitkan oleh Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual dalam membantu para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya
Arjuna Subject : -
Articles 600 Documents
The Influence Of Safety Leadership And Safety Knowledge On Safety Attitude And Safety Citizenship Behaviour : (Case Study: Indonesian Railway (Persero)) Mila Hikmatul Ulawia; Adithya Sudiarno
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1009

Abstract

Railways are a esential mode of transportation that face high safety risks, particularly in daily operational and maintenance activities. The high incidence of workplace accidents in this sector is often attributed to low levels of safety behavior among workers. This study aims to analyze the influence of safety leadership and safety knowledge on safety attitude and safety citizenship behavior (SCB) within the work environment of PT KAI (Persero). It also explores the role of work engagement and risk perception as antecedents of safety leadership and safety knowledge. A total of 60 permanent employees participated in the study, and data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with SmartPLS software. The results show that work engagement has a significant influence on safety leadership, while risk perception significantly affects safety knowledge. Both safety leadership and safety knowledge significantly enhance safety attitude. Furthermore, safety knowledge and safety attitude have a significant impact on SCB. However, the direct effect of safety leadership on SCB is not significant and is fully mediated by safety attitude. Theoretically, these findings emphasize the critical role of safety attitude as a mediator in promoting voluntary safety behavior. Practically, management should enhance employee engagement by establishing active safety representatives in each work unit to foster a participatory and sustainable safety culture.
Analisis Proses Instalasi Jaringan Dengan Pendekatan Lean Manufaktur Dan Six Sigma: (Studi Kasus: PT. Telkom Akses Legok Tangerang) Echo Putra Tanjung; Merryanti Hasibuan; Uni Pratama Pebrina Br Tarigan
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1024

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis proses instalasi jaringan di PT. Telkom Akses Legok, Tangerang dengan pendekatan Lean Manufacturing dan Six Sigma guna meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi pemborosan. Fokus kajian diarahkan pada layanan Fiber To The Home (FTTH) yang relevan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas yang cepat, stabil, dan andal. Metode yang diterapkan meliputi Value Stream Mapping (VSM) untuk memetakan alur proses, Process Activity Mapping (PAM) untuk mengklasifikasikan aktivitas bernilai tambah dan tidak bernilai tambah, serta Root Cause Analysis (RCA) untuk mengidentifikasi akar permasalahan yang menimbulkan inefisiensi. Hasil observasi menunjukkan bahwa kondisi aktual proses instalasi membutuhkan waktu proses 50 hari kerja dengan lead time 53 hari kerja. Melalui penerapan Future State Mapping, perbaikan mampu menekan waktu proses menjadi 42 hari kerja dengan lead time 44,5 hari kerja, menghasilkan peningkatan efisiensi sebesar 16%. Faktor dominan pemborosan meliputi birokrasi yang berbelit, kurangnya integrasi sistem pendukung, serta koordinasi antartim yang masih lemah sehingga menghambat kelancaran alur pekerjaan. Analisis menunjukkan bahwa prinsip Lean dan Six Sigma efektif dalam mengatasi permasalahan tersebut melalui eliminasi aktivitas non-value added, penyederhanaan alur, serta digitalisasi proses pendukung yang dapat mempercepat penyelesaian layanan. Rekomendasi perbaikan mencakup digitalisasi alur kerja untuk meminimalkan hambatan administratif, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) yang baku sebagai acuan pelaksanaan, pelatihan berkelanjutan mengenai penerapan Lean untuk seluruh tim, serta evaluasi rutin sebagai strategi perbaikan berkesinambungan dalam mendukung peningkatan kualitas layanan instalasi jaringan.
Klasifikasi Indikator Kinerja Rantai Pasok Kesehatan Menggunakan Metode SCOR Mohamad Fismanda Shabari; Iwan Vanany
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1027

