cover
Contact Name
Muhammad Rizki
Contact Email
m.rizki8787@gmail.com
Phone
+6285219941987
Journal Mail Official
admin@jurnal-tmit.com
Editorial Address
Jalan Padang Bolak, No. 1B, Labuh Baru Timur, Pekanbaru-Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
ISSN : 28290232     EISSN : 28290038     DOI : -
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) adalah journal blind peer-review yang bersifat open access yang memungkinkan artikel tersedia secara online tanpa berlangganan apapun. JTMIT didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian, artikel teknis, konseptual dan laporan studi kasus dalam bidang Teknologi dan Manajemen secara umum, namun tidak terbatas secara implisit. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) dikelola secara professional dan diterbitkan oleh Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual dalam membantu para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya
Arjuna Subject : -
Articles 484 Documents
Waste Assessment Model untuk Peningkatan Produktivitas dalam Bisnis Jasa Bengkel Sudiantoro, Rifqi Ariqoh; Singgih, Moses Laksono
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1044

Abstract

Produktivitas adalah indikator penting dalam mengukur kinerja di industri jasa perbengkelan, yang prosesnya rentan terhadap pemborosan (waste). Studi kasus pada Perusahaan XYZ menemukan inefisiensi dalam layanan perbaikan mesin kompresor, dengan nilai Manufacturing Cycle Effectiveness (MCE) awal hanya 47,1%, mengindikasikan bahwa lebih dari setengah waktu proses tidak memberikan nilai tambah. Penelitian ini bertujuan merancang model peningkatan produktivitas menggunakan pendekatan Lean Thinking. Metodologinya mengintegrasikan Value Stream Mapping (VSM) untuk memetakan proses, Waste Assessment Model (WAM) untuk memprioritaskan waste, dan Root Cause Analysis (RCA) untuk mengidentifikasi akar masalah. Hasil WAM menunjukkan Defect dan Overprocessing sebagai waste paling berpengaruh, dengan akar penyebab berupa kurangnya standarisasi diagnosis dan alur informasi kerja. Langkah perbaikan yang diusulkan berfokus pada kerangka 5S dan standardisasi proses, seperti implementasi SOP Diagnosis dan Formulir Order Perbaikan. Penelitian ini menghasilkan model perbaikan terstruktur dengan mengintegrasikan VSM, WAM, dan RCA, dimana proyeksinya mampu mengurangi waktu tidak bernilai tambah hingga 120 menit dan meningkatkan nilai MCE menjadi 53%. Model ini memberikan kontribusi praktis bagi perusahaan bengkel serupa dan kontribusi ilmiah dalam penerapan WAM di sektor jasa.
Pengaruh Safety Culture Terhadap Kepatuhan Pekerja Dalam Menggunakan Alat Pelindung Diri di Industri Furniture Arby Yudha Maulana; Adithya Sudiarno
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1046

Abstract

Industri furnitur di Indonesia berkembang pesat dan berkontribusi pada ekonomi, namun memiliki risiko kecelakaan kerja tinggi yang diakibatkan oleh mesin, bahan kimia, dan debu kayu. Kepatuhan pekerja dalam menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) masih rendah, dipengaruhi oleh budaya keselamatan kerja (safety culture). Penelitian ini bertujuan (1) mengukur kematangan safety culture di PT XYZ, (2) menganalisis pengaruhnya terhadap kepatuhan penggunaan APD, dan (3) merancang strategi perbaikan berbasis Safety Model Canvas (SMC). Pendekatan kuantitatif digunakan melalui survei dan observasi pada pekerja produksi. Safety culture diukur dengan model SMC (sembilan dimensi), sementara kepatuhan APD dianalisis berdasarkan teori Lawrence Green (faktor predisposisi, pendukung, penguat). SEM (Structural Equation Modeling) digunakan untuk menganalisis data. Hasil menunjukkan safety culture PT XYZ pada tingkat calculative (nilai 3,715). risk perceived (3,670) terendah, sementara Engagement & Involvement (3,774) tertinggi. SEM mengidentifikasi 10 dari 13 hubungan hipotesis signifikan secara positif. Strategi perbaikan SMC memprioritaskan risk perceived untuk meningkatkan budaya keselamatan. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan budaya keselamatan guna meningkatkan kepatuhan APD, mengurangi kecelakaan, serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pekerja.
Penerapan Line Balancing Dengan Metode Value Stream Mapping (VSM) Dan Moodie Young Dalam Upaya Meminimalkan Idle Time Dan Bottleneck: (Studi Kasus : PT. Elektronik Indonesia) Rizal Nurhadi; Ade Suhara; Amallia
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/w9ncja58

Abstract

PT. Elektronik indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perakitan perlatan elektronnik. Masalah yang timbul adalah mengenai bottleneck dan idle time akibat lintasan produksi yang tidak seimbang. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan efisiensi lini dengan penerapan line balancing menggunakan  metode (VSM) value stream mapping dan moodie young. Setelah dilakukan perhitungan menggunakan 2 metode tersebut terdapat eliminasi elemen kerja ke 1 dan 26 pada analisa menggunakan (VSM) value stream mapping dikarenakan elemen kerja tersebut tidak mengandung nilai tambah (no value added) dan pada moodie young didapati penyusutan stasiun kerja dari 9 menjadi 7 stasiun kerja. Serta perolehan hasil perhitungan efisiensi lini sebesar 87%, balance delay 12,50%, smoothes index 16,40. Dari pembahasan didapati juga pengurangan waktu idle time dari 53,89 detik menjadi 36,9 detik tetapi nilai bottleneck naik dari 35,25 detik menjadi 43,1 detik.
Perencanaan Pemeliharaan Mesin Injection Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance (RCM) pada Produksi Komponen Karet Otomotif Muhammad Ihsan Aprilianto; Ikhsan Romli; Hendi Herlambang
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1063

Abstract

Perusahaan produksi komponen karet menghadapi tantangan signifikan akibat tingginya frekuensi kerusakan mesin injection yang berdampak pada downtime produksi, degradasi kualitas output, dan eskalasi biaya operasional. Studi ini menganalisis lima mesin injection (unit 3, 4, 12, 16, dan 20) berdasarkan data historis kerusakan periode Januari–Desember 2024. Metodologi penelitian menerapkan pendekatan Reliability Centered Maintenance (RCM) yang mengintegrasikan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Logic Tree Analysis (LTA), dan Task Selection untuk evaluasi komprehensif. Analisis kuantitatif menggunakan distribusi probabilitas (lognormal, Weibull, dan normal) dalam perhitungan Time to Failure (TTF) dan Time to Repair (TTR) melalui software Minitab 22. Hasil FMEA mengidentifikasi komponen Screw pada Injection 16 sebagai elemen paling kritis dengan Risk Priority Number (RPN) 288. Analisis LTA mengungkap 67% mode kegagalan terdistribusi dalam kategori Outage Problem (53%) dan Economic Problem (14%), dengan 73% bersifat non-evident yang memerlukan condition monitoring. Interval perawatan optimal yang ditetapkan meliputi: Injection 3 (140.2 jam), Injection 4 (578.8 jam), Injection 12 (622.6 jam), Injection 16 (337 jam), dan Injection 20 (185 jam). Implementasi strategi pemeliharaan berbasis RCM berpotensi mengurangi downtime hingga 60% dan meningkatkan availabilitas mesin secara signifikan, memberikan kontribusi praktis bagi optimalisasi operasional manufaktur.
Analisis Pengendalian Kualitas Produk Assy Water Menggunakan Metode PDCA Di Perusahaan Otomotif Avinda Ryandhana Widianto; Puput Rahmawati; Nida An Khofiyah
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1064