Abstract

Memastikan ketersediaan, dan ketahanan sistem layanan kesehatan maka dibutuhkan penilaian serta perkembangan pada kinerja rantai pasok kesehatan. Dengan banyaknya indikator kinerja ini, mengharuskan adanya pemahaman dari setiap indikator kinerja yang berkaitan agar strategi peningkatan dapat dilakukan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan indikator kinerja rantai pasok kesehatan menggunakan pendekatan Supply Chain Operations Reference (SCOR). Metode ini memiliki lima proses utama pada rantai pasok yaitu Plan, Source, Make, Delivery, and Return. Lalu dilakukan validasi indikator kinerja menggunakan fuzzy delphi Method hingga mendapatkan nilai crisp >0.8 agar indikator tersebut dapat dikatakan tervalidasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 27 indikator kinerja yang tersebar dalam 5 dimensi proses utama berdasarkan pendekatan SCOR dan mendapatkan rata-rata nilai crisp sebesar 0.851. Dengan demikian, pelaku kegiatan rantai pasok dapat lebih optimal apabila menggunakan 27 indikator kinerja tersebut sebagai pedoman.
Waste Assessment Model untuk Peningkatan Produktivitas dalam Bisnis Jasa Bengkel Sudiantoro, Rifqi Ariqoh; Singgih, Moses Laksono
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1044

Abstract

Produktivitas adalah indikator penting dalam mengukur kinerja di industri jasa perbengkelan, yang prosesnya rentan terhadap pemborosan (waste). Studi kasus pada Perusahaan XYZ menemukan inefisiensi dalam layanan perbaikan mesin kompresor, dengan nilai Manufacturing Cycle Effectiveness (MCE) awal hanya 47,1%, mengindikasikan bahwa lebih dari setengah waktu proses tidak memberikan nilai tambah. Penelitian ini bertujuan merancang model peningkatan produktivitas menggunakan pendekatan Lean Thinking. Metodologinya mengintegrasikan Value Stream Mapping (VSM) untuk memetakan proses, Waste Assessment Model (WAM) untuk memprioritaskan waste, dan Root Cause Analysis (RCA) untuk mengidentifikasi akar masalah. Hasil WAM menunjukkan Defect dan Overprocessing sebagai waste paling berpengaruh, dengan akar penyebab berupa kurangnya standarisasi diagnosis dan alur informasi kerja. Langkah perbaikan yang diusulkan berfokus pada kerangka 5S dan standardisasi proses, seperti implementasi SOP Diagnosis dan Formulir Order Perbaikan. Penelitian ini menghasilkan model perbaikan terstruktur dengan mengintegrasikan VSM, WAM, dan RCA, dimana proyeksinya mampu mengurangi waktu tidak bernilai tambah hingga 120 menit dan meningkatkan nilai MCE menjadi 53%. Model ini memberikan kontribusi praktis bagi perusahaan bengkel serupa dan kontribusi ilmiah dalam penerapan WAM di sektor jasa.
Pengaruh Safety Culture Terhadap Kepatuhan Pekerja Dalam Menggunakan Alat Pelindung Diri di Industri Furniture Arby Yudha Maulana; Adithya Sudiarno
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1046

Abstract

Industri furnitur di Indonesia berkembang pesat dan berkontribusi pada ekonomi, namun memiliki risiko kecelakaan kerja tinggi yang diakibatkan oleh mesin, bahan kimia, dan debu kayu. Kepatuhan pekerja dalam menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) masih rendah, dipengaruhi oleh budaya keselamatan kerja (safety culture). Penelitian ini bertujuan (1) mengukur kematangan safety culture di PT XYZ, (2) menganalisis pengaruhnya terhadap kepatuhan penggunaan APD, dan (3) merancang strategi perbaikan berbasis Safety Model Canvas (SMC). Pendekatan kuantitatif digunakan melalui survei dan observasi pada pekerja produksi. Safety culture diukur dengan model SMC (sembilan dimensi), sementara kepatuhan APD dianalisis berdasarkan teori Lawrence Green (faktor predisposisi, pendukung, penguat). SEM (Structural Equation Modeling) digunakan untuk menganalisis data. Hasil menunjukkan safety culture PT XYZ pada tingkat calculative (nilai 3,715). risk perceived (3,670) terendah, sementara Engagement & Involvement (3,774) tertinggi. SEM mengidentifikasi 10 dari 13 hubungan hipotesis signifikan secara positif. Strategi perbaikan SMC memprioritaskan risk perceived untuk meningkatkan budaya keselamatan. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan budaya keselamatan guna meningkatkan kepatuhan APD, mengurangi kecelakaan, serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pekerja.
Penerapan Line Balancing Dengan Metode Value Stream Mapping (VSM) Dan Moodie Young Dalam Upaya Meminimalkan Idle Time Dan Bottleneck: (Studi Kasus : PT. Elektronik Indonesia) Rizal Nurhadi; Ade Suhara; Amallia
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/w9ncja58