Abstract

Perusahaan Otomotif merupakan perusahaan industri manufaktur yang bergerak dibidang otomotif kendaraan roda dua maupun roda empat, dengan spesifikasi industri komponen assy. Produk yang dihasilkan yaitu, Pipe Assy Water, Pipe Water Bypass, Pipe Water Inlet, Pipe Oil Cooler dan lainnya. Salah satu permasalahan kualitas yang signifikan di Perusahaan otomotif ini adalah cacat plating pada proses plating, khususnya cacat plating pada produk assy water yang menyumbang sebesar 50% yang didominasi ole cacat plating flek hitam sebesar 32% dari total cacat plating yang ditemukan atau sebesar 9% dari jumlah produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan tingkat cacat tersebut dengan menerapkan pendekatan perbaikan berkelanjutan dengan metode PDCA. Pada tahap plan, dilakukan identifikasi masalah dengan membuat checksheet, startifikasi, diagram pareto, histogram dan diagram sebab-akibat (fishbone). Tahap Do melakukan rencana perbaikan dengan bantuan 5W+1H dan implementasi perbaikan berupa, menambahkan bak water rinse pada proses pre-treatment, bak water rinse disetiap pergantian proses plating dan menambahkan proses unloading dan spray air blow sebelum proses chromating untuk sisa plating yang menempel. Pada tahap Check, menunjukan hasil yang signifikan yaitu nilai larutan PH turun sebelum perbaikan dengan nilai 12 menjadi 7 setelah perbaikan dengan standard ketentuan nilai PH 5-9, dan menurunnya cacat plating flek hitam dari presentase 9% menjadi 1% . Tahap action menetapkan standarisasi proses dengan revisi dokumen quality terkait perubahan flow process dan pembuatan SOP untuk memastikan proses operasional berjalan konsisten dan sesuai standar. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pendekatan PDCA dan perbaikan teknis mampu menurunkan cacat secara signifikan dan meningkatkan kontrol mutu proses plating di Perusahaan Otomotif.
Analisis Penyebab Shortage Palet Menggunakan Metode FMEA untuk Optimalisasi Produksi Indah Nurcahyani; Gusman Simon; Susan Kustiwan
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1065

Abstract

Ketersediaan palet adalah faktor penting dalam proses produksi dan distribusi di PT. XYZ. Kekurangan palet dapat menghambat kelancaran produksi, meningkatkan biaya operasional, dan menurunkan kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penyebab utama shortage palet dan memberikan rekomendasi perbaikan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA).Metode ini menilai risiko potensi kegagalan berdasarkan tiga indikator utama: severity, occurrence, dan detection, yang menghasilkan nilai Risk Priority Number (RPN). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan data internal perusahaan dari Desember 2024 hingga Februari 2025.Hasil penelitian menunjukkan penyebab utama shortage meliputi rusaknya palet, kesalahan administrasi, dan kurangnya sistem pelacakan yang efektif. Nilai RPN tertinggi sebesar 432 berasal dari kondisi palet rusak, sedangkan nilai RPN kedua tertinggi sebesar 343 terkait kesalahan administrasi. Implikasi praktis dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sistem pelacakan berbasis barcode, pelatihan untuk admin, dan perbaikan alur distribusi palet dapat secara signifikan mengurangi risiko shortage. Hal ini akan meningkatkan efisiensi produksi dan pada akhirnya meningkatkan kepuasan pelanggan.
Perencanaan Pemeliharaan Pressure Reducing System Dengan Metode Reliability Centered Maintenance: (Studi Kasus: PT. Affandra Energi Indonesia) Ahmad Rifai; Agus Suwarno; Ikhsan Romli
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1066

Abstract

Pressure Reducing System (PRS) di PT. Affandra Energi Indonesia berperan penting dalam menstabilkan tekanan gas CNG untuk distribusi ke pelanggan. Namun, ketidakpastian interval perawatan dan strategi pemeliharaan yang kurang optimal dapat meningkatkan risiko kerusakan mesin dan mengganggu stabilitas pasokan gas. Penelitian ini bertujuan menentukan interval perawatan optimal dan merancang strategi pemeliharaan berbasis keandalan komponen utama PRS, yaitu thermocouple, panel kontrol, dan pemanas (heater). Metode penelitian menggabungkan analisis kuantitatif menggunakan distribusi statistik (normal, lognormal, eksponensial, dan weibull) untuk menghitung keandalan komponen serta analisis kualitatif dengan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) guna mengidentifikasi mode kegagalan kritis. Hasil penelitian menunjukkan interval perawatan optimal dengan tingkat keandalan minimal 70%, yaitu 2.654 jam untuk thermocouple, 2.825 jam untuk panel kontrol, dan 3.305 jam untuk pemanas (heater). Analisis FMEA mengungkapkan thermocouple sebagai komponen dengan risiko tertinggi (RPN=224), sehingga direkomendasikan penerapan scheduled discard task. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa penyesuaian interval perawatan berbasis keandalan dan strategi Reliability Centered Maintenance (RCM) dapat meningkatkan efektivitas pemeliharaan. Implikasi praktis dari temuan ini adalah peningkatan keandalan sistem PRS, pengurangan downtime, dan optimalisasi biaya pemeliharaan jangka panjang.
Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Menggunakan Metode Hira: (Studi Kasus: PT. Affandra Energi Indonesia) Nur Fahmi Dwiyansah; Tri Ngudi Wiyatno; Dwi Indra Prasetya
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1068