Abstract

PT. Elektronik indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perakitan perlatan elektronnik. Masalah yang timbul adalah mengenai bottleneck dan idle time akibat lintasan produksi yang tidak seimbang. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan efisiensi lini dengan penerapan line balancing menggunakan  metode (VSM) value stream mapping dan moodie young. Setelah dilakukan perhitungan menggunakan 2 metode tersebut terdapat eliminasi elemen kerja ke 1 dan 26 pada analisa menggunakan (VSM) value stream mapping dikarenakan elemen kerja tersebut tidak mengandung nilai tambah (no value added) dan pada moodie young didapati penyusutan stasiun kerja dari 9 menjadi 7 stasiun kerja. Serta perolehan hasil perhitungan efisiensi lini sebesar 87%, balance delay 12,50%, smoothes index 16,40. Dari pembahasan didapati juga pengurangan waktu idle time dari 53,89 detik menjadi 36,9 detik tetapi nilai bottleneck naik dari 35,25 detik menjadi 43,1 detik.
Perencanaan Pemeliharaan Pressure Reducing System Dengan Metode Reliability Centered Maintenance: (Studi Kasus: PT. Affandra Energi Indonesia) Ahmad Rifai; Agus Suwarno; Ikhsan Romli
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1066

Abstract

Pressure Reducing System (PRS) di PT. Affandra Energi Indonesia berperan penting dalam menstabilkan tekanan gas CNG untuk distribusi ke pelanggan. Namun, ketidakpastian interval perawatan dan strategi pemeliharaan yang kurang optimal dapat meningkatkan risiko kerusakan mesin dan mengganggu stabilitas pasokan gas. Penelitian ini bertujuan menentukan interval perawatan optimal dan merancang strategi pemeliharaan berbasis keandalan komponen utama PRS, yaitu thermocouple, panel kontrol, dan pemanas (heater). Metode penelitian menggabungkan analisis kuantitatif menggunakan distribusi statistik (normal, lognormal, eksponensial, dan weibull) untuk menghitung keandalan komponen serta analisis kualitatif dengan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) guna mengidentifikasi mode kegagalan kritis. Hasil penelitian menunjukkan interval perawatan optimal dengan tingkat keandalan minimal 70%, yaitu 2.654 jam untuk thermocouple, 2.825 jam untuk panel kontrol, dan 3.305 jam untuk pemanas (heater). Analisis FMEA mengungkapkan thermocouple sebagai komponen dengan risiko tertinggi (RPN=224), sehingga direkomendasikan penerapan scheduled discard task. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa penyesuaian interval perawatan berbasis keandalan dan strategi Reliability Centered Maintenance (RCM) dapat meningkatkan efektivitas pemeliharaan. Implikasi praktis dari temuan ini adalah peningkatan keandalan sistem PRS, pengurangan downtime, dan optimalisasi biaya pemeliharaan jangka panjang.
Pengendalian Kualitas Dan Analisis Produk Margarine Blue Team Dengan Menggunakan Peta Kontrol Dan Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Guna Meminimalkan Produk Cacat: (Studi Kasus: Pabrik Pengolahan Minyak Kelapa Sawit) Rahmat Fachrizal; Moh. Jufriyanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1070