Abstract

Penelitian ini menganalisis tingginya angka kecelakaan kerja di divisi operasional PT. Affandra Energi Indonesia, khususnya pada aktivitas pemasangan pipa gas CNG, pemeliharaan mesin, dan distribusi. Tujuannya adalah mengidentifikasi potensi bahaya, menilai risiko, dan memberikan rekomendasi pengendalian berbasis metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan matriks risiko AS/NZS 4360. Hasilnya menunjukkan 12 potensi bahaya, terdiri dari 6 risiko tinggi (patah tulang, jari terpotong), 4 sedang, dan 2 rendah. Rekomendasi meliputi penggunaan APD, harness, substitusi alat forklift, dan sosialisasi prosedur K3, sesuai hierarki pengendalian risiko (eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, administratif, APD). Implementasi rekomendasi terbukti efektif mengurangi kecelakaan. Penelitian ini berkontribusi dalam penyusunan kebijakan K3 berbasis risiko, tidak hanya bagi PT. Affandra Energi Indonesia tetapi juga industri sejenis yang menghadapi tantangan serupa.
Pengendalian Kualitas Dan Analisis Produk Margarine Blue Team Dengan Menggunakan Peta Kontrol Dan Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Guna Meminimalkan Produk Cacat: (Studi Kasus: Pabrik Pengolahan Minyak Kelapa Sawit) Rahmat Fachrizal; Moh. Jufriyanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1070

Abstract

Dalam sektor industri, salah satu hal yang diperhatikan oleh konsumen ketika memilih produk adalah mutu produk. PT. ABC adalah yang salah satu pabrik pengolah minyak kelapa sawit mentah dan menghasilkan banyak produk turunan, salah satunya adalah margarin Blue Team yang diekspor ke banyak negara. Untuk tetap kompetitif di pasar global, PT. ABC terus menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan menerapkan sistem pengendalian kualitas yang ketat. Penelitian ini bermaksud guna meminimalkan kecacatan dan menyusun prioritas perbaikan menggunakan metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) serta Peta Kendali P. Metode FMEA digunakan untuk menghitung Risk Priority Number (RPN) dari setiap mode kegagalan. Hasil analisis menunjukkan bahwa produk koyak mempunyai nilai RPN teratas sebesar 232, diikuti dengan produk keluar dari kardus sebesar 82, produk terkontaminasi bakteri sebesar 71, dan plastik produk rusak sebesar 23. Selanjutnya, Peta Kendali digunakan untuk mengatur proporsi barang-barang yang tidak sesuai syarat kualitas atau rasio dari produk yang gagal dalam suatu proses. Berdasarkan hasil analisis, strategi perbaikan difokuskan pada peningkatan pelatihan operator, program pemeliharaan, dan pengecekan secara berkala, dengan pendekatan ini, perusahaan diharapkan mampu menurunkan taraf kecacatan dan mengembangkan mutu produk margarin Blue Team secara kontinu.
Analisis Ergonomi Lingkungan Kerja pada UMKM Sablon: (Studi Kasus: Tonight Sablon) Muhammad Nur Wahyu Hidayah; Galih Mahardika Munandar; Sawiji; Imam Samsul Maarif
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1073

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi ergonomi lingkungan kerja pada UMKM Tonight Sablon dengan fokus pada tiga parameter utama, yaitu suhu, tingkat kebisingan, dan intensitas pencahayaan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik observasi langsung dan pengukuran empiris menggunakan alat termometer digital, pengukur tingkat suara, dan lux meter. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa suhu dan kelembaban pada beberapa ruang produksi berada di luar ambang batas yang direkomendasikan yaitu suhu diatas 28 derajat celcius dan kelembaban diatas 60%, yang berpotensi menyebabkan ketidaknyamanan dan stres panas pada pekerja. Tingkat kebisingan di ruang sablon melebihi nilai ambang batas 85 dB, sehingga berisiko terhadap kesehatan pendengaran dan menurunkan produktivitas. Selain itu, pencahayaan di seluruh area kerja juga tidak memenuhi standar minimum 500 lux untuk pekerjaan agak halus, yang dapat mempengaruhi ketelitian kerja dan kesehatan mata. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan prinsip ergonomi dan K3 dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan produktif. Rekomendasi perbaikan meliputi peningkatan sistem ventilasi, penggunaan alat pelindung diri, serta optimalisasi pencahayaan buatan.