Abstract

Dalam sektor industri, salah satu hal yang diperhatikan oleh konsumen ketika memilih produk adalah mutu produk. PT. ABC adalah yang salah satu pabrik pengolah minyak kelapa sawit mentah dan menghasilkan banyak produk turunan, salah satunya adalah margarin Blue Team yang diekspor ke banyak negara. Untuk tetap kompetitif di pasar global, PT. ABC terus menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan menerapkan sistem pengendalian kualitas yang ketat. Penelitian ini bermaksud guna meminimalkan kecacatan dan menyusun prioritas perbaikan menggunakan metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) serta Peta Kendali P. Metode FMEA digunakan untuk menghitung Risk Priority Number (RPN) dari setiap mode kegagalan. Hasil analisis menunjukkan bahwa produk koyak mempunyai nilai RPN teratas sebesar 232, diikuti dengan produk keluar dari kardus sebesar 82, produk terkontaminasi bakteri sebesar 71, dan plastik produk rusak sebesar 23. Selanjutnya, Peta Kendali digunakan untuk mengatur proporsi barang-barang yang tidak sesuai syarat kualitas atau rasio dari produk yang gagal dalam suatu proses. Berdasarkan hasil analisis, strategi perbaikan difokuskan pada peningkatan pelatihan operator, program pemeliharaan, dan pengecekan secara berkala, dengan pendekatan ini, perusahaan diharapkan mampu menurunkan taraf kecacatan dan mengembangkan mutu produk margarin Blue Team secara kontinu.
Analisis Ergonomi Lingkungan Kerja pada UMKM Sablon: (Studi Kasus: Tonight Sablon) Muhammad Nur Wahyu Hidayah; Galih Mahardika Munandar; Sawiji; Imam Samsul Maarif
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1073

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi ergonomi lingkungan kerja pada UMKM Tonight Sablon dengan fokus pada tiga parameter utama, yaitu suhu, tingkat kebisingan, dan intensitas pencahayaan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik observasi langsung dan pengukuran empiris menggunakan alat termometer digital, pengukur tingkat suara, dan lux meter. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa suhu dan kelembaban pada beberapa ruang produksi berada di luar ambang batas yang direkomendasikan yaitu suhu diatas 28 derajat celcius dan kelembaban diatas 60%, yang berpotensi menyebabkan ketidaknyamanan dan stres panas pada pekerja. Tingkat kebisingan di ruang sablon melebihi nilai ambang batas 85 dB, sehingga berisiko terhadap kesehatan pendengaran dan menurunkan produktivitas. Selain itu, pencahayaan di seluruh area kerja juga tidak memenuhi standar minimum 500 lux untuk pekerjaan agak halus, yang dapat mempengaruhi ketelitian kerja dan kesehatan mata. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan prinsip ergonomi dan K3 dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan produktif. Rekomendasi perbaikan meliputi peningkatan sistem ventilasi, penggunaan alat pelindung diri, serta optimalisasi pencahayaan buatan.
Optimasi Proses Pirolisis Pada Sampah Plastik LDPE (Low Density Polythylene) Menggunakan Pendekatan RSM (Response Surface Methodology) Menjadi Bahan Bakar Minyak Ainun Nadiya Alya Salsabila; Kusmiyati
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1078

Abstract

Penelitian ini mengombinasikan LDPE, katalis zeolit alam, dan optimasi proses menggunakan Response Surface Methodology (RSM) berbasis Central Composite Design (CCD) untuk memaksimalkan yield minyak pirolisis melalui laju pemanasan (10–30 °C/menit) dan berat katalis (10–30 g). Kondisi optimal tercapai pada laju pemanasan 10 °C/menit dan berat katalis 24,04 g, menghasilkan 523,83 mL atau 52,38% yield terhadap masa umpan. Analisis GC-MS menunjukkan dominasi methyl ester of ricinoleic acid (39,44%), oleic acid (16,22%), dan 9-octadecenoic acid, methyl ester (10,25%) dengan karakteristik fraksi yang umum ditemukan pada solar. Model kuadratik signifikan (R²= 0,9394) membuktikan efektivitas RSM dalam optimasi konversi LDPE.